Kembali
16
1
2021 Maktabatuna : Jurnal Kajian Kepustakawanan Vol 3 · 1 ISSN 2723-0171

Literasi Informasi berdasarkan Surah Al-Alaq

Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Abstrak

Nilai Literasi Informasi pada surat al-alaq merupakan penelitian terkait nilaj literasi informasi pada surat al alaq ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai literasi dalam Alquran melalui surat Al-alaq ayat 1-5 yang berisi tentang literasi informasi. Dengan mengunakan metode pendekatan kualitatif berdasarkan jenis penelitian studi pustaka. Sedangkan teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu berupa Al-Qur‟an terjemah, dengan proses melakukan penelusuran surat al-alaq ayat 1-5 yang berkaitan dengan literasi informasi . Kemudian teknik analisis data dengan mereduksi data ayat-ayat yang telah dikumpulkan terkait dengan literasi informasi, menyajikan data, kemudian menyimpulakan tentang nilai literasi dan literatur yang berkaitan dengan penelitian ini serta sumber-sumber tertulis yang berhubungan dengan penelitian ini. Hasil yang didapat dalam penelitian ini memperlihatkan bahwa nilai literasi dalam Al-Quran yang terkandung dalam surat Al-Alaq ayat 1-5 yang memerintahkan untuk membaca,menulis merupakan motivasi dalam menjalankan perintah Al-Quran dalam arti yang lebih luas, sehingga dapat disimpulkan bahwa membaca tidak hanya membaca buku saja melainkan membaca seluruh alam dan seisinya. Kemudian surat Al-Alaq ayat 1-5 ini membuat manusia lebih mamahami dan melek terhadap literasi informasi.

Abstract

The value of Information Literacy in Surat al-alaq is a study related to the value of information literacy in Surat al-Alaq, which aims to describe the value of literacy in the Qur'an through Surah Al-Alaq verses 1-5 which contains information literacy. By using a qualitative approach based on the type of literature study. While the technique used in data collection is in the form of a translation of the Qur'an, with the process of conducting a search for surah al-alaq verses 1-5 related to information literacy. Then the data analysis technique is to reduce the data on verses that have been collected related to information literacy, present the data, then conclude about the value of literacy and literature related to this research as well as written sources related to this research. The results obtained in this study show that the literacy value in the Al-Quran contained in the letter Al-Alaq verses 1-5 which commands reading, writing is a motivation in carrying out the commands of the Qur'an in a broader sense, so it can be concluded that reading not only reading books but reading the whole nature and everything in it. Then Surah Al-Alaq verses 1-5 make people more understanding and literate towards information literacy.
Keywords: Literasi Informasi · Surah Al-Alaq

