Kembali
16
1
2022 Al-ma'mun: Jurnal Kajian Kepustakawanan dan Informasi Vol 3 · 1 ISSN 2746-0509

Literasi Informasi Meningkatkan Kemampuan Informasi Dalam Menyelesaikan Tugas Akhir Mahasiswa

Universitas Islam Negeri Mataram

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan bagaimana pihak perpustakaan membantu mahasiswa menyelesaikan tugas akhir melalui layanan literasi informasi, perpustakaan mengembangkan berbagai macam layanan seperti melakukan bimbingan sumber refrensi, melakukan penulusuran informasi kompleks, melakukan bimbingan dalam bentuk literasi informasi dengan menyediakan sarana dalam menemukan informasi yang baik dan benar melalui media online maupun offline. Literasi informasi merupakan kemampuan setiap orang untuk mendapatkan berbagai macam informasi yang digunakan untuk memecahkan masalah dan mengambil keputusan yang tepat sesuai dengan kebutuhan dalam menyelesaikan tugas akhir mahasiswa. Sehingga perpustakaan UIN Mataram menyediakan berbagai sumber informasi, baik secara printed maupun secara online yaitu dengan website yang dimilki oleh perpustakaan UIN Mataram. Penulis memakai pendekatan kualitatif dan teknik pengumpulan data menggunakan secara langsung ke informan. Upaya yang dilakukan pihak perpustakaan untuk membantu menyelesaikan tugas akhir mahasiswa ialah melalui Layanan Bookless library, melalui layanan e-jornal dan melalui layanan website perpustakaan UIN Mataram

Abstract

The purpose of this study is to describe how the library helps students complete their final projects through information literacy services, libraries develop various services such as providing reference source guidance, conducting complex information searches, providing guidance in the form of information literacy by providing a means of finding information. good and right, through online and offline media. Information literacy is the ability of everyone to get various kinds of information that is used to solve problems and make the right decisions according to their needs in completing student final assignments. So that the UIN Mataram library provides various sources of information, both printed and online, namely the website owned by the UIN Mataram library. The author uses a qualitative approach and data collection techniques using directly to informants. Efforts made by the library to help complete student final assignments are through the Bookless library service, through the e-journal service, and through the UIN Mataram library website service.
Keywords: Information literacy · thesis services

Introduction

Perkembangan pengetahuan semakin maju sesuai dengan perkembangan pada saat ini dan kehidupan manusia pun semakin maju sesuai dengan kemajuan teknologi, semakin canggih teknologi maka semakin banyak untuk mendapatkan berbagai macam informasi. Kita bisa melihat bagaimana perkembangan teknologi di lingkungan sekitar kita seperti, penggunaan internet yang sebagai jejaring global dapat membantu seseorang untuk mendapatkan berbagai macam informasi yang dibutuhkan. Kita juga dapat melihat di perkembangan ICT yang sangat pesat karena perkembangan ICT sangat berpengaruh pada penelusuran sumber informasi berbasis elektronik. Pembelajaran di tingkat perguruan tinggi juga telah banyak memanfaatkan teknologi terutama di kalangan civitas akademik dalam mendukung tri dharma, karena di dalam tri dharma dituntut untuk memiliki kemampuan memperoleh informasi, meskipun penggunaan dan pemanfaatanya masih kurang maksimal. Hal tersebut karena masih banyak mahasiswa kurang memanfaatkan fasilitas internet secara maksimal untuk