Pengaruh kebijakan physical distancing dan memakai masker di era new normal terhadap kualitas layanan sirkulasi UPT Perpustakaan Nasional Bung Karno Blitar
Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung; Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung
Abstract
In 2020 the Bung Karno National Library implemented a new policy on circulation services due to the covid-19 pandemic. The purpose of this study is to find out whether there is an influence between the regulation of physical distancing and the use of masks in the new normal era on the quality of circulation services provided by the Bung Karno National Library in Blitar.Research method used in this research is descriptive quantitative. The sample in this study were 72 respondents who were selected by accidental sampling.The steps of data analysis carried out in this study used descriptive statistics.Calculation of statistical tests using SPPS version 21.The physical distancing policy in the new normal era has a significant effect on the quality of circulation services at the Bung Karno Blitar National Library with a tcount of 4.773 and a coefficient of determination of 0.159. The application of social distancing rules has an effect on visitors, namely fewer visitors than before the pandemic and service to users taking a longer time. In addition, the service system in the library encourages users to choose the collection materials they need indirectly. The service system will certainly reduce the flexibility of users in finding what they need. Meanwhile, the policy of wearing masks has no effect on the quality of circulation services at the UPT Bung Karno Blitar National Library, with a t-count of -0.880 with a t-table of 0.1235 and a coefficient of determination of -0.117.The physical distancing policy implemented by the Bung Karno Blitar National Library UPT has an influence on the quality of circulation services
Keywords:
health protocols
· specialized libraries
· quality of service
Introduction
Tahun 2020 negara Indonesia dihadapkan dengan tantangan baru yaitu munculnya sebuah wabah virus (corona virus) atau lebih dikenal oleh masyarakat dengan nama covid-19, berasal dari Wuhan Cina. Adanya wabah covid-19 banyak memberikan dampak diberbagai sektor kehidupan manusia, berbagai sektor yang ada mampu dilumpuhkan secara singkat, seperti halnya disektor ekonomi, pendidikan. Untuk mengatasi masalah wabah pandemi, pemerintah negara Indonesia memberikan informasi bahwa Indonesia dinyatakan darurat covid 19 yang terhitung dari tanggal 29/02/2020 hingga 29/05/2020, namun kebijakan ini tidak bisa mengatasi masalah wabah virus ini sampai tuntas. Kebijakan baru yang dikeluarkan pemerintah Indonesia pada tahap selanjutnya yakni dengan menggeluarkan kebijakan new normal dimana dalam menjalankan aktifitas dan kehidupan bermasyarakat seperti biasa masyarakat harus menerapkan anjuran kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah yakni menerapkan physical distancing dan wajib menggunakan masker sebagai alat pelindung diri (CNN Indonesia, 2020). Akibat wabah covid 19 ini, perpustakaan dituntut lebih untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pemustaka dengan di imbangi dengan menerapkan kebijakan kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah dalam proses pelayanannya. Hal ini mengakibatkan berbagai strategi baru banyak bermunculan dalam hal proses pelayanan yang ada di perpustakaan dengan tujuan tetap menjalankan tugas utamanya yakni sebagai agen penyedia informasi bagi masyarakat. Setelah di berlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), kini sudah mulai diberlakukanya new normal atau tatanan baru, dimana masyarakat sudah diperbolehkan melakukan aktivitas diluar rumah tetapiharus mematuhi dan menggunakan protokol kesehatan yang berlaku. Sehingga memungkinkan perpustakaan tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat atau pemustaka dalam hal memenuhi kebutuhan informasi yang mereka perlukan. Jika dilihat dari peranan perpustakaan untuk masyarakat secara umum perpustakaan memiliki fungsi yang sangat vital yakni sebagi instansi penyedia informasi yang relevan guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Fungsi perpustakaan yang pertama