Kembali
16
1
2019 Unilib: Jurnal Perpustakaan Vol 10 · 1 ISSN 2715-274X

Kegiatan Mempromosikan Perpustakaan: Sebuah Pendekatan Teoritis

Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Abstrak

Promosi merupakan salah satu kegiatan pengembangan koleksi perpustakaan. Kegiatan promosi ini merupakan sarana prasarana penyebaran informasi dan kebijakan perpustakaan seperti sarana pembelajaran, kreatifitas, dan lainnya. Dalam promosi koleksi perpustakaan sendiri, terdapat beberapa model, cara, tahapan-tahapan. Adanya kegiatan promosi koleksi perpustakaan diharapkan mampu menarik pemustaka untuk berkunjung dan memanfaatkan koleksi perpustakaan secara optimal. Penulisan ini dilakukan dengan metode studi pustaka, yaitu mengambil referensi dan bahan tulisan koleksi yang terdapat pada perpustakaan
Keywords: promosi · kebijakan perpustakaan · koleksi perpustakaan

Introduction

Di era globalisasi ini, informasi berkembang pesat perkembangan ini antara lain didukung oleh perkembangan teknologi informasi, teknologi informasi menguasai aspek kehidupan, termasuk pada dunia perpustakaan, maka jika perpustakaan tidak dapat mengikuti kemajuan ini harus siap-siap tergusur terpinggirkan. Tentu hal ini harus dihindari dengan mengembangkan perpustakaan berbasis teknologi informasi dan komunikasi, tanpa pemanfaatan teknologi informasi, perpustakaan tidak akan mampu bersaing di era globalisasi ini.Informasi sendiri setiap saat mengalami perubahan dan perkembangan, maka perpustakaan sebagai lembaga penyedia dan pelayan jasa informasi harus dapat menyesuaikan diri, sebab selama ini perpustakaan diasumsikan hanya sebuah gedung yang usam identik dengan kumpulan buku-buku, tempat orang membaca, tempat yang kurang menarik dan kurang diminati, jika dibandingkan dengan mall atau taman rekreasi. Bagi sebagian masyarakat masih ada anggapan bahwa perpustakaan sebagai tempat yang dingin dan sunyi. Untuk merubah pandangan ini maka sejatinya dengan perpustakaan harus dapat memperbaiki citranya. Membuat tampilan perpustakaan semenarik mungkin secara luar dandalam. Dari luar misalnya perpustakaan tampilan gedung dibuat menarik memiliki khas jenis perpustakaannya. Contohnya seperti perpustakaan sekolah perlu dibuat menarik sesuai selera anak-anak zaman sekarang. Untuk itu perlu dilakukan kegiatan promosi yang sesuai dengan selera dan kebutuhan pemustaka tersebut.Promosi pada dasarnya adalah pertukaran informasi antara organisasi/lembaga dan konsumen dengan tujuan untuk memberikan informasi tentang produk atau jasa yang tersedia, dengan cara membujuk calon konsumen untuk bereaksi terhadap produk tersebut. Promosi sebagai sebuah sarana yang tepat untuk mempublikasikan atau memasarkan koleksi perpustakaan tentu juga memiliki aturan dan sistem pengelolaan tersendiri yang harus dilaksanakan, maka berbagai kegiatan dan cara dalam mempromosikan koleksi perpustakaan tentu harus tepat sasaran dan benar. Apalagi pada era global ini dimana segala sesuatu informasi sudah sangat terbuka dan maju, maka dengan memanfaatkan fasilitas-fasilitas teknologi informasi, perpustakaan dapat melakukan kegiatan promosi ini dengan baik dan cepat. Kegiatan promosi sebagai sarana, tentunya juga memiliki tujuan yang sesuai dengan visi dan misi dari perpustakaan, tujuan tersebut biasanya adalah untuk lebih meningkatkan publikasi dan popularitas perpustakaan. Tulisan ini berusaha menjelaskan secara umum bagaimana kegiatan promosi koleksi perpustakaan dilakukan dan efektifitasnya dalam memberikan nilai tambah bagi perpustakaan

