Kembali
16
1
2023 LibTech: Library and Information Science Journal Vol 5 · 1 ISSN 2723-7605

Strategi Pengembangan Perpustakaan Sekolah SMA Negeri 73 Jakarta Sebagai Pusat Sumber Belajar

Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang; Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang; Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Abstrak

Pusat sumber belajar merupakan sarana pembelajaran yang sangat mempengaruhi kualitas pendidikan di sekolah. Perpustakaan sekolah dapat dikatakan sebagai pusat sumber belajar apabila perpustakaan sudah menjadi perpustakaan ideal. Tujuan penelitian ini adalah membuat dan merancang rencana strategis yang diharapkan dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pemanfaatan perpustakaan sekolah sebagai pusat sumber belajar. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan observasi, wawancara, dokumentasi, dan FGD (Focus Group Discussion). Hasil dari penelitian ini adalah perancangan dan penyusunan profil perpustakaan sekolah, visi, misi, tujuan, dan strategi pengembangan perpustakaan sekolah sebagai pusat sumber belajar.

Abstract

Learning resource centers are learning facilities that greatly affect the quality of education in schools. The school library can be said to be a learning resource center if the library has become an ideal library. In order to increase the quality of using the school library as a learning resource center, the goal of this research is to create a strategic plan. This research style combines a qualitative framework with a descriptive methodology. Collecting data in this research is by observation, interviews, documentation, and FGD (Focus Group Discussion). The results of this study are the design and preparation of the school library profile, vision, mission, objectives and strategies for developing the school library as a learning resource center.
Keywords: Strategy · Development · School Library · Learning Resource Center

Introduction

Perpustakaan sekolah memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia karena membantu siswa mengembangkan keterampilan membaca, menulis, dan berpikir kritis. Oleh karena itu, sekolah dan pemerintah perlu memberikan perhatian khusus untuk meningkatkan kondisi perpustakaan sekolah IndonesiaPeningkatan kualitas dan pelayanan pusat sumber belajar (PSB) merupakan salah satu pendekatan konkret untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Pembelajaran dapat berjalan baik dengan bantuan PSB ini, yang juga berfungsi sebagai layanan proses pendidikan yang unggul. Pusat sumber belajar, seperti perpustakaan akan menjadi bagian penting dari PSB di lembaga pendidikan. Oleh karena itu, pusat sumber belajar di sekolah perlu dikelola dengan cermat, mulai dari tahap perencanaan hingga evaluasi (Sulistyowati, 2012). Menurut pendapat (Efrina, 2017) sebagai perpustakaan sekolah yang ideal, perpustakaan perlu mempunyai program, visi, dan misi perpustakaan. Visi dan misi perpustakaan merupakan aspek utama dalam pembuatan program kerja. Perencanaan program kerja wajib disusun secara terarah agar perpustakaan sekolah dapat berhasil memenuhi tujuannya dan melaksanakan tugasnya. Perpustakaan sekolah SMA Negeri 73 Jakarta belum memiliki visi dan misi tersendiri, sehingga perpustakaan sekolah belum memiliki program kerja dan tujuan yang jelas. Perpustakaan sekolah tersebut memiliki program gerakan literasi sekolah yang diadakan setiap bulan, program tersebut menampilkan kreasi siswa mulai dari musikalisasi puisi, menyanyi, drama dan lainnya. Namun, program tersebut belum sepenuhnya memanfaatkan perpustakaan, karena karya siswa tidak disimpan di perpustakaan sebagai aset sekolah. Hal-hal tersebut belum menjadikan perpustakaan sekolah sebagai pusat sumber belajar, karena warga sekolah belum sepenuhnya memanfaatkan perpustakaan menjadi sumber informasi. Menurut (Abas, 2014) jumlah kunjungan pengguna perpustakaan merupakan salah satu aspek untuk melihat keberhasilan perpustakaan. Pentingnya akses siswa ke perpustakaan, dapat membantu siswa untuk membaca literatur dan memanfaatkan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar, seperti mencari informasi dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru. Untuk melihat keberhasilan perpustakaan sekolah sebagai perpustakaan ideal, peneliti melihat data statistik pengunjung perpustakaan sekolah SMA Negeri 73 Jakarta. Berikut ini adalah statistik jumlah pengunjung perpustakaan sekolah SMA Negeri 73 Jakarta pada bulan Januari- September