Kembali
16
1
2022 Jurnal Al- Ma'arif : Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Vol 2 · 1 ISSN 2797-9393

Peran Pustakawan Referensi Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang dalam meningkatkan Literasi Informasi Mahasiswa

Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang; Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Abstrak

Perpustakaan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung proses pengajaran dan penelitian serta memenuhi kebutuhan informasi sivitas akademika terutama mahasiswa. Peningkatan literasi informasi mahasiswa sangat diperlukan guna membantu penelusuran dan penggunaan informasi yang efektif dan efisien. Kemampuan mahasiswa terkait literasi informasi akan mempermudah dalam membuat karya tulis ilmiah dan pengerjaan tugas kuliah. Pustakawan Referensi memiliki peran membantu pengguna untuk menemukan informasi yang dibutuhkan secara efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini untuk dapat mengetahui sejauh mana peran pustakawan referensi dalam peningkatan Literasi Informasi bagi mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini yaitu metode penelitian deskriptif melalui pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan studi literatur. Penelitian ini menunjukkan pustakawan referensi telah melakukan perannnya dalam meningkatkan Literasi Informasi, seperti pelatihan dan paket literasi informasi serta berbagai layanan guna meningkatkan kemampuan Literasi Informasi mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang.

Abstract

The university library has an important role in supporting the teaching and research process as well as meeting the information needs of the academic community, especially students. Improving student information literacy is needed to help search and use information effectively and efficiently. Students' abilities related to information literacy will make it easier to write scientific papers and work on college assignments. The Reference Librarian has the role of helping users to find the information they need effectively and efficiently. The purpose of this study was to determine the extent of the role of reference librarians in improving Information Literacy for students. The method used in writing this article is a descriptive research method through a qualitative approach. Data collection techniques through interviews, observation and literature study. This study shows that reference librarians have played their role in improving Information Literacy, such as training and information literacy packages and various services to improve Information Literacy skills of UIN Imam Bonjol Padang students.
Keywords: Literacy Informacy · Reference Librarian

Introduction

Saat ini informasi sangatlah melimpah ruah dimana membuat masyarakat menjadi sangat butuh akan informasi dan pengetahuan sehingga ada sebutan yaitu suatu masyarakat informasi. Perpustakaan hadir sebagai lembaga yang dijadikan pusat pengelolaan informasi lalu menyediakannya sesuai dengan kebutuhan pengguna. Perpustakaan juga dapat dikatakan sebagai tempat yang melakukan proses menghimpun, mengolah hingga menyebarluaskan berbagai macam informasi baik itu tercetak maupun tidak. Setiap sumber informasi yang dikelola tersebut menggunakan sistem tertentu untuk membantu pemustaka dalam melakukan proses penelusuran informasi guna memenuhi kebutuhan informasi. Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang merupakan Perpustakaan Perguruan Tinggi yang berada dibawah naungan perguruan tinggi induk dengan fungsi utamanya adalah untuk mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi (Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat) serta mewujudkan tujuan dari Perguruan Tinggi itu sendiri. Literasi Informasi merupakan kemampuan untuk mengakses, mengevaluasi, mengorganisasi, dan menggunakan informasi secara efektif untuk pembelajaran secara formal dan informal, memecahkan masalah, membuat keputusan dalam pekerjaan maupun pendidikan. (Bruce, 2003) Sedangkan Literasi Informasi tersebut menurut ALA, yaitu suatu rangkaian kemampuan yang dimiliki seseorang dalam menemukan, mengevaluasi, serta menggunakan informasi yang dibutuhkan. (American Library Association, 1989). Literasi Informasi juga dipahami sebagai proses bagaimana bahan pustaka informasi dikelola, dikaitkan hubungannya dengan sumber lain, dievaluasi secara kritis, lalu dikomunikasikan untuk dimanfaatkan guna memenuhi kebutuhan informasi pemustaka dengan tujuan menyelesaikan masalah yang dihadapi. Namun sebelum kita menyelesaikan masalah tersebut kita tentunya perlu mengetahui terkait bagaimana cara penyelasaiannya yang membuat kita jadi ingin lebih tahu atau tidak pernah berhenti belajar yang biasa disebut (longlife learning) yaitu belajar sepanjang hayat. Literasi Informasi merupakan salah satu cara yang dapat membantu jalannya proses tersebut. Dengan demikian, literasi informasi merupakan sebuah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang yang tahu informasi apa yang mereka butuhkan dan bagaimana cara mengakses serta menggunakan informasi tersebut secara efektif dan efisien dengan tujuan untuk menemukan suatu pemecahan masalah. Oleh karena itu, Literasi Informasi wajib dimiliki oleh setiap sivitas akademika yang ada pada Perguruan Tinggi. Pustakawan Referensi yakni memiliki peran dalam membantu pengguna untuk menemukan informasi yang dibutuhkan secara efektif dan efisien. Pustakawan Referensi dalam memberikan layanan ia juga memiliki tugas untuk melakukan penyebaran informasi, penelusuran informasi dan pelatihan literasi informasi. Pustakawan Referensi dituntut untuk memiliki pengetahuan yang luas dimana ia menjadi seseorang yang akan dijadikan sebagai acuan pedoman dalam proses penelusuran informasi. Untuk memiliki pengetahuan yang luas maka pustakawan referensi harus memiliki kemampuan literasi informasi serta dapat mampu mengambangkan kemampuan tersebut karena akan memperkaya pengetahuan pustakawan itu sendiri. Kemampuan Literasi Informasi yang dimiliki oleh Pustakawan Referensi tersebut dapat membantunya dalam proses temu balik informasi yang efektif dan efisien sehingga mempermudah pustakawan dalam mengolah informasi hingga menyediakannya kepada pemustaka. Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang melalui Pustakawan Referensi melakukan berbagai kegiatan dalam peningkatan kemampuan Literasi Informasi Mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang Berdasarkan latar belakang masalah tersebut maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui a. Bagaimana peran Pustakawan Referensi dalam Upaya Peningkatan Literasi Informasi Mahasiswa di Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang? b. Bagaimana kemampuan Pustakawan Referensi dalam memanfaatkan kegiatan Literasi Informasi ? c. Bagaimana bentuk metode dan layanan informasi yang diberikan Pustakawan Referensi dalam Peningkatan Literasi Informasi di Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang?

