Kembali
16
1
2023 ABDI PUSTAKA: Jurnal Perpustakaan dan Kearsipan Vol 3 · 1 ISSN 2808-151X

Analisis Penggunaan Aplikasi iPusnas Di Kecamatan Cileungsi Dalam Memenuhi Kebutuhan Informasi

Universitas Padjadjaran

Abstrak

Penelitian ini membahas tentang analisis penggunaan aplikasi iPusnas di kecamatan Cileungsi dalam memenuhi kebutuhan informasi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Fokus penelitian pada persepsi warga kecamatan Cileungsi sebagai pengguna aplikasi iPusnas dalam memenuhi kebutuhan informasi. Pengambilan data dengan metode survei. Peneliti memberikan formulir kepada warga kecamatan Cileungsi berisi pertanyaan mengenai penggunaan aplikasi iPusnas untuk memenuhi kebutuhan informasi. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan aplikasi iPusnas di kecamatan Cileungsi telah memberikan kemudahan dan manfaat bagi warga masyarakat dalam memenuhi kebutuhan informasi. Konten-konten aplikasi perpustakaan digital iPusnas dapat dipahami dengan mudah dan digunakan masyarakat khususnya warga kecamatan Cileungsi.

Abstract

Analysis of the Use of iPusnas Application in Cileungsi District In Meeting Information Needs. This study discusses the analysis of the use of the iPusnas application in the Cileungsi sub-district in meeting information needs. The research method used in this study is the qualitative method. The research focuses on the perception of residents of the Cileungsi sub-district as users of the iPusnas application in meeting information needs. Data collection by survey method. Researchers provided a form to residents of the Cileungsi sub-district containing questions regarding using the iPusnas application to meet information needs. The results showed that using the iPusnas application in the Cileungsi sub-district has provided convenience and benefits for community members in meeting information needs. The contents of the iPusnas digital library application can be easily understood and used by the community, especially residents of the Cileungsi sub-district.
Keywords: perpustakaan digital · aplikasi iPusnas · Cileungsi

Introduction

Di era digital saat ini kita dituntut untuk dapat mengakses informasi dengan cepat dan efisien. Hadirnya teknologi informasi sangat memudahkan proses komunikasi dalam segala kegiatan sehingga informasi sangat mudah diperoleh dan disebarluaskan. Pada awalnya semua kegiatan dilakukan secara manual serta membutuhkan tenaga fisik, namun saat ini terjadi perubahan signifikan dimana kegiatan manusia dapat dilakukan dengan otomasi dan lebih akurat berkat bantuan teknologi informasi. Perkembangan teknologi informasi mengakibatkan kegiatan komunikasi dan penyebaran informasi berjalan lebih baik sehingga dapat meningkatkan hasil kerja dan meningkatkan efisiensi waktu. Kemudahan akses teknologi membantu lancarnya proses komunikasi dan memberikan kemudahan bagi kehidupan masyarakat terutama dalam aktivitas sehari-hari. Salah satu aktivitas kehidupan yang mudah diakses dengan teknologi komunikasi adalah aktivitas penyebaran dan pencarian informasi. Hal itu dibuktikan dengan adanya lembaga-lembaga penyedia infomasi yang menggunakan teknologi digital dalam penyebaran ataupun pencarian informasi yang dibutuhkan masyarakat. Lembaga penyedia informasi yang memanfaatkan kecanggihan teknologi komunikasi dan penyebaran informasi salah satunya ialah perpustakaan. Menurut Suhendar dalam Fauzan & Ati (2018), perpustakaan adalah sebuah unit kerja yang berasal dari badan atau lembaga tertentu dan memiliki tugas untuk mengelola berbagai macam bahan pustaka, entah itu berbentuk buku ataupun non buku yang sudah teratur secara sistematis berdasarkan aturan yang telah berlaku, sehingga bisa dipakai sebagai sumber informasi. Dari definisi tersebut dapat dipahami bahwa lembaga perpustakaan adalah lembaga penyedia informasi yang berusaha menyediakan koleksi bahan pustaka, dimana bahan pustaka tersebut kemudian dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat atau pemustaka yang membutuhkan informasi. Menurut Fauzan & Ati (2018), kehadiran teknologi menjadikan perpustakaan untuk meningkatkan sistem yang sudah ada dan dipadukan dengan teknologi komunikasi dan informasi digital demi mudahnya pengaksesan informasi yang dibutuhkan pemustaka. Perkembangan lembaga atau institusi perpustakaan sebagai penyedia sumber informasi dapat dilihat dari koleksi bahan pustaka yang dimiliki. Pada awalnya perpustakaan hanya memiliki koleksi berupa buku bacaan tanpa katalog. Perpustakaan dengan koleksi tersebut dikenal dengan perpustakaan tradisional. Selanjutnya, perkembangan perpustakaan ditandai dengan adanya katalog pada setiap bahan pustaka di perpustakaan yang dikenal dengan