Strategi Komunikasi Komunitas Kajian Rutin Muslimah dalam Melakukan Kegiatan Dakwah di Masjid Ar-Raudhah Bagan Batu Kabupaten Rokan Hilir Riau
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara; Universitas Islam Negeri Sumatera Utara; Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi Komunitas Kajian Rutin Muslimah dalam melakukan kegiatan dakwah di Masjid Ar-Raudhah Bagan Batu Kabupaten Rokan Hilir Riau dan apa saja faktor pendukung dan penghambat perencanaan komunikasi komunitas Kajian Rutin Muslimah.Penelitian ini menggunakan pendekatan dengan metode deskriptif. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan pada penelitian ini berjumlah enam orang. Analisis data dilakukan dengan mengacu pendapat Miles Haberman yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang dilakukan pada penelitian ini menunjukkan : pertama perencanaan komunikasi yang dilakukan Komunitas Kajian Rutin Muslimah sudah sangat baik terutama dalam hal mensosialisasikan kepada masyarakat untuk mau mengikuti kegiatan atau kajian yang dilakukan, membuat program belajar bahasa arab, belajar tajwid pemula, belajar Iqra serta perbaikan bacaan alquran, praktik mandi jenajah, menganyomi yang baru saja hijrah sehingga tetap istiqomah dan membuka donasi bagi yang membutukan. Dalam perencanaan dakwahnya terdapat masing-masing dari unsur dakwah memiliki peranannya tersendiri yaitu dai yang kompeten, mad'u yang menjadi objek dakwah, metode yang efektif, materi yang sesuai dengan kebutuhan, dan media yang membantu dalam penyebaran dakwah. Kedua dalam perencanaan ada faktor pendukung dan penghambat. Memanfaatkan media sosial memudahkan dalam kegiatan dakwah dengan menggunakan gadget sehingga dapat diakses dengan mudah. Pengaruh cuaca dan kesibukan menghambat kegiatan dakwah sehingga terkendala menghadiri kegiatan yang dilakukan.
Abstract
This study aims to determine the communication strategy of the Muslimah Routine Study Community in carrying out da'wah activities at the Ar-Raudhah Bagan Batu Mosque, Rokan Hilir Regency, Riau and what are the supporting and inhibiting factors of the Muslimah Routine Study community communication planning. This research uses a descriptive method approach. This study uses data collection techniques by means of interviews, observation, and documentation. Informants in this study amounted to six people. Data analysis was carried out by referring to Miles Haberman's opinion, namely data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of the research conducted in this study show: first the communication planning carried out by the Muslimah Routine Study Community is very good, especially in terms of outreach to the public to want to take part in the activities or studies being carried out, create Arabic language learning programs, learn tajwid beginners, learn Iqra and improve Koran reading, practice bathing in jenajah, protect those who have just moved so that they remain istiqomah and open donations for those in need. In the planning of da'wah, each of the elements of da'wah has its own role, namely the competent preacher, mad'u who is the object of da'wah, effective methods, material according to needs, and media that helps in the spread of da'wah. Both in planning there are supporting and inhibiting factors. Utilizing social media facilitates da'wah activities by using gadgets so that they can be accessed easily. The influence of weather and busyness hampered da'wah activities so that it was constrained to attend the activities carried out.