keperluan proses pembelajaran namun cenderung memanfaatkan sebagai media komunikasi social seperti Facebook, twitter, instagram, tik-tok, dan permainan. Dalam hal ini mahasiswa belum mampu menggunakan jaringan internet secara efektif karena mahasiswa belum bisa menilai mana informasi yang penting dan informasi yang tidak penting(Pattah, 2014). Literasi adalah kemampuan seseorang bagaimana cara menguasai teknologi dengan cara memahami segala informasi yang melalui berpikir secara tepat dan kritis dan yang pastinya harus peka terhadap lingkungan sekitarnya. Adapun yang dikatakan seseorang literate itu adalah jika seseorang itu mampu menguasai sesuatu dalam hal membaca informasi dengan tepat dan harus memahami isi bacaan itu sendiri(Septiyantono, 2016). Dalam hal ini kita bisa melihat bahwa kemampuan literasi seseorang tidak bisa muncul dengan cepat, karena seperti yang kita ketahui bahwa tidak ada manusia yang sudah membaca sejak baru lahir. Dan untuk membentuk seseorang menjadi literat itu harus membutuhkan waktu yang sangat panjang dan literasi membutuhkan sarana yang benar-benar kondusif. Rod Welford sebagaimana dikutip oleh Arini Pakistianingsih, menyatakan bahwa literasi adalah inti atau jantungnya kemampuan mahasiswa untuk belajar dan berhasil dalam menimba ilmu pengetahuan baik sebelum maupun sesudahnya (Nugraha et al., 2019). Kemampuan ini menjadi sangat penting yang harus dikuasai oleh seorang mahasiswa sebab literasi menjadi semacam syarat untuk mendapatkan informasi. Informasi merupakan tempat untuk memberdayakan pengguna. Informasi ini digunakan untuk mengontrol diri sendiri bagaimana cara memainkan peran yang lebih aktif dan lebih ke arah positif untuk memenuhi kebutuhan Informasi kepada pengguna. Literasi informasi merupakan suatu keterampilan yang sangat penting untuk dimiliki pustakawan karena pada era sekarang literasi informasi sangat berpengaruh aktif untuk membantu mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhir. Oleh karena itu pustakawan harus memiliki kesadaran diri sendiri dalam bagaimana memenuhi kebutuhan mahasiswa. Pihak pustakawan dituntut harus kritis dalam memiliki kemampuan literasi informasi bagaimana cara memberdayakan informasi yang dimilikinya. Oleh karena itu kemampuan literasi mahasiswa berkaitan dengan berbagai fakta-fakta yang ada(Afifah, 2015). Untuk memenuhi kebutuhan informasi tersebut pustakawan harus mampu menghadapi masa dengan berbagai macam perubahan sesuai dengan perkembangan zaman setiap harinya(Hasugian, 2009). Kemajuan teknologi sangat berpengaruh terhadap tingkat literasi mahasiwa dalam memenuhi kebutuhan untuk menyelesaikan tugas akhir. Sehingga peran pustakawan dalam hal ini dapat membantu mahasiswa untuk menemukan bahan pustaka yang ada di perpustakaan UIN Mataram, baik secara online maupun offline. Menurut Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional RI No 11 Tahun 2015 tentang petunjuk teknis jabatan fungsional pustakawan. Bentuk Pelayanan pemustaka sebagai berikut: 1. Melakukan bimbingan pemustaka dalam bentuk pendidikan pemustaka. Setiap kegiatan diperpustakaan berlangsung maka pustakawan mengajarkan pemustaka bagaimana cara mengakses informasi untuk menyelesaikan tugas akhir mahasiswa dan pustakawan mengajarkan bagaimana cara menggunakan fasilitas yang ada diperpustakaan. 