Implementasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka: Perpustakaan yang Efisien dan Aman Berbasis Teknologi Informasi
Universitas Lambung Mangkurat
Abstrak
Teknologi informasi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan suatu program. Teknologi informasi dapat digunakan sebagai sarana potensial yang dapat mendukung Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, mengingat Akses perpustakaan sangat diperlukan terhadap sumber informasi yang multidisiplin subjek, multiformat, pencarian terpadu, koleksi lokal, nasional dan internasional serta layanan lanjutan yang dibutuhkan oleh pemakainya terutama mahasiswa yang belajar di luar kampusnya melalui tahapan sosialisasi, edukasi dan evaluasi untuk mencapai keberhasilan Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Penelitian dilakukan pada objek yang alamiah. Objek alamiah ialah objek yang berkembang apa adanya, tidak dimanipulasi oleh peneliti dan kehadiran peneliti tidak mempengaruhi dinamika pada objek tersebut. Dalam penelitian kualitatif instrumennya adalah orang atau human instrument, yaitu peneliti itu sendiri. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih luas dan mendalam terhadap situasi sosial yang diteliti, maka teknik pengumpulan data bersifat trianggulasi, yaitu menggunakan berbagai teknik pengumpulan data secara gabungan/simultan.
Abstract
Information technology is one of the factors that affect the success of a program. Information technology can be used as a potential tool that can support the Merdeka Learning Program for the Independent Campus, considering that library access is very necessary to information sources that are multidisciplinary subjects, multiformat, integrated search, local, national and international collections as well as advanced services needed by its users, especially students who study outside their campus through the stages of socialization, education and evaluation to achieve the success of Merdeka Learning Merdeka Campus. The research used in this research is qualitative. Research conducted on natural objects. A natural object is an object that develops as it is, is not manipulated by the researcher and the presence of the researcher does not affect the dynamics on the object. In qualitative research the instrument is a person or human instrument, that is, the researcher himself. To gain a broader and deeper understanding of the social situation under study.
Keywords:
Library
· Information Technology
· Independent Learning Independent Campus
Introduction
I.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi berkembang pesat dan menjadi trend masa kini. Kemudahan dan aksesbilitas cepat yang ditawarkan teknologi informasi menarik minat sebagian besar masyarakat untuk menjadi pengguna teknologi informasi lebih memudahkan kita menemukan informasi dengan cepat dan efisien. Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara professional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi bagi para pemustaka (Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan Pasal 1 ayat 1). Kebijakan merdeka belajar menjadi salah satu isu yang ramai didiskusikan di dunia pendidikan, konsep yang menyuarakan adanya kemerdekaan dalam belajar ini dilakukan dalam upaya mempersiapkan mahasiswa lulusan perguruan tinggi baik negeri maupun swasta agar dapat menghadapi perkembangan zaman serta perubahan yang terjadi sangat cepat.(Tutimarjan, 2021). Konsep Merdeka Belajar adalah mengembalikan sistem pendidikan nasional kepada esensi undang-undang untuk memberikan kemerdekaan kampus menginterpretasi kompetensi dasar kurikulum menjadi penilaian mereka. (Sekretariat GTK, 2020). Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2020:5), merdeka belajar adalah memberikan kebebasan dan otonomi kepada lembaga pendidikan dan merdeka dari birokratisasi, dosen dibebaskan dari birokrasi yang berbelit serta mahasiswa diberikan kebebasan untuk memilih bidang yang mereka sukai. Adanya konsep belajar merdeka tentunya bertujuan untuk memberikan keleluasaan kepada mahasiswa untuk belajar diluar kampus. Konsep tersebut terus dikembangkangkan oleh Kemendikbud sebagai upaya untuk mendapatkan calon pemimpin masa depan yang berkualitas. Perpustakaan sebagai salah satu unit Pelaksana Tugas perguruan tinggi seyogyanya dapat menjadi mitra strategis dalam mendukung program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Karena Perpustakaan tersebut memiliki semua syarat yang diperlukan, baik sarana maupun prasarana guna mencapai keberhasilan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Untuk mendukung program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Perpustakaan melakukan terobosan-terobosan salah satumya transpormasi perpustakaan digital dalam bentuk tramspormasi bahan perpustakaan tercetak dan analog ke format digital untuk kepentingan akses dan pelestarian. Fase perpustakaan saat ini bermacam macam salah satunya yaitu Digitization atau digitasi adalah proses merubahah sesuatu berbentuk non digital menjadi digital. Contoh: memindai dokumen kertas dan menyimpannya di hard drive computer sebagai dokumen digital. Teknologi informasi TI, atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Information technology (IT) adalah sebuah sarana serta prasarana (userware, software, dan hardware) metode maupun sistem untuk mengorganisasikan, mengirimkan, menafsirkan, menggunakan, mengolah, memperoleh, dan menyimpan suatu data dengan cara yang berarti Warsita (2008). Tujuan teknologi informasi ini ialah untuk membantu menyelesaikan, menciptakan kreatifitas, menambah efektifitas kerja, serta efisien waktu didalam membantu pekerjaan manusia. Fungsi dari Teknologi Informasi ada enam yaitu menangkap (capture), mengubah (procesing), menyimpan (stronge), mencari Kembali (retrieval), mentransmisi (transmission) (Leon A. Abdilah, 2020). 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang diuraikan di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan teknologi informasi untuk mendukung keberhasilan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka. 1.3 Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk membantu menyelesaikan, menciptakan kreatifitas, menambah efektivitas kerja, serta efisien dan aman berbasis teknologi informasi di perpustakaan. 1.4 Manfaat Penelitian Memberikan kemudahan di perpustakaan dalam membantu menyelesaikan, menciptakan kreatifitas, menambah efektivitas kerja, serta efisien dan aman berbasis teknologi informasi melalui akses, multidisiplin subjek, multiformat, pencarian terpadu, koleksi lokal, nasional dan internasional serta layanan lanjutan yang dibutuhkan oleh pemakainya dalam implementasi program merdeka belajar kampus merdeka. II. TINJAUAN PUSTAKA Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara professional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi bagi para pemustaka (Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan Pasal 1 ayat 1). Konsep Merdeka Belajar adalah mengembalikan sistem pendidikan nasional kepada esensi undang-undang untuk memberikan kemerdekaan kampus menginterpretasi kompetensi dasar kurikulum menjadi penilaian mereka. (Sekretariat GTK, 2020). Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2020:5), merdeka belajar adalah memberikan kebebasan dan otonomi kepada lembaga pendidikan dan merdeka dari birokratisasi, dosen dibebaskan dari birokrasi yang berbelit serta mahasiswa diberikan kebebasan untuk memilih bidang yang mereka sukai. Perpustakaan sebagai salah satu unit Pelaksana Tugas perguruan tinggi seyogyanya dapat menjadi mitra strategis dalam mendukung program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Karena Perpustakaan tersebut memiliki semua syarat yang diperlukan, baik sarana maupun prasarana guna mencapai keberhasilan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Implementasi Kurikulum