Kembali
16
1
2021 Jurnal Al- Ma'arif : Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Vol 1 · 1 ISSN 2797-9393

PENGGUNAAN E-RESOURCES OLEH MAHASISWA ILMU PERPUSTAKAAN SELAMA PANDEMI COVID 19

Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Abstrak

Salah satu komponen kunci penunjang proses pembelajaran pada pendidikan tinggi adalah keefektifan dan kepraktisan dalam penemuan sumber daya informasi, baik tercetak maupun elektronik. Munculnya penggunaan layanan teknologi informasi membawa perubahan luar biasa dalam pemrosesan dan pencarian informasi. Sumber daya elektronik sekarang lebih sering digunakan daripada sumber daya cetak. Penelitian ini menggunakan sebuah survei online yang dirancang untuk mengeksplorasi situasi pemustaka dalam menggunakan sumber daya elektronik yang ditawarkan oleh Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang selama pandemi COVID-19 di tahun ajaran 2020/2021. Penelitian ini merupakan upaya untuk memahami kesadaran dan penggunaan e-resources di perpustakaan akademik dan untuk mengetahui masalah yang dihadapi oleh pustakawan dan pengguna dalam akses e-resources. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif deskriptif dan menggunakan kuesioner sebagai instrumen utama untuk pengumpulan data. Survei online didistribusikan menggunakan Google Formulir melalui berbagai platform media sosial. Populasi adalah Mahasiswa aktif Fakultas Adab dan Humaniora berjumlah 60 orang. Hasil penelitian menunjukkan masih minimnya penggunaan sumber daya elektronik selama masa kritis ini. Sebagian besar mahasiswa menggunakan sumber daya elektronik hanya untuk update pengetahuan dan memenuhi tugas perkuliahan dan sedikit sekali yang merujukanya untuk penulisan karya ilmiah atau tugas akhir. Database serta jurnal elektronik adalah sumber daya yang paling disukai. Hasil dan rekomendasi penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang, khususnya dalam hal mengetahui masalah yang mereka hadapi ketika mencari sumber daya elektronik.

Abstract

One of the key components to support the learning process in higher education is the effectiveness and practicality of finding information resources, both printed and electronic. The emergence of the use of information technology services brings tremendous changes in the processing and retrieval of information. Electronic resources are now used more often than print resources. This study uses an online survey designed to explore the situation of users in using electronic resources offered by the UIN Imam Bonjol Padang Library during the COVID-19 pandemic in the 2020/2021 academic year. This research is an attempt to understand the awareness and use of e-resources in academic libraries and to find out the problems faced by librarians and users in accessing e-resources. This study uses a descriptive quantitative research approach and uses a questionnaire as the main instrument for data collection. Online surveys are distributed using Google Forms through various social media platforms. The population is active students of the Faculty of Adab and Humanities totaling 60 people. The results of the study show that the use of electronic resources is still minimal during this critical period. Most students use electronic resources only to update knowledge and fulfill lecture assignments and very few refer to them for writing scientific papers or final assignments. Databases as well as electronic journals are the most preferred resources. The results and recommendations of this study are expected to be useful for the UIN Imam Bonjol Padang Library, especially in terms of knowing the problems they face when looking for electronic resources.
Keywords: Electronic Resources · E-Resources · University Libraries · Elearning · Covid 19 Pandemic · UIN Imam Bonjol Padang

