Visualisasi Kata Kunci Artikel Jurnal IQRA’ (Jurnal Perpustakaan dan Informasi) Tahun 2014 - 2023 Menggunakan Software VOSviewer
Universitas Gadjah Mada; Universitas Gadjah Mada; Universitas Gadjah Mada
Abstrak
Pemetaan atau visualisasi dalam ilmu pengetahuan sangat penting mengingat dapat menggambarkan secara garis besar isi dari suatu literatur sehingga mempermudah pembacanya. Pemetaan atau visualisasi yang dilakukan penulis kali ini untuk melihat apakah kata kunci (keywords) yang muncul pada artikel Jurnal IQRA’ Tahun 20142023 sudah sesuai dengan kaidah atau perspektif bidang jurnalnya. Metode yang dilakukan adalah dengan menggunakan analisis software bibliometrik yaitu Publish of Perish, Mendeley dan VOSviewer. Jumlah kutipan yang dihitung berdasarkan Google Scholar dalam rentang waktu 10 tahun tersebut adalah 172 artikel. Berdasarkan hasil data keywords di atas maka dapat disimpulkan bahwa ada 10 besar kata kunci yang telah dirangkum dari 327 keywords. Keywords tersebut yaitu, Perpustakaan, Pustakawan, Literasi Informasi, Informasi, Preservasi, Literasi, Teknologi Informasi, Manajemen Arsip, Minat Baca dan Layanan (di perpustakaan). IQRA: Jurnal Perpustakaan dan Informasi adalah jurnal ilmiah di bidang Informasi, Perpustakaan dan Kearsipan. Berdasarkan penjelasan ini, maka keywords yang muncul telah sesuai dengan bidang artikel Jurnal IQRA’.
Abstract
Mapping or visualization in science is very important considering that it can describe the outline of the content of a literature so that it makes it easier for readers. The mapping or visualization carried out by the author this time is to see whether the keywords that appear in the IQRA Journal articles for 2014-2023 are in accordance with the rules or perspectives of the journal field. The method carried out is to use bibliometric software analysis, namely Publish or Perish, Mendeley and VOSviewer. The number of citations calculated based on Google Scholar in the span of 10 years is 172 articles. Based on the results of the keyword data above, it can be concluded that there are 10 top keywords that have been summarized from 327 keywords. The Keywords are, Library, Librarian, Information Literacy, Information, Preservation, Literacy, Information Technology, Archives Management, Reading Interest and Services (in the library). IQRA: Journal of Library and Information is a scientific journal in the field of Information, Library and Archives. Based on this explanation, the keywords that appear are in accordance with the IQRA Journal article field'.
Keywords:
Visualization
· Mapping
· Bibliometrics
· Software
Introduction
Di Indonesia, jurnal ilmiah telah berkembang pesat, terutama setelah diberlakukannya regulasi pemerintah dalam surat edaran nomor 152/E/T/2012 yang mengatur Publikasi Karya Ilmiah. Aturan ini mewajibkan mahasiswa S-1, S-2, dan S-3 untuk menulis artikel dalam jurnal ilmiah berdasarkan penelitian mereka seperti skripsi, tesis, atau disertasi sebagai syarat kelulusan. Artikel jurnal ilmiah yang berdasarkan penelitian diharapkan dapat menyelidiki lebih dalam dalam bidang ilmu yang sedang mereka pelajari, sehingga dapat mengembangkan teori yang sudah ada atau bahkan menciptakan teori baru yang relevan dengan perkembangan zaman. Jumlah jurnal ilmiah di Indonesia yang terindeks dalam SCImago Journal & Country Rank, khususnya dalam subjek Social Science pada periode terbit 2012-2013, menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dengan total 270 dokumen. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa perkembangan jurnal ilmiah di Indonesia, terutama dalam subjek social science, memiliki signifikansi yang tinggi. Peningkatan jumlah jurnal dalam suatu subjek ilmu pengetahuan menunjukkan kompleksitas yang semakin meningkat dalam masalah yang terkait dengan bidang tersebut. Oleh karena itu, diperlukan analisis dan penelitian yang lebih mendalam. Harapannya adalah bahwa penelitian ini dapat mengembangkan teori yang sudah ada atau bahkan menciptakan teori baru yang relevan dengan perkembangan zaman. Namun, seringkali kita menemui kesulitan di sekitar kita, dimana para peneliti menghadapi tantangan dalam menemukan sumber referensi yang sesuai untuk mendukung penelitian mereka. Teknologi juga memainkan peran penting dalam publikasi dan distribusi informasi, sehingga tersedia berbagai bentuk dan jumlah sumber informasi. Oleh karena itu, para peneliti harus lebih selektif dalam memilih sumber informasi dan referensi yang tepat guna mendukung penelitian mereka. Hal ini disebabkan tidak semua sumber informasi menyediakan struktur pemetaan ilmu pengetahuan yang dapat digunakan sebagai ringkasan untuk mengetahui subjek-subjek yang terkait dalam suatu bidang ilmu pengetahuan. Menurut (Spasser, 1997) peta adalah alat yang memfasilitasi hubungan antara entitas yang dipetakan. Peta ilmu pengetahuan bukan hanya alat praktis untuk menyampaikan informasi tentang aktivitas ilmiah, tetapi juga sebagai dasar untuk mempelajari atau memahami aktivitas ilmiah dengan cara yang terstruktur. Representasi visual dari pemetaan ilmu pengetahuan dapat diwujudkan dalam bentuk peta yang didasarkan pada beberapa pendekatan yang terkait dengan subjek dokumen. Pemetaan pengetahuan atau visualisasi adalah alat yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan memvisualisasikan topik dalam domain pengetahuan tertentu (Maryati et al., 2016). Proses pemetaan dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai metode seperti: bibliometrics, scientometrics, infometrics dan webometrics. Sementara itu, menurut Sulistyo Basuki, pemetaan adalah suatu proses di mana unsur-unsur pengetahuan dan konfigurasinya, dinamikanya, saling ketergantungan dan interaksinya dapat diidentifikasi. Berdasarkan pendapat tersebut dapat dijelaskan bahwa pemetaan adalah kegiatan mengidentifikasi sekumpulan elemen dari suatu proses pengetahuan sehingga kita dapat memahami konfigurasinya, dinamikanya dan saling ketergantungan interaksinya (Ginting & Sos, 2016). Struktur informasi dapat dipetakan dengan menggunakan metode bibliometrik. Bibliometrics adalah bentuk evaluasi kuantitatif atas berbagai publikasi yang menggunakan perhitungan statistika dan matematika (Sulistyo-Basuki, 2004). Bibliometrics digunakan untuk mengevaluasi pola atau kecenderungan dalam penelitian ilmiah yang menggunakan metode kuantitatif (Kriswanto et al., 2019). Jenis peta yang paling umum digunakan dalam pemetaan bibliometrik ilmu pengetahuan dan keilmuan adalah: referensi bersama terdiri dari jurnal referensi bersama, dokumen referensi bersama, penulis referensi bersama; pasangan bibliografi; deskriptor umum (kata umum) dan klasifikasi umum (Muntashir & Erida, 2018). Selain itu, (Börner et al., 2003) mengatakan bahwa beberapa tingkatan konsep yang berbeda dapat digunakan dalam setiap kajian sebagai dasar analisis pemetaan, misalnya unit abstrak yang terdiri dari gagasan, konsep, tema, dan paradigma. Ini dibuktikan dengan kata-kata, istilah, dokumen, penulis, subjek, dan komunitas ilmiah. Kedekatan hubungan dapat menggambarkan kedekatan unit analisis yang berbeda, seperti kedekatan kata dalam artikel, kedekatan dokumen dalam daftar pustaka (co-citation), kedekatan penulis dalam daftar pustaka (author-co-citation), dan paten. kewajiban bersama (paten). Pencocokan kata bersama dilakukan dengan menganalisis kemunculan istilah yang digunakan secara bersamaan dalam pasangan dokumen, dengan mempertimbangkan kata-kata umum. Pemetaan kata bersama ini