STRATEGI PROMOSI PERPUSTAKAAN DI MASA PANDEMI COVID 19 MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL
Universitas Udayana; Universitas Udayana; Universitas Udayana
Abstract
The purpose of this study is to find out the strategy of library promotion during the Covid-19 pandemic using social media. The means of library promotion can be divided into two, namely means in printed form and means in electronic form. This type of research uses library research. The strategy is to determine the targets/targets of promotional activities, determine the promotional media to be used, plan concepts for promotional media, and disseminate promotional media on social media. Some social media that are often used such as: Instagram, Youtube, Facebook, Tiktok
Keywords:
library promotion
· promotion media
· pandemicCovid-19
Introduction
Pandemi Covid-19menyebar dengan cepat ke seluruh penjuru dunia. Tahun 2020 menjadi awal penyebaran virus tersebut di Indonesia. Dampak dari pandemi Covid-19merugikan semua bidang. Proses pemulihan yang dilakukan akan terhambat jika virus tersebut masih berada di sekitar dan terus bermutasi. Bidang pendidikan harus terus berlanjut ditengah pandemi Covid-19. Berbagai solusi dipertimbangkan untuk diterapkan selama pandemi agar kegiatan pembelajaran tidak terhambat. Pembelajaran secara daring menjadi solusi bagi bidang pendidikan untuk siswa dan mahasiswa, Work From Hom e (WFH)menjadi solusi bagi tenaga pendidik. Melaksanakan pembelajaran daring mengarahkan kita agar memaksimalkan penggunaan teknologi inf ormasi dan komunikasi. Berbeda dengan kegiatan pembelajaran, perpustakaan juga harus beradaptasi dengan pandemi tersebut. Karena perpustakaan menjadi tempat untuk temu kembali inf ormasi penggunaperpustakaan. Dalam Undang-Undang Nomor 43 tahun 2007 disebutkan perpustakaan merupakan institusi pengelola koleksi bahan pustaka untukmemenuhi kebutuhan inf ormasi dalam hal pendidikan, penelitian, pelestarian dan rekreas i para pengguna perpustakaan. Sebagian besar pengguna perpustakaan akan memanf aatkan koleksi perpustakaan pada ruang baca yang disediakan. Dan terdapat juga pengguna perpustakaan yang memilih untuk meminjam koleksi perpustakaan dalam jangka waktu tertentu. Hingga saat ini, sebagian perpustakaan mulai menyediakan layanan secara online melalui situs web atau aplikasi. Perpustakaan digital sudah mulai dikembangkan oleh perpustakaan namun tidak semua penggunanya memahami cara untuk mengaksesnya. Pada masa pandemi Covid-19, perpustakaan tidak dapat beroperasi seperti pada biasanya. Karena kita harus mengurangi interaksi secara langsung terhadap masyarakat untuk mencegah penyebaran virus dan adanya pembatasan jumlah pekerja dan jumlah kunjungan ke perpustakaan. Untuk itu perpustakaan sebagian besar memaksimalkan layanan perpustakaan digital agar penggunanya tetap bisa memanf aatkan layanan koleksi bahan pustaka. Untuk memaksimalkan layanan yang disediakan selama pandemi Covid-19, perpustakaan harus melaksanakan promosi perpustakaan. Tujuannya agar pengguna perpustakaan mengetahui jenis layanan dan koleksi yang disediakan. Promosi perpustakaan dapat dilakukan melalui media sosial agar inf ormasi yang dibagikan dapat menyebar kepada seluruh penggunanya.
Method
Jenis penelitian ini merupakan penelitian denganmenerapkanstudi kepustakaan atau library research. Studi kepustakaan adalah proses perolehandata dengan memanf aatkan sumber dari buku, literatur, catatan serta laporan penelitian yang sesuai (Nazir, 1998).
Result & Discussion
Strategi promosi dengan memanf aatkan media sosial harusmemperhatikan beberapa hal seperti: menentukan target/sasaran dari kegiatan promosi, menentukan media promosi yang akan dipilih, perencanaan konsep untuk media promosi, dan penyebaran media promosi pada media sosial. Pada beberapa media sosial dapat memanf aatkan strategi sebagai berikut:1)Instagramdan FacebookInstagramdan Facebookmemiliki kesamaan dapat membagikan gambar dan video dengan durasi tertentu. Promosi perpustakaan menggunakan Instagram danFacebookdapat dilakukan dengan membagikan gambar dan video yang berisi inf ormasi mengenai bahan pustaka terbaru, gambar dan video mengenai kegiatan yang diadakan di perpustakaan, berinteraksi dengan pemustaka mellaui kolom komentar atau membuat sesi tanya jawab pada Instagram.2)Tiktok dan YoutubeTiktokdan Youtube memiliki kesamaan menyebarkan inf romasi melalui video. Membuat konten video terkadang lebih sulit jika dibandingkan dengan gambar. Karena membuat konten video mengharuskan kita mengajak penonton untuk menyaksikan video yang dibagikan hingga selesai. Promosi perpustakaanmenggunakan Tiktok dan Youtube harus memikirkan dengan matang konsep seperti apa yang akan ditampilkan pada video
Conclusion
Berdasarkan pembahasan tersebutmaka dapat disimpulkanstrategi promosi menggunakan media sosial sebagai berikut:1)Memanf aatkan media sosial sebagai sarana promosi merupakan hal yang tepat di masa pandemi Covid-19.2)Media sosial yang dapat dimanf aatkan adalah Instagram, Facebook, Tiktok dan Youtube.3)Sebelum melakukan promosi perpustakaan melalui media sosial, harus mempertimbangkan sebab dan akibat yang akan terjadi