Introduction

Abad ke-21 telah menempatkan perpustakaan pada peran yang besar sebagai unit layanan pendukung utama dalam proses pembelajaran, terutama dalam pemanfaat koleksi baik tercetak maupun elektronik. Dengan demikian, evolusi TIK yang cepat dalam pendidikan telah mendapatkan popularitas akhirakhir ini dan telah meningkat sehingga turut mempengaruhi cara perpustakaan universitas serta penggunanya memanfaatkan ketersediaan koleksi khususnya koleksi elektronik di era COVID19 ini (Horsfall, 2020). Merebaknya pandemi Covid-19 membuat dampak yang strategis bagi seluruh dunia, baik sektor ekonomi, pendidikan, bisnis, kesehatan, pekerjaan dan sebagainya. Untuk bertahan dari pandemi ini dan untuk meminimalkan kerugian maka sebagian besar bisnis dan institusi pendidikan beralih ke virtual serta menawarkan layanan online dengan bantuan teknologi. Keberadaan Sumber informasi elektronik (e-resources) mengubah sebagian besar sistem perpustakaan akademik dan pentingnya cara pemustaka menggunakan sumber informasi. Pandemi Covid 19 khususnya di Indonesia telah memunculkan evolusi dalam pendidikan dan pembelajaran bagi banyak orang, perkuliahan berinovasi di kelas secara nyata dan berubah keterlaksanaannya secara virtual melalui dunia maya sehingga perkuliahan berlangsung secara online. Begitu juga dengan perpustakaan yang mayoritas koleksinya dihadirkan secara fisik bergeser pada meningkatnya pemanfaatan koleksi berbasis elektronik dalam memenuhi kebutuhan informasi civitas akademikanya. Situasi saat ini membuat semua jenis perpustakaan akademis tidak hanya menyediakan sumber daya cetak tetapi juga meningkatkan ketersediaan sumber daya elektronik seperti e-book dan database dalam memenuhi kebutuhan civitas akademika untuk perkuliahan maupun memenuhi sumber rujukan penelitian semua pengguna perpustakaan. Penggunaan TIK di perpustakaan akademik mengarah pada penggunaan Internet, sistem otomasi, serta ketersediaan sumber informasi elektronik (e-resources) di perpustakaan untuk meningkatkan fungsi dan layanan perpustakaan. Tidak ada perpustakaan akademis yang dianggap kontemporer jika tidak memberikan layanan secara otomatis atau jika tidak mengirimkan beberapa sumber informasi elektronik dasar seperti OPAC, CD-ROM, dan Internet untuk penggunanya (Oliver et al. 2019). Tidak menutup kemungkinan jika saat ini dan seterusnya, ada permintaan yang meningkat untuk penggunaan sumber informasi elektronik di perpustakaan akademik. Kondisi ini sangat erat hubungannya dengan sifat sumber informasi elektronik yang dinamis dan fleksibilitas, dibandingkan dengan sumber daya cetak. Sumber informasi elektronik datang dalam berbagai bentuk dan dapat diakses melalui CD-ROM, edatabase, serta Internet (Muthuvennila dalam Frimpong, 2020). Sumber daya informasi perpustakaan universitas melayani tujuan penting dalam pengajaran dan pembelajaran serta penelitian di lembaga pendidikan tinggi. Dengan demikian banyak usaha yang dapat dilakukan oleh perpustakaan untuk memperoleh sumber informasi yang sesuai dalam memenuhi informasi pengguna perpustakaan. Dengan demikian, fungsi perpustakaan konvensional telah mengalami perubahan besar dalam konteksnya dengan berbagai macam perkembangan ilmu perpustakaan dan kaitannya dengan kemajuan TIK (Cox, 2020). Studi terkait ketergunaan e-resources menjadi hangat kembali diteliti akhirakhir ini terutama pada lingkungan pendidikan tinggi karena pembelajaran dilakukan secara virtual sebagai dampak dari pandemic covid 19. Sohail dan Ahmad (2017) melakukan studi tentang penggunaan e-resources dan layanan bagi mahasiswa pada Perpustakaan Universitas Nasional Fiji. Hasilnya mengungkapkan kesadaran yang berkembang akan layanan di bidang penelitian akademis. Tantangan yang disebutkan oleh peserta adalah unduhan yang lambat dan bebeerapa pemblokiran situs web. Hanawi (2018) mempelajari fakultas Educational Sciences College di Universitas Terbuka AlQuds untuk mengungkap peran eresources dalam publikasi pendidikan. Mayoritas peserta percaya bahwa eresources memiliki peran penting dalam produksi penelitian namun mereka menggunakan sumber daya ini dalam taraf sedang. Kondisi ini senada dengan Studi yang dilakukan oleh (Kodua-Ntim & Fombad, 2020; Baayel & Asante, 2019; yang menunjukkan bahwa terlepas dari upaya pustakawan staf bahwa sumber daya elektronik ini masih kurang dimanfaatkan sepenuhnya oleh mahasiswa. Kesenjangan penggunaan sumber daya elektronik menyiratkan adanya tantangan yang harus dihadapi oleh pustakawan. Beberapa penelitian ini penting menjadi dasar bagi perpustakaan perguruan tinggi untuk mengevaluasi pemanfaatan eresources bagi mahasiswa terutama dalam pembelajaran jarak jauh saat ini terutama mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan Informasi yang pada memahami dasar pemanfaatan eresources dalam memenuhi kebutuhan informasinya. Namun, pada kenyataannya pada beberapa perpustakaan ketergunaannya masih rendah. Saat ini, sebagian besar perpustakaan dan pusat informasi telah menggabungkan atau mengadopsi berbagai sumber daya elektronik untuk pengembangan koleksinya dalam memenuhi kebutuhan berbagai kategori