Strategi Promosi di Perpustakaan STIQSI (Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an Dan Sains Al-Ishlah)
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang; Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang; Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Abstrak
Promosi memiliki tujuan untuk memperkenalkan dan mensosialisasikan produk serta jasa yang ada pada perpustakaan, sehingga dapat meningkatkan ketertarikan pemustaka, meningkatkan pemanfaatan, dan pendayagunaan perpustakaan dalam meningkatkan budaya baca penggunanya. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah metode manajemen strategis dan output penelitian ini pada perumusan strategi promosi perpustakaan yang cocok diterapkan di perpustakaan STIQSI. Selain itu, digunakan juga analisis SWOT, yakni dilakukannya suatu identifikasi dari berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perpustakaan, di mana analisis ini berdasar pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (strength) dan peluang (opportunities), namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (weakness) dan ancaman (threats). Subjek pada penelitian adalah pustakawan STIQSI mengetahui secara luas mengenai faktor internal dan eksternal perpustakaan STIQSI. Sedangkan objek penelitian ini adalah strategi promosi perpustakaan dengan menggunakan metode manajemen strategis yang mencakup dua tahapan antara lain analisis lingkungan, perumusan strategi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif karena penelitian ini akan mendeskripsikan rumusan strategi promosi perpustakaan STIQSI. Peneliti mengumpulkan data sesuai keadaan yang terjadi di lapangan tanpa memanipulasi data yang diperoleh. Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwan Perpustakaan STIQSI masih memerlukan berbagai macam upaya dalam promosi perpustakaan. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan minat baca dan minat kunjung ke perpustakaan. Beberapa bentuk promosi yang bisa dilakukan oleh Perpustakaan STIQSI adalah: pembuatan media sosial dan website, pengadaan kegiatan seperti pelatihan kemampuan menelusuri informasi, pengadaan peringatan hari besar perpustakaan, ppengadaan pelatihan menulis ilmiah maupun popular, pelatihan mengakses jurnal dan database jurnal. Dari kegiatan-kegiatan tersebut, diharapkan dapat membantu Perpustakaan STIQSI dalam hal promosi perpustakaan yang lebih baik lagi.
Abstract
The promotion aims to introduce and disseminate the products and services available at the library to increase user interest and increase the utilization and utilization of the library in enhancing the reading culture of its users. In this study, the strategic management method and the output of this research was the formulation of a suitable library promotion strategy to be implemented in the STIQSI library. In addition, SWOT analysis is also used, namely the identification of various factors systematically to formulate a library strategy. This analysis is based on logic that can maximize strengths and opportunities while minimizing weaknesses and threats. The subjects in the study were STIQSI librarians who knew extensively about the internal and external factors of the STIQSI library. At the same time, the object of this research is a library promotion strategy using strategic management methods, including two stages: environmental analysis and strategy formulation. This research uses a descriptive qualitative approach because this research will describe the formulation of the STIQSI library promotion strategy. The researcher collect data according to conditions in the field without manipulating the data obtained. This research found that the STIQSI Library still requires various efforts to promote the library. It is intended to increase interest in reading and visiting the library. Some forms of promotion that the STIQSI Library can carry out are: creating social media and websites, procuring activities such as training in information retrieval skills, procuring library holiday commemorations, providing scientific and popular writing training, and training on accessing journals and journal databases. It is hoped that these activities can help the STIQSI Library in terms of promoting a better library
Keywords:
Library Promotion
· Strategic Management
· SWOT Analysis
Introduction
Promosi perpustakaan merupakan suatu alat untuk memperkenalkan perpustakaan kepada penggunanya. Menurut Musafa (2013) yang dimaksud dengan promosi adalah setiap kegiatan komunikasi yang bertujuan memperkenalkan produk pelayanan atau ide dengan distribusi. Melalui promosi, pemustaka dapat mengetahui layanan maupun koleksi yang disediakan oleh pihak perpustakaan. Promosi memiliki tujuan untuk memperkenalkan dan mensosialisasikan produk serta jasa yang ada pada perpustakaan, sehingga dapat meningkatkan ketertarikan pemustaka, meningkatkan pemanfaatan, dan pendayagunaan perpustakaan dalam meningkatkan budaya baca penggunanya. Penerapan strategi promosi perpustakaan perguruan tinggi merupakan suatu bentuk kegiatan promosi dalam upaya mencapai tujuan dari perpustakaan perguruan tinggi. Menurut pedoman penyelenggaraan perpustakaan nasional (2015) perpustakaan perguruan tinggi memiliki