Kembali
16
1
2022 Jurnal Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan Vol 1 · 2 ISSN 2828-1772

ANALISIS LITERASI DIGITAL SISWA DI SMAN 3 KABUPATEN BENGKULU TENGAH PROVINSI BENGKULU

Universitas Bengkulu; Universitas Bengkulu; Universitas Bengkulu

Abstrak

Teknologi informasi dan komunikasi telah berkembang cepat sehingga kemampuan literasi digital sangat diperlukan terutama untuk anak yang berusia usia 13-17 tahun. Tujuan penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat literasi digital siswa di SMAN 3 Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. Jumlah sampel dalam penelitian adalah 86 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode probability sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tingkat literasi digital siswa pada dimensi teknologi (Techonological) memperoleh skor rata-rata 3,3 (tiga koma tiga) poin yang dikategorikan cukup baik. Kemudian, untuk dimensi kognitif (Cognitive) memperoleh skor rata-rata 3,5 (tiga koma lima) poin dikategorikan baik, dan dimensi etika (Ethical) memperoleh skor rata-rata 3,8 (tiga koma delapan) poin yang dikategorikan baik. Berdasarkan rekapitulasi hasil keseluruhan dapat dikatakan literasi digital siswa dikategorikan baik dengan score 3,5. Akan tetapi, terdapat beberapa indikator yang masuk dalam kategori kurang baik, yaitu indikator pada dimensi teknologi dan dimensi kognitif.

Abstract

Information and communication technology has developed rapidly so digital literacy skills are needed, especially for children aged 13-17 years. The purpose of this study was to determine the level of digital literacy of students at SMAN 3 Central Bengkulu Regency, Bengkulu Province. This research is descriptive quantitative research. The total of samples in the study was 86 people. The sampling technique used the probability sampling method. The results of this study indicate that the level of digital literacy of students in the technology dimension (Technological) obtains an average score of 3.3 (three-point three) points which is categorized as quite good. Then, for the cognitive dimension (Cognitive) an average score of 3.5 (three points five) points was classified as good, and the ethical dimension (Ethical) obtained an average score of 3.8 (three-point eight) points which was categorized as good. Based on the recapitulation of the overall results, it can be said that students' digital literacy is classified as good with a score of 3.5. However, several indicators fall into the poor category, namely indicators in the technological dimension and the cognitive dimension.
Keywords: Digital literacy · Students · Technology

