ERSEPSI GURU SMA NEGERI 1 KOTAAGUNG TERHADAPLITERASI DIGITAL DI MASA COVID 19
Institut Teknologi dan Bisnis Diniyyah Lampung; Institut Teknologi dan Bisnis Diniyyah Lampung; Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kotaagung Tanggamus
Abstract
The Corona Virus Diseases 19 (COVID-19) pandemic causes uncertainty, many educational institutions are unable tocarry out face-to-face learning processes due to the impact ofdistance restrictions. Advances in communication and informationtechnology in the world of education, one of the supporters ofeducators in developing learning media, utilizes the e-learningsystem to increase the flexibility of learning and teaching. By usingdigital literacy, learning media can be easily accessed anytime andanywhere. The use of computers and smartphones proves that SMAN 1 Kotaagung (Public Senior High School 1 Kotaagung) hasstarted using digital literacy in the teaching and learning process aswell as when looking for sources of learning materials, such as text,images, and video teaching materials that are carried out by bothteachers and students.
Keywords:
Covid 19
· Digital Literacy
· TeacherPerception
Introduction
Corona Pandemi Virus Diseases 19 (COVID-19) dimulai pada Desember 2019 di Kota Wuhan, Hubei, China menyebabkan Ketidak pastian, ketidak pastian berdampakpada beberapa aspek kehidupan, yang belum pernah dialami sebelumnya. 1 Peningkatan yang signifikan dalam jumlah kasus yang dikonfirmasi di China dan luar negerimenyebabkan pengumuman WHO tentang 30 Januari 2019 bahwa peristiwa tersebutmenjadi Darurat Kesehatan Masyarakat Internasional. 2 Sebagai akibat pandemi, saat ini banyak lembaga pendidikan yang tidak dapatmelaksanakan proses pembelajaran secara tatap muka karena terkena imbas daripembatasan jarak. 3 Semakin pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dalam dunia pendidikan serta sudah mulai terintegrasi, memberikan duniapendidikan banyak pilihan bagi tenaga pengajar untuk dapat memilih maupun dapatmengembangkan sendiri media pembelajaran yang akan digunakan dalam prosespembelajaran dan pengajaran dalam dunia pendidikan. 4 Sistem e‐learning ini mulai dimanfaat oleh berbagai lembaga pendidikan untukdapat meningkatkan efektivitas dan fleksibilitas dalam proses pembelajaran. Melaluipenggunaan sistem e‐learning, materi pembelajaran yang diberikan dapat diakses olehpeserta didik kapan saja dan di mana saja. 5 Menurut Mezan dkk banyak sekali media yang bisa dipakai untuk proses pembelajaran di masa covid 19 layaknya bahan ajarberbasis teknologi, seperti kaset audio, siaran radio, slide, filmtrips, film, kaset video,siaran televisi, video interaktif, Computer Based Tutorial (CBT) dan multimedia.6Penelitian Borthwick mengemukakan guru-guru menjadi lebih kreatif, produktif danterbiasa dalam memecahkan masalah, saat guru-guru memiki kemampuan sertaketerampilan dalam menggunakan teknologi serta mampu mendesain ‘kegiatanpembelajaran dapat, fakta ini disampaikan oleh U.S. Department of Education’s Office ofEducational Technology (OET). 7 Menurut UNESCO dalam Era dkk Secara etimologis literasi berasal dari bahasalatin yang artinya sistem penulisan yang menyertai literasi merupakan hak asasi manusiayang fundamental dan menjadi landasan belajar sepanjang hayat.8 Ini penting untuk perkembangan sosial dan manusia dalam kemampuannya untuk mengubah kehidupan. Literasi digital sendiri merupakan Gabungan dari beberapa bentuk literasi yaitu:komputer, informasi, teknologi, visual, dan media serta komunikasi, adapun tantangan besar terhadap perkembangan literasi digital adalah pada penguasaan penggunaanteknologi. 9 Ditambah lagi dengan kemunculan literasi baru, dapat melengkapi modelliterasi terdahulu, ini semua harus diimbangi dengan penguasaan penggunaan teknologiterutama teknologi informasi dan komunikasi. 