perpustakaan semi modern. Perkembangan perpustakaan modern yang ada saat ini adalah perpustakaan digital. Perpustakaan digital ini memiliki banyak keunggulan jika dibandingkan perpustakaan sebelumnya. Keunggulan perpustakaan digital adalah lebih cepatnya pemustaka dalam mengakses informasi, karena data informasi tersebut terkoneksi dengan jaringan komputer dan internet (Maulana, 2018). Pemanfaatan internet dalam kegiatan seharihari menjadikan kegiatan pertukaran informasi di seluruh dunia semakin cepat dan mudah. Salah satu manfaat dari penerapan teknologi informasi menyebabkan penggunaan komputer dan smartphone meningkat pesat, selain itu masyarakat dapat menggunakannya untuk mencari informasi terbaru dan aktual. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia menerapkan teknologi informasi dengan menghadirkan perpustakaan digital berbasis aplikasi online yang dinamai iPusnas. Aplikasi ini bermanfaat bagi para pemustaka pengguna komputer dan smartphone yang membutuhkan informasi, sejak 16 Agustus 2016 (Fauzan & Arti, 2018). Aplikasi iPusnas yang digunakan lembaga PERPUSNAS RI ini mempunyai fitur OPAC, dimana dengan fitur ini pemustaka dapat dengan mudah mencari informasi koleksi bahan pustaka yang dimiliki melalui iPusnas. Penggunaan aplikasi iPusnas oleh pemustaka memberikan manfaat dalam hal temu kembali informasi bahan pustaka karena dapat diakses dengan cepat dan mudah. Berkaitan dengan fenomena tersebut, teknologi informasi (TI) memiliki peran yang sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya pemustaka. Hadirnya teknologi informasi menyebabkan aktivitas pengelolaan informasi yang dilakukan oleh pekerja di bidang informasi menjadi lebih efisien dan tidak membutuhkan waktu yang lama (Fauzan & Arti, 2018). Selain penggunaan TI yang memberikan manfaat bagi pekerja bidang informasi, penggunaan TI juga memberikan manfaat bagi pemakai perpustakaan, yaitu: 1) Menyediakan akses yang cepat dan mudah; 2) Menyediakan akses bagi pemakai selama 24 jam apabila TI dioperasikan selama 24 jam; 3) Menyediakan akses pada informasi yang tidak terbatas dari berbagai jenis sumber; 4) Menyediakan informasi yang lebih mutakhir; 5) Menyediakan data dari berbagai sumber (Henderson dalam Fauzan & Arti, 2018) Aplikasi iPusnas dapat diakses dari berbagai wilayah di Indonesia karena berbasis aplikasi online. Oleh karena itu, iPusnas dapat diakses dengan mudah di berbagai tempat dimana saja dan kapan saja. Masifnya penggunaan internet dalam masyarakat juga mendorong meningkatnya penggunaan iPusnas, sehingga apabila pemustaka membutuhkan informasi dapat langsung membuka aplikasi iPusnas. Masyarakat dari berbagai daerah membutuhkan informasi yang beragam, salah satunya adalah masyarakat di daerah kecamatan Cileungsi. Kecamatan Cileungsi adalah salah satu daerah dari Kabupaten Bogor yang cukup dekat dengan Ibukota Jakarta. Warga kecamatan Cileungsi sangat terbuka dengan perkembangan teknologi informasi (TI), mereka dekat dengan masyarakat perkotaan dan sebagian besar telah memiliki perangkat smartphone ataupun komputer. Teknologi informasi yang berkembang dan dimiliki warga kecamatan Cileungsi, akan memudahkan mereka dalam mendapatkan informasi yang dibutuhkan, sekalipun informasi tersebut berasal dari luar daerah. Warga kecamatan Cileungsi yang menjadi pelajar dan mahasiswa tentu akan lebih banyak membutuhkan informasi, sehingga internet dan teknologi informasi akan terus digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, warga kecamatan Cileungsi juga memiliki berbagai macam latar belakang pekerjaan yang juga membutuhkan informasi untuk membantu pekerjaan agar lebih mudah dikerjakan dan tidak memakan waktu. Kemudahan penggunaan dan kegunaan aplikasi teknologi penyedia informasi dapat mempengaruhi konstruksi sikap dari pemakai teknologi terhadap penggunaan teknologi, yang nantinya sikap pemakai terhadap penggunaan teknologi akan mempengaruhi konstruksi minat perilaku menggunakan teknologi (Fauzan & Arti, 2018). Kemudahan dalam penggunaan aplikasi pencari informasi adalah aspek penting bagi pengguna teknologi informasi. Apabila pengguna kesulitan dalam menggunakan aplikasi, pasti akan menghambat kerja mereka. Kekecewaan pengguna akan timbul apabila informasi yang diinginkan tidak tersedia atau sulit ditemukan akibat penggunaan aplikasi yang rumit. Latar belakang di atas membuat peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Analisis Penggunaan Aplikasi iPusnas di Kecamatan Cileungsi dalam Memenuhi Kebutuhan Informasi.” Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui kemudahan, kegunaan, dan kendala aplikasi iPusnas yang diakses masyarakat di kecamatan Cileungsi dalam memenuhi kebututuhan informasi.

