Kembali
16
1
2020 Unilib: Jurnal Perpustakaan Vol 11 · 1 ISSN 2715-274X

FRESH INFORMASI KEAGAMAAN MELALUI MEDIA INSTAGRAM DALAM MENANGGAPI COVID-19 DI INDONESIA

Universitas Jember

Abstrak

Artikel ini bertujuan untuk melihat fresh informasi keagamaan melalui media Instagram bagi masyarakat virtual dalam menanggapi fenomena Covid-19 di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penulisan ialah kualitatif dengan analisis data menggu-nakan pendekatan fenomenologi, pengumpulan data melalui observasi media dan dokumentasi. Hasil analisis yang didapatkan ialah terjadi interaksi positif dan negatif pada penggunaan “instagram” sebagai fresh informasi keagamaan dalam menghadapi Covid-19, dan reaksi tersebut terimplementasi pada upaya pencegahan yang dilakukan masyarakat dalam menanggulangi Covid-19 dengan kembali mencari nilai dan fatwa-fatwa keagamaan sebagai tempat bertumpu dari peristiwa tersebut. Sementara beberapa informasi yang ada dimedia juga tidak terlepas dari hoax yang menimbulkan reaksi kecemasan dan ketakutan yang over terhadap masyarakat, maka perlu adanya filter terhadap suatu informasi yang disebar luaskan melalui media instagram
Keywords: Informasi · virtual · instagram · keagamaan · Covid-19

Introduction

Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini memudahkan setiap orang untuk mengakses segala informasi dengan instan. Teknologi saat ini telah digunakan dalam berbagai bidang seperti dunia pendidikan, ekonomi, politik, sosial, dan budaya. Tercatat dari hasil survei 2018 penggunaan Internet di Indonesia sebanyak 171,17 juta jiwa dari populasi penduduk Indonesia 264,16 juta orang (Laporan Survei Penetrasi & Profil Perilaku Pengguna Internet Indonesia, 2018). Selaras dengan data itu, dalam teori McLuhan dinyatakan suatu konsep determinisme teknologi yang membawa suatu artian bahwa dalam setiap kejadian atau suatu tindakan yang dilakukan manusia merupakan pengaruh dari perkembangan teknologi. Selan-jutnya dikatakan bahwa ekspolitasi dari teknologi komunikasi dalam penyampaian suatu informasi akan memperbaiki hubungan sensorik dalam komunitas masyarakat. Dengan memperbaiki hubungan tersebut maka akan dapat menentukan pandangan dunia dari setiap masyarakat. Hal itu akan menentukan suatu upaya baru dalam bentuk pengetahuan, struktural, serta peralatan sensori yang disesuaikan untuk menyerap realitas (Holmes, 2005). Realitas yang dimaksud ialah merupakan suatu fakta dimana masyarakat virtual meman-faatkan teknologi komunikasi untuk dijadikan suatu sumber dalam belajar, dan mendapatkan informasi sehingga merubah paradigma masyarakat meman-faatkan media baru tersebut. Dengan adanya penggunaan internet yang semakin banyak akan memunculkan media-media baru yang dapat digunakan untuk penyebaran informasi. Sementara untuk melihat interaksi yang terjadi di media sosial terhadap suatu informasi dalam strukturnya maka, pendekatan oleh Van Dijk dimana media sosial merupakan platformmedia yang digunakan sebagai sarana untuk berbagai kegiatan maupun berkolaborasi yang berfokus pada eksistensi pengguna, akan melihat secara seksama terhadap fenomena fresh informasi keagamaan yang terjadi dalam menghadapi Covid-19, dan informasi tersebut diambil dari akun official instagram, instagram sendiri diambil berdasarkan pada data APJII yang menunjukkan adanya peningkatan pengguna instagram 17.8% pada 2018, selain itu pada instagram juga terdapat interaksi yang cepat terhadap suatu informasi, serta instagram merupakan salah satu media yang digunakan masyarakat untuk mengakses informasi selain facebook dan youtube. Selaras dengan itu Menurut Bambang, Instagram merupakan salah satu aplikasi dari smartphone yang khusus untuk media sosial yang merupakan salah satu media digital yang mempunyai fungsi hampir sama dengan twitter, facebook tetapi berbeda dari pengambilan foto dalam bentuk atau tempat untuk berbagi informasi terhadap penggunanya. Di instagram pengguna dapat berinteraksi dengan akun yang terdaftar, pengguna juga dapat mengirimkan like, comment, dan direct message, sehingga satu informasi dapat secara dinamis tersebar dengan kecepatan yang optimal antara individu ataupun kelompok-kelompok masyarakat virtual.Sinergisme informasi di instagram dengan fenomena Covid-19 telah menggemparkan Indonesia menjadi suatu bentuk bagaimana informasi tersebut dapat diterima dan diolah oleh masyarakat virtual. Sehingga menimbulkan gejala dalam fenomena sosial yang dimulai dari informasi melalui media-media. Seperti dalam Covid-19 akan menyerang individu dengan gejala umum yang timbul antara lain demam, batuk dan sesak napas, pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan dapat menyebabkan kematian (Pedoman Kesiapsiagaan Menghadapi Infeksi Novel Coronavirus (2019-NCoV), 2020). Ini merupakan suatu bentuk informasi yang kemudian dapat direspons oleh setiap masyarakat virtual yang tergabung dalam media sosial. Selain itu, Informasi ini memberikan suatu pengetahuan bagi masyarakat virtual mengenai kejadian tersebarnya covid-19 yang begitu cepat dan akut. Maka dengan adanya media sosial, masyarakat dapat memantau setiap perkem-bangan baik itu informasi tentang virus corona, pencegahannya, jumlah masyarakat yang terin-feksi dan bagaimana masyarakat kembali kepada fresh informasi keagamaan dalam upaya mencari pangkuan untuk menghadapi virus tersebut, sehingga akan menunjukkan terhadap pola apa yang dilakukan masyarakat dalam merespon terhadap suatu informasi

