Kembali
16
1
2020 Info Bibliotheca Vol 2 · 2 ISSN 2714-805X

ANALISIS SUBJEK KOLEKSI PERPUSTAKAAN DI UPT PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Universitas Lancang Kuning; Universitas Lancang Kuning; Universitas Lancang Kuning

Abstrak

Judul penelitian ini yaitu analisis subjek koleksi perpustakaan di UPT Perpustakaan Universitas Lancang Kuning. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana analisis subjek di UPT Perpustakaan Universitas Lancang Kuning. Metode yang digunakan kuantitatif deskriptif, dengan sampel 867 judul koleksi yang ada di UPT Perpustakaan Universitas Lancang Kuning. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total sampel 867 koleksi, sebagian kecil (7%) subjek koleksi sesuai dengan prinsip penentuan subjek secara spesifik dan langsung. Selanjutnya, dari total 867 judul koleksi, sebagian kecil (7%) subjek koleksi sesuai dengan prinsip keterpakaian. Selanjutnya, dari total 867 judul koleksi, sebagian kecil (6%) subjek koleksi sesuai dengan prinsip keseragaman. Selanjutnya, dari total 867 judul koleksi, sebagian kecil (4%) subjek koleksi sesuai dengan prinsip subdivisi bentuk fisik. Selanjutnya, dari total 867 judul koleksi, sebagian kecil (3%) subjek koleksi sesuai dengan prinsip topik atau aspek khusus. Selanjutnya, dari total 867 judul koleksi, sebagian kecil (1%) subjek koleksi sesuai dengan prinsip subdivisi geografis. Selanjutnya, UPT Perpustakaan Universitas Lancang Kuning tidak menerapkan koleksi tentang subdivisi kronologis. Selanjutnya, dari total 84 judul koleksi, terdapat 19 koleksi tentang prinsip biografi, sebagian kecil (23%) subjek koleksi sesuai dengan prinsip biografi. Selanjutnya, dari total 175 judul koleksi, terdapat 38 koleksi tentang prinsip bahasa dan sastra, sebagian kecil (22%) subjek koleksi sesuai dengan prinsip bahasa dan sastra.

Abstract

The title of this research is the analysis of the subject of library collections at the TechnicalImplementation Unit (UPT) of the Lancang Kuning University Library. The purpose of this study was todetermine how the subject analysis in the Technical Implementation Unit (UPT) Lancang KuningUniversity Library. The method used is descriptive quantitative, with a sample of 867 collection titles inthe Technical Implementation Unit (UPT) of the Lancang Kuning University Library. Data collectiontechniques are observation, interviews, literature study, and documentation. The results showed that froma total of 867 collections, a small part (7%) of collection subjects were in accordance with the principle ofdetermining the subject specifically and directly, then out of a total of 867 collection titles, a small part(7%) of collection subjects were in accordance with the usability principle, then from a total of 867 the title of the collection a small part (6%) of the subject of the collection is in accordance with the principleof uniformity, then from a total of 867 titles of the collection a small part (4%) of the subject of thecollection is in accordance with the principle of subdivision of physical form, then from a total of 867 titlesof the collection a small part (3%) of the subject of the collection in accordance with the principle of aspecific topic or aspect, then out of a total of 867 collection titles, a small portion (1%) of the subject ofthe collection is in accordance with the principle of geographical subdivision, then the TechnicalImplementation Unit (UPT) of the Lancang Kuning University Library does not apply a collection ofchronological subdivisions, further from a total of 84 the title of the collection there are 19 collections onthe principle of biography a small part (23%) subj oak collections are in accordance with biographicalprinciples, then out of a total of 175 collection titles there are 38 collections on the principles of languageand literature, a small portion (22%) of collection subjects according to the principles of language andliterature.
Keywords: Subjek · Pengolahan Bahan Pustaka · Koleksi perpustakaan · Universitas Lancang Kuning