beberapa fungsi antara lain fungsi pendidikan, fungsi penelitian, fungsi informasi, fungsi rekreasi, fungsi publikasi, fungsi deposit dan fungsi interpretasi. Salah satu peran perpustakaan perguruan tinggi dalam mendukung proses pendidikan dan pengajaran adalah sebagai tempat untuk mengumpulkan, mengolah, menyimpan, menyajikan dan menyebarluaskan informasi bagi civitas akademik pada perguruan tinggi serta meningkatkan pengetahuan maupun keilmuan pada bidang masing-masing. Salah satu perpustakaan perguruan tinggi yang ada adalah perpustakaan STIQSI (Sekolah Tinggi Ilmu Al–Qur’an dan Sains Al–Ishlah). Perpustakaan STIQSI merupakan pusat sumber referensi bagi mahasiswa STIQSI. Layanan yang ada antara lain layanan sirkulasi, layanan akses internet dan layanan referensi. Layanan yang ada di Perpustakaan STIQSI telah dijalankan sesuai dengan visi misi perpustakaan yaitu memberikan pelayanan terhadap pengunjung dengan optimal. Sistem informasi atau otomasi perpustakaan juga telah diterapkan di perpustakaan STIQSI, sistem informasi perpustakaan adalah sistem informasi yang dikembangkan untuk memudahkan staf perpustakaan dalam melayani pengguna maupun mengelola perpustakaan (Hariyanto, 2020). Berdasarkan hasil observasi data yang diambil dari statistik pengguna perpustakaan STIQSI rentang bulan Juli hingga bulan Desember tahun 2021, persentase pengunjung hanya 10% dari 160 orang anggota perpustakaa. Rata-rata pengunjung pada kisaran 10-16 pengunjung perhari. Berdasarkan persentase tersebut, maka perpustakaan STIQSI mempunyai kendala kurangnya minat kunjungan civitas akademika dan menggunakan layanan perpustakaan sehingga dibutuhkan solusi untuk menarik minat pengunjung perpustakaan. Upaya untuk meningkatkan pengunjung di Perpustakaan STIQSI, sangat perlu dilakukan suatu kegiatan promosi. Untuk merumuskan strategi promosi, peneliti menggunakan teori manajemen strategis. Menurut Hunger dan Whellen (2003) manajemen strategis adalah serangkaian keputusan dan tindakan manajerial yang menentukan kinerja suatu perusahaan dalam jangka Panjang. Manajemen strategis ada 4 yaitu: pengamatan lingkungan, perumusan strategi, implementasi strategi, evaluasi dan pengendalian. Dari keempat manajemen strategis yang telah disebutkan, pada tahapam perumusan strategi penulis menggunakan analisis SWOT, bertujuan untuk identifikasi dari berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perpustakaan, dimana analisis ini berdasar pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (strength) dan peluang (opportunities), namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (weakness) dan ancaman (threats) (Rangkuti, 2006). Analisis ini didasari pada asumsi bahwa suatu strategi yang efektif akan memaksimalkan kekuatan dan peluang yang ada serta meminimalkan kelemahan dan ancamannya. Berdasarkan titik permasalahan mengenai minat kunjung sehingga upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kunjungan yaitu promosi, maka penelitian dengan judul “Strategi Promosi di Perpustakaan STIQSI (Sekolah Tinggi Ilmu Al-qur’an dan Sains Al Ishlah) ” sangat perlu dilakukan. Hal ini bertujuan untuk menarik minat pengunjung dan juga meningkatkan pemanfaatan koleksi yang sudah disediakan oleh perpustakaan. Selain itu, adanya kegiatan promosi ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan informasi pengguna perpustakaan STIQSI, sebagaimana yang dinyatakan oleh Anjali dan Mudawamah (2017) bahwa informasi yang tersedia di perpustakaan pada kenyataannya sebenarnya dapat memenuhi kebutuhan pengguna, namun dalam kasus ini terkadang mahasiswa atau pemustaka kurang memahami tentang pengetahuan yang didapatkan di perpustakaan. Maka dari itu kegiatan promosi ini diharapkan dapat mengatasi kendala yang ada tersebut.
Method
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena penelitian ini akan mendeskripsikan rumusan strategi promosi perpustakaan STIQSI. Menurut Sugiono (2010) metode penelitian kualitatif adalah penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek alamiah, dimana peneliti merupakan instrumen kunci. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif karena penelitian ini akan mendeskripsikan rumusan strategi promosi perpustakaan STIQSI. Peneliti mengumpulkan data sesuai keadaan yang terjadi di lapangan tanpa memanipulasi data yang diperoleh. Pada penelitian ini dilaksanakan di Perpustakaan STIQSI (Sekolah Tinggi Ilmu Al qur’an dan Sains Al-Ishlah) terletak di desa Sendangagung, Paciran, Lamongan. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2022 hingga Desember 2022. Subjek pada penelitian adalah pustakawan STIQSI mengetahui secara dalam mengenai perpustakaan STIQSI meliputi faktor internal dan eksternal perpustakaan. Kemudian ditambah dengan informan lain yaitu mahasiswa STIQSI yang terdiri dari empat mahasiswa dan empat mahasiswi yang dipilih secara acak untuk mendapatkan hasil yang beragam. Objek penelitian ini adalah strategi promosi perpustakaan dengan menggunakan metode manajemen strategis yang mencakup dua tahapan antara lain analisis lingkungan, perumusan strategi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tahapan pertama reduksi data, tahapan kedua penyajian data dan tahapan ketiga verifikasi data.