MBKM sesuai dengan Permendikbud No.3 Tahun 2020 Pasal 15 ayat 1 dapat dilakukan di dalam program studi dan di luar program studi melalui program pertukaran mahsiswa, pengenalan lingkungan persekolah (Guru penggerak daerah terpencil), magang usaha, KKN tematik (Edukasi literasi digital), dan bhakti sosial. Terwujudnya program MBKM jadi tantangan serta kesempatan tertentu untuk UPT. Perpustakaan Universitas Lambung Mangkurat buat bawa angin pergantian untuk kualitas Pembelajaran. MBMK membagikan ruang seluas- luasnya buat tumbuh, tetapi implementasinya tidak dipungkiri tidaklah perihal yang gampang untuk UPT. Perpustakaan Universitas Lambung Mangkurat. Paling tidak perguruan tinggi wajib bekerja sama dengan bermacam elemen, baik dari dalam ataupun dari luar, dari dalam sinergi perpustakaan sebagai bagian dari perguruan tinggi harus mendukung program dari visi dan misi perguruan tinggi tersebut. Perpustakaan Universitas Lambung Mangkurat kini berumur 64 tahun pada 2022 ini dengan perjalanan yang banyak pengalaman dan keunggulan dalam lingkungan lahan basah. Sebagai perpustakaan Universitas tertua di Kalimantan perpustakaan ULM berusaha berkontribusi dalam menyiapkan generasi sebagai manusia yang kompeten demi kemajuan daerah pada khususnya dan indonesia pada umumnya untuk semakin maju sesuai visi dan misi perpustakaan ULM yaitu menjadi perpustakaan terkemuka. terutama di bidang lingkungan lahan basah. Buat mengapai tujuan itu dan sesuai dengan Visi Misi Perpustakaan ULM, sehingga Perpustakaan ULM berupaya kuat dan ikut serta dalam upaya mempersiapkan generasi muda yang mempunyai keahlian serta kompeten dibidangnya. Implementasi program MBKM ialah sesuatu program yang diyakini bisa menunjang pengembangan ULM selaku institusi pendidikan dan pengajaran di universitas terkemuka dan berdaya saing di bidang lingkungan lahan basah. Selanjutnya sebagai responsive dan menyertai strategi pemimpin khususnya MBKM, Perpustakaan juga mencermati pandemic corona virus 2019 yang menyerang dunia dan Indonesia. Guna meminimalisir akibat negatif terhadap kesehatan yang diakibatkannya, perpustakaan ULM berupaya mulai merubah pola dan skema pelayanan dari bentuk lazim (bertemu langsung) menjadi online (dunia internet). Sejalan dengan migrasi digital akibat pandemic covid-19 sejak 2 tahun lalu, pustakawan di berbagai jenis perpustakaan telah menemukan kenyataan bahwa kebutuhan koleksi perpustakaan telah bergeser secara dramatis kearah digital dalam hal aksesibilitas dan keterjangkauan karena mobilitas masyaraakat terbatas. Ini mendorong pustakawan untuk menyamakan kebutuhan akademisi dan penelitian guna memastikan pengetahuan mudah ditemukan dan diakses oleh semua, konten Open Access telah mendapatkan daya tarik yang signifikan. Perpustakaan ULM bekerja keras melaksanakan transformasi informasi serta merealisasikan perpustakaan ULM sebagai perpustakaan pilihan atau rujukan. Peluang dan tantangan di Era Revolusi Industri 4.0 dimana literasi, transformasi digital, dan distrupsi pasar kerja menuntut soft-skill yaitu pemecahan masalah berpikir kritis, kreatifitas, manajemen SDM kemampuan berkoordinasi, kemampuan emosional, pengambilan keputusan, berorientasi pelayanan negosiasi dan berpikir cepat dan adaftif. Masa depan butuh keahlian tinggi dan spesifik.
Method
3.1 Kerangka Berpikir E-resources Perpustakaan & MBKM 3.2 Metode Penelitian Pendekatan penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Metode ini disebut juga sebagai metode artistik, karena proses penelitian lebih bersifat seni (kurang terpola), dan disebut sebagai metode interpretive karena data hasil penelitian lebih berkenaan dengan interpretasi terhadap data yang ditentukan dilapangan. Metode Peneltian kualitatif disebut juga metode penelitian naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah (natural setting) disebut juga sebagai metode etnografi, karena pada awalnya metode ini lebih banyak