Kembali
16
1
2020 LibTech: Library and Information Science Journal Vol 1 · 1 ISSN 2723-7605

ANALISIS KONSEP GREEN LIBRARY DI KOTA MALANG

Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Abstrak

Perpustakaan menjadi bagian hal yang penting dalam siklus dunia pendidikan di Kota Malang. Perpustakaan di Kota Malang sudah selayaknya dapat menerapkan Konsep Green Library secara keseluruhan. Konsep Green Library ini tidak hanya melakukan penghijauan di area sekitar Perpustakaan, tetapi juga menerapkan sistem yang ramah lingkungan di sekitar Perpustakaan. Meminimalisir polusi adalah tujuan utama dari Konsep Green Library ini, beberapa contoh polusi seperti polusi suara, polusi udara dan polusi bau akan sangat mengganggu aktifitas yang ada di dalam perpustakaan. Penggunaan kendaraan yang bebas polusi di area perpustakaan juga merupakan salah satu konsep dari Green Library.
Keywords: Green Library · Perpustakaan · Kota Malang

Introduction

Kota Malang merupakan salah satu kota yang banyak berdiri beberapa kampus ternama. Banyak masyarakat bahkan menyebut Kota Malang merupakan Kota Pelajar karena banyaknya pelajar dan mahasiswa yang mengambil studi di kota Malang. Oleh karena itu, keberadaan perpustakaan di Kota Malang sangat dibutuhkan oleh para pelajar atau mahasiswa dalam mencari informasi dan ilmu yang bisa mereka dapatkan dari membaca atau meminjam buku di Perpustakaan. Ada beberapa hal yang berpengaruh terhadap kualitas sebuah perpustakaan, selain koleksi buku yang lengkap dan pelayanan yang baik dari pustakawan, suasana yang nyaman juga sangat diperlukan oleh para pengunjung terutama bagi pengunjung yang ingin membaca buku di perpustakaan. Perencanaan pembuatan sebuah konsep Green Library dapat dilihat dari beberapa aspek. Greenship selaku organisasi lembaga mandiri (non government) yang memiliki kepedulian kepada penerapan konsep bangunan hijau, telah menerapkan standart penilaian yang nantinya dapat dijadikan tolak ukur apakah sebuah perpustakaan telah melakukan konsep Green Library secara tepat. Pembangunan gedung perpustakaan baru yang menerapkan konsep Green Library tentunya akan lebih mudah direncanakan dibandingkan dengan bangunan lama yang sudah jadi, karena diperlukan perubahan yang mungkin akan mempengaruhi bentuk bangunan tersebut. Tahapan awal sebuah gedung Perpustakaan baru yang akan dibangun menurut Greenship tertuang dalam dokumen “PERANGKAT PENILAIAN GREENSHIP” yang diterbitkan oleh GREENBUILDING COUNCIL INDONESIA pada April 2013. Berikut beberapa tahap penilaian menurut Greenship untuk bangunan baru versi 1.2.1. Tahap Rekognisi Desain (Design Recognition - DR ) dengan nilai maksimal tahap ini 77 poin2. Tahap Penilaian Akhir (Final Assessment - FA) dengan maksimum nilai 101 poinPenjabaran nilai pada setiap kategori sesuai tahapan dapat dilihat pada tabel berikut Kategori ASD : Appropriate Site Development (Tepat Guna Lahan) EEC : Energy Efficiency and Conservation (Efisiensi dan Konservasi Energi)WAC : Water Conservation (Konservasi Air) MRC : Material Resources and Cycle (Sumber dan Siklus Material)IHC : Indoor Health and Comfort (Kesehatan dan Kenyamanan dalam Ruang) BEM : Building Environment Management (Manajemen Lingkungan Bangunan)Beberapa indikator utama menurut Mariusz Jedliński (2013) untuk menerapkan Green Smart City misalnya dengan peningkatan kualitas hidup seperti kualitas air, udara, ketersediaan area hijau, serta tata kelola yang baik. Sebuah Perpustakaan dengan Konsep Green Library tentunya tidak lepas dari pengelolaan sumber daya gedung yang baik. Pemakaian sumber daya akan menghemat pengeluaran, juga akan memberikan kenyamanan kepada pengunjung perpustakaan. Jika hal tersebut mampu dilaksanakan secara optimal, maka keberlanjutan Konsep Green Library dapat berjalan dengan lancar Tidak jauh berbeda dengan pengelolaan sumber daya yang baik agar tidak boros, sudah sepatutnya sebuah Perpustakaan dengan konsep Green Library memperhatikan lingkungan sekitar gedung agar konsep Green Library dapat berjalan dengan maksimal. Salah satunya adalah denganmemberikan larangan penggunaan lahan parkir untuk pengendara kendaraan bermotor. Hal ini juga akan turut serta dalam mendukung konsep tata ruang kota hijau. Untuk membangun suatu konsep tata ruang kota hijau, aksesibilitas jalur bersepeda untuk warga dengan usia muda harus ditingkatkan. Sedangkan warga lanjut usia, mereka bisa bepergian dengan menggunakan fasilitas transportasi umum.

Method

Penelitian ini menerapkan metode observasi, salah satu tempat observasi adalah Perpustakaan yang berada di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Perpustakaan Pusat Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim merupakan perpustakaan yang berada di sebuah gedung 3 lantai dengan akses yang mudah dijangkau oleh para mahasiswa karena berada di lokasi yang berdekatan dengan Gedung Rektorat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Pengamatan dilakukan tidak hanya di dalam gedung perpustakaan, tetapi juga lingkungan sekitar gedung perpustakaan. Hasil pengumpulan data dan pembuatan analisa dilakukan untuk mengetahui penerapan konsep Green Library sejauh mana yang cocok untuk diterapkan di lingkungan kampus dengan komunitas para akademisi.