adalah sebagi jantung pendidikan dan ilmu pengetahuan dimana perpustakaan memiliki berbagai referensi penggetahuan didalamnya. Kedua sebagai pusat penyimpanan atau pengumpulan pengetahuan dan informasi, yang ketiga perpustakaan berperan sebagi social center atau pusat kegiatan masyarakat setempat. Sedangkan untuk peran perpustakaan umum yakni meningkatkan taraf hidup masyarakat yaitu sebagai tempat penyedia informasi untuk penunjang pembelajaran serta untuk mengembangkan potensi masyarakat. Hal ini bertujuan agar dapat mewujudkan peran perpustakaan sebagai agen pendukung perubahan kualitas masyarakat informasi agar lebih baik. Hal ini sesuaiyang diamanatkan dalma Undang-Undang Dasar Tahun1945 yakni sebagi wahana mencerdaskan kehidupan bangsa (Rahayuning, 2007). UPT Perpustakaan Nasional Bung Karno adalah suatu lembaga yang menyediakan berbagai rujukan referensi informasi bagi masyarakat. Terdapat berbagai macam layanan yang ada di Perpustakaan Nasional Bung Karno, diantaranya layanan sirkulasi yang sangat erat berkaitan dengan pemustaka. Layanan sirkulasi ini merupakan salah satu jasa yang diberikan oleh UPT Perpustakaan Nasional Bung Karno dimana kegiatan ini merupakan kegiatan layanan perpustakaan yang berhubungan langsung dengan pemustaka. Dengan diberlakukanya era new normal UPT Perpustakaan Nasional Bung Karno terhitung sejak tanggal 1 Juli tahun 2020 melakukan perubahan tatanan layanan sirkulasi yang mulanya menerapkan sistem layanan open acces dirubah menjadi close acces guna menyiasati dan meminimalisir pertumbuhan virus covid 19 ini. Selain itu untuk mengimbangi aturan dari pemerintah bahwasanya perpustakaan harus menerapkan protokol kesehatan, UPT Perpustakaan Nasional Bung Karno menerapkan sistem kebijakan physical distancing dan kebijakan pemakaian masker dalam proses pelayanannya. Mengingat pandemi virus Covid-19 semakin meningkat penyebaranya pasca diberlakukan kebijakan new normal, maka dari itu peneliti inginmelangsungkan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui hasil yang sebenarnya terkait dengan apakah ada pengaruh penerapan kebijakan physical distancing dan pemakaian masker terhadap kualitas pelayanan sirkulasi yang diselenggarakan oleh UPT Perpustakaan Nasional Bung Karno. Penelitian serupa terkait tentang penerapan physical distancing pernah dilakukan oleh Nrangwesthi Widyaningrum (2020) dengan judul “Gambaran Penerapan Physical Distancing Sebagai Upaya Menekan Persebaran Covid-19 Di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta”dalam penelitian ini bertujuan mengetahui adanya aturan physical distancing mampu menekan pencegahan perluasan wabah virus covid 19 di DIY. Adapun hasil yang diperoleh dari penelitian ini terdapat 80 responden yang dinyatakan memiliki hasil yang signifikan, utamanya sampel yang memiliki anggota keluarga berusia lansia dianggap rentan untuk terinveksi viruscovid-19 (sekitar 65%) seperti pada ibu mengandung, anak balita, dan wara lansa denganusia diatas 65 tahun dan memiliki riwayat penyakit bawaan seperti diabetes dan juga penyakit jantung. Oleh itu penerapan physical distancing perlu dicanangkan dan dipertegas guna mencegah penyebaran virus covid 19. Adapula penelitian dari Widayati (2020) yang berjudul “Delivery Service Pustakawan Di Era New Normal” yang membahas bagaimana peran aktif pustakawan, layanan perpustakaan, dan delivery service informasi perpustakaan di era new normal. Berdasakan analisa dari peneliti di masa covid-19 perpustakaan tidak semuanya mampu menjalankan tugas dan fungsi secara maksimal. Ini dikarenakan minimnya sumber daya dan keterbatasan kemampuan pustakawan. Dimasa serba digital ini, perpustakaan terus dituntut untuk bertransformasi dari layanan fisik ke digital. akan tetapi di masa new normal yang baru ini, pustakawan harus bisa berperan aktif untuk memberikan layanan informasi yang mampu diakses dimanapun-kapanpun, membuat konten berbasis digital, mempromosikan melalui media serta mengoptimalkan kerjasama dengan perpustakaan lain dalam hal menyajikan informasi relevan sesuai kebutuhan pemustaka dengan cara Delivery Service. Berdasarkan pemaparan latar belakang di atas, maka peneliti memberikan batasan terkait penelitian ini, yaitu; 1) Apakah kebijakan physical distancing di era new normal berpengaruh pada kualitas layanan sirkulasi di Perpustakaan Nasional Bung Karno Blitar; 2) Apakah kebijakan pemakaian masker di era new normal berpengaruh pada kualitas layanan sirkulasi di Perpustakaan Nasional Bung Karno Blitar
