Kembali
16
1
2025 Maktabatun Jurnal Perpustakaan dan Informasi Vol 5 · 1 ISSN 2797-2275

Analisis Layanan Perpustakaan Digital Digilib Unibos dalam Meningkatkan Keterampilan Informasi Mahasiswa di Universitas Bosowa

Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar; Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar; Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Abstrak

Pokok masalah penelitian ini adalah bagaimana layanan perpustakaan digital Digilib Unibos dalam Meningkatkan keterampilan informasi mahasiswa di Universitas Bosowa? Pokok masalah tersebut selanjutnya di-breakdown ke dalam beberapa submasalah atau pertanyaan penelitian, yaitu: Bagaimana bentuk layanan perpsutakaan digital Digilib Unibos dalam Meningkatkan keterampilan mahasiswa di Universitas Bosowa?, Bagaimaana pemanfaatan layanan perpustakaan digital (DigiLib Unibos) terhadap peningkatan keterampilan informasi pemustaka di Universitas Bosowa? Jenis penelitian ini tergolong kualitatif dengan pendekatan penelitian yang digunakan adalah: managerial dan pedagogis. Adapun sumber data penelitian ini adalah Kepala Perpustakaan atau Pustakawan dan Mahasiswa Univesitas Bosowa atau Pemustaka. Selanjutnya, metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan penelusuran referensi. Lalu, teknik pengolahan dan analisis data dilakukan dengan melalui tiga tahapan, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pengaruh Terhadap Keterampilan Informasi Mahasiswa Penggunaan Digilib Unibos berperan penting dalam meningkatkan keterampilan informasi mahasiswa, seperti kemampuan dalam mencari, mengevaluasi, dan mengelola informasi. Walaupun demikian, beberapa mahasiswa masih merasa koleksi yang di sediakan aplikasi ini masih kurang lengkap; layanan perpustakaan digital Digilib Unibos memberikan kemudahan bagi mahasiswa untuk mengakses informasi. Namun, pemanfaatan platform ini masih minim karena kurangnya sosialisasi terkait aplikasi ini.

Abstract

The main problem of this research is how Digilib Unibos' digital library services improve students' information skills at Bosowa University? The main problem is further broken down into several sub-problems or research questions, namely: 1) What is the form of Digilib Unibos digital library services in improving student skills at Bosowa University? 2) How is the use of digital library services (DigiLib Unibos) to improve user information skills at Bosowa University? This type of research is classified as qualitative with the research approaches used are: managerial and pedagogical. The source of data for this research is the Head of the Library or Librarian and Students of Bosowa University or Pemustaka. Furthermore, the data collection methods used are observation, interviews, documentation, and reference searches. Then, data processing and analysis techniques are carried out through three stages, namely: data reduction, data presentation, and conclusion drawn. The results of this study show that: The form of Digilib Unibos services affects students' information skills The use of Digilib Unibos plays an important role in improving students' information skills, such as the ability to search, evaluate, and manage information. Even so, some students still feel that the collection provided by this application is still incomplete; Digilib Unibos digital library service provides convenience for students to access information. However, the use of this platform is still minimal due to the lack of socialization related to this application.
Keywords: digital library · literacy information skill

