Kembali
16
1
2022 Media Sains Informasi dan Perpustakaan Vol 2 · 2 ISSN 2808-4659

Pengaruh Digital Archiving Model Terhadap Kinerja Kearsipan di Universitas Pendidikan Ganesha

Universitas Pendidikan Ganesha; Universitas Pendidikan Ganesha; Universitas Pendidikan Ganesha; Universitas Pendidikan Ganesha

Abstrak

Pengarsipan adalah sebuah pelaksanaan kegiatan yang perlu dikontrol dengan tatanan manajemen. Pelaksanaan pengarsipan di Undiksha yang dikenal dengan nama Kearsipan Undiksha selama ini bekerja dengan cara konvensional. Tatanan yang menjadi kendala selama ini adalah terkait sumber daya seperti sumber daya manusia dan sarana dan prasarana. Sumber daya tersebut perlu ditingkatkan dalam pengelolaannya sehingga mendapatkan hasil yang maksimum dan kompeten dalam bidangnya. Melihat kondisi sumber daya di Undiksha yang sangat miris dengan keterbatasan yang ada maka perlu dikaji teknik dan model yang relevan dikembangkan dalam pelaksanaan Kearsipan Undiksha. Mengacu kepada permasalahan tersebut maka perlu dilakukan pembenahan dalam menangani arsip sehingga masalah tersebut dapat diminimalisir. Bidang kearsipan adalah pekerjaan yang kompleks apabila kita berpedoman kepada aturan hukum seperti UU No. 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan yang lebih jelas disampaikan pada Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan. Secara teoritis arsip dapat dipahami dalam tiga perspektif, yaitu filosofis, yuridis, dan sosiologis. Arsip yang baik adalah arsip yang dapat dijadikan sebagai bahan pertanggungjawaban dan alat pembuktian yang sah. Melihat kondisi Undiksha saat ini perlu dilakukan perubahan yang signifikan terhadap pengelolaan arsip. Ada beberapa model pengarsipan yang relevan dikembangkan diantaranya adalah Digital Archiving Model. Model ini mungkin dapat berpengaruh besar terhadap kinerja kearsipan sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui apakah hasil perubahan tersebut mempengaruhi kinerja pengelola kearsipan sehingga dampak perubahan tersebut terlihat secara signifikan. Penelitian ini meggunakan tiga variable yaitu variable indevenden yaitu model/sistem arsip digital dan variable devenden yaitu kinerja kearsipan serta variable control sebagai perbandingan Konvensional Archiving Model. Uji hipotesis menggunakan analisis deskriptif. Hasil Penelitian menunjukan bahwa 68,34% menyatakan Digital Archive berpengaruh terhadap kinerja kearsipan sedangkan 57,08% menyatakan Convensional Archive berpengaruh terhadap kinerja kearsipan dari data tersebut dapat dinyatakan Digital Archive Model lebih berpengaruh dibandingkan Convensional Archive Model.

Abstract

Archiving is the implementation of activities that need to be controlled by the management order. Archiving at Undiksha, known as Undiksha Archives, has been working in a conventional way. The arrangement that has been an obstacle so far is related to resources such as human resources and facilities and infrastructure. These resources need to be improved in their management so that they get maximum results and are competent in their fields. Seeing the condition of resources in Undiksha which is very sad with the existing limitations, it is necessary to study the relevant techniques and models developed in the implementation of the Undiksha Archives. Referring to these problems, it is necessary to make improvements in handling archives so that these problems can be minimized. The field of archives is a complex job if we are guided by the rule of law such as Law no. 43 of 2009 concerning Archives, which is more clearly stated in Government Regulation Number 28 of 2012 concerning the Implementation of Law Number 43 of 2009 concerning Archives. Theoretically, archives can be understood in three perspectives, namely philosophical, juridical, and sociological. A good archive is an archive that can be used as material for accountability and legal evidence. Seeing the current condition of Undiksha, it is necessary to make significant changes to archive management. There are several relevant archiving models developed including the Digital Archiving Model. This model may have a major effect on the performance of archives, so research is needed to find out whether the results of these changes affect the performance of archive managers so that the impact of these changes can be seen significantly. This study uses three variables, namely the independent variable, namely the model/digital archive system and the dependent variable, namely the archiving performance and the control variable as a comparison of the Conventional Archiving Model. Hypothesis testing using descriptive analysis. The results showed that 68.34% stated that the Digital Archive had an effect on archival performance while 57.08% stated that the Conventional Archive had an effect on archival performance.
Keywords: model arsip digital Undiksha

