Kembali
16
1
2023 Al-ma'mun: Jurnal Kajian Kepustakawanan dan Informasi Vol 4 · 2 ISSN 2746-0509

Transformasi Layanan Referensi Perpustakaan Universitas Teknokrat Indonesia

Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung; Universitas Teknokrat Indonesia

Abstrak

Layanan referensi ialah salah satu fasilitas layanan yang disediakan oleh perpustakaan Universitas Teknokrat Indonesia dalam meningkatkan performa perpustakaan sebagai pusat sumber informasi referensi yang aktual dan relevan dalam menunjang keilmuan dan disiplin ilmu di Universitas Teknokrat Indonesia. Tujuan dari penelitian ini guna menyampaikan sebuah tindakan yang dilakukan oleh Perpustakaan Teknokrat Indonesia dalam melakukan transformasi pada salah satu bidang layanan referensi sehingga meraih sebuah performa maksimal dalam memberikan bimbingan informasi kepada civitas akademika. Metodologi deskripstif kualitatif merupakan metode yang peneliti gunakan dalam penelitian ini. Disini peneliti melakukan analisis dan menuangkan secara deskriptif sesuai hasil observasi, wawancara dan analisis lokasi yang peneliti lakukan di Universitas Teknokrat Indonesia. Hasil dari penelitian ini yaitu bahwa Perpustakaan Teknokrat Indonesia telah melakukan pembenahan dalam menciptakan totalitas performa layanan perpustakaan khususnya pada layanan referensi. Pembenahan yang dilakukan menitikberatkan pada transformasi teknologi informasi dan kegiatan dalam meningkatkan minat kunjung dan minat baca di Perpustakaan Teknokrat Indonesia, sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh undang-undang no 43 tahun 2007 dan Peraturan Pemerintah no 24 tahun 2014 tentang perpustakaan.

Abstract

Reference service is one of the service facilities provided by the Indonesian Technocrat University library in improving the performance of the library as a center for actual and relevant reference information sources in supporting science and disciplines at the Indonesian Technocrat University. The purpose of this study is to convey an action taken by the technocrat library in carrying out a transformation in one of the reference service areas so as to achieve a maximum performance in providing information guidance to the academic community. Qualitative descriptive methodology is the method that researchers use in this study. Here the researcher analyzes and writes descriptively according to the results of observations, interviews and location analysis that the researchers did at the Indonesian Technocrat University. The result of this research is that the technocrat library has made improvements in creating a total library service performance, especially in reference services. The improvements made are focused on the transformation of information technology and activities in increasing interest in visiting and reading interest in Indonesian technocrat libraries, in accordance with the provisions stipulated by Law No. 43 of 2007 and Government Regulation No. 24 of 2014 concerning Libraries.
Keywords: reference service · inlislite · book review