pengguna perpustakaan. Sumber daya elektronik menunjukkan bahan-bahan yang memerlukan akses baik melalui komputer, perangkat seluler dll (Rysavy & Michalak, 2020). Akibatnya, perpustakaan dan pusat informasi semakin ditekan untuk menyampaikan materi yang lebih relevan, terkini, dan tepat waktu ke berbagai pengguna khususnya mahasiswa. Sumber daya elektronik terbukti lebih fleksibel penemuannya daripada sumber daya cetak dalam pencarian (Lo et al. 2017). Pengguna perpustakaan universitas terutama mahasiswa, telah meningkatkan akses ke database dan sumber daya elektronik lainnya yang memberikan informasi terkini secara global. Kebutuhan akan ketersediaan sumber daya elektronik menjadi meledak terutama saat ini ketika situasi menuntut Lembaga pendidikan dan masyarakat berinovasi secara virtual dalam melaksanakan pengajaran. Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang beralamat Jalan Prof. Mahmud Yunus, LubukLintah, Kota Padang, Sumatera Barat. Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang merupakan perpustakaan perguruan tinggi. Koleksi di Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang mencakup semua jenis koleksi pada umumnya yaitu dari kelas 000-900, perpustakaan ini lebih didominasi oleh koleksi agama Islam. Peran perpustakaan yang andil dalam mencapai visi UIN Imam Bonjol di tahun 2037, mendorong pustakawan untuk meningkatkan layanan perpustakaan secara lebih aktif dengan mendekatkan diri kepada pengguna perpustakaan. Salah satunya melalui pemberian layanan pemanfaatan koleksi berbaris elektronik dikenal dengan istilah layanan multimedia dalam mengelola perpustakaan. Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang memiliki “Menjadi Pusat Pengembangan Ilmu Pengetahuan Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi yang Kompetitif di Asean tahun 2037”. Maka, Perpustakaan UIN IB Padang mendapat tantangan untuk turut serta meningkatkan ketersediaan e-resources yang dapat diakses di website Perpustakaan, Repository, dan EJournal UIN Imam Bonjol Padang. Website Perpustakaan UIN Ib Padang menyediakan sarana untuk menelusuri Online Public Access Catalog, Repository UIN IB, E-Jurnal UIN, Neliti, E-ResourcesPerpustakaan Nasional Republik Indonesia yang dapat diakses secara gratis dengan mendaftarkan diri sebagai anggota. Namun permasalahannya adalah hingga saat ini e-resources yang tersedia masih kurang menarik minat pemustaka dalam memanfaatkannya. Perpustakaan UIN IB Padang melalui kegiatan Online Research Skill yang diadakan secara berkala terus mengenalkan, mengarahkan, dan melatih pemustaka sebagai peserta untuk memanfaatkan ketersediaan sumber daya elektronik yang dapat diakses secara gratis secara efektif. Program Diploma Tiga (DIII) Ilmu Perpustakaan yang dahulunya DIII Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi, Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang adalah pendidikan perpustakaan pertama yang didirikan di Sumatera Barat dengan menawarkan gelar Ahli Madya Ilmu Perpustakaan (A.Md) dalam profesi perpustakaan. Migrasi manajemen pengetahuan dari bahan cetak ke sumber daya hibrid dan elektronik membuat mahasiswa Ilmu Perpustakaan mendapatkan tantangan tersendiri dalam mengola, menelusur dan memanfaatkan sumber daya elektronik, namun banyak perpustakaan universiras masih merasakan rendahnya tingkat pemanfaatan sumber daya elektronik terutama saat pembelajaran telah berubah ke kelas virtual sebagai dampak dari pandemic covid19 termasuk untuk mahasiswa DIII Ilmu Perpustakaan. Maka dari itu, artikel ini berfokus pada penggunaan koleksi eletronik perpustakaan oleh anggota fakultas selama mereka tidak dapat memanfaatkan perpustakaan secara fisik, dengan penekanan pada Mahasiswa Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab Dan Humaniora selama pandemic covid 19 tahun 2020/2021. Selama pandemi COVID19 ini, civitas akademika dapat mengakses informasi dan sumber daya yang mereka butuhkan melalui internet, dan mereka juga memiliki akses ke berbagai database, e-book, e-journal, dan OPAC – yang ditawarkan oleh perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang. Perpustakaan UIN IB tetap diawasi secara administratif dan teknis oleh UIN, Perpustakaan menawarkan layanan dan sumber daya yang berbeda, termasuk layanan katalog online. Tujuannya adalah untuk menyelidiki minat pemanfaatan e-reources, jenis sumber daya elektronik yang tersedia, alasan penggunaan, yang paling sering dan jarang digunakan, tantangan penggunaan sumber daya elektronik bagi pengguna, dan strategi perpustakaan dalam meningkatkan penggunaan sumber daya elektronik yang tersedia pada Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang. 2. TINJAUAN PUSTAKA International Federation of Library Associations and Institutions menyatakan bahwa e-resources adalah materi yang membutuhkan akses dari jarak jauh melalui Internet menggunakan komputer pribadi atau mainframe atau perangkat seluler genggam) atau secara local. Sumber daya informasi elektronik datang dalam berbagai jenis dan bentuk, termasuk jurnal elektronik; database elektronik; biografi; kamus; direktori dan ensiklopedia; e-buku; gambar