Introduction

Sumber Ajaran Islam yang paling utama adalah Al-Qur‟an maka dari itu Al Quran sudah ditetapkan menjadi pedoman bagi umat manusia dalam segala hal, Al-Qur‟an berisikan firman-firman Allah SWT yang akan selalu pelajari dan dikaji oleh umat Islam. Kandungan Nilai-nilai dalam al-Qur‟an sangat luas, sehingga tidak hanya membahas masalah hukum, aqidah, sosial, maupun sejarah atau kisah-kisah. namun, nilai-nilai tentang pendidikan juga terdapat didalam Al-quran sehingga menjadi sangat penting untuk pelajari dan dikaji bagi orang-orang yang terlibat dalam dunia pendidikan dan bidang lainnya, karena al-Qur‟an merupakan sumber dari segala ilmu pengetahuan sebagaimana wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang berupa perintah untuk membaca. Secara bahasa, al-Qur‟an diambil dari kata qara‟a-yaqra‟u-qira‟atan qur‟anan yang berarti bacaan.1. Membaca merupakan Salah satunya cara yang dilakukan dalam mendapatkan ilmu. Maka dari itu, membaca merupakan dasar dalam dunia literasi. Sedangkan literasi itu sendiri merupakan hal kemampuan dan pengetahuan seseorang dalam menangkap makna dari berbagai bentuk representasi yang ada disekitar, baik dalam kegiatan membaca, maupun menulis, kemampuan literasi pada awalnya diartikan sebagai keterampilan membaca dan menulis saja namun pada saat ini pengertian literasi mengalami pekembangan dimana literasi merupakan kemanpuan dan keahlian yang harus dimiliki oleh seseorang dalam menguasai hal penelusuran diberbagai bidang apa saja sesuai dengan kebutuhan seseorang sehingga kemampuan informasi mengacu pada berbagai aktivitas seperti mengumpulkan informasi, menyeleksi informasi, mengolah informasi, dan mengkomunikasikan informasi tersebut. Semua itu tidak bisa dipisahkan dari keterampilan membaca dan menulis. Informasi diinterpretasikan sebagai representasi simbol, yang mana informasi dikomunikasikan antara individu dalam masyarakat. Informasi didefinisikan sebagai sebuah fakta yang dikumpulkan untuk menjadi sebuah data informasi dari suatu rekaman fenomena yang diamati, atau bisa juga berupa putusan-putusan yang dibuat seseorang.2 Kemampuan seseorang dalam berfikir maupun kemampuan membaca dan menulis dalam mengunakan kapan informasi tersebut dibutuhkasn,untuk mengidentifikasi informasi secara efektif dan efisien, serta mengevaluasi informasi secara kritis dalam mendapatkan informasi dari apa yang telah dibaca. Maka dari itu terjemahan kata information literacy, kata literasi berasal dari kata “literacy” dalam bahasa Inggris yang berarti keberaksaraan atau kemelekan tentang suatu hal sebelum ini istilah yang digunakan dalam bahasa Indonesia adalah melek huruf, kemelekan huruf. Namun istilah yang diterima dikalangan pustakawan adalah literasi. Istilah “ Information literacy” pertama kali dikemukan oleh Paul Zurkowski (President of Information Industry Association). Ketika ia mengajukan proposal kepada The Nation Commission on Libraries and Information Science (NCLIS), USA di tahun 1974 yang menyatakan orang yang literat adalah orang-orang yang terlatih dalam aplikasi sumberdaya dalam perkerjaannya.3 Terlatih dalam hal kemampuan mengakses, serta mengevaluasi mengorganisasi, dan menggunakan informasi dalam proses belajar, pemecahan masalah, merupakan sebuah membuat keputusan formal dan informal dalam konteks belajar, pekerjaan rumah ataupun dalam pendidikan.4 Baca-tulis atau disebut juga literasi berada pada posisi yang menentukan dalam perkembangan dunia ilmu pengetahuan Islam. Tulisan dijadikan sebagai penghubung untuk mengantarkan tradisi literasi Islam di berbagai wilayah dunia mulai dari Arab, Spanyol, sampai ke India sehingga Islam dikenal sebagai agama yang cinta ilmu pengetahuan. Berawal dari tradisi baca tulis ini, maka Islam bisa menghasikan beribu jilid buku ilmu pengetahuan dan mewariskan beragam macam peradaban yang sangat agung tak ternilai harganya. Karena itu, sangat tepat bila tradisi literasi (baca-tulis) disebut sebagai pintu masuk menuju kejayaan Islam.5 Panduan Islam ibarat sebuah bangunan yang didalamnya terdapat nilai-nilai, ajaran, petunjuk hidup, dan lain sebagainya. Untuk membangunnya diperlukan sebuah sumber yang darinya dapat diambil bahan bahan yang diperlukan untuk mengontruksinya. Dalam konteks ini, Al-Qur‟an adalah sumber yang tak pernah habis sehingga didalamnya terdapat bahan-bahan yang bisa diambil untuk mengontruksi ajaran Islam. Menelusuri sumber-sumber informasi dari Al-Qur‟an maka akan semakin bertambah nilai-nilai yang terkandung didalamnya, dan akan semakin banyak pula pengetahuan yang kita dapat. Dengan menggali sumber sumber informasi yang ada di Al-Qur‟an semakin banyak pula pengetahuan dan perkembangan. Surat Al-Alaq ayat 1-5 اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ ( 1) خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ (2) اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ ( 3) الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ ( 4) عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ (5) Artinya : 1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, 2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah 3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, 4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, 5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. Bahwa wahyu pertama dengan perintah iqra yang bermakna membaca, merupakan embrio dan awal mula lahirnya tradisi literasi (membaca dan menulis) dikalangan umat Islam, khususnya masyarakat Arab. Tidak hanya membaca tulisan, tapi membaca diri sendiri sebagai manusia ciptaan Allah, membaca alam sebagai tanda-tanda kekuasaan-Nya, dan membaca bahwa Allah sebagai sumber ilmu pengetahuan.