Introduction

Perpustakaan adalah organisasi yang bergerak di bidang jasa, seperti organisasi lain yang bergerak di bidang jasa lainnya akan berkembang mengikuti perkembangan zaman. Berkembangnya perpustakaan tidak akan pernah lepas dari orientasi kebutuhan pemustaka atau biasa di sebut user oriented. Pemustaka hari ini lebih banyak menghabiskan waktu mereka di depan komputer, laptop, dan handphone dalam mencari informasi. Hal inilah kemudian yang mendasari banyak perpustakaan yang membangun perpustakaan digital. Perpustakaan juga merupakan salah satu fasilitas pendidikan yang sangat penting dalam membentuk individu yang cerdas dan berpengetahuan, sebagai langkah menuju masyarakat yang beradab. Perpustakaan merupakan entitas kerja yang memiliki struktur organisasi, karena tanpa organisasi ini, perpustakaan tidak akan memiliki perbedaan yang signifikan dengan individu biasa. Perkembangan informasi telah membawa perpustakaan untuk berkembang pesat. Koleksi perpustakaan terdiri dari berbagai macam materi tertulis, cetakan, dan grafis lainnya, seperti film, yang disimpan dalam ruang atau bangunan yang diatur dan diorganisir dengan sistem tertentu agar dapat digunakan untuk keperluan studi, penelitian, membaca, dan lainnya. Undang-Undang Nomor 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan menyebutkan bahwa Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka. Di zaman modern ini, prioritas utama adalah efektivitas dan efisiensi. Teknologi telah merasuki hampir seluruh aspek kehidupan manusia tak terkecuali bidang perpustakaan dan informasi, sebagian besar lembaga telah mengadopsi teknologi untuk meningkatkan kinerjanya, karena teknologi menyediakan berbagai kemudahan bagi penggunanya. Perkembangan teknologi informasi memiliki dampak besar pada perpustakaan, yang tercermin dalam munculnya perpustakaan digital atau digital library yang semakin umum ditemui di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi. Munculnya teknologi informasi telah mengubah paradigma tradisional dalam penyediaan layanan dan pertukaran informasi. Hal ini membuka peluang baru dan tantangan dalam hal adaptasi dan inovasi bagi institusi-institusi, termasuk perpustakaan, untuk tetap relevan dan efektif dalam menyediakan layanan kepada masyarakat. Penggunaan teknologi tersebut juga menimbulkan berbagai pendapat dan perdebatan, terutama terkait dengan keamanan data, privasi, dan dampak sosialnya. Namun, secara keseluruhan, transformasi digital telah membuka pintu bagi kemungkinan-kemungkinan baru dalam akses informasi dan kolaborasi, serta memperkuat efisiensi dan efektivitas dalam berbagai sektor kehidupan. Pada perguruan tinggi saat ini, perpustakaan digital telah menjadi salah satu inovasi yang mengubah cara mahasiswa dan akademisi mengakses informasi. Perpustakaan digital menghadirkan koleksi yang luas dan beragam, mulai dari buku, jurnal, artikel ilmiah, hingga sumber daya multimedia, semua dapat diakses secara online dari mana saja dan kapan saja. Ini memberikan kemudahan bagi pengguna untuk menelusuri, mengambil, dan menggunakan informasi yang mereka butuhkan tanpa terbatas oleh batasan ruang dan waktu. Dengan adopsi perpustakaan digital, perguruan tinggi dapat meningkatkan aksesibilitas dan keberagaman informasi bagi seluruh komunitas akademiknya. Mahasiswa dapat dengan mudah mengakses bahan bacaan untuk mendukung studi dan penelitian mereka, sementara para dosen dan peneliti memiliki akses yang lebih cepat dan efisien terhadap literatur ilmiah terbaru dalam bidang mereka. Selain itu, perpustakaan digital juga memfasilitasi kolaborasi antarindividu dan lembaga. Mahasiswa dan dosen dapat berbagi referensi, meninjau karya-karya sesama peneliti, dan bahkan berpartisipasi dalam proyek penelitian bersama melalui platform perpustakaan digital. Ini mendorong pertukaran ide dan pengetahuan yang lebih luas, serta memperkuat komunitas akademik dalam menjalankan misi pendidikan dan riset. Meskipun perpustakaan digital menawarkan banyak keuntungan, tantangan juga muncul, seperti perluasan infrastruktur teknologi yang memadai, pelatihan bagi pengguna untuk memanfaatkannya secara optimal, serta perlindungan terhadap keamanan dan privasi data. Perguruan tinggi perlu memperhatikan aspek-aspek ini dalam pengembangan dan pengelolaan perpustakaan digital mereka agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi seluruh komunitas akademik. Dengan memanfaatkan teknologi secara bijaksana, perpustakaan digital dapat menjadi salah satu pilar utama dalam mendukung pencapaian misi pendidikan dan penelitian di perguruan tinggi. Perpustakaan digital, seperti Digital Library Universitas Bosowa, menawarkan akses yang mudah dan cepat terhadap berbagai sumber informasi, mulai dari buku, jurnal, hingga sumber daya multimedia. Melalui layanan-layanan yang disediakan, seperti sistem pencarian yang canggih, konsultasi referensi, dan pelatihan penggunaan database, perpustakaan digital dapat membantu mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan informasi mereka. Berdasarkan uraian tersebut, dengan melihat era digital yang menuntut individu untuk memiliki keterampilan informasi yang baik untuk dapat mengakses, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara efektif. Di lingkungan akademik, mahasiswa membutuhkan keterampilan ini untuk mendukung proses pembelajaran, penelitian, dan pengembangan diri. Sehingga dilakukan penelitian untuk menelusuri lebih luas tentang Layanan Perpustakaan Digital (DigiLib Unibos) dalam meningkatkan keterampilan informasi mahasiswa di Universitas Bosowa.