2. Melakukan bimbingan pemustaka dalam bentuk literasi informasi. Pustakawan memberikan bimbingan melalui literasi informasi kepada mahasiswa ketika mahasiswa membutuhkan informasi tentang ruang lingkup perpustakaan, seperti ketika tidak bisa menggunakan RFID dan mencari buku yang akan dipinjam untuk menyelesaikan tugas akhir mahasiswa oleh karena itu pustakawan berperan penting dalam bimbingan literasi informasi 3. Melakukan bimbingan penggunaan sumber referensi. Di sini pustakawan memberikan penjelasan kepada mahasiswa tentang sumber-sumber referensi, jenis informasi, isi informasi dan kemudian memberikan bimbingan informasi apa yang dibutuhkan oleh mahasiswa. Dari sini pustakawan terlibat interaksi langsung dalam mencarikan informasi berdasarkan kebutuhan mahasiswa. 4. Melakukan penelusuran informasi kompleks. Ketika mahsiswa ingin menyelesaikan tugas akhir seperti skripsi maka pustakawan berperan sangat penting untuk memberikan literasi secara kompleks. Contoh sederhana seperti membimbing penggunaan pathfinder, mengumpulkan berbagai sumber informasi yang relevan, mengkategorikan jenis sumber, membimbing dan mengarahkan berbagai sumber baik tercetak maupun digital. Dengan demikian, mahasiswa akan merasa sangat terbantu ketika sedang membutuhkan informasi terutama dalam proses penulisan skripsi. Berdasarkan uraian pendahuluan, maka penulis melakukan penelitian lebih dalam terhadap masalah literasi informasi perannya dalam meningkatkan kemampuan penyelesaikan tugas akhir mahasiswa. Untuk mengukur kemampuan literasi informasi tersebut dalam tulisan ini, peneliti menggunakan 4 keterampilan yaitu bimbingan pendidikan pemustaka, melakukan bimbingan dalam bentuk literasi informasi, bimbingan pengguna sumber informasi, penelusuran informasi komlpeks. B. RUMUSAN MASALAH Bagaimana peran program literasi informasi dalam membantu menyelesaikan tugas akhir mahasiswa di lingkungan UIN Mataram? C. KAJIAN PUSTAKA 1. Pengertian Literasi Informasi Literasi informasi merupakan sebuah keahlian seseorang untuk mendapatkan berbagai macam informasi sesuai dengan kebutuhan. Istilah literasi berasal dari bahasa inggris yaitu literacy yang artinya kemelekkan huruf atau kemampuan membaca. Literasi informasi pertama kali dijelaskan oleh Paul Zurkowski dalam sebuah proposal kepada The Nation Commission on Libraries and Information Science (NCLIS) pada tahun 1974. Menurut Zurkowski orang yang literat adalah orang-orang yang terlatih dalam aplikasi sumberdaya dalam pekerjaannya(Andi et al., 2020). Literasi informasi adalah kemampuan setiap orang untuk mendapatkan berbagai macam informasi yang digunakan untuk memecahkan masalah dan mengambil keputusan yang tepat sesuai dengan kebutuhan dalam menyelesaikan tugas akhir mahasiswa. Sehingga perpustakaan UIN Mataram menyediakan berbagai sumber informasi, baik secara printed maupun secara online yaitu dengan website yang dimilki oleh perpustakaan UIN Mataram. Dalam hal ini para pustakawan sangat berperan aktif dalam memberikan pelayanan untuk mahasiswa dalam mencari informasi untuk menyelesaikan tugas akhir dari mahasiswa dengan cara memberikan bimbingan baik secara kelompok maupun individu. 2. Jenis- Jenis Literasi Informasi Terdapat beberapa jenis keterampilan literasi informasi, yaitu sebagai berikut: a. Literasi alat, yaitu bagaimana seseorang memiliki kemampuan untuk memahami teknologi secara keseluruhan baik dalam bentuk konseptual maupun praktikal yang dimana seseorang itu menggunakan perangkat lunak dan keras yang harus disesuaikan dengan bidangnya masing-masing. b. Literasi sumber daya, yaitu ketika kita sesuaikan dengan perkembangan zaman pada saat ini maka seorang yang literat diharuskan untuk memiliki kemampuan memahami berbagai macam hal seperti bentuk, format dan bagaimana cara mendapatkan sumber daya informasi. c. Literasi structural social, yaitu bagaimana mahasiswa memperoleh