Method

Pada tulisan ini penulis menggunakan menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan Kualitatif yaitu metode penelitian ini bertujuan untuk mencoba memahami fenoma terkait subjek peneltian dengan deskripsi dalam format tata bahasa yang alamiah (Moleong, 2007:6) Metode analisis deskriptif yaitu berupa kegiatan menganalisis dan menggambarkan berbagai rangkaian fenomena dari data yang dikumpulkan berupa hasil observasi dan wawancara terkait pengamatan mengenai masalah yang terjadi di lapangan (I Made Winartha, 2006:155). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu melakukan observasi dan wawancara yang dilakukan dengan Pustakawan Referensi di Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang. Metode ini sangat cocok digunakan untuk topik penelitian ini karena meneliti kondisi objek alamiah dilapangan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya tanpa adanya manipulasi data yang dapat mempengaruhi fokus penelitian.

Discussion

Perpustakaan Perguruan Tinggi yaitu memiliki fungsi menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Dalam hal ini, Perpustakaan UIN Imam Bonjol menjalankan fungsinya dengan mengutamakan titik fokus pelayanan kepada sivitas akademika UIN Imam Bonjol Padang yang merupakan organisasi induk guna memenuhi kebutuhan informasi. Pustakawan Referensi di Perpustakaan salah satunya memiliki fungsi untuk membantu pemustaka dalam melakukan penelusuran informasi serta menerima setiap pertanyaan referensi yang diajukan oleh pemustaka baik terkait koleksi referensi maupun pertanyaan sekitar sumber referensi. Oleh karena itu dalam hal ini pustakawan referensi harus memiliki kemampuan yang mumpuni dalam menemukan, mengolah, mengorganisasikan serta menyediakan informasi yang mana kemampuan ini merupakan unsur utama yang ada dalam kemampuan Literasi Informasi. 31. Peran Pustakawan Referensi dalam meningkatkan Literasi Informasi Mahasiswa Seseorang yang melakukan literasi informasi biasa dikenal sebagai melek informasi (information literate) dalam hal ini ia mempelajari bagaimana cara belajar, organisasi pengetahuan, cara menemukan, mengolah hingga menyebarluaskan informasi sehingga pihak lain mendapatkan suatu pelajaran yang bisa diambil dari hal tersebut. Seseorang yang memiliki kemampuan literasi informasi tahu betul kapan dan kenapa informasi tersebut dibutuhkan lalu ia mengetahui bagaimana cara informasi tersebut diperoleh setelah itu ia menggunakan informasi melalui data-data yang telah dikumpulkan dan diolah, lalu mengkomunikasikan atau diseminasi informasi. Oleh karena itu, setiap mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan literasi infromasi ini karena akan sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari yang mana bisa ia gunakan untuk strategi dalam pencarian informasi yang efektif dan efisien, pengorganisasian serta pengkomunikasian infromasi yang dapat menciptakan informasi yang berkualitas. Terkait dengan Peran Pustakawan Referensi dalam peningkatan Literasi Informasi agar dapat berjalan secara maksimal, maka Pustakawan Referensi tersebut setidaknya memiliki beberapa syarat yang harus dipenuhinya, sesuai dengan pendapat Moehamad Djaenudin (2008) yaitu sebagai berikut. a. Memiliki kepribadian yang supel dan mudah bergaul agar komunikasi yang terjalin antar pustakawan dan pemustaka efektif. b. Memilik pengetahuan yang luas terkait koleksi referensi maupun pengetahuan umum. c. Tanggap dalam melayani pemustaka jika membutuhkan suatu informasi d. Memiliki kemampuan yang baik dalam melakukan penelusuran informasi baik secara manual maupun digital. Adapun Peran Perpustakaan serta Pustakawan dalam menyediakan serta meningkatkan kegiatan literasi informasi. Pada UPT Perpustakaan UIN Imam Bonjol pustakawan referensi juga memiliki peran andil dalam meningkatkan angka literasi informasi pada pemustaka. Adapun bentuk peran-peran yang dilakukan, peneliti memperoleh informasi dari narasumber primer yaitu Ibu Zulfitri selaku Pustakawan Referensi UPT Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang yang langsung memberikan penuturan terkait bagaimana perannya. Adapun peran-peran yang dilakukan oleh pustakawan referensi sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Sutarno (2003) yaitu sebagai berikut. 