tahun 2022. Tabel 1. Data Kunjungan Perpustakaan SMA Negeri 73 Jakarta Bulan Jumlah Januari 55 Siswa Februari 44 Siswa Maret 39 Siswa April 64 Siswa Mei 5 Siswa Juni 67 Siswa Juli 78 Siswa Agustus 88 Siswa September 98 Siswa Sumber: Buku kunjungan Siswa Perpustakaan Sekolah SMA Negeri 73 Jakarta (Januari-September 2022) Data kunjungan perpustakaan pada bulan Januari-September 2022 terdapat rata- rata 60 siswa yang berkunjung setiap bulannya. Artinya, hanya 8.19% dari 744 siswa SMA Negeri 73 Jakarta yang berkunjung ke perpustakaan sekolah. Menurut (American Association of School Librarians (AASL) | A Division of the American Library Association, n.d.) (2021) standar minimal untuk pengunjung perpustakaan SMA per jam adalah 10-20 pengunjung, sedangkan untuk pengunjung per minggu adalah 200-250 siswa. Hal tersebut berbanding cukup jauh dari jumlah pengunjung di Perpustakaan SMA Negeri 73 Jakarta yang hanya memiliki pengunjung 8-9 siswa di setiap minggunya. Standar statistik tersebut hanya sebagai patokan secara umum, dan dapat bervariasi tergantung pada berbagai faktor seperti ukuran sekolah, lokasi geografis, dan kebijakan perpustakaan. (Efrina, 2017) menyatakan bahwa perpustakaan sekolah dikatakan sebagai pusat sumber belajar apabila warga sekolah memanfaatkan sumber daya perpustakaan dengan baik sebagai sumber mencari informasi. Oleh karena itu, penting untuk mengevaluasi kebutuhan dan sumber daya perpustakaan secara individual dan mengembangkan standar yang sesuai untuk situasi yang berkembang pada saat ini. Fokus permasalahan dalam penelitian ini adalah Perpustakaan Sekolah SMA Negeri 73 Jakarta belum memiliki profil perpustakaan, belum terbentuknya visi, misi, dan tujuan perpustakaan, serta belum mempunyai strategi pengembangan perpustakaan. Menurut (Rencana Strategis Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kabupaten Lima Puluh Kota, 2021) jika sebuah perpustakaan tidak memiliki gambaran tentang visi, misi, tujuan, dan strateginya, kemungkinan besar perpustakaan akan kesulitan untuk tumbuh dan melayani penggunanya dengan baik. Dalam hal ini, perpustakaan cenderung terbatas dalam memperoleh sumber belajar, mengembangkan teknologi informasi dan meningkatkan kualitas layanan. Selain itu, tanpa visi, misi, tujuan, dan strategi yang jelas, perpustakaan dapat kehilangan arah dan kesulitan untuk mengevaluasi kinerjanya secara berkala. Oleh karena itu, perpustakaan perlu memiliki visi, misi, tujuan, dan strategi yang jelas untuk memandu pengembangan dan layanannya perpustakaan. Maka dengan adanya permasalahan yang terjadi di Perpustakaan Sekolah SMA Negeri 73 Jakarta, perlunya membuat rencana strategis yang diharapkan dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pemanfaatan perpustakaan sekolah sebagai pusat sumber belajar. Untuk membuat strategi pengembangan perpustakaan sekolah sebagai pusat sumber belajar, peneliti mengulas dari penelitian(Saderi, 2017) yang membahas mengenai strategi pengembangan perpustakaan dan berfokus pada rancangan strategi pengembangan kompetensi guru dan pustakawan untuk meningkatkan motivasi minat baca siswa. Berbeda dengan penelitian sebelumnya, penelitian ini berfokus pada pembuatan profil perpustakaan, visi, misi, tujuan, dan penyusunan strategi pengembangan sebagai pusat sumber belajar. Oleh karena itu, peneliti mengambil judul skripsi tentang "Strategi Pengembangan Perpustakaan Sekolah SMA Negeri 73 Jakarta Sebagai Pusat Sumber Belajar".

Method

Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek utama penyelidikan dalam penelitian ini berkaitan dengan pokok bahasan utama, yang biasa disebut sebagai "key informan" adalah kepala sekolah, kepala perpustakaan, pengelola perpustakaan, pengajar sebanyak 2 orang dan siswa sebanyak 2 orang. Objek pada penelitian ini adalah strategi pengembangan perpustakaan sekolah SMAN 73 Jakarta sebagai pusat sumber belajar. Tempat yang dijadikan lokasi penelitian terletak di Perpustakaan Sekolah SMA Negeri 73 Jakarta, yang berlokasi di JL. Raya Cakung Cilincing, Semper Timur, Kec. Cilincing, Kota Jakarta Utara Prov. D.K.I. Jakarta. Waktu penelitian akan dilaksanakan selama 6 bulan yaitu pada bulan Januari-Juni tahun 2023. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, FGD (Focus Grup Discution), dan dokumentasi (Puspita, 2017). Analisis data dengan menggunakan model interaktif adalah analisis data sederhana dalam metode penelitian kualitatif seperti reduksi data, display data, dan pengambilan kesimpulan ((Sugiyono, 2018).

