KEGIATAN PUSTAKAWAN SEBAGAI LIAISON DAN OUTREACH DI PERPUSTAKAAN SEKOLAH
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Abstrak
Paper ini bertujuan menganalisis kegiatan pustakawan sebagai liaison dan outreach di perpustakaan Sekolah Dasar Madania Parung Bogor. Analisis tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi sejauh mana kegiatan liaison dan outreach yang dilakukan oleh pustakawan di perpustakaan Sekolah Dasar Madania. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan pustakawan perpustakaan Sekolah Dasar Madania Bogor. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kegiatan pustakawan guru sebagai liaison dan outreach di perpustakaan Sekolah Dasar Madania tidak hanya penting untuk pengembangan dan pengelolaan koleksi yang sukses, tetapi kegiatan ini juga mampu memuaskan dan menyenangkan karena menempatkan pustakawan di jantung komunitas melalui program library class dan library tour. Dalam pengembangan dan pengelolaan koleksi, pustakawan guru sukses melibatkan siswa, guru, dan pihak sekolah untuk mengevaluasi koleksi sesuai dengan kebutuhan dan kurikulum sekolah berbasis IB. Selain itu, hal yang paling penting adalah pustakawan menjadi jantung dari sekolah karena mampu memberikan informasi yang relavan dan program yang menyenangkan. Pustakawan guru juga mampu mempromosikan perpustakaan kepada pihak ekternal yaitu sekolah di kabupaten Bogor melalui program library tour. Kegiatan pustakawan guru tersebut merupakan kemampuan dan keterampilan sebagai liaison dan outreach yang bertujuan promosi untuk kesuksesan pengembangan koleksi, layanan dan individu pustakawan. Kegiatan pustakawan guru tersebut merupakan kemampuan dan keterampilan sebagai liaison dan outreach yang bertujuan promosi untuk kesuksesan pengembangan koleksi, layanan dan individu pustakawan.
Abstract
This paper aims to analyze the activities of librarians as liaisons and outreach in the Madania Parung Elementary School Library, Bogor. This analysis was conducted to identify the extent of the liaison and outreach activities carried out by librarians in the Madania Elementary School library. The research method was a qualitative approach using a case study method. Data were obtained based on observations and interviews with librarians from the Madania Bogor Elementary School Library. The results of this research reveal that teacher librarian activities such as liaison and outreach in the Madania Elementary School library are not only important for successful collection development and management, but these activities are also satisfying and fun because they place librarians at the heart of the community through library classes and library tour programs. In developing and managing collections, teacher librarians successfully involve students, teachers, and schools in evaluating collections according to the needs and curriculum of IB-based schools. In addition, the most important thing is that librarians are at the heart of the school because they can provide relevant information and enjoyable programs. Teacher librarians are also able to promote libraries to external parties, namely schools in Bogor District, through the library tour program. Teacher librarians’ activities are abilities and skills as a liaison and outreach aimed at promoting the successful development of collections, services, and individual librarians. Teacher librarians’ activities are abilities and skills as a liaison and outreach aimed at promoting the successful development of collections, services, and individual librarians.
