Pengembangan Media Sosialisasi Akses e-resources Berbasis Video Tutorial di Perpustakaan Universitas Gadjah Mada
Universitas Gadjah Mada
Abstrak
Penelitian ini membahas pengembangan media sosialisasi akses e-resources dengan video tutorial di Perpustakaan Universitas Gadjah Mada (UGM). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas hasil akses e-resources sivitas akademika yang menggunakan panduan video tutorial dengan yang menggunakan panduan tertulis di website Perpustakaan UGM, serta kesulitan apa saja yang ditemukan sivitas akademika UGM dalam memahami panduan video tutorial akses e-resources. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan metode kuantitatif. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif, yaitu dengan menganalisis data kuantitatif yang diperoleh dari kuisioner dari sumber internal Perpustakaan UGM dan sumber eksternal Perpustakan UGM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari penilaiaan sumber internal aspek tampilan memperoleh skor sebesar 86,1% kategori sangat layak, aspek pengoperasian sebesar 85,4% kategori sangat layak. Sedangkan aspek kemanfaatan sebesar 88,9% kategori sangat layak. Untuk sumber eksternal Perpustakaan UGM, aspek tampilan memperoleh skor 83,4% kategori sangat layak, aspek pengoperasian sebesar 85,3% kategori sangat layak serta aspek kemanfaatan sebesar 82,2% kategori sangat layak. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa perencanaan pembuatan video berkaitan dengan beberapa aspek yaitu: durasi video yang akan dibuat; model video; batasan tema video konten, penambahan bookmark pada video, serta aspek sasaran konsumen yang memanfaatkan. Simpulan penelitian ini, video tutorial dinilai sangat layak oleh responden sehingga dapat digunakan sebagai sarana publikasi, pengembangan layanan, dan model kemas ulang informasi atau literasi informasi berbasis video di perpustakaan sesuai kebutuhan sivitas akademika
Keywords:
Efektivitas
· kemas ulang informasi
· literasi informasi
· video tutoria
· le-resources
· Perpustakaan Universitas Gadjah Mada
Introduction
Menyambut era revolusi 4.0 perpustakaan dan pustakawan dituntut untuk berperan aktif, relevan dan dinamis, dan meningkatkan kompetensi sesuai dengan kebutuhan pemustaka sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, penguatan riset, penguatan pengabdian, peningkatan jumlah publikasi dan peningkatan kualitas jurnal. Dalam menghadapi pemustaka saat ini, pustakawan berperan sebagai mitra belajar. Sehingga diperlukan kompetensi dan keterampilan dalam komunikasi dan Teknologi Informasi, bersikap professional, memberikan layanan prima, berinovasi dan kreatif dalam melakukan promosi dan sosialisasi sumber daya yang dimilikinya, salah satunya adalah sumber daya elektronik.Perpustakaan Universitas Gadjah Mada (UGM), melalui websitenya menginformasikan cara mengakses sumber daya elektroniknya. Salah satu hal yang dapat dapat dilakukan dalam memberikan pelayanan yang berbasis Revolusi Industri 4.0 adalah memberikan informasi layanan berupa pengembangan media sosialisasi akses e-resources berbasis video Tutorial di Perpustakaan Universitas Gadjah Mada. Hal ini dimaksudkan agar proses pengaksesan dan pembelajaran serta pendistribusian informasi kepada seluruh sivitas akademika dapat terlaksana dengan lebih efektif. Peneliti berasumsi bahwakeunggulan panduan akases e-resources berupa video tutorial di dalam penyampaian informasi adalah dapat memaksa pengguna untuk lebih berinteraksi dengan materi baik secara fisik dan mental. Tentu saja kemampuan memaksa ini tergantung pada seberapa efektif video instruksi tersebut mampu menarik sivitas akademika untuk menggunakannya pada saat mengakses e-resources.Kondisi di atas melatarbelakangi peneliti untuk melakukan penelitian terkait pengembangan produk layanan berupa video tutorial dan bagaimana efektivitas hasil akses e-resources sivitas akademika yang menggunakan panduan video tutorial dengan yang menggunakan panduan tertulis akses e-resources di website Perpustakaan UGM dan kesulitan apa saja yang ditemukan sivitas akademika UGM dalam memahami panduan video tutorial akses e-resources.Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi manajemen Perpustakaan UGM tentang manfaat tutorial akses e-resourcesberupa video di website Perpustakaan Universitas Gadjah Mada dan sebagai masukan bagi pustakawan agar terus melakukan inovasi layanan perpustakaan.