Introduction

Dalam Undang Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan pada pasal 1 ayat 2 disebutkan Arsip adalah rekaman kegiatan atau peristiwa dalam berbagai bentuk dan media sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang dibuat dan diterima oleh lembaga negara, pemerintahan daerah, lembaga pendidikan, perusahaan, organisasi politik, organisasi kemasyarakatan, dan perseorangan dalam pelaksanaan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Arsip sebagai informasi yang terekam (recorded information) mengenai dinamika kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara merupakan sumber informasi yang objektif menyangkut berbagai bidang seperti politik, sosial, ekonomi, budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi. Seiring dengan dinamika aktivitas organisasi, kegiatan pengelolaan arsip di kantor menjadi semakin dinamis, banyak sekali praktisi perkantoran mengalami kesulitan dalam pengelolaan arsip karena mereka kurang memiliki pemahaman yang baik tentang pengelolaan arsip baik secara konvensional maupun secara elektronik. Seiring dengan perkembangan dan pemanfaatan teknologi dalam aktivitas perkantoran, maka kegiatan pengelolaan arsip elektronik semakin banyak dikelola dalam kegiatan perkantoran yang sekarang dikenal dengan kearsipan modern dan sudah menjadi suatu keharusan disetiap instansi memanfaatkan teknologi sebagai penunjang dalam kegiatan perkantoran terutama dalam pelayanan publik khususnya dalam hal kearsipan. Konsep dasar kearsipan dengan pemanfaatan teknologi, pada dasarnya memiliki konsep yang sama dengan teknik kearsipan konvensional, jika kearsipan konvensional memiliki kabinet yang secara fisik berfungsi untuk menyimpan dokumen-dokumen penting yang dimiliki perusahaan atau kantor, maka sistem kearsipan modern ini memiliki kabinet virtual yang didalamnya berisi map virtual yang berisi lembaran-lembaran arsip yang telah dikonversi kedalam bentuk gambar (*.bmp, jpg, dll) atau dokumen (*.doc, txt, dll). Perkembangan ilmu pengetahuan di bidang Tekonologi Informasi dan Komunikasi (TIK) memberikan pengaruh yang cukup besar dalam kegiatan organisasi, khususnya terkait arsip, diantaranya: (1) perubahan cara bekerja, (2) perubahan cara berkomunikasi, (3) perubahan persepsi tentang efisiensi, (4) perubahan dalam penciptaan, pengelolaan dan penggunaan informasi/arsip, dan (5) perubahan bagi arsiparis dalam mengelola arsip. Dengan demikian perkembangan TIK sekarang ini berdampak pada pengelolaan arsip yang dapat dilakukan secara elektronik. Disadari atau tidak perkembangan TIK memberikan peluang bagi pengelolaan arsip dilakukan secara elektronik. Beberapa alasan perlunya penanganan arsip secara elektronik adalah: (1) Perkembangan kehidupan sekarang ini berada dalam lingkungan teknologi, (2) Semakin tinggi pertumbuhan volume arsip dalam organisasi, sehingga membutuhkan banyak tempat. (3) Semakin bervariasi jenis teknologi informasi yang digunakan oleh pegawai dan staf seperti word processing, text retrieval, email, basis data. (Sambas dan Hendri, 2016: 425) Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini menyebabkan perubahan di segala aspek kehidupan, begitu pula pada arsip yang dahulunya merupakan arsip bermedia kertas namun sekarang berkembang menjadi arsip yang medianya tersaji dalam bentuk media baru seperti film, kaset, video, elektrik, CD, DVD, Flash disk, Hard disk, dan lain-lain. Arsip adalah salah satu informasi yang dibuat, diterima, dan digunakan sebagai bahan bukti hasil kegiatan oleh organisasi maupun perorangan. Arsip tidak hanya berbentuk tekstual, tetapi juga dalam bentuk media lain. Salah satunya adalah arsip elektronik. Arsip elektronik merupakan informasi atau data yang dibuat dan dicetak dalam bentuk digital melalui komputer dan aplikasi perangkat lunak. Menurut Sugiarto (2013:19) mengemukakan bahwa digitalisasi