Method

Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Fokus penelitian pada pemenuhan kebutuhan informasi warga kecamatan Cileungsi dengan memanfaatkan aplikasi iPusnas. Menurut Sukmadinata dalam Fauzan & Arti (2018), penelitian kualitatif merupakan metode penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap, kepercayaan, persepsi, pemikiran orang baik secara perorangan maupun kelompok. Data kualitatif diuraikan secara deskriptif. Sedangkan data kualitatif adalah data yang tersaji berupa bentuk kata verbal dan tidak dituangkan dalam bentuk angka (Fauzan & Arti, 2018). Peneliti menganalisis dan memahami sikap warga kecamatan Cileungsi ketika menggunakan aplikasi iPusnas agar kebutuhan informasi bisa terpenuhi dengan baik. Peneliti memberikan pertanyaan wawancara dan kuesioner dengan detail berupa pertanyaan tentang kemudahan menggunakan aplikasi iPusnas untuk mengetahui dan memahami bagaimana sikap warga kecamatan Cileungsi ketika menggunakan aplikasi iPusnas. Selain itu, untuk mengetahui kegunaan atau manfaat aplikasi iPusnas bagi warga kecamatan Cileungsi, dan juga kendala yang dialami warga kecamatan Cileungsi ketika menggunakan aplikasi iPusnas serta kendala ketika meminjam e-book di iPusnas. Menurut Sugiyono dalam Fauzan & Arti (2018), penelitian deskriptif kualitatif merupakan suatu metode yang dipakai untuk menggambarkan atau menganalisis suatu hasil penelitian namun tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang lebih luas. Pengambilan data dalam penelitian ini dengan metode survei. Peneliti memberikan formulir kepada warga kecamatan Cileungsi berisi pertanyaan mengenai penggunaan aplikasi iPusnas untuk memenuhi kebutuhan informasi. Menurut Fraenkel dan Wallen dalam Maidiana (2021), penelitian survei adalah penelitian dengan cara mengumpulkan suatu informasi dari suatu sampel dengan menanyakannya melalui angket atau wawancara untuk menggambarkan berbagai aspek dalam suatu populasi. Selain survei, peneliti juga menggunakan metode wawancara sebagai pengambilan data penelitian. Beberapa informan diwawancarai untuk memberikan gambaran tentang pengalamannya dalam menggunakan aplikasi iPusnas. Kriteria informan sebagai sumber data penelitian yaitu warga yang berasal dari kecamatan Cileungsi yang memanfaatkan aplikasi iPusnas untuk memenuhi kebutuhan informasi dengan meminjam e-book untuk dibaca, baik melalui smartphone, laptop, ataupun PC komputer. Informan dapat berasal dari berbagai usia dan berbagai latar belakang profesi seperti pelajar, mahasiswa, pekerja, bahkan ibu rumah tangga. Wawancara dilakukan dengan teknik wawancara terbuka, yaitu dengan memberikan pertanyaan lebih mendalam agar mendapatkan data atau informasi faktual dan kredibel dari narasumber. Wawancara dilakukan peneliti melalui media aplikasi whatsapp, dengan memberikan beberapa pertanyaan dan langsung dijawab berupa pesan teks oleh narasumber. Sugiyono dalam Fauzan & Arti (2018), mengemukakan bahwa wawancara terbuka dilakukan peneliti secara langsung dengan bertanya kepada narasumber yang telah dipilih dengan anggapan bahwa narasumber tersebut berkompeten dan mampu meberikan gambaran informasi untuk menjawab pertanyaan dalam penelitian. Objek penelitian ini adalah penggunaan aplikasi iPusnas yang berdomisili di kecamatan Cileungsi. Menurut Arikunto dalam Fauzan & Ati (2018), objek penelitian adalah variabel penelitian dimana hal itu merupakan inti dari suatu problematika penelitian. Sedangkan subjek dalam penelitian ini adalah warga kecamatan Cileungsi yang menggunakan aplikasi iPusnas untuk mendapatkan dan memenuhi kebutuhan informasi. Moeloeng dalam Fauzan & Ati (2018), menjelaskan bahwa subjek yang digunakan dalam penelitian adalah sebagai informan, yang artinya orang pada latar penelitian bisa menjadi sumber data untuk memberikan informasi mengenai situasi dan kondisi yang berkaitan dengan penelitian. Informasi telah menjadi kebutuhan manusia dalam menjalani kehidupan seharihari. Menurut Castell dalam Sugihartati (2014), hadirnya kebutuhan informasi adalah bentuk dari sebuah revolusi dalam informasi. Revolusi informasi tersebut rupanya telah ditandai dengan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang menjadi media dalam memberikan