Kembali
16
1
2020 Media Informasi Vol 29 · 2 ISSN 2829-2707

LAYANAN PATHFINDER ONLINE ILMU KANDUNGAN DI PERPUSTAKAAN DEPARTEMEN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI FKKMK UGM

Universitas Gadjah Mada

Abstrak

Pandemi Covid-19 berdampak sangat luas bagi kehidupan masyarakat dunia dalam segala bidang tak terkecuali bidang pendidikan, baik pendidikan dasar, menengah hingga pendidikan tinggi. Pustakawan sebagai pengelola sumber ilmu dan informasi di dunia pendidikan pun harus berinovasi dalam menanggapi kondisi ini. PATFINOG merupakan satu layanan berbasis online di perpustakaan yang menjadi salah satu alternatif untuk memberikan kemudahan pemustaka dalam menemukan sumber informasi yang dibutuhkan di masa pandemi. Makalah ini memaparkan mengenai profil pengguna, deskripsi layanan PATFINOG, dan pemanfaatan layanan PATFINOG. Layanan ini dapat memberikan kemudahan dan solusi antara lain; 1) membantu pemustaka dalam menemukan informasi, 2) merupakan layanan rujukan di masa pandemi, 3) mampu memenuhi kebutuhan informasi sivitas akademika dalam kegiatan belajar mengajar, dan 4) terjalinnya kolaborasi antar pustakawan serta dengan pemustaka. Layanan ini lebih efektif dan efisien dalam pelayan perpustakaan di masa pandemi yaitu dengan cara share dan broadcast dalam media sosial.
Keywords: pathfinder · pustakawan · layanan informasi · literasi online · inovasi