Keywords:
Liaison
· Outreach
· Librarian
· School Library
· Madania School
Introduction
Perpustakaan sekolah menyediakan koleksi dan layanan kepada pengguna perpustakaan yang terdiri dari siswa, guru, dan staf di lingkungan sekolah. Pustakawan di perpustakaan sekolah tidak hanya melakukan kegiatan yang berakhir pada layanan sirkulasi saja, namun mereka memiliki strategi khusus untuk mempromosikan koleksi dan layanan perpustakaannya. Strategi yang dapat dilakukan oleh pustakawan untuk memaksimalkan perannya adalah dengan melakukan kegiatan liaison dan outreach. Pustakawan sebagai liaison adalah proses dimana pustakawan melibatkan pengguna perpustakaan dalam penilaian kebutuhan dan layanan koleksi serta pengukuran kepuasan pengguna dengan koleksi. Sedangkan, pustakawan sebagai outreach adalah tanggung jawab utama pustakawan menyampaikan program dan advokasi yang berkaitan dengan perpustakaan agar didukung oleh para pembuat keputusan. Sebagai liaison dan outreach adalah pustakawan memiliki tugas dan tanggung jawab kepada pembuat keputusan yaitu manajemen lembaga terkait dan pengguna perpustakaan di lingkungan lembaga. Kegiatan liaison dan outreach tidak hanya penting untuk pengembangan dan pengelolaan koleksi yang sukses, tetapi kegiatan ini juga mampu memuaskan dan menyenangkan karena menempatkan pustakawan di jantung komunitas. Kegiatan pustakawan sebagai liaison dan outreach dianggap sebagai promosi karena mereka bertujuan untuk meningkatkan kesadaran perpustakaan, kerjasama dan layanan, serta kesadaran individu pustakawan. Kegiatan liaison dan uotreach di berbagai jenis perpustakaan, seperti pustakawan akademis di perpustakaan perguruan tinggi. Pustakawan sebagai Outreach mampu menjangkau pengajaran dan pemasaran layanan perpustakaan. Kegiatan outreach yang dilakukan adalah kunjungan langsung, lokakarya, komunikasi elektronik, branding dan personalisasi serta kemitraan kampus dengan melakukan pinjam antar perpustakaan (Hillman, 2023). Kegiatan outreach tidak hanya mampu dilakukan di perpustakaan perguruan tinggi, tetapi juga perpustakaan sekolah sebagai perpustakaan yang bergerak dalam dunia pendidikan yang membutuhkan kebaruan dalam informasi. Terlebih, dengan perkembangan digitalisasi menjadi peluang sekaligus tantangan bagi pustakawan di Sekolah dalam memaksimalkan perannya. Oleh sebab itu, kegiatan liaison dan outreach menjadi peran utama yang dilakukan pustakawan agar perpustakaan mampu dimanfaatkan dengan baik. Diperlukan kajian mengenai pustakawan sebagai liaison dan outreach di perpustakaan sekolah. Perpustakaan sekolah yang dimaksud adalah perpustakaan Sekolah Madania. Perpustakaan ini menjadikan pustakawan sebagai liaison dan outreach sebagai strategi promosi koleksi dan layanannya. Pustakawan tidak hanya melayani peminjaman dan pengembalian bahan pustaka, tetapi mereka melakukan kegiatan yang dapat menjadikan perpustakaan sebagai pusat informasi dan pembelajaran. Penelitian ini mengkaji bagaimana pustakawan Sekolah Dasar melakukan kegiatan sebagai liaison dan outreach.
Method
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Metode kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti kondisi objek yang alamiah, dimana peneliti bertindak sebagai peneliti kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif, dan penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi (Sugiyono, 2008). Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Studi kasus dirancang untuk mengetahui secara rinci apa yang terjadi di lapangan. Penelitian studi kasus memungkinkan peneliti mendapatkan wawasan yang mendalam, karena studi kasus melakukan penelitian secara dalam dan utuh (Idrus, 2009). Penelitian ini dilakukan di perpustakaan Sekolah Dasar Madania yang berlokasi di Komplek Telaga Kahuripan, Jalan Raya Parung Km 47, 5, Babakan, Tegal, Kemang, Bogor, Jawa Barat 16151 pada bulan November-Desember 2018.