elektronik; dan audio elektronik serta sumber daya visual (IFLA 2012). Sumber daya informasi elektronik, juga dikenal sebagai e-journal, e-book, database online dalam berbagai format digital, halaman web (.html, .asp, dll.), dokumen adobe acrobat (.pdf), dan lainnya. E resources adalah publikasi buku yang tersedia dalam bentuk digital, yang terdiri dari teks, gambar, atau keduanya yang dapat dibaca pada layar komputer atau layar datar, perangkat elektronik lainnya. Pendidikan tinggi dapat berlangganan e-resources (e-book, ejournal,dan database, dll.) oleh untuk memberikan informasi terkini dalam waktu yang ditentukan (Saklani, 2020). Munculnya sumber informasi elektronik telah mengubah penanganan dan manajemen informasi. Sumber Daya Informasi disediakan dalam bentuk elektronik, termasuk CD-ROM, database online, jurnal online, OPAC, Internet dan sumber informasi elektronik berbasis komputer lainnya jaringan (Quadri, Adetimirin & Idowu, 2014). Berbagai jenis dan bentuk eresources di perpustakaan akademik adalah; e-database, e-jurnal, , e-manuskrip, e-maps, e-book, emagazine, e-tesis, WWW, enewspaper, laporan penelitian, dan database e-bibliografi (Ankrah & Atuase, 2018). E-resources mencakup e-book, e-journal, e-reference, database ilmiah, ebook perpustakaan online dan portal informasi lainnya (Saklani, 2020) sesuai dengan gambar berikut ini. Gambar 1 Melalui figure ini Saklani mengelompokkan Jenis E-Resources yang pada dasarnya dibagi menjadi dua bagian: 1) Sumber daya informasi elektronik online: Ebook, E-journal, E Newspaper, E-Magazines, EImage Collection, EThesis, E-Clipping, Database online, dll. 2) Sumber daya informasi elektronik lainnya: CD ROM, Disket, database komputer portabel, dll J.Kavithanjali (2019) turut menjabarkan secara umum type e resources yang terdiri dari: a. E-Journals; Jurnal elektronik adalah publikasi berkala yang dicetak dalam format elektronik, diterbitkan dan didistribusikan ke seluruh dunia melalui jaringan elektronik. E- Journals in progress with the complete text databases obtainable by Dialog in 1980’s. b. E- Zine; Majalah online yang disebarluaskan melalui World Wide Web disebut E-Zine, yang berarti majalah elektronik dan juga disebut dengan Web-Zine. c. E-Thesis and dissertation (ETD); ETD adalah dokumen elektronik yang memberikan rincian tentang tesis dan disertasi yang telah dilakukan oleh para sarjana, disimpan dalam format digital dan peneliti dapat menemukan tesis dan disertasi kapan pun mereka butuhkan yang dibentuk dalam karya atau penelitian yang koheren dari seorang peneliti. d. E-News Papers; Surat kabar elektronik adalah edisi mandiri, dapat digunakan kembali dan dapat diperbarui dari surat kabar konvensional yang memperoleh dan menyimpan informasi secara elektronik. Surat kabar e-news diperbaharui setiap hari oleh dewan redaksi yang bersangkutan, bisa berupa video, audio, dan berita teks. e. E-Reference books; Banyaknya buku referensi yang tersedia bebas di internet, informasinya dapat diperoleh dengan cepat saat dibutuhkan. f. CD-ROMs; CD-ROM adalah memori compact disk- read only, ini adalah salah satu rangkaian perangkat. Digunakan untuk menyimpan sejumlah besar data yang telah diatur sebelumnya, informasi bibliografi, informasi teks lengkap gambar dan sejenisnya. g. Data bases; Kumpulan data yang telah diatur sebelumnya di komputer, terutama yang mudah didapat dengan berbagai cara. Database adalah sistem pemeliharaan dokumentasi yang terkomputerisasi. Library of Congressmengidentifikasi empat kategori sumber daya elektronik di perpustakaan: a. Acquire; sumber daya elektronik yang diterima melalui lisensi atau perjanjian, dan proses akuisisi seperti hadiah, deposit hak cipta, pertukaran, permintaan ISSN dll. b. Collect; sumber daya elektronik yang dimiliki secara permanen oleh perpustakaan secara permanen c. Link; Sumber daya elektronik "Tautan" yang diakses dari jarak jauh melalui tautan dari web perpustakaan, dan d. Archive; Sumber daya elektronik “Arsip” yang merupakan repositori digital permanen yang dikelola oleh perpustakaan untuk kepentingan perpustakaan (Library of Congress, Collection Policy, 2008) Konsep e-resources adalah sebagai tambang informasi yang dieksplorasi melalui perangkat TIK modern, disempurnakan dan dirancang ulang serta disimpan di ruang maya dalam bentuk yang paling konkret, ringkas dan dapat diakses secara bersamaan dari titik tak terbatas oleh sejumlah pengguna (Graham, 2003). Dengan demikian, sumber daya elektronik dapat digunakan secara efektif dalam konteks Dr. S.R. Ranganathan dalam Hukum Keempat Ilmu Perpustakaan “Hemat waktu pengguna” untuk berbagai tujuan. Di era sekarang ini, informasi dan teknologi komunikasi berkembang sedemikian rupa sehingga tidak mungkin bagi sistem perpustakaan tradisional untuk menyediakan informasi dengan kecepatan yang sebanding dengan e-resources. Dengan demikian, perpustakaan saat ini tidak hanya tetap sebagai perpustakaan tradisional, melainkan telah berkembang menjadi Pusat Informasi yang mengumpulkan, mengatur sumber belajar elektronik/objek digital untuk memberikan akses kepada penggunanya.