10 Dalam penggunaan literasi digital guru juga dituntut untuk menguasai penggunaan literasi digital serta teknologi informasi dan komunikasi. SMA N 1Kotaagung yang merupakan SMA negeri yang berada di kecamatan Kotaagung Pusatyang berada di kabupaten Tanggamus, Lampung. Dari halaman kominfo.go.id menurutdata yang didapat dari Lembaga Riset Digital Marketing Emarketer mengatakan di Indonesia pengguna aktif telepon genggam pintar (smartphone) sebanayak 100 juta orangpada tahun 2008, pernyataan ini menyatakan bahwa infrastruktur TIK bukanlah masalahutama dalam penggunaan dan pemanfaatan literasi digital dalam dunia pendididkan,karena penggunaan seperti smartphone dan gadgets atau sejenisnya bukan barang langka,dimana dari orang tua dan anak-anak sudah mulai menggunakan Smartphone dalamkehidupan sehari-hari, bahkan siswa dan guru-guru di SMA Negeri 1 Kotaagung sudahmulai menggunakannya. Pada penelitian ini fokus masalah yang akan diangkat adalahbagaimana peran guru yang merupakan subjek kegiatan belajar mengajar, dapatmemanfaatkan literasi digital untuk menunjang kegiatan belajar dan mengajar di masacovid-19. LANDASAN TEORI Penelitian serupa yang menjadi refrensi penelitian ini antara lain: (1) Literasi digital pada masa pandemi covid-19 di madrasah ibtidaiyah, melaksanakankebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Corona, menuntut pendidik untuk dapat melakukan sebuah inovasi dalam mengembangkan pengajaran dan pembelajaran, yaitudengan metode pembelejaran self directed learning yang berbasis literasi digital. 11 (2) Salah satu peran penting Literasi Digital dalam penggunaan media digital sebagaisarana pembelajaran Pendidikan Agama Islam SMAI AL MAARIF Singosari Malang,salah satu dari permasalahan kemampuan peserta didik dalam mengoprasikan mediadigital dengan baik dan bijak seperti adanya praktik copy paste file. 12 (3) Pengukuran penggunaan Literasi Digital Pada Peserta didik daring di masa Pandemi COVID-19, merupakan salah satu acuan untuk melakukan pengukuran tingkat literasidigital adalah dengan menggunakan Konsepsi Bawden, dengan membagi kompetensiliterasi digital menjadi empat aspek. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa respondentelah memiliki tingkat penggunaan literasi digital yang tinggi jika diukur denganmenggunakan Konsepsi Bawden. 13 (4) Keefektifan penggunaan Literasi Digital UPT Perpustakaan Universitas Semarang di Masa Pandemi, Perpustakaan digital mulanya dirintis sebagai upaya perpustakaan Universitas Semarang dalam memberikan peningkatan pelayanan secara maksimal dimasa pandemi Covid-19. Dari hasil pembahasan ini, perpustakaan digital ini sudah mulaidimanfaatkan dengan baik dan maksimal oleh mahasiswa serta efektif saat membantumahasiswa dalam memenuhi kebutuhan dalam mendapatkan informasi. 14 (5) Persepsi Guru IPS Kota Singkawang Terhadap Literasi Digital dalam Mendukung Kegiatan Pembelajaran di Era Revolusi Industri 4.0, dalam hal ini guru-guru MGMP IPSdi Kota Singkawang yang merupakan subjek penelitian, sudah memulai menggunakanliterasi digital dalam mendukung setiap kegiatan pengajaran dan pembelajaran disekolah, namun penggunaan literi digital ini belum sampai pada tahap pembelajaran danevaluasi elektronik (equiz) baik menggunakan Smartphone maupun PC/laptop. 15
Method
Dalam penelitian ini digunakan penelitian kuantitatif berupa penelitian survei. Penelitian survey sendiri merupakan suatu teknik yang dalam pengumpulan informasidilakukan dengan cara menyusun daftar pertanyaan yang akan diajukan kepada subjekpenelitian, bisa berbentuk sampel dari sebuah populasi subjek penelitian. 16 Peneneliti dalam mengumpulkan data mengunakan google formulir dalam cara menyebarkankuesioner atau angket. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengkaji dengan caramengambil contoh sampel pada SMA Negeri 1 Kotaagung untuk mendapatkan hasilyang terbaik terkait persepsi guru di SMA Negeri 1 kotaagung terhadap penggunaan Literasi Digital dalam mendukung kegiatan pengajaran dan pembelajaran dalam rangkamenghadapi masa covid 19 sekarang ini. Penelitian dilaksanakan di SMA N 1 Kotaagung, Kab. Tanggamus, provinsi Lampung. Penelitian dilaksanakan di bulan April 2021 sampai bulan Juli 2021. Populasidan sample dalam penelitian ini adalah questioner dari seluruh guru yang bersediamengisi kuesioner, yaitu sebanyak 77 orang guru. Teknik dalam pengumpulan data padapenelitian ini adalah dengan menggunakan teknik survei kuesioner. 17 Dalam penelitian ini quesioner yang digunakan terdiri dari: (1) kuesioner dilakukan tertutup; (2)penghitungan angket dengan skala likert; (3) kuesioner secara terbuka. Kuesioner yangdilakukan tertutup dalam penelitian ini adalah dengan memberikan kuesioner yang terdiridari beberapa pertanyaan-pertanyaan yang isinya terdapat jawaban-jawaban alternatifyang sudah disiapkan oleh peneliti. 18 Penghitungan angket dengan skala likert, digunakan dalam mengukur sikap dengan menunjukkan tingkat persetujuan terhadap beberapapertanyaan yang telah dipersiapkan sebelumnya oleh peneliti. 19 Sedangkan kuesioner terbuka sendiri merupakan kuesioner yang terdiri dari beberapa pertanyaan-pertanyaanyang berisikan essay yang bertujuan untuk dapat memberikan keleluasaan pada responden dalam menjawab seluruh pertanyaan yang diajukan oleh peneliti. 20 Beberapa pertanyaan pada kuesioner yang diberikan oleh peneliti (1) Fasilitas penunjang dalampenggunaan literasi digital disekolah; (3) Bagaimana Pemanfaatan teknologi informasidalam kegiatan belajar dan mengajar; (3) Bagaimana responsibility terhadap penggunaanperkembangan teknologi; dan (4) Bagaimana persepsi guru dalam penggunaan literasidigital. Dalam menganalisa data penilitian ini peneliti menggunakan teknik deskriptifkuantitatif dengan menampilkan hasil dan divisualisasikan ke dalam sebuah bentukgrafik/diagram yang dapat di deskripsikan dan dapat dikaji oleh peneliti secara lebihrinci.
Result & Discussion
Peneliti melakukan penelitian ini tahun 2021 di SMA Negeri 1 Kotaagung denganpopulasi penelitian, yang melibatkan seluruh guru yang mengisi kuesioneri. Kegiatanpengambilan data penelitian dilakukan menggunakan aplikasi google formulir. Penelitimengajukan 4 rumusan masalah terdiri dari; (1) Seberapa jauh penggunaaan literasidigital oleh guru guru SMA Negeri 1 Kotaagung dalam mendukung kegiatan pengajarandan pembelajaran di masa pandemi covid 19. (2) Bagaimana Guru di SMA Negeri 1Kotaagung dalam melakukan pengajaran berbasis digital. Bagaimana respon dan persepsiguru-guru SMA Negeri 1 Kotaagung terhadap perkembangan teknologi disajikan dalampie diagram. Gambar 1. Pie Diagram KBM Mengikuti Perkembangan Teknologi Informasi yang didapat dari grafik diatas menjelaskan bahwa sebanyak 53,2%beberapa guru SMA Negeri 1 Kotaagung “sangat setuju” Proses Kegiatan pembelajarandan Pengajaran di dalam kelas mengikuti perkembangan teknologi dan sebanyak 45,5%menyatakan “setuju” dan 1,3% “sangat tidak setuju”. Berdasarkan Informasi diatas98,7% guru-guru SMA Negeri 1 Kotaagung menyatakan “setuju” proses Kegiatanpembelajaran dan pengajaran yang dilakukan di sekolah disesuaikan dengan kemajuanperkembangan teknologi, mulai dari materi yang diberikan sampai penyampaian materipembelajarannya. Saat ini telepon cerdas (smartphone) merupakan hal yang biasadigunakan, hampir setiap guru dan siswa telah memiliki sebuah smartphone. Beberapa sekolah melarang siswanya untuk membawa dan menggunakan smartphone disekolah, namun di sisi yang lain smartphone merupakan salah satu pendukung kegiatanpembelajaran. Berdasarkan hasil quesioner, terkait persepsi guru-guru SMA Negeri 1Kotaagung terhadap kebijakan larangan untuk siswa membawa smartphone ke sekolah,ditampilkan pada diagram dibawah ini. Gambar 2. Diagram Pie Kebijakan dalam larangan membawa Smartphone ke sekolah Dari Informasi yang didapat dari diagram diatas, persepsi guru-guru SMA Negeri1 Kotaagung terhadap kebijakan larangan dalam membawa smartphone ke sekolah. Sebanyak 18,2% menyatakan “sangat setuju”, 42,9% menyatakan “setuju”, 33,8%menyatakan “tidak setuju”, 3,9% sangat “tidak setuju” dan 1,3 % “kurang setuju”terhadap kebijakan larangan membawa smartphone. Pertanyaan selanjutnya bagaimanapersepsi responden dalam menjawab terkait pengaruh penggunaan smartphone dalamkegiatan belajar dan mengajar selama pandemi covid digambarkan dalam diagram piedibawah ini. Gambar 3. Pengaruh penggunaan smartphone terhadap kegiatan belajar dan mengajar Hasil dari wawancara pada responden terkait persepsi pengaruh penggunaansmartphone terhadap kegiatan belajar dan mengajar selama pandemi covid 19menyatakan, sebanyak 61,9% responden menyatakan “setuju”, 19,5% menyatakan“sangat setuju” dan 19,5% menyatakan “tidak setuju”. Dari kedua data tersebut jikadiakumulasikan menjadi 80,5%, yang artinya separuh lebih responden menyatakanbahwa smartphone dapat mempengaruhi kegiatan belajar dan mengajar selama pandemicovid 19. Perkembangan kemajuan teknologi yang sangat cepat merupakan tantangan bagitenaga pengajar dalam menyesuaikan kemajuan perkembangan zaman. Seorang guruharus mulai merubah pola pikir yang lebih konpetitif. Persepsi guru-guru SMA Negeri 1Kotaagung terhadap penguasaan penggunaan bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam menghadapi pandemi covid 19 dapat dijelaskan pada gambar piediagram dibawah ini. Gambar 4. Penguasaan Teknologi Informasi dan Komunikasi Informasi yang didapat dari diagram diatas menjelaskan bahwa 44,2% guru-guru SMA Negeri 1 Kotaagung menyatakan pernyataan “sangat setuju”, dan sementara 54,5%menyatakan pernyataan “setuju”. Jika diakumulasikan hal ini, guru-guru menyatakan98,7% bapak ibu guru SMA Negeri 1 Kotaagung menyatakan pernyataan “setuju” bahwaseorang tenaga pendidik juga harus dapat menguasai teknologi informasi dankomunikasi. Informasi yang didapat ini menggambarkan bagaimana mindset guru-guru SMA N 1 Kotaagung menyadari betul akan pentingnya sebuah penguasaan ICT dalammenghadapi pandemi covid 19 dalam kegiatan belajar mengajar. Konten internet juga merupakan salah satu bentuk literasi digital yang eratkaitannya untuk menguasai teknologi informasi dan komunikasi, hal ini erat berkaitandengan penggunaannya dalam setiap kegiatan belajaran dan mengajar (KBM). Gambar 5. Penggunaan Konten digital dan internet untuk KBM Penggunaan literasi berbasis digital di SMA N 1 Kotaagung dapat terlihat daribagaimana guru-guru dalam memanfaatkan beberapa konten digital yang telah berbentukbahan ajar dalam metode pembelajaran e-learning ataupun untuk kegiatan assesment. Informasi yang didapat dari hasil kuesioner yang telah dilakukan oleh peneliti terkaitbagaimana pemanfaatan konten digital dan internet dalam kegiatan pembelajaran dannpengajaran di sekolah sebanyak 39,0% responden menyatakan pernyataan “sangatsetuju” dan 57,1% menyatakan pernyataan “setuju” dalam memanfatkan berbagai kontendigital dan internet dalam menunjang kegiatan belajar dan mengajar. Informasi inimenjelaskan bahwa, guru-guru SMA N 1 Kotaagung menyatakan pernyataan “setuju”bahwa dalam memanfaatkan berbagai konten digital dan internet dalam kegiatan belajardan mengajar. Deskripsi penggunaan literasi digital pada guru-guru di SMA Negeri 1 Kota Agungdalam Mendukung Berbagai Kegiatan Pembelajaran di Sekolah Dapat kita lihat bersama bagaimana intensitas guru SMA N 1 Kotaagung dalammemanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk kegiatanbelajar dan mengajar. Sejauh mana pemanfaatan literasi digital ditampilkan dalam sebuahdiagram dibawah ini. Gambar 6. Pemanfaatan Literasi Digital Berdasarkan informasi yang didapat dari hasil kuesioner, secara umum menyatakan, kemampuan mengoperasikan komputer sebagai penunjang dalam penggunaan literasi digital juga sudah cukup baik yaitu sebanyak 70% “mahir” dalampenguasaan dan penggunaan komputer. Pada batang diagram kedua menunjukan bahwa Guru-guru SMA Negeri 1 Kotaagung sebanyak 82% telah memanfaatkan youtube untukkegiatan belajar mengajar. Diagram selanjutnya 84% Guru SMA Negeri 1 Kotaagungmencari bahan ajar di Internet, 77% guru sudah mulai menggunakan aplikasi e-learning. Menjadi syarat yang utama dalam memanfaatkan penggunaan literasi digitaladalah infrastruktur digital baik yang bersifat private pribadi maupun yang bersifatumum telah terpenuhi. 