Keywords:
Communication Strategy
· Muslimah Routine Study Community
· missionary activities
· Ar-Raudhah Mosque
Introduction
Strategi adalah perencanaan (planning) untuk mencapai suatu tujuan. Namun untuk mencapai tujuan tersebut straregi tidak hanya berfungsi sebagai peta jalan yang hanya menunjukkan arah saja tetapi harus menunjukkan bagaimana taktik operasionalnya. (Laswell & Effendi, 2002). Komunikasi adalah proses penyampaian suatu pesan yang dilakukan seseorang kepada orang lain untuk memberi informasi agar dapat mengubah sikap, pendapat atau perilaku yang dilakukan secara langsung maupun tidak langsung atau melalui media.(Effendi, 1992). Sedangkan menurut Carl I. Hovland komunikasi adalah proses yang memungkinkan seseorang (komunikator) menyampaikan rangsangan (biasa lambang-lambang verbal) untuk mengubah perilaku orang lain (komunikan).(Mulyana, 2016). Komunikasi merupakan aktifitas manusia yang sangat penting bukan hanya dalam kehidupan organisasi namun dalam kehidupan manusia secara umum. Dalam kehidupan sehari-hari setiap manusia tidak terlepas dari hubungan dengan manusia lain. Dengan demikian komunikasi memiliki peran yang sangat penting mengenai interaksi manusia yang saling pengaruh mempengaruhi satu sama lainnya. Da'i sebagai juru dakwah adalah orang yang melaksanakan dakwah baik lisan maupun perbuataan yang dilakukan secara individu, kelompok atau melalui suatu organisasi dan lembaga. Dalam Islam, komunikasi terbagi dua,yaitu: komunikasi secara vertikal(hamba dan tuhannya) dan komunikasi secara horizontal (hamba dengan hambalainnya). Hal tersebut sejalan dengan firman Allah SWT, Q.S.Al-Baqarah: 83 sebagai berikut: وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ لَا تَعْبُدُونَ إِلَّا اللَّهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِنْكُمْ وَأَنْتُمْ مُعْرِضُونَ Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat-baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Dan bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah salat dan tunaikanlah zakat.” Tetapi kemudian kamu berpaling (mengingkari), kecuali sebagian kecil dari kamu dan kamu (masih menjadi) pembangkang." QS.Al-Baqarah 83. Berkomunikasi artinya terhubung. Pesan dalam komunikasi dapat tdisampaikan dengan baik apabila komunikator dan komunikan memiliki kesamaan maksud atau makna. Pada dasarnya sangat susah membuat orang mengerti dengan maksud atau pesan kita, namun pesan akan sampai dan tujuan akan berhasil dengan mudah apabila menggunakan strategi komunikasi yang tepat. Strategi Komunikasi adalah panduan dari perencanaan komunikasi dan manajemen komunikasi untuk mencapai sasaran atau tujuan tertentu.(Effendi, 1992) Strategi komunikasi adalah suatu cara atau taktik rencana dasar yang menyeluruh dari rangkaian tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau komunitas untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan. Strategi komunikasi sangat dibutuhkan dalam proses berkomunikasi yang bisa berlangsung dimana saja dan kapan saja, tidak terkecuali pada komunitas kajian rutin muslimah, dengan melakukan kegiatan dakwahnya memudahkan jama'ah kajian untuk meresapi atau memahami isi pesan dakwah yang disampaikan. Dalam hal ini diperlukan strategi komunikasi dakwah yang mana dilakukandengan mengajak kaum muslimah untuk belajar di kajian tersebut. Kajian ini dilakukan seminggu sekali dalam sepekan yaitu setiap hari jum'at ba'da sholat jum'at dan ini juga terbuka untuk kaum muslimah umum. Strategi komunikasi dakwah yang dilakukan dalam kajian inidalam menyebarkan dakwahnya yaitu di Masjid Ar-Raudhah Bagan Batu Kabupaten Rokan Hilir sangat mempengaruhi dalam masyarakat untuk mengikuti kajian tersebut terutama untuk muslimah yang baru hijrah di jalan Allah SWT dan untuk kaum muslimah agar tetap Istiqomah dijalan-Nya. Komunitas menurut Kertajaya Hermawan, adalah sekelompok orang yang pedulisatu sama lain yang lebih seharusnya, dimana dalam komunitas terjadi relasi pribadi yang erat antar anggota komunitas tersebut karena adanya kesamaaninterest atau values. Kajian rutin muslimah merupakan suatu komunitas untuk melakukan kegiatan dakwah dalam menyampaikan pesan dakwahnya supaya tersampaikan pesan-pesan dakwah dari komunikator kepada komunikan. Dakwah pada hakekatnya merupakan gerakan pembangunan yang dilakukan dalam rangka amar ma'ruf dan nahi munkar untuk mewujudkan kemaslahatan manusia di dunia dan