Kembali
16
1
2023 Maktabatun Jurnal Perpustakaan dan Informasi Vol 3 · 2 ISSN 2797-2275

Teknik Komunikasi Persuasif Ikatan Pelajar Al-Washliyah dalam Meningkatkan Ibadah Sholat bagi para Pelajar Madrasah Aliyah Al Washliyah Swasta Kecamatan Kualuh Hulu Kab. Labuhan Batu Utara

Universitas Islam Negeri Sumatera Utara; Universitas Islam Negeri Sumatera Utara; Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran nyata mengenai pelaksanaan komunikasi persuasif oleh Ikatan Pelajar Al Washliyah dalam meningkatkan kualitas Ibadah Shalat bagi pelajar Madrasah Aliyah Al Washliyah Swasta kecamatan Kualuh Hulu kabupaten Labuhan Batu Utara dilihat dari teknik komunikasi persuasif yang digunakan oleh Ikatan Pelajar Al Washliyah dalam proses berkomunikasi kepada para pelajar Madrasah Aliyah Al Washliyah Swasta dan pengaplikasian Teknik komunikasi persuasif tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian adalah ikatan pelajar al washliyah yang terdiri dari Ketua, sekretaris, dan anggota Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis deskriptif yang terdiri dari pengumpulan data, mengorganisasikan data, pengelolaan data, verivikasi dan penafsiran data, kesimpulan. Kemudian teknik keabsahan data yang digunakan adalah teknik triangulasi metode dan sumber. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa: 1) Teknik Komunikasi Persuasif yang digunakan oleh Ikatan Pelajar Al Washliyah dalam meningkatkan Ibadah Shalat Bagi Para Pelajar Madrasah Aliyah Al Washliyah adalah teknik asosiasi, teknik integrasi, teknik tataan, dan teknik redherring. 2) pengaplikasian teknik komunikasi persuasif berhasil dilakukan melalui program-program yang sudah direncanakan seperti program pengajian rutin, program pengkaderan.

Abstract

This research aims to get a real picture of the implementation of persuasive communication by the Al Washliyah Student Association in improving the quality of prayer services for Al Washliyah Private Madrasah Aliyah students, Kualuh Hulu district, North Labuhan Batu district, seen from the persuasive communication techniques used by the Al Washliyah Student Association in the communication process. to private Madrasah Aliyah Al Washliyah students and the application of persuasive communication techniques. This research is descriptive research with a qualitative approach. The research subject is the al Washliyah student association consisting of the chairman, secretary and members. Data collection techniques include observation, interviews. The analysis technique used in this research is a descriptive analysis model which consists of data collection, organizing data, data management, data verification and interpretation, conclusions. Then the data validity technique used is method and source triangulation technique. Based on the research that has been carried out, the results obtained are: 1) The persuasive communication techniques used by the Al Washliyah Student Association in improving prayer services for Madrasah Aliyah Al Washliyah students are association techniques, integration techniques, arrangement techniques, and red herring techniques. 2) the application of persuasive communication techniques is successfully carried out through planned programs such as routine recitation programs, cadre formation programs.
Keywords: persuasive communication · techniques · worship · shalat