Method
Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kuantitatif deskriptif. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif ini adalah sebuah metode penelitian yang memiliki tujuan yaitu untuk melakukan uji teori dengan cara meneliti hubungan diantaravariabel penelitian dan variabel yang diukur menggunakan data yang berbentuk angka yang kemudian dianalisis sesuai dengan prosedur statistic (Noor, 2011). Tujuan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif yaitu untuk mengetahui apakah variabel physical distancing dan pemakaian masker memiliki pengaruh terhadap kualitas layanan sirkualasi yang diselenggarakan oleh UPT Perpustakaan Nasional BungKarno Blitar B. LOKASI DAN WAKTU PENELITIAN Pelaksanaan penelitian ini yaitu pada bulan November tahun 2020 tepatnya di Perpustakaan Nasional Bung Karno Blitar yang beralamatkan di JL.Kalasan No. 1, Bendogerit Kecamatan Sanan Wetan, Kota Blitar. Populasi penelitian berjumlah 90 pemustaka, dengan teknik pengambilanaccidental sampling. Alasannya ialah peneliti hanya akan menggambil data berdasarkan responden yang berkunjung ke perpustakaan saat dilakukan penelitian secara langsung (Riduwan, 2006). C. POPULASI DAN SAMPEL Dalam mengambil sampel pada penelitian ini, penelitimenggunakan pedoman tabel yang dikembangkan oleh Isaac dan Michael, dengan keterangan pada tingkat kesalahan 1%, 5%, dan 10%. Keseluruhan dari populasi pada penelitianini adalah seluruh pemustaka yang berkunjung ke perpustakaan. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan maka sampel yang diperoleh sebanyak 72 pemustaka, dengan taraf kesalahan 5% yang diambil secara acak. D. TEKNIK PENGUMPULAN DATA Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu, (1) kuesioner, ialah metode pengumpulan data dengan menyampaikan daftar pertanyaan secara tertulis kepada responden (Sugiyono, 2015). (2) Observasi atau pengamatan langsung yaitu metode pengumpulan data dengan survei lapangan untuk meninjau kondisi lingkungan atau objek dalam penelitian ,sehingga peneliti lebih mudah mendapatkan gambaran terkait fenomena di lapangan. Dalam penganalisisan data pada uji hipotesis, digunakan uji regresi linier berganda. ada dua variabel dalam penelitian ini diantaranya variabel independen dan variabel dependen, Variabel bebas (X) dalam penelitian ini adalah physical distancing dan pemakaian masker. Sedangkan variabel terikat (Y) adalah kualitas pelayanan layanan sirkulasi di UPT Perpustakaan Nasional Bung Karno Blitar. E. ANALISIS DATA Menurut Sugiyono (2013) analisis data merupakan sebuah kegiatan yang ada di dalam proses penelitian setelah semua data yang didapatkan terkumpul semuanya. Mulai dari mengelompokkan data, membuat tabulasi data sampai menyajikan data. Langkah-langkah analisis data yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan statistik deskriptif. Penggunaan statistik deskriptif ini bertujuan untuk menggambarkan data yang telah terkumpul, mendeskripsikan data sampel penelitian dan melakukan uji hipotesis dengan uji statistik. Penyajian data dalam penelititan ini dibuat dalam bentuk tabel dan diagram. Perhitungan uji statistik menggunakan SPPS versi 21 untuk membantu proses penelitian. F. HIPOTESIS PENELITIAN H0 : Diduga tidak adanya penggaruh yang signifikan antara kebijkan Physical didtancing terhadap kualitas layanan sirkulasi di UPT Perpustakaan Nasional Bung Karno Blitar H1 : Diduga adanya pengaruh signifikan anatara kebijakan Physical distancing terhadap kualitas pelayanan layanan sirkulasi di UPT Perpustakaan Nasional Bung Karno Blitar H0 : Diduga tidak adanya penggaruh yang signifikan antara kebijkan pemakaian masker terhadap kualitas layanan sirkulasi di UPT Perpustakaan Nasional Bung karno Blitar H1 : Diduga adanya pengaruh yang signifikan antara kebijakan pemakaian masker terhadap kualitas layanan sirkulasi di UPT Perpustakaan Nasional Bung Karno Blitar
Result
