MENGENAL PERILAKU PEMAKAI PERPUSTAKAAN
Universitas Islam Indonesia; Universitas Islam Indonesia
Abstrak
Ketelitian dan kecermatan dalarn rnernberikan pelayanan pernakai harus dirniliki oleh petugas perpustakaan atau pustakawan. Pada sistern pelayanan terbuka terdapat 3 tahap perilaku pernakai yang harus dicermati. Pertarna saat pernakai rnencari surnber informasi (buku). Pernakai dalarn rnernbolak-balik ko/eksi, sering rnerobohkan jajaran ko/eksi, rnengubah susunan, rnenukar kartu buku yang satu dengan yang lain; rnencabut kartu buku, buku ditinggalkan di rak yang lain dan sebagainya. Kedua, saat pernakai rnenernukan informasi . koleksi yang· dicari. Koleksi boleh dipinjarn atau tidak, koleksi akan dipinjarn atau tidak, · bi/a tidak rnaka akan terjadi pada pernakai untuk rnenyernbunyikan buku di jajaran yanglain, terjadi pengarnbilan sebagian isi buku, baik i:Jengan rnenyobek, rnernotong, rnelepasjilidan, rnenyernbunyikan di balik baju (krirninalitas koleksi). Ketiga pasca perninjarnan.Perilaku pernakai pasca perninjarnan rnudah dilihat kejadian-kejadian bahwa pengguna seringrnenekuk buku, rnernasukkan dalarn tas yang sernpit, untuk tudung kepala, rnelipat halarnan,mencorat-coret, rnelepas label, merubah label dan sebagainya. Hal ini bi/a tidak dicermati_akan rnerusak koleksi dan rnengganggu kelancaran pelayangan. Perilaku pernakai yangsering rnenyirnpang dari ketentuan-ketentuan suatu perpustakaan rnernerlukan pemecahan_dan penyelesaian, baik faktor teknis maupun nonteknis. Faktor teknis mencakup aspekperencanaan gedung a tau ruang secara keseluruhan. Sedangkan faktor nonteknis rnencakupaspek internal meliputi keterbatasan surnber daya rnanusia, intensitas pengguna, perilaku· pengguna, dan kesernpatan. Diperlukan adanya suatu pernbenahan-pernbenahan, baiksecara internal rnaupun eksternal seperti pernbinaan sdrn, pendidikan pemakai, penyediaansarana dan prasarana penunjang yang lain
Keywords:
perilaku pemakai
· pembenahan perpustakaan
Introduction
pustakawan atau pegawai perpustakaan perlu te!iti dan cermat dalam bekerja sehingga setiap kesalahan, perubahan,maupun kejanggalan-kejanggalan yang terjadi pada koleksi saat melakukan transaksi pengembalian, cepat diketahuidan diklarifikasi dengan peminjam. Secara spontan petugas dapat bertanya langsung ·_ tentang perubahan dan kejanggalan koleksi. yang dipinjam kepada peminjam, agar ·persoalan yang muncul segera dapatdiselesaikan •. 42 Berbagai · karakteristik pemakai cenderung perilaku negatif, usil, egois dan tidak mau disalahkan, sehingga berdampak pada pengrusakan koleksi, kepemilikari yang hanya sepihak (seperti miliknya sendiri), akan menyebabkan kinerja pelayanan pemakai perpustakaan dapat terhambat. Tiga tahap karakteristik perilaku pemakai dalam organisasi perpustakaan yang dapat dicermati, dan karakteristik tersebut sering dilakukan pencari informasi: Pertama Saat Mencari lnformasi Pencari informasi di dalam perpustakaan sering dilakukan pribadi orang per orang atau kelompok, baik untuk · menyelesaikan tugas-tugas belajar atau menyelesaikan tugas kelompok, dan menyusun tugas akhir. Pencari informasi biasanya datang bergelombang. Kadang tertip satu dua kemudian "menggerudul<' secara bersama-sama. Terlebih pada masamasa transisi mahasiswa baru. Mahasiswa baru belum sepenuhnya bisa menyesi.Jaikan diri dengan lingkungan pendidikan perguruan tinggi. Pada konsep sistem terbuka perilaku · anak semasa sekolah masih terbawa dan dapat diamati disini. · Berbagai karakteristik perilaku pemakai yang dapat diamati dan dicermati antara lain, a.Saat masuk perpustakaanPara pemakai perpustakaan seringmengabaikan rambu-rambu. yang ada, sehingga mereka masih menenteng tas, memakai jaket langsung nge/oyormasuk .. Padahal rambu-rambu sudah jelas bunyi dan tempatnya; "JAKETHARAP DILEPAS", ·"TEMPAT TAS DAN JAKET" , dansebagainya. Bahkan tulisan-tulisan ataurambu-rambu itu sudah