Kembali
16
1
2016 Unilib: Jurnal Perpustakaan Vol 7 · 1 ISSN 2715-274X

PERAN PERPUSTAKAAN SEBAGAI MEDIA PENDUKUNG PEMBELAJARAN KEILMUAN BAGI ANAK USIA DINI · (Studi Kasus P.erpustakaan Keloinpok Bermain Maly Sarumpun Kabupaten :Pemalang)

Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Abstrak

Pendidikan merupakan hal yang penting dalam kehidupan, dimana pendidikan akan mempengaruhi sega/a aspek kehidupan. Da/am pendidikan dibutuhkan. proses pembelajaran, serta formalisasinya melalui /embaga pendidikan. Peran dan kua/itas /embaga pendidikan bisa dilihat mela/ui tenaga pengajar serta fasilitas pendukungnya, KB (Kelompok Bermain) merupakan sa/ah satu lembaga pendidikan bagi anak usia dini. Sebagai lembaga pendidikan, didalam KB terjadi proses pembelajaran dengan memberikan stimulus terhadap anak. Proses pembelajaran tersebut dapat dilakukan me/a/ui media klasikal serta.buku-buku bergambar. Untuk memaksima/kan proses pembe/ajaran, maka dibutuhkan sebuah perpustakaan yang didesain khusus bagi anak, sehingga ini akan mempermudah dalam meningkatkan pemahaman anak dalam proses pembelajaran.
Keywords: Anak · Kelompok Bermain · Pendidikan · Perpustakaan

Introduction

Di era rriodernisasi ini, terjadi perkembangan dalam segala bidang, termasuk salah satunya pendidikan. Bahkan, sampai pertengahan abad ke-20 pendidikan diariggap sebagai konsumsi, serta memiliki peranan . besar ·dalam pertumbuhan ekonomi Jebih dari 50 % (Husen, 1988). Dalam hal ini, Indonesia sebagai negara yang berupaya menyiapkan dan menciptakan generasi yang cerdas dan unggul melalui dunia pendidikan, yang · dimulai dari pendidikan anak usia dini, sepertiKB dan TK, hingga pendidikan jenjangtinggi, yaitu pe·rguruan tinggi. MenurutEkosusilo dan R.B. Kasihadi (1990); padahakikatnya pendidikan merupakan usahamenyiapkan anak didik dalam menghadapiJingkungan hidup yang selalu berubah danberlangsung seumur hidup. Oleh sebab itu,banyak pakar pendidikan .yang memberikanarti pendidikan sebagai proses yangberlangsung seumur hidup (Djumransjahdan Abdul,.2007).32 Dalam perkembangan pendidikan, peran perpustakaan tidak terlihat secara eksplisit, tetapi memiliki peranan yang penting dalam proses pembelajaran, baik bagi peserta didik maupun pengajar. ·· Peran perpustakaan sangat penting dalam perkembangan yang akan dicapai oleh suatu lembaga pendidikan,bahkan kualitas suatu lembaga pendidikan bisa dilihat pula . melalui ·kualitas perpustakaan sebagai penyedia dan pusat sarana keilmuan. Bagi anak usia dini, yang ikut serta dalam proses pembelajaran, perlu didukung adanya sarana dan prasarana yang tepat, ·karena pada masa itu, seorang . anak sedang dalam proses perkembangan dan pertumbuhannya. Dalam hal ini, perpustakaan dapat dijadikan sebagai sarana dan prasana bagi proses pembelajaran anak usia dini, dimana perpustakaan akan sangat membantu dalam proses pembelajaran terhadap ·pemahaman anak. Namun, ·perpustakaan.bagi anak .usia dini juga harus disesuaikandengan materi .. ajar .atau kompetensi .bagi·pendidikan anak usia dini. Oleh sebab itu, ·diharapkan peran perpustakaan akan .dimaksimalkan dalam proses:pembelajaran · bagi anak usia dirii.untuk membantu .prosespemahamannya 1erhadap keilmuan