Introduction

Pada umumnya, seseorang yang membutuhkan informasi pada bentuk buku dan bahan pustaka tertentu dari perpustakaan akan mencarinya pada katalog melalui pengarang atau judul. Tetapi tak jarang juga terjadi bahwa seseorang tidak merasa niscaya benar tentang nama pengarang atau judul yang dimaksud. Pada hal ini pencarian menggunakan subjek sangat membantu. Pencarian melalui subjek bisa mengarahkan orang untuk memperluas atau mempersempit subjek yang dimaksud karena entri-entri katalog yang disusun dan dikelompokkan berdasarkan subjek disertai rujukan ke subjek-subjek terkait. Oleh karenanya penerapan tajuk subjek dalam katalog sangat penting untuk meringankan pencarian suatu topik dan disiplin ilmu tertentu yang dimiliki perpustakaan. Dalam penentuan subjek buku atau bahan pustaka lainnya diperlukan analisis subjek yang akurat dengan dibantu sarana daftar tajuk subjek yang lengkap, sedangkan dalam katalogisasi proses pembuatan tajuk subjek disebut mengkatalog subjek. Pengatalogan subjek bertujuan menggunakan kata-kata (istilah) seragam untuk bahan pustaka perpustakaan mengenai subjek tertentu. Subjek adalah topik yang merupakan kandungan informasi (content) dalam buku, pita, video, dan bentuk rekaman lainnya yang terdapat pada koleksi perpustakaan. Sedangkan tajuk subjek adalah kata-kata yang digunakan dalam katalog perpustakaan untuk meringkas kandungan informasi tersebut. Tajuk subjek biasanya dicantumkan pada bagian awal entri katalog yang disusun dalam katalog subjek berabjad, baik dalam katalog bentuk kartu, bentuk buku, bentuk mikro, maupun OPAC (Online Public Access Catalog). Penggunaan OPAC pada saat ini telah banyak di jumpai di beberapa perpustakaan, terutama perpustakaan perguruan tinggi. Perpustakaan perguruan tinggi berada pada suatu perguruan tinggi, baik berbentuk universitas, akademi, sekolah tinggi, ataupun institut. Keberadaan, tugas, dan fungsi perpustakaan tersebut adalah dalam rangka melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang meliputi pendidikan, penelitian/riset, dan pengabdian kepada masyarakat. (Sutarno N.S, 2006) Perpustakaan perguruan tinggi memiliki peran penting di dalam mewujudkan tri dharma perguruan tinggi, dalam hal pengumpulan, pengolahan dan penyebaran informasi yang akan menunjang kegiatan tri dharma perguruan tinggi tersebut. UPT Perpustakaan Universitas Lancang Kuning merupakan salah satu perguruan tinggi yang telah menggunakan OPAC. UPT Perpustakaan Universitas Lancang Kuning telah menggunakan OPAC sejak tahun 2016. UPT Perpustakaan Universitas Lancang Kuning berada di bawah naungan Yayasan Raja Ali. Kegiatan analisis subjek adalah proses meneliti, mengkaji, dan menyimpulkan isi yang dibahas dalam suatu pengolahan bahan pustaka (Zulfikar Zen, 2007). Kegiatan pengolahan bahan pustaka di perpustakaan biasanya mencakup kegiatan inventarisasi, katalogisasi deskripsi dan katalogisasi subjek yang terdiri atas klasifikasi pengindeksan subjek. Pengolahan bahan pustaka penting dilakukan untuk memudahkan temu balik informasi dan memperlancar kegiatan pelayanan. Ada beberapa pedoman yang dapat digunakan untuk menentukan bahasa subjek dalam katalog tersebut, di antaranya yang pertama, adalah Tajuk Subjek Perpustakaan Nasional RI. Tajuk Subjek Perpustakaan Nasional RI merupakan daftar tajuk subjek yang digunakan dan dikembangkan oleh Perpustakaan Nasional RI yang berisikan tentang daftar tajuk subjek, panduan dalam kegiatan pengindeksan subjek bahan pustaka dan beberapa ketentuan yang berkaitan dengan pengindeksan subjek. Salah satu ketentuan tersebut adalah jika tajuk spesifik tidak ditemukan dalam daftar, maka pengatalog harus mencari tajuk yang lebih luas cakupannya sesuai dengan karya tersebut. Kedua, Library of congress subject headings (LCSH). LCSH merupakan daftar tajuk subjek yang digunakan dan dikembangkan oleh library of congress (perpustakaan parlemen USA) sejak tahun 1897 sampai sekarang. Dan edisi cetakan terakhir diterbitkan pada tahun 2016 dan akses ke kosakata yang terus direvisi sekarang tersedia melalui layanan berlangganan dan gratis. Ketiga, Sears List of Subject Heings (SLSH). SLSH adalah daftar judul subjek yang dicetak atau diterbitkan yang mungkin dihasilkan dari file otoritas subjek yang dikelola oleh suatu organisasi atau individu. Daftar