Result & Discussion
Pada elemen lingkungan eksternal terdapat variabel sosio kultural, teknologi, ekonomi, politik dan hukum, serta lingkungan kerja. Batasan dalam elemen ini adalah semua hal yang mempengaruhi perpustakaan STIQSI yang berasal dari luar perpustakaan, akan tetapi masih dalam lingkup pondok pesantren Al – Ishlah Sendangagung Paciran Lamongan. Variabel sosio kultural ini ditemukan adanya pengaruh lingkungan pesantren terhadap perpustakaan STIQSI. Perpustakaan STIQSI terletak di lingkungan pesantren yang dimana terdapat santri selain dari instansi STIQSI. Kemudian dalam menjalankan suatu operasional perpustakaan mengikuti lembaga yang ada. Aturan yang ada di perpustakaan STIQSI juga dipengaruhi oleh pondok pesantren Al- Ishlah seperti jadwal kunjungan di perpustakaan STIQSI yang disesuaikan dengan jadwal yang ada di pondok pesantren Al-Ishlah. Adapun pengaruh yang ada yakni aturan dan nilai pondok pesantren seperti penggunaan bahasa arab dan inggris dalam berkomunikasi sehari-hari baik dengan guru, dosen, karyawan, maupun teman. Variabel teknologi ditemukan adanya dampak dari perkembangan teknologi saat ini terhadap perpustakaan. Perkembangan teknologi di perpustakaan STIQSI yaitu adanya penerapan sistem otomasi perpustakaan Senayan Library Management System atau dikenal juga dengan SLiMS. Perpustakaan STIQSI telah mengimplementasikan software otomasi perpustakaan SLiMS pada bulan Agustus 2021 yang lalu. Implementasi tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mempermudah pustakawan dan pemustaka dalam layanan sirkulasi. Sebelum dilakukan implementasi, manajemen perpustakaan secara konvensional, baik itu data koleksi maupun layanan sirkulasi. Adapun tampilan dari sistem otomasi perpustakaan SLiMS yang dimiliki oleh perpustakaan sebagai berikut : Gambar 1: Tampilan OPAC STIQSI Sumber : Kholili (2022) Meskipun otomasi perpustakaan sudah diimplementasikan, perpustakaan STIQSI masih belum memiliki website maupun media sosial resmi, karena pihak perpustakaan masih berfokus pada perbaikan serta perluasan layanan yang sudah ada sebelumnya. Maka dari itu pihak perpustakaan menjelaskan bahwa pembuatan website dan media sosial resmi akan dilakukan ketika layanan yang sudah ada dapat berjalan dengan baik dan lancar. Variabel ekonomi terdapat temuan hasil berupa kondisi ekonomi ketika pandemi maupun pasca pandemi tidak berpengaruh pada operasional di perpustakaan, mengingat kondisi di Indonesia pada saat ini masih dalam tahap pemulihan akibat pandemi. Dengan stabilnya kondisi ekonomi perpustakaan ketika pandemi maupun pasca pandemi menyebabkan operasional perpustakaan tetap stabil dan terjaga sehingga perpustakaan tetap bisa melakukan pengadaan bahan pustaka. Pelaksanaan pengadaan bahan pustaka tidak ada batasan, selama bahan pustaka tersebut dibutuhkan dan sesuai dengan kegiatan belajar mengajar di STIQSI. Variabel politik dan hukum terdapat temuan berupa pengaruh pergantian pimpinan STIQSI ternyata mempengaruhi perpustakaan dalam beberapa hal seperti pergantian struktur kepengurusan perpustakaan STIQSI secara menyeluruh, kemudian kebijakan mengenai perekrutan pegawai perpustakaan dan kebijakan kunjungan, kebijakan kunjungan di perpustakaan. Pergantian pimpinan STIQSI dilakukan pada tahun 2021. Kemudian dilakukan perekrutan pustakawan tetap yang sesuai dengan bidangnya, setelah itu pimpinan memberi perintah kepada kepala perpustakaan yang baru untuk menerapkan sistem pemberlakuan jadwal kunjung yang dibedakan antara putra maupun putri. Pemberlakuan perbedaan jam kunjung tersebut mengacu kepada jadwal putra dan putri yang terpisah serta berbeda. Adapun untuk kerjasama antar perpustakaan lain maupun instansi lain masih belum dilakukan oleh perpustakaan STIQSI, namun perpustakaan STIQSI tidak menutup kesempatan dan kemungkinan untuk bekerja sama dengan berbagai instansi demi perkembangan perpustakaan. Kerjasama antar perpustakaan maupun instansi lain merupakan kegiatan yang penting, kerjasama bertujuan untuk menunjang kemampuan perpustakaan dari segi pelayanan kepada pemustaka, Kerjasama dapat dilakukan dengan lembaga Pendidikan, perpustakaan nasional atau perpustakaan daerah, pemerintah, penerbit, maupun toko buku. Salah satu bentuk kerja sama yang paling popular bagi perpustakaan yakni kerjasama dengan peminjaman koleksi antar perpustakaan. Variabel lingkungan kerja ditemukan adanya aktivitas kunjungan dari dosen maupun mahasiswa ke perpustakaan. Ditemukan bahwa kurangnya dosen maupun mahasiswa yang memanfaatkan koleksi di perpustakaan baik untuk kebutuhan bahan bacaan maupun