Kembali
16
1
2024 Inkunabula: Journal Of Library Science And Islamic Information Vol 3 · 2 ISSN 2829-9531

Mengintegrasikan Automasi pada Perpustakaan SMPN 10 Jakarta: Studi Kasus Implementasi SLiMS di Era Society 5.0

Universitas YARSI; Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar; Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi automasiperpustakaan pada SMPN 10 Jakarta di Era Society 5.0 menggunakan Senayan Library Management System (SLiMS). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan observasi langsung dan wawancara semi-terstruktur dengan pustakawan dan kepala pustakawan SMPN 10 Jakarta. Observasi dilakukan dalam dua kunjungan pada bulan Maret 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SLiMS meningkatkan efisiensi operasional perpustakaan, terutama dalam pengelolaan koleksi dan kualitas layanan sirkulasi. Peningkatan kecepatan dan akurasi transaksi sirkulasi berkontribusi pada peningkatan kepuasan pengguna. Peningkatan aksesibilitas informasi melalui OPAC memfasilitasi kemandirian pengguna dalam penelusuran informasi. Tantangan utama meliputi kendala teknis dan keterbatasan pemahaman pustakawan, yang diatasi melalui pelatihan intensif dan pendampingan berkelanjutan. Kesimpulannya, penerapan automasi perpustakaan di SMPN 10 Jakarta memberikan dampak positif pada proses belajar-mengajar dan pengembangan literasi siswa, sejalan dengan tuntutan era Society 5.0. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model implementasi automasi yang dapat diadaptasi oleh perpustakaan sekolah lain di Indonesia.

Abstract

This study aims to analyze the implementation of library automation at SMPN 10 Jakarta in the Society 5.0 era using the Senayan Library Management System (SLiMS). A qualitative research method with a case study approach was employed, involving direct observation and semi-structured interviews with librarians and the head librarian of SMPN 10 Jakarta. Observations were conducted during two visits in March 2024. The results indicate that the implementation of SLiMS enhanced the library's operational efficiency, particularly in collection management and circulation service quality. The increased speed and accuracy of circulation transactions contributed to improved user satisfaction. Enhanced information accessibility through the Online Public Access Catalog (OPAC) facilitated user autonomy in information retrieval. Primary challenges included technical constraints and limited librarian understanding, which were addressed through intensive training and ongoing support. In conclusion, the application of library automation at SMPN 10 Jakarta has positively impacted the teaching-learning process and students' literacy development, aligning with the demands of the Society 5.0 era. This research contributes to the development of an automation implementation model that can be adapted by other school libraries in Indonesia.
Keywords: Automasi Perpustakaan · SLiMS · Society 5.0 · Perpustakaan Sekolah