Introduction

Teknologi informasi dan komunikasi menjadi tolak ukur dalam sebuah kesiapan layanan masyarakat dalam menyambut era industry 4.0 bahkan menuju 5.0. Tumbuh kembangnya hal itu tak terlepas dari peran dan keaktifan sumber daya masyarakat dalam meningkatkan kompetensi dan kemampuan dalam keilmuan teknologi informasi. Sesuai dengan tuntunan yang menjadi acuan dari seorang pustakawan bahwasanya sebuah koleksi perpustakaan diharuskan dilaksanakan kegiatan seleksi koleksi, dilanjutkan dengan pengolahan bahan koleksi sesuai dengan prosedur dan tuntunan dan disimpan secara sistematis sesuai dengan nomor klasifikasi dan katalogisasi sehingga bahan pustaka yang sudah sesuai dapat langsung dilayankan kepada pengguna atau pemustaka dalam memanfaatkan bahan pustaka yang disediakan oleh perpustakaan, sehingga menghasilkan tumbang kembang teknologi informasi dalam menemukan informasi yang dibutuhkan sesuai dengan kebutuhan oleh pengguna perpustakaan. Perpustakaan saat ini sudah selayaknya bersifat modern serta sudah bersinergi dengan menggunakan sistem teknologi informasi yang bersifat otomasi dengan desain bangunan yang mengikuti kemajuan era miliniel saat ini. Sistem otomasi yang dibangun menjadi alat penentu dalam mempermudah penelusuran informasi bagi pemustaka menggunakan perangkat komputer. Sistem otomasi menjelaskan salah satu bentuk perwujudan penerapan teknologi informasi yang memberikan peluang besar bagi lembaga informasi guna meningkatkan layanan yang telah disediakan oleh perpustakaan. Layanan perpustakaan sudah sewajarnya memberikan layanan yang sesuai dengan perkembangan dan perubahan dalam bentuk teknologi informasi, karena di era 5.0 teknologi menjadi hal yang dominan dalam memberikan sebuah layanan kepada masyarakat dalam menciptakan sebuah kepuasan di sebuah sistem informasi komunikasi dan teknologi informasi. Hal itu dikuatkan juga dengan pedoman pustakawan dalam layanan perpustakaan pada pasal 14 bahwasanya segenap layanan yang dihasilkan oleh lembaga informasi berbentuk bahan pustaka dan elektronik memberikan pelayanan prima yang berstandar nasional perpustakaan dan melakukan pengembangan layanan sesuai dengan bentuk dan era kemajuan teknologi informasi dan komunikasi di suatu wilayah dengan tujuan memberikan kenyamanan dan mengoptimalisasi peran sebuah lembaga informasi. Menurut MacKellar mengungkapkan bahwa penggunaan teknologi informasi di perpustakaan memiliki beberapa manfaat diantaranya mempercepat proses temu balik informasi (Information Retrieval) sesuai dengan keinginan pengguna informasi, penelusuran bahan pustaka perpustakaan dapat dilakukan dimana saja tanpa terjadi pembatasan dalam ruang dan jarak bagi pengguna informasi, memberikan layanan informasi yang lebih baik sehingga menciptakan sebuah transformasi layanan yang dimiliki oleh lembaga informasi perpustakaan, memudahkan untuk memperbaharui informasi bibliografi bahan pustaka perpustakaan dan image perpustakaan meningkat sehingga menunjukkan angka kunjung dan angka manfaat bahan pustaka meningkat (Rifka Rahmadani, Iskandar, and Andi Muhammad Dakhalan 2022). Transformasi sudah sepantasnya dilakukan oleh segenap lembaga informasi perpustakaan pada segala lini demi terciptanya perubahan dan perkembangan layanan perpustakaan Teknokrat Indonesia. Selain perkembangan di lini teknologi informasi dengan menyediakan otomasi sebagai sistem informasi pemustaka dalam temu kembali informasi dan layanan, perpustakaan juga sudah seharusnya melakukan