Introduction

Komunikasi adalah esensi dari keberadaan manusia. Tanpa adanya komunikasi, pergaulan antar manusia, baik secara pribadi, dalam pertemuan maupun perkumpulan, tidak akan terjadi. Dua orang seharusnya terhubung jika masing-masing dari mereka melakukan komunikasi yang baik, untuk menjadi suatu aktivitas dan respons tertentu yang terjadi diantara mereka. Ada banyak cara untuk melakukan aksi dan reaksi ini. baik secara verbal (berupa kata-kata tertulis atau lisan) maupun non verbal (bukan berupa kata-kata, seperti sikap, perilaku, gambar, atau simbol bermakna lainnya). (Fajar, 2009) Di zaman sekarang ini, komunikasi memupuk hubungan interpersonal yang sangat sukses untuk dilakukan. karena komunikasi adalah langkah pertama dalam melakukan setiap hubungan atau interaksi apapun itu. (Rustan et al, 2017) Komunikasi adalah dasar awal yang dilakukan dari setiap hubungan, mereka yang tidak mengenal satu sama lain akan menjadi akrab satu sama lain dan dan dari hal tersebut membuat suatu hubungan akan menjadi lebih dekat. Selain itu, ungkapan dari “komunikasi" dalam buku Hafied Changara yaitu buku Pengantar Ilmu Komunikasi mengacu pada gagasan komunikasi sebagaimana yang didefinisikan oleh Harold Laswell, komunikasi adalah menjawab pokok bahasan siapa yang menyampaikan, apa yang disampaikan, bagaimana cara menyampaikannya, kepada siapa disampaikan, dan apa akibatnya. Memiliki komponen komunikasi, seperti menggunakan bahasa yang meyakinkan, sangat penting dalam situasi ini.(Cangara, 2000). Karena hal tersebut dilakukan dengan mudah, luwes, dan manusiawi, komunikasi persuasif berpotensi mempengaruhi sikap komunikan. Maka, pada saat itu korespondensi yang kuat secara efektif diakui oleh hubungan komunikasi secara lokal, hal ini disebabkan oleh perasaan yang tidak dipaksa dan merasa tidak terkekang. Kegiatan komunikasi persuasif, di sisi lain, mengarah pada kesadaran, pemahaman, dan perasaan untuk Bahagia atau senang. Karena komunikasi persuasif adalah suatu komunikasi yang bermaksud untuk memengaruhi sikap seseorang, perasaan, dan perilaku seseorang sehingga mereka bertindak sesuai dengan yang diharapkan oleh komunikator. Al-Qur'an juga membahas kegiatan persuasif, dalam Al-Qur'an dijelaskan bagaimana berkomunikasi secara persuasive yang terdapat dalam surat An Nahl ayat 125 yang artinya: Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.(Q.S An Nahl: 125). Pada tafsir Jalalain ayat diatas memiliki arti sebagai berikut: (serulah) manusia, hai Muhammad (kepada jalan Rabb mu) yakni agama Nya (dengan hikmah) dengan Al Quran (dan pengajaran yang baik) pelajaran yang baik atau nasehat yang lembut (dan bantahlah mereka dengan cara ) bantahan (yang baik) seperti menyeru mereka untuk meneyembah Allah dengan menyampaikan kepada mereka tanda-tanda kebesaranNya atau dengan hujah hujah yang jelas. (sesungguhnya Rabb mu Dialah yang lebih mengetahui ) Maha mengetahui (tentang siapa yang tersesat dari jalan Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk).(Tafsir, 2023). Ayat ini menjelaskan bahwa Allah mengutus Nabi Muhammad untuk menyempurnakan agama yang mengharapkan manusia mengikuti jalan kebenaran dengan kata-kata yang lembut, bukan kata-kata kasar, dan tanpa menggunakan sifat jahiliyah bangsa Arab masa lalu. Organisasi IPA juga meningkatkan layanan sholat bagi siswa Madrasah Aliyah Al Washliyah Swasta dengan cara yang sama. Organisasi IPA mendorong mahasiswa untuk terus meningkatkan kualitas salat secara halus dan tidak memaksa. Setiap madrasah Al Washliyah di Indonesia memiliki organisasi sekolah khusus yang disebut IPA, dan anggotanya juga para siswa madrasah Al Washliyah. Sama halnya dengan Madrasah Aliyah Al Washliyah Swasta di Kelurahan Kualuh Hulu, wilayah Labuhan Batu Utara, Madrasah ini memiliki asosiasi ilmu yang berperan penting dalam peningkatan penyelenggaraan dakwah kepada siswa di sekolah tersebut. Mayoritas siswa menjadi labil dan mudah dipengaruhi karena masih dalam usia remaja, dimana remaja dikategorikan sebagai orang yang sedang mencari jati dirinya. Remaja mungkin melalaikan tanggung jawabnya, termasuk menghadiri ibadah sholat, terbukti dengan fenomena saat ini yang dibawa oleh zaman yang semakin maju secara teknologi. itu dapat menyebabkan anak muda menjadi orang yang keras kepala, sehingga sulit untuk menawarkan bimbingan yang baik. Namun, agar santri meningkatkan kualitas shalatnya, organisasi keilmuan memiliki teknik komunikasi persuasif efektif yang dirasa perlu untuk dipelajari. Berdasarkan latar belakang diatas, peneliti tertarik untuk mengetahui teknik komunikasi persuasif seperti apa yang dilakukan organisasi IPA (Ikatan Pelajar Al Washliyah) dalam meningkatkan ibadah shalat bagi para pelajar Madrasah Aliyah Al Washliyah Swasta dengan mengangkat judul. Teknik Komunikasi persuasif Ikatan Pelajar Al Washliyah (IPA) Dalam Meningkatkan Ibadah Shalat Bagi Pelajar Madrasah Aliyah Al Washliyah Swasta kecamatan Kualuh Hulu kabupaten Labuhan Batu Utara.