didasarkan pada penggunaan kata kunci yang digunakan dalam artikel, diteliti dan digabungkan dengan kata kunci dari artikel lain. Hasilnya adalah peta kata umum, yang disebut juga peta teknologi. Kualitas hasil analisis pencocokan kata bersama tergantung pada beberapa faktor, seperti kualitas kata kunci dan istilah indeks, ukuran database dan kelayakan metode statistik. Validitas peta tergantung sampai batas tertentu pada kinerja indeks target. Hasil analisis pencocokan kata bersama bergantung pada bagaimana pengindeks memilih kata kunci untuk konsep bidang ilmu. Hasil peta dapat divisualisasikan menggunakan berbagai program, seperti HistCite, VOSviewer, SPSS, Pajek dan lain-lain. Pemetaan ilmiah dalam artikel ini menggunakan perangkat lunak VOSviewer sebagaimana dinyatakan oleh (Van Eck & Waltman, 2017) dalam artikelnya, VOSviewer adalah perangkat lunak komputer yang tersedia secara gratis untuk membuat peta dan memvisualisasikan secara bibliometrik. Saat melakukan pencarian, VOSviewer dapat memberikan perhatian khusus pada representasi grafis dari peta bibliometrik. Seperti disebutkan sebelumnya, ilmu perpustakaan bersifat multidisiplin. Bidang interdisiplin ilmu perpustakaan bersifat alamiah (Preabor, 2010). Sifat ini, mau tidak mau, memaksa mereka yang berkecimpung dalam ilmu perpustakaan untuk beradaptasi dengan munculnya disiplin ilmu lain yang juga bergerak ke bidang ilmu perpustakaan. Oleh karena itu, kajian-kajian di bidang ilmu perpustakaan sering membahas isu-isu yang berkaitan dengan komputer, manajemen, masyarakat, dan lain-lain. Demikian pula para reviewer juga berkolaborasi dengan reviewer dari departemen lain. Ada beberapa cara untuk menganalisis visualisasi dalam suatu disiplin ilmu pengetahuan, salah satunya adalah melalui penelitian yang menggunakan analisis bibliometrika. Konsep pemetaan dalam bidang bibliometrika melibatkan pemetaan hubungan antara kelompok dokumen berdasarkan kemunculan yang serentak (co-occurrence). Kemunculan serentak kelompok dokumen dapat terjadi melalui penyitiran bibliografi yang sama, membentuk apa yang disebut sebagai bibliographic coupling, kemunculan bersama kata-kata atau istilah yang digunakan, membentuk co-words, dan kemunculan dalam dokumen karena dikutip secara simultan oleh dokumen berikutnya, membentuk co-citation. Jika dua pengarang dari sebuah dokumen dikutip oleh pengarang ketiga atau pengarang berikutnya, maka terjadi ko-sitiran pengarang (author co-citation). Prosedur atau metode analisis pencocokan kata bersama memiliki beberapa langkah, yaitu: 1) Pengumpulan data subjek (kata kunci) dari setiap artikel yang diteliti; 2) Pengolahan data dilakukan dengan menganalisis subjek (kata kunci) dari judul dan ringkasan dokumen yang digunakan dan disimpan dalam tabel; 3) Membangun analisis hubungan antara dokumen, gabungkan satu dokumen ke dokumen lainnya, lalu simpan menggunakan kata kunci yang sama untuk dokumen berpasangan; 4) konstruksi matriks ketidaksamaan untuk pengelompokan objek dokumen menggunakan informasi transformasi yang diperoleh dari matriks kesamaan; 5) pengelompokan objek dengan memetakannya dalam skala multidimensi; 6) interpretasi data dilakukan menggunakan hasil pengelompokan dan pemetaan topik. Sulistyo Basuki juga menyetujui dengan pandangan ini tentang cara dan metode pemetaan ilmu pengetahuan. Terdapat empat metode dalam pemetaan ilmu pengetahuan yang dilakukan melalui penelitian bibliometrika, yaitu pemetaan kronologis, pemetaan kognitif, pemetaan konseptual, dan pemetaan berbasis co-words (Sulistyo-Basuki, 2002). Terkait metode pemetaan ilmu pengetahuan menggunakan pendekatan bibliometrik, menurut Farida & Firmansyah (2020) terdapat beberapa metode yang telah diidentifikasi dalam penelitian