akhirat. Dalam hal ini, setiap manusia baik pria maupun wanita di tuntut berpartisipasi aktif untuk merealisasikan risalah Islam, yaitu dengan meneruskan risalah. Meneruskan tugas Rasulullah SAW dalam menyampaikan Islam kepada umat manusia agar Islam itu benar-benar menjadi rahmatan lil alamin ( rahmat bagi sekalian alam). Dalam melakukan kegiatan dakwah pastinya memelukan sarana untuk tempat terlaksananya mempelajari ajaran-ajaran Islam, salah satunya ialah Masjid. Masjid merupakan salah sarana untuk pemahaman serta pendalaman berbagai aspek keislaman. Dalam pengertian sehari-hari, masjid merupakan bangunan tempat shalat kaum Muslim. Pada awalnya, sebenarnya peran masjid tidak hanya sebatas memfasilitasi pelaksanaan shalat. Bahkan juga berfungsi sebagai sentral pengendalian kepemerintahan, administrasi, dakwah dan tempat untuk musyawarah. Setiap minggu kajian ini dilakukan hanya sekali dan setiap hari Jum'at selesai shalat Jum'at di Masjid Ar-Raudhah. Memang kebanyakan dari jama'ah yang hadir terdiri dari ibu-ibu muda, remaja, dan wanita-wanita yang baru hijrah sehingga tidak menutup kemungkinan setiap minggunya pasti tidak banyak yang hadir di kajian tersebut. Dalam kegiatan dakwahnya dilakukanlah kegiatan belajar Bahasa Arab yang dinamakan MMS (Madrasah Muslimah Sholihah), belajar Tadwid pemula, belajar Iqra serta perbaikan bacaan Al-Qur'an, praktik mandi jenajah, menganyomi yang baru hijrah sehingga tetap Istiqomah, membuka Donasi bagi yang membutuhkan dan menjenguk orang sakit. Denganadanya kegiatan ini membuat tali silaturahmi tetap terjalin dan para jama'ah kajian semakin rajin untuk datang ke kajian. Latar belakang setiap jama'ah yang hadir dalam kajian rutin ini sangat mempengaruhi dan memiliki alasan yang berbeda-beda. Ada yang sudah menikah sehingga harus menyelesaikan urusan rumah tangga, remaja yang masih enggan untuk mengikuti kajian dan para wanita hijrah yang masih sulit mempertahankan keIstiqomahannya. Sehingga butuh kesabaran dan terus menganyomi para jama'ah Kajian Rutin Muslimah. Dengan adanya permasalahan dalam mengikuti kajian maka dibuatlah kajian online untuk mempermudah mengikuti kajian apabila tidak bisa hadir dalam kajian, bahkan pihak ketua kajian juga mensyiaran langsungkan kajian tersebut di media sosial agar mudah dijangkau jama'ah lainnya. Penggunaan media komunikasi modern sesuai dengan perkembangan daya pikir manusia harus dimanfaatkan sedemikian rupa agar pesan dakwah tepat mengenai sasaran dan berjalan efektif. Saat ini dakwah tengah berada diera kontemporer atau istilahnya dakwah kontemporer yakni dakwah yang menggunakan teknologi modern melalui social media dan media massa yakni media seperti facebook dan youtube. Dengan adanya teknologi modern memudahkan untuk menyampaikan informasi, untuk mendidik, untuk mempengaruhi dan untuk menghibur. Sebagai media edukasi peran social media saat ini penting untuk membangun karakter. Agar pesan dakwah dapat tersampaikan oleh khalayak dai harus mampu menciptakan strategi yang baik agar mad'u atau khalayak tertarik untuk mendengarkan apa yang ingin disampaikannya. Berdasarkan pantauan peneliti dengan ketua dalam Kajian Rutin Muslimah bernama ibu Darmi Yanti tidak semua bisa meluangkan waktu, saling mengayomi dan saling mengingatkan adalah faktor kedua yang mempengaruhi kehadiran di kajian tersebut. Banyak yang menganggap kajian tidaklah penting dan membosankan sehingga membuang waktu dengan sia-sia, seperti mementingkan perihal duniawi daripada akhirat. Kajian ini didirikan pada tahun 1995, dari tahun ketahun Masjid Ar-Raudhah memiliki peningkatan dari segi bangunan dan jama'ahnya. Sebelumya masih sekitar daerah gang sepakat yang mengetahui kajian tersebut dengan berkembangnya jaman satu persatu jama'ah datang dari berbagai penjuru daerah. Awalnya kajian ini ada ikhwan, berhubung banyaknya ikhwan sehingga dibagilah menjadi dua bagian. Senin, Rabu, Sabtu khusus untuk ikhwan dan hari Jum'at khusus untuk akhwat. Dalam perihal dana bendahara mengumpulkan infak setiap kajian dengan pengutipan seikhlasnya kemudian dikumpulkan untuk operasional dakwah, membayar Ustdaz dan untuk membantu yang membutuhkan. Dari pemaparan latar belakang permasalahan di atas peneliti tertarik menganalisa seperti apa “strategi komunikasi komunitas Kajian Rutin Muslimah dalam melakukan kegiatan dakwah di Masjid Ar-Raudhah Bagan Batu Kabupaten Rokan Hilir Riau”.