KLASIFIKASI BERDASARKAN FREKUENSI KUNJUNGAN Data mengenai frekuensi kunjungan responden UPT Perpustakaan Nasional Bung Karno Blitar sebagai berikut: Diagram 1.3 Frekuensi Kunjungan Responden UPT Perpustakaan Nasional Bung Karno, Sumber: Data Primer 2021 Hasil dari diagram 1.3 memperlihatkan bahwa frekuensi berkunjung pemustaka jasa di UPT Perpustakaan Nasional Bungkarno Blitar yaitu 1-5 kali kunjungan sebesar 66 %, 6-10 kunjungan 20 %, 11-15 kunjungan 9 %, dan 16-20 kali kunjungan sebesar 2 %. Meskipun terdapat pembatasan layanan selama pandemi, masih banyak pengguna yang masih terus memanfaatkan perpustakaan. Salah satu tujuan dari pemanfaatan perpustakaan ini adalah untuk memenuhi kebutuhan informasinya. Dari adanya kebutuhan informasi ini maka seseorang akan terdorong untuk terus mencari informasi sesuai kebutuhannya. Sesuai dengan pernyataan Geoge R. Terry ( dalam Moekijat, 2001) yang menyebutkan bahwa dengan adanya sebuah motivasi maka seseorang akan bertindak mendukung kebutuhannya. B. ANALISA DESKRIPSI Di perpustakaan pelayanan merupakan hal utama yang perlu diperhatikan. Pelayanan yang dilakukan oleh pustakawan di sebuah perpustakaan mencakup pengadaan koleksi, pengelolaan, preservasi dan juga pelayanan koleksi. Kualitas pelayanan menjadi tolak ukur pemanfataan perpustakaan bagi pemustaka. Pelayanan dalam hal ini diartikan sebagai sebuah jasa yang ditawarkan oleh pustakawan terhadap pemustaka dalam pemenuhan kebutuhan informasinya. Pelayanan yang berkualitas akan mendatangkan kepuasan maupun manfaat bagi pemakai perpustakaan itu sendiri. Seperti yang diungkapkan oleh Rahmah, Elva (2016) bahwa kepuasan pemustaka terhadap perpustakaan sangat berkaitan dengan kualitas pelayanan yang diberikan. Perpustakaan merupakan fasilitas umum yang disediakan pemerintah yang bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam perolehan data/informasi. Adanya pandemi covid-19 di Indonesia mengakibatkan banyak fasilitas umum yang terkena dampak. Fasilitas umum yang biasanya ramai didatangi pengunjung harus dirubah dengan model virtual. Untuk pelayanan langsung secara offline untuk sementara ditutup untuk meminimalisir penyebaran virus. Fasilitas umum boleh dibuka kembali namun dengan melaksanakan kebijakan baru yang sudah ditetapkan. Kebijakan baru tersebut yaitu dengan mematuhi protokol kesehatan dengan melakukan physical distancing dan mengenakan masker ditempat umum. Kebijakan tersebut sudah ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor Hk.01.07/Menkes/328/2020 Tentang Panduan Pencegahan Dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Di Tempat Kerja Perkantoran Dan Industri Dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha Pada Situasi Pandemi Kebijakan baru tersebut juga mempengaruhi pelayanan yang dilakukan menjadi lebih lama dari biasanya. Perpustakaan melakukan pembatasan pengunjung baik dari segi jumlah maupun durasi waktunya. Setelah adanya kebijakan baru tersebut pelayanan di perpustakaan memang membutuhkan waktu yang lama dibanding sebelum masa pandemi. Pemustaka biasanya leluasa dalam mencari buku yang dicari namun sekarang harus agak buru-buru karena diberikan batasan waktu. Selain itu pemustaka yang masuk juga dibatasi jumlahnya karena tidak boleh melebihi kapasitas atau kuota pengunjung setiap harinya. Hal itulah yang menyebabkan pemustaka menjadi kurang nyaman dengan adanya kebijakan baru tersebut. Atas dasar beberapa pendapat dari pemustaka tersebut, peneliti memiliki hipotesis bahwa terdapat pengaruh antara kebijakan physical distancing dan pemakaian masker dengan kualitas layanan sirkulasi di Perpustakaan Bung Karno Blitar. Pada analisa deskripsi yang digunakan terdapat nilai minimum, maksimum, dan rata-rata, serta standar deviasi dengan menggunakan bantuan SPSS versi 21 sebagai alat bantunya. Variabel yang digunakan ada tiga yaitu variabel Physical distancing, variabel penggunaan masker dan variabel kualitas layanan sirkulasi perpustakaan. Untuk memperoleh data yang dibutuhkan peneliti menyebarkan angket penelitian, kemudian data yang diperoleh diolah sesuai dengan nilai skor kuisioner yang mencakup tiga variabel yang sudah ditentukan. Pertanyaan yang ada dalam kuesioner menggunakan pengukuran skala Likert dengan lima tingkatan. Perolehan data berasal dari 72 responden dengan total pertanyaan sebanyak 25 