Introduction

Era Society 5.0 ditandai dengan integrasi teknologi yang semakin mendalam dalam kehidupan sehari-hari, bertujuan menciptakan masyarakat yang lebih cerdas dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup (Fukuyama, 2018). Dalam konteks ini, perpustakaan sekolah sebagai lembaga informasi dan pembelajaran tidak dapat terpisahkan dari perkembangan teknologi. Namun, masih banyak perpustakaan sekolah yang belum menerapkan automasi, menghadapi tantangan besar dalam memenuhi kebutuhan pengguna di era digital (Mathar & Irawati, 2022). Automasi perpustakaan menjadi langkah krusial dalam transformasi ini, memungkinkan pengelolaan sumber daya informasi yang lebih efisien dan akses yang lebih luas bagi pengguna.Namun, realitas di lapangan menunjukkan adanya kesenjangan digital yang signifikan. Penelitian Wandi (2019) mengungkapkan bahwa hanya 30% perpustakaan sekolah di Indonesia yang telah menerapkan sistem automasi. Hal ini mencerminkan tantangan besar yang dihadapi oleh sebagian besar perpustakaan sekolah dalam mengadopsi teknologi, termasuk keterbatasan anggaran, infrastruktur, dan keterampilan SDM (Mathar & Irawati, 2022).SMPN 10 Jakarta, sebagai institusi pendidikan menengah di ibukota, menjadi representasi menarik dari fenomena ini. Meskipun berlokasi di pusat perkembangan teknologi, perpustakaan sekolah ini masih menghadapi kendala dalam mengimplementasikan sistem automasi. Observasi awal menunjukkan bahwa perpustakaan SMPN 10 Jakarta masih mengandalkan sistem manual dalam operasionalnya, yang berdampak pada inefisiensi pengelolaan koleksi, keterbatasan akses informasi, dan kurangnya dukungan optimal terhadap proses pembelajaran di era digital.Senayan Library Management System (SLiMS), sebagai perangkat lunak open source untuk automasi perpustakaan, menawarkan solusi yang menjanjikan. Penelitian Safii et al. (2020) mendemonstrasikan keberhasilan implementasi SLiMS di beberapa perpustakaan sekolah di Malang, yang menghasilkan peningkatan efisiensi operasional dan kepuasan pengguna. Namun, proses implementasi tidak selalu berjalan mulus dan memerlukan strategi yang disesuaikan dengan konteks lokal (Anggraini, 2022).Studi kasus implementasi SLiMS di perpustakaan SMPN 10 Jakarta ini menjadi penting karena beberapa alasan: 1) Memberikan wawasan tentang proses transisi dari sistem manual ke sistem automasi dalam konteks perpustakaan sekolah perkotaan. 2) Mengidentifikasi tantangan spesifik dan strategi yang efektif dalam implementasi SLiMS. 3) Mengevaluasi dampak automasi terhadap efisiensi operasional perpustakaan dan pengalaman pengguna. 4) Mengeksplorasi potensi automasi perpustakaan dalam mendukung literasi digital siswa, sejalan dengan visi Society 5.0.Lebih lanjut, penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan model implementasi automasi yang dapat diadaptasi oleh perpustakaan sekolah lain di Indonesia. Dengan demikian, studi ini tidak hanya relevan bagi SMPN 10 Jakarta, tetapi juga bagi komunitas perpustakaan sekolah yang lebih luas dalam upaya mereka menjembatani kesenjangan digital dan mempersiapkan generasi muda menghadapi era Society 5.0

Method

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk mengkaji integrasi dan implementasi automasi pada Perpustakaan SMPN 10 Jakarta di era society 5.0. automation implementation model that can be adapted by other school libraries in Indonesia. Metode yang dilakukan adalah observasi dan wawancara langsung dengan pustakawan dan kepala pustakawan perpustakaan SMPN 10 Jakarta. Observasi dilaksanakan dua kali, dengan mengunjungi perpustakaan SMPN 10 Jakarta, yang dilaksanakan pada 14 Maret 2024 dan 28 Maret 2024. Observasi ini dilakukan pada dasarnya untuk melaksanakan tugas kelompok mata kuliah otomasi perpustakaan di Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi, Universitas YARSI. Observasi pertama dilakukan untuk mengetahui secara langsung kegiatan operasional perpustakaan SMPN 10 Jakarta, seperti tata kelola koleksi dan perilaku informasi yang dilakukan antara pustakawan dan pengguna. Selanjutnya observasi kedua dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui lebih lanjut terkait automasi perpustakaan, yang memiliki tantangan pada teknis dan masih terbatasnya pemahaman pustakawan mengenai teknologi automasi perpustakaan. Kegiatan observasi juga dibarengi dengan kegiatan wawancara secara semi-terstruktur, di mana para peniliti memungkinakan untuk mengajukan pertanyaan terbuka dan mendalam dengan alur pertanyaan yang relevan.