informasi sesuai dengan apa yang mahasiswa butuhkan. d. Literasi riset, yaitu bagaimana cara mahasiswa melatih kemamampuannya dalam menggunakan peralatan yang berbasis teknologi informasi sebagai alat riset. e. Keaksaraan penerbitan, yaitu kemampuan yang dimiliki oleh seseorang bagaimana cara menyusun dan mengakses berbagai macam publikasi dan ide-ide ilmiah di kalangan mahasiswa dengan memanfaatkan komputer dan internet yang ada di perpustakaan. f. Munculnya literasi teknologi, yaitu kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi. Dalam hal ini mahasiswa diharuskan memahami dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan turut terlibat secara bersama-sama dengan komunitasnya untuk menentukan bagaimana arah pemanfaatan teknologi informasi untuk kepentingan pengembangan ilmu dan informasi. g. Literasi kritis, yaitu keahlian yang dimiliki seseorang untuk melakukan evaluasi secara teliti terhadap informasi yang diperolehnya. Berdasarkan paparan di atas bahwa literasi itu adalah kemampuan untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan, dan literasi informasi harus menyesuaikannya dengan perkembangan zaman sehingga perpustakaan harus cepat tanggap menyesuaikan kebutuhan sumber daya yang teknologi, sumber daya manusia serta sumber daya informasi. 3. Manfaat Literasi Informasi Dalam berliterasi seseorang akan dimudahkan untuk melakukan dan memperoleh informasi secara luas, terbuka dan selektif. Senada dengan itu, pernah diungkapkan oleh Adam bahwa ada beberapa manfaat literasi informasi di antaranya: a. Membantu dalam pengambilan keputusan. Dalam peran literasi informasi kita dapat membantu untuk memecahkan suatu masalah dari suatu persoalan oleh karena itu seseorang itu diharuskan untuk mempunyai informasi yang cukup dan tepat untuk mengambil suatu keputusan agar sesuatu permasalahan ditangani dengan baik. b. Menjadi manusia pembelajar di era ekonomi pengetahuan. Di era zaman sekarang kita harus mempunyai kemampuan untuk berliterasi dengan baik, dengan berliterasi maka akan meningkatkan kemampuan seseorang untuk menjadi manusia pembelajar yang sesungguhnya. Karena dengan berliterasi juga kita akan memiliki keterampilan oleh karena itu seseorang literat dapat melakukan pembelajaran secara mandiri c. Menciptakan pengetahuan baru. Setiap kita berliterasi maka akan tercipta pengetahuan-pengetahuan yang baru. Dan setiap orang yang memiliki literasi yang baik maka seseorang itu akan mampu memilih informasi yang baik dan yang salah, dengan kata lain seseorang itu mampu membedakan mana informasi yang benar dan mana informasi yang salah oleh karena itu seorang literat itu tidak mudah saja percaya dengan informasi yang didapatkan. 4. Langkah-langkah Literasi Informasi Ketika kita menerapkan literasi informasi maka membutuhkan keterampilan dan kemahiran. Beberapa kebutuhan keterampilan tersebut diantaranya sebagai berikut: a. Kebutuhan informasi, yaitu memahamai bagaimana seseorang akan menyadari akan kebutuhan informasi dan sadar bahwa kemampuannya untuk mencari masih terbatas bahkan kurang dipahami. Kemudian sadar bahwa banyak ilmu-ilmu dan sumbersumber yang telah ada yang dapat dimanfaatkan untuk memecahkan berbagai macam masalah. b. Menetapkan strategi pencarian, yaitu dalam mencapai target kita harus memiliki strategi yang tepat untuk mengelola data yang sudah diketahuinya seperti mengidentifikasi berbagai macam sumber-sumber yang sudah berpotensi. c. Mengumpulkan sumber-sumber, yaitu kemampuan yang dimiliki seseorang untuk mengumpulkan berbagai macam sumber yang diperlukan baik dalam bentuk tercetak dan