pelayanan informasi. Teknologi komunikasi dan informasi memiliki dua aspek pengertian, yaitu teknologi komunikasi dan teknologi informasi. Teknologi komunikasi memiliki pengertian segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya (Deeson, n.d.). Teknologi informasi, mempunyai pengertian luas yang meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi (Deeson, n.d.). Karena itu, teknologi komunikasi dan informasi adalah suatu padanan yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang segala aspek yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer atau pemindahan informasi antar media menggunakan teknologi tertentu. Pemanfaatan penggunaan teknologi informasi ini secara maksimal dan selalu mengikuti perkembanganya akan sangat mendukung seperti dalam mendukung layanan perpustakaan yang mempunyai variasi bentuk koleksi yang salah satunya dalam bentuk digital (Santoso, 2021). Koleksi digital mendorong terwujudnya digital library. Pengertian digital library atau perpustakaan digital menurut Saffady dalam Saleh (2013) merupakan salah satu jenis perpustakaan yang berfungsi sebagai tempat kegiatan pengelolaan seluruh atau sebagian koleksi pustaka yang dimiliki dengan bentuk komputerisasi yang bertujuan untuk menjadi alternatif, suplemen, ataupun pelengkap untuk cetakan yang sifatnya konvensional berupa mikro material yang pada masa sekarang didominasi oleh koleksi perpustakaan. Sedangkan perpustakaan digital menurut Brian Lang (Widayanti, 2015) adalah suatu istilah yang digunakan dan memiliki tujuan untuk menggambarkan penggunaan teknologi yang bersifat digital agar mendapatkan, menyimpan, melestarikan, serta menyediakan jalan masuk (akses) kepada informasi dan materimateri yang telah diterbitkan dalam bentuk digital maupun didigitalisasikan karena bahan pustakanya masih berbentuk bahan cetak ataupun segala bentuk bahan pustaka konvensional lainnya. Setelah memahami pendapat tentang perpustakaan digital di atas, bisa disimpulkan bahwa pengertian perpustakaan digital atau digital library adalah salah satu lembaga informasi jenis perpustakaan yang memanfaatkan teknologi informasi dengan semua koleksinya yang berbentuk digital, serta mudah digunakan oleh semua orang dari berbagai kalangan usia untuk mendapatkan layanan informasi yang akurat dan terpercaya. Sebagai salah satu lembaga informasi yang menggunakan teknologi digital, diharapkan digital library mampu meminimalisir pandangan lama masyarakat tentang stigma perpustakaan sebagai tempat yang membosankan. Keunggulan digital library dalam memberikan layanan informasi menurut Widayanti (2015) yaitu: a) Pelayanan dari jarak jauh, dalam pelayanan digital library semua koleksi bahan pustaka atau materi lainnya sudah bersifat digital dan tentunya dapat diakses melalui internet dimana saja dan dilayani oleh server dari jarak jauh; b) Kemudahan ketika mengakses informasi, kelebihan kedua dari digital library ini yaitu mudahnya untuk mengakses informasi. Teknologi digital yang canggih memberikan keleluasaan dalam mencari informasi karena pemustaka dapat mencari informasi melalui berbagai metode penelusuran; c) Murah, awalnya biaya yang diperlukan ketika pengadaan digital library sendiri memerlukan biaya yang cukup mahal untuk membangun infrastruktur serta melakukan penambahan koleksi di digital library. Tetapi, pada akhirnya digital library memberikan kelebihan seperti mudahnya dalam mengakses koleksi dan keunggulan penyediaan jasa lainnya sangat tinggi, oleh sebab itu apabila dihitung dan membandingkan pengeluaran biaya bagi pengguna untuk perpustakaan konvensional atau koleksi pustaka lain di luar perpustakaan digital, tentunya akan lebih murah; d) Terpeliharanya koleksi pustaka secara digital, bahan pustaka yang telah dikonversi ke dalam bentuk digital sangatlah efektif dan efisien. Dengan kelebihan ini, perpustakaan digital tentunya memiliki kesempatan besar dalam menyimpan dokumen informasi dalam berbagai jenis tanpa adanya rasa khawatir akan kekurangan tempat untuk menyimpan bahan pustaka; e) Jaringan bersifat global, dengan hadirnya internet yang bermanfaat sebagai alat komunikasi saat ini, orang-orang akan mudah berkomunikasi serta mencari informasi secara online dengan media internet.