judul subjek berisi istilah akses subjek yang disukai (kosakata terkontrol) yang ditetapkan sebagai entri tambahan dalam catatan bibliografi yang berfungsi sebagai titik akses dan memungkinkan pekerjaan untuk dicari dan diambil berdasarkan subjek dari database katalog perpustakaan. Berdasarkan hasil observasi awal peneliti menemukan satu judul buku yang subjeknya tidak tepat yaitu judul buku “Manajemen Sistem Informasi” subjek yang sudah ditentukan pustakawan yaitu “akuntansi manajemen”, maka dari hasil penelusuran yang peneliti cari subjek yang sesuai dengan buku “Manajemen Sistem informasi” yaitu “Manajemen Informasi” sesuai sumber pedoman Tajuk Subjek Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Oleh karena itu, penentuan tajuk subjek dalam katalog harus memenuhi standar. Hal ini dapat dilihat dari penelitian awal yang dilakukan peneliti di UPT Perpustakaan Universitas Lancang Kuning dalam katalog yang ada di OPAC masih terdapat tajuk subjek yang belum sesuai dengan buku Pedoman Daftar Tajuk Subjek. Hal ini bisa membuat pemustaka kesulitan dalam pencarian koleksi di katalog dalam OPAC di Perpustakaan. Dalam penelitian ini teori yang digunakan adalah pengolahan bahan pustaka, pengindeksan subjek, dan perpustakaan perguruan tinggi. Kemudian sebagai pijakan dalam penelitian ini ada beberapa penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian yang penulis lakukan. Adapun penelitian tersebut adalah sebagai berikut: Pertama, Penelitian yang dilakukan (Lilik istiqoriyah, 2015) dengan judul Kajian Katalogisasi Subjek Verbal di Perpustakaan Perguruan Tinggi (Studi kasus dua perpustakaan perguruan tinggi yang dinilai sudah cukup mapan di wilayah sekitar Jakarta). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah kebijakan katalogisasi subyek verbal dan implementasinya dalam proses kegiatan katalogisasi di perpustakaan perguruan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kedua perpustakaan telah mempunyai kebijakan tertulis meskipun sebagian masih berupa draft yang masih dalam proses penyempurnaan. Kedua perpustakaan telah menetapkan pedoman katalogisasi subjek verbal yang harus digunakan secara konsisten namun dalam dalam implementasinya banyak hal yang mempengaruhi kualitas output kegiatan, di antaranya faktor pribadi kataloger, beban kerja, bahasa pengantar dalam bahan pustaka, selain faktor kelengkapan pedoman sebagai bagian dari kebijakan itu sendiri. Oleh karena itu, direkomendasikan agar perpustakaan mempersiapkan perangkat kebijakan tertulis yang lebih memadai dan dapat menjaga konsistensi proses dan output katalogisasi yang berkualitas. Kedua, Penelitian yang dilakukan (Mashudi, 2014) dengan judul Analisis Subjek Bahan Pustaka Pada OPAC Perpustakaan Stmik-Amik Riau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana analisis subjek bahan pustaka di Perpustakaan STMIK - AMIK Riau. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total 2532 judul koleksi sebagian besar (71%) subjek koleksi sesuai dengan prinsip penentuan subjek secara spesifik dan langsung, selanjutnya dari total 2532 judul koleksi sebagian besar (59%) subjek koleksi sesuai dengan prinsip keseragaman, selanjutnya dari total 2532 judul koleksi terdapat 23 judul koleksi tentang subdivisi bentuk fisik dan keseluruhannya (100%) sesuai dengan prinsip subdivisi bentuk fisik, selanjutnya dari total 2532 judul koleksi terdapat 2509 judul koleksi tentang topik atau aspek khusus dan hampir setengahnya (44,24%) subjek koleksi sesuai dengan prinsip topik atau aspek khusus, perpustakaan STMIK-AMIK Riau tidak memiliki koleksi tentang subdivisi geografis dan kronologis. Ketiga, Penelitian yang dilakukan (Masitah, 2015) dengan judul Analisis Konsistensi Penentuan Tajuk Subjek dalam Katalog Perpustakaan di UPT Perpustakaan UIN Ar-Raniry. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsistensi penentuan tajuk subjek dalam katalog perpustakaan di UPT Perpustakaan UIN Ar-Raniry. Penentuan Tajuk Subjek dalam Katalog Perpustakaan OPAC di UPT Perpustakaan UIN Ar-Raniry sudah menggunakan Pedoman standar Daftar Tajuk Subjek. Hasil dari penelitian, Namun penentuan tajuk Subjek yang digunakan dalam Katalog OPAC di UPT perpustakaan UIN ArRaniry belum sepenuhnya Konsisten sesuai dengan peraturan penentuan tajuk subjek Perpustakaan Nasional.