Method

Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode pustaka (libraryresearch), yaitu penelitian dalam bentuk kajian teoritis terhadap suatu permasalahan. Studi pustaka jug a dapat dikatakan sebagai studi pendahuluan, dalam pengumpulan informasi dapat dilakukan pada tiga objek, d1mana objek tersebut dapat dihubungi, dilihat, diteliti atau dikunjungi, serta dapat memberikan informasi yang dibutuhkan. Ketiga objek tersebut berupa tulisan (paper), manusia (person), dan tempat (place) (Arikunto, 2009). Selain itu, penulis juga menggunakan metode observasi dimana metode observasi digunakan untuk melihat dan mengamati perubahan fenomena-fenomena sosial yang tumbuh dan berkembang, yang kemudian dapat dilakukan perubahan atas penilaian terse but (Margono, 2007). Sumber Data Dalam penelitian m1, penulis menggunakan data primer dan sekunder. Data primer adalah data yang didapat langsung mengenai pembahasan dan permasalah dalam penelitian ini. Sedangkan, data sekunder adalah data pendukung mengenai pembahasan dan permasalahan dalam ·penelitian ini Prosedur Pengumpulan Data . Prosedur pengumpulan data dalam ,penelitian ini . dilakukan dengan :mengetahui .dan memahami masalah yang ada. Setelah itu, dilakukan analisis untuk melakukan :pengumpulan data. Pencarian dan .pengumpulan data dilakukan dengan metode pustaka dan observasi. Metode tersebutdigunakanuntukmendapatkan data yang bersifat valid. Data yang telah didapat kemudian dianalisis untuk mengetahui solusi atas permasalahan tersebut, serta untuk mendapatkan kesimpulan akhir. Metode Analisis Data Data yang telah didapat dalam penelitian . akan dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif-analitik,yaitu suatu metode yang mengikuti proses pengumpulan data, penyusunan, dan penjelasan terhadap data yang telah didapat (Surahmat, 2004). Metode analisis data (content analysis) merupakan pengklasifikasian data berdasarkan masalah yang dibahas, serta diakhiri dengan sebuah kesimpulan (Suryabrata 2010).