merupakan salah satu cara atau proses memindah arsip konvensional dalam berbagai corak dan bentuk arsip menjadi arsip elektronik atau digital. Arsip bentuk digital ini dapat tercipta melalui alih media yaitu dengan cara reproduksi dan scanning. Proses digitalisasi yang berupa konversi catatan dari bentuk hard copy atau bentuk manual ke bentuk digital disebut sebagai catatan digital. Menurut Robert (2008:408) menjelaskan bahwa digitalisasi adalah proses memindah, tanpa merubah, mengurangi dan menambahkan bentuk maupun fisik dan isi informasi dari arsip tersebut. Adapun kegiatan utama yang dilakukan dalam digitalisasi meliputi mendefinisikan tujuan, memutuskan apa yang akan di digitalisasikan, spesifikasi teknis yang dianjurkan, pemilihan perencanaan dan manajemen, menyiapkan dokumen, pengambilan gambar, metadata capture, quality control penyimpanan dan preservasi dari gambar digital dan metadata, akses dan penggunaan. Dengan menggunakan media elektronik dalam pengelolaan arsip akan diperoleh manfaat kecepatan, kemudahan dan hemat. Maksud dari kecepatan di sini adalah melalui penggunaan media elektronik maka proses pencarian, penemuan, pendistribusian, dan pengolahan data dilakukan dalam waktu yang singkat. Maksud dari kemudahan penggunaan media elektronik adalah kemudahan dalam hal pencarian, pendistribusian, dan pengolahan data. Selanjutnya yang dimaksud hemat dalam penggunaan media elektronik bahwa bisa mengurangi tenaga, pikiran, dan menghemat biaya dalam pengelolaan arsip. Melihat uraian di atas dalam hal pengelolaan arsip, kearsipan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) dalam mengelola arsip selama ini terbendung dalam dilema yang berkepanjangan. Delema tersebut terjadi lantaran banyak faktor yang menyebabkan diantaranya, kondisi tata kelola arsip di Undiksha masih terpaku pada model manual dan tidak tersetruktur, sumber daya manusia dan sarana prasarana yang belum mendukung, serta kebijakan pencipta arsip yang belum tersosialisasi dengan baik. Bertolak dari kondisi terseebut maka perlu dilakukan inovasi kearsipan yang lebih tepat guna, diantaranya modernisasi arsip digital yang dapat diakses tanpa terbentur ruang dan waktu, maka perlu dilakukan adanya penelitian untuk mengetahui Pengaruh Arsip Digital terhadap Kinerja Kearsipan di Undiksha yang nantinya dapat memberikan masukan tentang penting atau tidaknya arsip digital digunakan sebagai salah satu model dan metode arsip di lingkungan Undiksha. Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan pada latar belakang, beberapa masalah yang dapat diidentifikasi adalah: 1. Pengelolaan Arsip tidak jelas terkait struktur manajemen di masing-masing pencipta arsip dan sering terjadi kehilangan arsip dalam penyimpanannya yang mengakibatkan hilangnya bukti otentik yang akan dicari; 2. Keterbatasan prasarana dan sarana dalam menyimpan arsip sehingga sering arsip tersebut tercecer di sembarang tempat. Dalam pelaksanaan penelitian ini terdapat batasan-batasan yang membatasi pelaksanaan penelitian yang dilakukan peneliti diantaranya : 1. Penelitian ini dilakukan terbatas pada sumber daya manusia pengelola arsip di lingkungan Undiksha; 2. Pengambilan data adalah dalam satu populasi yaitu lingkungan kerja Undiksha dan sampel-sampel akan ditunjuk sesuai dengan analisis dari tim peneliti. Berdasarkan latar belakang dan identiikasi di atas maka rumusan masalahnya adalah sebagai berikut: 1. Apakah arsip digital mempunyai pengaruh besar terhadap kinerja kearsipan di lingkungan Undiksha? 2. Dibandingkan dengan arsip konvensional seberapa besar pengaruh arsip digital dapat mempengaruhi kinerja kearsipan? Sesuai dengan rumusan masalah di atas, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah hasil perubahan tersebut itu mempengaruhi kinerja SDM pengelola kearsipan sehingga dampak perubahan tersebut terlihat secara signifikan.