sebagai bahan referensi riset. (Hasil wawancara dengan Kepala perpustakaan, 2 April 2022). Adapun untuk kunjungan di perpustakaan mengalami penurunan kunjungan dikarenakan adanya faktor dari pemisahan jadwal di perpustakaan STIQSI. Selama masa pandemi Covid -19, perpustakaan tetap membuka layanan, pemustaka dapat datang langsung ke perpustakaan dengan mematuhi protokol kesehatan yang ada. Namun, antusias pemustaka tidak sebaik pada waktu normal dapat dilihat dari menurunnya kunjungan pada masa pandemi. Kerja sama di perpustakaan baik dengan sesama perpustakaan maupun lenbaga informasi yang lain masih belum dilakukan karena perpustakaan masih fokus dalam mengoptimalkan layanan yang ada, perpustakaan masih dalam proses pengembangan dikarenakan kondisi perpustakaan sebelumnya mengalami pembekuan dalam jangka yang lama. Perpustakaan mengupayakan agar kedepanya dapat melakukan kerja sama dengan perpustakaan lain dengan tujuan untuk meningkatkan atau menambah layanan yang ada di perpustakaan. Pada elemen lingkungan internal ini terdapat beberapa variabel struktur, budaya, dan sumber daya. Batasan dalam elemen ini adalah semua hal yang mempengaruhi perpustakaan STIQSI yang berasal dari dalam. Pada variabel Struktur ini ditemukan adanya persepsi mahasiswa mengenai bagan struktur organisasi di perpustakaan STIQSI. Dalam pembentukan struktur organisasi perpustakaan dilakukan pada tahun 2021 oleh pimpinan STIQSI, pergantian kepala perpustakaan yang sudah sesuai dengan bidang keahlian perpustakaan. (Hasil wawancara dengan Kepala perpustakaan, 2 April 2022). Kemudian dari kepala perpustakaan membentuk “sahabat perpustakaan”, sahabat perpustakaan sendiri beranggotakan mahasiswa STIQSI. Bagan struktur di perpustakaan STIQSI terpampang di perpustakaan STIQSI namun hanya dalam bentuk lembaran saja, sehingga kurang menarik untuk baca. Oleh karena itu, dari mahasiswa banyak yang belum mengetahui mengenai struktur kepengurusan atau struktur organisasi yang ada di perpustakaan STIQSI. Tenaga kepustakawan di perpustakaan sudah mengalami pergantian, pada awal berdiri perpustakaan STIQSI dipimpin dari Staf yang ditunjuk oleh pimpinan STIQSI. Kemudian setelah pimpinan STIQSI mengalami perubahan, perpustakaan STIQSI memiliki pustakawan yang sudah pada bidangnya. Menurut peraturan kepala perpustakaan nasional republik indonesia nomor 13 tahun 2017 tentang standar nasional perpustakaan perguruan tinggi mengenai Tenaga Perpustakaan Perguruan Tinggi terdiri dari kepala perpustakaan, pustakawan, tenaga teknis perpustakaan, dan tenaga administrasi. Aturan dan tata tertib yang dibuat dan disahkan oleh Kepala Perpustakaan dan pimpinan STIQSI didasari juga dengan aturan dari STIQSI dan pondok pesantren Al-Ishlah. Jadi, menyesuaikan dengan pemustaka yang ada di perpustakaan STIQSI. Sehingga tidak akan terjadi bentrok ataupun hal yang dapat menganggu kegiatan masing-masing baik perpustakaan mahasiswa, maupun santri pondok pesantren. Gambar 2: Peraturan perpustakaan Sumber : Kholili (2022) Variabel budaya menjelaskan mengenai temuan tentang kondisi perpustakaan STIQSI cukup baik, kondisi perpustakaan STIQSI saat ini sudah cukup baik ukuran cukup baik dapat dilihat dari peningkatan layanan dan koleksi. Peningkatan kualitas ini mencakup adanya kegiatan klasifikasi buku, selfing, penataan ruang dan peningkatan sistem otomasi. Dari sisi ruang ukuran dan luas ruangan masih kurang karena beberapa ruangan yang harus berbagi fungsi. Variabel sumber daya menjelaskan mengenai faktor penunjang perpustakaan meliputi promosi perpustakaan, sumber daya manusia, sarana dan prasarana di perpustakaan, Perpustakaan sudah melakukan kegiatan promosi yaitu memperkenalkan sistem otomasi perpustakaan dan tata cara peminjaman koleksi kegiatan promosi berupa sosialisasi tentang perpustakaan disetiap angkatan semester. Bentuk kegiatan promosi perpustakaan yang bisa dilakukan oleh perpustakaan STIQSI adalah dengan pembuatan program promosi. Adapun dalam pembuatan program promosi ini dapat menggunakan beberapa pendekatan, diantaranya (Sujatna, 2017) : Melalui iklan. Perpustakaan STIQSI bisa bekerja sama dengan radio atau media cetak untuk mengiklankan layanan perpustakaan. Hal ini tentunya bisa dilakukan tanpa biaya, tergantung bagaimana negosiasi yang dilakukan; Melalui kontak pribadi. Perpustakaan STIQSI bisa memanfaatkan kontak pribadi atau meminta para civitas akademik untuk saling membagikan ulasan dan rekomendasi untuk mengunjungi perpustakaan. Hal ini tentunya bisa sangat efektif mengingat kebiasaan beberapa orang yang akan mencoba suatu hal yang