Result & Discussion

Analisis Kebutuhan Penyusunan Strategi Pengembangan Pusat Sumber Belajar Dalam mengembangkan perpustakaan sekolah secara efektif, penting untuk memasukkan tiga elemen utama, yaitu visi, misi, dan tujuan, strategi pencapaian, serta metrik pencapaian. Hal ini bertujuan agar perpustakaan sekolah tetap terfokus dan terarah meskipun terjadi pergantian kepemimpinan. Proses penyusunan strategi ini juga harus melibatkan semua pihak yang terkait, seperti manajemen sekolah, pustakawan, dan ahli pendidikan dan perpustakaan. Selain itu, rencana pengembangan perpustakaan sekolah sebaiknya juga mencakup indikator seperti profil perpustakaan sekolah, visi, misi, tujuan, serta strategi pengembangan perpustakaan sekolah ((Komarudin, 2012). Hasil penelitian ini berisi tentang analisis kebutuhan penyusunan profil perpustakaan, menganalisis kebutuhan penyusunan visi, misi, dan tujuan, serta analisis kebutuhan penyusunan strategi pengembangan perpustakaan SMA Negeri 73 Jakarta. Strategi Pengembangan Perpustakaan Sekolah SMA Negeri 73 Jakarta Sebagai Pusat Sumber Belajar Strategi perpustakaan sekolah merupakan rencana jangka panjang yang dilaksanakan secara teratur untuk mencapai tujuan organisasi. Oleh sebab itu, strategi perpustakaan sekolah perlu disusun dengan tujuan tertentu agar dapat memaksimalkan penggunaan sumber daya perpustakaan sekolah oleh siswa dan untuk menciptakan budaya membaca dan belajar di sekolah. Untuk meningkatkan penggunaan perpustakaan terhadap kepuasan penggunaan pengujung dan kemajuan perpustakaan perpustakaan perlu mengembangan program khusus ((Saderi, 2017). Strategi pengembangan Perpustakaan Sekolah SMA Negeri 73 Jakarta sebagai pusat sumber belajar merupakan aspek yang sangat penting untuk meningkatkan mutu pendidikan siswa. Perancangan strategi pengembangan bertujuan untuk mencapai visi dan misi yang diharapkan. Terdapat indikator dalam rencana strategis pengembangan perpustakaan sekolah sekurang-kurangnya meliputi profil perpustakaan sekolah, visi, misi, tujuan perpustakaan sekolah dan penyusunan strategi pengembangan perpustakaan sekolah ((Komarudin, 2012). Berikut ini adalah perancangan strategi pengembangan Perpustakaan Sekolah SMA Negeri 73 Jakarta Sebagai Pusat Sumber Belajar. Penyusunan Profil Perpustakaan Sekolah SMA Negeri 73 Jakarta Berdasarkan analisis kebutuhan mengenai penyusunan profil perpustakaan sekolah, terdapat informasi mengenai identitas perpustakaan sekolah, fungsi perpustakaan, dan layanan yang berjalan di perpustakaan. Perpustakaan Sekolah SMA Negeri 73 Jakarta berdiri pada tahun 1983 dan memiliki luas bangunan 99 m2. Perpustakaan sekolah memiliki rak buku kayu berjumlah 12 buah, lemari buku besi berjumlah 7 buah, lemari katalog 4 buah, meja berjumlah 7 buah, kursi berjumlah 10 buah, meja sirkulasi berjumlah 2 buah, komputer berjumlah 2 buah, dan AC berjumlah 2 buah. Berdasarkan hasil FGD (Focus Group Disscution) ditentukan Profil Perpustakaan Sekolah SMA Negeri 73 Jakarta ditetapkan sebagai berikut. 1. Identitas Perpustakaan Sekolah SMA Negeri 73 Jakarta Tabel 2. Data Profil Perpustakaan Sekolah SMAN 73 Jakarta Nama Perpustakaan : Perpustakaan Sekolah SMAN 73 Jakarta Alamat : JL. Raya Cakung Cilincing, Semper Timur, Kec. Cilincing, Kota Jakarta Utara Prov. D.K.I. Jakarta No. Telp E-mail : (021) 4401622 : library@sman73jkt.sch.id Tahun Berdiri : 1983 Kepala Instansi : Tintin Suprihatin, M.Pd Kepala Perpustakaan Sekolah : Friska Falija Sihombing, S.Pd Staf Perpustakaan : Dwi Harningsih (Sumber: Dokumen Perpustakaan Sekolah SMA Negeri 73 Jakarta, 2023) 2. Sarana dan Prasarana Perpustakaan Sekolah SMA Negeri 73 Jakarta a. Luas Tanah Perpustakaan : 99 m2 b. Luas Bangunan Perpustakaan : 99 m2 c. Jenis Sarana dan Prasarana di Perpustakaan SMAN 73 Jakarta: Tabel 3. Data Sarana Prasarana Jenis Sarana dan Prasarana Jumlah Rak Buku Kayu Jati 4 Buah Rak Buku Isi 4 4 Buah Rak Buku 4 Buah Rak Buku Besi 13 Buah Rak Penyimpanan Besi 6 Buah Rak Buku Muka 2 6 Buah Kursi Kerja Pegawai 2 Buah Lemari Besi 4 Buah Lemari Buku Pintu 2 1 Buah Lemari Buku Pintu 4 1 Buah Meja Panjang 6 Buah Kursi Pengguna 8 Buah Scanner 1 Unit Komputer 2 Unit AC 1 Unit Printer HP 1 Unit Jumlah 64 (Sumber: Dokumen Perpustakaan Sekolah SMA Negeri 73 Jakarta, 2023) 3. Data Koleksi Perpustakaan Sekolah SMA Negeri 73 Jakarta Untuk koleksi di perpustakaan sekolah berjumlah 1113 judul buku yang terdiri dari buku teks berjumlah 18 judul dengan 23 eksemplar, buku fiksi berjumlah 261 judul dengan 1524 eksemplar, buku non fiksi berjumlah 735 judul dengan 4307 eksemplar, koleksi E- book 1 judul dengan 1 eksemplar, koleksi audio visual berjumlah 1 judul dengan 1 eksemplar, buku referensi 71 judul dengan 231 eksemplar, dan koleksi majalah 