terbaru. Salah satu pendekatan yang sering digunakan adalah co-word analysis, yang berfokus pada identifikasi keterkaitan antara kata kunci dalam berbagai penelitian. Metode ini berguna untuk memetakan tren penelitian dan membangun jaringan konseptual berdasarkan kemunculan bersama kata-kata tertentu di dalam artikel ilmiah. Selain itu, pemetaan juga dapat dilakukan dengan pemetaan kronologis, kognitif, dan konseptual, yang masing-masing menawarkan perspektif berbeda dalam menelaah hubungan antara pengetahuan dari sisi temporal, pemahaman, dan konsep dasar penelitian. Beberapa penelitian terdahulu telah dilakukan oleh beberapa penulis, diantaranya 1) Indriyanti et al. (2023) dengan judul “Analisis Bibliometrik Penggunaan Video Pembelajaran di Sekolah Dasar Tahun 2013-2022 Menggunakan Aplikasi VOSviewer” tahun 2023. Dengan metodologi analisis bibliometrik menggunakan perangkat lunak VOSviewer. Penelitian ini mengumpulkan data publikasi dari Google Scholar menggunakan alat Publish or Perish dan kata kunci terkait video pembelajaran di sekolah dasar. Data diambil sebanyak 282 artikel. Hasil dari penelitian tersebut adalah jumlah publikasi terkait penggunaan video pembelajaran di sekolah dasar masih rendah, dengan rata-rata 28,2 publikasi per tahun. Puncak publikasi terjadi pada tahun 2021 dengan 102 artikel, dan yang terendah pada tahun 2014 dengan hanya 3 artikel. Studi ini juga menemukan tren dalam kata kunci seperti video, media pembelajaran, dan pembelajaran matematika. Penelitian ini menyoroti perlunya penelitian lebih lanjut tentang berbagai jenis video dan mata pelajaran; 2) Rahmawati et al. (2022) dengan judul “Pengembangan Media Pembelajaran Fisika Berbasis Game Edukasi: Analisis Bibliometrik Menggunakan Software VOSviewer (2017-2022)” tahun 2022. Dengan analisis bibliometrik menggunakan perangkat lunak VOSviewer dan data dari Google Scholar melalui Publish or Perish. Penulis menganalisis penggunaan media pembelajaran berbasis game edukasi dalam pembelajaran fisika dari 2017 hingga 2022. Hasil dari penelitian ini adalah adanya peningkatan publikasi tentang game edukasi dan media pembelajaran dalam pembelajaran fisika, terutama dari tahun 2018 hingga 2021. Sebagian besar penelitian berfokus pada pengembangan game, sehingga perlu dilakukan penelitian tentang efektivitas game edukasi dalam fisika karena masih jarang; 3) Adirati et al. (2023) dengan judul “Analisis Bibliometrika pada Artikel Jurnal Psikodimensia Tahun 2018-2022 dengan Visualisasi Menggunakan Software VOSviewer” tahun 2023. Menggunakan metodologi pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis bibliometrik menggunakan perangkat lunak VOSviewer, berfokus pada jaringan co-word dan co-authorship. Hasil penelitian ini adalah studi ini menunjukkan bahwa sebagian besar artikel ditulis secara kolaborasi (84,85%). Penulis paling produktif adalah Lucia Hernawati dan Jemerson Naceno Domiguez, masing-masing menulis empat artikel. Kata kunci yang paling sering muncul adalah Covid-19 dan resilience. Pemetaan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pemetaan co-words berbasis teknologi yaitu menggunakan alat bantu atau perangkat lunak yang dapat memetakan kata kunci yang ada pada artikel jurnal ilmiah tertentu. Penulis melakukan pemetaan kata kunci pada artikel Jurnal IQRA’ tahun 2014 - 2023 untuk melihat apakah artikel-artikelnya tersebut sudah sesuai dengan bidang jurnal ilmiah tersebut. Hal ini dapat dilihat dari kata kunci (keywords) yang ada pada abstrak artikel. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pemetaan kata kunci artikel Jurnal IQRA’ tahun 2014 - 2023, maka akan dapat terlihat apakah artikel yang terbit sudah sesuai dengan bidang atau perspektif jurnal ilmiah tersebut.