Discussion
Pengembangan Video TutorialDalam pengembangan video, digunakan acuan metode pengembangan yang dikemukakan oleh (Villamil-Casanova, 1997) dengan proses berikut: 1. Development Pada tahap ini, dilakukan pengumpulan materi dan pendukung materi. Pengumpulan materi dan pendukung materi dilakukan setelah menganalisis semua yang dibutuhkan. Pengumpulan materi meliputi studi pada website Perpustakaan UGM. 2. Pre production/pra produksi Pada tahap ini dilakukan langkah langkah sebagai berikut: 1) Pemilihan konsep video yaitu video yang akan dibuat adalah video dengan alur cerita antara 2 orang mahasiswa disertai visualisasi layar komputer yang beroperasi menunjukkan langkah-langkah untuk akses e-resources Perpustakaan UGM. Pembuatan video tutorial akan dibatasi pada lingkup akses e-content yang dilanggan. Hal ini dimaksudkan agar tema yang akan disajikan sebagai acuan pengguna lebih fokus. Adapun isi materi video adalah jenis e-resourcesPerpustakaan UGM, cara akses e-resources, dan macam database sesuai kluster. 2) Membuat naskah atau script 3) Menentukan sumberdaya video terdiri dari produser, model dan camera person. 4) Mendata peralatan dan perlengkapan dibutuhkan untuk produksi yaitu kamera, tripod, microphone, alat perekam audio, komputer/ laptop3. Production / produksiPada tahap ini dilakukan proses teknik shootingsesuai dengan konsep yang telah disusun. Shoot/gambar yang diambil akan membawa pesan, gambaran, visual sebagaimana tujuan dari pembuatan video yaitu cara akses e-resources Perpustakaan UGM4. Post production/ pasca produksi Pada tahap ini dilakukan proses editing bertujuan untuk menggabungkan gambar visual dari potongan adegan, mengontrol durasi waktu pada setiap scene, memberikan penekanan pada shot tertentu, membuat dan merangkai suatu cerita secara berurutan, dan menyelaraskan video dengan audio.5. DeliveryPada tahap ini setelah video selesai, maka yang dilakukan selanjutnya adalah menyampaikan pada responden atau subyek penelitian. Dalam tahap peyampaian ini proses yang dilakukan adalah penyebaran kuisioner dengan menggunakan google formulir disertai lampiran printscreen panduan tekstual dan video tutorial akses e-resources. Adapun alamat akses yaitu http://ugm.id/1pJ untuk sumber internal dan http://ugm.id/1pE untuk sumber eksternal.2. Deskripsi Hasil Uji KelayakanVideo tutorial yang baik, dalam proses pengembangannya memerlukan rambu-rambu untuk masing-masing pengujian kelayakan. Hasil uji kelayakan materi dari sumber internal Perpustakaan UGM: 1) Kualitas/ tampilan materi, Kemudahan 2) Pengoperasian video, 3) Kemanfaatan materi dan 4) Saran. Tabel 2. Hasil uji kelayakan sumber internalSumber: Data primer diolah tahun 2019Berdasarkan tabel 4 hasil penilaian oleh sumber internal Perpustakaan UGM, didapatkan hasil berupa (1) aspek tampilan memiliki rata-rata penilaian sebesar 86,1 % sehingga pada tabel skala kriteria kelayakan termasuk dalam kategori sangat layak. (2) aspek pengoperasian memiliki rata-rata penilaian sebesar 85,4 % sehingga pada tabel skala kriteria kelayakan termasuk dalam kategori sangat layak. Sedangkan (3) aspek kemanfaatan memiliki rata-rata penilaian sebesar 88,9 % sehingga pada tabel skala kriteria kelayakan termasuk dalam kategori sangat layak. Sehingga didapat jumlah keseluruhan hasil uji kelayakan sebesar 86,8%, dan hal ini menunjukkan bahwa video tutorial ini sangat layak dikembangkan. Berikut adalah aspek penilaian sumber internal disajikan pada grafik dibawah ini: Grafik 4. Hasil penilaiaan sumber internalAdapun saran dari sumber internal sebagai berikut:1. Perlu diperhatikan kaidah user experience(UX) agar video lebih nyaman dilihat lagi dan komunikatif, runtut dan penjelasannya detil2. Suasananya yang akademik3. Disampaikan juga beberapa alternatif akses ke e-resources yg disediakan UGM, seperti mnggunakan ezproxy4. Video yang ditampilkan kurang fokus pada content yang ditampilkan. Dialog perlu menampilkan mahasiswa yang sedang mencari content tersebut.Untuk hasil uji kelayakan