dibuat dalam ukuranyang besar dan jelas, semua itu agar mudahdilihat dan dibaca oleh pengguna.b.Mengisl buku tamuMasa-masa awal semester, mahasiswa baru tertip mengisi buku tamu, namun setelah berjalan beberapa saat, mereka tidak mau mengisi buku tainu lagi. Padahal disitu sudah ada tulisan" Pengunjung Wajib Mengisi Buku Tamu"; tulisan mereka abaikan dan langsung menuju ke ruang pustaka, tindakan tersebut dilakukan dengan santainya. Hal seperti itu menandakan bahwa mereka belum mengetahui maksud dan kepentingannya dalam mengisi buku tamu. Buku tamu tersebut dimaksudkan sebagai data dalam pembuatan data staUstik pengunjung perpustakaan, dan dapat juga dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan yang· harus diputuskan demi kemajuan perpustakaan. c.Rak Buku/JajaranKebiasaan pemakai yang masuk ke_perpustakaan langsung menuju ke jajaran. pustaka, dan tidak bertanya petugas terlebih dahulu, membuat pencari informasi berjalan mengelilingi setiap· rak. Pencari informasi melihat-lihat koleksi tanpa melihat petunjuk yang ada (guide rak), yang menempel pada dinding rak buku. Padahal guide rak tersebut sangat membantu karena telah mencakup kelompok subyek yang berada di . jajaran tesebut. Sehingga • akan mempermudah bagi pengunjung untuk menemukan informasi yang dicarinya. d.Pencarian KoleksiPemakai dalani mencari informasi tidakmelakukan penelusuran (searching) lewat katalog buku .maupun katalog elektronis yang telah tersedia, dan tidak mencatat . identitas koleksi atau kode yang ada pada label, tetapi langsung mencari dalam jajaran. sehingga pencari informasi mengambil koleksi yang dimaksud, membaca langsung cover bukunya satu per satu. Hal ini mengakibatkan jajaran koleksi ambruk semua, sandaran buku yang ada tidak berfungsi sebagai mana mestinya. e.Mengubah susunanBuku-buku yang sudah ·dilihat dandibaca judul i:overnya, diambil dan diletakkan pada bagian · rak yang masih kosong, baik yang berada diatasnya maupun bawahnya, atau yang ada di sebelah kiri dan kanan jajaran koleksi di rak yang dilihatnya. · Padahal sebagaian rak kosong tersebut dimaksudkan untuk menggeser koleksi-koleksi, dan menempatkan koleksi-koleksi baru atau tambahan koleksi baru yang subyek dan ·unsur keilmuannya sama, yangmembutuhkan tempat dalam jajarantersebut. Kejadian seperti ini kalau dirunutpada subyek dan nomor yang sama akanterjadi perubahan susunari. Susi.mankoleksi padaurutan ini akan meloncat kenomor yang lebih besar atau malahsebaliknya ke nomor yang lebih kecil.f.Kartu Buku ·Pemakai terkadang suka iseng danusil. Kartu buku yang kantong kartunya sobek atau terlepas, kartu bukunya mudah jatuh. Saal kartimya jatuh-mereka tidak berusaha mengambil dan memasukkannya kembali sehingga pemakai lain yang kebetulan melihai, mengambilnya dan menaruh pada rak yang kosong. Kemudian pemakai lain yang melihat mengambil dan memasukkan kartu te rsebut pada buku yang lain. Hal ini akan menyebabkan pengguna · dapat (membiasakan) untuk menukar-nukarkartu buku yang satu dengan yang lain.Kedua saat informasi ditemukan.P emakai yang telah berhasil menemukan informasi koleksi yang dicari langsung ingin meminjam. Namun kadang terjadi kendala , seperti kartu anggota sudah dipakai untuk meminjam, kartu anggota sudah dipakai untuk meminjam pada batas maksimal peminjaman; pemakai tidak membawa kartu anggotanya, kartu anggota sudah habis masa berlakunya, sehingga pemakai tidak memenuhi persyaratan untuk 44 pinjam buku. Namun anggota berusaha untuk bisa pin jam buku dan berusaha ngototpada petugas. Kejadian ini akan menyebabkan timbulnya proses indisipliner pemakai terhadap tatanan yang ada di perpustakaan yang pada akhirnya akan mengakibatkan antara lain: a.Buku di jajaran lainPemakai akan menempatkan koleksi· dan berusaha menyembunyikan koleksiyang tidak dapat dipinjam karena kurang. persyaratan tadi, ke tempat _koleksi atau ·pada jajaran koleksi yang