non-cetak, melakukan interview dengan pakar dan konsultasi dengan para pustakawan bagaimana saran-saran tambahan yang diperlukan. d. Menilai dan memahami informasi, yaitu proses mengelola, menyeleksi dan mengamati kata kunci dan judul-judul terkait, mengevaluasi dominasi dari berbagai macam referensi, mencari masalah, pendapat-pendapat dari beberapa pihak, lalu memperjelas kembali pertanyaan-pertanyaan sesuai dengan informasi yang diinginkan. e. Menerjemahkan informasi, suatu proses yang menganalisa, sintesis, evaluasi dan pengorganisasian data yang sudah terseleksi untuk penggunaan dan kemudian membuat kesimpulan dari semua yang terkait dengan penelitian tersebut. f. Mengkomunikasikan informasi, yaitu memberikan berbagai macam informasi kepada orang lain dengan cara memberikan manfaat melalui pertanyaan riset dalam bentuk poster, grafik dan lainnya. g. Mengevaluasi produk prosesnya, yaitu melakukan evaluasi terhadap produk dan proses penelitian yang dilakukannya. Dan kemampuan seseorang memiliki keterampilan untuk mengevaluasi, hal tersebut dapat menentukan sejauh mana baiknya data yang diperoleh(Septiyantono, 2016). Perkembangan teknologi informasi saat ini menyadarkan kita bersama terutama kalangan akademisi tentang potensi perubahan yang sangat dratis dalam penyebarluasan informasi. Namun, masih banyak di kalangan mahasiswa yang menganggap bahwa teknologi tidak selalu memudahkan penemuan informasi bahkan teknologi sekarang dianggap mempersulit. Oleh karena itu, terdapat aspek penting dalam berliterasi yaitu perlunya trasformasi dengan perubahan sikap dan perilaku yang dimiliki. Artinya mahasiswa dan juga peran pustakawan perlu berjalan seiring dan sejalan dalam kegiatan literasi informasi di perpustakaan dalam membantu menyelesaikan tugas akhir mahasiswa terutama di UIN Mataram. Dalam meningkatkan kualitas pendidikan, perpustakaan itu sangat berperan penting dalam membantu pembelajar atau mahasiswa salah satunya untuk menyelesaikan tugas akhir. Mengutip Masyarakat kampus yang mulai beranjak melek informasi digital harus difasilitasi dengan sumber daya digital yang memadai. Perpustakaan juga perlu mengembankan dan menyelenggarakan program-program literasi informasi sekaligus literasi media yang tepat dan dibutuhkan. Untuk memperlancar kegiatannya, perpustakaan juga perlu didukung dengan dana yang memadai untuk berlangganan database sumber daya digital, infrastruktur dan program peningkatan sumber daya manusianya(Nurohman, 2021, p. viii). Pengelola perpustakaan perlu melakukan kegiatan pengadaan koleksi buku dan bahanbahan pustaka lainnya yang dibutuhkan oleh mahasiswa, baik secara online maupun offline. Sebagaimana kita sudah mengetahui bahwa perpustakaan merupakan tempat pengetahuan atau jantungnya kampus karena disetiap perguruan tinggi harus mengadakan perpustakaan sesuai dengan tri dharma perguruan tinggi. Dalam hal ini pustakawan atau pihak perpustakaan dapat membantu untuk mengajarkan mahasiswa bagaimana cara berpikir kritis. 5. Jenis-jenis Layanan Perpustakaan UIN Mataram Perpustakaan UIN Mataram mempunyai beberapa layanan sebagai berikut: a. Sirkulasi (peminjaman dan pengembalian koleksi) Kegiatan sirkulasi dilakukan secara otomasi dalam bentuk peminjaman dan pengembalian bahan pustaka yang disiapkan pihak perpustakaan maksimal 3 buku yang memiliki jangka waktu 2 minggu dan apabila terjadi keterlambatan pengembalian diberlakukan sanksi berupa denda sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh perpustakaan. Sistem peminjaman dan pengembalian koleksi di perpustakaan UIN Mataram sudah dilakukan dengan cara