direkomendasikan oleh kenalan atau orang terdekatnya; Melalui publikasi. Perpustakaan STIQSI bisa melakukan publikasi mandiri dengan cara membuat website dan media sosial. Megingat jumlah pengguna internet di Indonesia yang sangat banyak dan cepatnya penyebaran informasi melalui media sosial, sehingga bisa sangat membantu perpustakaan dalam promosi; Pemberian reward. Perpustakaan perlu melakukan kegiatan promosi seperti mengadakan lomba atau kegiatan rutin antar civitas akademik STIQSI. Bisa juga dengan mengadakan pemilihan pengunjung teladan perpustakaan atau bahkan duta perpustakaan yang mana nantinya akan diberikan reward dan sebagainya. Salah satu bentuk promosi adalah dengan membangun komunikasi dengan pemustaka. Hal ini merupakan salah satu bentuk upaya untuk memanfaatkan keahlian komunikasi pustakawan dalam berbagai kegiatan promosi. Dalam proses komunikasi dengan pemustaka ini diperlukan kemampuan yang baik, serta didukung oleh lingkungan yang kondusif, fasilitas yang memadai, serta koleksi perpustakaan yang lengkap. Faktor lain yang dapat menunjang berlangsungnya komunikasi yang baik dengan pemustaka adalah wawasan luas yang dimiliki oleh pustakawan, serta memiliki integritas yang tinggi. Untuk sarana dan prasarana, diawali dengan letak perpustakaan yang terletak di tempat strategis, Perpustakaan STIQSI terletak di antara laboratorium dan kantor pusat STIQSI sehingga mudah dijangkau pemustaka dan mempunyai koleksi serta layanan penunjang yang cukup memadai. Akan tetapi perpustakaaan STIQSI mempunyai ruang baca dan ruang koleksi yang masih dijadikan menjadi satu ruangan. Perpustakaan juga memiliki tujuh komputer, satu komputer admin, satu komputer OPAC, dan lima komputer untuk pemustaka. Perpustakaan STIQSI terletak di tempat strategis sehingga memungkinkan pemustaka dapat dengan mudah mengetahui keberadaan perpustakaan STIQSI. Kemudian untuk ruang yang dimiliki oleh perpustakaan masih kurang karena ruang baca dan ruang koleksi masih menjadi satu sehingga terlihat sempit. Hal ini juga merupakan salah satu kekurangan dari perpustakaaan STIQSI menurut pedoman penyelenggaraan perpustakaan perguruan tinggi tahun 20015 oleh karena itu dapat menghambat perkembangan perpustakaan, Diperlukan perencanaan dan desain yang baik agar tata letak di dalam perpustakaaan STIQSI tidak membuat kesan sempit. Gambar 3: Ruang Perpustakaan STIQSI Sumber : Kholili (2022) Tata ruang dan desain perpustakaan tentunya sangat berdampak terhadap jumlah pengunjung. Jika tata ruang dan desain perpustakaan menarik, maka minat pengunjung akan semakin tinggi sehingga dapat dijadikan perbaikan dan pengembangan untuk ke depannya. Karena tidak hanya satu faktor saja yang membuat pengunjung enggan untuk datang ke perpustakaan, melainkan meliputi beberapa faktor, dan tata ruang serta desain perpustakaan adalah salah satunya. Koleksi perpustakaaan STIQSI sendiri cukup lengkap. Berbagai macam koleksi tersedia mulai dari koleksi penunjang perkuliahan, koleksi fiksi dan non-fiksi, kitab kitab, koleksi umum. Kegiatan pengadaan juga dilakukan dengan melakukan survey kebutuhan bahan ajar dan perkuliahan. Survey kebutuhan dilakukan kepada mahasiswa dan dosen di lingkungan STIQSI. Sehingga ketika ada pengadaan koleksi, saran dari survey tersebut dapat dijadikan sebagai bahan pengadaan koleksi. Berdasarkan hasil dari interpretasi pada hasil wawancara maka dapat diambil data kekuatan (strength) dan peluang (opportunities), kelemahan (weakness) dan ancaman (threats). Untuk strength diambil dari kekuatan instansi yang dimana dari hasil interpretasi kemudian untuk weaknesses diambil dari kelemahan maupun kekurangan pada instansi adapun untuk Opportunities diambil dari kesempatan maupun peluang yang dimiliki oleh suatu instansi kemudian untuk Threats diambil dari ancaman yang ada pada instansi, untuk point-point tersebut diambil dari hasil interpretasi transkrip wawancara. Pada bagian strengths atau kekuatan di lingkungan perpustakaan STIQSI diambil dari dari interpretasi dari variabel lingkungan eksternal dan lingkungan internal. Kekuatan pertama dari Perpustakaan STIQSI yakni mengenai letak perpustakaan yang strategis. Perpustakaan STIQSI terletak di antara laboratorium dan kantor pusat STIQSI Seperti pada gambar berikut : Gambar 4: Gedung STIQSI Sumber : Kholili (2022) Letak dari perpustakaan Perpustakaan STIQSI yang strategis ini bisa dimanfaatkan untuk kegiatan promosi yang bisa menarik perhatian mahasiswa atau siapapun yang melewatinya. Misalnya perpustakaan sedang memiliki koleksi baru, maka perpustakaan bisa memberikan pengumuman