Method

Jenis dan Tempat Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen, yaitu metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh suatu model pengarsipan secara digital terhadap kinerja SDM Pengelola Kearsipan dalam kondisi yang terkendali. Penelitian ini termasuk kategori eksperimen semu (quasi eksperimental), karena pengontrolan variabel hanya dilakukan terhadap satu variabel yang dipandang paling dominan. Penelitian ini melibatkan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Untuk kelompok eksperimen dilakukan dengan menggunakan digital archiving model sedangkan pada kelompok kontrol dilakukann menggunakan model konvensional. Penelitian ini dilakukan pada setiap unit kerja di lingkungan Undiksha yang memiliki pengelolaan arsip. 1. Populasi Penelitian Populasi (universe) adalah keseluruhan objek dalam penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah semua SDM Pengelola Kearsipan di lingkungan Undiksha. Tabel 1 Distribusi Jumlah Pengelola Kearsipan NO Kelas Populasi Rincian Jumlah 1 Rektorat 6 Bagian x 3 Orang 18 SDM 2 Fakultas 8 Fak x 3 Orang 24 SDM 3 Lembaga 2 Lbg x 3 Orang 6 SDM 4 Unit-Unit Lain 6 Unit x 1 Orang 6 SDM JUMLAH 22 Tempat 54 SDM 2. Sampel Sampel adalah Sebagian dari keseluruhan objek penelitian. Sampel akan diambil dari bagian populasi sebanyak setengah Populasi. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu teknik cluster random sampling dimana pemilihan sampel dilakukan dengan pemilihan sampel yang tidak berdasarkan pada individual namun lebih pada kelompok, daerah, atau kelompok subjek. Penentuan sampel dilakukan dengan cara acak, hal ini dikarenakan subjek penelitian dianggap memiliki kemampuan dan kesempatan yang sama dalam menjadi objek penelitian kelas kontrol atau kelas eksperimen. Cara yang digunakan dalam melakukan acak sampel yaitu: untuk Rektorat, Fakultas, Lembaga dan Unit di acak menjadi 2 kelompok yaitu kelompok eksperimen dan untuk kelompok kontrol. Variabel Penelitian Variabel adalah segala sesuatu yang ditetapkan sebagai bahan penelitian dimana dari variabel tersebut didapatkan informasi yang kemuadian ditarik suatu kesimpulan. Variabel yang diuji terdiri dari dua jenis yaitu variabel bebas dan variabel terikat. 1. Variabel Bebas (Variabel X) Penelitian ini menggunakan 2 variabel bebas yaitu digital archiving model untuk kelompok eksperimen dan konvensional model untuk kelompok kontrol. 2. Variabel Terikat (Variabel Y) Penelitian ini menyelidiki 1 variabel terikat yaitu Kinerja SDM Pengelola Kearsipan. 3. Variabel Kontrol (Variabel Z) Penelitian ini menggunakan variabel control untuk membandingkan kondisi variable bebasTeknik Analisis Data Rancangan Penelitian Peneliti ini akan menggunakan desain penelitian eksperimen Posttest Only Control Group Design. Rencana yang akan dilakukan ini hanya akan memperoleh perbedaan kinerja dalam Pengelolaan arsip pada eksperimen dan kelas kontrol. Maka dari itu hanya menggunakan Post-test. Keterangan : X1 = Perlakuan dengan digital archiving model X2 = Perlakuan dengan konvensional model O1 = Kinerja kelompok eksperimen O2 = Kinerja kelompok kontrol Prosedur Penelitian Pelaksanaan Penelitian ini dilakukan dalam 3 tahapan yaitu : 1. Tahap Persiapan Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah : a) Melakukan observasi terkait penelitian yang akan dilakukan. b) Menetapkan populasi penelitian yaitu di Lingkungan Undiksha c) Melakukan pengundian untuk menentukan kelompok kelas eksperimen dan kelompok kelas kontrol. d) Menyusun borang dan instrumen penilaian kearsipan. e) Melakukan uji coba instrumen penelitian. 