Method

Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif yang bertujuan mendeskripsikan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta dan sifat populasi tertentu, atau mencoba menggambarkan fenomena secara detail (Arikunto, 2002). Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui angket menggunakan angket (Sugiyono, 2016). Angket yang dibagikan pada mahasiswa aktif D3 Ilmu Perpustakaan akademik 2020/2021 berjumlah 90 orang. Mahasiswa D3 Ilmu Perpustakaan dipilih karena sangat erat pembelajarannya dengan menggunakan sumber informasi elektronik update terkait ranah Ilmu Perpustakaan dan Informasi dari berbagai Negara. Pengumpulan data dilakukan dengan beberapa kuesioner yang dikembangkan oleh Hendal (2020) terkait bahasan yang sama dalam artikelnya Kuwait University faculty’s use of electronic resources during the COVID-19 pandemic. Untuk menjawab pertanyaan ini, survei online dibuat menggunakan Google Formulir. Google Formular adalah alat survey yang disediakan secara gratis oleh Google Inc., (Harinarayana dan Vasantha, 2016). Survei online didistribusikan melalui platform media sosial terutama WhatsApp.

Result & Discussion

Dari hasilnya, ditemukan bahwa 1) Tujuan penggunaan sumber daya elektronik bagi mahasiswa D3 IP seperti yang ditunjukkan pada tabel 1, menunjukkan bahwa mayoritas untuk membaca, update pengetahuan dan update materi perkuliahan dan sangat disayangkan sekali minimnya yang memilih untuk memenuhi kebutuhan penelitian khususnya untuk mahasiswa semester 6 dalam penulisan tugas akhirnya. Tabel 1 Semester 2 Semester 4 Semester 6 Membaca dan update pengetahua n 60% Membaca dan updatepengetah uan 55,9% Membaca dan updatepenget ahuan 58,1% update materi perkuliahan 20,3% update materi perkuliahan 27,9% Jika dilihat dari e-resources dan database yang sering digunakan, responden menunjukkan sumber yang paling sering digunakan (Tabel 2), terutama Neliti, Indonesia One Search, Portal Garuda, Science Direct, Repository dan e-Jurnal UIN IB Padang, Tabel 2 Semester 2 Semester 4 Semester 6 Indonesia One Search 30% Portal Garuda 33,9% Neliti 74,4% Repository UIN IB 58,1% E- Journal UIN IB Padang 50% E- Journal UIN IB Padang 42,4% OPAC Perpustakaan UIN 23,7% Hasil paling diminati yang ditunjukkan oleh responden adalah sumber yang menyediakan akses fulltext (teks lengkap) dari pilihan mereka seperti database dan jurnal elektronik. Sedangkan, yang sumbernya paling sedikit digunakan, seperti OPAC yang hanya menampilkan informasi bibliografi saja terkait sumber daya informasi yang ditelusuri dan dibutuhkan. Ketika ditanya tentang frekuensi mereka menggunakan sumber daya ini, mayoritas peserta melaporkan menggunakannya setiap hari (48,8%73,5%),dan diikuti oleh sebagian lain 2-3 kali seminggu (22,2%-37,2%), sesuai tabel 3 berikut: Tabel 3 Semester 2 Semester 4 Semester 6 setiap hari 73,7% 2-3 kali seminggu 22% 2-3 kali seminggu 37,2% Setiap hari 52,5% setiap hari 48,8% Web Perpustakaan UIN IB mengarahkan pada e-resources melalui berbagai sumber database yang dibutuhkan responden, baik yang gratis maupun yang berbayar. Sebagian besar sesuai tabel 4 menunjukkan bahwa mereka menyetujuinya pada angka 67,4%-76,7%. Tabel 4 Semester 2 Semester 4 Semester 6 Setuju 76,7% Setuju 76,3% Setuju 67,4% Sangat Setuju 27,9% Perpustakaan UIN IB Padang melalui webnya sudah menyediakan fasilitas yang mengarahkan civitas akademika dalam memanfaatkan e-resources yang dilanggan maupun yang dapat diakses secara gratis dan dilengkapi dengan