Discussion

Perkembangan Anak Usia Dini Perkembangan anak dimulai pada usia 0-8 tahun, tetapi bagi anak usia dini menurut para ahli dimulai dari usia 0-6 tahun. Dalam perkembangan seorang anak meliputi empat aspek perkembangan yaitu : perkembangan psikomotorik, kognitif, sosio-emosional, dan perkembangan bahasa. Pertama, perkembangan psikomotorik, pada perkembangan 1n1 .biasanya orang tua memahami hanya sebatas kemampuan motorik kasar semata. Padahal, perkembangan anak dipengaruhi oleh motorikkasardan halus. Perkembangan motorik -kasar ditandai de.ngan gerak otot, sedangkan ·motorik halus ditandai dengan gerak koordinasi oleh anak. 36 Kedua, perkembangan kognitif, proses kognisi adalah sebuah proses mental yang mengacu kepada ,proses ·mengetahui (knowing) ·sesuatu. (Berk,2005). 'Sedangkan, istilah ,kognitif sendiridapat diartikan . sebagai ;kemampuanuntuk ·mengerti . ·sesuatu ,(Maslihah,2005). Para ahli psikologi sepakat bahwaperkembangan kognitif seorang anakpalingtidak dipengaruhi oleh iiga faktor, yaitufaktor hereditas, kematangan individu; danbelajar(Berk, 2005). Dalam perkembanganini, anak usia dini · akan mengetahuibeberapa ·konsep, yaitu : konsep ruang,berat, .bilangan, waktu, warna, bentuk, dan· konsep diri (Maslihah, 2005).Ketiga, perkembangan sosio-emosional, para psikolog mengemukakan bahwa terdapat tiga tipe temperamen anak, yaitu : 1) anak yang mudah diatur, mudah beradaptasi dengan pengalaman baru, senang bermain dengan mainan baru, tidur · dan makan secara teratur, serta dapat meyesuaikan diri dengan pen.ibahan di sekitarnya; 2) anak yang sulit diatur, seperti . sering menolak rutinitas sehari-hari, sering menangis, butuh waktu lama untuk menghabiskan makanan, dan gelisah saat tidur; 3) anak yang membutuhkan waktu pemanasan yang lama, umumnya terlihat malas dan pasif, jarang berpartisipasi secara aktif dan seringkali menunggu semua hal diserahkan kepadanya (Purnamasari, 2005). Oleh sebab itu, berdasarkan pendapat tersebut dapat diketahui .bahwa kepribadian dan kemampuan anak .berempati dengan orang lain merupakan kombinasi antara bawaan dengan :pola asuh ketika masih anak-anak, serta cenderung pada .usia O hingga 1 tahun (Rahman, .2009). Keempat, perkembangan bahasa, menurut Skinner (1975), para psikolog beraliran behavioristikperca,ya bahwa:anak­anak belajar bahasa dengan cara yang sama ketika ·mereka .belajar 'ten tang hal lain (Skinner, 1975). Kemampuan anak untuk .berbahasa disebabkan oleh ,adanya sebuah alat atau device dalam struktur otak anak yang memungkinkan .anak untuk d.berbahasa (Chomsky, 1976). Struktur tersebut dinamakan dengan Languange Acquisition Device (LAD). LAD merupakan sistem internal yang memungkinkan anak untuk memahami dan mereproduksi kembali bahasa. Perkembangan bahasa e.anak dimulai dari kemampuan yang bersifat sederhana menuju kemampuan yang lebih kompleks (Wookfolk, 1989). membuat anak tertarik, fokus, serius, dan ·konsentrasi. Menyediakan lingkungan yang mendukung proses belajar. Lingkungan harus diciptakan menjadi lingkungan yang menarik dan menyenangkan bagi anak selama mereka bermain. Mengembangkan kecakapan hidup anak. Kecakapan hidup diarahkan untuk membantu anak menjadi mandiri, disiplin, mampu bersosialisasi, dan memiliki keterampilan dasar yang berguna bagi kehidupannya kelak. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 1.Pengertian dan PrinsipPendidikan Anak Usia DiniPendidikan Anak Usia Dini (PAUD)menurut Pasal 1 ayat 14 Undang-undang Sisdiknas Tahun 2003 didefinisikan sebagai : "Suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut." Peyelenggraan PAUD didasarkan atas beberapa prinsip, antara lain sebagai berikut (Dewi, 2010): a.Berorientasi pada kebutuhan anak.Kegiatan pembelajaran harus selaluditujukan pada pemenuhan kebutuhanperkembangan anak secara individu.b.Kegiatan belajar selalu dilakukanmelalui bermain. Dengan bermain yangmenyenangkan dapat merangsanganak untuk melakukan eksplorasidengan menggunakan benda-bendayang ada di sekitarnya, sehingga anakmenemukan pengetahuan dari benda­benda yang dimainkannya.c.Merangsang munculnya kreativitasdan inovasi. Kreativitas dan inovasitercermin melalui kegiatan yangf.Menggunakan berbagai sumber danmedia belajar yang ada di lingkungansekitar.g.Dilaksanakan secara bertahap danberulang-ulang dengan mengacu padaprinsip-prinsip perkembangan anak.h.Rangsangan pendidikanbersifat menyeluruh yang mencakup semua aspek perkembangan. Setiap kegiatan anak sesungguhnya dapat mengembangkan berbagai aspek perkembangan atau kecerdasannya. 