Method

Dalam tulisan ini menggunakan metode kualitatif dengan paradigma interpretative untuk melihat fenomenologi yang terjadi, pendekatan ini digunakan dengan upaya peneliti dalam menyisihkan pandangan atau persepsi pribadinya secara semenatara agar dapat secara murni menangkap semua perasaan, pikiran, dan kesadaran dari objek yang diteliti (Pendit, 2003). Dalam hal ini, objek yang diteliti ialah media sosial instagram yang memuat postingan keagamaan dalam upaya pencegahan terhadap Covid-19 di Indonesia, fokus pada interaksi yang terjadi pada postingan tersebut. Data didapatkan melalui observasi media dan dokumentasi, adapun rumusan masalah ialah “mengapa Instagram menjadi fresh informasi keagamaan dalam menghadapi Covid-19, dengan melihat interaksi pada komentar dari followers akun instagram dalam menanggapi informasi tersebut”. Sementara analisis data dalam penelitian ini berdasarkan pada teori Miles dan Huberman yang dilakukan secara interaktif terhadap aktivitas dalam analisis data yang meliputi data reduction, data display and verification (Sugiyono, 2017). Uji Keabsahan Data dengan cara menggunakan model triangulasi data. Triangulasi dilakukan untuk mengukur apakah data yang telah dikum-pulkan sesuai dengan penelitian, triangulasi yang digunakan ialah triangulasi waktu dimana dilakukan dengan cara pengecekan data observasi dan dokumentasi dalam waktu yang berbeda. Hal ini dilakukan karena peneliti akan memastikan validnya suatu data yang telah diperoleh atau dalam hal memperkuat data yang sudah didapatkan

