Analisis konten promosi dalam akun media sosial tiktok Perpusnas RI (@perpusnas_ri)
Universitas Indonesia; Universitas Indonesia; Universitas Indonesia
Abstrak
Perkembangan TIK yang pesat membuat media sosial menjadi tempat yang strategis dalam mempromosikan perpustakaan. Popularitas TikTok di Indonesia, terutama di kalangan generasi Y dan Z, telah mendorong Perpusnas RI untuk memanfaatkan platform tersebut sebagai sarana untuk mempromosikan layanan, koleksi, dan program-program mereka. Perpusnas RI membuat akun TikTok bernama @perpusnas_ri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konten promosi dalam video yang dipublikasikan pada akun media sosial TikTok Perpusnas RI (@perpusnas_ri). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis konten. Data dikumpulkan dengan mengamati langsung (observasi) konten video yang dipublikasikan pada akun media sosial TikTok Perpusnas RI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun TikTok @perpusnas_ri telah menerapkan unsur-unsur promosi berupa informing, persuading, dan influencing. Namun, unsur persuading dan influencing tidak semua tercantum dalam konten video. Konten dengan jumlah likes tertinggi merupakan konten koleksi buku bertema Korea pada Layanan Koleksi Mancanegara Lt. 20 (memiliki unsur informing, persuading, dan influencing). Sedangkan konten dengan jumlah likes terendah merupakan konten rekomendasi eBook iPusnas The Black Cat & Other Stories (hanya memiliki unsur informing dan persuading). Hal ini menandakan bahwa pengguna TikTok lebih menyukai konten yang dapat membujuk dan mempengaruhi mereka untuk berkunjung ke Perpusnas RI dibandingkan konten layanan iPusnas.
Keywords:
konten
· perpusnas ri
· promosi perpustakaan
· tiktok
Introduction
Perkembangan teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK) yang semakin cepat telah memberikan dampak yang signifikan terhadap berbagai institusi, termasuk perpustakaan. Salah satu indikator kemajuan tersebut adalah meningkatnya jumlah pengguna aktif di media sosial. Menurut laporan “Digital 2023 Indonesia” yang dirilis oleh firma riset We Are Social, pada bulan Januari 2023, terdapat sekitar 167 juta pengguna aktif media sosial di Indonesia. Jumlah ini setara dengan 60,4% dari total populasi dalam negeri. Media sosial yang paling populer di Indonesia adalah Youtube dengan persentase pengguna sebesar 65,3%, diikuti oleh Tiktok dengan 56,8%, Facebook dengan 43,3%, Instagram dengan 32,2%, dan Twitter dengan 8,7%. Menurut prediksi yang dilansir dari kompasiana.com, pada tahun 2024, penggunaan media sosial di Indonesia akan didominasi oleh TikTok. Hal ini disebabkan konten yang tersedia dalam TikTok merupakan informasi yang termasuk baru bahkan sedang viral di dunia nyata, media massa juga telah menggunakan TikTok sebagai sarana untuk menyebarluaskan informasi, baik melalui berita pendek maupun siaran langsung, serta tampilan TikTok lebih interaktif di mana pengguna dapat saling berkomunikasi satu sama lain melalui text messages dan chats. TikTok merupakan platform jejaring sosial video musik yang berasal dari Tiongkok dan diluncurkan pada bulan September 2016. Aplikasi ini memberikan kebebasan kepada para pengguna untuk mengekspresikan diri dengan melalui pembuatan konten short video (Devi, 2022). Berdasarkan data We Are Social, Indonesia tercatat sebagai negara dengan jumlah pengguna TikTok terbesar kedua di dunia pada bulan Januari 2023, dengan total 109,90 juta pengguna di dalam negeri. Dilansir dari sindonews.com, pengguna aplikasi TikTok di Indonesia didominasi oleh generasi Y (milenial) dan generasi Z. TikTok pada tahun 2022 menjadi trend No. 1 di Indonesia (Narto dan Rizky, 2023). Hal ini disebabkan fitur-fitur yang disediakan oleh TikTok disukai oleh banyak anak muda dan orang dewasa, serta TikTok juga menjadi media untuk menyalurkan bakat atau eksistensi diri. Kehadiran TikTok di Indonesia awalnya dianggap membawa pengaruh negatif bagi bangsa (Widyanto et al., 2022). Bahkan Kemenkominfo pada tahun 2018 sempat melakukan pemblokiran yang bersifat sementara. Namun, dengan cepat Kemenkominfo telah membuka pemblokiran terhadap Aplikasi TikTok karena pihak TikTok dinilai cukup responsif dalam menanggapi setiap keluhan atau aduan dan menghapus berbagai konten yang mengandung unsur negatif. Selama Pandemi Covid-19, TikTok menjadi platform yang memunculkan berbagai konten viral, sehingga minat masyarakat terhadap TikTok semakin meningkat. Popularitas TikTok tidak hanya terbatas pada individu atau pengguna pribadi, namun juga meluas ke lembaga, perusahaan, atau organisasi. TikTok awalnya digunakan oleh masyarakat untuk mengunggah video musik, namun terjadi pergeseran ketika organisasi, terutama pemerintah, mulai menggunakan TikTok. TikTok saat ini menjadi sarana dalam menyampaikan informasi yang positif, informatif, dan edukatif untuk mempromosikan lembaga maupun program-program di dalamnya. Hal ini salah satunya dilakukan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) yang memiliki akun TikTok bernama @perpusnas_ri. Perpusnas