lain, yang jauhdari kelompok koleksi penempatan semula.Hal ini maksudnya • agar koleksi tersebuttidakditemukan dan dipinjam oleh orang lain,dan cepat ditemukan kembali oleh yangbersangkutan pada saat dibutuhkan.Akibatnya banyak koleksi yang menyelipdiantara jajaran koleksi yang subyek nyaberbeda-beda pada rak yang berlainan.b.Meminjam kartu temanAnggota perpustakaan yang tidakmembawa kartu, suka meminjam kartu teman· untuk meminjam koleksi. Cara�cara seperti ini dilakukan agar mendapatkan fasilitas yang .lebih atas informasi yang dibutuhkan. Melalui berbagai alasan misalnya; kartu sudah penuh untuk pinjam, tidak membawa kartu, tidak mempunyai kartu anggota dan ingin mendapatkan fasilitas yang lebih dari peraturan yang berlaku, akibatnya pasti akan merugikan bagi orang yang mempunyai kartu atau pemHik kartu. Beban tanggungan peminjaman akan menjadi tanggung'jawab pemilik kartu yang dipinjam, apabila pengembalian koleksi yang tidak tepat . waktu (terlambat), · c.Perilaku negatif (kriminal)Bagi pemakai yang tidak berpikirpanjang dan hanya memenuhi kebutuhan sesaat, akan cenderung merusak koleksi katimbang ikut merawat koleksi atau bahan pustaka. Pemakai suka mengambil sebagian dari isi bahan pustaka yang dibutuhkan tersebut dengan menyobek data informasi yang diperlukan, memotong informasi yang diperlukan , melepas jilidan, bahkan apabila petugas tidak cermat, pemakai berusaha menyelipkan koleksi · dibalik pakaian yang dikenakan, diselipkan di kaos kakinya, dan sebagainya. Padahal sudah disediakan fotokopi di tempat untuk koleksi-koleksi yang tidak dapat dipinjam pulang. Ketiga saat peminjaman dan pasi:a peminjaman (Pengembalian) Pemakai yang sudah menemukan informasi dan memenuhi persyaratan transaksi peminjaman, segera dilakukan menyelesaikan transaksi peminjaman di bagian sirkulasi perpustakaan dan lancar urusannya, namun perilaku mereka memperlakukan koleksi atau bahan pustaka sebagai sumber informasi itu yang terkadang sangat disayangkan. Misalnya: a: Mencabut kartu Saal transaksi peminjaman seringkali terjadi, peminjam lanpa sadar ingin membantu petugas mempercepat proses lransaksi pelayanan peminjaman, dengan mencabul kartu buku pada buku yang akan dipinjam. Bagi petugas hal ini justru akan menghambal admistrasi proses pencalalan identitas koleksi bagi peminjam. Proses pencalatan identilas oleh pelugas pada koleksi, dari mencalal nomor anggola peminjam dan memberikan stempel langgal kembali koleksi pada slip tanggal kembali (date due slip), yang terletak di samping atau di dekal kartu buku lerhambal karena karlu buku dipegang peminjamnya. Akibalnya akan lerjadi dua kali kerja dalam salu proses pencalalan. b, Menekuk buku Selelah dilakukan lransaksi peminjaman, peminjam dalam menyimpan buku, karena kapasitas las lidak cukup, sering menekuk buku yang baru saja dipinjam, lerus dimasukkan ke dalam las, akibalnya pada .sisi-sisi (lepi). b.uku mengalami kerusakan seperti sobek-sobek, lerlipal dan pada koleksi yang gelas akan mudah palah dan sobek. c.Menggulung bukuSelain menekuk buku, pemakai jugas·ering melakukan kesalahan dengan cara menggulung-gulung buku yang dipinjam. Hal ini lerjadi saat berpindah tangan, koleksi langsung digulung dimasukkan tas yang kecil alau dibawa langan. Jika gulungan buku lersebut mengembang, maka akan menggesek sisi-sisi buku dengan sisi bagian dalam tas, yang bisa menyebabkan buku lecel-lecel bahkan sobek-sobek. d.Tudung ·kepalaPemakai yang kurang memper-hatikankeawelan bahan puslaka, sering pula melakukan ha! -ha! diluar kebiasaan walaupun hal ini dilakukan secara spontan, seperti saal keadaan cuaca panas alau · gerimis, buku yang dipinjam digunakansebagai tudung kepala. Walaupun sudahdisampul plastik, namun sifal air mudahmeresap akan dapal menembus cian masukke pori-pori kertas sekecil apapun. Kondisiseperti ini akan menyebabkan kertas bahanpuslaka le.mbab dan basah, yangmenyebabkan