Introduction

Dalam beberapa dekade, dunia dilanda dengan wabah penyakit yang disebabkan oleh Corona Virus Disesase-19 (Covid-19). Virus yang berasal dari negeri Tirai Bambu ini disinyalir mewabah pada akhir Desember 2019 yang menyebar begitu cepat ke berbagai penjuru dunia dengan jumlah jutaan jiwa, tidak terkecuali Indonesia yang sudah mencapai 131.000 kasus dengan jumlah kematian 5.900 jiwa. Oleh karena itu sejak tanggal 11 Maret 2020, World Health Organization (WHO) menetapkan wabah corona ini sebagai pandemi global (WHO, 2020). Berbagai upaya terus diupayakan agar dapat segera mengakhiri pandemi ini, dengan tujuan agar pandemi tidak semakin menimbulkan dampak buruk dalam segala sektor kehidupan termasuk sektor pendidikan. Di tengah jumlah penderita yang semakin bertambah banyak, dunia pendidikan harus terus berjalan agar proses belajar mengajar tidak terhenti. Dikarenakan ilmu pengetahuan mempunyai peran yang sangat vital dalam proses pengendalian dan pemberantasan wabah corona ini. Dalam membicarakan dampak virus corona dalam bidang pendidikan, sudah diketahui bersama bahwa seluruh lapisan masyarakat dunia mengalaminya. Salah satu contoh kecil masyarakat pendidikan yang terkena dampak adalah mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) program studi Obstetri dan Ginekologi (Obsgin), Fakultas Kedokteran, K e s e h a t a n M a s y a r a k a t , d a n Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FKKMK UGM). PPDS Obsgin adalah salah satu departemen dari 20 program studi yang diselenggarakan oleh FKKMK UGM. Departemen Obsgin mempunyai 5 sub bidang spesialis lagi yang terdiri dari Obstetri dan Ginekologi Sosial (OBSOS), U r o g i n e k o l o g i d a n B e d a h Rekonstruksi (UG), Fertilitas dan Endokrinologi Reproduksi (ER), Kedokteran Fetomaternal (MFM), dan Onkologi Ginekologi (ONKO). Perpustakaan dan pustakawan mempunyai kewajiban membantu kegiatan untuk mendukung belajar mengajar dan segala kegiatan yang berhubungan dengan referensi dan kepustakaan. Pelayanan prima di perpustakaan tidak harus bermodalkan materi yang besar, tetapi dilihat dari bagaimana cara lembaga komitmen dalam memanfaatkan keterbatasan fasilitas dan sumber daya informasi yang ada untuk suatu hasil yang optimal. Pustakawan sebagai motor penggerak layanan perpustakaan dituntut aktif, kreatif, dan inovatif untuk mewujudkan program pelayanan prima bagi pangguna (pemustaka) tanpa diskriminasi dengan keterbatasan sumber daya organisasi (Mustar & Nashihuddin, 2019). Di masa pandemi ini, mahasiswa PPDS Obsgin tugas kesehariannya a d a l a h m e l a k s a n a k a n t u g a s pembelajaran serta melakukan tugas perawatan dan tindakan kepada pasien. Dalam situasi yang tidak mudah ini, mahasiswa sangat membutuhkan tempat strategis untuk mendukung tugas mereka, namun banyak tempat yang dibatasi untuk dikunjungi, salah satunya adalah perpustakaan yang sangat dibutuhkan sebagai sumber informasi dalam kegiatan belajar dan tugas pelayanan. Seharusnya dengan m e n g u n j u n g i p e r p u st a k a a n , mahasiswa dapat menelusur dan menemukan sumber informasi sebagai bahan untuk tugas perkuliahan maupun tugas dalam perawatan pasien di rumah sakit. Me p e rtimb a n g k a n k o n d isi tersebut, perpustakaan departemen Ob s g i n me n y e d i a k a n l a y a n a n penelusuran referensi dalam bentuk online berupa pathfinder yang m e r u p a k a n p a n d u a n l a y a n a n perpustakaan yang berisikan daftar sumber-sumber informasi terpilih yang dibuat oleh pustakawan dalam rangka membantu peneliti/mahasiswa dalam menulis paper, makalah, tugas akhir dan karya tulis ilmiah lainnya ( N u g r a h a , 2 0 1 6 ). Pa t h f i n d e r m e r u p a k a n l a y a n a n i n o v a t if pustakawan yang bertujuan untuk memberikan solusi atas permasalahan pemustaka dalam masa pandemi yang tidak terbatas ruang dan waktu. Pustakawan mencoba memberikan solusi dengan membuat sebuah inovasi bidang kepustakawanan agar kegiatan penelusuran informasi tetap berjalan seperti keadaan normal. Layanan tersebut diberi nama “PATFINOG” (Pathfinder Obstetri dan Ginekologi) yang merupakan brand layanan pathfinder berbasis online bidang ilmu kebidanan dan penyakit kandungan di Perpustakaan Departemen Obstetri dan Ginekologi FKKMK UGM.