26 judul dengan 160 eksemplar. Tabel 4. Data Koleksi Jenis koleksi Jumlah judul Jumlah eksemplar Buku Teks 18 Judul 23 Eksemplar Buku fiksi 261 Judul 1534 Eksemplar Buku Non Fiksi 735 Judul 4307 Eksemplar Koleksi Audio Visual 1 Judul 1 Eksemplar Koleksi Ebook 1 Judul 1 Eksemplar Buku Referensi 71 Judul 231 Eksemplar Koleksi Majalah 26 Judul 160 Eksemplar Total 1113 Judul 6257 Eksemplar (Sumber: Dokumen Perpustakaan Sekolah SMA Negeri 73 Jakarta, 2023) 4. Fungsi Perpustakaan Sekolah SMA Negeri 73 Jakarta Perpustakaan sekolah berfungsi sebagai: a) Pusat kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan dalam kurikulum sekolah. Siswa dapat mendalami materi pembelajaran dengan menggunakan buku atau sumber informasi lain yang tersedia di perpustakaan untuk melengkapi informasi yang mereka peroleh di kelas. b) Pusat literasi informasi dan pusat belajar secara mandiri bagi siswa. Perpustakaan perlu menyediakan akses pencarian informasi dan perpustakaan juga perlu memiliki program layanan bimbingan layanan informasi bagi siswa, agar siswa mampu meningkatkan pembelajaran mengenai pemanfaatan sumber daya informasi yang bijak. c) Pusat penelitian sederhana bagi para siswa. Siswa dapat menggunakan berbagai jenis dan bentuk pengetahuan perpustakaan untuk memenuhi rasa ingin tahu mereka, mengembangkan kecerdasan dan analisis yang cermat untuk memecahkan suatu masalah. d) Pusat kegiatan membaca untuk menambah ilmu pengetahuan di waktu luang. Perpustakaan sekolah dapat menjadi tempat yang menarik bagi pengguna dengan menyediakan media belajar yang menarik, suasana yang nyaman dan menyenangkan, dan perpustakaan perlu menyediakan koleksi hiburan seperti fiksi, komik, manga, dan yang lainnya. e) Tempat kegiatan kreatif, imajinatif dan menyenangkan. penerapan fungsi tempat kegiatan kreatif, imajinatif, dan menyenangkan di perpustakaan sekolah. Hal ini dapat meningkatkan minat membaca, menumbuhkan kreativitas dan imajinasi, dan menarik peserta didik dengan beragam minat dan bakat. 5. Layanan Perpustakaan Sekolah SMA Negeri 73 Jakarta Layanan yang ada di perpustakaan meliputi: a) Layanan sirkulasi Layanan sirkulasi adalah layanan dasar yang perlu diterapkan di perpustakaan. Dengan adanya layanan sirkulasi di perpustakaan sekolah maka memberikan kesempatan kepada pengguna untuk memanfaatkan koleksi perpustakaan secara optimal. Layanan sirkulasi di perpustakaan adalah proses peminjaman, pengembalian, dan perpanjangan buku dan koleksi perpustakaan. Hal ini juga melibatkan pencatatan dan administrasi terkait penggunaan bahan pustaka. Fungsi utama layanan sirkulasi adalah memberikan akses kepada pengguna perpustakaan untuk meminjam dan menggunakan koleksi buku serta melindungi bahan pustaka. b) Layanan referensi Layanan referensi merupakan salah satu kegiatan inti yang dilakukan di perpustakaan dengan tujuan menyediakan akses kepada pemustaka untuk mencari dan mendapatkan informasi dari koleksi referensi yang tersedia. Layanan ini bertujuan untuk memberikan bantuan dalam menemukan informasi yang akurat dan relevan dengan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pemustaka. Fungsi utama dari layanan referensi adalah memberikan informasi, bimbingan, pengarahan, dan pengawasan kepada pemustaka. c) Layanan literasi informasi. Layanan literasi informasi adalah salah satu layanan yang disediakan oleh perpustakaan untuk membantu pemustaka memahami informasi dengan baik dan benar. Dalam layanan literasi informasi, pihak perpustakaan memberikan informasi dan bimbingan kepada pemustaka mengenai penelusuran informasi dan penggunaan koleksi perpustakaan, baik dalam bentuk tercetak maupun digital. Melalui layanan literasi informasi, perpustakaan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemustaka dalam mencari, memilih, mengevaluasi, dan menggunakan informasi dengan efektif. 6. Pelayanan Perpustakaan Sekolah SMA Negeri 73 Jakarta a) Jam Buka Perpustakaan : 06.30 - 15.00 WIB b) Anggota Perpustakaan : 744 Anggota c) Jumlah Kunjungan per bulan : 60 Orang 7. Tenaga Perpustakaan Sekolah SMA Negeri 73 Jakarta Tabel 5. Tenaga Perpustakaan Jabatan Jumlah Kepala Perpustakaan : 1 Orang Petugas Perpustakaan : 1 Orang (Sumber: Dokumen Perpustakaan Sekolah SMA Negeri 73 Jakarta, 2023) 8. Anggaran Perpustakaan Sekolah SMA Negeri 73 Jakarta Tabel 6. Anggaran Perpustakaan Sekolah Anggaran Jumlah Anggaran Pertahun : Rp 16.091.748,00 Anggaran pembelian koleksi : Rp 13.500.000,00 (Sumber: Dokumen Perpustakaan Sekolah SMA Negeri 73 Jakarta, 2023) Menentukan Visi Dan Misi Perpustakaan Sekolah SMA Negeri 73 Jakarta Berdasarkan analisis kebutuhan mengenai penyusunan visi dan misi perpustakaan sekolah, ditemukan bahwa peran perpustakaan perlu ditingkatkan dengan cara menyediakan