1) Pustakawan Sebagai Fasilitator Peran Pustakawan sebagai fasilitator informasi adalah dengan berupa menyediakan atau menndukung kualitas layanan yang tersedia agar dapat dimanfaatkan dengan optimal oleh pemustaka secara tepat sasaran dan tepat waktu. Pustakawan sebagai fasilitator memiliki peran dalam meningkatkan pelayanan perpustakaan agar berjalan maksimal, mengidentifikasi explicit knowledge serta pustakawan memprakarsai gagasan guna eksplorasi potensi informasi serta pengetahuan di lingkungan masing-masing dimana diikuti dengan pengembangan sistem guna penanganannya yang mana juga meliputi aspek Sumber Daya Manusia (SDM), Organisasi, Infrastruktur Teknologi Infroma dan Infrastruktur hukum yang dibutuhkan (Hartono, 2019) Lalu, menurut penuturan narasumber peneliti pada saat observasi yaitu Ibu Zulfitri selaku pustakawan referensi di Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang, adapun bentuk peran yang beliau berikan sebagai fasilitator dalam meningkatkan kegiatan literasi Informasi di Perpustakaan UIN IB Padang yaitu seperti menyediakan berbagai bentuk layanan perpustakaan serta bermacam jenis dan media koleksi dengan terus melakukan peningkatan terkait kinerja pustakawan dan juga bagaimana kemampuannya dalam memberikan layanan dan juga menyediakan kelengkapan sarana pendukung seperti Komputer yang digunakan untuk melakukan proses penelusuran informasi yang dimana tujuannya agar mempermudah pemustaka dalam mengakses dan melakukan kegiatan Literasi Informasi di Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang. 2) Pustakawan sebagai Mediator Pustakawan memiliki peran sebagai mediator antara informasi dengan pemustaka yang artinya yaitu Perpustakaan sebagai pusat pengetahuan yang menjadi sarana penghubung dan pustakawan adalah faktor pelaksana yang membantu agar terjadinya proses penggunaan informasi yang dapat memenuhi kebutuhan pemustaka terkiat suatu informasi. Peranan Pustakawan sebagai mediator diharapkan dapat menyediakan bentuk kausalitas para ahli atau pusat-pusat infomasi dengan cara mencari, mengumpulkan dan bekerjasama baik secara gratis ataupun berlangganan berupa kerja sama yang dapat membantu terpenuhinya kebutuhan pemustaka terkait suatu informasi (Agussyafii, 2004) Pada Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang dalam menjalankan perannya sebagai mediator yaitu dengan menyediakan Paket Pelatihan Literasi Informasi yang disediakan untuk mahasiswa aktif dengan isi pelatihan yang berisi kegiatan terkait guna penngkatan Literasi Informasi mahasiswa. UPT Perpustakaan UIN Imam Bonjol sudah melaksanakan pelatihan literasi informasi bagi mahasiswa. Kegiatan ini berupa pelatihan terkait pengenalan diantaranya e-resources Perpusnas, iPusnas, Zotero hingga Abby Screenshot Reader. Narasumbernya sendiri adalah bapak Nasrul Makdis dan Ibu Zulfitri. Pustakawan Referensi yaitu Ibu Zulfitri tersebut ikut turun langsung dalam memberikan bimbingan dan pelatihan literasi informasi kepada mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang di Aula Perpustakaan. Frekuensi pelaksanaan pelatihan ini dilakukan setiap bulannya dengan prosedur pendaftaran oleh program studi masing-masing dengan durasi tiap paket yaitu selama 120 menit. Adapun paket literasi yang disediakan oleh Perpustakaan UIN Imam Bonjol tidak hanya yang sudah dikatakan sebelumnya saja, namun masih banyak paket yang bermanfaat lainnya, antara lain sebagai berikut. Tabel 1.1 Paket Literasi Informasi Perpustakaan UIN Imam Bonjol Pada saat observasi dilakukan, peneliti menemukan di lapangan bahwa Pustakawan Referensi termasuk bagian dari Pengajar dilihat dari Pelatihan Literasi Informasi yang disediakan oleh Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang, yaitu pustakawan referensi turun langsung untuk membantu mahasiswa dalam melakukan proses