pertanyaan. Kuesioner mengenai physical distancing ada 7 pertanyaan, 7 pertanyaan mengenai pemakaian masker, dan 11 pertanyaan mengenai kualitas layanan. Indikator pertanyaan menggunakan kriteria sangat setuju, setuju, kurang setuju, tidak setuju, dan sangat tidak setuju. N Minimum Maximum Mean Std. Deviation Physical_distancing 72 20 30 26,29 2,267 Pemakaian_masker 72 18 29 25,00 2,028 Kualitas_layanan 72 31 46 39,89 2,876 Valid N (listwise) 72 Tabel 3.4 Hasil Uji Analisis Deskriptif Descriptive Statistics, Sumber: Data Primer 2021 Ditinjau berdasarkan tabel 3.4, hasil pengukuran yang dicapai diperoleh skor maksimum 5 dengan skor minimum 1. Komponen physical distancing memiliki nilai maksimum 30 dan nilai minimum 20. Nilai rata-rata komponen physical distancing sebesar 26,29 dengan standar deviasi sebesar 2,267. Komponen pemakaian masker memiliki nilai maksimum 29 dan nilai minimum 18. Nilai rata-rata komponen pemakaian masker sebesar 25,00 dengan standar deviasi sebesar 2,028. Sedangkan pada komponen kualitas layanan memiliki nilai maksimum 46 dan nilai minimum 31. Nilai rata-rata komponen kualitas layanan sebesar 39,89 dengan standar deviasi sebesar 2,876. Peneliti memiliki dugaan dengan adanya dua hipotetsis yaitu H1 yang berbunyi “Ada pengaruh signifikan antara kebijakan physical distancing terhadap kualitas layanan sirkulasi di UPT Perpustakaan Nasional Bung Karno Blitar” dan H2 yang berbunyi “Ada pengaruh signifikan antara kebijakan pemakaian masker terhadap kualitas layanan sirkulasi di UPT Perpustakaan Nasional Bung Karno Blitar”. Untuk membuktikan dugaan terhadap hipotesis yang telah dirumuskan, peneliti melakukan analisis dengan menggunakan uji regresi linier berganda. 1 Tabel 3.5 Hasil Uji Regresi Linier Berganda Coefficientsa, Sumber: Data Primer 2021 Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta (Constant) 23,892 3,934 6,073 ,000 PHYSICAL DISTANCING ,757 ,159 ,597 4,773 ,000 PEMAKAIAN MASKER -,156 ,177 -,110 -,880 ,382 a. Dependent Variable: KUALITAS LAYANAN Hasil analisis data pada tabel 3.5 diperoleh model regresi berganda yaitu Y = 23,892 + 0,757 X1 + -0,156 X2. Nilai konstanta sebesar 23,892 mengandung arti bahwa nilai konsisten variabel partisipasi sebesar 23,892. Nilai koefisien regresi X1 sebesar 0,757 yang menyatakan bahwa setiap penambahan 1% nilai physical distancing, maka nilai partisipasi bertambah sebesar 0,757. Sedangkan nilai koefisien regresi X2 menunjukkan setiap penambahan 1% pemakaian masker, maka nilai partisipasi bertambah sebesar 0,156. 2 Tabel 3.6 Hasil Uji T Coefficientsa, Sumber: Data Primer 2021 Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t sig. B Std.Error Beta (constant) 23,892 3,934 6,073 ,000 PHYSICAL DISTANCING ,757 ,159 ,597 4,773 ,000 PEMAKAIAN MASKER -,156 ,177 -,110 -,880 ,382 a. Dependent Variable: KUALITAS LAYANAN Hasil analisis dengan menggunakan uji t diperoleh nilai sig.(2-tailed) pada variabel physical distancing (X1) sebesar 0,000 sedangkan variabel pemakaian masker (X2) sebesar 0,382. Nilai X1 < 0,05 dan X2 > 0,05, sedangkan nilai thitung sebesar 4,773 dan -0,880 dengan nilai ttabel sebesar 2,000. Berdasarkan penghitungan df= n-k yaitu 72-3 = 69, maka diperoleh kesimpulan bahwa variabel X1 dan Y memiliki pengaruh sedangkan X2 dan Y tidak memiliki pengaruh. Berdasarkan hasil analisis data yang sudah dipaparkan diatas, menunjukkan bahwa variabel physical distancing (X1) memiliki pengaruh terhadap variabel kualitas layanan sirkulasi (Y). Sedangkan variabel pemakaian masker (X2) tidak berpengaruh terhadap variabel kualitas layanan sirkulasi (Y). Sehingga variabel physical distancng memiliki pengaruh terhadap variabel kualitas layanan sirkulasi. Hal ini dapat disimpulkan bahwa adanya kebijakan physical distancing memiliki pengaruh terhadap kualitas layanan sirkulasi. Penerapan physical distancing membuat pemustaka kurang nyaman dikarenakan pelayanan yang membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya. Sehingga terdapat kurangnya efisiensi waktu dan membuat pemustaka kurang puas terhadap pelayanan yang diberikan selama masa pandemi ini. Fenomena ini bertolak belakang dengan pernyataan Shadrina (2019) bahwa pelayan sebuah perpustakaan harus mampu memenuhi kebutuhan pemustaka secara