berbagai koleksi bacaan untuk mengembangkan pengetahuan siswa. Fasilitas perpustakan sekolah perlu menyediakan akses sarana pencarian informasi untuk pengguna, terdapatnya area diskusi, dan menyediakan koleksi digital sehingga perpustakaan sekolah menjadi pengembang layanan infromasi pustaka berbasis Teknologi Informasi Komunikasi (TIK). Perpustakaan sekolah perlu menjalin hubungan dengan pengguna dengan menyelenggarakan gerakan literasi sekolah. Perpustakaan belum memiliki dampak yang signifikan terhadap pendidikan maka dari itu perpustakaan perlu mendukung akses pembelajaran dan meningkatkan budaya membaca di sekolah. Visi perpustakaan sekolah juga harus sejalan dengan visi dan tujuan keseluruhan sekolah dan memberikan arahan yang jelas kepada perpustakaan untuk mencapai tujuan jangka panjangnya. Manajemen, siswa, dan pemangku kepentingan lainnya akan bekerja sama untuk mencapai tujuan ini dengan mengunjungi perpustakaan sekolah. Pembuatan visi dan misi perlu dirumuskan dengan jelas dan inspiratif, misi perlu dibuat dengan pernyataan yang jelas dan terukur, visi dan misi terintegrasi dengan nilai organisasi, pembuatan visi dan misi perlu melibatkan seluruh anggota organisasi, dan pembuatan visi dan misi perlu menggunakan bahasa yang jelas dan tidak ambigu ((Whetten, D. A., & Cameron, 2013). Berdasarkan pemaparan hasil kebutuhan penyusunan visi dan misi serta menyesuaikan dengan kondisi di masa yang akan mendatang. Sesuai dengan kesepakatan FGD (Focus Group Disscution) maka dibentuklah sebuah visi perpustakaan sekolah sebagai berikut. Visi: “Terwujudnya perpustakaan sekolah sebagai media pengembangan minat baca, kegemaran membaca, pusat informasi dan edukasi.” Misi perpustakaan perlu diselaraskan dengan visi dan misi sekolah serta memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat sumber belajar. Misi merupakan pokok kegiatan yang dirumuskan secara realistis untuk mencapai visi yang diharapkan ((Hardjomuljadi, 2016). Maka dari itu dibentuklah misi perpustakaan sekolah adalah sebagai berikut: Misi: 1. Menyediakan berbagai koleksi bacaan untuk mengembangkan pengetahuan peseta didik 2. Menjadikan perpustakaan sebagai pendukung pendidikan di sekolah 3. Menjadikan perpustakaan sekolah sebagai tempat belajar yang nyaman dan menyenangkan 4. Mengembangkan layanan informasi pustaka berbasis Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) 5. Mengembangkan Gerakan Literasi Sekolah Menentukan Tujuan Perpustakaan Sekolah SMA Negeri 73 Jakarta Berdasarkan hasil analisis kebutuhan penyusunan tujuan perpustakaan sekolah, ditemukan bahwa tujuan perpustakaan sekolah saat ini adalah mendukung kelengkapan sarana pembelajaran berupa karya cetak maupun non cetak untuk mencapai tujuan pendidikan. Dalam hal ini tujuan perpustakaan sekolah secara spesifik perlu bertujuan untuk menjadi pusat pembelajaran mandiri, mendorong minat dan bakat siswa khususnya minat berliterasi, bertujuan membimbing siswa untuk memanfaatkan dan memelihara bahan pustaka sebagai sumber informasi dan sumber belajar, mengeksplorasi keterampilan siswa dalam memecahkan masalah dengan usaha sendiri, dan mengembangkan keterampilan siswa dalam mencari, menemukan, dan mengolah informasi yang didapat di perpustakaan dengan bijak. Tujuan perpustakaan sekolah (Kasiyah, 2018) yaitu untuk meningkatkan literasi siswa, menyediakan akses ke buku dan materi pendidikan berkualitas tinggi, mendorong siswa untuk belajar dan membaca, meningkatkan keterampilan informasi, meningkatkan pengetahuan siswa, dan meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Untuk mencapai tujuan ini, perpustakaan sekolah membantu siswa mengembangkan keterampilan literasi yang baik, mendapatkan akses ke sumber daya pendidikan berkualitas tinggi, dan meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah (Kasiyah, 2018). Dibentuknya tujuan perpustakaan sekolah adalah sebagai hasil yang ingin dicapai perpustakaan dalam jangka panjang atau jangka pendek. Tujuan yang dibuat perlu tepat, terukur, dapat dicapai, relevan, dan berorientasi terhadap masa depan. Tujuan perlu menyesuaikan dengan visi dan misi yang ingin dicapai (Whetten, D. A., & Cameron, 2013). Pembentukan tujuan perpusatakaan sekolah juga berdasarkan (Peraturan Perpustakaan Nasional Nomor 12 Tahun 2017 Tentang Standar Nasional Perpustakaan Sekolah Menengah Atas/ Madrasah Aliyah, 2017) (2017) yaitu perpustakaan sekolah perlu bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan minat baca, literasi informasi, bakat dan kecerdasan (intelektual, emosional dan spiritual) peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan dalam rangka mendukung tujuan pendidikan nasional melalui pelayanan perpustakaan yang berkualitas. Berdasarkan hasil FGD (Focus Group Disscution) maka dibentuklah tujuan Perpustakaan Sekolah SMA Negeri 73 Jakarta sebagai berikut. a. Tujuan Umum Mendukung kelengkapan sarana pembelajaran berupa karya cetak maupun non cetak untuk mencapai tujuan pendidikan. b. Tujuan Khusus 1. Untuk menjadi pusat pembelajaran mandiri 2. Mendorong minat dan bakat siswa khususnya minat berliterasi 3. Membimbing siswa untuk memanfaatkan dan memelihara bahan pustaka sebagai sumber informasi dan sumber belajar 4. Mengeksplorasi keterampilan siswa dalam memecahkan masalah dengan usaha sendiri 5. mengembangkan keterampilan siswa dalam mencari, menemukan, dan mengolah informasi yang didapat di perpustakaan dengan bijak. Penyusunan Dan Penetapan Strategi Pengembangan Perpustakaan Sekolah SMA Negeri 73 Jakarta Sebagai Pusat Sumber Belajar Strategi pengembangan perpustakaan sekolah merupakan langkah yang dimaksudkan untuk memajukan perpustakaan dan menjadikannya sebagai sumber belajar yang lebih bermanfaat. Berikut ini adalah alur penyusunan strategi pengembangan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar dalam penelitian ini ((Hardjomuljadi, 2016). Gambar 1. Alur Penyusunan Strategi Pengembangan Perpustakaan Sebagai Pusat Sumber Belajar (Sumber: Hasil olah data peneliti, 2023) Pada alur penyusunan strategi di atas menyesuaikan dan selaras dengan penyusunan strategi pengembangan perpustakaan sekolah yaitu meliputi analisis kebutuhan pengguna perpustakaan, menentukan visi, misi, tujuan pengembangan perpustakaan, dan penetapan strategi pengembangan. Dalam hal tersebut penyusunan strategi pengembangan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar perlu menyesuaikan dengan visi, misi, tujuan, dan kondisi yang ingin dicapai dimasa yang akan datang. Perpustakaan dapat memaksimalkan penggunaan sumber daya mereka saat ini dan meningkatkan manajemennya agar lebih efektif dan efisien dengan mengatur strategi pengembangan mereka secara cermat menurut ((Wijanarko, B., 2019). Penyusunan strategi pengembangan pusat sumber belajar perlu memperhatikan beberapa aspek yaitu: perlu memperhatikan peserta didik, menerapkan media pembelajaran dari bentuk media perangkat lunak dan keras, bahan pembelajaran yang diberikan oleh sekolah perlu dirawat secara individual oleh peserta didik, dan menyelenggarakan program-program yang sesuai dengan peserta didik. Berdasarkan analisis kebutuhan penyusunan strategi pengembangan perpustakaan sekolah, informan mengusulkan beberapa strategi yang akan diterapkan ((Prastowo, 2018). Maka dari itu, peneliti menyusun strategi yang tepat menyesuaikan dengan kebutuhan pengguna dan menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Berikut ini adalah strategi pengembangan Perpustakaan Sekolah SMAN 73 Jakarta sebagai pusat sumber belajar. 1. Strategi pengembangan sumber daya manusia perpustakaan Penerapkan strategi pengembangan sdm, perpustakaan sekolah akan lebih memiliki tenaga-tenaga kerja yang kompeten, berpengetahuan luas, serta siap menghadapi kesulitan dan perubahan yang terjadi di lingkungan perpustakaan dimasa yang akan datang. Hal ini akan mempengaruhi dan berdampak baik pada layanan perpustakaan sekolah dan pembelajaran siswa. Penetapan strategi tersebut didukung oleh penelitian (Qurotianti, 2018) menyatakan kepuasan pemustaka merupakan tolak ukur keberhasilan kemajuan suatu perpustakaan, sehingga pustakawan dan petugas perpustakaan dituntut untuk selalu memberikan pelayanan prima kepada pemustaka. Mereka hanya melayani pelanggan “apa adanya” sehingga pustakawan dan petugas perpustakaan wajib selalu memberikan pelayanan prima kepada pelanggan. Kurangnya informasi dan pengalaman mengenai bagaimana memberikan layanan yang luar biasa kepada pengguna untuk mencapai tingkat kebahagiaan pengguna yang diinginkan adalah salah satu dari banyak elemen yang berkontribusi terhadap hal ini. pengunjung datang dan mempengaruhi keutuhan perpustakaan. Maka dari itu, tenaga perpustakaan perlu memiliki kompetensi seperti pada Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan Sekolah (2015). Berikut ini adalah strategi-strategi pengembangan sdm perpustakaan yang akan diterapkan dan sesuai dengan kondisi Perpustakaan SMAN 73 Jakarta. a) Pengembangan dan pelatihan Pelatihan dan pengembangan sdm dilakukan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalitas sdm. Pihak sekolah perlu untuk memfasilitasi sdm perpustakaan untuk mengembangkan potensi optimalnya melalui pendidikan formal, dan pelatihan non frormal seperti pelatihan/workshop maupun kepesertaan dalam kegiatan pengembangan diri. b) Mengevaluasi kinerja Evaluasi kinerja sdm perpustakaan adalah strategi yang perlu dilakukan secara berkala, yaitu bertujuan untuk mengidentifikasi kelebihan dan kelemahan sdm. Evaluasi kinerja dengan pemantauan yang baik, akan membantu sdm dalam mengukur kemajuan mereka dan melakukan perbaikan secara individu. c) Bekerja dengan porsi dan posisi yang sesuai Sumber daya perpustakaan perlu mengetahui tugas dan porsinya masing-masing. Dengan bekerja sesuai dengan porsi dan posisi yang sesuai dengan bidangnya, sdm perpustakaan dapat berfungsi lebih efektif dan efisien, dan mengoptimalkan potensi bekerja masing-masing. 