Method

Dengan mengunakan metode pendekatan kualitatif berdasarkan jenis penelitian studi pustaka. Sedangkan teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu berupa Al-Qur‟an terjemah, dengan proses melakukan penelusuran surat al-alaq ayat 1-5 yang berkaitan dengan literasi informasi . Kemudian teknik analisis data dengan mereduksi data ayat-ayat yang telah dikumpulkan terkait dengan literasi informasi, menyajikan data, kemudian menyimpulakan tentang nilai literasi dan literatur yang berkaitan dengan penelitian ini serta sumber-sumber tertulis yang berhubungan dengan penelitian ini.

Result & Discussion

A. Literasi Informasi 1. Pengertian Literasi informasi sebagaimana disebutkan dalam: Dictionary For Library and Information Science oleh Reitz diartikan bahwa literasi informasi ialah “skill in finding the information one needs and understanding of how libraries are organized, familiarty, with resource the provide incuding information formats and automated search tools nad knowledge of commonly use techniques. The concept also includes the effectively as well as understanding of the technological insfrastructure on whic information transmission is based, including itd social,and cultural context and impact.6 Makna dari keterangan diatas tersebut menunjukan bahwa literasi informasi sebagai kemampuan untuk menemukan informasi yang dibutuhkan, mengerti sebagaimana perpustakaan diorganisasikan, familiar dengan sumber daya yang tersedia (termasuk format informasi dan alat penelusuran yang terotomasi), serta pengetahuan dari teknik yang bisa digunakan dalam pencarian informasi. Hal ini termasuk kemampuan yang diperlukan untuk mengevaluasi informasi dan menggunakannya secara efektif, seperti pemahaman infrastruktur teknologi pada transfer informasi kepada orang lain, termasuk konteks sosial, politik,dan budaya serta dampaknya, sehingga Setiap orang bisa dikatakan telah memahami literasi informasi jika ia mampu untuk mengidentifikasi, menemukan, mengevaluasi, menyusun, menciptakan,menggunakan, dan mengkomunikasikan informasi kepada orang lain untuk mencari atau mengambil solusi terhadap masalah dan hambatan yang ada. Namun istilah yang diterima di kalangan pustakawan adalah literasi informasi “information literacy” pertama kali ditemukan oleh Paul Zurkowski (president of information Industry Association). Ketika ia mengajukan proposal kepada The Nation Commission on Libraries and Information Science (NCLIS),USA tahun 1974 yang menyatakan orang yang literat adalah orang-orang yang terlatih dalam aplikasi sumber daya dalam pekerjaannya.7 Dalam pengertian di atas, literasi informasi adalah orang yang terlatih untuk menggunakan sumber-sumber informasi dalam menyelesaikan tugas mereka. Konsep ini menunjukan bahwa kompetensi keterampilan memanfaatkan informasi dan mengenali sumber-sumber informasi sebagai informasi sebagai alat bantu temu kembali informasi. Yaitu memberikan kemampuan teknik dan keterampilan menggunakan berbagai sumber informasi melalui pelatihan, teknik dan keterampilan yang dilatihkan adalah memanfaatkan sumber informasi, menggunakan alat bantu temu kembali informasi, dan memanfaatkan informasi serta dapat menggunakan informasi sebagai sumber utama dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi. Literasi menurut American Library Association (ALA) orang yang menjadi “melek informasi” mereka tidak hanya menyadari atau mengenali kapan informasi dibutuhkan, tetapi juga mampu mengakses informasi yang dibutuhkan, mengevaluasi serta membutuhkannya secra efektif informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan atau pemecahan masalah-masalah yang sedang ditangani. Selain mampu memahami seputar masalah-masalah sosial, ekonomi, dan hukum berkaitan dengan penggunaan informasi.8 Menurut Chan Yuen Chin Dalam (Tri Septiyanto) literasi informasi, ia berpandangan bahwa literasi informasi sebagai berikut.9 1. Literasi informasi sangat penting untuk kesuksesan belajar seumur hidup. 