Method
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, di mana penelitian ini melakukan pengamanan terhadap fenomena di sekitarnya dan dianalisis dengan menggunakan logika ilmiah titik penelitian kualitatif ini menggunakan metode deskriptif yang menggambarkan keadaan yang sebenarnya di lapangan secara murni dan apa adanya. Penelitian ini dilaksanakan di Masjid Ar-Raudhah Gang Sepakat Bagan Batu Kabupaten Rokan Hilir titik sebagai salah satu wilayah kecamatan Bagan Sinembah adalah termasuk wilayah pertanian dan perkebunan. Adapun informan penelitian terdiri dari pengurus Kajian Rutin Muslimah, jama'ah dan pemateri dalam Kajian Rutin Muslimah. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Result & Discussion
Kajian rutin muslimah merupakan komunitas yang berisi orang-orang yang memiliki suatu tujuan yang sama. Sehingga terbentuklah komunitas kajian rutin muslimah ini, dalam menjalankan programnya tidak hanya memberikan materi dakwah tetapi juga menjalin silaturahmi, mengayomi, serta mengajak kepada kebenaran. Strategi komunikasi sangat diperlukan untuk memudahkan dalam melakukan kegiatan dakwahnya. "Strategi yang digunakan tentu tidak bosan-bosannya selalu mengingatkan dan mengajak kaum muslimah untuk mengikuti kajian, apalagi ada muslimah yang baru hijrah tentu keimanannya masih goyah. Di sinilah kita sebagai umat beragama Islam saling mengingatkan, mengayomi agar kita sama-sama mendapatkan syafaat-Nya nanti. Dan adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan seperti belajar bahasa Arab, belajar tajwid bagi pemula, membuka donasi bagi orang-orang yang membutuhkan, dengan adanya kegiatan ini semoga tetap terjalin tali silaturahmi.” (Wawancara, 2023). Dapat disimpulkan bahwa strategi yang digunakan Komunitas Kajian Rutin Muslimah adalah mengajak dan mengingatkan sebelum melakukan kegiatan dakwahnya serta melakukan sosialisasi dengan memanfaatkan media sosial. Dengan adanya kegiatan-kegiatan yang dilakukan, komunitas ini mampu menarik perhatian warga untuk menghadiri kajian ini. Dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali aktivitas, kegiatan, atau kesibukan yang dilakukan manusia. Namun, berarti atau tidaknya kegiatan tersebut bergantung pada individu tersebut. Karena menurut Samuel Soeitoe, sebenarnya aktivitas bukan hanya sekadar kegiatan. Beliau mengatakan bahwa aktivitas dipandang sebagai usaha mencapai atau memenuhi kebutuhan. Adapun konsepsi yang dilakukan Komunitas Kajian Rutin Muslimah dalam melakukan kegiatan dakwahnya, antara lain: a. Perencanaan Dalam suatu aktivitas tertentu dalam rangka mencapai suatu tujuan, maka diperlukan suatu perencanaan yang menelaah tentang segala kemungkinan-kemungkinan. Maka dari itu, rencana yang dirumuskan sebelum melakukan kegiatan dakwah di Masjid Ar-Raudhah adalah mengajak dan mengingatkan setiap dilakukannya kegiatan dakwah guna menyukseskan kegiatan dakwah tersebut. “Sebelum melakukan kegiatan, kami dari pihak komunitas mengonsepkan dahulu siapa yang mengisi kajian dakwah, apa-apa saja kegiatan yang dilakukan selain melakukan kegiatan kajian, serta siapa saja jamaahnya. Kami dari pihak komunitas menghubungi dahulu ustadz/ustadzah untuk mengisi kegiatan dakwah, sehingga pada saat berlangsung tidak bingung siapa yang akan mengisi kajian. Karena kalau dadakan dihubungi biasanya sangat susah mendapatkan pemateri apalagi materi juga dari komunitas, sehingga untuk memudahkan para ustadz/ustadzah dalam menyampaikan isi pesan dakwahnya.” (Wawancara, 2023). Dari sini dapat disimpulkan pentingnya suatu perencanaan untuk memudahkan menyukseskan kegiatan dakwah yang dilakukan. Baik dalam menghubungi komunikator atau ustadz/ustadzah, mengonsepkan kegiatan apa saja yang dilakukan setelahnya, bahkan bagaimana mensosialisasikan kepada masyarakat untuk mau mengikuti