Kembali
16
1
2019 Unilib: Jurnal Perpustakaan Vol 10 · 2 ISSN 2715-274X

Analisis Gaya Kepemimpinan Partisipatif di Perpustakaan Universitas Bunghatta Sumatera Barat

Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Abstrak

Pemimpin adalah perekat dalam organisasi, ia harus mampu berpikir holistik serta mampu memegang kendali organisasi, keberhasilan sebuah organisasi seperti perpustakaan dipengaruhi oleh dua fakor yaitu cara memimpinnya dan kebijakan dalam memimpin. Organisasi yang tidak maju disebabkan akan gaya kepemimpinan yang tidak efektif. Mereka tidak mampu memimpin bawahannya. Gaya kepemimpinan partisipatif lebih menekankan pada tingginya dukungan dalam pembuatan keputusan dan kebijakan dengan sedikit pengarahan. Faktor kepemimpinan yang bagus akan menjadi kontrolitas pemecahan masalah dalam sebuah organisasi. Kepemimpinan demokrasi di Universitas BungHatta bisa mendorong kinerja pustakawan dan memotivasi meraka untuk berprestasi dengan mendengarkan masukan dari segala pihak baik itu pimpinan dan bawahan</p>

Abstract

The leader is the glue in the organization, he must be able to think and think about the organization, support organizations such as libraries that are approved by two factors, namely the way to lead and policies in leadership. Organizations that are not advanced determine an ineffective leadership style. They cannot defeat their subordinates. The participatory leadership style emphasizes support decisions in making decisions and policies with little direction. A good leadership factor will be a control of problem solving in an organization. Democratic leadership at BungHatta University can encourage librarian performance and motivate them to achieve with input support from all parties who support and subordinate</p>
Keywords: Leader organization leadership style participatory BungHatta University

Introduction

Dalam setiap organisasi akan memiliki struktur kepemimpinan, organisasi yang kurang efektif kepemimpinannya maka akan menimbulkan konflik dalam organisasi tersebut maka kepemimpinan yang baik akan mencapai tujuan individu, kelompok dan organisasi yang baik (Husaini, 2011). Pemimpin merupakan perekat dalam organisasi. Ia harus mampu berpikir holistik dan memegang struktur organisasi (Tikno, 2013). Setiap pemimpin hendaknya memiliki visi dan misi untuk mencapai tujuan suatu organisasi . Selain itu atasan juga harus bersemangat, dan daya dorong atau energy yang besar untuk mencapai visinya.Kedudukan suatu perpustakaan dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan dalam perpustakaan. Sebaliknya kegagalan organisasi manapun itu dipengaruh oleh gaya kepemimpinan yang tidak efektif, maka tidak mampu memimpin bawahannya,tidak mampu mendorong kerja berkelompok dan tidak mampu mengendalikan diri sendiri, dengan demikian organisasi tidak berjalan secara efektif.Seorang pemimpin seharusnya memiliki karakter yang melekat didalam kepribadiannya memiliki integritas dan kapabilitas kepemimpinan. Bentuk kapabilitas seorang pemimpin terlihat pada kemampuan menggerakan. maka pemimpin harus mampu mengkonsolidasikan bawahannya antara lain dalam bentuk perintah, paksaan, otoritas, himbauan dan lain-lain-lain. menurut Jhon C. Macwell sifat kepemimpinan adalah bisa mempengaruhi bawahannya (Tikno, 2013). Gaya kepemimpinan merupakan faktor penting yang akan mempengaruhi prestasi bawahan. Salah satu faktor penting yang mempengaruhi proses kepemimpinan adalah gaya kepemimpinan.Nawawi mengungkapkan (Nawawi & Hadari, 2004) sifat kepemimpinan hendaknya dipergunakan untuk mempengaruhi bawahannya. Sementara Mathis (Mathis & Jackson, 2003) mendefenisikan sifat atasan sebagai cara seorang pemimpin adalah mempengaruhi perilaku bawahan, agar mau bekerja sama dan bekerja secara produktif untuk mecapai gaya organisasi yang diinginkan. Dalam banyak gaya kepemimpinan disini peneliti akan meneliti gaya kepemimpinan Partisipatif di Perpustakaan Universitas Bung Hatta Sumatera Barat. Sifat kepemimpinan demokratis hendaknya menitikberatkan kepada pembuatan keputusan yang terbuka dan ditujukan untuk memecahkan masalah bersama dalam organisasi. Kepala perpustakaan serta para pustakawan akan bertukar pikiran dalam memecahkan konflik yang dihadapi. Dengan demikian, pustakawan yang memiliki kemampuan lebih merasa dihargai dan bisa mengusulkan ide-ide yang cemerlang dan bisa diikutsertakan dalam proses pembuat keputusan demi memajukan perpustakaan perguruan tinggi.Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk melihat fenomena menarik untuk dikaji bahwa gaya kepemimpinan partisifatif apakah mampu untuk mengembangkan dan memajukan perkembangan perpustakaan Universitas Bung Hatta Sumatera Barat</p>