Method

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengkaji bentuk layanan digital digilib unibos dalam meningkatkan keterampilan informasi mahasiswa di universitas bosowa serta pemanfaatan layanan digital Digilib Unibos dalam meningkatkan keterampilan inromasi mahasiswa di universitas Bosowa. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sementara data sekunder berasal dari penelitian terdahulu yang relevan dengan topik penelitian, seperti jurnal dan buku. Untuk pengumpulan data, penelitian ini menggunakan tiga metode, yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Observasi dilakukan secara langsung dalam beberapa waktu di lokasi penelitian yaitu di Universitas Bosowa. Wawancara dilakukan dengan seorang pustakawan dan 9 orang pemustaka. Untuk memperkuat data yang diperoleh melalui wawancara dan observasi, peneliti juga mengumpulkan dokumentasi terkait kegiatan literasi perpustakaan yang ada di setiap sekolah. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada model Miles dan Huberman (Moleong, 2016), yang melibatkan tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Tahap reduksi data dilakukan dengan memisahkan data yang relevan dengan topik penelitian dari data yang tidak relevan. Selanjutnya, peneliti menyajikan data dalam bentuk yang lebih sistematis dan mudah dipahami. Pada tahap terakhir, peneliti menarik kesimpulan dari data yang telah dianalisis, yang kemudian digunakan untuk menjawab permasalahan dalam penelitian ini. Untuk memastikan keabsahan data, penelitian ini menerapkan teknik triangulasi yang meliputi triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Dengan cara ini, peneliti membandingkan hasil data yang diperoleh dari berbagai sumber, teknik pengumpulan data, serta waktu pengumpulan data untuk memastikan konsistensi dan validitas temuan penelitian. Penyajian data dilakukan dalam bentuk teks naratif yang menggambarkan secara mendalam kondisi lapangan serta temuan yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang layanan digital Digilib Unibos dalam meningkatkan keterampilan informasi mahasiswa di Univesitas Bosowa.