kertas menjadi lengkel timbul jamur pada kertas, dan akan mengundang kutu-kutu buku yang akan dengan cepat menghancurkan koleksi. e.Melipat halamanMelipat halaman sering dilakukanpemakai untuk memberi tanda sampai dimana buku itu dibaca, atau menandai ·halaman-halaman buku yang berisiinformasi penting yang diperlukan untuk·dipelajari, di fotokopi, sehingga akan banyaklipatan-lipatan. halaman yang sang atr:nengganggu pandangan dan berakibat padakelestarian bahan pustaka menjaditerabaikan. · Tulisan-tulisan yang terdapatpada lipatan akan aus, hilang, dan tidak bisaterbaca, akibatnya kelancaran transferinformasi terganggu.f.Mencoret-coretPada waktu membaca, pemakai jugamelakukan corat-coret pada pustaka yang dipinjam atau sedang dibaca. Hal ini kalau untuk menambah pemahaman saja mungkin . akan sangat membantu belajar pemakai yang lain, te tapi jika dilakukan hanya untuk iseng, a_kan mengganggu perhatian saja. Justru akan menggacaukan sepertitulisantulisan jorok, gambar-gambar jorok dan lain sebagainya. Seandainya dibiarkan ini akan mengganggu konsentrasi belajar pengguna yang lain. g .. Melepas label Koleksi yang dipinjam pemakai, saat dikembalikan label bukuhya sudah tidak ada. Setelah dicermati dan dibuatkan label baru, ternyata label ber_ada di dalam lembaran buku. Tempat yang tidak seharusnya label ditempel disana. Akhimya menumpuk koleksi yang tidakada labelnya, dan memerlukan adanya proses.ulang .. 46 h., Mengubah posisi labelKegiatan usil mengubah posisi label inidiketahui setelah dicek, labelnya melorot atau naik, dan buku yang lain lengket dengan buku pada posisi bekas label yang dilepas. Padahal ketentuannya adalah minimal 2,5 cm dari tepi bawah punggung buku. lni dimaksudkan untuk kenyamanan pandangan dan kerapian koleksi pada jajaran pustaka. Kepribadian Dan Penyesuaian Diri Kepribadian merupakan aspek penting dalam menyesuaikan diri yang berkembang terus menerus. Hal ini berarti bahwa: •Karakteristik dan respon kepribadianberkembang melalui proses belajar,training, disiplin dan kematangan(dalam arti evolusi bertahap dari potensiindividu).•Kepribadian merupakan. fenomenayang terus berubah sesuai denganlingkungan dimana ia berada.•Kepribadian lebih menekankan padaproses belajar dan kematangan darifaktor bawaan dalam menjelaskantimbulnya kepribadian.Oleh karena itu definisi penyesuaianmenurutAtamimi (2002) adalah merupakan . suatu proses yang melibatkan respon mental be_havioral yang dilakukan _individu dalam usahanya untuk dapat mengatasi dengan baik dorongan-dorongan dalam tension (tegangan) diri dan. konflik agar diperoleh keharmonisan antara tuntutan dari dalam dan dari luar atau realitas. Pembenahan-pembenahan Situasi yang kondusif dan representatif di dalam · perpustakaan akan sangat mendukung terciptanya transfer informasi .bagi masyarakat belajar di perguruan tinggi. nformasi yang hilang pada bahan pustaka akan membingungkan dan mengacaukan proses belajar bagi masyarakat kampus. Upaya untuk menciptakan dari rasa aman dan nyaman, perlu penyediaan sarana dan fasilitas pengguna untuk menekan penyimpangan - penyimpangan perilaku pemakai terhadap koleksi perpustakaan. Konsep tata ruang kemungkinanm sudah diatur sedemikian rupa sehingga secara teknis memper-hitungkan setiap aspek penyimpangan pemakai dan menekan tindakan pemakai yang 'r'nengambil' sebagian atau seluruh informasi bahan pustaka. Faktor nonteknis .masih banyak yang perlu dibenahi dalam menciptakan rasa aman dan nyaman bagi pengguna perpustakaan. Baik 'aman' di dalam 'diri' setiap individu maupun aman di dalam lingkungan perpustakaan. Faktor teknis Faktor teknis mencakup konsep perencanaan gedung atau ruangan perpustakaan secara keseluruhan antara lain lokasi, tata ruang, dan koleksi perpustakaan. Lokasi Pemiliha.n lokasi hendaknya memperhitungkan tingkat pencapaian yang mudah, strategis di dalam lingkungan kampus sehingga efektivitas