2. Strategi pengembangan sarana dan prasarana perpustakaan Penerapan strategi pengembangan sarana dan prasarana perpustakaan sekolah bertujuan untuk menciptakan lingkungan atau kondisi ruangan yang mendukung pembelajaran, mendorong minat baca, dan memberikan akses ke informasi yang lebih relevan. Sarana dan prasarana perpustakaan sekolah yang memadai akan membantu meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah seperti pada (Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan Sekolah, 2015). Standar Perpustakaan yang memiliki fasilitas yang lengkap, nyaman, dan modern akan mendorong siswa untuk membaca, belajar, dan mengeksplor sumber daya yang tersedia. a) Mengevaluasi kondisi saat ini Kegiatan evaluasi kondisi dilakukan untuk memantau kondisi sarana dan prasarana perpustakaan yang tersedia. Sehingga pihak sekolah mengetahui tindakan apa yang perlu dilakukan untuk mengembangkan sarana dan prasarana perpustakaan agar lebih memadai bagi pengguna. b) Menyediakan Teknologi Informasi Digital untuk pengguna Dengan menggunakan teknologi informasi digital, perpustakaan dapat menawarkan beragam koleksi termasuk e-book dan sumber belajar interaktif, yang memperluas akses bagi pengguna perpustakaan. c) Perencanaan ruang Pengelolaan ruang perpustakaan yang efektif dimungkinkan dengan perencanaan yang cermat, memanfaatkan setiap ruang yang tersedia sebaik mungkin. Hal ini memungkinkan untuk memposisikan koleksi, fasilitas, dan tempat kerja yang tepat sesuai dengan kebutuhan pengguna. Untuk menciptakan suasana yang efisien, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna, serta memberikan pengalaman pengguna yang positif. 3. Strategi pengembangan koleksi Koleksi perpustakaan yang menarik dan bervariasi dapat mendorong dan meningkatkan minat membaca siswa dan dapat mendukung pembelajaran. Berikut ini adalah strategi-strategi yang perlu diterapkan untuk meningkatkan kebermanfaatan koleksi perpustakaan. Dengan menyelaraskan pada Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan Sekolah (2015) dan Peraturan Perpustakaan Nasional Nomor 12 Tentang Standar Nasional Perpustakaan Sekolah Menengah Atas/ Madrasah Aliyah (2017). Hal tersebut didukung dengan penelitian (Putu et al., 2016)yang mana pengelolaan koleksi perlu dilakukan agar koleksi perpustakaan mudah dijangkau oleh pemustaka, sehingga meningkatkan kualitas kebermanfaatan koleksi di perpustakaan. a) Membuat jadwal harian dalam pengelolaan koleksi. b) Kolaborasi atau bekerja sama dengan perpustakaan yang sudah terakreditas lebih baik c) Evaluasi koleksi dan mengecek secara berkala kondisi koleksi (Pemeliharaan) d) Analisis kebutuhan pengguna dan melibatkan pengguna baik guru maupun siswa dalam pengembangan koleksi e) Ketersediaan koleksi baru dan sesuai dengan perkembangan zaman 4. Strategi pengembangan program-program perpustakaan sebagai pusat sumber belajar Program yang akan dibuat membantu meningkatkan penggunaan fasilitas perpustakaan sekolah. Berikut ini adalah strategi pengembangan program perpustakaan sekolah sebagai pusat sumber belajar yang akan diterapkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Program yang nantinya akan dijalankan di Perpustakaan Sekolah SMA Negeri 73 Jakarta dengan mengacu pada beberapa indikator kompetensi literasi digital yang telah ditetapkan (UNESCO, 2018). Pastinya sesuai dengan Undang-undang tentang penyelenggaraan perpustakaan sekolah yang mengenai program perpustakaan yaitu berfokus pada literasi digital. Hal tersebut juga didukung oleh peneliti lain sebelumnya mengenai kemampuan literasi mencakup berbagai keterampilan, seperti keterampilan komputer dan komunikasi, literasi teknologi, informasi, dan komunikasi siswa bermanfaat bagi pengembangan keterampilan individu dan juga bagi perpustakaan. Keahlian teknologi, informasi, dan komunikasi dapat dimanfaatkan untuk menambah kemampuan pencarian informasi (Putu et al., 2016) a. Program keterampilan digital Melalui program ini, perpustakaan sekolah menjadi tempat yang mendukung pengembangan keterampilan digital siswa dan mempersiapkan mereka untuk sukses di masa depan yang semakin terhubung secara digital. Program keterampilan yaitu meliputi. 