Result & Discussion
Liaison and Outreach Activities Latta, 1992 dikutip dalam (Jhonson, 2014) Liaison sekarang biasanya digunakan untuk menunjukkan peran penjangkauan yang lebih luas dari pustakawan subjek, tetapi transisi ke posisi dengan berbagai tanggung jawab telah berlangsung selama beberapa waktu. Pemahaman kontemporer tentang model liaison ini melibatkan kegiatan yang meningkatkan produktivitas sarjana, memberdayakan peserta didik, dan secara aktif melibatkan pustakawan ini dalam proses penelitian, pengajaran, dan pembelajaran. Outreach adalah tanggung jawab pustakawan dalam perpustakaan sekolah. Kegiatan liaison dan outreach tidak hanya penting untuk pengembangan dan pengelolaan koleksi yang sukses, mereka juga memuaskan dan menyenangkan karena menempatkan pustakawan di jantung komunitas (Johnson, 2014). Manfaat liaison dan outreach Kegiatan liaison dan outreach adalah promosi dalam arti bahwa mereka bertujuan untuk meningkatkan kesadaran perpustakaan, kerjasama dan layanan, dan individu pustakawan (Johnson, 2014). Pustakawan sekolah dapat memposisikan diri mereka untuk bermitra dengan guru dalam proyek kelas dan berkontribusi untuk meningkatkan kinerja siswa. Pustakawan memiliki informasi di tangan untuk menjelaskan dan membenarkan sumber daya yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Kegiatan pustakawan sebagai liaison dan outreach yang berkelanjutan memberi peluang bagi para pustakawan untuk membangun kredibilitas dan kepercayaan. Mereka dapat menunjukkan pengetahuan subjek dari literatur, dan keahlian dalam kegiatan perpustakaan dengan sering kontak. Keterampilan dan Kompetensi Pustakawan sebagai Liaison dan Outreach Rodwell dan Fairbairn mengusulkan daftar keterampilan dan atribut yang relevan dengan liaison dan outreach antara lain, percaya diri; keterampilan komunikasi dan presentasi tingkat tinggi; mengambil resiko; fleksibilitas dan kenyamanan dengan ambiguitas; keterampilan berjejaring; mampu membangun koalisi dan memupuk klien dan pendukung; keterampilan manajemen hubungan atau akun; keterampilan negosiasi, persuasi, dan pengaruh; refleksi pada latihan dan kemampuan untuk belajar dan bermain; keterampilan manajemen proyek; keterampilan promosi dan pemasaran; pengetahuan teknis tingkat tinggi untuk produksi dan penerbitan; dan bekerja untuk memfasilitasi atau menengahi antar pihak untuk mencapai hasil. RUSA menyatakan bahwa skill dan kompetensi bagi liaison dan outreach adalah mengidentifikasi kebutuhan pengguna, mengevaluasi koleksi yang ada, menghapus bahan asing, dan menemukan sumber daya yang akan meningkatkan koleksi; memungkinkan perpustakaan untuk mengkomunikasikan kebijakan pengumpulannya, layanan, dan perlu kliennya dan untuk meningkatkan perpustakaan hubungan masyarakat; dan memungkinkan klien perpustakaan untuk berkomunikasi perpustakaannya kebutuhan dan preferensi kepada staf perpustakaan dan badan pengelola. Perpustakaan Sekolah Pustakawan sekolah dapat mempromosikan perpustakaan sekolah sebagai pusat media dengan banyak pendekatan. Burkman mengidentifikasi kelompok sasaran untuk kegiatan promosi pustakawan sekolah sebagai administrator, guru, siswa, orang tua, dan masyarakat umum dan mencatat bahwa setiap audiens memerlukan strategi yang berbeda. Pustakawan sekolah dapat mencoba dapat melakukan langkah berikut sebagai promosi berpartisipasi dalam pertemuan guru; berada di pusat media perpustakaan sekolah selama open house sekolah dan pertemuan orang tua-guru, terlibatlah dalam organisasi orang tua-guru, dewan lokasi, dan tempat serupa, adakan pameran buku beberapa kali setahun untuk orang tua dan siswa; rayakan Pekan Buku Nasional atau Pekan Perpustakaan; buat program motivasi membaca untuk siswa; jadwalkan kunjungan kelas reguler dan berkolaborasi dengan guru di cara lain; mempersiapkan penanda dan selebaran yang mempromosikan koleksi tertentu, sumber daya informasi, dan layanan; siapkan