Discussion

Kegiatan promosi dapat dilakukan dengan banyak kegiatan cara, dan pada berbagai tempat. Pada lingkungan perpustakaan sendiri atau memanfaatkan lokasi terbuka yang dapat menarik orang lain untuk melihat atau mendatanginya.Kegiatan promosi memerlukan tenaga sebagai pelaksana. Pustakawan sebagai pengelola dan pengolah layanan informasi perpustakaan. Perlu juga mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dalam berpromosi. Merekalah yang akan menjadi agen dan pemberi jasa layanan pada aktifitas promosi perpustakaan.Beberapa cara meningkatkan layanan pustakawan untuk mempromosikan dan pemasaran koleksi perpustakaan sebagai agen promosi menurut Rahmah (2018) diantaranya:1. Menyelenggarakan program kegiatan literasi informasi secara rutin pada berbagai tingkatan2. Menyelenggarakan pelatihan keahlian pustakawan3. Menyelenggarakan pameran bahan melalui kerjasama dengan penulis bukuKegiatan promosi dapat dilakukan antara lain dengan :1. Menyebarkan brosurBrosur adalah promosi dengan berupa kertas yang tercetak/lembaran yang berisi tentang petunjuk umum mengenai perpustakaan, informasi koleksi dan petunjuk- petunjuk yang berisi informasi jenis koleksi dan layanan yang terbaru dari sumber- sumber yang tersedia.2. Menyebarkan posterPoster biasanya promosi dengan bentuk ukuran yang lebih besar, selain tulisan terdapat juga gambar. Petunjuk penelusuran informasi yang dapat diakses juga melalui e-jurnal.3. Menyebarkan news letterBentuk promosi yang digunakan khusus untuk memberikan informasi kepada sejumlah orang dengan cara teratur yang isinya tentang berita, atau artikel-artikel singkat.4. Membagi-bagikan pembatas buku (bookmark)Yaitu promosi dengan membuat alat atau tanda yang gunanya untuk menandai halama-halaman buku, dengan diberi tulisan, logo atau gambar yang menarik dari bentuk yang berhubungan dengan kreatifitas buku dan kegiatan dalam perpustakan.5. Menerbitkan terbitan khusus perpustakaanBentuk promosi ini dengan membuat buku panduan penggunaan perpustakaan (booklet), kalender pendidikan atau perpustakaan, yang selalu diperbarui setiap tahunnya yang gunaknya diberikan ketika ada kegiatan-kegiatan perpustakaan seperti pada kegiatan pendidikan pemakai, dan yang lainnya.6. Menyelenggarakan pendidikan pemakaiKegiatan bimbingan atau petunjuk penggunaan perpustakaan kepada para pengguna untuk memanfaatkan koleksi perpustakaan7. Menyelenggarakan pameran perpustakaan8. Menyelenggarakan seminar dan ceramahPromosi dengan membuka forum tertentu, satu atau dua orang menjadi pembicara dan yang lain menjadi pendengar atau audiens.Cara berpromosi juga dapat dengan cara, membuat website perpustakaan dengan menggunakan bahasa yang baik, menarik rasa ingin tahu para peminat informasi. Melalui web ini perpustakaan diketahui banyak khalayak. Berpromosi juga dapat dengan menggunakan bahasa dan menyajikan budaya ideal seperti festival, peringatan hari besar dan kegiatan budaya lainnya yang berhubungan dengan kelompok etnis, bahasa, dan budaya daerah. Menjalin hubungan kemitraan dengan non-tradisional lewat media, lembaga sosial, organisasi berbasis komunitas, penyebaran informasi tentang berbagai hal yang ada pada etnis, bahasa, dan budaya masyarakatnya juga (American Library Assosiation, 1990).Menurut Russo (2017) media sosial juga dapat dijadikan sebagai media promosi dengan menyediakan berbagai konten, seperti yang ditulis oleh Hellen Todd dalam artikelnya sangat menekankan betapa sangat pentingnya media, gambar, video dan podcast untuk jadikan bahan promosi, penting juga sentrisitas pelanggan dan meguraikan dengan rinci dan praktis dari apa yang beliau sebut “trifecta sosial”, sebagai strategi produk konten, dan manajemen saluran harian, dalam menambahkan saran, kiat, dan contoh terbaik dalam situs web dan media sosial seperti: Facebook, Twitter, Istagram, Youtube. Dengan