sarana akses yang memuaskan dirasakan oleh mahasiswa D3 Ilmu Perpustakaan di angka 46,5%-62,7%. Tabel 5 Semester 2 Semester 4 Semester 6 Memuaskan 50% Memuaskan 62,7% Memuaskan 46,5% Kurang Memuaskan 30% Kurang Memuaskan 18,6% Kurang Memuaskan 37,2% Meskipun demikian, minimnya pemanfaatan sumber daya elektronik ini ternyata memiliki tantangan dan hambatan tersendiri khususnya bagi mahasiswa D3 Ilmu Perpustakaan. Secara umum responden, seperti yang terlihat pada table 5 berikut ini untuk setiap tingkat semester 23,3%-33.3% merasakan kurang mendapatkan pendidikan dalam penggunaan e-resources yang tersedia. Kemudian, diikuti dengan 23,3%-26,7% dalam hambatan terkait sumber yang menggunakan pengantar bahasa inggris beserta hambatan lainnya seperti minat, arahan dan jaringan. Tabel 6 Semester 2 Semester 4 Semester 6 Kurangnya Pendidikan Penggunaan ERsources dariPerpustakaa n 33.3% Minimnya minat 27.1% Kurangnya Pendidikan Penggunaan ERsources dari Perpustakaan 23,3% Hambatan Bahasa Inggris 26,7% Kurangnya Pendidikan Penggunaa n ERsources dari Perpustaka an 30,5% Hambatan Bahasa Inggris 23,3% Minimnya minat 37,2% Karna jaringan susah Para peserta yang menghadapi tantangan pada akhirnya menunjukkan bahwa belum efektifnya mereka memanfaatakan e-resources yang telah tersedia melalui web perpustakaan UIN IB Padang. Tabel 7 Semester 2 Semester 4 Semester 6 tidak menemukan yang dibutuhkan dengan cepat 30% tidak menemukan yang dibutuhkan dengan cepat 28,8% tidak menemukan yang dibutuhkan dengan cepat 46,5% tidak dapat akses dari selain yang dilanggan perpustakaan UIN IB 23,3% tidak mengetahui carapenggunaanny a 23,7% Tidak mengetahui terkait sumber 27,9% Tabel 6 menguraikan bahwa tantangan tersebut mengakibatkan responden 28%-46,5% tidak dapat menemukan informasi yang dibutuhkan dengan cepat, diikuti dengan 23,7%-27,9% tidak mengetahui terkait penggunaan sumber. Studi ini menyajikan hasil pemeriksaan penggunaan e-resources selama pandemi Covid19 dalam tahun akademik 2020/2021. Hasilnya menunjukkan penggunaan sumber daya ini masih minim dengan berbagai alasan baik minat, tantangan, hambatan dan ketidak tahuan. Sebagian responden menunjukkan bahwa meskipun selama ini tidak Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang belum membuka layanannya secara fisik. Sebagian responden menggunakan e-resources sebagian besar untuk tujuan update pengetahuan dan perkuliahan namun belum banyak yang menggunakannya untuk melengkapi rujukan penelitian atau karya ilmiahnya. Responden lebih cendrung memanfaatkan e-journal, repository UIN IB Padang dan Neliti, tiga database ini dipilih secara dominan karena menggunakan pengantar bahasa Indonesia dan full text. Sebagian lain dari responden masih ada yang menunjukkan kerendahan minat mereka menggunakan jenis sumber daya ini, ketidaksadaran mereka akan ketersediaan sumber daya ini dan ketidaktahuan tentang cara menggunakannya. Hasilnya juga menunjukkan bahwa mayoritas responden belum mengikuti pada taraf 32,6%-45% dan bahkan50% belum mengetahui adanya kegiatan pelatihan Online Reasearch Skill yang telah diadakan Perpustakaan UIN Ib padang secara berkala setiap tahun dengan berbagai alasan tentunya, yang ditunjukkan pada table 7 berikut: Tabel 8.uraian Tabel 7 Semester 2 Semester 4 Semester 6 Tidak Tahu sama sekali 50% Ya, pernah mengikutinya sebagaipeserta 49,2% Tidak Tahu sama sekali 32,3% Ya, pernah mengikutinyase bagai peserta 30,2% Ya, tidak pernah mengikutinyase bagai peserta 32,6% Tidak Tahu sama sekali 34,9%

