Kembali
16
1
2022 Jurnal Ilmu Perpustakaan (JIPER) Vol 4 · 1 ISSN 2716-0432

EMANFAATAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM SEBAGAI SARANA PROMOSI PERPUSTAKAAN DI DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KABUPATEN BULUKUMBA

Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar; Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar; Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan media sosial instagram sebagai media promosi perpustakaan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bulukumba dan kendala yang dihadapi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bulukumba dalam memanfaatkan media sosial Instagram. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui observasi, dan wawancara. Sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengolahan dan analisis data yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pemanfaatan media sosial instagram sebagai sarana promosi perpustakaan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bulukumba yang diberi nama pengguna @dkbp_kab.Bulukumba dinilai sudah efektif, karena promosi perpustakaan menggunakan media sosial instagram memberikan dampak positif, seperti meningkatnya jumlah pengunjung dan anggota perpustakaan. Adapun kendala yang dihadapi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bulukumba dalam promosi perpustakaan, seperti bite jaringan wifi yang tidak sebanding dengan pengguna perpustakaan dan kurangnya kerjasama antar pustakawan dalam mempromosikan akun instagram Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bulukumba.

Abstract

The purpose of this study was to find out the use of Instagram social media as a media for library promotion in the Bulukumba district library and archives service and the obstacles faced by the Bulukumba district library and archives office in utilizing Instagram social media. This study uses a descriptive type of research with a qualitative approach. Data collection techniques used are through observation, and interviews. Sources of data used are primary data and secondary data. Data processing and analysis techniques are data reduction, data presentation and verification. The results showed that the use of Instagram social media as a means of library promotion at the Bulukumba district library and archive service which was given the user name @dkbp_kab.Bulukumba was considered effective, because library promotion using Instagram social media had a positive impact, such as increasing the number of visitors and library members. . Meanwhile, the obstacles faced by the Bulukumba district library and archives service in library promotion, such as the bite of the wifi network which is not comparable to library users and the lack of collaboration between librarians in promoting the library and archives library service instagram account of Bulukumba district.
Keywords: Media sosial · Instagram · Promosi Perpustakaan