Method
Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan aplikasi analisis bibliometrik yaitu Publish or Perish, Mendeley dan VOSViewer. Aplikasi-aplikasi ini digunakan untuk membuat pemetaan atau visualisasi dari kata kunci (keywords) Artikel Jurnal IQRA’ (Ilmu Perpustakaan dan Informasi) UINSU Tahun 2014 - 2023. PoP (Publish or Perish) merupakan perangkat lunak yang digunakan untuk mengambil dan menganalisis sitasi akademik. Aplikasi ini menggunakan berbagai sumber basis data seperti Google Scholar, Crossref, Scopus, Web of Science, dan Microsoft Academic Search untuk mengumpulkan daftar sitasi. Mendeley diharapkan mampu mengidentifikasi dan membuat spesifikasi artikel yang ingin mereka analisis dengan lebih sistematis sehingga hasilnya dapat dianalisis lebih lanjut dengan menggunakan aplikasi lain seperti VOSviewer. Semua artikel yang berhasil diperoleh menggunakan PoP akan dispesifikasi menggunakan Mendeley sehingga hasilnya dapat dianalisis dalam analisis bibliometrika menggunakan VOSviewer. VOSviewer ditujukan untuk analisis jejaring bibliometrika dan proses visualisasi serta eksplorasi peta berdasarkan berbagai bentuk data jejaring. VOSviewer mendukung enam jenis data untuk data bibliografi, yaitu dokumen dari Web of Science, Scopus, Dimensions, PubMed, RIS dan Crossref JSON (Alfitman, 2019). Data Artikel Jurnal IQRA’ Tahun 2014 - 2023 yang terindeks Google Scholar, ditampilkan melalui aplikasi Publish or Perish, kemudian data tersebut disimpan dan ditampilkan melalui aplikasi Mendeley. Aplikasi Mendeley digunakan untuk melengkapi datadata artikel agar saat visualisasi data ditampilkan secara lengkap dan relevan. Kemudian, data tersebut di-upload ke aplikasi VOSViewer untuk menampilkan visualisasi kata kunci (keywords) Artikel Jurnal IQRA’ (Ilmu Perpustakaan dan Informasi) UINSU Tahun 2014 2023.
Discussion
IQRA: Jurnal Perpustakaan dan Informasi merupakan publikasi ilmiah yang fokus pada bidang Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan. Jurnal ini diterbitkan oleh Perpustakaan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara dan memiliki jadwal penerbitan dua kali setahun pada bulan Mei dan Oktober. Berikut ini jumlah artikel dari Jurnal IQRA dari tahun 2014 - 2023 dengan total 172 artikel: Tabel 1. Jumlah Artikel Jurnal IQRA’ No Tahun Jumlah 1. 2014 9 2. 2015 14 3. 2016 20 4. 2017 19 5. 2018 19 6. 2019 20 7. 2020 17 8. 2021 14 9. 2022 20 10. 2023 20 Total 172 Dalam penelitian ini, penulis mengambil batasan 10 tahun dari Jurnal IQRA’: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, yaitu dari tahun 2014 - 2023. Perhitungan sitasi artikel dilakukan melalui aplikasi Publish or Perish. Dengan memasukkan nama publikasi Jurnal IQRA’: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi dan membatasi rentang tahun 2014 - 2023. Selanjutnya, data sitasi artikel dari Publish or Perish di input ke software Mendeley untuk mendapatkan data kata kunci yang ada pada total 172 artikel Jurnal IQRA’ dari tahun 2014 – 2023. Data tersebut dapat terlihat pada (Gambar 1.) di bawah ini: Sumber: Data primer diolah menggunakan aplikasi Mendeley, tahun 2023 Gambar 1. Penginputan data keywords artikel melalui Mendeley Data keywords Jurnal IQRA’ yang telah diinput dan diolah dengan menggunakan aplikasi Mendeley di atas (Gambar 1.) memiliki jumlah 327 keywords dengan jumlah 172 artikel. Berikut ini data-data yang dirangkum dalam 10 besar keywords teratas berdasarkan hasil analisis software VOSviewer: Tabel 2. Data keywords Jurnal IQRA’ No Keyword Occurrences Total Link Strength 1 Library 32 70 2 Librarian 16 35 3 Information Literacy 7 18 4 Information 5 15 5 Preservation 5 15 6 Literacy 5 14 7 Information Technology 5 10 8 Archive Management 5 8 9 Reading Interest 4 9 10 Services 4 9 Berdasarkan hasil data keywords di atas maka dapat disimpulkan bahwa ada 10 besar kata kunci yang telah dirangkum dari 327 keywords. Diantaranya