RI sebagai lembaga informasi, memahami pentingnya tren media sosial. Dengan memanfaatkan platform seperti TikTok, Perpusnas RI dapat mencapai audiens yang lebih luas, terutama di kalangan generasi muda yang merupakan pengguna utama TikTok. Untuk dapat menjangkau target audiens, Perpusnas RI membuat berbagai tema konten yang kreatif, menarik, serta sesuai dengan minat pengguna dalam mempromosikan layanan, koleksi, serta program-program yang diselenggarakan. Penelitian terdahulu terkait penggunaan TikTok sebagai media promosi perpustakaan masih jarang ditemukan. Misalnya, Novalia et al. (2021) membahas terkait peningkatan brand awareness dengan serangkaian aktivitas promotion mix melalui pemanfaatan aplikasi TikTok pada produk Es Teh Indonesia. Nufus dan Handayani (2022) juga membahas terkait faktor-faktor yang menjadikan platform TikTok sebagai media promosi yang efektif dalam meningkatkan penjualan dan memasarkan produk TN Official Store. Hasil dari kedua penelitian tersebut menunjukkan bahwa TikTok menjadi media promosi yang efektif. Kedua penelitian tersebut membahas mengenai promosi dalam TikTok, namun belum ada yang berkaitan dengan perpustakaan di Indonesia. Merujuk pada latar belakang di atas, maka pertanyaan penelitian ini adalah bagaimana konten promosi dalam video yang dipublikasikan pada akun media sosial TikTok Perpusnas RI (@perpusnas_ri). Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mendeskripsikan konten promosi dalam video yang dipublikasikan pada akun media sosial TikTok Perpusnas RI (@perpusnas_ri). Penelitian ini berkontribusi untuk memahami konten promosi dalam video yang dipublikasikan Perpusnas RI pada media sosial TikTok. Dengan menganalisis konten promosi tersebut, penelitian ini dapat memberikan wawasan tentang bagaimana perpustakaan menggunakan media sosial TikTok sebagai sarana untuk menyampaikan informasi yang positif, informatif, dan edukatif kepada masyarakat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang strategi dan pendekatan yang efektif dalam mempromosikan perpustakaan melalui media sosial.
Method
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis konten. Metode kualitatif deskriptif digunakan untuk memahami fenomena secara mendalam melalui analisis data yang bersifat deskriptif. Menurut Creswell (Creswell & Poth, 2016), metode ini melibatkan pengumpulan data yang kaya dan mendalam melalui wawancara, observasi, dan dokumen untuk mengidentifikasi pola dan tema. Peneliti memilih akun media sosial TikTok Perpusnas RI sebagai objek penelitian karena memiliki paling banyak followers, likes, serta aktif mengunggah konten dibandingkan akun TikTok perpustakaan di Indonesia lainnya. Unit analisis dalam penelitian ini yaitu konten video yang berunsur promosi dalam akun TikTok @perpusnas_ri dengan menggunakan teori unsur promosi, berupa informing, persuading, dan influencing dari Widuri (2015). Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari data primer yang didapatkan langsung dari akun TikTok @perpusnas_ri serta data sekunder yang didapatkan dari artikel-artikel yang relevan dengan fokus penelitian. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu mengamati langsung (observasi) pada objek kajian (Zeller, 2017), yaitu akun TikTok @perpusnas_ri. Instrumen penelitian yang digunakan pada penelitian adalah fanpagekarma.com sebagai alat bantu analitik data akun media sosial TikTok @perpusnas_ri. Langkah-langkah penelitian yang dilakukan yaitu pertama, peneliti mengamati secara teliti konten video berunsur promosi yang diunggah pada periode 1 Januari 2023 sampai 31 Maret 2023 dalam akun media sosial TikTok @perpusnas_ri. Tidak hanya melihat konten video, peneliti juga memperhatikan hal lain yang mengandung unsur promosi seperti penggunaan caption, hashtag, sound, dan comment. Kedua, peneliti menggunakan fanpagekarma untuk melihat jumlah likes pada setiap video dan jumlah video yang diunggah pada bulan Januari-Maret 2023 dalam akun Tiktok @perpusnas_ri. Dalam fanpagekarma, terlihat bahwa akun @perpusnas_ri telah mengunggah sebanyak 29 video pada bulan Januari-Maret 2023. Ketiga, peneliti membuat tabel yang berisi tema (jenis) video dan jumlah likes yang diurutkan dari likes tertinggi hingga likes terendah. Likes dipilih karena merupakan bentuk apresiasi dan penghargaan bagi pengguna di media sosial (Utari, 2017). Keempat, peneliti menganalisis konten promosi dalam video yang diunggah akun Tiktok @perpusnas_ri. Konten yang dianalisis berupa lima video dengan jumlah likes tertinggi dan lima video dengan jumlah likes terendah. Hal ini bertujuan untuk melihat gap antara konten video yang paling diminati pengguna dan paling tidak diminati pengguna, sehingga dapat menjadi bahan evaluasi Perpusnas RI dalam mengunggah konten video berunsur promosi yang sesuai dengan minat para pengguna. Konten promosi dalam video tersebut dianalisis berdasarkan teori unsur-unsur promosi Widuri (2015), yaitu informing, persuading, dan influencing. Terakhir, peneliti menarik kesimpulan dari penelitian ini.