2. Literasi informasi merupakan kompetensi utama dalam era informasi. 3. Literasi informasi memberi kontribusi pada perkembangan pengajaran dan pembelajaran. Ada banyak defenisi tentang literasi informasi yang berbeda-beda dalam memaknai konsep literasi informasi, namun pengertianya masih sama, yaitu suatu kemampuan atau keterampilan untuk mengenali kebutuhan informasi, mencari, menemukan, mengevaluasi serta menyebarkan informasi yang didapatkan secara tepat dengan tujuan memecahkan masalah yang dihadapi. 2.Tujuan Literasi Informasi Kemampuan literasi informasi memiliki peran yang strategi dalam meningkatkan kemampuan anda menjadi manusia pembelajar, semakin terampil dalam mencari, menemukan,mengevaluasi, dan menggunakan informasi semakin terbukalah kesempatan untuk selalu melakukan pembelajaran.10 Kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh kemampuan bangsa itu dalam tiga hal. Yaitu penciptaan pengetahuan, distribusi pengetahuan, dan pengembangan infrastruktur teknologi yang memudahkan penyebaran pengetahuan. Seseorang yang memiliki literasi informasi dapat memilih mana informasi yang benar dan mana yang salah sehingga ia tidak mudah untuk terprovokasi oleh informasi tertentu. Literasi informasi merupakan keterampilan yang sangat diperlukan seseorang bertujuan agar mampu menggunakan informasi dalam proses belajar, memecahkan masalah membuat keputusan formal dan informal dalam konteks belajar, pekerjaan rumah ataupun dalam pendidikan. Artinya bertujuan agar seseorang memiliki kemampuan menggunakan informasi dan teknologi komunikasi serta aplikasinya untuk mengakses dan membuat informasi. 3. Manfaat literasi informasi, dari penjelasan sebelumnya literasi informasi sangat berperan dalam membantu menyelesaikan suatu persoalan. Untuk mengambil keputusan dalam menyelesaikan masalah, seseorang harus memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kemampuan seseorang menjadi manusia pembelajar menciptakan pembelajaran baru. Seseorang dikatakan telah berhasil dalam belajar apabila mampu menciptakan pengetahuan baru. Orang dengan kemampuan literasi informasi akan memiliki keterampilan memilih informasi mana yang benar dan mana yang salah sehingga tidak mudah begitu saja percaya dengan informasi yang diperoleh dan manfaat lain dari literasi informasi yaitu menciptakan pembelajaran baru. B. Literasi Informasi Menurut Perspektif Al-Qur’an Pada mulanya pesan Al-Qur‟an megajarkan manusia untuk berbudaya membaca dan menulis, dari tradisi literasi ini kelak lahir masyarakat literate, yaitu masyarakat yang memiliki kesadaran dan kemauan untuk mengakses informasi dan ilmu pengetahuan dari berbagai sumber, termasuk dari teks tertulis. Dalam masyarakat seperti ini telah tercipta tradisi intelektualitas. Masyarakat literate inilah yang kelak mengukir peradaban agung, peradaban ilmu pengetahuan. Dengan kata lain kebiasaan membaca dan menulis sebenarnya merupakan pondasi awal dan tonggak dari permulaan tradisi