1) Pelatihan dan pembelajaran mengenai penggunaan perangkat keras dan perangkat lunak komputer 2) Pembelajaran mengenai tips keamanan online 3) Pembelajaran mengenai tips mempermudah kegiatan penelitian di dunia internet b. Program penelusuran dan peminjaman Secara keseluruhan, program ini memberikan kemudahan dan aksesibilitas yang berperan dalam pengembangan pengetahuan dan pengalaman belajar. Program tersebut meliputi sistem pencarian online, perpustakaan perlu menyediakan platform online yang memungkinkan pengguna untuk melakukan pencarian koleksi perpustakaan dengan mengetik kata kunci, filter, atau kategori tertentu. c. Program literasi dan pembelajaran Program literasi dan pembelajaran bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca, menulis, berbicara, dan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi secara efektif. Program ini langsung melibatkan siswa dalam kegiatan yang mendorong literasi dan pembelajaran secara aktif. Berikut ini adalah program-program literasi dan pembelajaran perpustakaan sekolah yang akan diterapkan. 1) Penulisan kreatif yaitu perpustakaan mengadakan program penulisan kreatif yang mendorong siswa untuk meningkatkan keterampilan dalam menulisanya seperti lomba menulis cerpen, menulis puisi, publikasi karya siswa, dan kegiatan literasi yang lain. 2) Program perpustakaan sebagai sumber belajar yaitu program perpustakaan menjadi pusat sumber belajar yang menyediakan akses ke berbagai bahan referensi di perpustakaan digital seperti Ipusnas. d. Program kampanye/promosi perpustakaan Dengan melakukan promosi dan penyuluhan, perpustakaan sekolah dapat meningkatkan kesadaran tentang keberadaan dan pentingnya perpustakaan di lingkungan sekolah. Program promosi yang selaras dengan Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan Sekolah (2015) kemudian didukung dengan teori yang dipaparkan oleh (Harahap, 2021) mengenai strategi promosi perpustakaan yang akan diterapkan di Perpustakaan Sekolah SMA Negeri 73 Jakarta. 1) Membuat poster pamflet yang menarik mengenai informasi koleksi perpustakaan, jadwal operasional, layanan yang tersedia, dan manfaat membaca. 2) Memanfaatkan sosial media seperti instagram dan tiktok untuk mempromosikan kegiatan perpustakaan dan koleksi yang tersedia. Postingan perlu dibuat semenarik mungkin yang berisi tentang rekomendasi bacaan yang tersedia di perpustakaan. 3) Penghargaan atau memberikan hadiah kepada siswa yang sering berkunjung dam memanfaatkan fasilitas sekolah. 4) Pembuatan video promosi perpustakaan yang menggunakan visual yang menarik, dan cerita yang menginspiratif.

Conclusion

Perpustakaan Sekolah SMA Negeri 73 Jakarta masih perlu melakukan evaluasi secara lebih lanjut dengan merancang strategi pengembangan untuk meningkatkan eksistensi dan pemanfaatan perpustakaan sekolah sebagai pusat sumber belajar. Harapan kedepannya dengan merancang strategi pengembangan perpustakaan, maka dapat tercipta lingkungan belajar yang optimal bagi para siswa dan mendukung proses pendidikan secara keseluruhan. Hasil dari penelitian ini yaitu merancang dan menyusun profil perpustakaan sekolah, visi, misi, tujuan, dan strategi pengembangan perpustakaan sekolah sebagai pusat sumber belajar. Penetapan profil perpustakaan sekolah mencakup identitas sekolah, fungsi perpustakaan, dan layanan yang berjalan di perpustakaan. Visi dan misi perpustakaan dirumuskan berdasarkan peran perpustakaan, pelayanan dan fasilitas yang diberikan perpustakaan, sumber daya perpustakaan, kualitas hubungan dengan pengguna, dan pengaruh terhadap pendidikan. Perpustakaan Sekolah SMAN 73 Jakarta bertujuan sebagai pusat pembelajaran dengan menyediakan sarana pembelajaran berupa karya cetak maupun non cetak. Penyusunan strategi pengembangan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar perlu menyesuaikan dengan visi, misi, tujuan, dan kondisi yang ingin dicapai dimasa yang akan datang. Perancangan strategi pengembangan perpustakaan sekolah sebagai pusat sumber belajar memfokuskan pada peserta didik yang sesuai dengan teori pengembangan pusat sumber belajar. Untuk mencapai visi misi yang diharapkan yaitu dengan merancang strategi pengembangan yang meliputi strategi pengembangan sumber daya manusia di perpustakaan, strategi pengembangan sarana dan prasarana perpustakaan, strategi pengembangan koleksi, dan strategi pengembangan program yang nantinya akan dijalankan di Perpustakaan Sekolah SMA Negeri 73 Jakarta. Strategi pengembangan program mengacu pada beberapa indikator kompetensi literasi digital seperti program keterampilan digital. Untuk program layanan perpustakaan yang melibatkan media digital yaitu seperti program penelusuran peminjaman, program literasi dan pembelajaran. Pengembangan program promosi meliputi pemanfaatan sosial media dan pembuatan video promosi yang ditayangkan di acara sekolah.