digunakan untuk penelitian bidang antropologi budaya disebut sebagai metode kualitatif karena data yang terkumpul dan analisisnya lebih bersifat kualitatif. Sugiyono (2022) Penelitian dilakukan pada objek yang alamiah. Objek alamiah ialah objek yang berkembang apa adanya, tidak dimanipulasi oleh peneliti dan kehadiran peneliti tidak mempengaruhi dinamika pada objek tersebut. Dalam penelitian kualitatif instrumennya adalah orang atau human instrument, yaitu peneliti itu sendiri. Untuk dapat menjadi instrument, maka peneliti harus memiliki bekal teori dan wawasan yang luas, sehingga mampu bertanya, menganalisis, memotret, dan menkonstruksi situasi sosial yang diteliti menjadi lebih jelas dan bermakna. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih luas dan mendalam terhadap situasi sosial yang diteliti, maka teknik pengumpulan data bersifat trianggulasi, yaitu menggunakan berbagai teknik pengumpulan data secara gabungan/simultan. Analisis data yang dilakukan bersifat indiktif berdasarkan fakta-fakta yang dilakukan dilapangan dan kemudian dikonstruksikan menjadi hipotesis atau teori. Metode kualitatif digunakan untuk mendapatkan data yang mendalam, suatu data yang mengandung makna. Makna ialah data yang sebenarnya, data yang pasti yang merupakan suatu nilai di balik data yang tampak. Oleh karena itu dalam peneltian kualitatif tidak menekankan pada generalisasi, tetapi lebih menekankan pada makna. Sugiyono (2022). 3.3 Lokasi Peneltian Adapun yang menjadi tempat penelitian yaitu pada Universitas Lambung Mangkurat, yang berlokasi di Unit Pelaksana Teknis UPT Perpustakaan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin beralamat Jalan Brigjend H.Hasan Basry Kayu Tangi Banjarmasin Utara
Result & Discussion
4.1 Analisis Transpormasi digital perpustakaan Teknologi informasi memiliki prinsip yang disebut dengan High-Tech-High-Touch. High-Tech kurang lebih memiliki makna perkembangan teknologi atau inovasi-inovasi terbaru yang dicapai oleh manusia dan membantu setiap kegiatan manusia dalam kehidupan sehari-harinya, istilah lainnya suatu hal yang dari hari-ke hari terus berkembang dari yang awalnya Cuma sekedar alat, berubah menjadi sesuatu yang tak terhindarkan pada kehidupan manusia dan juga saling memberikan pengaruh. Fungsi teknologi informasi adalah 1. Mengolah (Processing) Fungsi ini menggabungkan konversi, analisis, komputasi, dan pembuatan semua bentuk data, informasi, pengolah data, pengolah gambar dan media. Dan setelah menangkap data , sistem juga harus mengatur ulang data yang berdasarkan pada apayang user ingin dicari mengenai informasi tersebut. 2. Mentransmisi (Transmission) Merupakan proses di mana informasi yangb sudah terkumpul, lalu akan disebarkan ke pengguna lain melaluin jaringan komunikasi. 3. Menangkap (Capture) Merupakan proses pengumpulan data, untuk apa datanya dikumpulkan. 4. Mencari Kembali dan menyimpan (Retrival/Storage)) Merupakan proses penguat data untuk disimpan di masa yang akan datang. 5. Menghasilkan (Generating) Merupakan proses di mana informasi yang sudah selanjutnya akan masih dan di organisasi ke dalam bentuk lain yang lebih bermanfaat, apakah sebagai angka, teks, suara, video atau gambar. Dalle (2020). Di zaman modern sekarang ini, Inovasi dalam bidang informasi dan komunikasi secara mendasar sudah berubah menjadi sesuatu yang sangat diperlukan dalam kemajuan masyarakat. Hal ini dikarenakan kita perlu untuk hidup di dunia yang tidak terisolasi dan juga saling terhubung antar sesama. Sehingga, keberadaan teknologi informasi pun menjadi bagian yang cukup penting dalam pemenuhan kebutuhan tersebut. Teknologi informasi mengalami perkembangan secara cepat, dengan kemudahannya, banyak masyarakat khususnya mahasiswa menggunakan untuk menupload dan memakai buku digital (e book) sebagai bahan pembelajaran ketimbang membeli buku di Gramedia atau meminjam bahan Pustaka yang terdapat diperpustakaan. Sebab ini merupakan