Method

Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan pendekatan deskriptif. yakni penelitian yang dilakukan dengan melihat langsung kelapangan dengan mengambil objek penelitian yaitu para pelajar di Madrasah Aliyah Al Washliyah Swasta. Dalam hal ini, tujuan penelitian adalah untuk memahami suatu fenomena dalam kaitannya dengan apa yang dapat dipahami oleh subjek penelitian pelaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan sebagainya dengan menggunakan metode deskripsi kata dan bahasa pada suatu konteks yang alamiah dan berbagai metode alami.(Moleong, 2016) Dalam hal ini peneliti mengambil lokasi penelitian di Madrasah Aliyah Al Washliyah Swasta (MAS) Aek Kanopan kecamatan Kualuh Hulu kabupaten Labuhan Batu Utara. Waktu penelitian akan dilakukan mulai bulan Agustus 2022 sampai bulan oktober 2022 atau kurang lebih 30 hari. Dan peneliti akan melanjutkan penelitian mendalam setelah memenuhi syarat. Adapun informan dalam penelitian ini adalah Ketua Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Al Washliyah, Ketua Ikatan Pelajar Al Washliyah di sekolah Madrasah Aliyah Al Washliyah Swasta, Sekretaris Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Al Washliyah, dua anggota Ikatan Pelajat Al Washliyah, Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Al Washliah Swasta serta dua siswa pelajar Madrasah Aliyah Al Washliyah Swasta Kecamatan Kualuh Hulu Kabupaten Labuhan Batu Utara. Jumpa informan penelitian ini sebanyak delapan orang.