penelusuran informasi dan hal-hal lain yang berkaitan dengan Literasi Informasi. Pustakawan Referensi yang turut serta dalam membimbing mahasiswa saat pelatihan informasi bisa dikatakan sebagai learning support, karena fungsinya di sini adalah mendukung atau menambah pengetahuan mahasiswa tekait sumber referensi dan juga turut serta dalam mengembangkan layanan di Perpustakaan UIN IB Padang. Tujuan diadakannya pelatihan literasi informasi di Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang ini diharapkan agar mahasiswa dapat meningkatkan skill dalam menelusuri dan menggunakan informasi secara tepat guna, serta penulisan daftar pustaka yang benar. Ditambah lagi, pelatihan ini dapat meningkatkan pemahaman mahasiwa sehingga dapat menghasilkan karya tulis ilmiah yang berkualitas. 3) Pustakawan sebagai Motivator Pustakawan sebagai Motivator yaitu berperan sebagai pihak yang membangun kesadaran dan motivasi pemustaka yang berkaitan dengan Literasi Informasi di Perpustakaan. Pustakawan Referensi di Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang yaitu Ibu Zulfitri sekaligus narasumber pada saat observasi kami menemukan bahwa beliau aktif untuk menggalakan proses penyebaran informasi serta minat baca pemustaka. Terlihat dari frekuensi beliau untuk memberikan informasi pada kanal media informasi Perpustakaan UIN IB seperti Telegram yang dimana banyak kegiatan yang beliau galakan terutama bagaimana memperoleh, menggunakan hingga mngolah informasi yang benar. Pustakawan Referensi ini juga memiliki peran dalam memotivasi mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang untuk membuat karya tulis ilmiah yang benar dengan memberikan sebuah layanan yang disebut (BOLKI) Bimbingan Online Karya Ilmiah yaitu berupa bimbingan terkait penulisan karya ilmiah yang diberikan langsung oleh Pustakawan Referensi. Pada Layanan Referensi Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang ia berperan dalam menyediakan berbagai jenis Koleksi Referensi namun layanan ini juga menyediakan koleksi terbitan berkala seperti Jurnal, Majalah, Proceeding, Buletin serta Laporan Penelitian. Terkait perannya dalam meningkatkan Literasi Informasi, Ibu Zulfitri selaku Pustakawan Referensi serta segenap rekannya memberikan tawaran yang sangat menarik kepada mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang yaitu berupa pelatihan Literasi Informasi 3.2 Metode dan Layanan yang diberikan oleh Pustakawan Referensi Literasi informasi merupakan salah satu kekuatan mutlak yang harus dimiliki oleh mahasiswa di era informasi sekarang ini. Literasi informasi sangat membutuhkan keterampilan semangat dan kemauan kritis siswa untuk terus belajar sepanjang waktu, karena itu harus memiliki kesadaran yang tajam bagi setiap mahasiswa untuk meningkatkan literasi mereka. Namun, ketika masa dan zaman juga sempat membatasi kegiatan literasi informasi di suatu tempat, tentu saja berpengaruh kepada berkurangnya angka literasi informasi tersebut. Berdasarkan hasil informasi dari penelitian, frekuensi pemustaka sejak berlangsungnya pandemi sempat menurun karena adanya pembatasan kegiatan di tempat umum, termasuk di UPT Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang. Ibu Zulfitri, selaku pustakawan referensi yang bertugas di layanan referensi perpustakaan juga mengatakan bahwa, adanya pembatasan kegiatan selama pandemi Covid19 sangat berpengaruh kepada kegiatankegiatan literasi ataupun penyebaran informasi rutin. Terkait dengan peran pustakawan referensi dalam meningkatkan literasi informasi, baik sebelum terjadinya pandemi ataupun setelah terjadinya pandemi, Ibu Zulfitri memiliki beberapa metode untuk tetap membangun dan mempertahankan literasi informasi di UPT Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang, di anataranya adalah; 1) Melalui Sosialisasi dan Presentasi Kegiatan Literasi Informasi dalam hal ini yaitu Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang bersama Pustakawan membuat suatu seminar ataupun forum diskusi dengan mengundang pemustaka lalu memberikan materi terkait Informasi Layanan ataupun hal-hal lain terkait dengan Kepustakaan dengan inisiasi dari Perpustakaan UIN Imam Bonjol. 