21 Infrastruktur yang bersifat pribadi yang dimiliki oleh subjek penelitian, untuk perangkat pengajaran 92% guru telah memiliki smartphone, 61%memiliki laptop, serta 61% guru berlangganan internet pribadi di rumah, dan dalampenggunaan media social 100% guru memiliki akun email, 77% memiliki akun facebook,74% akun Instagram, 26% akun Tweeter, 21% website pribadi. Keterpenuhannya kebutuhan infrastruktur publik adalah provider yang dapatdigunaan secara bersama-sama. 22 Dukungan infrastruktur digital yang dimiliki guru-guru SMA N 1 Kotaagung secara detail dapat dilihat dibawah ini. Gambar 7. Pelaksanaan KBM Secara Daring Pemanfaatan penggunaan teknologi elektronik untuk kegiatan belajar dan mengajar di SMA Negeri 1 Kotaagung, lebih banyak menggunakan videocall 35%, classroom 28%,dan 26% whatsapp. Sedangkan untuk evaluasi pembelajaran seperti equiz, guru SMANegeri 1 Kotaagung memanfaatkan perangkat digital untuk kegiatan evaluasipembelajaran seperti gambar dibawah ini. Gambar 8. Pelaksanaan literasi digital dalam ujian Berdasarkan Informasi yang didapat dari hasil kuesioner dapat digambarkanbahwa guru-guru SMA Negeri 1 Kotaagung telah menggunakan perangkat digital dalamkegiatan evaluasi belajar. Media yang paling banyak digunakan dalam proses evaluasibelajar adalah classroom sebesar 26% dan videocall 24% dan whatssapp sebesar 20%. Pemanfaatan penggunaan literasi digital dapat terlihat pada kegiatan-kegiatanbersosialisasi melalui media sosial, pencarian informasi terkait melalui akses internet,akses video untuk keperluan bahan pembelajaran, mencari bahan pembelajaran dan bukubuku digital serta keperluan administrasi pendidikan lainnya. 23 Berdasarkan gambar diagram diatas dijelaskan bahwa telah terpenuhinya dukunganfasilitas penunjang literasi digital. Dapat dilihat pada batang diagram pertama bahwa Guru-guru SMA Negeri 1 Kotaagung 92% telah memiliki dan menggunakan perangkatdigital.
Conclusion
Guru-guru SMA Negeri 1 Kotaagung secara umum memahami mengenai literasi digital, hal ini dibuktikan apa yang telah dilakukan yang berhubungan dengan literasidigital. Guru-guru SMA Negeri 1 Kotaagung terbuka dalam mengikuti perkembanganteknologi. Dilihat dari hasil questioner terhadap pertanyaan- pertanyaan yang diajukanpeneliti disimpulkan bahwa, responden menyatakan “setuju” kegiatan belajar danmengajar harus mengikuti kemajuan dan perkembangan teknologi termasuk dalampenggunaan literasi digital, memanfaatkan internet sebagai sumber literasi digital dalamproses pembelajaran dan pengajaran, guru sebagai pengajar juga harus memilikikemampuan dalam menguasai teknologi informasi dan komunikasi. Dalam mendukungkegiatan pembelajaran, guru-guru SMA Negeri 1 Kotaagung beberapa mulai menggunakan literasi digital di sekolah dan bahkan beberapa sudah mulai menngunakanevaluasi elektronik (equiz). Penggunaan perangkat digital selain untuk kegiatan administrasi disekolah, jugadapat dimanfaatkan sebagai sumber pencarian bahan ajar oleh guru, maupun bahanpelajaran bagi peserta didik dalam menghadapi masa pandemi covid 19, diperlukankesiapan guru-guru SMA N 1 Kotaagung dalam melaksanakan sejumlah kegiatan pembelajaran di sekolah dimulai dari segi terpenuhinya beberapa infrastruktur digitalsecara umum dengan baik. Hasil wawancara menunjukan data bahwa sebagian besarresponden telah memiliki berbagai perangkat digital seperti PC dan atau Laptop,Smartphone dan sebagian besar guru telah memiliki dan menggunakan akun email danmedia sosial lainnya sebagai bahan ajar dan mengajar dan sudah mulai berlanggananinternet secara pribadi.