menjadi tantangan perpustakaan untuk menyesuaikan dengan teknologi yang baru dan cepat supaya tidak ketinggalan oleh pemustakanya. Tugas perpustakaan khususnya di era sekarang ini perlu inovasi diberbagai kegiatan, bukan cuma sebagai tempat untuk aktifitas membaca dan meminjam buku saja, tetapi digunakan untuk bermacam aktivitas untuk menunjang pembelajaran. Agar tujuan tersebut dapat terlaksana maka harus seiring dengan Visi Misi Perpustakaan ULM, Perpustakaan ULM perlu melakukan perubahan dan punya andil dalam usaha mempersiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi dan dapat bersaing dengan universitas lainnya. Implementasi program MBKM merupakan suatu program yang diyakini sangat menunjang perkembangan ULM sebagai institusi yang melaksanakan tri dharma perguruan tinggi. Selain sebagai responsive serta menyertai aturan yang dibuat pemerintah khusunya MBKM, Perpustakaan juga mengamati pandemik corona virus 2019 yang mewabah di dunia dan indonesia. Untuk meminimalisir akibat negative kepada kesehatan yang ditimbulkan, merubah pola dan skema pelayanan dari bentuk lazim (bertemu langsung) menjadi online (dunia internet). 4.2 Resources Perpustakaan Universitas Lambung Mangkurat dan implementasi MKBM Akses 24/7 Peran strategi e-resources membutuhkan dukungan SDM yang memiliki kompetensi terhadap pengelolaan e-resources. Keberadaan SDM menjadi sangat penting mengingat sering kali pengadaan atau pengembangan e-resouces tidak diikuti dengan peningkatan kemampuan SDM dalam pengelolaan dan pemanfaatan e-resources itu sendiri. Hal ini membawa dampak pada permasalahan minimnya sosialisasi dan pemanfaatan e-resources bagi pemustaka. Untuk itu pengetahuan dan keterampilan SDM perpustakaan terhadap e resources yang dimiliki perpustakaan menjadi penting, karena perpustakaan memberikan pelayanan dua puluh empat jam untuk membantu apabila terjadi permasalahan akses oleh pemustaka. Memberikan pelayanan online 24 jam fasilitas perpustakaan digital dan internet memungkinkan perpustakaan diakses dan digunakan tanpa memandang waktu dan jarak. Hal ini akan menambah nilai pada perpustakaan yang bersangkutan. Peran strategis e-resources merupakan kegiatan atau aktivitas untuk membantu pemustaka menggunakan jurnal dll dalam hal mencari informasi yang dibutuhkan Rhoni (2017). Prosedur layanan e-resources perpustakaan ULM. Berdasarkan peraturan pemerintah nomor 24 tahun 2014 tentang pelaksanaan undang-undang nomor 43 tahun 2007 tentang layanan perpustakaan terbagi dua, yaitu layanan teknis dan layanan pemustaka. Layanan e-resources menurut standar layanan perpustakaan dan informasi bidang layanan koleksi umum Perpustakaan Nasional RI (2015). Layanan e-resources adalah layanan perpustakaan perpustakaan Universitas Lambung Mangkurat menyediakan koleksi perpustakaan berbentuk elektronik yang diakses melalui app.digilib.ulm.ac.id, pemustaka memasukkan nomor induk mahasiswa dan password. Multidisiplin Subjek Multidisplin adalah pendekatan yang bersifat integrative (terpadu) merupakan pendekatan suatu konsep dari suatu cabang ilmu atau tema yang bahannya di organisasi dari berbagai cabang ilmu sosial secara terpadu Yusrin (2018). Pertumbuhan teknologi serta perubahan dunia yang cepat sebanding dengan bermacam masalah yang ditimbulkannya. Permasalahan yang dialami dunia dikala ini merupakan permasalahan global yang membutuhkan penindakan yang tidak sama dengan yang sudah dicoba lebih dahulu. Permasalahan yang dialami dunia dikala ini ialah permasalahan yang bertabiat multi sektoral serta mempunyai hubungan satu dengan yang lain. Permasalahan yang lingkungan tersebut tidak lagi bisa diatasi cuma dengan memakai satu disiplin ataupun pendekatan saja, tetapi penggabungan bermacam disiplin ilmu. Multidisiplin sanggup menjangkau nyaris segala subjek pengetahuan. Akhirnya, peluang buat memperoleh pemecahan dari bermacam- macam kasus sosial lebih efisien. Secara khusus, pendekatan