Result & Discussion

1. Persepsi Warga Kecamatan Cileungsi Dalam Menggunakan iPusnas Aplikasi teknologi informasi dapat dikatakan bermanfaat apabila penggunaan aplikasi tersebut mudah dipelajari, dipahami, dan mudah digunakan oleh penggunanya. Aplikasi yang dimaksud merujuk pada penggunaan aplikasi iPusnas. Pemustaka iPusnas dapat mempelajari aplikasi dengan melihat menu yang telah disediakan pada aplikasi tersebut. Hal ini telah dibuktikan salah satu informan, berasal dari Gandoang, kecamatan Cileungsi, yang mengisi survei kuesioner. Ia mengatakan bahwa aplikasi iPusnas mudah dipelajari karena adanya bantuan panduan pada menu aplikasi tersebut. Informan lainnya memberi tanggapan bahwa faktor lain yang membuat aplikasi iPusnas mudah dipelajari adalah karena kebanyakan warga kecamatan Cileungsi sudah memiliki smartphone, komputer, ataupun laptop pribadi. Hal itu menjadikan warga Kecamatan Cileungsi dapat menelusur informasi dan mengoperasikan aplikasi iPusnas dengan leluasa. Pernyataan informan di atas membuktikan bahwa aplikasi perpustakaan digital iPusnas dapat dipelajari dengan sangat mudah oleh pengguna. Selain mudah dipelajari, perpustakaan digital iPusnas juga mudah dalam aspek penggunaannya seperti pengontrolan aplikasi dan pengoperasian oleh pengguna. Kemudahaan dalam pengontrolan dan pengoperasian aplikasi dapat dirasakan oleh semua kalangan, baik pengguna baru ataupun pengguna lama. Ditinjau dari segi kemudahan pengontrolan dan pengoperasian dalam penggunaan aplikasi iPusnas, mayoritas warga kecamatan Cileungsi yang menggunakan aplikasi ini menyebutkan bahwa secara keseluruhan aplikasi iPusnas dapat dengan mudah dikendalikan dan dioperasikan ketika sedang mencari informasi. Namun, beberapa warga kecamatan Cileungsi juga berpendapat walaupun aplikasi iPusnas mudah untuk dikendalikan dan dioperasikan, ada beberapa kendala yang dialami seperti aplikasi tiba-tiba mengalami error atau bug. Indikator sebuah aplikasi dapat dikatakan mudah dalam pengoperasiannya adalah apabila aplikasi tersebut dapat dengan jelas dan mudah dipahami oleh pengguna. Pengguna bisa leluasa menggunakan aplikasi tersebut untuk mendapatkan informasi tertentu dan meringankan pekerjaan pengguna. Aplikasi iPusnas mudah digunakan karena pengguna sudah terbiasa mengoperasikan aplikasi tersebut untuk memenuhi kebutuhan informasi. Warga kecamatan Cileungsi yang menggunakan aplikasi menyebutkan bahwa aplikasi iPusnas cukup sederhana, terstruktur, serta dalam menggunakannya dapat mudah dimengerti dengan prosedur-prosedur aplikasi yang mudah untuk diikuti. Aplikasi iPusnas terbilang sangat fleksibel. Pernyataan tersebut didasarkan pada penggunaannya yang dapat disesuaikan dengan kondisi pengguna aplikasi ketika ingin mendapatkan informasi karena aplikasi ini dapat diakses dimana saja dan kapan saja. Menurut Mustakini dalam Fauzan & Ati (2018), sistem penggunaan suatu aplikasi haruslah cukup flesksibel, hal ini bertujuan untuk menangani segala perubahan-perubahan yang akan terjadi, kepentingannya cukup beralasan dalam kondisi dimana sistem beroperasi atau dalam kebutuhan yang diwajibkan oleh organisasi. Tidak hanya dalam organisasi, suatu sistem sangat penting untuk memperhatikan flesibilitas agar mudah disesuaikan dengan penggunanya. Warga kecamatan Cileungsi yang menggunakan aplikasi iPusnas juga menyetujui bahwa aplikasi tersebut memiliki fleksibilitas dalam penerapannya, dimana aplikasi ini dapat disesuaikan dengan aktivitas penggunanya, sehingga aplikasi iPusnas bisa dioperasikan kapan saja dan dimana saja tanpa harus mengorbankan waktu dan biaya. Pemustaka tidak harus datang langsung ke perpustakaan konvensional. Aplikasi iPusnas dapat digunakan untuk memperoleh informasi dengan mudah. Warga Gandoang, kecamatan Cileungsi yang menjadi informan saat diwawancarai menyatakan bahwa kemahiran penggunaan aplikasi didukung dengan adanya fitur-fitur di dalam aplikasi yang sangat mudah dipahami. Beliau juga mengatakan bahwa aplikasi perpustakaan digital iPusnas bisa dikuasai dengan