transformasi kegiatan dalam menciptakan hal yang baru, hal yang menjadi daya tarik bagi mahasiswa di lingkungan universitas dalam mengoptimalkan layanan perpustakaan khususnya layanan referensi dalam optimalisasi bahan koleksi referensi sebagai media informasi yang efektif sehingga menghasilkan keefektifan bahan pustaka yang disediakan oleh perpustakaan sesuai dengan kebutuhan pemustaka. Hal ini sudah menjadi kewajiban segenap pustakawan, khususnya perpustakaan perguruan tinggi dalam mengoptimalisasi kompetensi yang dimiliki demi mengembangkan dan memajukan lembaga informasi di masing-masing perpustakaan khususnya pada perpustakaan perguruan tinggi. Keberagaman kegiatan layanan yang disajikan pada tiap-tiap perpustakaan, menjadi ciri khas unik yang diberikan oleh pustakawan pada perpustakaan. Hal ini yang menjadi daya tarik bagi peneliti dalam melakukan pengamatan dan penelitian dalam sebuah transformasi layanan yang dilakukan oleh pustakawan teknokrat di perpustakaan khususnya perguruan tinggi Teknokrat Indonesia dalam menciptakan daya minat dan meningkatkan budaya baca di lingkungan civitas akademika perguruan tinggi sehingga menghasilkan hadirnya budaya baca di lingkungan Universitas Teknokrat Indonesia. B. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan pemaparan di atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan rumusan bagaimana transformasi layanan referensi di Perpustakaan Universitas Teknokrat Indonesia. D. KERANGKA TEORI 1. Transformasi Menurut Laseau, menjelaskan transformasi memiliki berbagai jenis kategori yaitu pertama, transformasi bersifat geometri, maknanya sebuah bentuk yang melakukan perubahan dengan komponen yang bentuk dan fungsinya sebagai ruang yang serupa dan sesuai dengan ruang dalam kehidupan nyata dengan konsep-konsep sesuai dengan keinginan. Ke-dua, transformasi bersifat hiasan (ornamental), maknanya sebuah bentuk yang sifatnya berhubungan dengan style, figure atau ciri khas yang dimiliki oleh tiap-tiap ruang dengan tujuan menjadi daya tarik dan identitas dari sebuah lembaga. Ke-tiga, transformasi bersifat kebalikan, maknanya sebuah pembalikan citra pada sebuah figur objek yang dapat ditransformasikan dimana citra objek dirubah menjadi citra sebaliknya demi menciptakan hal-hal yang baru dan menjadi identitas diri. Ke-empat, transformasi bersifat merancukan, maknanya sebuah gagasan atau ide yang memiliki sifat kebebasan dalam bentuk perancangan atau konsep dalam beraktifitas sesuai dengan tujuan yang diinginkan (Iqbal and Soleha 2022). Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa transformasi adalah perwujudan dari sebuah perubahan yang dilakukan berdasarkan bentuk dan fungsinya sesuai dengan konsepkonsep ruang yang direncanakan dan menjadi sumber untuk menjadi dasar dari sebuah style atau ciri khas dari sebuah lembaga atau layanan yang diciptakan demi terbentuknya citra figure objek yang dihasilkan. Konsep transformasi dalam sebuah pelayanan menciptakan hal yang baru dengan tujuan menciptakan minat dan antusias dari para pengguna dalam memanfaatkan fasilitas ataupun layanan yang disediakan oleh sebuah lembaga guna mengoptimalkan potensi yang disediakan. Perubahan yang diciptakan pada layanan referensi perpustakaan khususnya perpustakaan perguruan tinggi harus sesuai dengan visi, misi dan sasaran yang dibuat oleh perguruan tinggi supaya tercipta keselarasan antara program yang diciptakan oleh perguruan tinggi dan dilanjutkan ke perpustakaan sebagai wujud sarana dan prasarana penting dalam keberlangsungan sistem akademika. 