kegiatan-kegiatan yang direncanakan oleh pihak komunitas. Tidak sedikit yang antusias memeriahkan kegiatan ini didukung dengan adanya kegiatan belajar bahasa Arab, belajar tajwid, memandikan jenazah, bahkan ada juga membantu orang yang membutuhkan. “Kajian ini dibuat bukan hanya untuk anggota saja tetapi juga terbuka untuk masyarakat umum atau masyarakat sekitar. Sehingga tidak sedikit yang mau mengikuti kegiatan-kegiatan yang dilakukan, bahkan ada juga yang sudah berumah tangga atau bahkan orang tua yang sudah lanjut ikut serta dalam mengikuti kajian.” (Wawancara, 2023). Dalam pelaksanaan dakwah di Masjid Ar-Raudhah Bagan Batu pastinya tidak lepas dari unsur-unsur dakwah yang saling berkaitan yaitu da'i, mad'u, dan materi dakwah. Ketiga unsur dakwah menjadi tolok ukur dalam menyelesaikan permasalahan dakwah, di antaranya itu ialah da'i, mad'u, metode dakwah, dan materi dakwah. Sebelum melakukan kajian, pastinya menentukan siapa yang akan mengisi kajian. Di sini tugas da'i dan komunikator tidak berbeda, sama-sama menyampaikan pesan, hanya saja pesan yang disampaikan oleh da'i lebih mengarah ke ilmu agama. Da'i yang terlatih dan memiliki kemampuan yang baik dalam berdakwah pasti memberikan hasil yang memuaskan dalam melaksanakan dakwahnya. Da'i yang mengisi di Komunitas Kajian Rutin Muslimah tentunya memiliki kemampuan dan pengetahuan yang baik sebelum mereka melakukan dakwahnya kepada para mad'u demi menyukseskan acara kajian ini. “Tentu setelah adanya perencanaan, maka dilakukan pengorganisasian. Hal ini bertujuan agar segala yang telah direncanakan dapat tercapai baik sesuai dengan apa yang telah diinginkan. Adapun fungsi dari pembagian divisi ini yakni agar masing-masing bidang bertanggung jawab atas tugas pokok dan fungsinya sehingga tidak ada yang keluar jalur dan menyebabkan batalnya rencana yang telah dibuat. Berhubung kajian ini dilakukan seminggu sekali di luar dari kegiatan lainnya, biasanya kami mengundang ustadz/ustadzah sehingga kajiannya dapat diterima oleh mad'u. Biasanya kita mengundang dari luar kota atau bahkan mengundang ustadz kondang demi menyukseskan acara kajian ini.” (Wawancara, 2023). Dalam melakukan kajian pastinya mengundang ustadz untuk mengisi kajian guna menyukseskan kegiatan dakwah. Apalagi dengan diundangnya ustadz dengan menyampaikan pesan dakwahnya tidak monoton, pastinya para mad'u lebih suka mendengarkannya. “Pelaksanaan ini adalah hal penting yang menentukan terlaksananya rencana kajian dalam melakukan kegiatan kajian dakwah. Jika rumit dalam merencanakan, mengorganisasikan namun tidak ada pelaksanaan, maka apa seluruh yang susah payah dilakukan akan sia-sia saja. Oleh karena itu pelaksanaan ini adalah hal yang terpenting dalam menyukseskan rencana komunitas terhadap melakukan kegiatan dakwah di Masjid Ar-Raudhah kepada masyarakat. Apalagi masyarakat lebih suka ustadz yang menjelaskan atau menyampaikan ceramahnya itu asyik jadi mereka yang mendengarkannya pun suka.” (Wawancara, 2023). Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan pelaksanaan dalam melakukan kegiatan kajian sangat diperlukan guna menyukseskan acara kajian tersebut. Pengetahuan yang dimiliki para da'i dalam berdakwah juga terbilang mumpuni atau cukup. Tetapi pengetahuan saja pun kurang apalagi dalam menyampaikan isi pesan dakwah, skill juga harus ada sehingga pesan yang ingin disampaikan tersampaikan dengan baik dan tepat. Objek dakwah dimaksud adalah dalam ilmu komunikasi objek dakwah sama dengan komunikan yang mana seorang komunikan merupakan sasaran atau target dari seorang komunikator agar pesan dakwahnya tersampaikan dengan baik ke masyarakat. “Pada tahun 2000-an yang mengetahui kajian ini hanya sekitaran gang sepakat di sini juga Masjid Ar-Raudhah berada sehingga masih sedikit yang mengetahui kajian ini. Setelah berkembangnya