multidisiplin dapat diterapkan di Indonesia ke dalam kasus pengadaaan bahan pustaka secara digital. Multiformat Dokumen multiformat ialah salah satu wujud file yang ditaruh dalam komputer serta banyak dipakai oleh pengguna dikala ini. Tiap dokumen memiliki ciri masing-masing serta membutuhkan aplikasi yang berbeda buat tiap file dokumen. Tiap dokumen multiformat tiap- tiap memiliki ciri serta manfaat yang berbeda- beda, ada yang bermanfaat buat memanipulasi serta menaruh informasi text semacam : dokumen Microsoft word ( doc), adobe acrobat ( pdf), terdapat yang bermanfaat buat bentuk semacam html, terdapat yang berperan buat melaksanakan perhitungan semacam: Microsoft excel ( xls). Struktur masing-masing dokumen multiformat : a. Struktur dokumen Microsoft word Dokumen microsof word menggunakan format binary untuk file teksnya b. Struktur dokumen PDF Dokumen pdf memiliki empat bagian utama yaitu sebuah header, sebuah body, table referensi, dan sebuah trailer. c. Struktur dokumen Microsof Excel Dokumen microsof excel juga merupakan spreadsheet yang sangat popular dengan menggunakan format file yang disebut BIFF (binary file format) d. Struktur dokumen Microsoft Access Microsoft Acces merupakan suatu bentuk dokumen yang berbentuk database dan banyak digunakan oleh pengguna Microsoft office. Sebuah database access terdiri dari kumpulan objectobject. e. Struktur dokumen Html Struktur sebuah dokumen HTML pada dasarnya dibagi menjadi dua bagian besar yaitu: header dan body. Ahmad Hoirul (2005). Perpustakaan harus mempersiapkan bahan pustaka, saluran informasi dan pengetahuan kedalam multiformat sebagai informasi pengetahuan tersedia berbagai macam corak dan sumber informasi, sumber informasi serta pengetahuan tersaji selain dalam bentuk teks dan cetakan, ada bahan-bahan multi-media, digital hypertext, dan lain-lai. Perpustakaan juga perlu menyediakan akses ke semua sumber tersebut, termasuk juga pertemuan dan diskusi formal dan informal. Kebutuhan informasi dan pengetahuan mempunyai konteks. Nilai informasi dan pengetahuan ditetapkan untuk seberapa sejauh informasi dan pengetahuan yang tampilkan sejalan dengan konteks sipemakai. Pengadaan saluran informasi serta tahap dan jadwal kegiatan. Bentuk yang lain ialah mengikutsertakan pemustaka dalam kegiatan perpustakaan (Misal, menentukan keywords sebagai sumber, link ke dalam situs, dll). Sistem informasi memiliki tujuan diantaranya adalah suatu sistem informasi yang baik haruslah relevan agar dapat memperoleh hasil yang bagus dalam menentukan suatu ketetapan dalam suatu kegiatan. Seluruh komponen sistem informasi dan data-data, harus memberikan hasil yang bermanfaat sekurang-kurangnya sebanyak pengeluaran yang telah dilakukan. Pencarian Terpadu Pencarian koleksi dengan aplikasi katalog online atau OPAC (Online Public Access Catalogue) yang adalah aplikasi dari software digilib.ulm.ac.id sebagai alat pencarian koleksi yang terdapat di perpustakaan dan ulasan yang berhubungan hak pencarian penelusuran dari sisi administrator. Dengan pencarian terpadu mempermudah dan mempercepat pencarian koleksi diperpustakaan. Melalui katalog online digilib.ulm.ac.id ini, pengguna dapat melaksanakan pencarian memakai kata kunci : judul, pengarang, subjek dan topik dan lain-lain, bisa juga memilih jenis koleksi sesuai media dan prodi, pencarian ini hanya menampilkan katalog perpustakaan saja yang mana menunjukan tersedia atau tidaknya buku berbentuk fisik diperpustakaan. Bisa juga menggunakan penelusuran app.digilib.ulm.ac.id. Penelusuran dengan cara ini pemustaka bisa mendapatkan informasi dalam bentuk buku elektronik, Bagi administrator penelusuran informasi koleksi mempunyai hak akses kesemua informasi database karya ilmiah melalui menu katalog. Perubahan data, pengecikkan, mengupload karya ilmiah dan juga memiliki tugas terhadap data-data yang ada didalam server. Koleksi Lokal, Nasional, dan Internasional Koleksi Lokal