2.Deskripsi KB Mulya Sarumpun· Kab. PemalangKelompok Bermain (KB) MulyaSarumpun merupakan salah satu lembaga pendidikan anak usia dini yang beralamat di JI. 0.1. Panjaitan No. 95 Kelurahan Bojongbata Kee. Pemalang Kab. Pemalang Jawa Tengah, serta telah berdiri sejak tahun 2012, dengan dikeluarkannya Surat lzin Operasi No. 437/738/2012 oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kab. Pemalang Jawa Tengah. Letak yang strategis menjadikan KB Mulya Sarumpun menjadi salah satu lembaga pendidikan anak usia dini yang diminati masyarakat, karena letaknya yang berada dipusat kabupaten. Selain itu, dengan berdirinya KB Mulya Sarumpun meningkatkan tingkat kesadaran orang tua terhadap ·pendidikan anak usia dini, khususnya di daerah sekitarnya. KB Mulya Sarumpun sementara ini memiliki tiga pengajar, yaitu : lbu lfratun, lbu Mukhlisoh, dan lbu Winarsih. Dengan tiga orang pengajar, KB Mulya Sarumpun masih membutuhkan tenaga pengajar, sebagaimana dikatakan oleh lbu lfratun selaku kepala KB Mulya Sarumpun. Hal itu dikarenakan jumlah pengajar tidak sebanding dengan jumlah anak didik, dimana jumlah anak didik KB Mulya Sarumpun adalah 28 anak, yang terdiri dari usia 3-4 tahun berjumlah 9 anak, usia 4-5 tahun berjumlah 10 anak, dan usia 5-6tahun berjumlah 9 anak.Kegiatan pembelajaran KB Mulya Sarumpun dilakukan pada hari Senin-Sabtu, dengan waktu pembelajaran 07.30-10.00 WIB. Disamping itu, kegiatan pembelajaran juga didukung oleh beberapa sarana dan prasarana, dimana salah satunya adalah perpustakaan, serta didukung juga dengan adanya program Rencana Kegiatan Harian (RKH), Rencana Kegiatan Mingguan (RKM), hingga diadakannya semester ganjil dan genap bagi peserta didik. Dalam proses pembelajaran juga didasarkan pada arah tujuan dari pendidikan anak usia dini. 3.Pentingnya Pendidikan Anak UsiaDiniPada masa usia dini merupakan masaemas (golden age) dalam perkembangan seorang anak, dimana pada masa ini anak mengalami tumbuh kembang yang luar biasa, meliputi fisik, motorik, emosi, kognitif, hingga psikososial. Oleh sebab itu, pada masa ini merupakan masa yang tepat untuk merangsang pemahaman anak terhadap pembelajaran keilmuan. Selain itu, berdasarkan hasil studi dengan melakukan perbandingan antar negara terhadap hasil uji kognitif, anak-anak Indonesia memiliki kemampuan yang setara dengan anak-anak di Yordania dan lebih tinggi daripada anak­anak di Filipina. Ditambah lagi, dengan 38 menggunakan ukuran internasional untuk mengukur kesiapan bersekolah, anak-anak Indonesia memperoleh nilai yang tinggi dalam komunikasi dan pengetahuan umum, serta dalam kompetensi sosial, tetapi lemah dalam keterampilan yang terkait baca-tulis dan perkembangan kognitif (Unit Pendidikan, 2010). Terkait lemahnya kemampuan anak-anak Indonesia dalam keterampilan dan perkembangan kognitif, salah satu faktor penyebabnya adalah rendahnya kesadaran terhadap pendidikan anak usia dini. Kebanyakan orang tua langsung memasukan anak-anaknya ketingkat sekolah dasar, tanpa melalui pendidikan anak usia dini. Sedangkan, pada masa sebelumnya, dimana anak berusia 1 hingga 6 tahun, anak kurang mendapat pendidikan usia dini, sehingga hal ini menjadi penghambat keterampilan dan perkembangan kognitifnya. Padahal anak yang mengikuti program pendidikan anak usia dini terbukti lebih siap untuk mengahapi pendidikan di sekolah yang lebih tinggi (TangselPos, 2015). Dalam hal ini, Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) sedang melaksanakan proyek pendidikan anak usia dini yang berbasis masyarakat, dimana proyek 1n1 diharapkan akan mampu menjangkau 738.000 anak. Untuk memahami dampak dari proyek ini, Kemendiknas melakukan evaluasi dengan mengikuti perkembangan sekitar 6.400 anak usia 1 dan 4 tahun selama tiga tahun (Unit Pendidikan, 2010). Hal itu dikarenakan masih banyak anak yang berada pada usia 1 hingga 4 tahun tidak memperoleh pendidikan usia dini. Peran Strategis Perpustakaan bagi Pendidikan Anak Usia Dini 1. Deskripsi Perpustakaan KB MulyaSarumpun Kab. PemalangSebagai lembaga pendidikan anak usia dini, KB Mulya Sarumpun memiliki beberapa sarana dan prasarana da_lam mendukung proses .pembelajaran bagi anak, salah satunya adalah .perpustakaan. .Perpustakaan 1ersebut telah ada ·sejak :berdirinya KB Mulya Sarumpun; Perpustakaan -yang diberi nama ·"Mulya Sarumpun"ini telah memiliki beberapa koleksidengan