zaman barulah satu persatu semakin banyak muslimah-muslimah atau mad'u yang datang ke kajian ini, ada yang untuk belajar bahasa Arab, belajar tajwid, dan tata cara memandikan jenazah.” (Wawancara, 2023). Mengingat bahwa kawasan yang menjadi lokasi dakwah ini masih terbilang sempit tetapi masih bisa ditempuh oleh mad'u. Walaupun tidak semua mayoritas muslim di daerah ini, hal ini mungkin saja untuk memperbanyak pemeluk agama Islam menjadi lebih banyak lagi. “Alhamdulillah masyarakat sekitar sini memang tidak semua mayoritas muslim tetapi mereka tinggi toleransinya sehingga sejauh ini tidak ada permasalahan yang serius. Dengan kawasan yang tergolong sempit tetapi sampai saat ini tidak ada permasalahan karena rata-rata jamaah mengendarai sepeda motor.” (Wawancara, 2023). Maka dapat disimpulkan walaupun tidak semua mayoritas muslim namun tetap menjunjung tinggi toleransi sehingga tidak ada permasalahan yang serius, atau bahkan masyarakat non-muslim masih berbaur dengan masyarakat sekitar. Dengan kawasan yang terbilang sempit yang hanya bisa dilewati oleh sepeda motor, tetapi salut dengan masyarakat sekitar para jamaah untuk datang berbondong-bondong menghadiri kajian dan mengikuti kegiatan dakwah yang dilakukan. Dalam menentukan materi kajian biasanya sudah dipersiapkan oleh pihak komunitas sehingga setiap minggunya materinya berbeda-beda. Materi dakwah ialah isi pesan dakwah yang dilakukan dari seorang da'i. Isi pesan dakwah hendaklah yang berkenaan dengan tujuan dari dakwah yang dilakukan. Misalnya tentang sedekah, shalat ataupun yang lainnya dengan berlandaskan Al-Quran dan hadis. “Sebelum melakukan kajian biasanya materi yang ingin disampaikan sudah dipersiapkan sehingga saat kajian berlangsung tidak lari dari materi yang sudah ditentukan sebelumnya. Dengan begitu ustadz yang menyampaikan pesan dakwahnya tersampaikan dengan baik kepada jamaahnya.” (Wawancara, 2023). Penyampaian materi yang para da'i sampaikan juga mudah dipahami oleh mad'u. Ini membuktikan bahwa baik metode maupun media dalam materi yang digunakan sangat efektif dalam pelaksanaan dakwah. Isi materi yang disampaikan juga menarik untuk didengarkan oleh mad'u karena memberikan pengajaran yang terkandung didalamnya, tetapi dalam penyampaian yang akrab sehingga proses dakwah berlangsung dengan sangat baik. b. Manajemen Setelah perencanaan dilakukan dan seluruh pembagian telah ditetapkan dalam pengorganisasian, maka implementasi atau pelaksanaan pun dilakukan, yaitu Komunitas Kajian Rutin Muslimah dalam menjalankan tugasnya sebagai media yang menginformasikan atau mensosialisasikan kepada masyarakat mengenai kegiatan apa saja yang ada dan kapan pelaksanaannya dilakukan. Dengan begitu semua terkonsep dengan benar sehingga tidak lari dari yang sudah disepakati bersama. “Sebelum melakukan kegiatan atau kajian biasanya melakukan rapat terlebih dahulu untuk menyusun apa-apa saja kegiatannya dalam hal ini yang dilakukan, siapa ustadz/ustadzahnya. Sehingga jelas apa yang dilakukan termasuk mensosialisasikan kepada masyarakat bagaimana caranya agar masyarakat tertarik untuk mengikuti kegiatan dan mau mengikuti kajian yang dilakukan.” (Wawancara, 2023). Dari hasil wawancara di atas dapat disimpulkan sebelum mengadakan kegiatan sudah harus didiskusikan atau dirapatkan sehingga terstruktur apa-apa saja yang dilakukan pada saat kegiatan atau setelah kegiatan berlangsung. Termasuk dengan mensosialisasikan atau mengajak masyarakat mengikuti kajian untuk membangun silaturahmi antar umat beragama. Di samping masyarakat menjunjung tinggi toleransi sehingga bukan hanya pada masyarakat muslim tetapi juga dengan masyarakat non-muslim sehingga tidak ada permasalahan yang serius ke depannya. “Alhamdulillah dengan berkembangnya zaman komunitas ini sudah banyak dikenal masyarakat di Bagan Batu ini