sangat mudah dan tidak membutuhkan waktu lama, sehingga para pencari informasi lain dapat secara mudah mengoperasikan dan mencari buku yang dibutuhkan melalui aplikasi iPusnas. Kemudahan penggunaan sebuah aplikasi informasi dapat ditinjau berdasarkan daftar menu dan fitur yang tersedia pada aplikasi tersebut. Apakah menu dan fitur yang disediakan oleh aplikasi tersebut bisa mudah digunakan atau sebaliknya. Seorang narasumber lainnya, warga Metland, Kecamatan Cileungsi, menyatakan pendapatnya mengenai kemudahan dalam menggunakan aplikasi iPusnas untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Beliau berpendapat bahwa aplikasi iPusnas mudah digunakan dan dapat membantu menyelesaikan pekerjaannya menjadi lebih cepat. Kendala yang dihadapi karena koleksi yang sangat terbatas dan belum lengkap. Kemudahan mengerjakan tugas disebabkan adanya bantuan teknologi yang dapat bekerja dengan sangat cepat. Berbagai pekerjaan bisa terselesaikan dengan cepat apabila memanfaatkan teknologi. Menurut Jogiyanto dalam Fauzan & Arti (2018), kemudahan dalam menggunakan suatu sistem teknologi merupakan suatu kepercayaan mengenai proses pengambilan keputusan. Pernyataan tersebut meyakinkan kita untuk percaya apabila suatu sistem informasi mudah digunakan, maka dia akan dimanfaatkan untuk membantu pekerjaan seseorang. Kemudahan pengoperasian aplikasi perpustakaan digital iPusnas tak hanya ditinjau dari segi kemudahan menggunakannya saja, tetapi aplikasi iPusnas juga memberikan kemudahan pengguna dalam mempelajari aplikasi untuk bisa mendapatkan informasi. 2. Kegunaan Aplikasi iPusnas Bagi Warga Kecamatan Cileungsi Tujuan dibuatnya suatu aplikasi untuk memudahkan suatu pekerjaan. Pekerjaan dan kegiatan setiap orang berbeda, begitu pula dengan kebutuhan informasi mereka. Salah satu warga kecamatan Cileungsi yang mengisi survei mengatakan bahwa aplikasi iPusnas belum terlalu membantu dirinya dalam melakukan pekerjaannya. Ia bercerita bahwa ketika mencari bahan bacaan yang sifatnya ilmiah di iPusnas masih merasa kurang. Tetapi untuk koleksi hiburan dan koleksi karya-karya sastra, aplikasi ini akan sangat membantu pemustaka. Koleksi buku jenis karya sastra seperti novel sangat banyak ditemukan pada aplikasi perpustakaan digital iPusnas. Berdasarkan pernyataan informan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa aplikasi iPusnas membantu pemustaka dalam mendapatkan informasi secara mudah dan praktis, meskipun koleksinya belum lengkap. Aplikasi iPusnas adalah aplikasi perpustakaan digital yang dihadirkan kepada masyarakat pada tahun 2016 lalu dan telah banyak membantu pekerjaan dari berbagai elemen masyarakat. Warga kecamatan Cileungsi, mengungkapkan bahwa aplikasi iPusnas masih memiliki kekurangan dengan koleksi yang belum lengkap, belum memiliki peran besar dalam menyelesaikan pekerjaan dengan cepat, namun tetap dapat membantu pemustaka dalam memenuhi kebutuhan informasi. Ditinjau dari pernyataan para narasumber penelitian serta teori yang ada maka dapat disimpulkan bahwa aplikasi iPusnas cukup membantu pemustaka menyelesaikan tugasnya menjadi lebih efisien dengan waktu yang relatif singkat, meskipun koleksi yang dimiliki iPusnas masih terbatas dan belum lengkap. Terbantunya pekerjaan dengan lebih cepat disebabkan oleh efisiensi dan kemudahan penggunaan sehingga dapat memberikan kecepatan dalam mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Berbagai urusan pekerjaan bisa dengan mudah terselesaikan apabila kita memanfaatkan teknologi. Penggunaan suatu sistem teknologi akan menjadikan pekerjaan kita selesai dengan cepat dan hasil yang lebih maksimal. Kinerja seseorang dalam melakukan pekerjaan diberbagai bidang profesi dapat berkembang seiring berkembangnya perangkat teknologi yang terus mengalami kemajuan. Dengan kehadiran teknologi yang terus berkembang, pekerjaan seseorang dapat terbantu sehingga dapat diselesaikan dengan sangat cepat dan efisien. Hal ini menjadikan kinerja seseorang meningkat dalam hal ini jumlah informasi yang diperoleh akan