mandiri yaitu, pemustaka mencari dan meminjam buku tanpa melalui petugas, melainkan lansung dari mesin peminjaman mandiri yang telah di sediakan oleh perpustakaan. b. Baca di tempat Pemustaka dalam hal ini membaca di tempat maksudnya adalah pemustaka membaca buku yang sudah disediakan oleh pihak perpustakaan, ada beberapa ruangan yang dikhususkan oleh pihak perpustakaan untuk membaca ditempat yaitu, ruang baca refrensi, ruang baca sirkulasi, ruang baca BI Corner dan ruang baca sasambo. Ruang baca di perpustakaan ini sudah dimodif seperti fasilitas meja lesehan, meja dan layar televisi di bagian sudut Bi corner serta sofa sudut di masing-masing corner. c. Layanan Referensi dan Tandon Layanan ini diberlakukan pihak perpustakaan bukan untuk dipinjamkan hanya ketersediaan baca di tempat dan dapat diphoto copy oleh pemustaka. d. Layanan Otomasi Perpustakaan Layanan otomasi perpustakaan UIN Mataram dalam perkembangannya sudah menerapkan sistem layanan otomasi berbasis web yang didukung oleh aplikasi Senayan Library Management Systems (SLiMs) versi 7 Matoa, kemudian pada tahun 2020 dilakukan updrage Sistem Otomasi Perpustakaan ke SliMs versi 8.3.1 Akasia. Pada sistem otomasi perpustakaan yang digunakan tentu saja sudah memiliki yang namanya OPAC atau biasa di sebut Online Public Access Catalog. Pemustaka dapat menelusuri semua koleksi sirkulasi maupun refrensi sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Adapun tahapan dalam melakukan penelusuran informasi yang dapat dilakukan pemustaka, yaitu: 1) Mengakses laman web OPAC perpustakaan di http://library.uinmataram.ac.id/ 2) Mengetikkan judul koleksi yang dicari 3) Setelah mendapatkan judul koleksi yang sesuai, pemustaka dapat melihat nomor panggil yang terdapat pada informasi detail 4) Pemustaka dapat mencari koleksi pada rak sesuai dengan nomor panggil yang terdapat di informasi detail. Selain dapat melakukan penelusuran informasi, aplikasi sistem informasi dan layanan dengan platform SLIMs di perpustakaan UIN Mataram juga sudah terkoneksi dengan mesin peminjaman mandiri. Mesin peminjaman mandiri tersebut dapat memudahkan pemustaka serta pustakawan dalam memberikan pelayanan dengan mengikuti perkembangan digital yang ada. Pemustaka tidak lagi meminjam koleksi melalui petugas, akan tetapi meminjam melalui mesin peminjaman mandiri yang sudah disediakan oleh perpustakaan. Langkah yang harus dilakukan sebelum dapat melakukan peminjaman mandiri, yaitu meng-update data keanggotaan serta membuat pin untuk melakukan peminjaman nantinya. Adapun alur dalam membuat pin yaitu melalui laman https://www.cutt.ly/updateanggota, selanjutnya ikuti proses sebagai berikut: 1) Pada kolom ID Anggota isikan dengan NIM 2) Pada kolom Kata Sandi isikan dengan 1234 3) Pada kolom Username isikan dengan NIM 4) Pada kolom Kata Sandi Terkini isikan dengan 1234 5) Pada kolom Kata Sandi Terbaru isikan dengan kata sandi yang diinginkan 6) Pada kolom Konfirmasi Kata Sandi isikan dengan kata sandi yang diinginkan sebelumnya 7) Klik perbaharui untuk mengakhiri proses pembuatan pin Setelah proses pembuatan pin atau update data anggota dilakukan, selanjutnya mahasiswa dapat melakukan peminjaman secara mandiri pada mesin peminjaman yang telah disediakan oleh perpustakaan dengan menggunakan NIM dan kata sandi atau pin yang telah di buat sebelumnya. Selain dari sistem otomasi SliMS, perpustakaan juga memiliki database yang berfungsi sebagai digital archive yaitu: 1) http://perpustakaan.uinmataram.ac.id/ 2) http://library.uinmataram.ac.id/ 3) http://etheses.uinmataram.ac.id/ 4) http://repository.uinmataram.ac.id