Conclusion

Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang telah menyedikan database dalam memanfaatkan berbagai e-resources yang dapat diakses oleh civitas akademika. Namun, berbanding terbalik dengan rendahnya minat dalam memanfaatkannya karena berbagai hal dari data yang telah diungkapkan dalam penelitian ini. Pengembangan koleksi eresources dan sarana akses belum bias menjadi usaha yang cukup dalam menarik minat pemustaka untuk menggunakannya, untuk meningkatkan ketergunaan perpustakaan perlu meningkatkan kesadaran akan ketersediaan layanan ini, membuat panduan penggunaannya secara baku untuk ditampilkan pada web perpustakaan dan bekerjasama dengan stakeholder (dosen, staff kependidikan dan admin web fakultas) berkampanye dalam mengenalkan eresources yang telah disediakan. Perpustakaan UIN IB Padang memiliki sistem OPAC, e-book dan Web Perpustakaan yang terintegrasi dengan e-database, e-journal serta repository UIN IB Padang yang tersedia untuk digunakan mahasiswa. Terkadang mereka terkendala oleh sistem komputer yang tidak memadai, kesulitan dalam mendeteksi sumber elektronik yang relevan, sumber daya untuk memenuhi kebutuhan informasi, kurangnya keterampilan dalam menggunakan sumber daya elektronik, dan fasilitas / konektivitas internet (akses) yang tidak dapat diandalkan. Mengkonfirmasi tantangan siswa mengenai penggunaan sumber daya elektronik, studi mengamati bahwa ketersediaan sumber daya elektronik serta kesulitan dalam mengaksesnya turut mempengaruhi kesediaan mahasiswa untuk memanfaatkan sumber daya elektronik yang tersedia. Implikasinya, otoritas universitas harus memastikan perpustakaan didukung oleh sumber daya yang memadai untuk memfasilitasi terlaksananya layanan perpustakaan baik fisik maupun virtual. Pustakawan dan civitas akademika juga perlu terus dilatih tentang berbagai hal terkait pengguaan teknologi dalam penelusuran sumber daya elektronik untuk digunakan. Institusi bekerjasama dengan pustakawan agar berupaya untuk menciptakan kesadaran tentang relevansi sumber daya elektronik dengan pekerjaan akademis di institusi.