Koleksi Lokal Content merupakan sumber pengetahuan yang dihasilkan oleh suatu lembaga atau institusi, perusahaan, daerah sampai dengan Negara. Local content meliputi koleksi local (local collection) dan literature klabu (grey literature). Koleksi local meliputi bahan pustaka tentang suatu topik yang sifatnya local. Koleksi lokal perpustakaan adalah koleksi yang tersedia dalam bentuk fisik buku dan dapat diperoleh langsung dalam perpustakaan terkait. Koleksi lokal adalah format koleksi buku konvensional yang secara umum diterapkan di sebagian perpustakaan di seluruh dunia. Pertiwi dkk (2018). Koleksi lokal di perpustakaan diharapkan merupakan koleksi sejarah suatu daerah untuk mengingatkan pemakai daerah tentang sejarah kebudayaan yang dimilikinya. Agar nantinya kaum muda saat ini dapat mengetahui mengenai sejarah yang pernah terjadi di daerahnya. Oleh karena itu diperlukan media sebagai alat mendokumentasikan kebudayaan tersebut supaya tersimpan dengan baik dan bisa bertahan lama, koleksi ini dapat menjadi sejarah bagi generasi selanjutnya. Tujuan diadakan koleksi lokal ialah sebagai bahan untuk menggali dan melestarikan kebudayaan yang dulu pernah berkembang di wilayannya kemudian ditulis kembali oleh masyarakat daerah tersebut, Oleh sebab itu adanya koleksi lokal juga untuk menambah koleksi diperpustakaan dan sebagai upaya pengembangan koleksi serta mendokumentasikan cerita yang berkaitan dengan daerah lokal. Koleksi Nasional Koleksi Nasional adalah semua karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam dalam berbagai media yang diterbitkan ataupun tidak diterbitkan, baik yang berada di dalam maupun di luar negeri yang dimiliki oleh perpustakaan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. UU No.43 (2007). Koleksi Internasional Koleksi Nasional adalah semua karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam dalam berbagai media yang diterbitkan ataupun tidak diterbitkan, baik yang berada di dalam maupun di luar negeri yang dimiliki oleh perpustakaan di seluruh dunia. UU No.43 (2007). Layanan Lanjutan Pelayanan prima atau juga dikenal dengan excellent service adalah upaya sebuah instansi, organisasi atau usaha untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para pelanggan. Tujuan dari pelayanan ini hanyalah satu, yaitu membuat pelanggan menjadi puas sehingga dapat meningkatkan aspek lainnya seperti kunjungan meningkat baik dating langsung ke perpustakaan maupun penelusuran menggunakan multimedia (komputer atau handphone) dll. Untuk memberikan pelayanan yang terbaik tidaklah mudah, terutama dengan variasi pemustaka yang ada saat ini. Akan tetapi, setiap perpustakaan dapat menghadirkan pelayanan prima ke dalam perpustakaan selama mengetahui konsep dan apa yang harus dilakukan. Berikut adalah tujuh konsep dasar pelayanan yang diperlukan dalam setiap perpustakaan : 1. Sikap 2. Perhatian 3. Tindakan 4. Kemampuan 5. Penampilan 6. Bertanggung Jawab 7. Simpati Setiap perpustakaan sebenarnya dapat menghadirkan pelayanan terbaik dalam layanannya. Dan cara-caranya pun tidak susah untuk diterapkan selama mengetahui prosedurnya. Berikut adalah beberapa tips dan cara mudah untuk bisa memberikan pelayanan prima dalam sebuah perpustakaan: 1. Memberikan sapaan ramah 2. Berikan batasan waktu pelayanan/waktu tunggu pelayanan 3. Responsif dan reaktif 4. Lakukan survey dan evaluasi terhadap layanan 5. Perhatikan penampilan 6. Kesediaan melayani 7. Pengetahuan dan keterampilan 8. Tepat waktu dan janji 9. Kejujuran dan kepercayaan 10. Efisien 11. Keterbukaan 12. Tidak rasial 13. Kesederhanaan Sosialisasi Sosialisasi Layanan Perpustakaan Layanan Katalogisasi Online Public Acces Catalog (OPAC) dan Layanan E resources 1. UPT Perpustakaan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin dan Pustakawan melakukan sosialisasi dan bimbingan pemakai untuk pemanfaatan layanan katalogisasi Online Public Acces Catalog (OPAC) dan Layanan e resource dalam berbagai kesempatan. 