Introduction

Kemajuan dunia teknologi telah memberi perubahan yang berarti bagi para siswa terutama kemudahan dalam mereka mengakses informasi, membagikan informasi, hingga bagaimana mereka dapat membangun relasi dengan dunia luar yang lebih luas. Namun dibalik sisi positif dari kemajuan era digitalisasi tidak dapat dipungkiri juga memberikan dampak negatif, hal tersebut salah satunya dapat dilihat dari semakin banyak permasalahan bahkan kasus yang terjadi dikalangan siswa seperti kasus cyberbullying, membagikan berita hoax, minimnya menjaga privasi di dunia maya dan permasalahan lainnya. Permasalahan-permasalahan seperti ini tidak terkecuali juga dialami oleh siswa di SMAN 3 Bengkulu Tengah, hal ini diketahui ketika peneliti pernah melakukan kegiatan (goes to school) di SMAN 3 Bengkulu Tengah para siswa menyampaikan bahwa masih sering mengambil informasi di internet tanpa melihat dari mana sumber informasi tersebut, dalam menjawab tugas-tugas sekolah siswa sering mencari informasi dari blogspot dan artikel-artikel, hal lain juga dilihat dari interaksi para siswa di sosial media, siswa masih minim terutama dalam menjaga privasi dan masih ada siswa yang ikut membagikan informasi yang tidak benar atau berita hoax. Oleh karena itu untuk menjawab tantangan dan permasalahan pada era ini dibutuhkannya pengetahuan dan kemampuan dalam literasi digital itu sendiri. McQuarrie (dalam Amalia, 2015:227) menyatakan bahwa literasi digital tidak hanya bagaimana kemampuan seseorang menggunakan teknologi digital, tetapi juga kemampuan untuk menggunakan teknologi digital dalam menemukan, mengatur, memahami, dan menganalisa informasi. Wheeler (2013:16) dalam tulisannya yang berjudul Digital Literacies For Engangement in Emerging Online Cultures, terdapat kemampuan utama yang harus dimiliki dalam literasi digital antara lain (social networking, transliteracy, maintaining privacy, managing digital identity ,creating content, organising and sharing content, reusing/repurposing, Filtering and selecting content, self broadcasting). Menurut Steve Wheeler, bahwa literasi digital tidak hanya kemampuan sebatas menggunakan media digital saja, tetapi lebih luas lagi bahwa literasi digital adalah bagaimana seseorang dapat melindungi privasi mereka ketika menggunakan media online, kemampuan secara efektif dalam memanfaatkan layanan jejaring sosial, memilih informasi yang benar dan dibutuhkan, berbagi ide yang menarik di media sosial dan media berbagi lainnya. Sehingga melihat pentingnya literasi digital pada era ini perlu untuk mengetahui lebih jauh sperti apa literasi digital siswa di SMAN 3 Bengkulu Tengah. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi evaluasi untuk merancang dan memperhatikan ke depannya bagaimana pemanfaatan yang lebih baik lagi dalam bidang teknologi digital agar dapat terwujudnya literasi digital yang lebih baik untuk para siswa. Beetham, Littlejohn, dan McGill (Dalam Nurbaiti, 2018:12) terdapat tujuh elemen literasi digital antara lain (information literacy, learning skilss, digital scholarship, ICT literacy, communication and collaboration, literasi media, career and identy management). Instant Digital Competence Assesment (DCA) merupakan instrumen dan model yang digunakan agar dapat mengetahui literasi digital individu (khususnya siswa). DCA instan adalah sebagai instrumen rentang luas yang sensitif terhadap berbagai jenis pengetahuan (keterampilan linguistik dan konseptual), yang dapat diukur dengan tes terstruktur(Calvani et al., 2008:189). Dalam model ini untuk menilai kompetensi literasi digital dibagi kedalam tiga dimensi yaitu Technological, Cognitive and Ethical.  Dimensi Teknologi Dimensi teknologi merupakan bagaimana kemampuan dasar yang dimiliki seseorang dalam menggunakan dan mengoprasikan perangkat-perangkat digital, mengenali masalah teknologi, mengatasi berbagai kendala seperti permasalahan koneksi atau ketika komputer, smartphone dan perangkat digital yang terinfeksi virus, memilih solusi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan serta dapat menentukan perangkat digital yang sesuai dengan kebutuhan  Dimensi Kognitif Dimensi kongnitif merupakan bagaimana kemampuan seseorang dalam membuat kesimpulan, memanfaatkan, membandingkan, memilih informasi yang relevan dan benar dari berbagai sumber informasi  Dimensi Etika Dimensi etika merupakan kemampuan individu dalam berinteraksi dengan individu lain secara konstruktif, menghormati pengguna sosial media lain, serta dapat menjaga privasinya sendiri maupun orang lain di dunia maya.