2. Layanan Referensi Layanan referensi ialah sebuah layanan yang disediakan oleh perpustakaan untuk memberikan kemudahan bagi pemustaka dalam menemukan bahan pustaka referensi sesuai dengan keinginan. Layanan referensi sama pentingnya dengan layanan sirkulasi ataupun layanan komputer yang disediakan oleh perpustakaan dalam mengoptimalkan peran perpustakaan sebagai lembaga atau pusat yang menyediakan berbagai jenis sumber informasi dan kumpulan informasi-informasi yang dapat dipertanggung jawabkan dan dapat dijadikan sebagai referensi dalam mempermudah proses pendidikan, penelitian dan informasi. Berdasarkan buku perundang-undangan perpustakaan mengatakan layanan perpustakaan diharuskan dilakukan secara prima dan berorientasi bagi kebutuhan pemustaka perpustakaan dan mengikuti segenap peraturan yang telah ditetapkan oleh layanan perpustakaan berdasarkan standar nasional. Perpustakaan diwajibkan melakukan pengembangan layanan perpustakaan sesuai dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang difokuskan pada pemanfaatan sumber daya perpustakaan dalam memenuhi kebutuhan pengguna untuk mendapatkan informasi yang diinginkan (Indonesia 2007). Layanan referensi merupakan sebuah layanan terpenting yang disediakan oleh lembaga informasi perpustakaan yang memiliki fungsi untuk memberikan kemudahan kepada pengguna perpustakaan dalam melakukan pencarian atau penelusuran informasi yang sesuai dengan kebutuhannya. Pada umumnya layanan referensi ini berada di dalam gedung perpustakaan dan menunggu pengguna datang untuk mengoptimalkan bahan pustaka yang dilayankan. Akan tetapi, seiring dengan perkembagan teknologi informasi dan komunikasi di era saat ini, mengharuskan layanan referensi perpustakaan untuk melakukan sebuah inovasi atau perubahan dalam memberikan layanan yang disajikan kepada para pengguna terutama bagi perpustakaan perguruan tinggi (Putra and Irawati 2018). Sumber informasi yang menjadi bahan koleksi referensi dibagi menjadi 3 bentuk kategori diantaranya sumber primer, sumber sekunder dan sumber tesier. Dari ketiga sumber informasi, yang memiliki peran banyak dalam pelayanan referensi yaitu sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer dapat dikategorikan berupa laporan penelitian lapangan, tugas akhir, disertasi, skripsi dan hasil lokakarya atau seminar, dan yang termasuk kedalam kategori sumber sekunder diantaranya ensiklopedia, kamus, handbook, direktori, buku tahunan, biografi tokoh dan indeks (Kalsum 2016). Selain sumber informasi berbentuk bahan koleksi, layanan referensi sudah seharusnya menyediakan sebuah kegiatan yang membangun minat dan daya kunjung yang memikat para pengunjung perpustakaan memanfaatkan layanan referensi khususnya perpustakaan perguruan tinggi untuk mendorong keberlangsungan proses sistem akademik dan penelitian bagi civitas akademika. Seorang pustakawan referensi harus memiliki kompetensi dalam menguasai berbagai macam jenis informasi referensi yang menjadi penunjang dalam optimalisasi informasi referensi yaitu: pertama, tutorial dalam melakukan temu kembali sumber-sumber informasi seperti kamus, ensiklopedia, indeks, dan lain sebagainya. Kedua, pengelola layanan referensi harus memiliki penguasaan bahasa dari bahan koleksi referensi dengan tujuan memberikan kemudahan dalam penyampaian informasi kepada pengguna secara jelas. Ketiga, pustakawan mampu menuangkan hasil penelusuran ke dalam bentuk artikel ilmiah (Muslih 2022).