Result
A. AKUN TIKTOK @perpusnas_ri Akun TikTok @perpusnas_ri memiliki sebanyak 13k followers dan 237k likes. Akun ini dapat diakses melalui URL https://www.tiktok.com/@perpusnas_ri. Akun ini mengunggah video pertamanya pada tanggal 10 Desember 2021 dan hingga 31 Maret 2023 telah memiliki sebanyak 237 konten video yang diunggah. Akun TikTok @perpusnas_ri merupakan akun TikTok Perpustakaan di Indonesia yang memiliki paling banyak followers, likes, dan postingan. Pada biodata singkat akun ini menuliskan “Akun resmi Perpusnas RI” dengan profil foto berupa gedung Perpusnas RI yang berlokasi di Jalan Medan Merdeka Selatan. Ketika pengguna telah memfollow akun TikTok @perpusnas_ri, maka di profil akan muncul logo link akun media sosial Perpusnas RI lainnya (Gambar 1). Link mengarah ke akun Instagram Perpusnas yaitu @perpusnas.go.id dan akun Twitter Perpusnas yaitu @perpusnas1. Berdasarkan analitik data melalui fanpagekarma, akun TikTok @perpusnas_ri pada periode bulan 1 Januari sampai 31 Maret 2023 telah mengunggah sebanyak 29 video (Gambar 2). Dari 29 video tersebut, peneliti mengkategorikan berdasarkan jenis atau tema konten dan jumlah likes dari yang tertinggi hingga terendah, seperti dalam Tabel 1. Gambar 1. Profil Akun Tiktok @perpusnas_ri (Sumber: https://www.tiktok.com/@perpusnas_ri) Gambar 2. Jumlah Post Akun Tiktok @perpusnas_ri (Sumber: https://www.fanpagekarma.com) Tabel 1. Konten TikTok @perpusnas_ri Periode Januari-Maret 2023 No. Jenis/Tema Konten 1. Jumlah Likes Koleksi Buku Bertema Korea 3.2k 2. Pelanggaran dalam Pemanfaatan Layanan Perpusnas 3k 3. Rekomendasi Buku Self Improvement 1.1k 4. Layanan Koleksi Buku Langka 679 5. Rekomendasi Tempat Belajar di Perpusnas 351 6. Quotes Buku Dear Mantan 1 153 7. Jam Buka Layanan Ramadhan 144H 114 8. Quotes Buku Jeda Sejenak 98 9. Quotes Buku Dear Mantan 2 67 10. Rekomendasi Buku Tips Berhemat ala Emak Kreatif 57 11. Rekomendasi Buku Communication Skill 45 12. Rekomendasi iPusnas Misteri Terakhir 48 13. Quotes Buku Steve Jobs Life by Design 42 14. Quotes Buku Spy in Love 41 15. Quotes Buku Karena Kata adalah Doa 33 16. Quotes Buku Memeluk Ketidaksempurnaan 31 17. Quotes Buku Pelangi Kecil Berlarian di Lorong Kelas 30 18. Quotes Buku Takbir Cinta 28 19. Rekomendasi iPusnas Misteri Napoleon 26 20. Rekomendasi iPusnas Seni Menjaga Kewarasan Hidup 23 21. Rekomendasi iPusnas Pengantar Psikologi Sosial 19 22. Rekomendasi iPusnas Psikologi Sosial: Teori dan Model Penelitian 18 23. Rekomendasi iPusnas Petualangan Sherlock Holmes 16 24. Rekomendasi iPusnas Psikologi Sosial: Konsepsi dan Aplikasi Psikologi 25. Rekomendasi iPusnas Pengenalan Ilmu Psikologi dan Tentang Pendekatan Psikologi Perilaku 13 12 26. Rekomendasi iPusnas Belajar Puasa, Yuk! 11 27. Rekomendasi iPusnas Model Konseling Anak Usia Dini 10 29. Rekomendasi iPusnas The Black Cat & Other Stories 7 B. ANALISIS KONTEN PROMOSI TIKTOK @perpusnas_ri Dari 29 konten video dalam Tabel 1, terlihat bahwa jumlah likes tertinggi adalah konten promosi berupa Koleksi Buku Bertema Korea, yaitu mencapai 3.2k likes, sedangkan konten promosi dengan jumlah likes terendah merupakan Rekomendasi iPusnas The Black Cat & Other Stories, yaitu hanya mencapai 7 likes. Mayoritas konten pada akun TikTok ini memiliki tema tentang “Rekomendasi iPusnas” dengan jumlah sebanyak 12 konten disusul dengan “Quotes Buku” dengan jumlah sebanyak 9 konten. Peneliti menganalisis unsur-unsur promosi (informing, persuading, dan influencing) berdasarkan teori dari Widuri (2015) pada lima konten dengan jumlah likes tertinggi dan lima konten dengan jumlah likes terendah. Lima konten dengan jumlah likes tertinggi yaitu Koleksi Buku Bertema Korea, Pelanggaran dalam Pemanfaatan Layanan Perpusnas, Rekomendasi Buku Self Improvement, Layanan Koleksi Buku Langka, serta Rekomendasi Tempat Belajar di Perpusnas. Berikut ini dipaparkan secara rinci unsur-unsur promosi yang terdapat dalam kelima konten video tersebut. 1. Konten koleksi buku bertema korea Konten video “Koleksi Buku Bertema Korea” (Window on Korea) memiliki 3.2k likes, 28.5k views, 977 save, 187 shares, dan 91 komentar. Konten ini tentang koleksi buku milik Perpusnas yang bertema seputar Korea. Ketiga unsur promosi menurut Widuri (2015) yaitu informing, persuading, dan influencing, terlihat dalam konten video ini. Unsur informing terlihat pada video yang menampilkan bahwa di Layanan Koleksi Mancanegara Perpusnas RI, tepatnya di Lantai 20, terdapat tempat khusus untuk pengguna yang tertarik tentang kebudayaan Korea Selatan, yaitu bernama Window on Korea. Unsur informing juga diperjelas bahwa dalam Window on Korea ini, pemustaka dapat mengakses berbagai koleksi buku bertema Korea yang dapat diakses oleh pengguna pada lantai 20 di Layanan Koleksi Mancanegara Perpusnas RI. Video ini juga menampilkan beberapa koleksi buku yang dimilikinya seperti Every Man’s Korean Conversation, Fakta-Fakta tentang Korea, I Love Korea, Korea Up Close. Kemudian caption yang tertera pada deskripsi video juga terdapat unsur informing yaitu “Mau koreaan di Perpusnas bisa ga ya?” Bisa banget dong”. Unsur persuading dan influencing juga terlihat pada caption. Unsur persuading yang terlihat pada caption dalam video berupa “Wajib mampir ke Koleksi Mancanegara Perpusnas RI di Lt 20!” dan “tunggu apa lagi kami tunggu kedatangan kalian ya!”