Method

Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif, menurut Sugiyono (2013:8) penelitian kuantitatif adalah penelitian berdasarkan filosofi positivisme, digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu, biasanya dengan teknik pengambilan sampel secara acak, menggunakan alat penelitian untuk pengumpulan data, dan analisis data bersifat kuantitatif atau statistik untuk menguji hipotesis yang telah ditentukan sebelumnya. Anshori dan Iswati (2017:36) mengemukakan populasi adalah suatu wilayah umum, terdiri dari objek-objek, orang-orang dengan kualitas dan karakteristik tertentu, objek tersebut ditentukan oleh peneliti dan harus disimpulkan. Populasi penelitian ini adalah jumlah siswa kelas X dan XI di SMAN 3 Bengkulu Tengah, adapun jumlah siswa kelas X dan X1 yaitu sebanyak 605 siswa. Husain dan Purnomo (dalam Hardani, 2020:362) sampel adalah sebagian dari populasi yang diperoleh dengan menggunakan teknik pengambilan sampel. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan rumus Slovin dan jumlah sampel yaitu 86. Berdasarkan jumlah pengambilan sampel di atas dengan demikian dari 605 populasi sampel yang diperoleh adalah 86 siswa yang terdiri dari kelas X dan kelas XI. Tahapan dalam pengolahan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Editing, Koding dan Tabulasi (Aedi, 2010:10-11). Dalam menentukan hasil penelitian menggunakan rumus dalam statistik yaitu rumus mean. Selanjutnya hasil jawaban dari responden diberikan penilaian dengan menggunakan interpretasi skor, dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Jarak Interval (i) = = 5−1 5 = 0,8 (Widoyoko, 2012:112 ) Tabel 2. Interpretasi Skor Nilai Tanggapan Kategori 1,00 – 1,80 Sangat Kurang Baik 1,81 – 2,60 Kurang Baik 2,61 – 3,40 Cukup Baik 3,41 – 4,20 Baik 4,21 – 5,00 Sangat Baik