Discussion

Fresh informasi baru menunjukkan terdapat relasi antara masyarakat virtual/followers di Instagram saling merespon terhadap sebuah informasi, akun-akun Instagram tersebut berpusat pada peran followers yang tidak hanya semata sebagai objek penerima informasi, tetapi para followers memiliki peran signifikan dalam merespon ataupun berbagi suatu informasi. Peran aktif followers tersebut dalam memproduksi konten informasi ataupun mereproduksi informasi melalui fitur komentar yang memungkinkan terjadinya diskusi atapun dialog dan wacana aktif terkait isu yang disampaikan dalam konten unggahan.Partisipasi tersebut secara tidak langsung mengatur arah aliran diskusi dan wacana yang berkembang, dalam artian bisa menempatkan para followers dalam beberapa peran seperti pemberi informasi, kontra informasi, dan sebagai pelengkap terhadap suatu informasi yang disampaikan. Ketiga hal tersebut merupakan suatu bentuk peran aktif para followers yang memungkinkan membawa suatu novelty baik dalam bentuk “bahasa/istilah”, maupun kesadaran dalam memaknai suatu informasi. Hal ini menunjukkan adanya suatu relasi dan komunikasi yang terintegrasi melibatkan banyak orang, sehingga media baru ini berbeda dari media lama seperti TV ataupun radio. Sementara tantangan dalam hal ini ialah berpusat pada literasi informasi di media baru, karena dengan meluas dan bebasnya suatu informasi maka informasi hoax juga semakin berkembang sehingga menimbulkan suatu reaksi kegaduhan di masyarakat. Dalam konteks ini, para followers yang menyikapi terhadap informasi mengenai fenomena wabah Covid-19 di Indonesia menjadi trending topik di beberapa media sosial salah satunya di Instagram, informasi tersebut secara tidak langsung juga memiliki suatu bentuk penyadaran pengetahuan keagamaan dalam menyikapi Covid-19 kepada masyarakat. Pada postingan akun Instagram @berbagisemangat memberikan nasehat seperti:“kemungkinan engkau meninggal karena virus corona hanya 1% sedangkan kemungkinan engkau meninggal disetiap saat adalah 100%. Maka senantiasa perbarui imanmu, senantiasa bertakwa kepada allah swt dan barang siapa yang bertakwa kepada allah swt niscaya cukup baginya”. Postingan ini mendapatkan respon positivedan negative dari masyarakat virtual, seperti respon yang disampaikan oleh akun @lydiabilyaswan “contoh ni ya, kita beropini seperti itu tapi kita tidak aware sama covid-19 terus kita keluar-keluar tanpa was-was dan benar kita kena, kita kembali kerumah bertemu orang-orang terkasih, kebetulan imun kita kebal. Eh yang kena balita, gimana tu ? kematian memang sudah tercatat di lauhul mahfudz tapi ada baiknya kita bertawakal kepada Allah swt meminta perlindungannya dan tetap ikuti peraturan dari pemerintah, insyaallah apapun yang terjadi kepada kita itu sudah ridho Allah SWT, kita sudah berupaya pencegahannya”.Komentar yang diberikan oleh @lydiabi-lyaswan menyatakan bahwa setiap manusia pasti akan mati namun hadirnya wabah Covid-19 bisa saja merubah takdir kematian manusia apabila mereka tidak mengikuti peraturan yang telah dibuat oleh pemerintah dan tidak mengikuti langkah-langkah pencegahan yang telah disampaikan. Berserah diri kepada Allah SWT bukan membuat kita menyerah dan tidak berusaha untuk menghindari virus Covid-19. Namun apabila kita telah berusaha mengikuti setiap aturan hasilnya kita kembali lagi dengan Allah SWT dan ridho dengan apa yang terjadi seterusnya. Selain itu terdapat pula di postingan @indone-siabertauhid kajian Aa Gym tentang Covid-19Gambar 1. Instagram Indonesia bertauhid“boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah SWT mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui. Kata Aa Gym makanya jangan sok tau, berbaik sangka aja sama Allah SWT. Try to find good things in everything that happen. Pake kacamata syukuran kita. Perasaan anxious wajar, karena Allah SWT menciptakan hal itu pada diri kita, supaya kita bisa waspada, dan memikirkan bagaimana caranya survive. Kejadian seperti ini sebenarnya menyadarkan kita, bahwa kita sebenarnya yang halu. Sering take it for grated nikmat-nikmat yang Allah SWT beri. 2 hari yang lalu, nyatanya kita tidak tahu bahwa hari ini kita akan hidup. Kita Cuma berasumsi akan hidup. Saat semua berjalan di luar kendali kita, baru kita sadar, betapa kita selalu dalam kuasa Allah. Allah SWT menentukan keadaan kita, some things we cannot change, ada keadaan yang di luar kuasa kita. Fokus pada reaksi kita, bagaimana kita memanfaatkan kesempatan ini? Mendekat, atau menjauh dari Allah? Karena sesungguhnya, apapun yang terjadi, bukankah ridho Allah SWT yang kita cari? Mati itu pasti, tiap hari, dengan atau tanpa Covid-19, malaikat maut mencabut nyawa atas perintah-Nya. Ini soal pilihan kita dalam menyikapi situasi. Ingat lagi tujuan kita, kemana kita kita ingin kembali?” Postingan ini mendapatkan respon positivedan negative dari masyarakat virtual, seperti respon yang disampaikan oleh akun @giriabdulrachman “jin dan iblis tertawa ketika melihat manusia, sebegitu takut dengan kematian dengan wabah ini ketimbang sang pencipta-Nya, Allah SWT sehingga ibadahpun diserukan untuk dirumah, janganlah seperti itu saudaraku, tetaplah ibadah yang sudah menjadi kewajiban sebagai muslimin dan muslimat, jangan terombang ambing dengan keadaan, sadar diri akan kewajiban kepada agama sebagai pengendali anda dalam kehidupan, wallahu’alam.” Komentar dari @giriabdulrachman memberikan suatu respons yang mengingatkan kembali bahwa kuasa Allah SWT lebih besar dari pada