. Tidak hanya dalam video, caption pada deskripsi video juga terdapat unsur persuading, yaitu “Yuk cek info lengkapnya di VT berikut”. Sedangkan untuk unsur influencing terlihat pada awal caption dalam video seperti “Panggilan garis keras buat kalian pecinta negara Korea Selatan!”, “Suka Drama Korea?, “Atau Kpop?”, “Ada tempat khusus buat kalian yang kepo tentang kebudayaan di Korea Selatan”, dan “Koleksi buku Korea sebanyak ini!”. Caption pada deskripsi video juga terdapat unsur influencing, yaitu “Perpusnas punya Window on Korea yang koleksinya keren-keren lho”. Kemudian untuk penggunaan sound dalam video dan hashtag juga relevan dengan konten dan dapat menjangkau pengguna. Sound yang digunakan yaitu lagu Kpop dan hashtag berupa #perpusnas, #layananperpusnas, dan #windowonkorea. Feedback dari pengguna juga terlihat pada kolom komentar yang memperlihatkan antusias pemustaka untuk datang ke Perpusnas. Hal ini terlihat pada komentar seperti “Mauu”, “Kesini yu”, dan “Kalo ke Jakarta harus kesini akuuu”. Kemudian pengguna lainnya juga ada yang bertanya seperti “Buku2 di lantai 20 nggak bisa dipinjam ya min?”. Mayoritas komentar dari pengguna telah dijawab oleh admin akun TikTok @perpusnas_ri, sehingga terdapat interaksi antara pemustaka dan pustakawan. 2. Konten pelanggaran dalam pemanfaatan layanan perpusnas Konten video “Pelanggaran dalam Pemanfaatan Layanan Perpusnas” (Don’ts at Perpusnas) memiliki 3k likes, 54.4k views, 214 save, 35 shares, dan 107 komentar. Konten ini tentang pelanggaran yang sering dilakukan oleh pemustaka ketika memanfaatkan layanan Perpusnas. Unsur promosi berupa informing terlihat pada video yang menampilkan para Pustakawan Perpusnas memperagakan pelanggaran yang sering dilakukan oleh pemustaka serta memberikan solusi yang sebaiknya dilakukan oleh pemustaka. Video tersebut juga menampilkan berbagai ruangan dalam Perpusnas. Selain itu, video tersebut dilengkapi dengan caption untuk memperjelas maksud dari pergerakan yang dilakukan pustakawan dalam konten tersebut. Misalnya, kegiatan yang jangan dilakukan oleh pemustaka yaitu meninggalkan barang berharga, membawa & mengonsumsi makanan/cemilan/minuman di ruang diskusi, menggunakan lift barang/karyawan, serta menggunakan kartu anggota milik orang lain. Sedangkan hal yang seharusnya dilakukan oleh pemustaka yaitu menitipkan barang berharga, diskusi dengan tenang & ikuti aturan yang ada, menggunakan lift pengunjung, serta menggunakan kartu anggota milik pribadi. Kemudian caption yang tertera pada deskripsi video juga terdapat unsur informing yaitu “Apa aja ya hal-hal yang sebaiknya jangan dilakukan ketika memanfaatkan layanan Perpusnas?”. Unsur promosi berupa persuading terlihat pada caption berupa “Yuk simak video berikut”. Dalam hal ini, caption tersebut membujuk pengguna untuk menyimak konten tersebut agar dapat memanfaatkan layanan Perpusnas dengan benar. Sedangkan untuk unsur influencing dapat mencakup keseluruhan konten yang mempengaruhi pengguna untuk bertindak dengan benar dalam memanfaatkan layanan Perpusnas. Unsur influencing namun tidak tampak dalam caption deskripsi video. Kemudian penggunaan hashtag #perpusnas, #layananperpustakaan, khususnya #fyp, dan #foryourpage, dapat menjangkau banyak pengguna bahkan yang tidak familiar dengan layanan perpustakaan maupun tidak memfollow akun TikTok Perpusnas RI. Sound yang digunakan pun sedang viral (terdapat 198.4k video yang menggunakan lagu tersebut). Hashtag yang digunakan yaitu #perpusnas #layananperpustakaan #fyp #foryourpage. Feedback dari pengguna yang terlihat pada kolom komentar mayoritas yaitu pengguna curhat terkait masalah yang disinggung dalam konten tersebut dan beberapa pengguna lainnya juga ada yang mengajukan pertanyaan seperti “Cara bikin kartu nya gimana ya?” lalu dijawab oleh admin “Bisa datang langsung ke layanan keanggotaan lantai 2 dengan membawa KTP/fotokopi KK ya”. 