Result & Discussion

Secara keseluruhan didaptkan hasil literasi digital siswa yang dipaparkan kedalam bentuk tabel di bawah ini: Tabel 3 Rekapitulasi Hasil Keseluruhan Literasi Digital Siswa Instrumen N o Dimensi Tanggapan Responden Skala Likert Mean Instan DCA 1. Teknologi (Technological) 281 3,3 2. Kognitif (Cognitive) 302 3,5 3. Etika (Ethical) 328 3,8 Jumlah rata-rata 304 3,5 Berdasarkan pemaparan tabel rekapitulasi hasil keseluruhan di atas memperoleh hasil pada setiap dimensi yang telah diteliti. Untuk hasil keseluruhan dimensi teknologi (Technological) pada dimensi ini hasil yang diperoleh adalah 3,3 (tiga koma tiga) yang dikategorikan cukup baik, dimensi kognitif (Cognitive) hasil keseluruhan yang diperoleh adalah 3,5 (tiga koma lima) poin yang dikategorikan baik, dan dimensi etika (Ethical) hasil keseluruhan yang diperoleh yakni 3,8 (tiga koma delapan) poin yang dikategorikan baik. Dengan demikian hasil akhir mengenai Analisis Literasi Digital Siswa di SMA Negeri 3 Bengkulu Tengah dilihat menggunakan dimensi teknologi, kognitif dan etika sudah dikategorikan baik dengan rata-rata 3,5 (tiga koma lima) poin. Agar hasil lebih dapat digambarkan maka hasil dibuat kedalam bentuk grafik, sebagai berikut : Bagan 5.1 Grafik Rekapitulasi Hasil Analisi Literasi Digital 3.3 3.5 3.8 1 1.8 2.6 3.4 4.2 5 Teknologi Kognitif Etika Diagram Rekapitulasi Hasil Etika Kognitif Teknologi (Sumber: Data Olahan Peneliti, 2021) Berdasarkan grafik pada diagram batang di atas dapat dijelaskan bahwa untuk dimensi etika memiliki rata-rata tertinggi yakni dengan 3,8 (tiga koma delapan) poin, selanjutnya dimensi kognitif yang memiliki rata-rata 3,5 (tiga koma lima) poin dikategorikan baik dan terdapat satu dimensi yang berada pada kategori cukup baik yakni dimensi teknologi dimana jumlah rata-rata 3,3 (tigakoma tiga) poin Penelitian ini telah menunjukkan secara keseluruhan literasi digital siswa berada pada kategori baik dengan 3,5 (tiga koma lima ) poin. Namun demikian terdapat beberapa hal dan poin penting yang perlu untuk dibahas dan diperjelas kembali. Oleh karena itu berikut merupakan pembahasan berdasarkan setiap dimensi dalam menilai literasi digital berdasarkan tanggapan dan alasan yang diberikan para responden melalui kuesioner yang telah diisi sebelumnya. Tingkat Literasi Digital Siswa Dilihat Dari Dimensi Teknologi Dimensi teknologi merupakan dimensi yang mengukur literasi digital siswa yang dilihat dari bagaimana siswa dalam menggunakan perangkat digital, memanfaatkan kemajuan teknologi dengan baik, memilih solusi teknologi sesuai kebutuhan, hingga bagaimana siswa dalam mengatasi kendala yang sering terjadi apabali perangkat digital yang mereka miliki mengalami eror salah satunya sering disebabkan oleh virus. Berdasarkan hasil yang didapatkan dalam penggunaan perangkat digital (Smartphone, Komputer/laptop) secara keseluruhan sudah baik, namun untuk penggunaan perangkat digital khususnya laptop atau komputer masih banyak siswa yang belum bisa menggunakan. Kemudian dalam proses pemanfaatan kemajuan teknologi, siswa telah mempelajari dan memahami berbagai aplikasi pembelajaran dan siswa juga telah menggunakan aplikasi pembelajaran tersebut. Dalam penggunaan perangkat digital untuk sumber belajar, dari hasil yang diperoleh secara keseluruhan siswa cukup baik dalam memanfaatkan perangkat digital terutama smartphone, namun disisi lain juga masih cukup banyak siswa yang belum menggunakan smartphone yang mereka miliki secara tepat untuk belajar karena lebih banyak menggunakan smartphone untuk hiburan. Siswa dalam mengatasi kendala apabila perangkat digital yang mereka miliki (smartphone/laptop) mengalami eror salah satunya sering disebabkan oleh virus, dari hasil yang didapatkan siswa kurang baik dalam mengatasi kendala-kendala yang sering terjadi karena para siswa belum memiliki kemampuan dalam hal tersebut. Berdasarkan dimensi teknologi secara keseluruhan berada pada kategori cukup baik yakni dengan nilai 3,3 (tiga koma tiga) poin. Namun Jika dilihat dari keenam pertanyaan yang diberikan mendapatkan hasil, satu indikator yang mendapatkan hasil kurang baik yakni dalam memperbaiki jika perangkat digatal mengalami kendala atau eror. Tingkat Literasi Digital Siswa Dilihat Dari Dimensi Kognitif Dimensi kognitif melihat literasi digital siswa dalam mereka memanfaatkan internet sebagai media mengakses informasi, menemukan informasi yang tepat, membandingkan suatu informasi, memilih informasi yang relevan dari berbagai sumber, mengetahui situs website yang terpercaya, sampai dengan siswa dapat menemukan informasi yang lengkap dari berbagi sumber informasi. Berdasarkan hasil yang didapatkan secara keseluruhan siswa sudah baik dalam memanfaatkan internet terutama sebagai media untuk mencari informasi pembelajaran. Kemudian siswa dalam menemukan informasi yang tepat yang mereka butuhkan, dari hasil keseluruhan yang diperoleh siswa sudah baik dalam menemukan informasi yang tepat yang