Method

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Menurut (Sugiyono, 2016) metode penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positif, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik. Informan dalam penelitian ini adalah kepala UPT perpustakaan, mantan kepala UPT perpustakaan, dan dua orang pustakawan. Teknik pengumpulan datanya dilakukan melalui observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Sedangkan untuk teknik analisis data dilakukan menggunakan hitungan berdasarkan distribusi frekuensi relatif kemudian data diolah dengan rumus persentase.

Result & Discussion

Analisis subjek bahan pustaka di UPT Perpustakaan Universitas Lancang Kuning sebagai berikut. Analisis subjek bahan pustaka Jumlah Koleksi Persentase Entri spesifik dan langsung 867 7% Keterpakaian 867 7% Keseragaman 867 6% Subdivisi bentuk fisik 867 4% Subdivisi topik 867 3% Subdivisi geografis 867 1% Subdivisi kronologis - - Biografi 84 23% Bahasa dan sastra 175 22% Sumber: Data diolah April 2021 Tabel di atas menunjukkan bahwa dari total sampel 867 koleksi, sebagian kecil (7%) subjek koleksi sesuai dengan prinsip penentuan subjek secara spesifik dan langsung. Selanjutnya, dari total 867 judul koleksi, sebagian kecil (7%) subjek koleksi sesuai dengan prinsip keterpakaian. Selanjutnya, dari total 867 judul koleksi, sebagian kecil (6%) subjek koleksi sesuai dengan prinsip keseragaman. Selanjutnya, dari total 867 judul koleksi, sebagian kecil (4%) subjek koleksi sesuai dengan prinsip subdivisi bentuk fisik. Selanjutnya, dari total 867 judul koleksi, sebagian kecil (3%) subjek koleksi sesuai dengan prinsip topik atau aspek khusus. Selanjutnya, dari total 867 judul koleksi, sebagian kecil (1%) subjek koleksi sesuai dengan prinsip subdivisi geografis. Selanjutnya, UPT Perpustakaan Universitas Lancang Kuning tidak menerapkan koleksi tentang subdivisi kronologis. Selanjutnya, dari total 84 judul koleksi, terdapat 19 koleksi tentang prinsip biografi, sebagian kecil (23%) subjek koleksi sesuai dengan prinsip biografi. Selanjutnya, dari total 175 judul koleksi, terdapat 38 koleksi tentang prinsip bahasa dan sastra, sebagian kecil (22%) subjek koleksi sesuai dengan prinsip bahasa dan sastra. Selanjutnya peneliti akan menjabarkan masing-masing indikator seraya sub indikator, yaitu: Penentuan subjek a. Entri spesifik dan langsung Prinsip spesifik ini sangat penting, baik pada penyusunan dan penerapan subjek katalog modern. Tatanan dasar penentuan entri yang spesifik dan langsung ialah menempatkan sebentuk karangan langsung di bawah kata yang paling spesifik dan mengganti isi karangan dengan saksama dan akurat. Setelah peneliti lakukan analisa terhadap subjek koleksi pada OPAC UPT Perpustakaan Universitas Lancang Kuning, terdapat 61 judul yang sesuai dengan prinsip spesifik dan langsung dan 806 subjek yang tidak sesuai dari total sampel 867 judul. b. Keterpakaian Prinsip keterpakaian merupakan istilah atau frasa yang dipakai untuk membentuk sebuah tajuk subjek wajib dipilih yang umum dipakai, atau yang tidak dipakai dengan kelompok pembaca tersebut. Aturannya jika terdapat sebagian pilihan, maka dipilih istilah dan frasa yang terkenal atau umum dipakai daripada istilah ilmiah atau teknis. Dari hasil analisa yang peneliti lakukan terhadap subjek koleksi pada OPAC Perpustakaan UPT Universitas Lancang Kuning, terdapat 29 judul yang sesuai dengan prinsip keterpakaian dan 362 subjek yang tidak sesuai dari total sampel 867 judul. c. Keseragaman Prinsip penting lain yang wajib dipertimbangkan ialah keseragaman. Pada tajuk subjek sebagian istilah wajib dipakai sebagai konsekuen menggunakan sebagian disparitas antara geografi, etnis, dan kata linguistik. Dari hasil analisa yang peneliti lakukan terhadap subjek koleksi pada OPAC Perpustakaan UPT Universitas Lancang Kuning, terdapat 55 judul yang sesuai dengan prinsip keseragaman dan 812 subjek yang tidak