3. Konten rekomendasi buku self improvement Konten video “Rekomendasi Buku Self Improvement” memiliki 1.1k likes, 16.8k views, 445 save, 38 shares, dan 31 komentar. Konten ini tentang rekomendasi koleksi buku terkait self improvement yang dimiliki Perpusnas RI. Unsur promosi berupa informing terlihat pada video yang menampilkan empat buku dengan topik seputar self improvement beserta sinopsi singkat terkait buku tersebut. Empat buku tersebut yaitu Jadilah Pemimpin Idaman, Cakap Berbicara Ubah Gaya Bicaramu Layaknya Seorang Intelektual, 101 Habits di Era 4.0, serta Keterampilan Membaca Cerdas. Unsur promosi berupa influencing terlihat pada caption deskripsi video yang berupa “Salah satu aksi yang bisa membantu dalam mengembangkan diri adalah membaca buku self improvement.” dan “4 rekomendasi buku self improvement untuk dibaca #sahabatperpusnas di waktu luang dan meningkatkan kualitas diri”. Sedangkan unsur persuading tidak tampak dalam konten maupun caption yang digunakan dalam video tersebut. Hashtag yang digunakan seperti #sahabatperpusnas, #perpusnas, #selfimprovement #rekomendasibuku, #layananperpusnas, #fyp, #foryourpage dapat menjangkau pengguna karena mayoritas hashtag sangat umum dan sering dicari oleh para pengguna. Sound yang digunakan juga sedang viral dan tren (terdapat 118.9 video yang menggunakan lagu tersebut). Feedback dari pengguna yang terlihat dalam kolom komentar seperti “Aku suka kmaren aku baca yg no 2” atau “Kak ini dilantai brp yaa”, dan sebagainya. 4. Konten layanan koleksi buku langka Konten video “Layanan Koleksi Buku Langka” memiliki 679 likes, 12.3k views, 83 save, 24 shares, dan 12 komentar. Konten ini tentang Layanan Koleksi Buku Langka yang dimiliki Perpusnas RI. Unsur promosi berupa informing terlihat pada video yang menampilkan Layanan Koleksi Buku Langka Perpusnas RI dapat diakses oleh pemustaka di Lantai 14. Unsur informing juga diperjelas bahwa sebagian besar koleksinya dikumpulkan sejak masa Hindia Belanda. Lalu sistem layanannya juga tertutup (Closed Access), sehingga pemustaka dapat memesan buku langka yang ingin dipinjam lebih dahulu dan pustakawan yang akan mengambil dari rak penyimpanan. Selain itu, pemustaka juga dapat meminjam ruang baca khusus dan jam operasional layanan ini yaitu Senin-Jumat pukul 8.00-16.00 WIB dan Sabtu-Minggu pukul 9.00-16.00 WIB. Kemudian caption yang tertera pada deskripsi video juga terdapat unsur informing yaitu “Halo #sahabatperpusnas sudahkah kalian tahu kalau di Perpusnas ada Layanan Koleksi Buku Langka”. Unsur promosi berupa persuading terlihat pada caption dalam video berupa “Main ke Lt. 14 Perpusnas RI Yuk!" dan pada deskripsi video yaitu “Apa aja koleksinya yuk kita liat”. Sedangkan unsur influencing tidak tampak dalam konten maupun caption yang digunakan dalam video tersebut. Selain itu, penggunaan hashtag #sahabatperpusnas, #fyp, #layananbukulangka, #layananperpusnas, #perpusnas, dan #perpustakaannasional dapat menjangkau pengguna dan relevan dengan konten video tersebut. Sound lagu yang digunakan juga sedang viral dan tren. Feedback dari pengguna yang terlihat dalam kolom komentar mayoritas berupa pengguna yang mengajukan pertanyaan seperti “Perlu kartu member ga min, dan benefit kartu member apa aja”. 5. Konten rekomendasi tempat belajar di perpusnas Konten video “Rekomendasi Tempat Belajar di Perpusnas” memiliki 351 likes, 9.2k views, 118 save, 35 shares, dan 19 komentar. Konten ini tentang rekomendasi ruangan atau fasilitas pada setiap layanan di Perpusnas RI yang dapat dijadikan tempat untuk belajar oleh para pemustaka. Unsur promosi berupa informing terlihat pada video yang menampilkan tempat belajar yang dapat diakses oleh pemustaka yaitu area pada Layanan Referensi Lt. 15, Layanan Foto Peta dan Lukisan Lt. 16, Layanan Multimedia Lt. 19, dan Layanan Mancanegara Lt. 20. Area tersebut dapat dijadikan tempat belajar karena terdapat kursi, sofa, meja, dan fasilitas lengkap lainnya. Kemudian untuk unsur influencing, banyak terlihat pada caption deskripsi video, seperti “Halo #sahabatperpusnas, di Perpusnas banyak tempat comfy dan seru lho buat belajar”, “Jangan ketinggalan ya ngerasain nyamannya belajar di Perpusnas”, serta “Selain tempat nyaman, tersedia bermacam referensi juga kok”. Sedangkan unsur persuading tidak tampak dalam konten maupun caption deskripsi video. Kemudian untuk penggunaan hashtag #sahabatperpusnas, #perpusnas, #publicspace, #tempathits, dan #rekomendasi dapat menjangkau banyak pengguna karena hashtag yang digunakan tersebut sangat umum dan sedang tren, bahkan sering dicari oleh pengguna. Sedangkan sound lagu yang digunakan juga sedang viral dan banyak digunakan oleh para pengguna TikTok. Kemudian feedback dari pengguna yang terlihat dalam kolom komentar seperti “Layanan multimedia buat apa kak?” atau “Sering2 floor tour gini min”, dan sebagainya. Analisis berikutnya merupakan lima konten dengan jumlah likes terendah. Lima konten dengan jumlah likes terendah yaitu berupa Rekomendasi iPusnas Pengenalan Ilmu Psikologi dan Tentang Pendekatan Psikologi Perilaku, Rekomendasi iPusnas Belajar Puasa, Yuk!, Rekomendasi iPusnas Model Konseling Anak Usia Dini, Rekomendasi iPusnas Shopaholic Insyaf: Kisah-Kisah Nyata Tentang Rezeki Tak Disangka-Sangka, serta Rekomendasi iPusnas The Black Cat & Other Stories. Berikut ini dipaparkan secara rinci unsur-unsur promosi yang terdapat dalam kelima konten video tersebut. 