melalui selebaran yang ditempel di dinding atau jika perlu perpustakaan membuat majalah dinding guna untuk menempelkan pengumuman atau informasi mengenai kegiatan yang ada atau yang akan diadakan oleh Perpustakaan STIQSI. Kemudian karena dekat dengan laboratorium, Perpustakaan STIQSI bisa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menarik mahasiswa yang misalnya masih menunggu di luar laboratorium untuk menunggu sambil membaca koleksi-koleksi yang ada di Perpustakaan STIQSI. Yang kedua, Perpustakaan STIQSI sudah menerapkan sistem otomasi perpustakaan yang popular yaitu Senayan Library Management System (SLiMS). Sistem otomasi ini tentunya akan mempermudah kegiatan di perpustakaan baik mempermudah kerja pustakawan maupun mempermudah pemustaka dalam hal pencarian koleksi perpustakaan. Bagi pustakawan sendiri, tentunya akan mempermudah dalam hal pelayanan sirkulasi, pelayanan cek peminjaman pemustaka, pelayanan keanggotaan dan lain sebagainya. Sedangkan bagi pemustaka tentunya akan mempermudah dalam hal pencarian koleksi perpustakaan, memudahkan temu kembali koleksi, memudahkan dalam hal peminjaman dan pengembalian koleksi dan lain sebagainya. Kekuatan dari Perpustakaan STIQSI yang ketiga yakni, letak Perpustakaan STIQSI yang masuk dalam naungan Pondok Pesantren Al-Ishlah. Hal ini menyebabkan nilai nilai pondok pesantren mau tidak mau akan melekat dalam Perpustakaan STIQSI. Nilai nilai pesantren yang terlihat seperti penerapan kebiasaan multilingual santri dan mahasiswa, yakni penggunaan bahasa Arab dan bahasa Inggris sebagai bahasa percakapan sehari-hari. Kemudian hal lain yang bisa menjadi kekuatan Perpustakaan STIQSI yakni dikarenakan Perpustakaan STIQSI berada dibawah naungan pondok pesantren, sehingga koleksi Perpustakaan STIQSI banyak berupa kitab-kitab karangan Ulama dan Salafus Shalihin, hal ini bisa menjadikan Perpustakaan STIQSI sebagai perpustakaan dengan koleksi kitab yang cukup lengkap. Yang terakhir yakni adanya dukungan yang cukup besar dari Institusi untuk pengembangan perpustakaan. Dari STIQSI sendiri mendukung penuh mengenai pengembangan perpustakaan kearah yang lebih baik sehingga dimanfaatkan oleh perpustakaan untuk mengembangkan koleksi, teknologi, maupun sumber daya yang sebelumnya belum dimiliki oleh Perpustakaan STIQSI. Perpustakaan STIQSI memiliki beberapa kekurangan yang akan dijabarkan sebagai berikut. Yang pertama yakni mengenai jadwal kunjung perpustakaan. Perpustakaan STIQSI mempunyai kebijakan mengenai pemisahan jadwal kunjung antara putra dan putri yang diberlakukan sejak januari 2022 sehingga perpustakaan mengalami penurunan jumlah kunjungan. Pemisahan jadwal kunjung ini salah satunya dipengaruhi oleh lingkungan pondok pesantren yang mana memang memisahkan antara santriwan dan santriwati. Hal ini juga berpengaruh terhadap perpustakaan, mau tidak mau perpustakaan harus tunduk dengan aturan tersebut. Yang kedua yakni mengenai struktur organisasi di Perpustakaan STIQSI. Tujuan dari pemustaka mengetahui tentang struktur organisasi di perpustakaan agar mengenal jabatan dan tugas yang pustakawan. Namun banyak dari mahasiswa maupun pemustaka lain belum mengetahui mengenai struktur kepengurusan terbaru yang ada di perpustakaan STIQSI. Hal ini disebabkan oleh tampilan struktur organisasi Perpustakaan STIQSI yang hanya berupa kertas tertempel saja sehingga menyebabkan banyak pemustaka yang kurang tertarik untuk membaca struktur organisasi dengan tampilan seperti itu. Yang ketiga yakni mengenai masalah ruangan perpustakaan. Perpustakaan STIQSI memiliki ruang perpustakaan yang memang dikhususkan untuk perpustakaan, namun untuk ruang baca dan ruang koleksi dijadikan menjadi satu sehingga tidak bisa menampung jumlah pemustaka yang lebih banyak, sebab kurangnya ruang yang ada di perpustakaan. akibatnya perpustakaan terpaksa untuk menyatukan ruang baca dengan ruang koleksi. Disisi website dan media sosial. Perpustakaan STIQSI belum mempunyai website maupun media sosial sehingga masih sulit menjangkau pemustaka baik dari lingkungan STIQSI, pondok, maupun khalayak umum, hal ini mengenai penyebaran informasi yang dilakukan oleh Perpustakaan STIQSI. Pembuatan website dan media sosial diharapkan bisa segera terlaksana agar bisa meningkatkan daya promosi Perpustakaan STIQSI. Pada bagian ini mendeskripsikan mengenai peluang yang ada di Perpustakaan STIQSI. Yang pertama yakni mengenai kerjasama dengan lembaga atau instansi lain di luar Perpustakaan STIQSI. Perpustakaan berpotensi melakukan kerjasama dengan perpustakaan lain atau lembaga informasi lainnya. Kepala perpustakaan