Discussion

Dalam penangan pandemi Covid19 diperlukan banyak peran elemen masyarakat yang saling membantu dan berkesinambungan untuk mendukung berbagai upaya pemerintah dalam mengatasi permasalahan yang terjadi akhir-akhir ini. Peran pustakawan adalah yang merupakan salah satu unsur elemen y a n g d a p a t memb a n t u u n t u k mendukung kinerja tenaga Kesehatan d e n g a n me n y e d i a k a n l a y a n a n perpustakaan baik secara off line maupun online. Untuk itu, dalam makalah ini dibahas beberapa hal terkait di dalamnya, antara lain: 1. Pengertian Perpustakaan, Pathfinder dan Era New Normal Menurut Undang-undang no. 43 tahun 2007 perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka (Undang-undang Republik Indonesia No 43, 2007). Pengertian pathfinder dalam Online Dictionary Library and Information Science (ODLIS) adalah sebuah subjek bibliografi yang dirancang untuk menuntun pemustaka menelusur topik tertentu, atau topik apa pun dalam bidang atau disiplin tertentu, biasanya dengan cara yang sistematis, langkah demi langkah, memanfaatkan alat temuan terbaik yang ditawarkan oleh perpustakaan. Pathfinder dapat disajikan secara tercetak maupun secara online. Menurut Nugraha (2016), pathfinder adalah panduan yang berisikan daftar sumber-sumber informasi terpilih yang dibuat oleh pustakawan dalam rangka membantu peneliti/mahasiswa dalam menulis paper, makalah, tugas akhir dan karya tulis ilmiah lainnya. Sedangkan menurut Wulansari (2017), pathfinder adalah bibliografi yang dibuat sesuai subjek atau topik. Pathfinder dapat juga disebut subject guide, research guide dll yang memiliki fungsi memandu pemustaka atau pencari informasi untuk subjek bidang khusus atau topik untuk meraih hasil yang lebih baik. Pandemi Covid-19 ini merubah tatanan masyarakat. Guna mencegah penyebaran virus yang lebih luas dan parah, masyarakat dihimbau untuk tetap tinggal dan beraktifitas di dalam rumah. Hal ini tidaklah mudah, mengingat ada beberapa kegiatan yang mengharuskan dilakukan di luar r uma h . Di b e r b a g a i wi l a y a h , masyarakat memberlakukan lockdown di lingkup satu pedesaan atau padukuhan masing-masing. Namun kondisi ini tidak bisa diterapkan selamanya untuk menjaga kestabilan perekonomian masyarakat. Pemerintah mulai melonggarkan kebijakan terkait mobilitas warganya, pada saat yang sama Covid-19 masih terus mengintai bahkan makin banyak kasus yang terkonfirmasi positif terserang Covid19 ini. Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmita mengatakan, new normal adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal namun dengan ditambah menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan Covid19 (Indonesia.go.id, 2020). Dalam layanan perpustakaanpun sama, dituntut untuk, menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19. Penerapan protokol ini secara otomatis merubah pelayanan, jika sebelum pandemi pemust aka bis a l e lua s a untuk berkunjung dan memanfaatkan semua l ayanan yang dis edi akan ol eh perpustakaan, kini untuk dapat mengaksesnya, pemustaka harus diperiksa suhunya, melakukan cuci tangan, wajib memakai masker dan dibatasi jumlah pengunjung yang bisa masuk ke dalam ruangan. Berdasarkan penetapan protokol di atas, mengakibatkan beberapa dampak bagi pe rpust aka an, di ant a r anya menurunnya juml ah pengunjung akibat keterbatasan tempat akibat penerapan social distancing dan anjuran untuk tidak bepergian dari p eme ri n t a h . D e n g a n me l i h a t permasalahan ini, maka pustakawan harus mencari solusi dengan inovasi d a n p e n g e m b a n g a n l a y a n a n perpustakaan supaya kegiatan belajar mengajar, penelitian dan pengobatan terus berjalan tanpa mengalami kendala meskipun dalam kondisi pandemi. 