2) Penyebaran Buku Panduan. Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang dalam memberikan pengetahuan terkait prosedur penggunaan Perpustakaan ini menempuh cara melalui penyebaran Buku Panduan yang dimana buku panduan ini berisi petunjuk dan pedoman terkait Sistem, Jadwal, Fasilitas serta Jenis Layanan yang tersedia ditambah lagi dengan deskripsi perturan dan tata tertib yang ada di Perpustakaan UIN IB Padang. Buku Panduan ini diperuntukkan untuk setiap anggota Perpustakaan yang bisa diperoleh langsung pada bagian Tata Usaha Perpustakaan UIN IB. 3) Melalui Media Audio-Visual Penggunaan media Audio-Visual yakni Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang membuat suatu tayangan atau video promosi terkait fasilitas dan layanan yang disediakan sehingga pemustaka dapat mengetahui bahwa layanan tersebut ada dan tersedia. Jadi, pemustaka tidak perlu mencari diluar Perpustakaan serta juga untuk meningkatkan eksistensi Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang. Menurut penuturan Ibu Zulfitri sebagai Pustakawan Referensi sekaligus narasumber kami pada saat observasi mengatakan bahwa tujuan ini dilakukan yaitu agar pemustaka selingkup UIN Imam Bonjol Padang mengetahui layanan-layanan apa saja yang mana sebelumnya masih kurang peminat atau masih banyak yang belum mengetahui agar jadi lebih diketahui. Tujuan cara ini dilakukan tidak lain yaitu agar baik itu pemustaka selingkup UIN Imam Bonjol Padang tahu bahwa layanan ataupun suatu informasi tersedia sehingga pemustaka tidak perlu mencari diluar Perpustakan. Jadi pemustaka daapat memperoleh informasi secara efektif dan efisien Selanjutnya, dari beberapa metode tersebut terbentuklah layanan-layanan yang diberikan oleh Pustakawan Referensi Perpustakaan UIN IB Padang dengan tujuan untuk meningkatkan kegiatan literasi informasi di Perpustakaan UIN IB Padang. Berikut layanan-layanan yang diberikan oleh Pustakawan Referensi seseuai dengan penuturan dari Narasumber yaitu Ibu Zulfitri. 1) Bimbingan dan Pendidikan Bagi Pemustaka (user education) Bimbingan pemustaka diberikan kepada seluruh mahasiswa baru setiap awal tahun akademik dan wajib diikuti. Layanan ini dimaksudkan sebagai pembekalan bagi mahasiswa untuk mmeperoleh pengetahuan dan keterampilan dasar dalam hal pemanfaatan perpustakaan sebagai salah satu sarana yang penting dalam menunjang keberhasilan studi, termasuk bimbingan menggunakan sarana teknologi informasi di perpustakaan dan penelusuran sumber-sumber referensi online. Di samping itu, bimbingan juga diberikan secara individual kepada pemustaka yang membutuhkan. Layanan ini bertujuan agar pemustaka pemustaka Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang setidaknya memiliki bekal dalam bagaimana ia menggunakan dan menelusur informasi yang tersedia di Perpustakaan. Layanan Pendidikan Pemustaka yang dilakukan oleh Pustakawan Referensi ini dari hasil yang selama ini dilakukan menurut penuturan narasumber yaitu dari seluruh materi ataupun pembekalan yang telah diberikan kepada pemustaka ternyata dapat memberikan pengaruh terhadap kemampuan Literasi Informasi pemustaka mahasiswa di Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang. Pelatihan Literasi Informasi sangat membantu mahasiswa dalam pengerajaan tugas kuliah serta penulisan karya tulis ilmiah dan juga mahasiswa jadi lebih baik dalam mencari serta mengevaluasi sumber informasi dengan benar. Terutama untuk mahasiswa tingkat akhir yang merasa sangat terbantu dengan adanya pelatihan literasi informasi ini sehingga dapat mempermudah dalam pengerjaan skripsi ataupun tugas akhir mahasiswa. 