menampilkan konten yang kreatif dan menarik pada tiap-tiap saluran.Menurut Pratiwi (2017), promosi pun dapat dilakukan dengan cara yang berbasis aktifitas seperti pada koleksi buku-buku langka berikut ini:1. EksebisiEksebisi atau pameran adalah kegiatan promosi koleksi terhadap buku-buku dan koleksi langka yang efektif untuk menarik minat baca pengunjung. Pameran dapat dilaksanakan dalam suatu peristiwa atau adanya event-event tertentu pada suatu wilayah. Contohnya ulang tahun suatu daerah, festival buku, pameran buku/book fair dan lain-lain.2. Buku masuk kelasUpaya pustakawan dalam mempromosikan koleksi perpustakaan dengan memasuki kelas-kelas yang biasanya dibarengi dengan kegiatan tertentu, seperti saat kuliah umum atau bedah buku.3. Seminar dan DiskusiSeminar atau diskusi ini biasanya dilakukan di perpustakaan atau di ruang publik terbuka yang dihadiri oleh umum dan mengundang pembicara dari para pakar. 4. Program penulisan kreatifKegiatan yang sangat sederhana seperti membuat resensi buku, pelatihan penulisan, dengan mengadakan lomba atau sayembara penulisan buku dengan ketentuan dan kategori tertentu yang telah di sepakati panitia sebagai langkah promosi terhadap perpustakaan dengan menggali intelektualitas dan ide kreatif dari para peserta yang mengikuti lomba tersebut.5. LibrarytoursYaitu kegiatan yang sama dengan pendidikan pemakai tetapi lebih kepada kunjungan dan menyelami perpustakaan sebagai tempat rekreasi.Adapun kendala-kendala dalam promosi menurut Rahmah (2018) adalah:1. Lokasi yang kurang strategis dan gedung yang kurang refresentatif2. Perpustakaan tidak mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas layanan.3. Masyarakat masih belum dapat memandang secara benar terhadap tugas, dan peranan perpustakaan.Dari kendala yang dihadapi di atas maka dilakukan beberapa upaya untuk mengatasinya, sehingga kegiatan promosi dapat tercapai :1. Menempatkan promosi koleksi perpustakaan sebagai salah satu prioritas program dalam kegiatan pengembangan koleksi perpustakaan2. Meningkatkan citra positif perpustakaan, antara lain dengan: memperbaiki penampilan fisik/gedung perpustakaan, meningkatkan kinerja pustakawan, meningkatkan dan mengembangkan teknologi informasi dan komunikasi perpustakaan.3. Meyakinkan pimpinan dan masyarakat akan pentingnya perpustakaan. Pimpinan dapat mendukung secara moril dan pendanaan yang memadai. Sedangkan masyarakat sebagai pemakai dapat memahami perpustakaan sebagai pusat kegiatan informasi.Kegiatan-kegiatan promosi terhadap koleksi dan layanan perpustakaan telah banyak dilakukan saat ini, terbuka dan banyak dilakukan oleh para pengelola dalam mensosialisasikan koleksi perpustakaan. Pada beberapa kegiatan pameran dan seminar tidak jarang perpustakaan juga memamerkan hasil karya yang berhubungan dengan kreatifitas yang dikelola perpustakaan. Munculnya banyak ide kreatif dalam layanan informasi maka perpustakaan pun berkembang dengan memajukan kreatifitas sebagai penghargaan terhadap bentuk kreatifitas.Perpustakaan, dengan menyediakan fasilitas-fasilitas alat atau sarana promosi maka pepustakaan dapat dengan mudah diakses dan diketahui masyarakat, sebab perpustakaan juga merupakan lembaga yang peduli lingkungan, sebagai pusat informasi tentu sudah menjadi tugas dan tanggung jawab yang dapat diemban oleh perpustakaan dalam turut serta mencerdaskan bangsa

Conclusion

Untuk lebih optimal pemanfaatan koleksi, maka perpustakaan perlu menyelenggarakan promosi terus menerus, terprogram, melalui berbagai media dan didukung sumberdaya manusia yang memiliki kompetensi dalam bidang perpustakaan.2. Koleksi yang dikelola perpustakaan hendaknya disesuaikan dengan minat, pendidikan pemustakanya.3. Dalam melakukan kegiatan promosi perlu dicanangkan langkah-langkah yang terprogram, teratur, dan menggunakan teknologi informasi.