2. Urgensi PATFINOG dan Peran Pustakawan Ketersediaan Pathfinder di perpustakaan departemen Obsgin merupakan hal penting karena dapat menjadi jembatan ilmu bagi pemustaka untuk mendapatkan sumber informasi secara cepat dan tepat sesuai dengan kebutuhan pemustaka. Pathfinder d a p a t me n j a d i r u j u k a n u n t u k pemustaka yang akan menggunakan jasa perpustakaan di masa pandemi ini karena mencakup layanan penelusuran referensi yang berbentuk online yang m e r u p a k a n p a n d u a n l a y a n a n perpustakaan departemen Obsgin yang berisikan daftar sumber-sumber informasi terpilih untuk membantu peneliti/mahasiswa dalam menulis paper, makalah, tugas akhir dan karya tulis ilmiah lainnya. a. U r g e n s i d a n M a n f a a t PATFINOG Adapun urgensi dan beberapa manfaat PATFINOG bagi pemustaka di Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Ma s y a r a k a t d a n Ke p e r awa t a n Universitas Gadjah Mada, antara lain: 1. Se b a g a i s a r a n a p e n emu a n informasi. Sarana penemuan informasi adalah untuk mendukung kegiatan perkuliahan dan pelayanan di r uma h s a k it, d i k a r e n a k a n pemustaka akan melakukannya secara berkesinambungan. Untuk itu, pustakawan menyediakan informasi sesuai kebutuhan pemustaka yang dikemas dalam pathfinder. Dengan adanya pathfinder maka informasi t e rs ebut dapa t dit emukan, diketahui, dengan cepat, tepat dan sesuai dengan keinginan atau permintaan pemustaka. 2. Mempermudah pemahaman dan pengetahuan atas informasi di perpustakaan. Dalam masa pandemi, pemustaka masih dapat berkunjung ke perpustakaan dengan tujuan untuk mengetahui dan memahami suatu informasi, tentunya dengan mematuhi protokol kesehatan yang diberlakukan. Namun apabila pemustaka masih belum i n g i n b e r k u n j u n g k e perpustakaan, pustakawan sudah mempe rsi apkan informa siinformasi sesuai kebutuhan pemustaka, yaitu cukup dengan merujuk ke pathfinder agar informasi yang dibutuhkan dapat terpenuhi dan menjadi jelas, mudah dipahami, serta dapat m e n j a d i r u j u k a n u n t u k pemahaman dan pengetahuan y a n g l e b i h s e s u a i d e n g a n kebutuhan. 3. Mengetahui subjek tertentu. Pengetahuan terhadap subjek tertentu diperlukan dengan tujuan a g a r p e m u s t a k a t i d a k mendapatkan kesulitan atau salah memahami maksud dari suatu s u b j e k ilmu . Pe n g e t a h u a n pemustaka tentang suatu subjek dapat terbantu dengan adanya pathfinder yang telah disiapkan oleh pustakawan. 4. M emp e rl u a s p e n g e t a h u a n pemustaka. Dengan dibuatnya program ini, d i h a r a p k a n p e n g e t a h u a n pemustaka akan berkembang karena dengan adanya pathfinder yang dibuat oleh pustakawann berasal dari semua koleksi yang telah dimiliki oleh perpustakaan. Koleksi di antaranya; buku, majalah/jurnal, terbitan berkala, koleksi repositori, koleksi berbasis online. Koleksi tersebut telah dirancang sesuai dengan s u b j e k y a n g d i b u t u h k a n pemustaka dan akan lebih mudah untuk dicari. 5. Memudahkan dalam pengetahuan bibliografi koleksi. Inovasi pathfinder yang dibuat oleh pustakawan telah dilengkapi dengan bibliografi koleksi, sehingga memudahkan pemustaka untuk mendapa tkan da ft a r bibliografi baik sesuai kebutuhan untuk sarana penelusuran lebih lanjut, maupun untuk pembuatan daftar pustaka dalam pembuatan karya ilmiah pemustaka. 