Result & Discussion

A. Bentuk layanan yang disediakan oleh perpustakaan digital (digilib Unibos) di Universitas Bosowa dalam meningkatkan keterampilan informasi bagi pemustaka Penggunaan layanan Perpustakaan digital menjadi salah satu inovasi penting dalam pengembangan layanan informasi di perguruan tinggi, termasuk di Universitas Bosowa (UNIBOS). DigiLib UNIBOS, sebagai layanan perpustakaan digital, dirancang untuk mempermudah mahasiswa dalam mengakses berbagai sumber informasi akademik secara elektronik. Layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan penelitian mahasiswa dengan menyediakan akses yang lebih fleksibel, efisien, dan mudah. Berikut adalah bentuk-bentuk layanan yang disediakan Digilib Unibos dalam mendukung peningkatan keterampilan informasi mahasiswa: 1. Penyediaan Sumber Belajar Digital Digilib Unibos menyediakan akses ke berbagai sumber belajar digital yang dapat digunakan mahasiswa untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan informasi mereka. Bentuk layanan ini meliputi: E-book: Koleksi buku digital dari berbagai disiplin ilmu yang dapat diunduh atau dibaca online. Dengan menyediakan sumber ini, mahasiswa dapat belajar cara mencari, memilih, dan menggunakan informasi yang relevan dan terpercaya. Gambaran terkait penyediaan sumber belajar digital juga dapat di lihat dari wawancara sebagai berikut: Informan 2 mengatakan bahwa “Digiib Unibos ini menyediakan beragam buku-buku eletronik yang tersedia disatu aplikasi yang sangat memudahkan kami sebagai mahasiswa untuk mengaksesnya” Informan 5 mengatakan juga bahwa “Di dalam aplikasi ini kita di tawarkan buku-buku yang menarik serta ada beberapa rekomendasi buku yang dapat terlihat di tampilan awal pada saat kita membuka aplikasi tersebut." Pernyataan yang sama di kemukakan oleh informan 7 “ketika kita ingin mencari buku-buku tanpa harus mengunjungi perpustakaan kita bisa mengakses melalui aplikasi digilib unibos namun saya pernah mencoba mencari suatu buku tapi tidak menemukan buku yang saya cari. " Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat di simpulkan bahwa digilib unibos menyediakan beragam buku eletronik yang dapat di akses dengan sangat mudah namun masih kekurangan koleksi. Dalam membangun perpustakaan digital selain memperhatikan jumlah koleksi yang disediakan juga penting untuk mengadakan buku eltronik yang sesuai dengan kebutuhan pemustaka. 2. Fitur Pencarian yang Terstruktur Gambaran terkait fitur pencarian yang terstruktur dapat dilihat dari beberapa wawancara sebagai berikut: Informan I mengatakan bahwa “untuk memudahkan temu kembali informasi atau memudahkan pemustaka mencari informasi yang mereka ingin cari yang pertama kami menyediakan fitur rekomendasi buku buku dengan tema tema ternteu dan yang kedua yaitu tersedia fitur pencarian yang dapat di gunakan penguna untuk mengetik kata kunci atau menulias judul buku apa yang merek ingin cari. " Informan 8 mengatakan bahwa “aplikasi ini menyediakan fitur pencarian sehingga kita dengan mudah bisa menemukan buku atau informasi yang kita inginkan. " Pernyataan yang sama di kemukakan oleh Informan 7 mengatakan bahwa “digilib unibos sangat memudahkan pencarian informasi karena memiliki fitur pencarian dan bila kita ingin mencari buku juga sudah di pisahkan sesuai dengan temanya sehingga sangat mudah untuk mencari buku di aplikasi ini " Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa aplikasi digilib unibos ini memiliki fitur pencarian yang terstruktur yang memungkinkan mahasiswa untuk mencari informasi berdasarkan kata kunci, judul, penulis, atau subjek. Fitur ini membantu mahasiswa: a) Mengembangkan kemampuan pencarian informasi yang efektif. b) Belajar cara menggunakan filter dan kata kunci yang tepat untuk menemukan sumber yang relevan. c) Mengidentifikasi sumber informasi yang kredibel dan sesuai dengan kebutuhan akademik. 