sesuai dari total sampel 867 judul. Subdivisi a. Subdivisi bentuk fisik Ada sebagian karangan penyajian materinya tidak pada bentuk narasi atau pemaparan, melainkan pada bentuk lain, seperti: filmstrip, peta, gambar, daftar, skema, grafi, tabel. Contoh: injil bergambar, direktori pustakawan, kamus psikologi, bibliografi, kumpulan peta geologi. Masalah semacam ini, perlu ditampilkan pada pengguna katalog, bahwa karya tersebut bukan karya mengenai pustakawan, buku bacaan anak, psikologi, geologi, dan injil. Subdivisi bentuk fisik merupakan subdivisi paling umum: Ensiklopedi, peta, indeks, majalah, katalog, direktori, kamus, bibliografi, buku pedoman, dan sebagainya. Setelah peneliti lakukan analisis terhadap subjek koleksi pada OPAC UPT Perpustakaan Universitas Lancang Kuning, dari 867 sampel koleksi terdapat 39 judul koleksi mengenai subdivisi bentuk fisik dan dari 39 judul koleksi tersebut sebagian kecil sesuai dengan prinsip subdivisi bentuk fisik. b. Subdivisi topik atau aspek khusus Subjek bisa ditunjukkan berdasarkan aspek terbatas. Aspek yang dibahas berbentuk sejarah berdasarkan subjek tertentu, atau karangan yang berkaitan dengan hukum, filsafat, penelitian, serta karya mengenai belajar dan mengajar. Setelah peneliti lakukan evaluasi terhadap subjek koleksi pada OPAC UPT Perpustakaan Universitas Lancang Kuning, dari total sampel 867 judul koleksi terdapat 28 judul koleksi yang sesuai dengan prinsip subdivisi topik atau aspek khusus dan 839 subjek yang tidak sesuai. c. Subdivisi geografis Jika bahasan pada karya yang diteliti terpaku dalam wilayah geografis dan wilayah politis terbatas, lalu tajuk subjek bisa dirinci berdasarkan nama tempat geografi. Setelah peneliti lakukan evaluasi terhadap subjek koleksi pada OPAC UPT Perpustakaan Universitas Lancang Kuning, dari total sampel 867 judul koleksi terdapat 13 judul koleksi yang sesuai dengan prinsip subdivisi geografis dan 854 subjek yang tidak sesuai. d. Subdivisi kronologis Jika bahasan pada karangan yang diteliti terpilih dalam kurun atau rentang waktu saat tertentu. Kemudian tajuk subjek bisa dirinci berdasarkan rentang waktu saat yang ditetapkan pada karangan yang sudah di katalog. Setelah peneliti lakukan analisis terhadap subjek koleksi pada OPAC UPT Perpustakaan Universitas Lancang Kuning bahwasannya tidak terdapat judul koleksi tentang subdivisi kronologis. Hal ini dikarenakan UPT Perpustakaan Universitas Lancang Kuning tidak menerapkan koleksi tentang subdivisi kronologis. Biografi a. Biografi perorangan Nama pribadi bisa ditetapkan menjadi subjek, yaitu pada karangan yang menempatkan biografi, baik buku juga karya pada surat kabar, majalah, dan lain-lain, terlibat informasi kematian, informasi dan surat keputusan mengenai pengukuhan pejabat negara, dan sebagainya. b. Biografi kolektif Riwayat hidup kolektif merupakan perolehan karangan yang bahasannya meliputi lebih dari tiga orang, semisal: Soekarno: Biografi Singkat 1901-1970 -- Biografi. Jika yang ditelaah tiga orang atau kurang, diciptakan tajuk subjek buat masing-masing orang. Setelah peneliti lakukan analisis terhadap subjek koleksi dapat dinyatakan bahwa dari 84 judul koleksi, hanya 19 subjek koleksi sebagian kecil (0,23%) sesuai dengan prinsip biografi. Bahasa dan sastra a. Masalah bahasa Tajuk sujek pada karangan umum merupakan bahasa khusus berwujud frasa langsung, semisal: Bahasa Indonesia; Bahasa Inggris; dan sebagainya, apabila karangan tersebut berkaitan dengan aspek atau wujud tertentu berdasarkan suatu bahasa, namun dibubuhi subdivisi bahasa yang sinkron menggunakan aspek pada wujud tersebut. b. Sastra Terdiri dari tiga kelompok, yaitu: Karya tentang sastra, karya sastra, tema dalam sastra. Setelah peneliti lakukan evaluasi terhadap subjek koleksi pada OPAC UPT Perpustakaan Universitas Lancang Kuning hanya terdapat 38 judul koleksi yang sesuai dengan prinsip bahasa dan sastra dan 137 subjek yang tidak sesuai.