dan efisiensi bagi pengguna dapattercipta. Efektif dalam arti mudah dicari, mudah ditemukan dan mudah dijangkau dari bentuk transportasi maupun bentuk sirkulasi jalan di dalam bangunan gedung. Sedangkan efektif lebih cenderung pada ketersediaan waktu bagi pengguna perpustakaan. Tempat atau ruangan perpustakaan yang mudah dijangkau, mudah ditemukan akan menghemat waktu yang tersedia dan dimiliki pengguna untuk mencari informasi di perpustakaan. Tata ruang Konsep tata ruang mencakup seluruh ruangan yang ada sesuai dengan kebutuhan ruang inasing-masing bagian yang ada di perpustakaan baik ruang koleksi, ruang baca, ruang anjungan katalog, ruang sirkulasi, ruangan untuk !otokopi, ruang prosesing, dan kebutuhan ruang-ruang yang lain pendukung proses penyelenggaraan kepustakawanan. . Perpustakaan jug a harus memperhatikan faktor pencahayaari, keserasian wama, susunan perabotan dan keiridahan yang membuat ruangan menjadi lebih inenyenangkan bagi pengguna dan karyawan dalam bekerja. Perpustakaan yang direncanakan dengan baik dan ditandai beberapa sifat yang membuatnya berlungsi secara efisien dan hemat, memudahkan pengguna dan petugas, memberikan lingkungan yang nyaman, menyenangkan dan menarik sebagai tempat belajar dan bekerja, dan ber!ungsi untuk sepuluh tahun ke depan sama seperti ketika baru saja dibangun.(Poole: 1981) Koleksi Jumlah koleksi bahan pustaka yang dimiliki suatu perpustakaan sebagai dasar perhitungan kebutuhan ruang dan akan memakan tempat yang paling banyak atau paling besar dibandingkan dengan bagian yang lain. Termasukjuga keragaman koleksi yang dimiliki akan menentukan pembagian ruangan tersendiri seperti ruang koleksi umum, ruang koleksi referensi, ruang koleksi khusus, ruang koleksi CD ROM dan ruang audiovisual yang menjadi bagian dari koleksi yang dimiliki oleh perpustakaan. aktor nonteknis Faktor nonteknis menyangkut laktor internal yang berkaitan dengan situasi dan kondisi organisasi perpustakaan antara lain sumber daya manusia yang sangat terbatas. Sumberdaya manusia yang sangat te rbatas tidak akan menyukupi dibandingkan dengan macam pekerjaan yang ada di masingmasing bagian organisasi perpustakaan. · Sehingga kualitas pelayanan tidak bisa optimal karena lidak bisa menjangkau seluruhaspek kegiatan perpustakaan. Belum lagi. personal yang sakit dan lidak masuk kerja,· .person ii yang ada urusan. di luar maupunpersonal ya·ng hanya masuk dan sukakeluar, Hal ini akan menurunkan kualitas dankredibilitas personal dalam pelayananperpustakaan. Faktor nonteknis yang laintermasuk intensitas pengguna yang semakinmeningkat. Jumlah pengguna tiap hari yangsemakin meningkat dengan pegawai yangsangat terbatas menyebabkan kinerja tidakefektif dan tidak efisien dalam memberikanpelayanan perpustakaan. Maka, perlusegera dilakukan langkah-lang�ah ;Pembenahan internalPembenahan internal perlu dilakukanuntuk mengatasi persoalan-persoalan yangterjadi serta untuk peningkatan kinerjapersonal dalam memberikan pelayanan.Pembenahan-pembenahan yangdimaksudkan di sini misalnya tentang;1. Pembinaan SDMPembinaan sumber daya manusiamerupakan suatu langkah internal dari pimpinan lembaga atau organisasi secara struktural instruksi-nal. Pembinaan ini perlu dilakukan memberikan bekal pengetahuan. agar setiap personal memiliki visi dan.misi yang sama tentang pelayanan yang baik 48 (public service). Dengan pembi-naan inidiharapkan setiap personal menpunyai kompetensi atau ketram-pilan dan pengetahuan, mempunyai kemampuan· menyajikan/ tatasaji (reliabilitas),mempunyai keinginan untuk membantu (responsibilitas), mempunyai perhatian terhadap pema-kai (empathy), mempunyai kesopanan , ramah, punya rasa hormat, punya rasa senang dan menyenangkan (courtesy) bagi pemakai perpustakaan. Dengan demikian akan terbentuk sikap dan rasa kekeluargaan yang baik antara pegawai dan. pengguna perpustakaan sehingga akan timbul sikap percaya diri