2) Bimbingan Penelusuran Sumber Referensi Online Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang cukup peduli terhadap bagaimana kemampuan pemustaka dalam mengakses sumber-sumber referensi online lebih lanjut.Bentuk layanan yang diberikan oleh Perpustakaan UIN Imam Bonjol padang yaitu pelatihan yang dinamakan sebagai Online Research Skill (ORS) yang mana pelatihan ini rutin dilakukan oleh Perpustakaan UIN Imam Bonjol. Perpustakaan bekerja sama dengan tenaga pendidik di UIN Imam Bonjol Padang dalam bentuk pelatihan kegiatan literasi informasi berupa bagaimana cara menelusur, mengolah, menggunakan hingga menyediakan sumber referensi online yang dapat digunakan guna kebutuhan informasi pemustaka Perpustakaan UIN IB Padang. Menurut penuturan Ibu Zulfitri, mengatakan bahwa hal ini dilakukan bertujuan agar pemustaka selingkup UIN Imam Bonjol Padang mengetahui layananlayanan apa saja yang mana sebelumnya masih kurang peminat atau masih banyak yang belum mengetahui. Tentunya, tujuan ini agar baik itu pemustaka selingkup UIN Imam Bonjol Padang tahu bahwa layanan ataupun suatu informasi tersedia sehingga pemustaka tidak perlu mencari diluar Perpustakan. Jadi pemustaka daapat memperoleh informasi secara efektif dan efisien. 3) Layanan Multimedia Media sumber informasi saat ini tidak hanya dalam bentuk tercetak saja namun juga ada dalam bentuk media audio-visual seperti CD, Kaset Audio Video, Microfilm, E-book dan sebagainya yang dimana koleksi ini juga tersedia di Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang dan bisa dimanfaatkan oleh pemustaka guna meningkatkan kegiatan literasi informasi. Layanan ini tersedia juga alat serta sarana untuk penggunaan koleksi secara audio visual yang didukung dengan perangkat komputer. Pustakawan referensi disini bisa melakukan kegiatan pelatihan literasi informasi serta pengenala koleksi audio visual kepada pemustaka dan mahasiswa. Layanan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi informasi mahasiswa tidak hanya dalam bentuk konvensional saja namun juga digital. 4) Menyediakan Layanan Online Berupa Grup Telegram Telegram adalah aplikasi pesan instan berbasis cloud yang focus pada kecepatan dan keamanan. Tujuan utama layanan melalui Telegram ini adalah sebagai pemenuhan kebutuhan informasi bagi sivitas akademika UIN Imam Bonjol Padang dalam pengalihan layanan perpustakaan dari offline ke online berhubung karena masa Pandemi Covid-19. Grup telegram ini juga sebagai media diskusi, yang dimana semua anggotanya boleh bersuara dan berpartisipasi. Selain itu juga tersedia Channel Telegramnya, untuk membant pemustaka dalam penelusuran infromasi atau buku-buku untuk sumber referensi karya ilmiahnya, telah dikirim juga link-link, cara penelusuran dan cara mendownloadnya pada Channel Group. Pada Channel Group Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang Ibu Zulfitri selaku Pustakawan Referensi adalah orang yang turut serta aktif dalam menggalakan kegiatan literasi informasi. Beliau sering membagikan informasi terkait bagaimana cara menelusur, menggunakan, mengolah hingga menyediakan informasi yang benar dan tepat itu bagaimana serta sumber dari informasi yang dibagikan tersebut harus jelas dan memiliki kredibilitas informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. 5) Layanan Takhrij Hadist Meningat Lembaga yang menaungi Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang yang berbasis keislaman, maka disini juga disediakan layanan takhrij hadist. Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang merupakan UPT Perpustakaan yang berada dibawah institusi induk keagamaan yang dimana tentunya jenis koleksi dan layanan yang diberikan agak sedikit berbeda dengan Perpustakaan Perguruan Tinggi Umum. Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang memiliki salah satu layanan yang jarang ditemui yaitu Layanan Takhrij Hadist yang dimana layanan ini berupa bimbingan kepada pemustaka dalam menelusur dan menemukan suatu hadis pada sumber asli informasi tersebut serta penelusuran terkait perawinya dengan menggunakna kitab Mu’jam al Mufahras al-Fadzal al-Hadis anNabawi dan beberapa kitab Rijal Hadis seperti Tahzibut Tahzib, Tahzibul Tahzib, Tahzibul Kamal dan layanan terkait takhrij hadist lainnya. Layanan ini dilakukan langsung oleh Ibu Zulfitri yakni Pustakawan Referensi di Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang

Conclusion

Berdasarkan pemaparan yang telah dijelaskan, dapat disimpulkan bahwa literasi informasi merupakan kemampuan yang diharapkan untuk dimiliki oleh setiap orang terutama mahasiswa. Literasi informasi literasi informasi merupakan sebuah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang yang tahu informasi apa yang mereka butuhkan dan bagaimana cara mengakses serta menggunakan informasi tersebut secara efektif dan efisien dengan tujuan untuk menemukan suatu pemecahan masalah. Kemampuan ini dimiliki mahasiswa guna membantu dalam membuat karya tulis ilmiah serta pengerjaan tugas-tugas kuliah. Perpustakaan Perguruan tinggi sebagai lembaga penyedia informasi turut andil dalam meningkatkan literasi informasi mahasiswa. Pustakawan merupakan pihak yang menjadi perantara antara informasi dengan pemustaka terutama pustakawan Referensi. Pada Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang, pustakawan referensi berperan aktif dalam meningkatkan literasi informasi mahasiswa. Beberapa metode dan cara dilakukan untuk menjalankan perannya dalam meningkatkan literasi informasi mahasiswa. Adapun peran pustakawan referensi tersebut yaitu sebagai Fasilitator yang menyediakan sarana dan prasarana terkait kebutuhan informasi bagi pemustaka terutama mahasiswa, sebagai Mediator yang menjadi perantara antar pemustaka dengan informasi, sebagai Motivator yang memberikan dorongan psikologis dalam meningkatkan minat baca dan literasi informasi mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang. Terkait metode dan layanan yang dilakukan oleh Pustakawan Referensi yaitu melakukan metode Sosialisasi atau Ceramah, penyebaran buku panduan pemustaka, melalui media audio-visual. Sedangkan terkait layanan yang disediakan yaitu seperti layanan bimbingan dan pendidikan pemustaka, bimbingan penelusuran konvensional dan digital, Layanan Multimedia, layanan online berupa media komunikasi, serta layanan takhrij hadis yang menjadi layanan yang jarang ditemui di perpustakaan perguruan tinggi lainnya. Berbagai kegiatan tersebut diharapkan dapat menaikkan tingkat literasi informasi mahasiswa yang mana hasilnya dapat berupa peningkatan kompetensi mahasiswa dalam menghasilkan berbagai karya tulis ilmiah dan pengerjaan tugas kuliah yang lebih maksimal.