apalagi komunitas ini satu-satunya komunitas yang mengkhususkan kepada kaum muslimah saja sehingga menjadi pusat perhatian masyarakat. Kajian ini tidak mengkhususkan pada anggota internalnya saja tetapi kami terbuka juga untuk masyarakat umum yang tidak dibatasi kapasitas jamaahnya.” (Wawancara, 2023). Sejalan dengan itu Subtika Anjani juga memberikan pernyataannya, beliau mengatakan: “Adapun tempat terlaksananya kajian dan kegiatan dakwahnya bertempat di Masjid Ar-Raudhah Jl. Gang Sepakat, kajian ini dilakukan setiap ba'da shalat Jumat setiap minggunya dan kegiatan dakwah lainnya pada hari Selasa.” (Wawancara, 2023). Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa seiring berkembangnya zaman lama-kelamaan akan diketahui juga oleh masyarakat sekitar. Berhubung komunitas ini adalah satu-satunya komunitas yang mengkhususkan kaum muslimah di kota Bagan Batu ini, akses untuk mencapai tempat ini tidak jauh dari kota sehingga masih bisa dihadiri oleh masyarakat sekitar untuk mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh komunitas ini. Selain mengajak dan mengingatkan mad'u untuk mengikuti kegiatan dakwah di Masjid Ar-Raudhah, komunitas ini juga melakukan kegiatan di luar dakwah seperti belajar bahasa Arab, belajar tajwid bagi pemula serta membuka donasi bagi orang-orang yang membutuhkan. Komunitas Kajian Rutin Muslimah ini tidak hanya memfokuskan pada sesama anggotanya tetapi juga membuka kajian ini untuk umum juga. “Adapun program yang kami selenggarakan selain kajian muslimah di hari Jumat pukul 14:00-15:30 WIB, ada juga kegiatan belajar bahasa Arab yang dilakukan pada hari Selasa pukul 15:00-15:30 WIB, belajar tajwid pemula pada hari Jumat pukul 16:00-17:00 WIB. Adapun belajar Iqra dan baca Al-Quran tetap dilakukan secara online di mana nanti menggunakan aplikasi Zoom pada hari Rabu dan Kamis pukul 10:30-11:30 WIB. Semoga dengan adanya kegiatan ini semakin bertambah jamaah-jamaah yang bergabung untuk mendapat syafaat-Nya kelak.” (Wawancara, 2023). Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa kajian rutin ini tidak hanya melakukan kegiatannya secara tatap muka saja tetapi juga memanfaatkan media sosial. Dengan berkembangnya zaman di mana saat ini apa-apa mudah didapatkan informasinya, baik dari segi hal apapun tergantung manusianya bagaimana memanfaatkan teknologi itu sendiri, baik dari segi hal positif bahkan negatif. Apalagi di zaman modern ini tidak menutup kemungkinan tidak ada yang menggunakan media sosial. Dengan begitu komunitas ini memanfaatkan media sosial untuk menyampaikan dakwahnya. “Kami memanfaatkan media sosial untuk mensyiarkan dakwah, apabila masyarakat tidak bisa hadir mengikuti kajian bisa melihat siaran langsung pada media sosial Facebook nama akunnya Kajian Raudhoh atau Kajian Rutin Muslimah. Dengan begitu semoga memudahkan para mujahidah dalam mempelajari ajaran Islam agar mendapat syafaat-Nya.” (Wawancara, 2023). Sejalan dengan itu Mariatik juga memberikan pernyataannya, beliau mengatakan: “Adapun saat berlangsung kajian ini secara online sangat memudahkan para jamaah yang tidak bisa mengikuti kajian, dikarenakan hampir rata-rata jamaah kajian ini adalah sudah berkeluarga jadi sewaktu-waktu pasti ada kesibukan yang dilakukan di rumah sehingga tidak bisa hadir dalam mengikuti kajian ini. Jadi ini sangat terbantu lah dengan adanya siaran langsung kajian ini.” (Wawancara, 2023). Maka dari wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa media sosial sangat membantu sebagai sarana dalam menyampaikan isi pesan dakwahnya dengan melakukan siaran langsung di media sosial yaitu Facebook. Dan di balik ini juga para anggota dan jamaah juga menggunakan media sosial WhatsApp untuk memudahkan membagikan kutipan-kutipan atau bahkan untuk mengonfirmasikan kapan kegiatan-kegiatan dan kajian berlangsung.