buletin perpustakaan atau daftar akuisisi baru dan bagikan mereka secara elektronik atau cetak untuk guru; siapkan pajangan dan papan buletin yang mempromosikan akuisisi baru dan sumber daya pada topik tertentu; berikan booktalks di kelas. buat situs web perpustakaan yang mempromosikan koleksi dan layanan; buat formulir permintaan buku dan jurnal tersedia dengan mudah; mendorong kunjungan ke dan penggunaan pusat media perpustakaan oleh orang tua, administrator, pejabat terpilih, dan pemangku kepentingan lainnya; bentuk program "Friends of the School Library"; dan hadiri pertemuan berbasis sekolah dan distrik lainnya (Johnson,2014). Kegiatan Pustakawan sebagai Liaision dan Outreach Kegiatan liaison dan outreach di perpustakaan Sekolah Dasar Madania Parung Bogor dilakukan oleh pustakawan guru. Liaison dan outreach merupakan kegiatan yang meningkatkan produktivitas, memberdayakan peserta didik, dan secara aktif melibatkan pustakawan ini dalam proses penelitian, pengajaran, dan pembelajaran. Di perpustakaan Sekolah Dasar Madania, pustakawan guru secara aktif terlibat dalam pengajaran dan pembelajaran kepada peserta didik mengenai bidang ilmu perpustakaan, koleksi dan layanan guna memenuhi kebutuhan mereka. Kegiatan pustakawan sebagai liaison dan outreach bertujuan memberikan koleksi dan layanan sesuai dengan kebutuhan serta promosi kualitas pustakawan di perpustakaan sehingga perpustakaan dijadikan pusat informasi dan pembelajaran. Kegiatan pustakawan guru sebagai liaison dan outreach di Sekolah Dasar Madania adalah dengan menerapkan berbagai program yaitu library class dan library tour. Program library class bertujuan memberikan pengajaran dan pembelajaran kepada peserta didik tentang koleksi, layanan, dan fungsi perpustakaan. Pustakawan guru sebagai liaison dan outreach dalam program library class adalah berkerjasama dengan pihak sekolah membuat kurikulum dan jadwal pembelajaran kelas di perpustakaan selama satu tahun ajaran dengan topik bidang perpustakaan yang mampu mengasah kemampuan dan keterampilan siswa dalam memahami fungsi perpustakaan. Sedangkan kegiatan pustakawan dalam program library tour adalah menghubungkan dan menjangkau komunitas luar sekolah Madania. Pustakawan guru menjadikan program ini sebagai strategi promosi perpustakaan Sekolah Dasar Madania melalui kerjasama dengan sekolah di lingkungan kabupaten Bogor. Kedua program tersebut membutuhkan kompetensi dan keterampilan dari pustakawan guru. Seperti diungkapkan oleh Rodwell dan Fairbairn dalam (Johnson, 2014) menjelaskan keterampilan dan atribut yang relevan dengan liaison dan outreach antara lain, percaya diri; keterampilan komunikasi dan presentasi tingkat tinggi; mengambil resiko; fleksibilitas dan kenyamanan dengan ambiguitas; keterampilan berjejaring; mampu membangun koalisi dan memupuk klien dan pendukung; keterampilan manajemen hubungan atau akun; keterampilan negosiasi, persuasi, dan pengaruh; refleksi pada latihan dan kemampuan untuk belajar dan bermain; keterampilan manajemen proyek; keterampilan promosi dan pemasaran; pengetahuan teknis tingkat tinggi untuk produksi dan penerbitan; dan bekerja untuk memfasilitasi atau menengahi antar pihak untuk mencapai hasil. Melalui program library class dan library tour, pustakawan guru berperan sebagai liaison dan outreach mempunyai keterampilan yang berbeda. Program library class membutuhkan keterampilan pustakawan guru dalam kepercayaan diri, komunikasi, fleksibilitas, kemampuan belajar sambil bermain karena mereka mengajarkan anak-anak usia 6-12 tahun, dan memfasilitasi peserta didik dalam koleksi dan layanan. Pustakawan guru memanfaatkan koleksi yang ada di perpustakaan sesuai dengan topik pembelajaran di kelas. Program library tour memerlukan keterampilan pustakawan guru dalam berkomunikasi, presentasi, negosiasi, pengaruh, dan promosi perpustakaan. Selain itu, RUSA menyatakan bahwa keterampilan