mereka butuhkan. Dalam membandingkan informasi, dari hasil yang diperoleh siswa cukup baik dalam membandingkan informasi. Akan tetapi masih masih ada siswa yang jarang membandingkan informasi dengan alasan karena malas membandingkan kembali informasi yang telah didapatkan. Siswa dalam menemukan informasi yang kurang lengkap, dari hasil yang diperoleh secara keseluruhan siswa sudah baik dalam mencari kembali informasi apabila informasi yang didapatkan kurang lengkap. Siswa dalam melakukan crosscheck informasi, secara keseluruhan siswa sudah baik dalam melakukan crosscheck informasi dengan alasan yang diberikan karena agar menghindari kesalahan maupun kekiliruan terhadap informasi yang telah diperoleh. Kemudian dalam mencari informasi dari situs terpercaya terutama untuk tugas sekolah, dari hasil yang diperoleh siswa kurang baik dalam mencari informasi dari situs terpercaya, hal ini dibuktikan karena masih banyak siswa yang sering menggunakan blogspot dalam mencari informasi. Hal lain juga tidak jauh berbeda siswa dalam membedakan informasi dari sumber terpercaya, dimana dalam membedakan informasi dari sumber terpercaya masih cukup banyak siswa yang belum bisa membedakan informasi dari sumber terpercaya. Berdasarkan hasil yang didapatkan dari dimensi kognitif secara keseluruhan berada pada kategori baik yakni dengan nilai 3,5 (tiga koma lima) poin. Namun Jika dilihat dari ketujuh pertanyaan yang diberikan mendapatkan terdapat satu indikator yang memperoleh hasil kurang baik yakni siswa dalam mencari informasi dari situs terpercaya terutama untuk tugas sekolah Tingkat Literasi Digital Siswa Dilihat Dari Dimensi Etika Dimensi etika melihat literasi digital siswa dalam pemahaman siswa terhadap tindakan-tindakan yang boleh dan dilarang dalam bersosial media, dapat menghormati pengguna sosial media lain, menjaga privasinya sendiri maupun orang lain. Dari hasil yang didapatkan secara keseluruhan siswa sudah baik dalam menjaga data pribadi yang ada di ponsel atau laptop karena siswa sudah memberi keamanan untuk perangkat digital yang dimiliki. Kemudian keterbukaan privasi di media sosial, dari hasil yang didapatkan secara keseluruhan siswa cukup baik dalam menjaga privasi dimana hanya membagikan hal yang penting saja dan jarang membagikan aktivitas keseharian, namun disisi lain juga masih ada siswa yang sering membagikan membagikan aktivitas kesehariannya. Dalam mengontrol emosional di media online, dari hasil yang didapatkan siswa sudah baik dalam mengotrol emosional atau tindakan mereka di media online, dimana siswa tidak suka mengungkapkan amarah dan kekesalan mereka di media sosial. Dalam memposting atau meneruskan kembali informasi yang telah dapatkan, hasil yang diperoleh siswa sudah baik dalam membagikan informasi dimana siswa memeriksa ulang informasi, memastikan kebenaran informasi tersebut agar tidak menyebarkan hoax. Selanjutnya siswa dalam mempercayai informasi yang sering beredar di media sosial, dari hasil yang diperoleh secara keseluruhan siswa sudah baik, dimana siswa tidak mudah termakan dengan informasi hoax yang sering beredar di media sosial. Akan tetapi walaupun secara keseluruhan sudah dikatakan baik namun masih ada siswa yang masih mudah termakan berita hoax yang beredar di media sosial karena masih ada siswa yang belum bisa membedakan informasi dari sumber terpercaya. Siswa dalam menjaga privasi orang lain di media sosial, dari hasil yang diperoleh siswa sudah baik dalam menjaga privasi orang lain dimana tidak pernah membagikan aktivitas orang lain tanpa seizin dan sepengetahuan orang tersebut. Kemudian siswa dalam menanggapi isu atau berita yang sedang viral di media sosial, dari hasil yang didapatkan secara keseluruhan siswa sudah baik, dimana mereka tidak ingin ikut campur dengan hal tersebut, dan tidak tidak ikut membully orang lain tanpa tahu kebenarannya. Berdasarkan hasil yang didapatkan dari dimensi etika secara keseluruhan berada pada kategori baik yakni dengan nilai 3,8 (tiga koma delapan) poin. Namun jika dilihat dari ketujuh pertanyaan yang diberikan mendapatkan terdapat satu indikator yang memperoleh hasil cukup baik yakni siswa dalam menjaga privasi di media sosial.

Conclusion

Berdasarkan hasil keseluruhan nilai rata-rata yang diperoleh dari semua dimensi adalah sebesar 3,5 (tiga koma lima) poin yang sudah termasuk kedalam kategori baik. Sehingga dengan demikian Literasi Digital Siswa di SMAN 3 Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu sudah baik. Akan tetapi masih ada beberapa indikator yang masuk kedalam kategori kurang baik, yaitu pada dimensi teknologi tentang kurangnya kemampuan siswa dalam memperbaiki perangkat digital yang mengalami kendala seperti eror dan terdeteksi virus. Kemudian pada dimensi kognitif terdapat indikator yang memperoleh hasil kurang baik, yaitu banyaknya siswa yang belum bisa membedakan informasi dari sumber terpercaya, salah satunya dalam penggunaan blogspot sebagai sumber informasi rujukan.