bagi · kedua belah fihak (self confidenQ. Mudahmudahan dengan pembinaan ini akan memotivasi setiap personal untuk bekerja dengan senang dan senang bekerja pada situasi dan kondisi yang ada. (Rumani:2000; Puryanto:2002) 2.Perencanaan terpaduPerencanaan terpadu merupakan satupaket dari awal te ntang sebuah perancangan dan perencanaan gedung perpustakaan secara umum mencakup landscape dan _ desain bangunan, konsep tata ruang mencakup seluruh ruangan yang ada sesuai · dengan kebutuhan ruang masing-masing bagian yang ada di perpustakaan baik ruang koleksi, ruang baca, ruang anjungan katalog, ruang sirkulasi, ruangan untuk lofokopi, ruang prosesing, dan kebutuhan ruangruang yang lain pendukung proses penyelenggaraan kepustakawanan. Termasukjuga tentang utilitas bangunannya seperti pencahayaan, pemasangan ventilasi udara, pemasangan air condotioning-nya(ac) yang kesemuannya harus memperhitungkan faktor keamanan dan ken·yamanan. Baik aman dan nyaman bagi pengguna, aman dan nyaman bagi personelnya, aman dan nyaman bagi koleksinya serta aman dan nyaman bagi yang lain'.lainnya. 3. Penyempurnaan sistem penunjangAdanya person ii yang sangatterbatasdan intensitas pengguna yang semakin hari semakin meningkat harus segera diupayakan suatu penyempurnaan sistem perpustakaan dengan beralih ke teknologi otomasi. Pengertian otomasi itu sendiri adalah perpaduan antara teknologi komputer den.gan komunikasi informasi di perpustakaan untuk melakukan kegiatankegiatan rutin kepustakawanan, demi efisiensi dan efektivitas kerja personel, efektivitas dan efisiensi pengguna dalam mencari informasi. Langkah awal yang harus segera dilakukan dalam proses otomasi perpustakaan adalah kegiatan-kegiatan pekerjaan; a. Input data prosesingInput data prosesing suatu langkah awalpemasukan data bibliografis ke dalam database atau pusat penyimpanan data elektronis, baik data-data bibliografis dari proses yang dilakukan secara manual maupun data -data bibliografis langsung dari koleksi-koleksi yang baru. Pada proses input data prosesing ini kegiatan-kegiatan yang bisa dilakukan dalam sekali pekerjaan antara lain; •• Daftar buku sesuai dengan prosespembelajaranDaftar inventarisasi buku yaitupemasukan data bahan pustaka kedata· base komputer denganpencatatan baik pembelian, sumbangan, maupun hadiah. Berdasarkanurutan penerimaan bahan pustaka,lengkap dengan ca.ra perigadaannya ·karena proses input data bisa langsung• • • • 0 • • b. memilah-milah kedalam kelompok buku-buku wajib, buku-buku anjuran, buku-buku rujukan dan buku-buku umum sebagai penunjang program studi (perkuliahan). Jumlah judul dan eksemplar yang dimiliki dari seluruh koleksi yang ada · di perpustakaan tersebut.Jumlah judul dan eksemplar yangmasih berada di tempat Artinyabuku-buku yang masih di perpustakaandan tidak dalam peminjaman.Jumlah judul dan eksempla( yang· dalam proses peminjaman artinyabuku dipinjam dan belum dikembalikan.Buku-buku yang hilang atau rusakartiriya buku-buku yang pasil,tidak dipinjam tidak ditempat karenarusak atau hilang.Proses barcode merupakanpencetakan kode-kode bahan pustakadari lokasi (perpustakaan), jenis,bahasa, judul, dan eksemplar · yangdimiliki ke dalam label.Proses katalog , yaitu pembuatankatalog secara elektronis maupunlangsung pada public access catalog(on line).Transfer data on line. Data bisaditelusur dari berbagai tempat yangterhubung dengan jaringan on line.Proses sirkulasiProses sirkulasi terotomasi sebagaialternatif pemecahan .terhadap itensitas pengguna yang semakin meningkat sedangkan jumlah person el yang ada sangat terbatas. Proses ini dilakukan dengan teknologi penunjang seperti seperangkat komputer yang terhubung pada jaringan dan dilengkapi dengan.ban:ode reader:yaitu ala! untuk membaca kode-kode pada ·1abel barcode yang dipasang di punggung buku atau. pada koleksi yang ada di perpustakaan. Alat ini bekerja sangat efektif dan efisien dalam