Method

Peneliti menggunakan metodologi kualitatif berbentuk deskriptif kualitatif. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk transformasi yang terjadi di layanan referensi di perpustakaan perguruan tinggi. Metode pengumpulan data menggunakan sistem observasi, wawancara dan study literature. Penelitian ini disajikan secara deskriptif dengan menjelaskan sesuai dengan hasil observasi sesuai temuan peneliti di lapangan.

Result & Discussion

1. Transformasi Layanan Referensi Layanan referensi menggambarkan salah satu bentuk layanan yang disediakan oleh perpustakaan Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) dalam mengoptimalkan peran perpustakaan di lingkungan civitas akademika dalam mendukung keberlangsungan sistem belajar mengajar di Universitas Teknokrat Indonesia. Perpustakaan Teknokrat juga memiliki layanan yang lain dalam mengoptimalkan peran perpustakaan sebagai lembaga informasi referensi yang berisikan kumpulan bahan pustaka sesuai dengan kebutuhan pemustaka, diantaranya layanan sirkulasi, layanan komputer dan layanan literasi informasi. Transformasi pada layanan referensi di Perpustakaan Teknokrat Indonesia memberikan wajah baru di lingkungan perguruan tinggi, hal tersebut dapat dijadikan sebagai model pembeda antara layanan referensi teknokrat dengan layanan referensi perpustakaan perguruan tinggi lain. Berbagai bentuk transformasi layanan referensi di Perpustakaan Teknokrat Indonesia bertujuan mengoptimalkan peran perpustakaan sebagai lembaga informasi referensi guna menciptakan kenyamanan dan mensukseskan sistem belajar mengajar di lingkungan civitas akademika. Transformasi layanan referensi berbentuk teknologi informasi dan komunikasi menjadi bentuk perubahan nyata yang diberikan oleh perpustakaan teknokrat yang berlandaskan pada pedoman perundang-undangan perpustakaan yang mengatakan bahwa pengembangan layanan disesuaikan dengan kemajuan teknologi informasi yang memfokuskan pada sumber daya perpustakaan. Dihadirkannya aplikasi otomasi pada layanan referensi membuat suasana perpustakaan menjadi berbeda. Sebelum otomasi menjadi bagian layanan referensi, pustakawan masih menggunakan media buku besar sebagai media temu kembali informasi, sehingga memberikan kesulitan bagi pustakawan dalam memberikan layanan pencarian referensi kepada mahasiswa dan dosen, mengakibatkan turunnya daya kunjung dan kepuasan di bagian referensi. Hal itu mendasari pustakawan untuk melakukan perubahan dengan menghadirkan aplikasi aoutomasi di lingkungan layanan referensi agar dapat mengembalikan daya kunjung mahasiswa dan dosen ke bagian referensi dan memberikan kepuasan kepada civitas akademika. Sehingga hadirlah aplikaksi otomasi INLISLIte sebagai aplikasi layanan referensi di perpustakaan Universitas Teknokrat Indonesia. Selain itu, dilakukan pengefektifan kegiatan yang diberikan oleh layanan referensi kepada pemustaka dengan fokus pada pengefektifan bahan koleksi di perpustakaan. 2. Teknologi Otomasi Inlislite Transformasi layanan referensi bersifat teknologi informasi berbentuk otomasi yang difokuskan sebagai alat yang digunakan untuk temu kembali informasi bahan koleksi perpustakaan baik berbentuk koleksi primer ataupun koleksi sekunder. Sehingga menghasilkan sebuah kemudahan bagi pemustaka dalam mencari atau menemukan informasi dan penghematan waktu atau mengoptimalkan waktu bagi pemustaka ataupun pustakawan. Teknologi otomasi yang berbentuk sistem informasi bahan koleksi berjenis aplikasi Inlislite. Aplikasi ini merupakan sistem otomasi perpustakaan yang didesain dan dikembangkan secara resmi oleh Perpustakaan Nasional RI yang digunakan untuk membantu proses kegiatan pengolahan bahan koleksi yang ada di perpustakaan (Bugis 2021). Kemampuan aplikasi inlislite memberikan kemudahan dalam pemanfaatan yang dilakukan oleh pustakawan dalam proses pengatalogan atau melakukan entri data, mampu berkomunikasi dengan baik sesama rekan kerja maupun pemustaka, mampu melayani pemustaka dengan baik. Sehingga menghasilkan perpustakaan yang memiliki kemampuan kompetensi yang semakin berkembang dan terwujudnya peluang pemanfaatan bahan pustaka yang lebih luas (Nurmayasari 