STIQSI yang mana membuka kesempatan selebar-lebarnya dalam hal kerjasama dengan Perpustakaan STIQSI. Kerjasama bisa berupa layanan-layanan yang ada di perpustakaan, kerjasama dengan penerbit buku, kerjasama dengan media (online, cetak, maupun elektronik), serta Perpustakaan STIQSI membuka kerjasama dengan lembaga atau instansi diluar yang tidak berhubungan dengan perpustakaan dan informasi akan tetapi tetap dalam hal pengembangan pendidikan dan literasi. Pimpinan STIQSI memberikan dukungan dalam hal pengembangan perpustakaan, salah satunya dalam hal penambahan sumber daya termasuk juga sumber daya manusia yakni tenaga pustakawan maupun administratif di Perpustakaan STIQSI. Perkembangan perpustakaan berupa penambahan sumber daya manusia berdampak pada akreditasi perpustakaan STIQSI. Selain itu, Perpustakaan STIQSI berpeluang menambah kegiatan–kegiatan untuk mempromosikan perpustakaan sehingga meningkatkan minat kunjung di perpustakaan. Beberapa kegiatan yang bisa dilakukan yakni dengan pembuatan website dan media sosial, kemudian mengagendakan kerjasama dengan perpustakaan IAI TABAH (Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah) yang secara geografis berdekatan, faktor lain yang memperkuat adalah STIQSI (Sekolah tinggi ilmu Al- Qur’an dan Sains Al-Ishlah) pernah bekerja sama dibidang yang lain sehingga perpustakaan STIQSI berpeluang melakukan kerjasama dengan instansi tersebut. Ancaman yang dihadapi oleh Perpustakaan STIQSI berupa ancaman seperti vandalisme terhadap koleksi di perpustakaan STIQSI masih menjadi salah satu hal yang perlu diwaspadai. Diperlukan kesadaran individu dari setiap pemustaka yang berkunjung ke Perpustakaan STIQSI agar tetap menjaga keutuhan dan kondisi koleksi dengan baik. Perpustakaan juga perlu melakukan kegiatan yang bisa memupuk kesadaran akan perlunya pemustaka menjaga bahan koleksi perpustakaan dan tidak untuk merusaknya. Selain itu, bentuk ancaman seperti ketersediaan referensi atau bahan pustaka secara online bisa mengancam eksistensi Perpustakaan STIQSI. Mahasiswa banyak yang lebih memilih untuk mengakses dan mencari referensi dan juga bahan pustaka untuk keperluan tugas dari sumber-sumber daring. Ancaman tersebut bisa diatasi dengan kegigihan Perpustakaan STIQSI dalam hal promosi bahan pustaka dan referensi yang ada di perpustakaan, sehingga mahasiswa juga bisa mempertimbangkan untuk mencari, mengakses, dan menggunakan bahan referensi dari koleksi Perpustakaan STIQSI. Selain itu, Perpustakaan STIQSI bisa melakukan digitalisasi koleksi agar mahasiswa juga bisa mengakses koleksi-koleksi perpustakaan secara daring. Berdasarkan hasil analisis SWOT, terdapat kegiatan-kegiatan yang bisa dilakukan oleh perpustakaan namun peneliti membatasi kegiatan yang mencakup kegiatan promosi perpustakaan karena fokus penelitian ini pada kegiatan promosi perpustakaan. Adapun kegiatan tersebut antara lain : Tabel 1: Implementasi Kegiatan Strategi Promosi Perpustakaan Implementasi kegiatan Membuat website dan media sosial bagi perpustakaan Pembuatan akun media sosial (Instagram, facebook, twitter) dan website Mengadakan kegiatan promosi perpustakaan di jadwal putra dan putri Kegiatan promosi mencakup bedah buku karya dosen, microblog competition, pelatihan penulisan ilmiah dan popular, peringatan hari hari besar yang berhubungan dengan perpustakaan dan literasi Mensosialisasikan jurnal yang dilanggan oleh Perpustakaan Nasional. Memberikan pelatihan pembuatan akun e resources dan memperkenalkan database jurnal yang sesuai dengan bidang keilmuan / menyesuaikan prodi IAT (ilmu Al-qur’an dan tafsir), dan Memberikan pelatihan cara mengakses jurnal. Sumber : Data diolah peneliti (2022) Berdasarkan tabel diatas, uraian mengenai kegiatan yang bisa dilakukan oleh perpustakaan STIQSI sebagai berikut: Tujuan dari pembuatan media sosial adalah untuk berinteraksi dengan pemustaka secara daring dan juga untuk memperkenalkan perpustakaan lewat media sosial. Selain itu, pemustaka dapat memanfaatkan media sosial perpustakaan sebagai media untuk memberikan kritik dan saran yang membangun bagi perpustakaan. Tujuan dari pembuatan website adalah sebagai sarana dan media presentasi profil perpustakaan, serta sebagai sarana untuk menyebarluaskan ilmu pengetahuan. Manfaat dari pembuatan website adalah untuk memperkenalkan perpustakaan secara mudah, luas dan murah. Selain itu manfaat yang didapat dari pembuatan website adalah memudahkan dalam penyebaran informasi secara luas melalui internet dan mesin pencarian. Kegiatan Bedah buku karya dosen bertujuan untuk meningkatkan komunikasi ilmiah