Conclusion

Berdasarkan hasil pembahasan, dapat disimpulkan bahwa: Spesifik dan langsung: Sebagian kecil (7%) subjek koleksi di UPT Perpustakaan Universitas Lancang Kuning sudah sesuai dengan prinsip penentuan subjek secara spesifik dan langsung, dari total sampel 867 judul koleksi. Keterpakaian: Sebagian kecil (7%) subjek koleksi sudah sesuai dengan prinsip keterpakaian, dari total sampel 867 judul koleksi. Keseragaman: Sebagian kecil (6%) subjek koleksi sudah sesuai dengan prinsip keseragaman, dari total sampel 867 judul koleksi. Subdivisi bentuk fisik: Sebagian kecil (4%) subjek koleksi sudah sesuai dengan prinsip subdivisi bentuk fisik, dari total sampel 867 judul koleksi. Subdivisi topik atau aspek khusus: Sebagian kecil (3%) subjek koleksi sudah sesuai dengan prinsip subdivisi topik atau aspek khusus, dari total sampel 867 judul koleksi. Subdivisi geografis: Sebagian kecil (1%) subjek koleksi sudah sesuai dengan prinsip subdivisi geografis, dari total sampel 867 judul koleksi. Subdivisi kronologis: UPT Perpustakaan Universitas Lancang Kuning tidak menerapkan prinsip subdivisi kronologis. Biografi: Sebagian kecil (23%) subjek koleksi sudah sesuai dengan prinsip biografi, dari total 84 judul koleksi. Bahasa dan sastra: Sebagian kecil (22%) subjek koleksi sudah sesuai dengan prinsip bahasa dan sastra, dari total 175 judul koleksi.