Introduction

Pada era revolusi industri seperti sekarang ini tentu akan menciptakan informasi dalam berbagai macam bentuk. Mengikuti perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, kini informasi dapat kita akses dimana pun dan kapan pun. Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat juga dirasakan dalam dunia perpustakaan. Kegiatan pengelolaan bahan pustaka yang dahulunya masih menggunakan sistem konvensional atau manual sekarang sudah tergantikan dengan pengelolaan sistem berbasis teknologi informasi atau sering disebut juga dengan otomasi perpustakaan. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi telah menyentuh perkembangan media sosial. Media sosial memiliki peranan penting bagi masyarakat, dengan begitu kegiatan pertukaran informasi juga mengalami perkembangan menjadi lebih mudah, cepat dan efektif (Zuhri dan Christiani, 2019:2). Media sosial dapat digunakan sebagai media mengirim dan mendapatkan informasi yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan yang ada di perpustakaan, karena masyarakat pada umumnya cenderung menggunakan media sosial untuk mencari informasi. Melihat kondisi dengan semakin berkembangnya teknologi. Pemanfaatan media sosial bukan hanya sebatas itu saja tetapi, ada juga yang memanfaatkan media sosial sebagai media penjualan, media pembelajaran, dan juga sebagai media promosi perpustakaan. Promosi perpustakaan sangat penting dilakukan agar masyarakat dapat mengetahui keberadaan perpustakaan dan dapat meningkatkan minat baca. Hal ini sesuai dengan yang telah di tuliskan dalam Peraturan Pemerintah RI Nomor 24 Tahun 2014 Bagian 4 tentang Standar Pelayanan Perpustakaan Pasal 30 ayat (1) bahwa promosi layanan perpustakaan dilakukan untuk meningkatkan citra perpustakaan dan meningkatkan budaya kegemaran membaca masyarakat. Promosi perpustakaan juga dapat di lakukan melalui dua cara, seperti media sosial maupun media tercetak. Promosi perpustakaan dengan menggunakan media tercetak umumnya menggunakan Facebook, Instagram dan WhatsApp. Promosi perpustakaan menggunakan media sosial Instagram juga dimanfaatkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bulukumba untuk memperkenalkan kegiatan-kegiatan yang ada di perpustakaan melalui media sosial instagram. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pusat bahasa mengartikan pemanfaatan adalah proses, cara, dan perbuatan memanfaatkan atau menggunakan sesuatu (Departemen Pendidikan Indonesia, 2008). Media sosial adalah media berbasis online, dengan memberikan kemudahan kepada pengguna baik dalam hal berpartisipasi, berbagi dan menciptakan isi seperti jejaring sosial dan dunia virtual (Cahyono, 2016:140). Instagram adalah sebuah aplikasi yang menyediakan berbagai jenis filter yang unik serta memungkinkan pengguna untuk menyebarkan gambar melalui aplikasi lain seperti: facebook dan lainnya (Islami, 2018:4). Promosi perpustakaan adalah suatu kegiatan untuk menyebarluaskan kegiatan-kegiatan perpustakaan kepada masyarakat dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan pemustaka (Binalay:2016). Permasalahan yang dibahas pada penelitian ini ada dua, yakni mengenai bagaimana pemanfaatan media sosial instagram sebagai sarana promosi perpustakaan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bulukumba dan bagaimana kendala yang dihadapi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bulukumba dalam pemanfaatan media sosial instagram. Tujuan dari penelitian ini sejalan dengan permasalahan yang diangkat yakni untuk mengetahui pemanfaatan media sosial instagram sebagai sarana promosi perpustakaan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bulukumba dan mengetahui kendala yang dihadapi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bulukumba dalam pemanfaatan media sosial instagram. B. KAJIAN TERDAHULU (PREVIEWS FINDINGS) Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Syamsuddin (2019) bahwa pada promosi perpustakaan dengan menggunakan media ceramah/langsung lebih efektif dibandingkan media promosi seperti media website dan media brosur. Hal ini dibuktikan dengan data yang diperoleh dari responden melalui penyebaran angket. Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh mahasiswa Muhison Salafudin dengan judul pemanfaatan media sosial instagram sebagai sarana promosi pada taman baca Widya Pustaka Kabupaten Malang. Hasil penelitian menyatakan bahwa pada taman baca Widya Pustaka memanfaatkan instagram sebagai sarana promosi dengan konsep instagramable. Selanjutnya dampak yang diperoleh yaitu bertambahnya jumlah pengunjung pada taman baca Widya Pustaka. Berdasarkan penelitian terdahulu diatas, peneliti melakukan penelitian dengan tema yang sama tetapi dengan judul yang berbeda. Salah satu perpustakaan yang memanfaatkan media sosial sebagai media promosi perpustakaan yakni Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bulukumba. Oleh karena itu, peneliti membahas mengenai pemanfaatan media sosial instagram sebagai media promosi perpustakaan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bulukumba. Unggahan pada akun media sosial instagram tersebut hingga saat ini masih tergolong masih kurang yakni memiliki kurang lebih 276 dan penyajian informasinya dapat dikatakan kurang menarik. Kemudian dari jumlah pengikut masih sangat sedikit yaitu 219 pengikut. 1. Pengertian Media Sosial Menurut Arsyad dalam jurnal yang ditulis oleh (Aghni, 2018:99), media dalam bahasa latin yaitu medius, yang secara harfiah berarti tengah, perantara atau pengantar. Associaton Of Education and Communication Technology (AECT) menyebutkan bahwa media adalah sebuah bentuk penyaluran informasi atau pesan. Sebelum tahun 1970an media dapat dibagi menjadi media cetak contohnya: buku dan majalah. Media elektronik yang harus menggunakan sinyal seperti: televisi dan radio (Mahendra, 2017:12). Media sosial adalah media penyebaran informasi yang bersifat online atau virtual yang memudahkan pengguna dalam berpartisipasi, berbagi, menciptakan isi seperti blog, jejaring sosial, wiki dan lain-lain. Media sosial juga artikan sebagai media online yang menggunakan teknologi berbasis web serta mengubah bentuk komunikasi menjadi dialog interaktif (Cahyono, 2016:162). a. Jenis-jenis Media Sosial Jenis-jenis media sosial ada enam kategori besar Menurut Nasrullah (2015:39) dalam jurnal yang ditulis oleh (Puspitarini dan Nuraeni, 2019:73-74) enam kategori tersebut seperti: Social Networking Sebagai contoh yaitu: instagram dan facebook, Blog, Microblogging, Media Sharing, Social Bookmarking (Penanda Sosial) dan Wiki. b. Instagram Instagram merupakan aplikasi yang memungkinkan pengguna berbagi video maupun gambar. Instagram juga diartikan sebagai aplikasi yang penggunanya dapat menerapkan filter, mengambil gambar, serta membagikannya ke layanan jejaring sosial, baik itu instagram milik pribadi. c. Fitur-fitur Instagram Terdapat beberapa fitur atau menu utama pada instagram, yakni: 1) Homepage 2) Comment 3) Caption 4) Explore 5) Hastag 6) Integrasi ke Media Sosial 7) News Feeds 8) Stories 9) Siaran Langsung 10) IG TV 11) Pesan, dan 12) Reels. 2. Promosi Perpustakaan Menurut Sistaningrum (2002:98) dalam jurnal yang ditulis oleh (Garaika, 2017: 25) Promosi merupakan suatu kegiatan perusahaan untuk mempengaruhi konsumen agar mau melakukan kegiatan pembelian produk yang ditawarkan baik saat ini maupun masa mendatang. Menurut Mustafa dalam (Salafudin, 2019: 29), promosi merupakan proses berkomunikasi yang meyakinkan pemasaran dengan mengikutsertakan teknik-teknik hubungan masyarakat. Promosi juga diartikan sebagai tempat bertukarnya informasi yang melibatkan organisasi dan konsumen yang bertujuan untuk memberikan informasi tentang jasa atau produk tersebut. Menurut Suharto (2021:24) dalam (Antanipal, 2014:23-24), promosi perpustakaan yaitu kegiatan memperkenalkan dan juga mengajari pengguna perpustakaan agar dapat meningkatkan jumlah pemustaka dan juga meningkatkan layanan pada suatu perpustakaan. Menurut Mustafa (2007:4), promosi perpustakaan yaitu suatu kegiatan berkomunikasi dengan pemustaka untuk memperkenalkan potensial yang ada di perpustakaan. Kemudian, promosi perpustakaan diartikan sebagai suatu kegiatan memperkenalkan perpustakaan baik dari segi koleksi hingga kepada jenis layanan. Berdasarkan pada uraian di atas dapat dipahami bahwa promosi perpustakaan adalah aktivitas memperkenalkan perpustakaan kepada publik baik dari koleksi yang dimiliki hingga pada kegiatan-kegiatan yang ada di perpustakaan. a. Unsur-unsur Promosi Perpustakaan Unsur-unsur yang harus diperhatikan dalam promosi perpustakaan yakni: 1) Bahan pustaka, merupakan unsur terpenting artinya pada sebuah perpustakaan akan mempromosikan koleksi jenis apa, misalnya dalam bentuk tercetak ataupun elektronik. 