jumlah sekitar 400 judul untuksementara ini, tetapi jumlah tersebutakan terus ditambah dengan berbagaibuku yang akan menunjang aktivitaspembelajaran keilmuan bagi anak.Sebuah perpustakaan tentunya harus memiliki jenis · koleksi yang disesuaikan dengan kompetensi dalam proses pembelajraan. Perpustakaan MulyaSarumpuntelahmemilikibeberapa jenis koleksi yang berkaitan dengan kompetensi dalam pembelajaran bagi anak usia dini, seperti : buku dengan kompetesnsi pembelajaran melipat, mozaik, mengenal huruf, mengenal angka, mengenal benda, mengenal warna, bercerita dengan gambar, serta masih banyak lagi jenis koleksi yang disesuaikan dengan kompetensi anak dalam belajar. 2. Konsep Pemanfaataan PerpustakaanKB Mulya Sarumpun dalamPembelajaranDalam proses pembelajaran, peran perpustakan KB Mulya Sarumpun memiliki pengaruh yang besar. Hal itu dikarenakan hampir setiap hari perpustakaan digunakan dan dimanfaatkan dalam proses pembelajaran, dimana pembelajaran akan dilakukan secara aktif dan kreatif oleh anak dengan bimbingan pengajar. Kegiatan-kegiatan pembelajaran yang dilakukan didalam perpustakaan biasanya berkaitan dengan peningkatan kemampuan anak dalam membaca, mendongeng, keterampilan, serta evaluasi yang dilakukan anak dengan bimbingan pengajar secara berkelanjutan untuk meningkatkan kemampuan anak dalam keilmuan. Pertama, membaca, dalam -kegiatan ini anak diharapkan akanmampu mengucapkan dan .membacahuruf ·maupun ·angka, serta lebihjauh lagi anak diharapkan mampumengucapkan dan membaca katamaupun kalimat, biasanya dibantuderigan jenis buku dengan ·kompetensimengenal huruf dan angka. Kedua,mendongeng, mayoritas .anak palingsuka dengan buku bergambar, sehinggaini bisa dimanfaatkan dalam ·prosespembelajaran dalam merangsang anakuntuk mendongeng maupun berceritamelalui gambar, biasanya ini dibantudengan jenis buku yang berisi ceritabergambar.Ketiga, keterampilan, kegiatan 1rn berkaitan dengan kemampuan anak dalam memecahkan masalah, sebagai contoh, anak disuruh untuk . melipat kertas dengan pola yang sudah ditentukan, biasanya ini akan . dibantu dengan buku yang berisi petunjuk tentang pola dan cara melipat. Keempat, evaluasi, setelah melaksanakan kegiatan pertama hingga ketiga dengan bimbingan · pengajar, maka evaluasi merupakanpenilaian yang dilakukan pengajar sebagai acuan dalam menentukan keberhasilan pembelajaran, dimana anak akan melakukan kembali kegiatan pertama hingga ketiga tanpa bimbingan pengajar. 3. Peran Perpustakaan sebagaiManajemen Pembelajaran Anak UsiaDiniDi Eropa peranan perpustakaan sangat tinggi dalam dunia pendidikan, dimanaterkaitdenganpenggunaan buku (Noerhayati, 1987), sehingga disinilah terdapat peranan perpustakaan sebagai tempat penyediaan dan penyimpanan buku. Selain itu, .perpustakaan merupakan pusat dan sumber .bagi pembelajaran -keilmuan, sehingga peranannya sangat dibutuhkan dalam kegiatan pembelajaran,'baikdari.tingkat pendidikan dini hingga pendidikan ;tinggi. lembaga .pendidikan . juga ikut berperan dalam mensiner9ikan ;perpustakaan :sebagai ;penurijang dan pendukung -kegiatan pembelajaran. Bagi lembaga ,pendidikan anak usia dini, peran perpustakaan juga sangat berkaitan .erat dengan proses pembelajaran, dimana pengajar akan ·memposisikan peran perpustakaandengan baik melalui kegiatan ·pembelajaran. Seorang anak akanlebih mudah memahami keilmuan yang· dirangsang oleh gurunya ketika saran adan prasarana mendukung, termasuksalah satunya perpustakaan. Selainitu, sarana dan prasarana tersebutjuga disesuaikan dengan sasaran dantarget yang akan dicapai. Pada masaanak usia dini, didalamnya terdapatproses perkembangan ·yang. terkaitdengan mudahnya kemampuan anakdalam memahami, sehingga ini dapatdimanfaatkan dengan baik untukmerangsang keilmuan pada anak.Melalui perpustakaan, kegiatan pembelajaran bagi anak usia.dini akan menjadi mudah. Hal ini dikarenakan peran _perpustakaan sangat penting. Selain itu, untuk menarik dan menirigkatkan antusias anak terhadap perpustakaan, maka perpustakaan harus didesain semenarik mungkin bagi anak, sehingga anak akan semakin tertarik dan semangat dalam .proses :pembelajaran keilmuan. Sebagai contoh, ·anak-anak pada lembaga KB _ Mulya Sarumpun lebih suka dan senang·belajar di perpustakaan, serta lebih mudah memahami ·materi .Yang diajarkan dengan bantuan buku-buku di .perpustakaan. Hal itu dikarenakan ·perpustakaan didesain menarik bagi- anak, -serta -koleksi buku juga memilikidaya·tarik·bagi anak