2. Tahap Pelaksanaan Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah : a) Melakukan kegiatan pengarsipan dengan Perlakuan dengan digital archiving model dan Perlakuan dengan konvensional model b) Melakukan post-test pada kedua kelompok 3. Tahap Akhir Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah : a) Menganalisis data hasil penelitian. Hasil data yang sudah dianalisis kemudian dikaitkan ke teori dan penelitian yang sudah ada, sehingga dapat menghasilkan suatu kesimpulan. b) Melakukan uji hipotesis. Hipotesis Penelitian Dalam penelitian ini peneliti memberikan dugaan sementara bahwa digital archiving model memberikan pengaruh besar terhadap Kinerja Kearsipan di lingkungan Undiksha, mengingat kemudahan dan kecendrungan di era sekarang ini bahwa transformasi informasi dan data serta dokumen kebanyakan menggunakan soft file. Instrumen Penelitian Jenis instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa instrumen penilaian terhadap hasil kerja pengarsipan dengan model yang digunakan mengacu kepada Perka Anri No. 7 Tahun 2013 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Pemilihan Lembaga Kearsipan Daerah Teladan. Pengambilan data dari sumber data menggunakan beberapa metode, antara lain menggunakan kuisioner dengan skala liket dan angket, sedangkan data nanti akan menggunkan aplikasi SPSS untuk analisisnya. Teknik Analisis Data 1. Uji Normalitas sebaran data yaitu uji normalitas sebaran data digunakan untuk mengetahui apakah data dalam suatu kelompok sampel yang digunakan berasal dari populasi normal atau tidak. 2. Uji Homogenitas Varians yaitu uji homogenitas bertujuan untuk menunjukkan apakah dua buah data sampel berasal dari populasi yang memiliki varians yang sama 3. Uji Hipotesis yaitu uji hipotesis merupakan pengujian yang menguji seberapa berpengaruh variabel X dan variabel Y yang hendak di uji. 4. Uji dan analisis data kuantitatif adalah sebuah metode penelitian dengan objek berupa data yang bentuknya numerik atau angka. Rata-rata (mean) ̅ ̅ atau ̅ dimana Keterangan: ̅ = rata-rata; X = nilai data n = banyak data; atau rumus mean untuk data kelompok ̅ dimana keterangan: ̅ = rata-rata; = nilai data = nilai tengah Nilai (median) atau pada data kelompok ( ) dimana keterangan b=batas bawah kelas median, ialah kelas dimana median akan terletak; p=panjang kelas median; n=banyak data; F=jumlah semua frekuensi dengan tanda kelas lebih kecil dari tanda kelas median; =frekuensi kelas median. Nilai (modus) ( ) dimana keterangan b=batas kelas interval dengan frekuensi terbanyak,; p=panjang kelas interval; = frekuensi pad akelas modus (rekuensi pad akelas interval terbanyak) dikurangi frekuensi kelas interval sebelumnya; = frekuensi kelas modus dikurangi kelas interval berikutnya. Nilai (varian populasi) dan nilai (varian sampel) ̅ (Rumus Varians untuk populasi) √ ̅ (Rumus standard deviasi untuk populasi) ̅ (Rumus Varians untuk sampel) √ ̅ (Rumus standard deviasi untuk sampel) dimana: ̅ = rata-rata; n = banyak data; = nilai tengah Penyusunan dan Penyampaian Instrumen Penelitian Dalam menyusun intstrumen dibuat berdasarkan jenis variable yang dibuat yaitu variabel independen, dependen dan control. Variable tersebut disusun berdasarkan dimensi dan indikator yang menjadi skala dalam kuisioner nantinya. Instrumen tersebut disusun dalam bentuk kuis yang nantinya disampaikan kepada responden melalui google form yang dilengkapi dengan panduan dan animasi dalam menjelaskan pertanyaan yang dimaksud dalam kuis. Dalam menjaring data tersebut peneliti menyebar kuisioner dengan link google form yang disampaikan lewat individual whatsapp maupun group whatsapp. Link tersebut yaitu https://forms.gle/FRKoiu8FMkzKJhdN8 yang dapat diakses melalui media on line.