2. Sosialisasi dan bimbingan pemakai atau pemanfaatan layanan Katalogisasi dan Layanan Eresources dilaksanakan setiap tahun ajaran mahasiswa baru. Edukasi Penggunaan internet secara positif membuat hidup kita terasa lebih mudah dan simple. Internet memberi kita data, informasi dan pengetahuan yang berguna untuk pengembangan pribadi, sosial, ekonomi, dan selanjutnya terserah pada pribadi masing-masinguntuk memanfaatkan waktu di dunia web dengan cara yang produktif. Internet dapat digunakan untuk mendapatkan pendidikan, berkomunikasi, secara online, dapat juga digunakan untuk kegiatan lainnya. Lebih dari 40% populasi dunia terhubung ke internet setiap harinya. Hal ini dikarenakan kita terhubung dengan berbagai informasi dan fasilitas gaya hidup. Sejumlah besar populasi dunia tentunya terhubung ke internet melalui perangkat portable mereka setiap hari. Tentunya hal ini menyebabkan dari kita memulai hari setelah pemberitahuan dan email, yang berarti bahwa begitu kita bangun, kita telah di banjiri informasi dari berbagai sumber. Terkadang sulit untuk memprioritaskan dan memutuskan informasi mana yang berguna dan mana yang tidak. Menggunakan internet secara positif berarti kita dapat memutuskan apa yang penting untuk hari ini. Internet ialah lautan data dan informasi di mana sedikit penurunan dapat mempercepat dan mengubah gaya hidup kita. Itulah mengapa sangat penting dan menantang untuk menggunakan internet dalam perpustakaan dan tentunya dapat memberikan peluang baru baik bagi mahasiswa maupun dosen. Di dalam media komunikasi membantu menunjukkan mahasiswa ketika mencari keywords pada saat penelusuran. Komunikasi menunjukkan alur cepat mengarah situs bahan pustaka yang tersedia di katalog perpustakaan, Dengan kemudahan terhubung ke informasi tersebut tentunya dapat di manfaatkan pustakawan dalam menginformasikan perpustakaan. Evaluasi Evaluasi merupakan salah satu tingkatan dalam proses menentukan keberhasilan implementasi dari suatu kegiatan. Melalui kegiatan evaluasi kita dapat menilai suatu kebijakan atau program apakah berjalan dengan baik atau tidak. Evaluasi kegiatan dapat mencakup tentang isi, pelaksanaan dan dampak dari kegiatan. Makna dan Fungsi dari evaluasi kebijakan, bermuara pada tujuan antara lain menentukan tingkat kinerja suatu kegiatan, melalui evalusi maka dapat diketahui derajat pencapaian tujuan dan sasaran, mengukur tingkat efisiensi suatu kegiatan. Salah satu tujuan evaluasi ialah mengukur berapa besar dan kualitas pengeluaran atau output dari kegiatan, Mengukur dampak suatu kegiatan. Pada tahap lebih lanjut, evaluasi ditujukan untuk melihat dampak dari sutau kegiatan baik dampak positif maupun negatif, sebagai bahan pertimbangan untuk kegiatan yang akan datang. Tujuan akhir dari evaluasi adalah memberikan masukan bagi proses kegiatan ke depan agar lebih baik. 4.3 Luaran Yang Diharapkan Keberhasilan MBKM Dengan modal yang dimiliki, Perpustakaan Universitas Lambung Mangkurat berpotensi meningkatkan literasi informasi berbasis teknologi informasi untuk penguatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat. Salah satu modal yang dimiliki perpustakaan adalah sarana dan prasarana yang telah tersedia yaitu gedung General Building Digital Library yang dilengkapi peralatan yang modern.
Conclusion
Teknologi informasi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan suatu program. Teknologi informasi dapat digunakan sebagai sarana potensial yang dapat mendukung Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, mengingat Akses perpustakaan sangat diperlukan terhadap sumber informasi yang multidisiplin subjek, multiformat, pencarian terpadu, koleksi lokal, nasional dan internasional serta layanan lanjutan yang dibutuhkan oleh pemakainya terutama mahasiswa yang belajar di luar kampusnya melalui tahapan sosialisasi, edukasi dan evaluasi untuk mencapai keberhasilan Merdeka Belajar Kampus Merdeka.