2022). Aplikasi otomasi sistem informasi memiliki beberapa komponen dalam mengoptimalkan kinerjanya membantu pustakawan dalam melakukan temu kembali informasi, terdiri dari (Anindya and Wicaksono 2021): a. Pengguna, maknanya seseorang yang memanfaatkan atau menggunakan aplikasi otomasi perpustakaan untuk temu kembali informasi. b. Perangkat keras, menggambarkan komponen-komponen pendukung dalam optimalisasi sistem berjalan dengan baik sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan oleh pengguna. c. Perangkat lunak ialah sebutan yang diberikan kepada aplikasi yang diadakan melalui proses instalisasi pada sebuah komputer atau perangkat lain. d. Jaringan adalah sebutan untuk arus sinyal yang terhubung antara perangkat dan komputer sehingga menghasilkan sebuah komunikasi data antara satu dengan yang lain. e. Data, sebutan pada kumpulan informasi-informasi yang didapatkan berdasarkan keterangan terkait dengan realita atau nyata. Layanan referensi di perpustakaan teknokrat, hampir serupa dengan layanan referensi pada perguruan tinggi pada umumnya, masih menggunakan buku besar sebagai sistem manual dalam melakukan pendataan peminjaman koleksi baca di tempat dan mendata daftar kunjungan pemustaka dalam memanfaatkan layanan referesi. Akan tetapi, perkembangan dan kemajuan teknologi informasi menjadi motivasi bagi pustakawan dalam melakukan terobosan dan menciptakan hal yang baru dengan menghadirkan sebuah transformasi pada layanan referensi perpustakaan teknokrat indonesia. Sistem informasi perpustakaan inlislite yang bersifat open source menjadi pilihan oleh pustakawan perpustakaan teknokrat Indonesia untuk menghadirkan sebuah kemudahan bagi civitas akademika dalam mendapatkan informasi referensi sesuai kebutuhan yang diinginkan. Aplikaksi inlislite di perpustakaan teknokrat Indonesia dilengkapi dengan informasi back office, baca di tempat, buku tamu, keanggotaan online, layanan koleksi digital, OPAC, Artikel, Pendaftaran Anggota, Statistik, Survey, Pengembalian Mandiri dan Peminjaman Mandiri. Gambar I: Halaman depan inlislite Aplikasi ini sangat membantu para pengguna bahan pustaka perpustakaan untuk mendapatkan informasi-informasi referensi yang dibutuhkan baik dalam pengerjaan tugas makalah yang diberikan oleh para dosen ataupun pengerjaan skripsi ataupun tugas akhir yang menjadi kewajiban oleh segenap mahasiswa dalam meraih gelar diploma ataupun strata satu (S1). Aplikasi inlislite selain dilengkapi menu-menu dalam menunjang temu kembali informasi bagi civitas akademika, juga dilengkapi dengan deskripsi bibliografi buku. Deskripsi bibliografi merupakan sekumpulan informasi yang berisikan identitas dari bahan koleksi yang diinginkan, yaitu judul buku, nama penulis atau penggarang, tahun terbit koleksi, penerbit koleksi dan tempat bahan koleksi diterbitkan. Selain itu dilengkapi juga dengan identitas buku dari tinggi, lebar dan jumlah halaman yang dimiliki bahan pustaka tersebut. Hal ini dimaksudkan agar informasi yang diinginkan oleh pengguna benar-benar sesuai dan tepat sesuai dengan yang diharapkan oleh penggunanya. Deskripsi bibliografi bahan pustaka yang disediakan di dalam aplikasi inlislite dilengkapi nomor klasifikasi bahan pustaka, hal tersebut memberikan kemudahan kepada pada pengguna dalam menemukan bahan pustaka yang disediakan oleh perpustakaan di dalam rak, sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dalam Undang-undang no 43 tahun 2007 dan dikuatkan dengan PP nomor 24 tahu 2014 tentang perpustakaan bahwa segenap perpustakaan telah menggunakan klasifikasi sebagai sarana temu kembali informasi yang terdiri dari Tiga Hurup Nama Penulis / Penggarang, Kode Klassifikasi dan Satu Huruf Judul. Gambar II: Deskripsi Bibliografi Buku Layanan referensi merupakan layanan sumber rujukan yang disediakan oleh perpustakaan dalam menunjang keilmuan yang terdiri dari berbagai jenis disiplin ilmu yang disediakan oleh perguruan tinggi, salah satunya Universitas Teknokrat Indonesia. Bahan koleksi yang disediakan pada layanan referensi semua menunjang bidang keilmuan pada program studi yang dimiliki oleh Universitas Teknokrat, hal tersebut terdiri dari