3. Aksesibilitas dan Fleksibilitas Gambaran terkait aksesibilitas dan fleksibilitas dapat dilihat dari hasil wawancara sebagai berikut: Informan 1 menjelaskan bahwa “Salah satu alasan di hadirkannya digilib Unibos adalah untuk mendekatkan perpustakaan kepada pemustaka di harapkan dengan hadirnya aplikasi ini tidak memberi batasan kepada pemustaka untuk mengakses perpustakaan tidak di batasi lagi lagi dengan jam operasional perpustakaan. " Informan II mengatakan bahwa: “Digilib unibos sangat mudah untuk di akses karena bisa diakses dari mana saja tanpa harus mengujungi perpustakaan dan dapat di akses melalui smartphone.” Pernyataan yang sama juga di sampaikan informan III bahwa: “Digilib unibos sangat mudah di akses dan digunakan, bisa di akses kapanpun dan dimanapun kita berada selama kita masih memiliki kuota internet." Berdasarkan hasil wawancara di atas di ketahui bahwa digilib sangat mudah di akses dan dapat di akses dari mana saja dan kapanpun kita butuhkan tanpa tergantung oleh jam buka perpustakaan dan tanpa harus ke perpustkaan. Aksesibilitas merujuk pada kemampuan pengguna untuk mengakses koleksi atau sumber daya informasi dalam perpustakaan digital dengan mudah dan tanpa kesulitan teknis. Ini melibatkan desain antarmuka pengguna (user interface) yang sederhana dan intuitif, sehingga bahkan pengguna yang tidak berpengalaman sekalipun dapat dengan cepat memahami cara menggunakan sistem. Digilib Unibos dapat diakses kapan saja dan di mana saja, asalkan terhubung dengan internet. Fleksibilitas ini memungkinkan mahasiswa untuk: a) Mengakses sumber belajar sesuai kebutuhan mereka. b) Belajar cara mengelola waktu dan sumber daya informasi secara mandiri. c) Mengembangkan kebiasaan belajar yang efektif dengan memanfaatkan teknologi digital. 4. Kecepatan dan ketersediaan informasi Gambaran terkait kecepatan dan ketersediaan informasi dapat dilihat dari hasil wawancara sebagai berikut: Informan V mengatakan bahwa: Digilib unibos merupakan aplikasi yang dapat dengan mudah di akses entah kita sedang berada di kampus atupun kita sedang berada di rumah karena kita bisa mengaksesnya melalui smartphone yang bisa kita gunakan kapan saja dan dimana saja tanpa harus mengunjungi perpustkaan namun koleksi yang dimiliki masih tergolong sedikit. Informan III mengatakan bahwa: “Digilib unibos mudah sekali digunakan karena aplikasi ini berbasis smartphone, pada saat mengerjakan tugas di rumah bisa langsung mengaksesnya tanpa harus ke perpustkaan. Pernyataan yang sama di kemukakan oleh informan 9 bahwa “untuk mencari informasi yang kita butuhkan hanya memelurkan waktu yang tak berapa lama karena kita di permudah dengan pemisahan koleksi sesuai tema dan fitur pencarian yang ada di beranda. Berdasarkan hasil wawancara dapat di simpulkan bahwa digilib unibos memiliki kecepatan akses yang baik namun kendala masih ada buku yang pemustaka cari namun tidak di temukan. Berkaitan dengan seberapa cepat informasi dapat diakses oleh pengguna dan sejauh mana sistem dapat memastikan ketersediaannya tanpa gangguan. Hal ini berarti bahwa saat pengguna melakukan pencarian atau mengakses materi, mereka mendapatkan hasil yang cepat tanpa menunggu lama. Ketersediaan informasi juga mencakup waktu operasi sistem yang stabil, tanpa adanya downtime yang berarti, sehingga pengguna dapat mengakses perpustakaan digital kapan saja tanpa khawatir sistem tidak dapat diakses. Kecepatan sistem yang tinggi juga akan meningkatkan kepuasan pengguna, karena mereka tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan informasi yang diperlukan. 5. Akses multi-platform Gambaran terkait akses multi platform dapat dilihat dari wawancara sebagai berikut: Informan I mengatakan bahwa:“untuk sementara aplikasi Digilib Unibos masih berbasis aplikasi di smartphone baik ini IOS maupun android, namun kami masih mengupayakan agar supaya aplikasi ini bisa di akses melalui perangkat lain.” Senada dengan pernyataan di atas informan V juga mengatakan bahwa: “Aplikasi ini sebenarnya sangat baik namun hanya bisa di akses melalui smartphone jadi masih kesulitan Ketika mengerjakan tugas karena harus mengetik ulang informasi yang kami dapatkan" Informan 2 mengatakan bahwa: “ Setau saya aplikasi ini hanya bisa di akses melalui smartphone dan belum bisa di gunakan di laptop sehingga masih sulit untuk mengintegrasikan Ketika mengejerjakan tugas dan memakai dua perangkat yang berbeda". Berdsarkan hasil wawancara di atas