melakukan tindakan pencatatan identitas bahan pustaka dan identitas para pengguna. Sehingga akan mengurangi (mereduksi) kesalahankesalahan pekerjaan pencatatan identitas bahan pustaka maupun data pengguna yang dilakukan dengan cara manual. Pekerjaan ini juga akan lebih cepat, tepat dan akurat dilakukan dari sistem pencatatan manual. Sistem ini akan membantu dan menyelesaikan kegiatan pekerjaan yang lain, seperti; •Jumlah buku yang dipinjam yaitujumlah buku yang dipinjam oleh setiap. pengguna. Pengguna masyarakat perguruan· tinggi adalah dosen, mahasiswa dan karyawan; •Keterlambatan pengembalian akansecara otomatis segera diketahui darihari yang telah ditentukan karena bataswaktu yang juga telah ditetapkan.•Perhitungan denda keterlambatansecara otomatis telah diketahui danditentukan sesuai dengan batas waktu(keterlambatan).•lnformasi bahan pustaka yang sedangdipinjam akan segera diketahui biladiperlukan atau dipertanyakan..• Kapan bahan pustaka harusdikembalikan sehingga akan siap biladipinjam yang lain/pencari informasi.•Menolak anggota nonaktif artinya system ini tidak mau melayani bagianggota yang sedang cuti atau tidakaktif kuliah pada periode tertentu.Pembenahan eksternal Pembenahan eksternal merupakan wujud atau implementasi dari pembenahanpembenahan yang dilakukari secara internai dalam perpustakaan memberikan informasi -informasi, panduan-panduan, himbauan-himbauan, pengarahan-50 pengarahan agar pemakai bisa menyesuaikan dengan ketentuan-ketentuan yang ada serta memberikan kemudahankemudahan bagi pemakai perpustakaan. lmplementasi-implementasi tersebut antara lain dari aspek-aspek; Personel Sumber daya manusia yang ada di perpustakaan (personel) harus berjiwa besar, artinya harus selalu meningkat-kan kesabaran dan ketabahan hati dalam menjalankan tugas dan kewajibannya seperti apa yang diperoleh saat koordinasi maupun pembekalan·tentang motivasi kerja · personel sehingga diharapkan setiap · personel tidak segan dan tidak bosan untuk selalu menegur, mengingatkan, mengimbau, menyarankan dan memberi pengertianpengertian terhadap pemakai seperti apa yang. sudah menjadi ketentuan perpustakaan. Hal ini harus dilandasi dengan rasa senang, keramahan, kesopanan dan kekeluargaan pada para pemakai agar mereka ·memahami, mengerti, melakukan, ikut menjaga, dan merasa memiliki terhadap kolek.si perpustakaan. Ram bu-ram bu Kelengkapan informasi, peringatanperingatan, himbauan-himbauan untuk memberikan petunjuk, memberikan panduan ·, memberikan bimbingan, memberikan arahan kepada pemakai harus terpasang secara strategis agar dilihat dari dibaca pengguna yang masuk perpustakaan sehingga pengguna akan mematuhi, mudah mengikuti dan mudah menemukan inloimasi yang akan dicari. Fasilitas pemakai F'asilitas pemakai perpustakaan harus dilengkapi agar mereka merasa aman dan nyaman berada didalam lingkungan perpustakaan. Fasilitas pemakai yang harus segera disediakan seperti; • • • • • Loker. Locker harus disediakan sehubungan dengan personil yang sangat terbatas sedangkan intensitas pengguna yang semakin meningkat. Sehingga. pengguna bisa menggunakan fasilitas tersebut secara mandiri. Katalog anjungan. Katalog elektronis yang terhubung dengan LAN (local areanetwork) untuk menelusur informasi tentang buku-tiuku koleksi atau bahan ·pustaka. Pemakai dapat menelusurmelalui judul buku, tokoh-tokoh danpengarang atau subjek bahan pustaka,yang semuanya akan mengacu padaidentitas pustaka tersebut secaralengkap dengan informasi keberadaankoleksi-nya.Fotokopi. Fasilitas fotokopi sebagaiupaya untuk mempermudah pemakaimendapatkan informasi yangdiperlukan baikseluruh informasi dalampustaka maupun sebagian dari bahan. pustaka tersebut tanpa harus keluar dari ruang perpustakaan. Koleksi. Koleksi yang dimiliki perpustakaan harus semakin hari semakin meningkat agar bisa memenuhi keinginan pemakai yang bervariasi sehingga tidak akan mengecewakan