dan kompetensi bagi liaison dan outreach adalah mengidentifikasi kebutuhan pengguna, mengevaluasi koleksi yang ada, menghapus bahan asing, dan menemukan sumber daya yang akan meningkatkan koleksi; memungkinkan perpustakaan untuk mengkomunikasikan kebijakan pengumpulannya, layanan, dan perlu kliennya dan untuk meningkatkan perpustakaan hubungan masyarakat; dan memungkinkan klien perpustakaan untuk berkomunikasi tentang kebutuhan dan preferensi kepada staf perpustakaan dan badan pengelola. Pustakawan guru di perpustakaan Sekolah Dasar Madania memiliki kemampuan seperti yang dinyatakan oleh RUSA dalam koleksi. Pustakawan guru mengevaluasi koleksi sesuai dengan kurikulum sekolah yaitu International Baccalaureate (IB) dan melibatkan guru dan kepala sekolah untuk meneyetujui daftar koleksi yang akan diadakan. Selain itu, pustakawan guru juga menerima saran dan permintaan pengguna melalui form khusus yang disediakan di perpustakaan. Sehingga koleksi yang tersedia di perpustakaan Sekolah Dasar Madania sesuai dengan kebutuhan karena dikomunikasikan dengan baik. Kegiatan liaison dan outreach adalah promosi dalam arti bahwa mereka bertujuan untuk meningkatkan kesadaran perpustakaan, kerjasama dan layanan, dan individu pustakawan (Johnson, 2014: 274). Pustakawan sekolah dapat memposisikan diri mereka untuk bermitra dengan guru dalam proyek kelas dan berkontribusi untuk meningkatkan kinerja siswa. Pustakawan memiliki informasi di tangan untuk menjelaskan dan membenarkan sumber daya yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Kegiatan pustakawan sebagai liaison dan outreach yang berkelanjutan memberi peluang bagi para pustakawan untuk membangun kredibilitas dan kepercayaan. Mereka dapat menunjukkan pengetahuan subjek dari literatur, dan keahlian dalam kegiatan perpustakaan dengan sering kontak. Hasil dari kegiatan pustakawan guru sebagai liaison dan outreach di perpustakaan Sekolah Dasar Madania melalui program library class dan library tour adalah keaktifan dan kolaborasi. Pustakawan guru mampu menunjukkan keahliannya dalam memberikan sumber daya informasi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna yaitu siswa, guru, dan staf di lingkungan sekolah. Pustakawan guru juga memberikan informasi kepada pihak uar yaitu sekolah di lingkungan kabupaten Bogor tentang kegiatan yang selama ini mereka lakukan. Hal ini menjadi strategi promosi tidak hanya bagi perpustakaan tetapi promosi bagi sekolah Madania.
Conclusion
Kegiatan pustakawan guru sebagai liaison dan outreach di perpustakaan Sekolah Dasar Madania tidak hanya penting untuk pengembangan dan pengelolaan koleksi yang sukses, tetapi kegiatan ini juga mampu memuaskan dan menyenangkan karena menempatkan pustakawan di jantung komunitas. Hal tersebut dapat terlihat melalui program library class dan library tour. Dalam pengembangan dan pengelolaan koleksi, pustakawan guru sukses melibatkan siswa, guru, dan pihak sekolah untuk mengevaluasi koleksi sesuai dengan kebutuhan dan kurikulum sekolah berbasis IB. Selain itu, hal yang paling penting adalah pustakawan menjadi jantung dari sekolah karena mampu memberikan informasi yang relavan dan program yang menyenangkan. Pustakawan guru juga mampu mempromosikan perpustakaan kepada pihak ekternal yaitu sekolah di kabupaten Bogor melalui program library tour. Kegiatan pustakawan guru tersebut merupakan kemampuan dan keterampilan sebagai liaison dan outreach yang bertujuan promosi untuk kesuksesan pengembangan koleksi, layanan dan individu pustakawan. Rekomendasi Pustakawan guru sebagai liaison dan outreach di perpustakaan Sekolah Dasar Madania dapat menggunakan sarana promosi melalui media sosial tentang koleksi, layanan, dan program. Sehingga pihak ekternal tidak hanya bekerjasama di lingkungan kabupaten saja, tetapi dapat bekerjasama dengan berbagai pihak ekternal lainnya yang akan menambah kualitas perpustakaan Sekolah Dasar Madania.