di perpustakaan, sehingga mahasiswa bisa memperluas khazanah pengetahuan mereka mengenai buku-buku karya dosen maupun buku karya orang lain. Sehingga bisa menimbulkan timbal balik yang positif antara dosen dan mahasiswa atau pemustaka. Perpustakaan dapat mempromosikan kegiatan ini melalui website maupun media sosial yang dimiliki. Akan lebih baik jika bisa dibuka untuk umum, agar perpustakaan STIQSI bisa lebih mengembangkan jaringan dan cakupan wilayah pemustaka. Manfaat dari Microblog competition adalah mahasiswa diharapkan dapat menyalurkan kreatifitasnya sehingga daya imajinasinya akan terasah dan semakin berkembang. Kemudian bagi masyarakat umum sendiri dapat digunakan sebagai media yang bisa menambah wawasan mereka melalui microblog yang dibuat karena informasi yang dibuat dalam microblog harus kreatif dan beda antara satu sama lain. Kegiatan ini dapat mengusung tema yang umum ataupun hal-hal yang sedang ramai diperbincangkan. Peserta dapat mengunggah microblog di media sosialnya masing masing (dalam hal ini yang lebih ramai dipakai adalah Instagram) dan juga menandai akun media sosial perpustakaan. Setelah sampai batas waktu yang ditentukan, dapat dilakukan presentasi dari masing-masing peserta. Peserta yang terpilih menjadi juara mendapatkan hadiah dan juga karyanya diunggah di website dan media sosial perpustakaan. Kegiatan pelatihan penulisan ilmiah dan popular dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan skill mahasiswa dalam penulisan sehingga mampu meningkatkan budaya literasi di perpustakaan STIQSI. Diharapkan mahasiswa mampu menghasilkan tulisan-tulisan yang berbobot, menumbuhkan sikap kritis dan kreatif serta bisa menumbuhkan keterampilan menulis sehingga bisa dimanfaatkan sebagai kelebihan dan juga kepentingan lainnya. Kegiatan ini dapat dilakukan secara berkala dengan kurun waktu seminggu sekali, dua minggu sekali, ataupun sebulan sekali. Dalam beberapa pertemuan pemateri dapat memberikan penugasan kepada peserta, sehingga dapat dimonitor perkembangan kualitas tulisan dari masing-masing peserta. Peringatan-peringatan hari besar yang berhubungan dengan perpustakaan dan literasi ini bisa dilakukan dengan berbagai macam kegiatan seperti memposting postingan mengenai ucapan selamat pada setiap tanggal-tanggal tersebut, mengadakan kegiatan bedah buku, lomba resensi, lomba membuat puisi dan pembacaannya, kemudian pengadaan kegiatan seperti Duta Perpustakaan STIQSI, Duta Literasi STIQSI, pengunjung perpustakaan paling rajin, peminjam buku terbanyak dan lain sebagainya. Pembuatan akun di e-resources pada saat pelatihan bisa dipandu oleh pustakawan, dalam pelaksanaan kegiatan dilaksanakan secara bertahap dengan jadwal yang disepakati dengan mahasiswa. Tujuan dari kegiatan ini untuk memudahkan mahasiswa dalam pencarian jurnal dengan memiliki akun e- resources. Manfaat diadakannya kegiatan ini untuk bisa melaksanakan kegiatan dari perpustakaan lain yaitu memperkenalkan dan mengakses jurnal di portal e- resourcess sehingga kegiatan satu dengan kegiatan berkesinambungan. Pengenalan database jurnal kepada mahasiswa bisa dilakukan dengan mengenalkan database jurnal yang berbasis open access dan close access, database jurnal berbayar maupun gratis, kemudian juga pengenalan database jurnal yang sesuai dengan keilmuan yang dipelajari di kampus. Beberapa database jurnal yang bisa dilanggan oleh perpustakaan adalah Emerald Insight, Taylor and Francis, Cambridge Core, Springer Link, Sagepub, JStor, Science Direct atau Elsevier, Proquest, Ebsco, Wiley, dan masih banyak lagi direktori jurnal atau database jurnal di seluruh dunia.
Conclusion
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kondisi eksternal dan internal di perpustakaan STIQSI meliputi jadwal kunjungan disesuaikan dengan jadwal yang ada di pondok pesantren Al-Ishlah, kondisi ekonomi tidak berpengaruh pada perpustakaan, perpustakaan belum melakukan kerjasama dengan perpustakaan lain, koleksi sudah dimanfaatkan oleh pemustaka, perpustakaan terletak di tempat strategis. Perumusan strategi yang dapat diimplementasikan di perpustakaan meliputi pembuatan akun media sosial (instagram,facebook,twitter), pembuatan website, bedah buku karya dosen, microblog competion, pelatihan penulisan ilmiah dan popular, peringatan hari-hari besar yang berhubungan dengan perpustakaan dan literasi, memberikan pelatihan pembuatan akun e-resources, memperkenalkan database jurnal yang sesuai dengan bidang keilmuan/menyesuaikan Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan tafsir (IAT), dan memberikan pelatihan cara mengakses jurnal.