2) Layanan jasa, merupakan layanan jasa yang diberikan oleh perpustakaan. 3) Petugas, seseorang yang mengelolah dan mengetahui kegiatan dalam promosi perpustakaan. 4) Pemustaka, yang dahulunya dikenal sebagai pengguna perpustakaan merupakan sasaran promosi perpustakaan. 5) Media channel, merupakan saluran yang digunakan sebagai sarana dalam menyebarkan informasi. 6) Sarana prasarana, peralatan pada layanan perpustakaan. b. Tujuan Promosi Perpustakaan Tujuan dari promosi perpustakaan yaitu memperkenalkan dan juga mempengaruhi masyarakat mengenai perpustakaan. Kemudian, menurut Lasa (2016) tujuan dari promosi yaitu agar dapat menarik perhatian, membangkitkan minat, menciptakan kesan, mendapatkan tanggapan, dan mampu memberikan pengaruh untuk mendapatkan ide, konsep, atau barang yang dipromosikan. c. Sarana Promosi Bentuk Tercetak Menurut Mustafa (2013:1.3) dalam (Suartmi, 2020:6-8) sarana promosi perpustakaan, yakni: 1) Brosur 2) Map khusus perpustakaan 3) Poster 4) Newsletter 5) Pembatas bku 6) Buku terbitan perpustakaan 3. Faktor-faktor yang harus di Perhatikan dalam Promosi Perpustakaan Menurut Usherwood (1981) dalam (Mathar, M. Quraisy, 2021: 60) faktor-faktor yang harus diperhatikan sebagai sasaran (pengguna) dalam kegiatan promosi perpustakaan,yakni: a. Minat pengguna b. Motivasi pengguna c. Latar belakang sosial, ekonomi dan pendidikan pengguna d. Hubungan-hubungan pengguna dengan media lain, dan e. Tanggapan pengguna Kemudian menurut Usherwood dalam (Mustafa,1996:1.25) dalam melaksanakan kegiatan promosi harus memperhatikan faktor-faktor sebagai berikut: 1) Motivasi pemakai Terlebih dahulu perlu mempelajari apa yang sebenarnya diinginkan oleh pengguna. Hal ini misalnya bentuk informasi dan untuk apa informasi tersebut. 2) Minat pemakai Kemudian perlu mempelajari bermacam minat pengguna. Mengetahui tentang minat pengguna akan membantu perpustakaan dalam memberikan informasi yang tepat sesuai dengan yang diinginkan. 3) Latar belakang Selanjutnya latar belakang sosial, ekonomi dan pendidikan pengguna akan sangat membantu jika diketahui secara umum. 4. Faktor Keberhasilan Promosi Perpustakaan Faktor-faktor keberhasilan dalam kegiatan promosi perpustakaan, yakni: a. Staf perpustakaan Keberhasilan kegiatan promosi perpustakaan tergantung staf perpustakaan dalam mengelola perpustakaan baik dari segi teknis maupun pelayanan. Keadaan perpustakaan sangat berpengaruh bagi keberhasilan kegiatan promosi, baik buruknya sercive perpustakaan disebabkan oleh staf perpustakaan. Perlu adanya kerja sama yang baik antar pustakawan serta wawasan yang luas terhadap tugasnya masing-masing sehingga dapat meningkatkan mutu dan layanan perpustakaan. b. Koleksi perpustakaan Menurut Sulistyo-Basuki (1993: 428) memberikan layanan kepada pemustaka merupakan tujuan utama dari sebuah perpustakaan, agar pemustaka merasa terlayani dengan baik maka, perlu adanya koleksi, karena syarat utama berdirinya sebuah perpustakaan yaitu koleksi. Tepatnya koleksi yang disediakan maka pemustaka akan merasa puas dengan layanan yangdiberikan oleh perpustakaan. Bagaimanapun keberhasilan yang telah dicapai oleh perpustakaan ketika tidak diimbangi dengan koleksi yang memadai maka akan menimbulkan ketidakpuasaan dari pemustaka. c. Media promosi Promosi adalah aspek terpenting dalam pemasaran agar mencapai tujuan dari pelayanan. Promosi diberi arti memperkenalkan perpustakaan kepada masyarakat umum. Maka dari itu promosi harus dibuat semenarik mungkin.