Result & Discussion

Komunikasi persuasif itu sendiri adalah cara untuk mengajak orang lain sehingga individu bertindak sesuai dengan seperti yang di ingginkan si pengajak. Dalam ulasan ini, Teknik komunikasi persuasif yang ampuh untuk organisasi IPA dalam menyambut siswa untuk mengenal dan mendorong rasa cinta kepada Allah SWT melalui pelaksanaan administrasi Tuhan yang memohon. Teknik komunikasi persuasif yang dilakukan organisasi IPA dalam meningkatkan ibadah shalat bagi para pelajar madrasah aliyah al washliyah swasta ada beberapa macam, yaitu: Teknik Asosiasi, yaitu dengan cara menumpangkan pada suatu objek atau peristiwa yang akan menjadi perhatian oleh siswa. Para anggota ikatan pelajar al washliyah mencoba memengaruhi dengan cara menceritakan orang-orang sukses karena taat beribadah kepada Allah dan tidak pernah meninggalkan shalat, juga menceritakan tentang diwajibkannya shalat Teknik Integrasi, yakni Kemampuan orgnisasi IPA untuk menyatukan diri dengan para pelajar yang ada di madrasah aliyah al washliyah tersebut. Dalam observasi lapangan, peneliti melihat para anggota organisasi IPA saling berinteraksi dengan pelajar yang ada di madrasah aliyah al washliyah swasta. Terlihat tidak ada jarak antara anggota organisasi IPA dengan pelajar madrasah aliyah al washliyah swasta. Mereka juga saling membangun keakraban. Sehingga demikian teknik integrasi yang digunakan di nilai berhasil dan mampu mempersuasifkan para pelajar di Madrasah Aliyah Al Washliyah Swasta. Teknik Ganjaran, atau kegiatan yang ditujukan untuk mempengaruhi para pihak dengan cara mengiming-imingkan mereka dengan harapan yang menguntungkan atau positif. Tujuan dari strategi ini adalah untuk meningkatkan gairah emosional. Meski begitu, seperti yang diungkapkan Kandah Fahmi Soleh Siregar selaku ketua Ikatan pelajar Al Washliyah kabupaten Labuhan Batu Utara, organisasi IPA tidak menawarkan sesuatu ataupun tidak menjanjikan sesuatu kepada pelajar saat meningkatkan ibadah mereka. Dalam hal ini, anggota organisasi IPA tidak menggunakan Teknik gajaran untuk mempengaruhi siswa lain ketika mereka menggunakan teknik komunikasi persuasif. Siswa yang tidak sholat tidak dikenakan sanksi apapun. Kesadaran dalam diri sendiri dan ketidak adanya kepaksaan sangat dijunnjung oleh orang-orang dari organisasi IPA. Teknik Tataan, disebut juga dengan tuturan yang mengikat kedua belah pihak dan berasal dari pihak yang berkuasa pada umumnya dapat membuat pesan didengar atau dibaca dan membuat para pihak melakukan apa yang dikatakan oleh pesan tersebut. Teknik ini menyusun dalam pesan-pesan dengan daya tarik emosional sedemikian rupa sehingga menarik perhatian para pihak. Pesan disusun dengan himbauan emosional kepada teman-teman dekat guna mendorong santri untuk meningkatkan kualitas ibadah sholat. Gerakan menipu organisasi sains yang dikenal sebagai "teknik Red Herring", di mana sesuatu hal yang positif dapat menambah nilai perdebatan dengan menghindari argumen yang lemah dan kemudian beralih secara bertahap ke aspek yang dikontrolnya, dapat digunakan sebagai senjata ampuh dalam menyerang siswa. Saat menyampaikan pesan persuasi mereka, anggota organisasi IPA menggunakan nama orang tua mereka sebagai senjata ampuh untuk mendapatkan keunggulan kompetitif dalam debat. Dari hasil penelitian yang telah peneliti temukan, maka penulis mengatakan bahwa organisasi IPA sudah menereapkan komunikasi persuasif untuk memengaruhi para pelajar untuk terus meningkatkan ibadah shalat. Berbagai Teknik komunikasi persusasif yang ada, penulis menemukan bahwa melalui observasi dan wawancara yang didapat dari organisasi IPA menggunakan semua prosedur Teknik komunikasi persuasif yang cocok dengan pengecualian Teknik ganjaran. Hal tersebut adalah suatu Teknik yang mengiming-imingi siswa untuk meningkatkan dalam beribadah sholat. Hal ini didapat dari penegasan responden yang menyatakan tidak pernah mengiming-imingi seorang siswa untuk bergabung. Dengan menggunakan empat indikator yang selalu digunakan organisasi IPA, dilakukan penerapan teknik komunikasi persuasif organisasi IPA untuk meningkatkan ibadah sholat bagi siswa di madrasah aliyah al washliyah: Komunikasi yang baik, organisai IPA selalu menggunakan komunkasi yang baik setiap berbicara dengan siapapun termasuk kepada para pelajar, dengan bahasa yang baik saat berkomunikasi dapat membuat para pelajar tertarik untuk mengikuti organisasi IPA dalam melaksanakan ibadah shalat. Mengarahkan dan mengontrol, organisasi IPA diamanahkan oleh kepala sekolah untuk masalah ibadah shalat para pelajar, dan organisasi IPA bertanggung jawab penuh atas amanah yang diberikan, maka dari itu organisasi IPA tidak lepas tangan saat mengawasi para pelajar saat dalam melasanakan ibadah shalat. Bahakan para anggota organisasi IPA juga ikut serta melaksanakan ibadah shalat sehingga para pelajar merasa tidak hanya diperintah, melainkan bersama sama mengerjakannya. Dan bagi para pelajar yang tidak ikut bersama sama mengerjakan ibadah shalat akan diberikan hukuman seperti mencabut rumput di perkarangan sekolah, menyapu halaman sekolah dan lain sebagainya. Mengadakan pengajian, organisasi IPA rutin mengadakan pengajian satu bulan sekali di rumah para pelajar secara bergantian, disaat pengajian tersebut para pelajar bersama-sama membacakan surah yasin, tahlil dan doa, kemudian ustadz yang diundang memberikan ceramah kepada para pelajar agar lebih meningkatkan ibadah mereka terlebih perihal ibadah shalat. Mengadakan pengkaderan, selain mengadakan pengajian rutin yang dilakukan satu bulan sekali organisasi IPA juga rutin melaksanakan pengkaderan dua kali dalam satu tahun, yaitu dibulan 6 dan di bulan 12 bertepatan dengan libur semester, sehingga pelajaran di sekolah tidak terganggu. Pengkaderan tersebut dilakukan di perkarangan sekolah dan berlangsung selama satu minggu, dan selama pengkaderan itu berlangsung para pelajar yang mengikuti nya diwajibkan untuk melaksanakan ibadah shalat lima waktu.