Conclusion
Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti paparkan di atas pada penelitian ini. Peneliti dapat menyimpulkan bahwa upaya dakwah yang dilakukan oleh Komunitas Kajian Rutin Muslimah dalam melakukan kegiatan dakwah di Masjid Ar-Raudhah tepatnya di Bagan Batu Kabupaten Rokan Hilir Riau, yaitu: 1. Pelaksanaa dakwah yang dilakukan da'i di kawasan yang masih minim akan pengetahuan agama cukup baik dengan bersosialisasi dengan masyarakat untuk membangun keakraban sekaligus memberikan kepercayaan diri masyarakat untuk menerima dakwah yang disampaikan. Sosialisi ini dilakukan untuk memperat hubungan antara da'i dengan mad'u agar saat proses dakwah dilakukan dapat berjalan dengan baik. Setelah mendapat kepercayaan dari masyarakat barulah para da'i mengajak masyarakat untu mengikuti kegiatan dakwah dimasjid. Terlepas dari itu semua dalam melakukan kegiatan dakwah para da'i disini sangat berperan penting untuk mensukseskan kegiatan dakwah ini. Seperti da'i yang harus memiliki kemampuan dan pengetahuan yang mumpuni,dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti karena masyarakat yang menjadi objek sasaran dakwah, menggunakan metode yang efektif, serta materi yang disampaikan sesuai, dan media yang efektif untuk pelaksanaan dakwah. 2. Faktor pendukung dan penghambat sangat mempengaruhi dalam kegiatan dakwah, dimana setiap orang memiliki kesibukan atau alasan sendiri kenapa tidak mengikuti kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Komunitas Kajian Rutin Muslimah. Media dan metode dakwah disini dimanfaatkan karena wilayah ini tidak terlalu dalam sehingga masih bisa menggunakan internet. Tentu dengan adanya internet memudahkan untuk menyampaikan pesan dakwah, dan bagi masyarakat yang tidak bisa ikut dalam kegiatan dakwah bisa melihatnya melalui media sosial. Dengan begitu berdakwah menjadi lebih mudah dijangkau oleh masyarakat tentunya dengan membuat vidio yang menarik, bahasa yang mudah dimengerti serta mempunyai ciri khas tersendiri dalam menyampaikan dakwahnya.3. Solusi dalam kajian saat melakukan kegiatan adalah tetap mengajak dan mengayomi jama'ah dan masyarakat untuk mengikuti kajian. Tentunya para anggota tidak bosan-bosannya dengan mengshare kajian-kajian online di grub whatsapp dan mengajak kajian, metode dan media dakwah yang mereka lakukan agar kegiatan dakwah yang mereka lakukan tidak monoton alah dengan memberikan media audio visual atau sebuah vidio yang berisikan tentang ajaran Islam. Cara tersebut lebih efektif karena penyampaiannya jelas dan dapat dimengerti sehingga tidak memberikan rasa bosan saat melihatnya dan memiliki tampilan yang menarik jadi pesan dakwahnya tersampaikan dengan baik.