cepat dan tepat PENGARUH KEBIJAKAN PHYSICAL DISTANCING TERHADAP KUALITAS LAYANAN SIRKULASI Definisi kualitas layanan adalah sebuah ukuran penilaian menyeluruh atas tingkat suatu pelayanan yang baik (Lupiyadi, 2008). Kualitas layanan sirkulasi ialah aktivitas yang berhubungan dengan transaksi pinjam-kembali-perpanjang koleksi pustaka. Perpustakaan dikatakan memadai jika pelayanan yang diberikan memenuhi kepuasan bagi pemustakanya. Seiring dengan adanya pandemi yang mewabah di Indonesia, maka terdapat kebijakan baru dalam melaksanakan kegiatan keseharian salah satunya yaitu berkunjung ke perpustakaan. Kebijakan physical distancing yaitu upaya pencegahan penyebaran virus dengan berjaga jarak dimasing-masing individu. Cara melakukan physical distancing diantaranya dengan stay at home, masyarakat diperbolehkanberaktivitas diluar rumah jika memang benar-benar kondisi mendesak saja. Selain itu masyarakat dihimbau untuk sebisa mungkin menghindari kerumunan, berkomunikasi, belajar, bekerja juga dari rumah melalui media digital (Syadiddurahmanetal, 2020). Faktor yang mempengaruhi Physical Distancing, yaitu: 1) faktor predis posisi (predisposing factors), faktor yang mencangkup pengetahuan dan sikap seseorang dalam menyikapi suatu keadaan; 2) Faktor pemungkin (enabling factor), faktor inimencangkup bagimana ketersedian sarana fasilitas yang ada di sekitar masyarakat; 3) Faktor penguat (reinforcement factor), faktor terkait undang undang, peraturan, pengawasan. Hasil dari perolehan kuisioner yang disebar menunjukkan Untuk item pertanyaan fakor predis posisi 1 yang menyatakan mengetahui akan teknis penerapan physical distancing, terdapat 12% responden yang menyatakan sangat setuju, 53% responden yang menyatakan setuju, 35% responden menyatakan kurang setuju. Item pertanyaan faktor predis posisi 2 yang menyatakan memiliki kesadaran akan bagaimana pentingnya melakukan penerapan physical distancing di masa new normal. Terdapat 22% responden yang menyatakan sangat setuju, 47% responden menyatakan setuju dan sisanya 31% responden menyatakan kurang setuju. Jadi dari beberapa pernyataan mengenai fakor predis posisi dapat disimpulkan bahwa pemustaka sudah mempunyai penggetahuan yang cukup baik tentang pengetahuan akan teknis penerapan physical distancing dan memiliki kesadaran akan bagaimana pentingnya melakukan penerapan physical distancing di masa new normal, hal ini dapat dilihat dari respon responden yang menyatakan setuju. Item pertanyaan faktor pemungkin dengan pernyataan melakukan dan mematuhi penerapan physical distancing saat berkunjung ke perpustakaan. Diperoleh hasil 22% responden menyatakan sangat setuju, 23% menyatakan setuju dan sisanya 25% menyatakan kurang setuju. Sedangkan Item pertanyaan tetap akan mematuhi kebijakan physical distancing yang diterapkan oleh perpustakaan walaupun proses pelayanan yang diberikan oleh perpustakaan belum sesuai dengan apa yang anda harapkan. Dengan hasil perolehan 7% responden menyatakan sangat setuju, 24% menyatakan setuju, 48% menyatakan kurang setuju dan sisanya 17% menyatakan tidak setuju dan 4% menyatakan sangat tidak setuju. Jadi dari beberapa pernyataan mengenai fakor pemungkin dapat disimpulkan bahwa pemustaka sudah mempunyai penggetahuan yang kurang baik tentang bagaimana cara melakukan dan mematuhi penerapan physical distancing saat berkunjung ke perpustakaan hal ini dapat dilihat dari respon responden yang menyatakan kurang setuju. Item pernyataan faktor penguat dengan pernyataan memiliki pengetahuan dan faham dengan apa yang dinamakan Physical distancing, terdapat 21% dengan jawaban sangat setuju, 54% setuju, 25% kurang setuju. Item pertanyaan faktor penguat yang menyatakan Perpustakaan menyediakan poster dan informasi mengenai penerapan physical distancing. Diperoleh hasil 11% resonden menyatakan setuju, 88% kurang setuju dan 1% menyatakan sangat tidak setuju. Item pertanyaan faktor penguat dengan pernyataan Dengan menerapkan physical distancing pelayanan perpustakaan tetap mengutamakan kepuasan dari pemustaka. Terdapat jawaban dari responden 17% yang menyatakan sangat setuju, 33% dengan menyatakan setuju, 48% menyatakan kurang setuju dan 1% menyatakan sangat tidak setuju. Jadi dari beberapa pernyataan mengenai fakor