Method

Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif yaitu penelitian yang kegiatan penelitian menggunakan teknik wawancara untuk menggambarkan data yang telah diperoleh dari narasumber atau informan agar mendapatkan jawaban dari masalah yang diangkat pada penelitian ini. Penelitian ini menggunakan dua sumber data, yakni data primer yang didapatkan dari hasil observasi di lapangan dengan melakukan kegiatan wawancara kepada 9 orang informan, yakni pengelola media sosial instagram dan pengikut media sosial instagram Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bulukumba dan data sekunder yang didapatkan melalui literature seperti artikel dan bahan bacaan lainnya yang memuat hasil penelitian tentang pemanfaatan media sosial instagram. Instrumen penelitian merupakan alat-alat yang dibutuhkan atau digunakan dalam memperoleh informasi atau data-data (Afrizal, 2017:134). Instrumen penelitian yang digunakan oleh peneliti yaitu: pedoman wawancara, alat rekam atau gawai dan buku catatan. Teknik analisis analisis data dalam penelitian sejalan dengan kegiatan pengumpulan data yang meliputi tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi atau kesimpulan. Lokasi penelitian ini bertempat di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bulukumba Jl. Durian No.2 Bulukumba dilaksanakan pada tanggal 20 Desember 2021- 20 Januari 2022.