Result

Hasil Analisa Frekuensi Demografi Responden Dari tabel dan grafik di bawah ini dapat dijelaskan bahwa Responden Pegawai mendominasi isian kuisioner sebesar 60% (enam puluh persen), ini sesuai point 4.1 uraian nomor 2, karena Pegawai mempunyai pengaruh besar terhadap pelaksanaan/pengelolaan Digital Archive terhadap kinerja kearsipan. Tabel 2. Analisa Frekuensi Demografi Responden NO Responden Instansi Model Jumlah Data Persentase 1 Dosen Undiksha Kuisioner 2 3.92% 2 Pegawai Undiksha Kuisioner 48 94.12% 3 Pengelola Keuangan Undiksha Kuisioner 1 1.96% 4 Lainnya Undiksha Kuisioner 0 0% TOTAL 51 100% Gambar Grafik Analisa Frekuensi Demografi Responden Analisa Deskriptif Tanggapan Responden Dari tabel dan grafik di bawah ini dapat dijelaskan bahwa Responden pemahamannya sesuai hasil analisa deskriptif yang dapat disampaikan sebagai berikut:. 1. Variabel Independen. a. Archive (Arsip) dari 3 (tiga) dimensi yang digunakan untuk mengukur pengaruhnya terhadap Kinerja Kearsipan yang diantaranya proses kearsipan, sarana kearsipan, serta aturan kearsipan sesuai kuisioner di atas maka dapat ditunjukan pada kuisioner nomor 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 yang analisa deskriptif tersebut sebagai berikut: Tabel Analisis Arsip terhadap Variabel Independen Gambar Grafik Analisis Arsip terhadap Variabel Independen Dari tabel dan grafik di atas dapat dijelaskan bahwa 66,45% menyatakan bahwa “setuju” arsip berpengaruh terhadap kinerja kearsipan, sehingga pelaksanaan kearsipan harus dilaksanakan dalam menunjang kinerja lembaga. b. Digital (arsip dalam bentuk file) dari 3 (tiga) dimensi yang digunakan untuk mengukur pengaruhnya terhadap kenerja kearsipan yang diantaranya Pengertian Digital, Alih Media, dan Sarana digital maka sesuai kuisioner di atas dapat ditunjukan pada kuisioner nomor 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18 maka dapat disampaikan analisa deskriptif tersebut sebagai berikut: Tabel Analisis Digital terhadap Variabel Independen Skala Interval ∑Kuis-no.1 ∑Kuis-no.2 ∑Kuis-no.3 ∑Kuis-no.4 ∑Kuis-no.5 ∑Kuis-no.6 ∑Kuis-no.7 ∑Kuis-no.8 ∑Kuis-no.9 Percent(%) Ŝkala 1 0-51 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0.44% Ŝkala 2 52-102 0 0 7 2 5 6 5 6 16 10.24% Ŝkala 3 103-153 1 1 14 4 11 6 8 6 8 12.85% Ŝkala 4 154-204 43 46 24 40 32 33 28 35 24 66.45% Ŝkala 5 205-255 7 4 6 5 3 6 9 3 3 10.02% Skala Interval ∑Kuis-no.10 ∑Kuis-no.11 ∑Kuis-no.12 ∑Kuis-no.13 ∑Kuis-no.14 ∑Kuis-no.15 ∑Kuis-no.16 ∑Kuis-no.17 ∑Kuis-no.18 Percent(%) Ŝkala 1 0-51 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0.00% Ŝkala 2 52-102 4 11 9 0 3 4 0 0 1 6.97% Ŝkala 3 103-153 6 6 14 2 12 9 2 6 3 13.07% Ŝkala 4 154-204 35 33 27 36 34 35 34 32 37 66.01% Ŝkala 5 205-255 6 1 1 13 2 3 15 13 10 13.94% Gambar Grafik Analisis Digital terhadap Variabel Independen Dari tabel dan grafik di atas dapat dijelaskan bahwa hampir 66,01% menyatakan bahwa “setuju” Penggunaan model digital (dalam bentuk file) berpengaruh terhadap kinerja kearsipan, sehingga perencanaan pelaksanaan/penggunaan model arsip digital yang dapat menunjang kinerja kearsipan sekaligus kinerja