dapat di simpulkan bahwa aplikasi Digilib Unibos ini masih akses Singgle Platform atau hanya bisa di gunakan melalui smartphone sehingga menyulitkan mahasiswa ketika ingin menyadur buku yang ada di aplikasi ini. Akses multi-platform merujuk pada kemampuan perpustakaan digital untuk diakses dari berbagai perangkat, seperti komputer desktop, laptop, tablet, dan smartphone. Hal ini sangat penting di era digital saat ini, di mana pengguna mungkin mengakses informasi dari perangkat yang berbeda-beda. Perpustakaan digital yang responsif dapat menyesuaikan tampilan dan fungsionalitasnya sesuai dengan perangkat yang digunakan. B. Pemanfaatan digital library unibos dalam meningkatkan keterampilan informasi mahasiswa Universitas Bosowa Keterampilan informasi dianggap sebagai kemampuan untuk menggunakan informasi untuk memecahkan masalah atau mengambil keputusan. Konsep dasar yang diajukan adalah bahwa keterampilan informasi tidak hanya terbatas pada kemampuan untuk menemukan informasi, tetapi juga pada kemampuan untuk menggunakannya dengan bijak dalam konteks yang lebih luas. Menurut Paul G. Zurkowski, individu yang literat informasi mampu melakukan hal-hal berikut: 1. Mencari dan menemukan informasi yang dibutuhkan. Gambaran terkait menemukan informasi yang dibutuhkan dapat di lihat dari wawancara sebagai berikut: Informan III mengatakan bahwa : “sangat mudah menemukan informasi yang di butuhkan karena kita hanya mengetik judul buku apa yang ingin kita cari atau memasukkan kata kunci sesuai kebutuhan kita maka akan muncul beberapa buku yang sesuai namun yang jadi masalah adalah masih ada beberapa buku yang saya cari tidak ditemukan ini mungkin menandakan bahwa masih perlu untuk di tambah koleksinya" Informan IV mengatakan bahwa : untuk mencari buku yang kita cari kita bisa mengetik lansung di kolom pencarian atau mencari lewat kategori sehingga kita bisa mencari referensi yang relefan dan tentu ini sangat memudahkan kita untuk menemukan buku ynag kita cari" . Penyataan yang sama di kemukakan oleh informan 8 bahwa “untuk mencari dan menemukan informasi yang kita butuhkan tidak butuh waktu lama sama halnya ketika kita mencari sesuatu di Google kita hanya perlu mengetik buku apa yang ingin kita cari. Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat di simpulkan bahwa sangat mudah untuk menemukan infromasi di aplikasi digilib ini namun yang menjadi kendala adalah tidak semua yang mereka cari bisa mereka temukan, yang menandakan bahwa digilib unibos harus menambah koleksinya lagi. Mencari informasi merujuk pada langkah pertama, yaitu pengguna mulai mencari data atau materi tertentu dalam perpustakaan digital. Proses pencarian ini dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai fitur pencarian yang disediakan oleh sistem, seperti memasukkan kata kunci, memilih kategori tertentu, atau menggunakan filter untuk mempersempit hasil pencarian. Di sini, pengguna berusaha menemukan koleksi atau sumber daya yang relevan dengan kebutuhan mereka. Setelah pencarian dilakukan, tahap selanjutnya adalah menemukan informasi yang sesuai dengan yang diinginkan. Menemukan informasi yang dibutuhkan berarti bahwa hasil pencarian yang diberikan oleh sistem adalah relevan, akurat, dan dapat memberikan jawaban atau data yang dicari oleh pengguna. Dalam hal ini, keberhasilan pencarian diukur dari seberapa baik dan cepat sistem dapat menyajikan informasi yang sesuai dengan kebutuhan pencarian pengguna, serta seberapa mudah pengguna dapat menavigasi dan mengakses informasi tersebut. 2. Mengevaluasi informasi untuk menentukan relevansi dan kualitasnya. Gambaran terkait mengevaluasi informasi untuk menentukan relevansi dan kualitasnya dapat dilihat dari hasil wawancara sebagai berikut: Informan V mengatakan bahwa: Digilib unibos merupakan aplikasi yang dapat dengan mudah di akses entah kita sedang berada di kampus atupun kita sedang berada di rumah karena kita bisa mengaksesnya melalui smartphone yang bisa kita gunakan kapan saja dan dimana saja tanpa harus mengunjungi perpustkaan dan tentunya informasi yang sediakan sangat berkualiat dan relevan dengan kebutuhan kami. Informan III mengatakan bahwa: “Digilib unibos mudah sekali digunakan karena aplikasi ini berbasis smartphone, pada saat mengerjakan tugas di rumah bisa langsung mengaksesnya tanpa harus ke perpustkaan dan juga tanpa harus memvalidasi ulang informasi tersebut. Pernyataan yang sama di kemukakan oleh informan 9 bahwa “untuk mencari informasi yang kita butuhkan hanya memelurkan waktu yang tak berapa lama karena kita di permudah dengan pemisahan koleksi sesuai tema dan fitur pencarian yang ada di beranda. Berdasarkan hasil wawancara dapat di simpulkan bahwa digilib unibos memiliki ketersidaan informasi di digilib unibos dapat di jamin kualitas dan relevansinya. Merujuk pada proses di mana pengguna menilai apakah informasi yang mereka temukan sesuai dengan kebutuhan mereka dan seberapa dapat dipercaya atau berkualitas informasi tersebut. Langkah ini penting untuk memastikan bahwa informasi yang digunakan tidak hanya memenuhi kebutuhan tetapi juga memiliki tingkat akurasi, kredibilitas, dan kualitas yang tinggi. Mengevaluasi informasi untuk menentukan relevansi dan kualitasnya adalah keterampilan penting dalam berpikir kritis. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan: 1. Menilai Relevansi • Sesuai dengan Tujuan: Apakah informasi tersebut sesuai dengan kebutuhan atau pertanyaan yang diajukan? • Konteks: Apakah informasi masih berlaku untuk situasi atau topik yang sedang dibahas? • Kelengkapan: Apakah informasi memberikan gambaran menyeluruh atau hanya sebagian kecil dari topik? 2. Menilai Kualitas • Sumber Terpercaya Apakah berasal dari lembaga, jurnal, atau ahli yang kredibel? • Akurasi Apakah informasi didukung oleh bukti atau data yang valid? • Objektivitas Apakah informasi bersifat netral atau mengandung bias tertentu? • Terkini Apakah informasi masih relevan dan diperbarui sesuai perkembangan terbaru? Dengan mengevaluasi informasi menggunakan langkah-langkah ini, kita dapat memastikan bahwa informasi yang digunakan benar-benar berkualitas dan relevan. 3. Menggunakan informasi yang ditemukan secara efektif untuk memecahkan masalah atau mencapai tujuan tertentu. Gambaran terkait mengunakan informasi yang ditemukan secara efektif untuk memecahkan masalah dapat di lihat dari hasil wawancara sebagai berikut: Informan VI bahwa “ketika di berikan tugas oleh dosen untuk mencari referensi selain mengunakan jurnal kami juga mengunakan buku baik itu buku fisik atau e-book yang bisa kita akses melalui digilib unibos" Namun berdeda dengan informan VI informan IV mengatakan bahwa: "kami lebih sering mengunakan ejurnal untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh dosen karena lebih praktis atau langsung mencari tugas tersebut di google." Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat di simpulkan bahwa pengunaan digilib unibos di gunakan untuk mengerjakan tugas-tugas oleh mahasiswa universitas bosowa. Menggunakan informasi yang ditemukan secara efektif untuk memecahkan masalah atau mencapai tujuan tertentu adalah tahap penerapan dari informasi yang telah ditemukan dan dievaluasi sebelumnya. Setelah informasi yang relevan dan berkualitas ditemukan, langkah selanjutnya adalah bagaimana menggunakannya untuk menyelesaikan masalah atau mencapai tujuan yang spesifik.

Conclusion

Bentuk layanan digital digilib unibos berpengaruh terhadap keterampilan informasi mahasiswa penggunaan Digilib Unibos berperan penting dalam meningkatkan keterampilan informasi mahasiswa, seperti kemampuan dalam mencari, mengevaluasi, dan mengelola informasi. Walaupun demikian, beberapa mahasiswa masih merasa koleksi yang di sediakan aplikasi ini masih kurang lengkap. Layanan perpustakaan digital Digilib Unibos memberikan kemudahan bagi mahasiswa untuk mengakses informasi. Namun, pemanfaatan platform ini masih minim karena kurangnya sosialisasi terakit aplikasi ini. Keterkaitan dengan Keterampilan Literasi Informasi Layanan Digilib Unibos telah berkontribusi dalam meningkatkan keterampilan literasi informasi mahasiswa. Meskipun ada kemajuan, masih diperlukan lebih banyak upaya untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terkait dengan cara mengakses dan memanfaatkan sumber daya digital secara maksimal.