6. Memudahkan pengambil an keputusan. P e n g a m b i l a n k e p u t u s a n maksudnya, pemustaka dapat memu t u s k a n k o l e k si a t a u informasi yang sesuai dengan keinginan atau kebutuhannya, karena koleksi yang digunakan dalam pembuatan pathfinder dil engkapi dengan anot a si koleksi. Program ini telah dirancang untuk memenuhi kebutuhan pemustaka dengan merujuk sistem pembelajaran berbasis akademik dalam program s t u d i i l m u o b s t e t r i d a n ginetikologi. b. Pe ran pustakawan dalam PATFINOG Dalam penyusunan PATFINOG, pustakawan mempunyai peran yang sangat penting. Adapun peran yang dimaksud yaitu: 1. Pembuat Pathfinder Pemb u a t a n p a t h fi n d e r i n i membutuhkan keahlian khusus, dimana tidak semua tenaga kependidikan punya kemampuan dalam hal ini. Diharapkan dengan adanya pathfinder ini, kebutuhan informasi pemustaka dapat terpenuhi. 2. Penyedia Informasi atau Konten Sumber-sumber informasi yang a d a d a l am p a t h f i n d e r i n i dikumpulkan dan disediakan oleh pustakawan, terdiri dari buku, majalah/jurnal, terbitan berkala, koleksi repositori, koleksi berbasis online, dan lain-lain. 3. Manajemen dan Pengelolaan Program Pathfinder Dari sumber-sumber informasi yang sudah tersedia, kemudian dikelola oleh pustakawan di dalam layanan pathfinder agar lebih bermanfaat dan dapat dengan mudah diakses oleh pemustaka. Layanan ini juga harus terus dikelola dan dikembangkan agar t e t a p b e r j a l a n d a n b i s a d if u n g si k a n s e b a g a ima n a mestinya. c. Kemasan PATFINOG Secara tampilan PATFINOG akan d is ema t k a n d i l ama n we b sit e Departemen Obsgin, yang terbagi menjadi 5 subjek dalam hal ini sesuai bidang keilmuan sub spesialisnya yaitu Obsos, UG, ER, Fetomaternal, dan Onkologi. Kemasan ini mempunyai beberapa unsur diantaranya 1. Menarik Unsur yang sangat penting dalam penya ji an ada l ah mena rik, dimaksudkan agar pemustaka bisa merasa nyaman dan bisa lebih lama dalam mengakses sumbersumber informasi. 2. Mudah diakses Keberadaan layanan pathfinder ini bertujuan untuk memudahkan pemustaka menemukan sumbersumber informasi guna memenuhi kebutuhannya, sehingga layanan ini pun harus disajikan dalam bentuk yang sudah terbiasa diakses oleh pemustaka. Layanan ini berada pada web departemen Obstetri dan Ginekologi FKKMK UGM (Gambar 1.). 3. Lebih bermanfaat Kebermanfaatan layanan ini diharapkan dapat mendukung proses belajar mengajar dan pelayanan kepada pasien bagi civitas akademika dan hospitalia Fakultas Kedokteran dan RSUP Dr Sardjito 4. Konten lengkap Konten dalam pathfinder online i n i t e r d i r i d a r i b u k u , majalah/jurnal, terbitan berkala, koleksi repositori, koleksi berbasis online, dan lain-lain (Gambar 2.) 3. Manfaat PATFINOG bagi pemustaka Manfaat dari program layanan pathfinderini diantaranya adalah 1. Mempermudah tugas mahasiswa 2. Membantu proses penelitian dan penyusunan karya ilmiah 3. Membantu program pelayanan kepada pasien 4. Menjadi rujukan cepat untuk proses belajar mengajar 4. Kolaborasi pustakawan dalam layanan PATFINOG Untuk menjalankan program ini pustakawan harus membuat template, mengisi konten, menyajikan, dan a p a b i l a m e n g a l a m i k e n d a l a , pustakawan dapat berkolaborasi dengan pustakawan lain baik di tingkat f a k u lt a s, u n i v e rsit a s, b a h k a n universitas lain. Hal ini dikarenakan tidak semua kebutuhan informasi pemustaka dapat dipenuhi secara penuh oleh institusi, sehingga pustakawan perlu berkolaborasi dengan pihak lain.

Conclusion

Peran pustakawan di era pandemi sangat membutuhkan kreatifitas, terutama dalam bidang pelayanan. Menurut beberapa pendapat pakar dikatakan bahwa untuk menunjang proses belajar mengajar, perpustakaan dan pustakawan harus berinovasi salah satunya dengan membuat pathfinder. Dengan adanya pathfinde r ini pustakawan dapat memeberikan layanan kepada pemustaka untuk menemukan informasi terbaru, memberikan rujukan di masa pandemi dengan mudah, mampu memenuhi kebutuhan informasi civitas akademika dan hospitalia dalam kegiatan belajar mengajar dalam pelayanan kepada pasien.