intelektual.11 Oleh karena itu, literasi sangat berperan penting di dalam masyarakat. Dianggap berkualitas tinggi apa bila masyarakat mampu menunjukan kemampuan berliterasi dengan baik, ilmu pengetahuan maupun meliputi kemampuan berpikir kreatif, menelusur informasi, mengelola informasi maupun mengambil sebuah keputusan. Maka dari itu untuk mencegah informasi yang negatif, umat muslim dibekali dengan Iman yang kuat agar keseimbangan pembangunan kedua dimensi harus berjalan seiring jalan dan saling melengkapi satu sama lain. Pembangunan jasmaniah ini membawa manusia lebih baik dan dapat terarah serta kualitas ruhaniyah-Ilahiyah, keseimbangan pembangunan kedua ranah ini merupakan aspek penting untuk menghasilkan mansuia yang berilmu pengetahuan serta berkepribadian mencari ilmu itu sangat dibutuhkan antara ilmu dunia dan ilmu agama dan belandaskan Islam harus sejalan, sebab pada dasarnya budaya membaca berasal dari Al-Qur‟an, seperti yang dijelaskan dalam dalam wahyu Al-Qur‟an. Membaca Al-Qur‟an walaupun tidak lancar membacanya, Allah akan melipat gandakan pahala bagi yang membacanya, Allah akan mengangkat derajat manusia bagi orang-orang yang gemar berliterasi Al-Qur‟an seperti membacanya (tafakur), membaca-bacanya (tadarus/mudarsah) mengkajinya (tadabur), dan mengamalkanya. Semua yang berkaitan dengan ibadah maka akan dilipat gandakan, oleh karena sudah jelas bahwasanya membaca Al-Qur‟an bagian dari literasi. Satu huruf saja kita membacanya meskipun masih terbata-bata maka Allah akan mengganjar dengan minimal sepuluh kebaikan, apalagi yang dibaca berayat-ayat maka akan dilipat gandakan pahala ketika membaca Al-Qur‟an tersebut. Sama seperti literasi pada umumnya, literasi Al-Qur‟an merupakan literasi keterampilan bukan hanya hobi atau minat. Dengan terampil membaca maka akan membawa manusia lebih baik dari sebelumnya, karena literasi itu sangat penting bagi kehidupan manusia dengan banyak membaca buku, maka ilmu pengetahuan kita bertambah dan akan semakin menguasai ilmu sehingga bisa menyebarkan informasi kepada orang lain. dari itu dengan membaca sebanyak-banyaknya akan meperkarya ilmu pengetahuan kita serta menambah wawasan, ini sudah jelas yang diterangkan didalam Al-Qur‟an, jadi tidak ada keraguan lagi bagi manusia yang ingin mencari ilmu pengetahuan yang seluas-luasnya karena pada dasarnya ilmu pengetahuan tidak ada habisnya. Semankin dipelajari dan kita menggali informasi yang terkandung di dalam Al-Qur‟an maka akan terus mengalir ilmu pengetahuan yang kita Dengan membaca maka ilmu kita akan bertambah, serta akan menjadi lebih tahu dari sebelumnya. Keperluan akan informasi adalah situasi yang terjadi dimana seseorang merasa kekosongan ilmu pengetahuan, kekosongan ini perlu dipenuhi dengan informasi dan ilmu pengetahuan yang berlandaskan Al-Qur‟an. Dengan literasi dan kemampuan seseorang untuk mengenal, dan mengerti serta memahami dan menggunakan aksara untuk berkomunikasi. Dengan perantara Al-Qur‟an mengantarkan bangsa Arab dari literacy (tidak berbudaya baca-tulis) dan menjadikan masyarakat yang literate (berbudaya baca-tulis), dan yang akhirnya menjadi bangsa yang unggul baik dalam bidang ekonomi, politik, militer. Pengetahuan bermula dari posisi Al-Qur‟an yang sangat istimewa. Pesan Al-Qur‟an membawa manusia untuk berbudaya literasi, Al-Qur‟an pula yang mendorong umat Islam untuk selalu mencintai ilmu pengetahuan dan menjunjung tinggi peradaban. Oleh sebab itu literasi dalam Al-Qur‟an sangat