Method

Penelitian ini akan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penulis melakukan ini karena terdapat beberapa hal yang memerlukan penyelidikan secara langsung terhadap informan. Menurut Jane Richie penelitian kualitatif adalah upaya untuk menyajikan dunia sosial dan perspektifnya di dalam dunia, dari segi konsep, perilaku, dan persoalan, tentang manusia yang diteliti (Lexi, 2008).</p>

Result & Discussion

Pada pembahasan ini peneliti akan menyajikan data hasil yang peneliti peroleh dari hasil wawancara dengan narasumber secara mendalam. Disini penulis akan mengenalkan secara singkat yang merupakan narasumber dari penelitian ini yaitu bernama Ahmad elzuri merupakan staf dari Perputakaan Universitas Bunghatta yang juga lulusan Sarjana ilmu perpustakaan dari Universitas sumatera Utara. Data dari pustakawan ini dapat penulis sampaikan dengan judul Analisis Gaya Kepemimpinan Partisipatif di Perpustakaan Universitas Bunghatta Sumatera Barat,wawancara pada penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 18 desember 2018.berikut hasil dari penelitian penulis yaitu :1. Bagaimanakah gaya kepemimpinan di perpustakaan Universitas BungHatta ?Narasumber : Gaya kepemimpinan di Perpustakaan Universitas BungHatta menurut pengalaman saya memberikan ruang kepada bawahannya untuk memberikan masukan dan menerima kritik yang membangun serta dalam setiap penyelesaian permasalahan yang ada selalu didiskusikan jalan keluarnya jadi sangat partisipatif atau demokratis.2. Apakah jadwal diskusi ditentukan atau kalau ada masalah baru di diskusikan ?Narasumber: Untuk jadwal tiap awal bulan sudah dijadwalkan untuk ada diskusi tapi kalau ada masalah yang patut diselesaikan cepat biasanya hari itu juga didiskusikan.3. Bagaimana motivasi kerja pustakawan dengan gaya kepemimpinan partisipatif tersebut ?Narasumber : dengan gaya yang terbuka tersebut kami mempunyai motivasi yang bangus dengan bekerja lebih giat dan disiplin serta lebih terbuka terhadap atasan dalam menyampaikan pendapat,kritikan dan saran untuk kemajuan perpustakaan.4. Bagaimana hubungan pustakawan dengan motivasi kerja terhadap gaya kepemimpinan partisipatif tersebut ?Narasumber : hubungan kami dengan atasan lebih dekat lagi karena pimpinan menghargai masukan dan pendapat kami serta mau mendengarkan keluhan kami. Serta motivasi kami adalah dengan lebih disiplin dan giat karena peraturan kinerja kami yang sepakati sendiri dengan pimpinan.5. Apakah dengan gaya kepemimpinan partisipatif tersebut masih ditemukan kendala teknis dalam kinerja ?Narasumber : dengan hungungan yang terbuka kami dengan pimpinan biasanya kalau ada masalah yang kompleks sekali biasanya kami langsung diadakan rapat untuk mencari jalan keluar dan pimpinan sangat suka dengan itu biar kinerja kami cepat diselesaikan.Grafik kepuasan pustakawan terhadap kepemimpinan PartisipatifDari hasil wawancara tersebut dapat disimpulkan bahwa gaya kepemimpinan partisipatif di Universitas BungHatta bisa mendorong kinerja pustakawan menjadi lebih baik serta motivasi pustakawan untuk kinerja yang baik lebih meningkat dan setiap permasalahan yang ada di perpustakaan langsung diselesaikan dengan cepat dengan mendengarkan masukan dari segala pihak baik itu pimpinan dan bawahan</p>

Conclusion

Sesuai dengan laporan penelitian yang sudah dilakukan maka disini penulis dapat menyimpulkan yaitu :1. Gaya kepemimpinan di Universitas Bung Hatta Padang Sumatera Barat adalah gaya kepemimpinan parsitipatif dengan menerima masukan dan kritikan dari bawahannya.2. Dengan gaya kepemimpinan yang partisipatif tersebut maka dapat meningkatkan motivasi kerja pustakawan di Universitas BungHatta.3. Saling kepercayaan antara pimpinan dan bawahan dengan menerima masukan dan kritikan dengan cara diskusi maka akan menjadi kekuatan yang penting untuk menjalakan kinerja pustakawan yang baik dan terampil.4. Pemecahan masalah yang langsung dibicarakan akan membuat penghambat kinerja bisa diatasi secepat mungkin supaya tidak mengganggu kinerja perpustakaan yang lainnya</p>