lebih banyak. Penulis merekomendasikan iPusnas karena aplikasi perpustakaan digital milik Perpustakaan Nasional Republik Indonesia ini dapat digunakan dalam penelusuran dan mendapatkan informasi yang dibutuhkan, hal ini berdasarkan keterangan para narasumber dari warga kecamatan Cileungsi. Menurut pendapat salah satu warga kecamatan Cileungsi yang menggunakan iPusnas, ia menyatakan bahwa aplikasi ini memiliki manfaat dalam memberikan ilmu, inspirasi, dan pengetahuan. Rizal, warga Gandoang mengatakan saat wawancara bahwa aplikasi iPusnas yang bersifat fleksibel dan dapat digunakan dimana saja, menjadikan dirinya lebih produktif dan ia mendapatkan inspirasi serta pengetahuan yang begitu banyak, dan juga informasi bermanfaat yang ia butuhkan dari buku-buku yang telah dibaca. Ia juga menyebutkan aplikasi perpustakaan digital iPusnas menjadikan dirinya bisa lebih produktif dalam mengerjakan suatu pekerjaan, seperti menyelesaikan tugas kuliah, hingga menulis artikel berita yang dimuat di portal berita. Ia terinspirasi dari informasi yang didapat setelah mencari di aplikasi iPusnas. Tak hanya Rizal, warga kecamatan Cileungsi lainnya juga berpendapat bahwa aplikasi perpustakaan digital iPusnas meningkatkan produktivitas mereka dalam mengerjakan suatu pekerjaan. Terdapat berbagai cara yang dapat digunakan untuk bisa meningkatkan produktivitas diantaranya adalah meningkatkan operasional dan riset serta pengembangan, sehingga organisasi dapat menghasilkan ide produk yang terbaru ataupun metode-metode operasional yang lebih baik dari yang lain (Rosa dalam Fauzan & Arti, 2018). Aplikasi perpustakaan digital iPusnas dinilai dapat membantu meningkatkan efektivitas dalam menyelesaikan pekerjaan. Perbedaan profesi informan membuat kebutuhan informasi mereka berbeda pula. Salah satu warga kecamatan Cileungsi menyatakan bahwa efektivitas aplikasi perpustakaan digital iPusnas membuat tugasnya sebagai mahasiswa tergantung pada koleksi yang tersedia. Apabila koleksi yang dibutuhkan tersedia di aplikasi iPusnas, tentunya pekerjaanya akan sangat terbantu dan menjadi lebih efektif, begitu juga sebaliknya. Sejauh ini menurutnya aplikasi iPusnas cukup membantu dalam mengerjakan tugas kuliah. Hal ini disebabkan karena mencari buku di aplikasi perpustakaan digital iPusnas tidak memakan waktu yang lama seperti halnya mencari buku yang ada di perpustakaan konvensional. Namun ia berharap pihak iPusnas tetap harus terus menambah koleksi buku agar kebutuhan informasi masyarakat dapat terpenuhi dengan baik. Berdasarkan pernyataan warga kecamatan Cileungsi di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa aplikasi perpustakaan digital iPusnas dapat membuat pengguna menjadi terbantu dalam menyelesaikan pekerjaannya, mendapatkan informasi dengan banyak pilihan serta diperoleh dengan mudah dan efisien. Selain itu diterima atau tidaknya sebuah sistem teknologi informasi dapat ditinjau berdasarkan segi kegunaannya. Aplikasi perpustakaan digital iPusnas telah dihadirkan untuk memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat dari berbagai kalangan. Perbedaan profesi di masyarakat menyebabkan perbedaan kebutuhan informasi. Akan tetapi, dalam segi kegunaan, aplikasi perpustakaan digital iPusnas telah dinilai sangat bermanfaat dan membantu pekerjaan disetiap kalangan pengguna seperti pada warga kecamatan Cileungsi. Dalam survei yang dilakukan peneliti, warga kecamatan Cileungsi menyampaikan bahwa aplikasi perpustakaan digital tersebut telah memberikan banyak manfaat bagi mereka. Salah satu informan menuliskan, ketika beliau merasa penasaran dan ingin tahu tentang informasi yang ada didalam suatu buku, ia dapat mencari terlebih dahulu buku yang diinginkan dengan menggunakan aplikasi perpustakaan digital iPusnas, selanjutnya ia dapat mempertimbangkan untuk membeli atau tidaknya buku tersebut. Ia juga mengatakan aplikasi iPusnas bermanfaat pula untuk menyelesaikan pekerjaannya dan juga memenuhi hobinya dalam membaca novel, karena aplikasi iPusnas dapat diakses dengan sangat mudah dimanapun dan kapanpun. 