materi dari sumber eksternal Perpustakaan UGM aspek yang di uji adalah 1) Kualitas/ Tampilan 2) Pengoperasian video 3) Kemanfaatan Materi, 4) Kesulitan, dan 5) Saran. Hasil Penilaiaan kelayakan video oleh sumber eksternal Perpustakaan UGM secara rinci dijelaskan dalam grafik berikut: Grafik 5. Tahun masuk sumber eksternalGrafik 5 tersebut memperlihatkan bahwa responden yang menjadi obyek penelitian adalah mahasiswa angkatan 2013, 2014, 2015, 2016, 2017 dan 2018. Serta diwakili oleh responden dari 4 kluster bidang ilmu yang ada di Universitas Gadjah Mada sesuai dengan Grafik 6.Grafik 6. Kluster sumber eksternalBerdasarkan grafik 6 hasil penelitian oleh sumber eksternal Perpustakaan UGM, didapatkan hasil berupa (1) aspek tampilan memiliki rata-rata penilaian sebesar 83,4 % sehingga pada tabel skala kriteria kelayakan termasuk dalam kategori sangat layak. (2) aspek pengoperasian memiliki rata-rata penilaian sebesar 85,3 % sehingga pada tabel skala kriteria kelayakan termasuk dalam kategori sangat layak. Sedangkan (3) aspek kemanfaatan memiliki rata-rata penilaian sebesar 82,2 % sehingga pada tabel skala kriteria kelayakan termasuk dalam kategori sangat layak. Sehingga didapat jumlah keseluruhan hasil uji kelayakan sebesar 83,8%, dan hal ini menunjukkan bahwa video tutorial ini sangat layak dikembangkan. Berikut adalah aspek penilaian sumber eksternal disajikan pada grafik dibawah ini:Grafik 10. Hasil penilaiaan video tutorial Akses e-resources sumber eksternalBagian dari pertanyaan penelitian terkait kesulitan memahami video sebanyak 112 responden menyatakan tidak memiliki kesulitan dan 43 responden menyatakan memiliki kesulitan. Kesulitan dikelompokkan dalam dua kategori, yaitu bersifat teknis dan bersifat konten materi e-resources . Kategori bersifat teknis antara lain berkaitan dengan: 1. Audio kurang jelas2. Tampilan web pada tayangan video meliputi ukuran huruf masih terlalu kecil3. Penjelasan materi yang terlalu cepatKesulitan berkaitan dengan konten materi e-resources:1. Tidak ditemukannya jurnal yang sesuai dengan penelitian2. Cara menggunakan dan menemukan e-resources3. Panduan untuk mengetahui e-resources belum dibahasSaran responden penelitian dikelompokkan dalam 4 aspek yaitu:1. Aspek audioSuara model dalam video diperjelas, karena backsound yang dimaksudkan sebagai pengiring agar video menarik justru mengganggu pesan yang akan disampaikan. 2. Aspek visualResponden menyarankan untuk menampilkan video yang best practice, pencarian e-resources, ditambahkan tampilan layar penuh. Meskipun informasi ini formal, namun dapat ditambahkan animasi-animasi yang menarik.3. Aspek tampilanDialog oleh model dan pemilihan bahasa perlu diperhatikan kembali. 4. Aspek durasiDurasi video relatif cukup, namun ada yang menyatakan terlalu lama ataupun sebaliknya
Conclusion
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dibahas, maka dapat ditarik kesimpulan pembuatan video tutorial ini dinilai sangat layak oleh responden sehingga dapat digunakan sebagai sarana publikasi, karena sivitas akademika saat ini lebih cenderung memilih video sebagai media untuk memperoleh informasi. Penelitian ini juga memberikan masukan kepada perpustakaan agar mempertimbangkan kecenderungan sivitas akademika tersebut sebagai bagian dari pengembangan layanan pada sivitas akademika. Serta model kemas ulang informasi atau literasi informasi melalui video juga sangat layak diterapkan sesuai kebutuhan sivitas akademikaPembuatan video ini merupakan tantangan sendiri bagi pustakawan untuk mengembangkan bentuk lain literasi informasi atau kemas ulang informasi kepada sivitas akademika. Yang perlu diperhatikan adalah berkaitan dengan durasi; keputusan untuk membuat short movie ataukah video tutorial sepenuhnya agar tujuan pembuatan video lebih fokus dan jelas. Serta jika video dibuat untuk memberikan paket informasi lengkap, dengan durasi panjang, maka perlu menambahkan bookmark. Hal ini dimaksudkan agar pengguna dapat memilih tayangan sesuai informasi video yang dibutuhkan.