e. Layanan Literasi Informasi Pihak perpustakaan mengadakan kelas literasi yang sudah mempunyai jadwal masing-masing yang sudah ditentukan oleh pihak perpustakaan. Kelas literasi diselenggarakan secara rutin oleh pustakawan di ruang pertemuan perpustakaan. f. Layanan peminjaman sarana untuk kegiatan Layanan ini sangat berperan penting untuk civitas akademik, karena untuk membantu proses kegiatan dalam menunjang tri dharma perguruan tinggi. Perpustakaan UIN Mataram memiliki layanan peminjaman seperti ruang meeting, ruang multimedia, ruang diskusi dan ruang audio visual, pemanfaatan sarana dan prasarana ini sudah diatur sesuai dengan prosedur yang sudah disesuaikan oleh pihak perpustakaan UIN Mataram. 6. Penelitian Terdahulu Penelitian yang masih beririsan dengan kajian penelitian ini sebenarnya sudah banyak dilakukan, namun ada sisi yang berbeda yang perlu peneliti tegaskan. Salah satunya penelitian tentang analisis kemampuan literasi informasi terhadap kemampuan menulis tugas akhir mahasiswa akhir program studi pendidikan Fisikia yang dilakukan oleh Azmi Asra dkk (Asra et al., 2020). Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui angket/ kuesioner, lokasi penelitiannya di FKIP UPP. Bedanya dnegan penelitian ini adalah pada lokus dan teknik pengumpulan data, yaitu peneliti menggunakan informan sebagai sumber infromasi dalam wawancara langsung di Perpustakaan UIN mataram. Penelitian lain pernah juga dilakukan oleh Ben Varian Kashira dan Tamara A Susetyo berjudul Literasi Informasi Mahasiswa Tingkat Akhir Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Banking School(Kashira & Tamara A. Susetyo, 2013). Penelitian ini memang mengupas tentang kemampuan literasi informasi mahasiswa tingkat akhir STIE IBS berdasarkan standar literasi informasi ACRL Information Literacy Standard for Higher Education. Yang membedakan dengan penelitian ini adalah pada subjek penelitian dan model yang digunakan. Peengukuran kemampuan literasi informasi oleh Ben Varian dan tamara menggunakan standar literasi informasi ACRL Information Literacy Standard for Higher, sedangkan dalam penelitian ini peneliti menggunakan model literasi informasi Empowering. Penelitian yang dilakukan oleh Essenza Quranique Bachreisy tahun 2014 yang berjudul “Kemampuan Literasi Informasi Jurnalis LAIQA Magazine juga merupakan salah satu penelitian tentang efek literasi informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan literasi informasi jurnalis LAIQA Magazine berdasarkan model literasi The Seven Pillars(Essenza Quranique Bachreisy, 2014). Penelitian ini memiliki tujuan yang sama dengan penelitian yang penulis teliti yaitu sama-sama ingin mengetahui kemampuan literasi informasi. Namun yang membedakan adalah subjek dan model literasi yang digunakan

Method

a) Lokasi penelitian dan waktu perencanaan penelitian Lokasi dalam penelitian ini adalah diperpustakaan UIN Mataram, alasan memilih lokasi ini karena strategis dari tempat kerja, sehingga memudahkan peneliti untuk melakukan penelitian, rencana penelitian dilakukan pada bulan februari 2021. b) Metode penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data melibatkan informan secara langsung dengan memberikan layanan literasi informasi kepada mahasiswa untuk menyelesaikan tugas akhir. c) Fokus Informan Adapun focus informan dalam penelitian ini adalah mahasiswa dan pustakawan. d) Metode Pemilihan Informan Pemilihan informan dilakukan secara purposive, kepentingan peneliti untukn memperoleh data sesuai dengan topic penelitian. dalam hal ini yang menjadi informan yaitu 5 orang mahasiswa dan 2 pustakawan.