3. Kendala Dalam Penggunaan Aplikasi iPusnas Berdasarkan survei yang dilakukan peneliti terhadap pengguna aplikasi perpustakaan digital iPusnas, dari warga kecamatan Cileungsi terdapat beberapa kendala yang masih dikeluhkan dalam pengoperasian aplikasi iPusnas. Beberapa kendala yang dikeluhkan adalah sebagai berikut: 1) Aplikasi iPusnas masih memiliki banyak kesalahan sistem atau error. Salah satu kendala sistem yang sering dijumpai di kecamatan Cileungsi berdasarkan hasil survey adalah saat aplikasi baru dijalankan, tidak bisa terbuka dan keluar dengan sendirinya. Selain itu ada juga kendala lainnya seperti ketika ingin meminjam buku, terdapat kendala dimana buku yang ingin dipinjam jumlah copynya sudah mencapai batas sehingga harus masuk ke dalam antrean dan menunggu hingga buku tersebut sudah tersedia kembali; 2) Koleksi yang tersedia pada aplikasi perpustakaan digital iPusnas masih belum terlalu banyak dan belum lengkap. Terlebih lagi untuk aplikasi yang mencakup nasional yang dapat digunakan oleh masyarakat di Indonesia dari Sabang sampai dengan Merauke. Jumlah koleksi dan copynya masih terbilang kurang. Hal ini juga dirasakan oleh pengguna yang berasal dari warga kecamatan Cileungsi; 3) Tidak adanya notifikasi pesan masuk pada fitur chating di aplikasiiPusnas. Berdasarkan survei, warga kecamatan Cileungsi yang menggunakan iPusnas mengeluh karena ketika menggunakan fitur media pesan, mereka harus mengecek langsung dengan masuk ke aplikasi iPusnas untuk mengetahui ada pesan masuk atau tidak karena tidak tersedia notifikasi; 4) ePustaka merupakan kumpulan instansi atau penerbit yang sudah bekerjasama dengan iPusnas. Tetapi, banyak warga kecamatan Cileungsi yang menjadi pengguna menyayangkan belum tersedianya kategori ePustaka dari berbagai profesi atau sesuai dengan bidang pekerjaan, seperti Ikatan Dokter Indonesia pada kedokteran, dan sebagainya.

Conclusion

Berdasarkan data hasil penelitian mengenai penggunaan aplikasi iPusnas di kecamatan Cileungsi dalam memenuhi kebutuhan informasi yang sudah diuraikan di atas, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1) Penggunaan aplikasi iPusnas memberikan kemudahan dan manfaat bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan informasi dari membaca buku yang dipinjam di aplikasi iPusnas. Selain itu kontenkonten yang ada pada aplikasi perpustakaan digital iPusnas dapat dipahami dan dapat dengan mudah dipelajari disemua kalangan usia, khususnya warga kecamatan Cileungsi; 2) Aplikasi perpustakaan digital iPusnas dapat digunakan dengan mudah di kecamatan Cileungsi untuk mencari informasi yang diinginkan; 3) Menu-menu dan fitur yang ada di aplikasi iPusnas mudah dipahami di kecamatan Cileungsi; 4) Aplikasi perpustakaan digital iPusnas fleksibel dan dapat diakses dimana saja dan kapan saja di kecamatan Cileungsi yang menggunakannya; 5) Aplikasi iPusnas mampu memberikan kemudahan penggunanya dengan membantu memberikan informasi yang dibutuhkan agar pekerjaan mereka menjadi lebih ringan dan cepat selesai, sehingga kinerja yang dihasilkan lebih maksimal dan meningkat. Dari hasil penelitian ada beberapa saran dari penulis. Saran tersebut adalah sebagai berikut: 1) Sistem pada aplikasi iPusnas lebih ditingkatkan lagi karena seringnya terjadi error dan kendala pada sistem. Perlu ditambahkan juga fitur notifikasi pada media pesan agar pengguna bisa mengetahui apabila ada pesan masuk; 2) Perlu penambahan koleksi bukubuku bacaan yang ada di aplikasi iPusnas, karena koleksinya masih terbilang sedikit. Buku yang sudah tersedia sebaiknya ditambah lagi jumlah eksemplarnya, sebab untuk jangkauan nasional yang luas koleksi di aplikasi iPusnas masih terbilang belum lengkap; 3) Untuk ePustaka, sebaiknya ditambahkan kategori menurut bidang atau profesi, karena banyak pengguna yang mencari ePustaka sesuai profesinya namun masih sulit untuk ditemukan. Pengguna menyayangkan hal tersebut dan berharap ePustaka dapat dikategorikan sesuai masing-masing profesi atau bidang pekerjaan.