penting bagi manusia, karena dapat merubah pola pikir manusia dari yang tidak bisa membaca hingga terampil dalam menggunakan informasi yang dibutuhkan. Dengan bekal ilmu pengetahuan yang lebih maka manusia akan kaya informasi serta ilmu pengethuan yang luas serta dapat menambah keterampilan dan wawasan yang luas oleh karena itu menyimpan mendapatkan informasi dalam bentuk apapun. Karena literasi merupakan peristiwa sosial, tradisi literasi bisa diamati dari aktifitas pribadi (individu) seseorang. Tradisi literasi menciptkan generasi literate (yang terpelajar, generasi berbudaya literasi). Lingkungan juga dapat mempengaruhi budaya literasi, karena pada dasarnya kepekaan dan daya kritis lingkungan sekitar lebih diutamakan sebagai jembatan menuju generasi literate, generasi yang memiliki keterampilan berpikir kritis terhadap segala informasi untuk mencegah budaya kebodohan. Dalam Islam, literasi yang dimaksud disini adalah bentuk Perintah baca tulis dalam ajaran Islam berkaitan erat dengan pentingnya ilmu bagi kehidupan seorang Muslim, dan pentingnya pelestaraian ilmu pengetahuan untuk kehidupan generasi sesudahnya. Demikian pula dalam tradisi literasi, merupakan jembatan penghubung antara ajaran Islam dengan peradaban sebelum Islam. Tradisi literasi disini sangat berperan bagi umat Muslim, karena dengan perantara wahyu serta bentuk teks tertulis dan memungkinkan untuk terus dikaji oleh generasi Islam pada masa selanjutnya. Berkembangnya tradisi literasi membawa umat Muslim menjadi lebih baik dari sebelumnya, karena literasi pada masa sebelum mengenal pengetahuan, maka dari itu perintah membaca dan menulis sangat berperan penting bagi masyarakat Muslim. C. Konsep Literasi Informasi Dalam Al-Alaq Surat Al-Alaq ayat 1-5 اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ ( 1) خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ (2) اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ ( 3) الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ ( 4) عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ (5) Artinya : 1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, 2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah 3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, 4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, 5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. Kata pertama dari wahyu pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW adalah Iqra atau perintah membaca. Dalam unit wahyu perdana Surah Al-Alaq ini kata iqra diulang-ulang hingga dua kali. Pengulangan kata iqra dalam rangkaian wahyu pertama mengindikasikan begitu pentingnya perihal membaca. Hal ini juga terkait dengan koteks kondisi yang dihadapai Nabi. Dengan demikian, perintah membaca diulang-ulang adalah sebagai pelajaran bagi manusia agar memiliki kebiasaan membaca12. Literasi informasi bisa diartikan suatu kata dalam susunan redaksi yang tidak disebutkan objek, maka objek yang dimaksud bersifat umum: mencakup segala sesuatu yang dapat dijangkau oleh kata tersebut. Dengan demikian, bisa dimaknai bahwa objek dari perintah membaca sebagaiman terkandung dalam wahyu pertama adalah segala hal yang terjangkau oleh kata iqra. Namun demikian, wahyu pertama ini tetap memberi rambu-rambu, dengan redaksinya yang berbunyi:”bismi Rabbika” (artinya:dengan nama Tuhanmu). Ayat ini memberi pengarahan kepada manusia agar selektif dalam mengakses informasi, yaitu yang positif dan bisa semakin mendekatkan manusia. Membaca