6. Konten rekomendasi ipusnas pengenalan ilmu psikologi dan tentang pendekatan psikologi perilaku Konten video “Rekomendasi iPusnas Pengenalan Ilmu Psikologi dan Tentang Pendekatan Psikologi Perilaku” memiliki 12 likes dan 917 views. Tidak ada pengguna yang save, share, dan komentar dalam video ini. Konten ini tentang rekomendasi eBook “Pengenalan Ilmu Psikologi dan Tentang Pendekatan Psikologi Perilaku” yang dapat diakses pemustaka pada aplikasi iPusnas. Unsur promosi berupa informing terlihat pada video yang menampilkan detail koleksi yaitu berupa abstrak atau sinopsis buku, judul (Pengenalan Ilmu Psikologi dan Tentang Pendekatan Psikologi Perilaku), pengarang (Matt Jaarvis), penerjemah (SPA Teamwork), penerbit (Nusamedia), dan tahun terbit (2021). Kemudian dalam konten juga dijelaskan bahwa buku ini cocok dibaca oleh umum dan mahasiswa serta bahasannya berupa psikologi sosial. Kemudian unsur informing terlihat pada deskripsi caption yaitu “Unduh iPusnas di Playstore, Appstore, dan PC”, serta “info selengkapnya https://ipusnas.id”. Unsur promosi berupa persuading dan influencing juga terlihat pada caption deskripsi video. Unsur influencing terlihat pada caption berupa “Halo #sahabatperpusnas masih ada lagi nih ebook menarik yang bisa kalian jadikan referensi dalam bidang psikologi nih”. Sedangkan unsur persuading terlihat pada caption berupa “Yuk baca koleksi eBook ini di aplikasi iPusnas”. Penggunaan sound pada lagu yang sangat tren dan hashtag #sahabatperpusnas, #fyp, #layananperpusnas, dan #rekomendasiipusnas dapat menjangkau berbagai pengguna. 7. Konten rekomendasi ipusnas belajar puasa, yuk! Konten video “Rekomendasi iPusnas Belajar Puasa, Yuk!” memiliki 11 likes, 747 views, dan 2 save. Tidak ada pengguna yang share dan komentar dalam video ini. Konten ini tentang rekomendasi buku elektronik berjudul “Belajar Puasa, Yuk!” yang bisa diakses pemustaka pada aplikasi iPusnas. Unsur promosi berupa informing terlihat pada video yang menampilkan detail koleksi yaitu berupa abstrak atau sinopsis buku, judul (Belajar Puasa, Yuk!), pengarang (Ahmad Yani), penerbit (Multi Kreasi Satudelapan), tahun terbit (2013), dan EISBN (978-979-073-745-7). Kemudian dalam konten juga dijelaskan buku ini cocok dibaca oleh anak dan orang tua dengan bahasan buku terkait ibadah puasa. Kemudian unsur informing yang terlihat pada caption juga sama seperti poin 2.1, yaitu iPusnas dapat diunduh pada Playstore, Appstore, dan PC. Caption ini digunakan untuk seluruh konten terkait rekomendasi iPusnas. Unsur promosi berupa influencing terlihat pada caption deskripsi video berupa “Perpusnas punya ebook menarik untuk dijadikan referensi dalam mengajari anak berpuasa”. Sedangkan unsur persuading tidak tampak pada konten maupun caption deskripsi video. Sound yang digunakan dalam konten ini yaitu lagu yang sedang viral dan hashtag yang digunakan juga sama seperti poin 2.1, yaitu #sahabatperpusnas, #fyp, #layananperpusnas, dan #rekomendasiipusnas. Hashtag ini digunakan untuk seluruh konten terkait rekomendasi iPusnas. Penggunaan sound dan hashtag tersebut juga dapat menjangkau banyak pengguna. 8. Konten rekomendasi ipusnas model konseling anak usia dini Konten video “Rekomendasi iPusnas Model Konseling Anak Usia Dini” memiliki 10 likes, 838 views, 1 save, dan 1 share. Tidak ada pengguna yang komentar dalam video ini. Konten ini tentang rekomendasi eBook berjudul “Model Konseling Anak Usia Dini”. Unsur informing terlihat pada video yang menampilkan bahwa buku ini cocok dibaca untuk umum dan mahasiswa dengan bahasan dalam buku ini berupa psikologi konseling. Kemudian unsur informing diperjelas dengan adanya deskripsi buku berupa abstrak atau sinopsis, judul (Model Konseling Anak Usia Dini), pengarang (Rita Eka Izzaty, Budi Astuti dan Nurcholimah), penerbit (Remaja Rosdakarya), tahun terbit (2017), dan ISBN (978-602-446-205-5). Kemudian unsur informing juga terlihat pada caption deskripsi video. Unsur promosi berupa persuading juga terlihat pada caption deskripsi video, yaitu berupa “#sahabatperpusnas perkaya ilmu konseling pada Anak Usia Dini yuk”. Sedangkan unsur promosi berupa influencing tidak tampak pada konten maupun caption deskripsi video. Dalam konten ini, sound lagu dan hashtag yang digunakan pastinya sedang tren sehingga dapat menjangkau pengguna secara luas. 9. Konten rekomendasi ipusnas shopaholic insyaf: kisah-kisah nyata tentang rezeki tak disangka-sangka Konten video “Rekomendasi iPusnas Shopaholic Insyaf: Kisah-Kisah Nyata Tentang Rezeki Tak Disangka-Sangka” memiliki 8 likes, 1.1k views, 3 shares, dan 2 komentar. Tidak ada pengguna yang save video ini. Konten ini tentang rekomendasi eBook iPusnas yang berjudul “Shopaholic Insyaf: Kisah-Kisah Nyata Tentang Rezeki Tak Disangka-Sangka”. Unsur promosi yang terlihat pada konten ini hanya berupa unsur informing. Unsur persuading dan unsur influencing tidak tampak pada konten maupun caption yang digunakan untuk konten ini. Unsur informing yang terlihat yaitu berupa buku ini ditampilkan cocok dibaca orang tua, ibu, dan pembaca umum secara keseluruhan. Sedangkan bahasan dalam buku ini meliputi pengembangan diri. Kemudian unsur informing juga terlihat pada detail koleksi seperti abstrak atau sinopsis buku, judul (Shopaholic Insyaf: Kisah-Kisah Nyata Tentang Rezeki Tak Disangka-Sangka), pengarang (Elie Mulyadi), penerbit (PT Mizan Pustaka), tahun terbit (2013), dan EISBN (978-602-9255-58-4). Sedangkan unsur informing pada caption deskripsi video yaitu “eBook berisi kisah nyata inspiratif tentang bagaimana seseorang bisa mendapatkan rizki dari arah yang tidak diduga”. Sound lagu dan hashtag yang digunakan pada konten ini juga sangat viral sehingga dapat menjangkau berbagai pengguna. 