lembaga. c. Penerapan Arsip dengan Sistem IT Dari 3 (tiga) dimensi yang digunakan untuk mengukur pengaruhnya terhadap kinerja kearsipan yang diantaranya adanya sistem kearsipan, alur kera sistem/panduan sistem dan output sistem, maka sesuai kuisioner di atas dapat ditunjukan pada kuisioner nomor 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25, 26, 27 maka dapat disampaikan analisa deskriptif tersebut sebagai berikut: Tabel Analisis Arsip Sistem IT terhadap Variabel Independen Gambar Grafik Analisis Arsip Sistem IT terhadap Variabel Independen Dari tabel dan grafik di atas dapat dijelaskan bahwa hampir 72,55% menyatakan bahwa “ingin” pengelolaan arsip dengan sistem IT berpengaruh terhadap kinerja kearsipan, sehingga IT harus menjadi prioritas dalam mengelola arsip sehingga kearsipan dapat meningkat. 2. Variabel Dependen a. Kinerja yaitu dimensi yang digunakan untuk mengukur kinerja yaitu Fungsi, Tugas, Jabatan dan Kewenangan SDM serta SDM Pencipta Arsip yang menjadi kunci pokok dalam pengelolaan arsip dan pada kuisioner nomor 28, 29, 30, 31, 32, 33, 34, 35 dan 36 itu dapat disampaikan analisa deskriptif tersebut sebagai berikut: Tabel Anlisis Kinerja terhadap Variabel Dependen Gambar Grafik Analisis Kinerja terhadap Variabel Dependen Dari tabel dan grafik di atas dapat dijelaskan bahwa hampir 48,37% menyatakan bahwa “memahami/tahu” antara jabatan, kewenangan serta rincian tugas dari pengolah arsip sesuai dengan tugas dan fungsinya serta jabatan dan kewenangannya. b. Kearsipan yaitu dimensi yang digunakan untuk mengukur kearsipan yaitu pengertian kearsipan, pengelolaan kearsipan, pengelolaan IT, maka penjaringan data tersebut dicari melalui kuisioner yang ditunjukan pada kuisioner nomor 37, 38, 39, 40, 41, 42, 43, 44 dan 45 maka dapat disampaikan analisa deskriptif tersebut sebagai berikut: Tabel Analisis Kearsipan terhadap Variabel Dependen Gambar Grafik Analisis Kearsipan terhadap Variabel Dependen Dari tabel dan grafik di atas dapat dijelaskan bahwa hampir 77,78% dari pengertian kearsipan secara teoritis yang telah disampaikan melalui kuisioner menyatakan mengetahui serta memahami teori serta aturan tersebut sehingga dapat disampaikan secara teori bahwa responden sebagian besar mengetahui pengertian terkait kearsipan. 3. Variabel Kontrol Dalam mengukur variable control (arsip konvensinal) sebagai alat pengukur pembanding untuk variable independen (arsip digital) dimensi yang digunakan mengukur variabel control ini adalah Prasarana pengarsipan, Sarana pengarsipan dan Perlakuan pengarsipan, sehingga dari tiga dimensi tersebut maka dapat ditunjukan oleh kusioner dengan nomor 46, 47, 48, 49, 50, 51, 52, 53, dan 54. Dan penjaringan data tersebut menghasilkan tabel dan grafik berikut ini. Tabel Analisis Arsip Konvensional terhadap Variabel Dependen Gambar Grafik Analisis Arsip Konvensional terhadap Variabel Dependen Dari tabel dan grafik di atas maka dapat dijelaskan terkait deskripsi arsip konvensional sebagai alat ukur dalam menilai arsip digital dalam pengaruh kinerja kearsipan adalah sebesar 57,08% menyatakan berpengaruh dan dapat menunjang kinerja kearsipan.