Discussion

Di perpustakaan UIN mataram telah tersedia berbagai macam fasilitas yang dibutuhkan oleh mahasiswa untuk mendapatkan informasi dalam menyelesaikan tugas akhir mahasiswa. Para pustakawannya juga sangat berperan aktif dalam membantu dan mengoptimalkan layanan-layanan yang ada di perpustakaan UIN Mataram. Perpustakaan juga telah mengembangkan layananlayanan baik secara online maupun offline. Pengembangan yang dimaksud adalah pengembangan melalui layanan bookless library, layanan e-jornal, layanan website di perpustakaan UIN Mataram. Berdasarkan data yang diperoleh, pustakawan UIN Mataram juga terlibat aktif dalam kegiatan literasi informasi khususnya kepada para mahasiswa untuk menyelesaikan tugas akhir. Adapun beberapa fasilitas sumber daya pendukung dalam kegiatan literasi untuk mahasiswa tersebut diantaranya: a. Melalui Layanan Bookless library Ada berbagai macam layanan book yang ada di perpustakaan UIN mataram yaitu ada ensiklopedia agama terdiri dari Alqur’an, hadis, siroh, fikih, ada ensiklopedia umum, ada asmaul husna, ebook dan kamus. Layanan ini bisa diakses melalui komputer yang sudah disediakan oleh perpustakaan UIN Mataram. b. Layanan e-jornal Melalui layanan ini pustakawan aktif membantu pemustaka untuk mencari informasi atau bahan-bahan refrensi untuk menyelesaikan tugas akhir mahasiswa dari sumber primer. Memberikan website untuk mencari jurnal-jurnal terdahulu untuk melihat gambaran bagaimana mahasiswa dapat menyelesaikan tugas akhir seperti menyelesaikan tugas skripsi. c. Layanan website diperpustakaan UIN mataram Layanan ini menggunakan tautan website uin.mataram.ac.id. Di dalam website tersebut tersedia berbagai menu dan fitur serta link berbagai sumber informasi secara online dan gratis. Melalui tautan ini, diharapkan pemustaka atau mahasiswa dapat terbantu dalam mencari bahan-bahan referensi untuk mendapatkan informasi.

Conclusion

a. Kesimpulan Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa perpustakaan perlu menyediakan sarana penelusuran informasi untuk mendapatkan informasi yang baik dan benar. Ketersediaan sarana dan prasarana penelusuran juga perlu didukung dengan ketersediaan sumber infromasi yang memadai. Pemustaka dari kalangan mahasiswa membutuhkan kemampuan dan ketrampilan memecahkan masalah yang dihadapi terutama dalam menyelesaikan tugas akhirnya. Ketersediaan aplikasi layanan informasi mandiri dan juga peran pustakawan sangat membantu pemustaka. b. Rekomendasi Hasil kajian ini mendapatkan data dan fakta bahwa pihak perpustakaan UIN Mataram perlu terus menambah program-program mengadakan kegiatan literasi kepada pemustaka civitas akademik di kampusnya. Hal ini disebabkan karena pemustaka sangat membutuhkan informasi dan cara mengakses informasi yang dibutuhkan. Perkembangan jaman dan waktu meniscayakan perkembangan teknologi dan juga tuntutan pemustaka. Oleh karena itu orientasi ini perlu dijadikan rancangan bagi pengelola perpustakaan untuk terus beradaptasi dengan kemajuan jaman.