Conclusion

Teknik Komunikasi Persuasif yang dilakukan organsiasi Ikatan Pelajar Al Washliyah dalam meningkatkan kualitas ibadah bagi para pelajar di Madrasah Aliyah Al Washliyah Swasta ada 4 yaitu: Pertama, Teknik Asosiasi. Dalam proses memengaruhi minat meningkatkan kualitas ibadah menggunakan komunikasi dengan cara menumpangkannya pada suatu objek atau peristiwa yang menjadi perhatian para pelajar. Para anggota ikatan pelajar al washliyah mencoba memengaruhi dengan cara menceritakan orangorang sukses karena taat beribadah kepada Allah dan tidak pernah meninggalkan shalat, juga menceritakan tentang diwajibkannya shalat. Kedua, Teknik Integrasi. Dengan cara membangun kedekatan dengan para pelajar. Hal ini dilakukan agar terbentuk suatu keakraban sehingga para pelajar merasa tidak ada perbedaan. Ketiga, Teknik Tataan. Dengan cara mengajak pelajar-pelajar yang terdekat untuk mau ikut melaksanakan ibadah shalat. Keempat, Teknik Red Herring. Dengan cara menyelipkan nama orang tua sebagai senjata ampuh utuk meraih kemenangan dalam perdebatan ketika menyampaikan pesan persuasi. Apliksi teknik komunikasi persuasif yang dilakukan organisasi IPA dalam meningkatkan ibadah shalat bagi para pelajar Madrasah Aliyah Al Washliyah Swasta secara umum adalah teknik asosiasi, teknik integrasi, teknik ganjaran, teknik tataan, teknik re-herring. Organisasi ikatan pelajar Al Washliyah menggunakan teknik komunikasi persuasif ini untuk meningkatkan ibadah sholat bagi siswa Madrasah Aliyah Al Washliyah Swasta selama ini. Pengembangan komunikasi dan ibadah sholat untuk keberhasilan masa depan siswa memerlukan keterlibatan masing-masing pihak dalam hal ini. Yang berperan dalam hal ini adalah ketuapimpinan daerah organisasi ikatan pelajar Al Washliyah Labuhan Batu Utara, ketia ikatan pelajar Al Washliyah pada Madrasah Aliyah Swasta Al Washliyah, dan anggota-anggota ikatan pelajar Al Washliyah. Jadi dalam hal ini Teknik komunikasi persuasif dalam hal ini menjadi suatu cara yang harus dilakukan oleh berbagai pihak untuk mencapai peningkatan yang lebih baik dalam beribadah kepada Tuhan bagi siswa Madrasah Aliyah Al Washliyah Swasta.