Result & Discussion

A. Rujukan Konsep Green Library Konsep Green Library disusun berdasarkan hasil pengamatan dan beberapa rujukan, salah satu rujukan diambil dari dokumen penilaian bangunan baru oleh Greenship. Terdapat enam kategori yang dijadikan tolak ukur, namun pembahasan penelitian ini lebih berfokus pada kategori Appropriate Site Development (ASD) atau Tepat Guna Lahan. Berikut Tabel kriteria yang dijadikan rujukan untuk kategori Tepat Guna Lahan. Berdasarkan tabel 2 disebutkan bahwa prasyarat untuk menerapkan konsep green Library adalah adanya area dasar hijau. Tujuan utama adanya area dasar hijau adalah memelihara atau memperluas kehijauan kota untuk meningkatkan kualitas iklim mikro, mengurangi CO2 dan zat polutan, mencegah erosi tanah, mengurangi beban sistem drainase, menjaga keseimbangan neraca air bersih dan sistem air tanah. Akses untuk menuju gedung perpustakaan juga menjadi pertimbangan, pengunjung dapat menggunakan transportasi umum atau dapat menggunakan sepeda untuk menjangkau lokasi perpustakaan. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi tingkat polusi asap kendaraan bermotor yang berasal dari kendaraan pribadi pengunjung yang datang ke perpustakaan. B. Pengamatan Lapangan Pengamatan di lapangan dilakukan untuk pengumpulan data yang diperlukan serta menganalisa kondisi lapangan yang nantinya digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan konsep Green Library yang sesuai dengan keadaan di kota Malang. Perpustakaan Pusat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi pilihan untuk tempat studi literatur dalam penelitian ini. Berikut beberapa poin yang didapatkan berdasarkan pengamatan di Perpustakaan Pusat UIN Maulana Malik Ibrahim malang. 1. Berada di lokasi yang strategis sehingga mudah dijangkau oleh mahasiswa maupun pengunjung dari luar, karena lokasi dekat dengan jalan raya. 2. Akses ke transportasi umum kurang dari 300 meter. 3. Jalur pejalan kaki yang mengelilingi gedung Perpustakaan. 4. Penerangan alami di dalam ruangan gedung. 5. Aksesibilitas Komunitas dekat dengan beberapa fasilitas umum sehingga mengurangi penggunaan kendaraan bermotor. 6. Belum ada parkir khusus pengendara sepeda. 7. Ruang Terbuka Hijau kurang dari 50% luas lahan. 8. Belum menggunakan green roof sebesar 50% dari luas atap. C. Rancangan Konsep Green Library Berdasarkan pengamatan study literatur di Perpustakaan Pusat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, ada beberapa poin yang bisa dijadikan bahan evaluasi untuk perancangan konsep Green Libary. Salah satu poin utama hasil pengamatan adalah ruang terbuka hijau gedung Perpustakaan Pusat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kurang dari 50% dari luas lahan. Hal ini dikarenakan lokasi gedung Perpustakaan berada di tengah area kampus. Konsep Green Library lebih menekankan bagaimana membuat sebuah Perpustakaan yang seolah menyatu dengan alam tanpa mengesampingkan fungsi utama dari sebuah perpustakaan yang digunakan sebagai tempat mencari atau membaca buku. Membuat pengunjung seakan berada di alam yang hijau dan sejuk tanpa adanya polusi udara ataupun kebisingan dari kendaraan bermotor, sehingga pengunjung merasa nyaman dan tenang saat membaca buku. Berikut poin konsep Rancangan Green Library untuk kota Malang (gedung baru). 1. Lokasi gedung berada tidak jauh dari jalan yang dilalui oleh angkutan umum serta berada dekat dengan fasilitas umum seperti toko dan rumah makan. 2. Berada kurang lebih 200-300 meter dari jalan raya agar suara bising kendaraan tidak mengganggu. 3. Ruang terbuka hijau lebih dari 50% luas lahan. 4. Adanya jalur pejalan kaki menuju ke gedung perpustakaan. 5. Danau buatan yang digunakan sebagai drainase air hujan. 6. Menyediakan parkir khusus sepeda. 7. Menggunakan green roof pada atap gedung perpustakaan. 8. Menanam tumbuhan khas kota malang di sekeliling gedung sebagai identitas. 9. Taman membaca di areal terbuka untuk menyegarkan pikiran. 10. Meletakkan tanaman indoor di berbagai sudut ruangan dalam gedung. Konsep yang telah disebutkan hanya cocok untuk perencanaan Gedung Perpustakaan baru karena akan sulit jika merubah gedung perpustakaan yang sudah berdiri. Berikut gambaran peta konsep Green Library dapat dilihat pada gambar 2.

Conclusion

Hasil dari pembahasan pada Bab sebelumnya menghasilkan beberapa kesimpulan yang bisa dijabarkan sebagai berikut. 1. Penerapan Konsep Green Library sulit diwujudkan untuk Gedung Perpustakaan yang sudah jadi. 2. Konsep Green library cocok diterapkan untuk daerah atau lahan yang luas, dalam artian lahan yang belum banyak didirikan gedung-gedung.