Covid-19, sehingga perlu kiranya upaya keimanan dan berserah diri kepada Tuhan dalam menghadapi musibah tersebut. Ini menunjukkan bagaimana masyarakat dalam merespons informasi yang bernuansa keagamaan dalam anggapan positif sebagai tumpuan dalam setiap musibah. Adapun postingan lainnya yang diunggah oleh @lambeturah_official yang disampaikan oleh Mas Menteri Pendidikan Nadim, juga tidak terlepas dari pro dan kontra dari followers seperti: “virus corona bukan virus yang bisa diremehkan, virus corona ini sangat berbahaya dengan tingkat penularan yang sangat cepat, setiap kali seseorang keluar dari rumah, seseorang bisa mengancam nyawa orang lain, oleh karena itu, dalam upaya menyeamatkan nyawa masyarakat Indonesia untuk sementara waktu bisa bekerja dari rumah, belajar dari rumah dan ibadah dari rumah.” Pernyataan tersebut menimbulkan respons dari masyarakat virtual seperti @ibnu.hasibuan123 yang memberi komentar bahwa “saya tidak setuju, kalau ibadahnya di rumah, gimana sih bapak ini, boleh bijak, tapi jangan kebijakan pak mentri”. Dari komentar @ibnu.hasibuan123 dan lainnya terdapat pro dan kontra terhadap pernyataannya atas menteri Kemendikbud tersebut, dimana oleh beberapa orang seperti @ranyelismapuri mengatakan di arab aja ibadah dirumah kok sekarang... jangan nyalahin mentri terus dong. Heran!. Sehingga tidak memberikan suatu bentuk pendidikan yang edukatif dan bijaksana dalam menanggapi terhadap aturan yang ditetapkan oleh pemerintah. Sementara pada akun Instagram milik @Nahdlatululama juga member-itakan postingan terhadap meninggalnya dokter dalam menghadapi Covid-19.Gambar 2. Instagram NahdlatululamaBeberapa interaksi dari setiap followers memberikan suatu bentuk dukungan dan rasa simpati yang mendalam terhadap musibah Covid-19 yang melanda Indonesia, tidak terlepas seperti komentar dari @aldians.arthur ini lho baru jihat. Jihat kemanusiaan, selain itu @ miadlij semoga surge untuk mereka, komentar tersebut memberikan suatu rasa perhatian yang mendalam bagi masyarakat Indonesia sehingga penggunaan media Instagram lebih produktif dalam memberikan serta menanggapi setiap informasi dalam bentuk nilai-nilai keagamaan. Lebih lanjut dalam akun instagram @kabarmuhammadiyah juga tidak terlepas dalam memberikan pendidikan yang edukatif bagi masyarakat dengan menggunakan media instagram, dalam kasus ini salah satu postingan yang dimuat ialah: Dalam akun tersebut, dimana disebarkan suatu pemahaman agar masyarakat Indonesia yang dilanda musibah Covid-19 untuk selalu berikhtiar dimana salah satu dalam ikhtiar dalam suasana seperti ini ialah dengan berpegang teguh kepada Allah dan Rasul-Nya melalui fatwa Ulama Kreadibel, kemudian otoritas Negara/pemerintahan melalui gugus tugas Covid-19, para ahli kebencanaan, para dokter dan ahli kesehatan yang semuanya itu professional secara keilmuan, dan saatnya kita mengakui otoritas ilmu Wahyu dan Sains.Pernyataan dalam akun tersebut menja-dikan suatu bentuk pengetahuan yang disam-paikan melalui media sehingga cara pendidikan keagamaan virtual tersebut juga terimplementasi pada praktik-praktik bagi masyarakat secara umum dalam memahaminya, dalam artian memahami terhadap informasi keagamaan melalui media sosial instagram menjadikan suatu bentuk fresh informasi keagamaan, sehingga informasi tersebut mendapatkan respons positif dalam upaya masyarakat menghadapi Covid-19 dengan pendekatan nilai dan informasi keagamaan.Tetapi tidak semua dalam media sosial memberikan suatu upaya ketenangan bagi masyarakat. Dilain sisi pada 17 Maret 2020 oleh CNN Indonesia merilis data terakhir dimana jangkit virus corona dinyatakan positif corona 172 orang, 5 meninggal, dan 9 sembuh, sedangkan 15 Maret 2020 berjumlah 134 orang positif corona ada kenaikan hanya beberapa hari. Sementara pada 23 Maret 2020 jumlah pasien positif corona bertambah, sehingga total pasien corona menjadi 514 orang yang dinyatakan positif terjangkit virus tersebut. Sedangkan jumlah korban meninggal dunia dan sembuh juga bertambah. Korban meninggal bertambah menjadi 10 orang, dan total mencapai 48 orang. Sedangkan jumlah pasien yang dinyatakan sembuh juga bertambah 9 orang menjadi 29 orang (Update Corona 22 Maret 514 Kasus 48 Meninggal 29 Sembuh, 2020) . Hal ini menunjukkan adanya pening-katan pada setiap harinya, sehingga informasi yang tersebar melalui akun instagram juga mendapatkan berbagai respons dari setiap followers dalam menanggapi itu. Sehingga informasi ini memberikan suatu kepanikan bagi masyarakat, walaupun dilain sisi informasi tersebut memberikan suatu upaya bagi masyarakat untuk dapat menanggulangi covid-19. Maka akan menimbulkan reaksi sesama pengguna akun Instagram, pro dan kontra terjadi atas semua informasi yang diberikan baik oleh pemerintah, ataupun oleh akun Instagram yang bernuansa kepada informasi keagamaan. Informasi dan respon tersebut menjadi suatu bentuk reaksi sosial dalam konteks menghadapi informasi terhadap virus corona, sehingga untuk merekatkan dan mencegah kepanikan, maka literasi informasi dalam menyaring informasi yang valid dan mana yang hoax perlu untuk disampaikan, sehingga para followers lebih bijak dan pandai dalam memilah dan memilih informasi, dilain sisi informasi keagamaan dalam menyikapi Covid-19 di Indonesia juga memberi dampak yang baik bagi masyarakat, dimana adanya kesadaran masyarakat modern untuk kembali meningkatkan keimanan, serta banyak yang kembali mempelajari nilai-nilai agamanya, sehingga menjadikan media baru sebagai fresh informasi