penguat dapat disimpulkan bahwa pemustaka kurang puas dengan pelayanan yang diberikan oleh perpustakaan, hal ini dapat dilihat dari respon responden yang menyatakan kurang setuju. Penerapan aturan berjaga jarak memberikan pengaruh terhadap pemustaka yaitu pengunjung yang terlihat lebih sedikit dibanding sebelum pandemi dan pelayanan kepada pemustaka memerlukan waktu yang lebih lama. Selain itu sistem layanan di perpustakaan menganjurkan pemustaka untuk memilih bahan koleksi yang mereka butuhkan secara tidak langsung. Sistem pelayanan tersebut tentu akan mengurangi keleluasaan pemustaka dalam mencari apa yang mereka perlukan. Padahal sebelum adanya pandemi pelayanan perpustakaan selalu memberikan kemudahan. Shadrina (2019) menyebutkan bahwa perpustakaan memiliki peranan yang penting untuk menyediakan informasi kepada penggunanya secara maksimal. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai thitung sebesar 4,773 dan nilai koefisien determinasi sebesar 0,159. Nilai thitung> ttabel yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara kebijakan physical distancing terhadap kualitas layanan sirkulasi UPT Perpustakaan Nasional Bung Karno Blitar. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa kebijakan physical distancing memiliki pengaruh negatif terhadap kualitas layanan sirkulasi yaitu sebesar 15,9%. Jadi kesimpulannya variabel physical distancing berpengaruh negatif secara signifikan terhadap kualitas layanan sirkulasi di Perpustakaan Nasional Bung Karno Blitar. D. PENGARUH KEBIJAKAN PEMAKAIAN MASKER TERHADAP KUALITAS LAYANAN SIRKULASI Masker merupakan pelindung muka, mulut, dan hidung yang bertujuan untuk melindungi pernapasan dari polusi maupun zat-zat yang berbahaya. Kebijakan mengenai pemakaian masker sudah diterapkan sejak pandemi covid-19 ada di Indonesia. Faktor yang mempengaruhi pemakaian masker yakni adalah pengetahuan, presepsi dan motivasi. Dari hasil data perolehan kuisioner menunjukkan Untuk Item pertanyaan pengetahuan menyatakan mengetahui apa yang dimaksud alat pelindung diri (masker). Diperoleh 92% responden dengan jawaban setuju, dan sisanya 8% yang menyatakan kurang setuju. Item pertanyaan pengetahuan yang menyatakan mengetahui kegunaan masker. Terdapat 3% jawaban yang menyatakan sangat setuju, 60% jawaban responden yang menyatakan setuju dan sisanya menyatakan kurang setuju 37%. Untuk Item pernyataan pengetahuan 3 mengetahui tentang bahaya jika tidak menggunakan masker di masa new normal terdapat 6% jawaban yang menyatakan sangat setuju, 18% yang menyatakan setuju, 53% yang menyatakan kurang setuju dan sisanya 22% menyatakan tidak setuju, 1% menyatakan sangat tidak setuju. Jadi dari beberapa pernyataan mengenai pengetahuan kegunaan dan fungsi memakai masker dapat disimpulkan bahwa pemustaka sudah mempunyai penggetahuan yang baik tentang kegunaan dan fungsi masker, hal ini dapat dilihat dari respon responden yang menyatakan setuju. Item pertanyaan motivasi perpustakaan menyediakan poster mengenai kebijakan anjuran memakai masker, terdapat tanggapan dari responden 8% yang sangat setuju, 82% yang memilih setuju, 10% reponden merasa kurang setuju. Item pertanyaan persepsiyang memiliki kesadaran akan memakai masker saat menggunakan jasa layanan perpustakaan, terdapat 22% menyatakan sangat setuju, 49% setuju, dan 29% kurang setuju. Item pertanyaan presepsi perpustakaan tetap memberikan informasi dengan jelas kepada pemustaka walaupun menggunakan masker terdapat 43% yang menyatakan setuju, 30% kurang setuju, 24% tidak setuju dan 1% sangat tidak setuju. Item pertanyaan presepsi dapat menyampaikan informasi dengan jelas walaupun saya memakai masker, terdapat 3% yang menyatakan sangat setuju, 18% menyatakan setuju, 26% menyatakan kurang setuju, dan 3% menyatakan tidak setuju. Jadi dari beberapa pernyataan mengenai motivasi memakai masker dapat disimpulkan bahwa pemustaka sudah mempunyai motivasi yang baik dalam hal memakai masker serta perpustakaan juga menyediakan poster anjuran memakai masker, hal ini dapat dilihat dari respon responden yang menyatakan setuju. Pasal 38 Undang-Undang Nomor 43 tahun 2007 menyebutkan bahwa dalam penyelenggaraan perpustakaan harus menyediakan sarana dan prasarana yang memadai sesuai standar yang telah ditentukan. Penyediaan poster di UPT Perpustakaan Nasional Bung Karno Blitar diharapkan dapat memberi manfaat kepada pemustaka. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan. Meskipun terdapat kebijakan baru yang mengharuskan berjaga jarak dan memakai masker, masih cukup banyak pemustaka yang berkunjung. Namun dengan adanya kebijakan pemakaian masker tersebut pemustaka menjadi kurang nyaman jika terus-menerus memakai masker saat membaca maupun mencari buku yang mereka perlukan. Sehingga beberapa pemustaka menjadi kurang patuh terhadap kebijakan tersebut dengan melepas masker. Berdasarkan hasil analisis data pada tabel diatas, diperoleh nilai thitung sebesar -0,880 dengan ttebel sebesar 0,1235 dan nilai koefisien determinasi sebesar -0,117. Nilai thitung< ttabel yang menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh kebijakan pemakaian masker terhadap kualitas layanan sirkulasi di UPT Perpustakaan Nasional Bung Karno Blitar. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa besaran koefisien pemakaian masker sebesar 17,7%. 3 Tabel 3.7 Hasil Uji R Model Summary, Sumber: Data Primer 2021 Mode l R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 ,540a ,291 ,271 2,456 a. Predictors: (Constant), PEMAKAIAN MASKER, PHYSICALDISTANCING Berdasarkan pada hasil analisis data maka didapatkan nilai koefisien determinasi 0,291 yang mana hal ini menunjukkan kalau kualitas pelayanan dapat dijelaskan denganphysical distancing dan pemakaian masker sebesar 29,1%. Variabel phsycal distancing memiliki nilai signifikansi sebesar 0,000 dengan nilai probabilitas sebesar 0,05. Nilai signifikansi < nilai probabilitas sehingga H1 ditolak dan menerima Ho yang menyatakan bahwa tidak adanya pengaruh yang signifikan antara kebijakan pemakaian masker terhadap kualitas layanan sirkuasi di UPT Perpustakaan Nasional Bung Karno Blitar
Conclusion
Berdasarkan hasil dari analisis diatas, maka dapat di tarik kesimpulan sebagi berikut: secara persial atau uji t kebijakan physical distancing memiliki pengaruh pada kualitas pelayanan sirkulasi yang ada di UPT Perpustakaan Nasional Bung Karno Blitar. Nilai thitung 4,773 > ttabel 0,1235 dengan nilai p valau (sig) 0,000 < 0,05 yang berarti bahwa kebijakan physycal distancing memiliki pengaruh terhadap kualitas layanan sirkuasi yang ada di UPT Perpustakaan Nasional Bung Karno Blitar. Penerapan aturan berjaga jarak memberikan pengaruh terhadap pemustaka yaitu pengunjung yang terlihat lebih sedikit dibanding sebelum pandemi dan pelayanan kepada pemustaka memerlukan waktu yang lebih lama. Selain itu sistem layanan di perpustakaan menganjurkan pemustaka untuk memilih bahan koleksi yang mereka butuhkan secara tidak langsung. Sistem pelayanan tersebut tentu akan mengurangi keleluasaan pemustaka dalam mencari apa yang mereka perlukan. Padahal sebelum adanya pandemi pelayanan perpustakaan selalu memberikan kemudahan. Secara persial atau uji t kebijakan pemakaian masker tidak berpengaruh terhadap kualitas layanan sirkulasi di UPT Perpustakaan Nasional Bung Karno Blitar. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji empiris pengaruh antara kebijakan pemakaian masker terhadap kualitas layanan, dengan menunjukkan nilai thitung -0,880 < ttabel 0,1235 dengan p valau (sig) sebesar 0,000 > 0,05 yang artinya adalah kebijakan pemakaian masker di era new normal tidak memiliki pengaruh terhadap tingkat kualitas pada layanan sirkulasi yang ada di UPT Perpustakaan Nasional Bung Karno Blitar. Motivasi memakai masker dapat disimpulkan bahwa pemustaka sudah mempunyai motivasi yang baik dalam hal memakai masker serta perpustakaan juga menyediakan poster anjuran memakai masker, hal ini dapat dilihat dari respon responden yang menyatakan setuju. Pasal 38 Undang-Undang Nomor 43 tahun 2007 menyebutkan bahwa dalam penyelenggaraan perpustakaan harus menyediakan sarana dan prasarana yang memadai sesuai standar yang telah ditentukan. Penyediaan poster himbauan menjaga protokol kesehatan di UPT Perpustakaan Nasional Bung Karno Blitar diharapkan dapat memberi manfaat kepada pemustaka. Adanya kebiasaan hidup baru setelah pandemi ini diharapkan UPT Perpustakaan Nasional Bung Karno dapat memberikan inovasi pelayanan kepada pemustaka secara lebih maksimal