pencari informasi karena informasi yang diperlukan selalu ada dan tersedia di perpustakaan. lnforman service. lnforman service harus disiapkan dan disediakan untuk bisa selalu memberikan informasi yang diinginkan pemakai dan memenuhi kebutuhan_ informasi · pemakai perpustakaan. Bagian infonnan serviceini dituntut untuk menguasai kebutuhan infotmasi internal perpustakaan juga • • • • menguasai jaringan kerja samaantarperpustakaan (eksternal). Sehingga informan service ini akan selalu berusaha mencari informasi dan memenuhi kebutuhan informasi bagi pemakai dengan memanfaatkan jaringan kerja sama antarperpustakaan. Ruang CD ROM. Ruang ini harus dilengkapi dengan sarana dan prasarana untuk bisa membaca koleksi ini bagi pemakai perpustakaan sudah melengkapi dengan koleksi CD ROM terse.but. Workstation.· Ruang workstation ini harus multiguna bagi pemakai karena disediakan untuk urusan tugas-tugas bagi_ pemakai perpustakaan. Baik untuk mencari tugas-tugas dari dosen yang dikir im lewat e-mail oleh mahasiswa, atau untuk mengerjakan tugas-tugas yang harus segera diselesaikan dan dikirim ke dosen, atau untuk penelusuran informasi yang lain dari jaringan internet. Security alarm. Pengamanan system magnetic yaitu pemasangan system elektronis pada pintu masuk (gate · way), pita magnetik yang dilekatkan pada bahan pustaka, pemasangan-· pemasangan barcode reader pengisi pita magnetic sebagai komponen penunjang operasional otomasi perpustakaan. Security camera. Pemasangan camera pada tempat-tempat yang memerlukan pengawasan dan tidak terjangkau pandangan petugas. Camera ini terhubung dengan monnoryang tempatnya bisa tergabung dengan _ ruang_ prosesing atau bagian sirkulasi, dengan ruang /petugas referensi, atau ada petugas khusus perigawas, yang jelas fleksibel bergabung pada bagian mana pun bisa.
Conclusion
Otomasi suatu alternatif untuk menjawab efektivitas dan efisiensi tugastugas pekerjaan perpustakaan. ·Keterbatasan sumber daya manusiaataupun intensltas pengguna yang semakin hari semakin meningkat tidak akan menjadi persoalan selagi faktor penunjangnya ·. disempumakan. Penerapan sistem otomasibidang prosesing akan menunjang kelancaran tugas-tugas pekerjaan sirkulasi karena proses pelayanan akan lebih cepat dan mudah dilakukan dibandingkan dengan sistem manual antara lain; oMenjamin akuiasi data dan mengurangi .kesalahan teknis pada saat pencatatanpeninjauari koleksi dan identitas lain.oMencegah pemborosan dan· -. mengurangi biaya operasional karenatidak ada ti ndakan kesalahanpencatatan ulang dan berulang-ulang. • O Kegiatan operasional pelayanansirkulasi akan semakin meningkat dan maksimal dengan adanya intensitas . pengguna yang meningkat. oBisa dilakukan lebih mudah tanpaharus melakukan tindakan mengetik ·atau menuliskan data satu demi satu.oMembantu melayani lebih banyak·pemakai. • ·Pendidikan pemakai perpustakaanperlu disosialisasikan agar informasi-. informasi dapat dipahami dan dimengerti oleh para pengguna. lnformasi-informasi tersebut antara lain tentang: •Promosi perpustakaan: yangmenyangkut sosialisasi peraturan,. gambaran tentang sarana prasana danfasilitas yang ada di perpustakaan•Pendidikan pemakai yaitu tentangbimbingan, penyuluhan, orientasiperpustakaan dan pengajaranperpustakaan.52 •Bimbingan sebagai upaya membantupemakai, memberi petunjuk, latihan,tuntunan, dorongan moral spiritual·untuk memenuhi keperluan belajamya.•Penyuluhan yang berkaitan denganproses penyampaian pesan pengetahuan dan informasi untuk - , mengubah keadaan menjadi lebih baik.•Orientasi perpustakaan yangmengemukakan tentang kententuanketentuan dari peraturan perpustakaan. •Pengajaran perpustakaan berflubungandengan upaya temu kembali info·rmasi·di perpustakaan·(Suwasana, 2002).Melalui pe ndidikan . pemakai.diharapkan, pemakai . mempu nyai kepedulian terhadap perpustakaan den.gan ·ikut menjaga, memelihara dan melestankan koleksi yang ada