10. Konten rekomendasi ipusnas the black cat & other stories Konten video “Rekomendasi iPusnas The Black Cat & Other Stories” memiliki 7 likes, 1.4 views, dan 1 save. Tidak ada pengguna yang share dan komentar dalam video ini. Konten ini tentang rekomendasi eBook dengan judul “The Black Cat & Other Stories” yang dapat diakses pengguna melalui aplikasi iPusnas. Pada konten ini hanya ada unsur promosi berupa informing dan persuading. Sedangkan untuk unsur influencing tidak tampak pada konten maupun caption deskripsi video. Unsur promosi berupa informing terlihat pada detail koleksi, yaitu abstrak atau sinopsis buku, judul (The Black Cat & Other Stories), pengarang (Edgar Allan Poe), penerbit (Mizan), tahun terbit (2016), dan EISBN (978-6023-850-532). Kemudian unsur informing lain yang terlihat pada video yaitu dijelaskan bahwa buku ini cocok dibaca untuk umum, khususnya para remaja dan bahasan buku ini berupa fiksi. Kemudian untuk unsur promosi berupa persuading dapat terlihat pada caption deskripsi video yaitu “Yuk baca koleksi eBook ini di aplikasi iPusnas”. Sound lagu dan hashtag yang digunakan pastinya dapat menjangkau banyak pengguna umum. C. KETERKAITAN SEPULUH KONTEN PROMOSI TIKTOK @perpusnas_ri Dari analisis di atas terkait unsur promosi pada sepuluh konten video yang dipublikasikan akun TikTok @perpusnas_ri, maka terlihat bahwa unsur-unsur promosi dari Widuri (2015) telah diterapkan pada konten-konten tersebut, namun tidak semua unsur promosi tercantum dalam sepuluh konten tersebut. Dalam hal ini, unsur promosi berupa informing terdapat pada seluruh konten video. Namun, untuk unsur promosi berupa persuading dan influencing tidak semua tertera pada konten video. Penjabaran lebih jelas dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Unsur Promosi dalam Sepuluh Konten TikTok @perpusnas_ri Unsur Promosi No. Jenis/Tema Konten Informing Persuading Influencing 1. Likes Tertinggi 1.1. Koleksi Buku Bertema Korea ✓ 1.2. Pelanggaran dalam Pemanfaatan ✓ ✓ Layanan Perpusnas ✓ ✓ ✓ 1.3. Rekomendasi Buku Self Improvement ✓ ✗ ✓ 1.4. Layanan Koleksi Buku Langka ✓ ✓ ✗ 1.5. Rekomendasi Tempat Belajar di Perpusnas ✓ ✗ ✓ 2. Likes Terendah Rekomendasi iPusnas Pengenalan 2.1. Ilmu Psikologi dan Tentang Pendekatan Psikologi Perilaku ✓ ✓ ✓ 2.2. Rekomendasi iPusnas Belajar Puasa, Yuk! ✓ ✗ ✓ 2.3. Rekomendasi iPusnas Model Konseling Anak Usia Dini ✓ ✓ ✗ Rekomendasi iPusnas Shopaholic 2.4. Insyaf: Kisah-Kisah Nyata Tentang ✓ ✗ ✗ Rezeki Tak Disangka-Sangka 2.5. Rekomendasi iPusnas The Black Cat & Other Stories ✓ ✓ ✗ Dari tabel tersebut, terlihat bahwa sepuluh konten, baik yang memiliki jumlah likes tertinggi maupun terendah, mengandung unsur informing. Dalam hal ini, konten dalam akun TikTok @perpusnas_ri menginformasikan kepada pengguna terkait layanan, fasilitas, koleksi buku tercetak, koleksi buku elektronik iPusnas, serta pelanggaran dan hal yang sebaiknya dilakukan ketika memanfaatkan layanan Perpusnas. Sedangkan unsur persuading tidak terdapat dalam konten terkait rekomendasi buku tercetak seputar self improvement, rekomendasi tempat belajar di Perpusnas, dan beberapa rekomendasi koleksi iPusnas. Untuk unsur persuading yang terdapat dalam konten, akun TikTok @perpusnas_ri membujuk atau merayu pengguna untuk menggunakan layanan Perpusnas dengan benar, mengunjungi koleksi buku bertema Korea pada Layanan Mancanegara, menggunakan Layanan Koleksi Buku Langka, serta membaca buku elektronik pada aplikasi iPusnas. Kemudian unsur influencing juga tidak terdapat dalam konten terkait Layanan Koleksi Buku Langka dan beberapa rekomendasi koleksi iPusnas. Dalam hal ini, unsur persuading yang terdapat dalam konten ini bertujuan untuk mempengaruhi pengguna agar tertarik untuk memanfaatkan koleksi terkait self improvement dan koleksi bertema Korea, mengunduh aplikasi iPusnas, menggunakan layanan Perpusnas sebagai tempat belajar, dan memanfaatkan layanan Perpusnas dengan baik. Kemudian pada jumlah likes, terlihat bahwa konten dengan jumlah likes tertinggi yaitu konten “Koleksi Buku Bertema Korea”, tercantum semua unsur promosi, yaitu informing, persuading, dan influencing. Sedangkan konten dengan jumlah likes terendah yaitu konten “Rekomendasi iPusnas The Black Cat & Other Stories”, hanya tercantum unsur informing dan persuading. Hal ini menandakan