Conclusion

Fresh informasi di instagram merupakan suatu bentuk media dalam berinteraksi menanggapi terhadap suatu postingan. Menjadi suatu realitas yang merupakan fakta dimana masyarakat virtual memanfaatkan teknologi komunikasi untuk dijadikan suatu sumber dalam belajar. Pemahaman informasi keagamaan dalam media sosial menjadi novelty yang membawa artian informasi yang bermakna, efektif dan efisien, sehingga terjadi pergeseran paradigma dalam suatu informasi menjadi fresh of informations. Dalam hasil penelitian maka ditemukan terjadinya interaksi positif dan negatif pada penggunaan instagram sebagai fresh informasi keagamaan dalam menghadapi Covid-19, dan reaksi tersebut terimplementasi pada upaya pencegahan yang dilakukan masyarakat dalam menanggulangi Covid-19 dengan kembali mencari nilai-nilai dan fatwa-fatwa keagamaan sebagai tempat bertumpu dari peristiwa itu. Sementara beberapa informasi yang ada di media juga tidak terlepas dari hoax yang menim-bulkan reaksi kecemasan dan ketakutan yang over bagi masyarakat, maka perlu adanya filter dalam suatu informasi yang disebar luas di dunia virtual. Adapun respons masyarakat virtual pada jejaring sosial media instagram mengenai fresh informasi keagamaan ialah suatu bentuk memahami konteks postingan dengan nilai keagamaan dalam menanggapi fenomena covid-19, sehingga menim-bulkan pelbagai reaksi, yang pada kenyataannya reaksi tersebut memperlihatkan adanya suatu upaya masyarakat dalam memahami terhadap informasi keagamaan yang di posting, maka hal ini menimbulkan kesadaran serta rasa takut masyarakat terhadap ujian diberikan Tuhannya, sehingga mereka banyak mengupgrade keimanan dan pengetahuan keagamaan dari fenomena Covid-19 melalui media sosial instagram