yaitu, Perpustakaan, Pustakawan, Literasi Informasi, Informasi, Preservasi, Literasi, Teknologi Informasi, Manajemen Arsip, Minat Baca dan Layanan (di perpustakaan). Jurnal IQRA’: Jurnal Perpustakaan dan Informasi adalah jurnal ilmiah di bidang Informasi, Perpustakaan dan Kearsipan. Berdasarkan hal tersebut, maka keywords yang muncul telah sesuai dengan bidang artikel Jurnal IQRA’. Berikut ini visualisasi data keywords artikel Jurnal IQRA’ dari software VOSviewer yang ditampilkan berdasarkan tahun terbit dari tahun 2014 - 2023: Sumber: Data primer diolah menggunakan aplikasi VOSviewer, tahun 2023 Gambar 2. Visualisasi data keywords artikel Jurnal IQRA’ Berdasarkan visualisasi (Gambar 2.) di atas, dapat dilihat bahwa 5 besar kata kunci yang paling banyak adalah Perpustakaan, Pustakawan, Literasi Informasi, Informasi, dan Preservasi. Hal tersebut menunjukkan bahwa tren pada Jurnal IQRA’ yaitu tentang perpustakaan dan sains informasi. Sementara itu, tren yang paling banyak adalah tentang perpustakaan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa tren keilmuan yang ada pada Jurnal IQRA’ dari tahun 2014-2023 yaitu tentang ilmu perpustakaan (library science). Sumber: Data primer diolah menggunakan aplikasi VOSviewer, tahun 2023 Gambar 3. Visualisasi data keywords artikel Jurnal IQRA’ berdasarkan Tahun Berdasarkan visualisasi (Gambar 3.) di atas, maka dapat dilihat bahwa tren dengan keywords information retrieval, classification, archive management, librarian communication, dan multimedia menjadi tren yang paling banyak muncul dari tahun 2014-2018. Sementara itu, keywords library, librarian, information literacy, knowledge management, dan local content menjadi tren yang paling banyak muncul dari tahun 2019-2020. Sementara itu, keywords bibliometrics, archives, information, open access, dan cyber library menjadi tren yang paling banyak muncul dari tahun 2021-2022. Sementara itu, keywords cencorship, automation system, cyber library, dan information resources services menjadi tren yang paling banyak muncul dari tahun 2022-2023. Hal tersebut menunjukkan bahwa seiring dengan berkembangnya zaman, tren yang muncul dari tahun ke tahun pada Jurnal IQRA’ berbeda-beda. Jika melihat tren yang muncul dari tahun 2014-2018, maka akan terlihat topik-topik yang berkaitan dengan layanan teknik di perpustakaan. Selanjutnya, tren yang muncul dari tahun 2019-2020 memiliki topik-topik yang berkaitan dengan perpustakaan dan sains informasi. Selanjutnya, tren yang muncul dari tahun 2021-2023 adalah mengenai integrasi teknologi informasi di perpustakaan dan juga bidang sains informasi. Jadi, dapat disimpulkan bahwa, tren keilmuan yang ada pada Jurnal IQRA’ adalah ilmu perpustakaan (library science) yang merupakan bidang kajian jurnal tersebut. Selain itu, Jurnal IQRA’ juga mengalami perkembangan tren tiap tahunnya mengikuti perkembangan teknologi informasi.
Conclusion
Dalam penelitian ini, penulis mengambil batasan 10 tahun dari Jurnal IQRA’: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, yaitu dari tahun 2014 - 2023. Jumlah kutipan yang dihitung berdasarkan Google Scholar dalam rentang waktu 10 tahun tersebut adalah 172 artikel. Berdasarkan hasil data keywords di atas maka dapat disimpulkan bahwa ada 10 besar kata kunci yang telah dirangkum dari 327 keywords. Diantaranya yaitu, Perpustakaan, Pustakawan, Literasi Informasi, Informasi, Preservasi, Literasi, Teknologi Informasi, Manajemen Arsip, Minat Baca dan Layanan (di perpustakaan). Jadi, dapat disimpulkan bahwa, tren keilmuan yang ada pada Jurnal IQRA’ adalah ilmu perpustakaan (library science). IQRA: Jurnal Perpustakaan dan Informasi adalah jurnal ilmiah di bidang Informasi, Perpustakaan dan Kearsipan. Berdasarkan penjelasan ini, maka keywords yang muncul telah sesuai dengan bidang artikel Jurnal IQRA’. Selain itu, Jurnal IQRA’ juga mengalami perkembangan tren tiap tahunnya mengikuti perkembangan teknologi informasi.