Kamus teknik, Kamus Bahasa Inggris, Kamus Bahasa Indonesia, Kamus Ilmu Komputer, Kamus Sastra dan lain-lain. Selain itu ada juga berbagai jenis bahan koleksi penelitian yang dilakukan oleh dosen ataupun oleh mahasiswa seperti skripsi, tugas akhir dan laporan praktik kerja lapangan. Aplikasi inlislite juga dilengkapi bagan untuk melakukan peminjaman mandiri, maksudnya peminjaman yang dilakukan hanya untuk dibaca di tempat tidak dibawa pulang. Karena koleksi pada layanan referensi merupakan koleksi induk yang hanya boleh dimanfaatkan di ruang layanan sehingga dilarang keras apabila ada pemustaka melakukan peminjaman bahan pustaka tanpa seizin atau sepengetahuan pustakawan atau pengelola perpustakaan ataupun layanan referensi. Layanan referensi pada Perpustakaan Teknokrat Indonesia menggunakan sistem Close access dan Open Access. Close access hanya diberlakukan bagi bahan koleksi yang sangat penting bagi perguruan tinggi seperti Skripsi, Tugas Akhir, Laporan Praktik Kerja Lapangan dan beberapa koleksi induk yang memiliki nilai rupiah yang cukup mahal seperti kamus dan biografi tokohtokoh dunia dan beberapa koleksi induk bagi bidang keilmuan sastra Inggris. Pada proses peminjaman baca di tempat secara mandiri, mahasiswa cukup memasukkan nomor pendaftaran yang telah dilakukan oleh pemustaka pada layanan referensi dan memasukkan kode barcode yang pemustaka dapatkan pada dekskripsi bibliografi bahan pustaka ketika melakukan penelusuran informasi. Gambar III: Peminjaman mandiri baca ditempat 3. Kegiatan Layanan Referensi Layanan referensi ialah salah satu layanan yang memiliki peran penting dalam proses penyampaian informasi dan bimbingan informasi kepada pengguna yang bersifat terhubung langsung atau berinteraksi langsung dalam menemukan informasi dengan cepat dan tepat baik yang bersumber dari internal perpustakaan sendiri ataupun luar perpustakaan, sehingga menghasilkan sebuah kepuasan kepada pengguna dalam penerimaan informasi (Gani 2020). Transformasi perpustakaan sudah selayaknya dilakukan oleh segenap perpustakaan dalam memberikan perubahan dalam menciptakan kenyamanan dan kecintaan kepada pemustaka. Karena keberhasilan dari sebuah perpustakaan terlihat dan terukur dari seberapa banyaknya pemustaka atau masyarakat dalam memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber informasi yang relevan dan sumber informasi yang akurat serta dapat dipertanggungjawabkan. Hal itu ditinjau dari segi kunjungan pemustaka ke perpustakaan dan pemanfaatan bahan pustaka. Tips dan trik yang diberikan oleh Perpustakaan Teknokrat Indonesia dalam memberikan rangsangan atau stimulus kepada pemustaka, yaitu dengan mengadakan kegiatan-kegiatan yang menunjang pada pemanfaatan bahan pustaka, contohnya melakukan bedah buku. Gambar IV : Bedah Buku di Ruang Referensi Bedah buku yang dilakukan oleh layanan referensi menggunakan buku yang menjadi perwakilan dari segenap prodi yang dimiliki oleh Universitas Teknokrat Indonesia. Pada kegiatan ini, yang menjadi pembedah atau narasumber merupakan dosen yang memiliki keahlian dalam bidangnya yaitu bidang manajemen wirausaha, Sastra Inggris, Matematika, Teknik dan Ilmu Komputer

Conclusion

Layanan perpustakaan sudah selayaknya melakukan transformasi sesuai dengan perkembangan dan perubahan teknologi informasi, karena di era 5.0, teknologi menjadi hal yang dominan dalam memberikan sebuah layanan kepada masyarakat guna terciptanya kepuasan. Layanan referensi sebuah layanan terpenting yang disediakan oleh lembaga informasi perpustakaan yang memiliki fungsi untuk memberikan kemudahan kepada pengguna perpustakaan dalam melakukan pencarian atau penelusuran informasi yang sesuai dengan kebutuhannya. Transformasi layanan referensi berupa teknologi informasi berbentuk otomasi yang difokuskan sebagai alat yang digunakan untuk temu kembali informasi bahan koleksi perpustakaan baik berbentuk koleksi primer ataupun koleksi sekunder. Teknologi otomasi sistem informasi bahan koleksi tersebut berupa aplikasi Inlislite. Aplikasi inlislite mampu memberikan kemudahan dalam pemanfaatan yang dilakukan oleh pustakawan dalam proses pengkatalogan atau melakukan entri data