sebagai alat untuk memperoleh ilmu pengetahuan seperti dijelaskan di dalam surat Al-Alaq tersebut memang tidak disertai penjelasan tentang objek bacaannya. Objek atau sasaran dari kegiatan membaca ini dapat berupa teks tertulis seperti ayat-ayat Al-Qur‟an dan teks-teks tertulis lainnya maupun teks tidak tertulis lainnya maupun teks tidak tertulis yang berupa alam sekitar atau disebut ayatayat kauniyah yang merupakan sumber ilmu pengetahuan.13 Surat Al-Alaq memerintahkan manusia untuk membaca, menelaah, dan sebagainya tergantung dari objeknya, kata iqra yang diulang dua kali dalam bacaanya berarti sangat diwajibkan bagi manusia untuk membaca dan menigkatkan minat baca, bahwasanya membaca membawa manusia untuk dapat memperoleh ilmu pengetahuan yang lebih luas lagi. Dengan demikian begitu pentingnya ilmu dalam Islam yang dapat merubah suatu peradaban dari yang tidak mengerti hingga melangkah meningkatkan pranata kemasyaraktan. Pesan Al-Quran yang mengajarkan manusia untuk berbudaya membaca dan menulis, dari tradisi literasi ini kelak lahir masyarakat literate, masayarakat yang memiliki kesadaraan dan kemauan untuk mengakses informasi dan ilmu pengetahuan dari berbagai sumber, termasuk dari teks tertulis. Dalam masyarakat seperti ini telah tercipta tradisi intelektualitas. Masyarakat literate inilah yang kelak mengukir peradaban agung, peradaban ilmu pengetahuan. Dengan kata lain, kebiasaan membaca dan menulis sebenarnya merupakan fondasi awal dan tonggak dari permulaan tradisi intelektual. Wahyu Al-Qur‟an yang pertama kali turun adalah perintah membaca dan menulis, bahwasanya setiap manusia diwajibkan membaca, sebelum memerintahkan shalat dan puasa, sebelum memberikan rincian akidah dan hukum. Allah berfirman :”Bacalah” Al-Qur‟an adalah satu–satunya Kitab suci yang dibuka dengan kata ini. Perintah membaca yaitu untuk mendapatkan pengetahuan dan kaum terpelajar bahwa kata pertama dalam agama kita adalah perintah membaca, untuk mendapatkan pengetahuan. Tanpa adanya kemampuan membaca dan menulis maka tidak akan terlahir yang namanya tradisi literasi, dengan demikian pendidikan Islam proses pembentukan manusia sesuai dengan ajaran Islam mengapa demikian sebab budaya literasi itu berawal dari Al-Quran dan apa yang dipelajari maka akan berkaitan dengan pembentukan pendidikan, berbicara hubungan dengan Al-Quran dan literasi Al-Quran menyempurnakan tradisi ini dengan membentuk pola pikir umat Muslim.Artinya kalaupun umat Muslim dikemudian hari mengalami masa-masa kejayaan dibidang Ilmu pengetahuan dan memiliki sportifitas luar biasaompetisi global. Gerakan literasi dikalangan intelektual Islam baik pada abad klasik pertengahan, maupun modern penggunaan indera potensial akal, dengan demikian konsep literasi dalam Al-Quran yang terdapat di dalamnya motivasi dan perintah membaca serta menulis.

Conclusion

Sebagai konsep literasi dalam Al-Quran yang terkandung dalam surat Al-Alaq yang memerintahkan membaca dan menulis selain motivasi untuk menjalankan perintah Al-Quran dalam arti yang seluas luasnya, dan dapat disimpulkan bahwasnya membaca tidak hanya membaca buku saja melainkan membaca seluruh alam dan seisinya. makna kata (bacalah) maksudnya mulailah membaca dan memulainya dengan menyebut Tuhanmu yang menciptakan semua makhluk .(Dia telah menciptakan manusia). Dalam surat Al-Alaq ayat 1-5 ini membawa manusia menjadi melek informasi. Di antara ayat-ayat yang mengandung pesan-pesan literasi adalah Al-Alaq ayat 1-5.