Result & Discussion

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bulukumba memanfaatkan media sosial instagram dalam mempromosikan kegiatan yang telah dan akan dilaksankan, sehingga informasi tersebut dapat dibaca oleh semua kalangan. Pemanfaatan instagram dalam mempromosikan perpustakaan juga tentunya akan merubah pandangan terhadap perpustakaan yang pada umumnya hanya sebagai tempat meminjam dan membaca buku saja. Instagram menjadi primadona disemua kalangan, tidak terkhusus di kalangan remaja saja, dalam hal ini tentunya menjadi pasar bagi pengguna instagram dalam memperkenalkan kelebihannya masing-masing. Pengguna instagram menganggap bahwa penggunaan media sosial seperti instagram sangat tepat digunakan sebagai sumber untuk informasi. Instagram tidak hanya digunakan sebagai media penyebarluasan informasi saja, tetapi juga dapat memberikan motivasi kepada pengguna untuk memanfaatkan perpustakaan. Dinas perpustakaan dan kearsipan Bulukumba ikut memanfaatkan instagram dalam mempromosikan perpustakaan. Tujuan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bulukumba hadir di instagram tidak lain untuk memperkenalkan perpustakaan, sebagai sarana promosi dan tentunya sebagai sumber informasi bagi pengguna dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bulukumba. Dari tujuan tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bulukumba sekarang dapat merasakan beberapa manfaat dari kegiatan promosi perpustakaan menggunakan media sosial instagram, seperti Jumlah pengunjung mengalami peningkatan, snggota perpustakaan meningkat dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bulukumba lebih dikenal. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bulukumba memanfaatkan beberapa fitur instagram, seperti Feed, Siaran langsung, Stories, Hastag, IG TV. Konten yang dapat diunggah pada akun instagram Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bulukumba yaitu segala kegiatan yang mengangkut program kerja, seperti dokumentasi perpustakaan keliling dalam upaya peningkatan minat baca, penghargaanpenghargaan yang telah diperoleh, sosialisasi kegemaran membaca dan segala kegiatan yang ada kaitannya dengan program kerja Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bulukumba. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bulukumba tidak memberikan syarat khusus dalam mengunggah foto maupun video pada akun instagram Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bulukumba. Pengelola akun instagram Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bulukumba mengunggah konten yang berkaitan dengan program kerja Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bulukumba baik yang telah dilaksanakan maupun yang akan dilaksanakan. Pengikut akun instagram Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bulukumba mengungkapkan bahwa konten-konten yang diunggah oleh admin sangat menarik, karena bukan hanya foto atau video saja, tetapi mengikut sertakan keterangan pada unggahan tersebut sehingga, pembaca lebih paham tentang apa yang diunggah. Dengan begitu pengikut akun instagram juga selalu memberikan dukungan positif seperti komentar dan like atau tanda suka. Penggunaan instagram sebagai sarana promosi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bulukumba dinilai sudah efektif, baik itu penilaian dari pengikut akun instagram maupun pengelola akun instagram Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bulukumba. Beberapa pengikut akun instagram Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bulukumba berpendapat bahwa penggunaan media sosial seperti instagram merupakan langkah yang tepat dan sudah efektif, karena penyebaran informasinya dapat diakses oleh semua kalangan dan dapat menunjang promosi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bulukumba. Pengelola akun instagram Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bulukumba mengukur efektivitas tugas mereka dalam mengelola akun instagram tersebut dengan cara melihat tanggapan positif dari pengikut akun instagram Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bulukumba. Untuk mendapatkan pengikut yang saat ini sudah sebanyak 219 di instagram, pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bulukumba mempromosikan akun instagram dengan cara memperkenalkan secara lisan melalui teman akun instagram perpustakaan dan juga mencantumkan akun instagram tersebut pada spanduk atau setiap pemaparan kegiatan. Bukan hanya memperkenalkan tetapi juga mengajak untuk mengikuti akun instagram Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bulukumba. Penggunaan media sosial instagram untuk mempromosikan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bulukumba adalah salah satu media yang dianggap sudah sangat efektif dimanfaatkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bulukumba agar dikenal oleh masyarakat. Tapi tidak dapat dipungkiri bahwa dalam penggunaan media sosial instagram sebagai sarana promosi memiliki beberapa kendala. Seperti yang diketahui, pengelolaan media sosial instagram Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bulukumba sudah dikelola dengan baik oleh pengelola akun instagram tersebut. Pengelola akun instagram Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bulukumba berusaha untuk selalu update dalam memberikan informasi yang berkaitan dengan kegiatan atau program kerja Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bulukumba, baik saya telah dan yang akan dilaksakan. Tetapi kadang yang telah direncanakan tidak sesuai dengan apa yang terjadi karena terkendala di jaringan wi-fi dan kurangnya kerjasama antar pustakawan dalam mempromosikan media sosial instagram Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bulukumba. Hal tersebut yang mengakibatkan kurangnya pengikut akun instagram Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bulukumba.

Conclusion

Kesimpulannya yakni media sosial instagram Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bulukumba dalam promosi perpustakaan tergolong efektif, karena memberikan dampak positif kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bulukumba. Hal ini seperti pengunjung perpustakaan mengalami peningkatan dan pendaftar sebagai anggota perpustakaan ikut meningkat. Sejauh ini fitur-fitur instagram yang telah dimanfaatkan seperti, fitur feed, IG TV, siaran langsung, stories dan hastag. Adapun upaya yang dilakukan untuk mempromosikan instagram Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bulukumba yaitu setiap kali kegiatan pertemuan-pertemuan selalu memperkenalkan secara lisan melalui teman tentang akun instagram perpustakaan dan juga mencantumkan akun instagram tersebut pada spanduk atau setiap pemaparan kegiatan. Tidak hanya memperkenalkan tetapi juga mengajak untuk mengikuti akun instagram Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bulukumba. Kendala dinas perpustakan dan kearsipan kabupaten Bulukumba dalam pemanfaatan instagram yaitu rendahnya bite jaringan wi-fi yang tersedia dan tidak sebanding dengan pengguna perpustakaan, sehingga proses pengunggahan konten menjadi terkendala dan lambat dan kurangnya kerjasama antar pustakawan dalam mempromosikan akun instagram Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bulukumba.