Conclusion

Berdasarkan ·pembahasan di .alas, maka penulis dapat memberikan beberapa kesimpulan, antara lain 1.Proses perkembangan anak usia dinimeliputi empat aspek perkembanganyaitu : perkembangan psikomotorik,kognitif, -sosio-emosional, dan perkembangan bahasa, dimana .menurut para ahli perkembangan tersebut dimulai pada usia 0-6 tahun. 2.Pendidikan -anak usia dini merupakan·pendidikan bagi anak yang bertujuanuntuk mengoptimalkan perkembangananak, serta untuk merangsangpembelajaran .. keilmuan sejak dini.Dengan demikian, pada masaselanjutnya anak akan siap dan mampumenghadapi pendidikan yang lebihtinggi.3.Perpustakaan merupakan hal yangpenting dalam proses pembelajaran.Hal ini dikarenakan perpustakaansebagai pusat dan sumber keilmuan,sehingga peranannya - tidak dapatdipisahkan dalam pendidikan, mulaidari pendidikan dini hingga pendidikantinggi.4.Bagi pendidikan anak usia dini, peranperpustakaan sebagai pendukungdalam membantu proses pembelajaran.Dalam hal ini, perpustakaan · dijadikansebagai media dalam merangsangperkembangan dan pembelajarankeilmuan anak