bahwa para pengguna TikTok lebih tertarik dan minat terhadap konten yang persuasif dan dapat mempengaruhi mereka untuk datang ke Perpusnas RI dibandingkan dengan konten layanan online seperti iPusnas. Namun, jika dilihat dari jumlah konten, masih banyak konten terkait iPusnas yang dipublikasikan pada akun TikTok @perpusnas_ri. Oleh karena itu, jika Perpusnas RI ingin terus mempromosikan layanan iPusnas, maka konten videonya dapat diubah seperti konten-konten dengan jumlah likes tinggi. Jadi, tidak hanya memperhatikan unsur informing seperti deskripsi buku, namun juga unsur persuading dan unsur influencing perlu ditampilkan. Penggunaan caption dengan bahasa kekinian dan tidak formal juga dapat menjadi cara untuk menjangkau pengguna secara luas, khususnya Gen Z yang merupakan pengguna utama TikTok dalam mempromosikan layanan maupun koleksi yang dimiliki perpustakaan. Mayoritas konten pada akun TikTok @perpusnas_ri telah menggunakan caption dengan baik dan menggunakan bahasa kekinian. Dari segi penggunaan hashtag dan pemilihan sound untuk konten juga sudah baik karena menggunakan lagu yang sedang tren. Sedangkan untuk hashtag yang digunakan, seperti #fyp dan #foryourpage juga dapat menjangkau banyak pengguna. Hal ini disebabkan dengan menggunakan hashtag tersebut, konten yang dipublikasikan akun TikTok @perpusnas_ri dapat masuk ke beranda pengguna TikTok bahkan bagi pengguna yang tidak memfollow akun Perpusnas RI. Kemudian pada kolom komentar di beberapa video, terlihat adanya antusias dari para pengguna yang menandakan bahwa TikTok dapat sarana promosi yang efektif untuk perpustakaan. Selain itu, terdapat interaksi antara pengguna dan admin TikTok Perpusnas RI, misalnya pengguna memberi feedback berupa opini dan pertanyaan, maka admin @perpusnas_ri secara aktif membalas satu per satu komentar dari para pengguna tersebut. Hal ini perlu terus dilakukan pada akun TikTok @perpusnas_ri agar pemustaka terasa semakin dekat dengan pustakawan dan perpustakaan
Conclusion
Kajian terhadap akun TikTok @perpusnas_ri ini menunjukkan bahwa akun tersebut efektif dalam menginformasikan kepada pengguna tentang layanan, fasilitas, koleksi yang dimiliki Perpusnas RI. Unsur-unsur promosi berupa informing, persuading, dan influencing telah diterapkan pada konten video akun TikTok @perpusnas_ri, walaupun beberapa konten masih ada yang tidak menampilkan unsur persuading dan influencing seperti yang terlihat pada konten rekomendasi eBook iPusnas. Akun tersebut juga menggunakan hashtag dan lagu-lagu yang sedang tren untuk menjangkau audiens yang lebih luas, serta admin aktif berinteraksi dengan pengguna di kolom komentar. Namun, akun tersebut dapat lebih efektif dalam mempromosikan layanan iPusnas dengan menggunakan unsur-unsur yang lebih persuasif dan mempengaruhi pengguna dalam konten videonya. Hal ini terlihat dari konten video dengan jumlah likes tertinggi, memiliki ketiga unsur promosi (informing, persuading, dan influencing), sehingga dapat menarik minat pengguna dibandingkan konten video dengan jumlah likes terendah, unsur promosi yang tercantum di dalam konten tidak lengkap. Oleh karena itu, hal-hal yang dapat dijadikan pertimbangan oleh perpustakaan dalam mengembangkan konten TikTok, contohnya yaitu menggunakan unsur yang lebih persuasif dan dapat mempengaruhi pengguna, membuat lebih banyak konten yang ditargetkan khusus untuk pengguna Gen Z, serta terus berinteraksi dengan pengguna di kolom komentar. Dengan demikian, akun tersebut dapat mendorong pengguna untuk mengunduh aplikasi iPusnas dan lebih sering menggunakan layanan tersebut. Secara keseluruhan, akun TikTok @perpusnas_ri juga menjadi sumber yang penting bagi pengguna yang tertarik untuk mempelajari Perpusnas RI lebih jauh. Akun dikelola dengan baik dan informatif, dan admin responsif terhadap umpan balik pengguna. Jika akun TikTok @perpusnas_ri ini terus meningkatkan kontennya agar semakin baik, maka akun tersebut dapat menjadi sarana yang efektif dan efisien untuk mempromosikan Perpusnas RI dan layanan yang dimilikinya. Keterbatasan dalam penelitian ini adalah tools pada analitik data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu fanpagekarma versi trial, terbatas pada kurung waktu tiga bulan, sehingga analisis konten promosi dalam akun TikTok @perpusnas_ri ini hanya bisa dari periode bulan Januari-Maret 2023. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya diharapkan untuk menyempurnakan penelitian ini dengan menganalisis konten promosi pada akun media sosial perpustakaan dalam kurung waktu lebih dari tiga bulan untuk melihat perkembangan konten-konten yang telah dibuat oleh perpustakaan. Kemudian penelitian selanjutnya diharapkan juga dapat menganalisis lebih dari satu akun perpustakaan untuk melihat perbandingan dengan akun-akun lainnya dan menggabungkannya dengan media sosial lainnya untuk melihat platform media sosial yang paling efektif dalam mempromosikan perpustakaan.