Discussion

Dari analisis hasil responden di atas maka dapat disampaikan hasil penelitian yang dilakukan dalam meneliti pengaruh arsip digital terhadap kinerja kearsipan di Universitas Pendidikan Ganesha adalah sebagai berikut: 1. Pengaruh arsip digital adalah variabel bebas (independen variable) yang dapat mempengaruhi variabel terikat (dependen variable) yaitu kinerja kearsipan. 2. Sebagai variabel control (control variable) adalah arsip secara konvensional yaitu peneliti menggunakan penerapan arsip konvensional untuk mengukur pengaruh arsip digital terhadap kinerja kearsipan. 3. Secara tabel dan grafis dapat disampaikan variabel-variabel tersebut yang mempengaruhi kinerja kearsipan sebagai berikut: a. Pengaruh variabel bebas (independen variable) terhadap variabel terikat (dependen variable) (Pengaruh arsip digital terhadap kinerja kearsipan) Tabel Variabel Independen terhadap Kinerja Kearsipan Gambar Grafik Variabel Independen terhadap Kinerja Kearsipan b. Pengaruh variabel kontrol (control variable) terhadap variabel terikat (dependen variable) (Pengaruh Arsip Konvensional terhadap Kinerja Kearsipan) Tabel Variabel Kontrol terhadap Kinerja Kearsipan Gambar Grafik Variabel Kontrol terhadap Validitas Realissai Anggaran Dari hasil di atas menunjukan bahwa variabel bebas maupun variabel control samasama memberikan pengaruh terhadap kinerja kearsipan namun dari data yang terlihat bahwa terdapat perbedaan data yang menunjukan bahwa sebesar 0,15% menyatakan Digital Archive sangat tidak berpengaruh terhadap kinerja kearsipan, 6,83% menyatakan Digital Archive tidak berpengaruh terhadap kinerja kearsipan, 12,49% menyatakan Digital Archive kurang berpengaruh terhadap kinerja kearsipan, 68,34% menyatakan Digital Archive berpengaruh terhadap kinerja kearsipan, serta 1,20% menyatakan Digital Archive sangat berpengaruh terhadap kinerja kearsipan. Sedangkan sebesar 1.09% menyatakan Convensional Archive sangat tidak berpengaruh terhadap kinerja kearsipan, 18,95% menyatakan Convensional Archive tidak berpengaruh terhadap kinerja kearsipan, 15,03% menyatakan Convensional Archive kurang berpengaruh terhadap kinerja kearsipan, 57,08% menyatakan Convensional Archive berpengaruh terhadap kinerja kearsipan, serta 7,84% menyatakan Convensional Archive sangat berpengaruh terhadap kinerja kearsipan Dari pernyataan di atas maka dapat didapat hasil penelitian bahwa arsip digital mempunyai pengaruh baik (+) yang signifikan terhadap kinerja kearsipan sedangkan arsip konvensional mempunyai pengaruh buruk (-) terhadap kinerja kearsipan di Universitas Pendidikan Ganesha.

Conclusion

Kondisi demografi responden sangat mempengaruhi data hasil penelitian, melalui kuisioner sehingga perlu dilakukan observasi secara rutin dan bekelanjutan apakah benar atau tidak benar hasil yang didapatkan dan sangat berdampak antara variabel bebas dengan variabel kontrol yang digunakan terhadap variabel terikat yang ingin dicari hasilnya. Hasil akhir menunjukan bahwa Digital Archive berpengaruh terhadap kinerja kearsipan di Universitas Pendidikan Ganesha dengan menggunakan arsip konvesional sebagai pembandingnya. Dalam mengembangkan pengelolaan arsip yang dapat diterima oleh setiap lini dan mengikuti perkembangan teknologi informasi maka arsip digital sangat bagus dikembangkan agar pengelolaan lebih mudah dan dapat dilakukan yang tidak terbatas waktu dan tempat. Untuk kearsipan yang lebih mudah maka Digital Archive Model adalah pilihan yang tepat dan perlu dikembangkan lebih lanjut.