Result & Discussion

3.1.Hasil Penelitian Hasil yang didapatkan dari wawancara pada pustakawan dan kepala perpustakaan SMPN 10 Jakarta. Peneliti mendapatkan data untuk jumlah pengguna perpustakan kurang lebih 753 pengguna/siswa, jumlah peminjaman koleksi perpustakaan per tahun sekitar 848 peminjaman dan 4.259 pengunjung dalam periode Januari -Oktober 2023. Judul koleksi yang tersedia 4.380 judul, jumlah eksemplar koleksi 11.942 eksemplar. Aplikasi Otomasi yang diterapkan pada bulan maret 2024 tidak ada, walaupun sebelumnya telah diterapkannya aplikasi dengan basis INLISLite dan SLiMS, akan tetapi terjadinya kendala teknis komputer yang dipakai untuk kegiatan ujian sekolah dan terbatasnya pemahaman pustakawan dalam pemulihan ataupun pemasangan ulang aplikasi automasi perpustakaan, sehingga tidak diterapkan kembali sistem automasi perpustakaan pada perpustakaan SMPN 10 Jakarta. Oleh karena itu, ini menjadi tantangan untuk peneliti dalam pemulihan ataupun pemasangan ulang aplikasi automasi perpustakaan pada perpustakaan SMPN 10 Jakarta. Peneliti memberikan solusi dengan proses pemasangan dan pelatihan dengan menggunakan Integrated Library System (ILS) Stand-Alone System dengan aplikasi SLiMS (Senayan Library Management System) yang dilakukan peneliti dilaksanakan dengan lancar dengan dukungan pembelajaran yang telah dilakukan sebelumnya dalam kelas mata kuliah otomasi perpustakaan. Dalam hal ini, peneliti memberikan penjelasan yang terperinci mengenai penggunaan dan pemeliharaan sistem yang dapat memberikan peningkatan dalam pengelolaan koleksi dan efisiensi operasional di perpustakaan sekolah SMPN 10 Jakarta. Pustakawan dapat dengan mudah dalam pengelolaan koleksi yang dapat diinput secara langsung melalui SLiMS, proses pengelolaan ini dapat berupa pemberian kode barcode secara otomatis dan entri data bibliografis. Peningkatan efisiensi operasional dilakukan dalam sirkulasi peminjaman dan pengembalian koleksi yang dipinjam. Tersedia katalog yang dapat memberikan kemudahan bagi pustakawan dalam menemukan koleksi yang dibutuhkan oleh pengguna.3.2.Pembahasan3.2.1.Efisiensi Pengelolaan KoleksiImplementasi SLiMS di Perpustakaan SMPN 10 Jakarta menunjukkan peningkatan dalam efisiensi pengelolaan koleksi. Meskipun tidak ada data kuantitatif spesifik, observasi menunjukkan bahwa proses katalogisasi dan pengelolaan koleksi menjadi lebih cepat dan efisien dibandingkan dengan sistem manual sebelumnya. Hal ini sejalan dengan temuan Safii et al. (2020) yang melaporkan peningkatan efisiensi serupa di perpustakaan sekolah di Malang setelah implementasi SLiMS.Peningkatan efisiensi ini dapat dijelaskan oleh beberapa faktor:3.2.1.1.Fitur input data bibliografi yang user-friendly pada SLiMS 3.2.1.2.Kemampuan sistem untuk menghasilkan nomor klasifikasi dan subjek secara otomatis 3.2.1.3.Integrasi dengan database Marc21 yang memungkinkan copy cataloging3.2.2.Peningkatan Kualitas Layanan SirkulasiKecepatan transaksi sirkulasi meningkat setelah implementasi SLiMS. Proses peminjaman dan pengembalian menjadi lebih cepat dan akurat, yang berpotensi meningkatkan kepuasan pengguna. Temuan ini konsisten dengan penelitian Yoliadi (2022) yang menunjukkan korelasi positif antara automasi perpustakaan dan peningkatan kualitas layanan.Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan ini meliputi:3.2.2.1.Penggunaanbarcode untuk identifikasi cepat koleksi dan anggota3.2.2.2.Sistem pencatatan otomatis yang mengurangi kesalahan manusia3.2.2.3.Notifikasi otomatis untuk peminjaman yang jatuh tempo3.2.3.Aksesibilitas InformasiImplementasi OPAC (Online Public Access Catalog) melalui SLiMS telah meningkatkan aksesibilitas informasi. Pengguna dapat mencari koleksi secara mandiri, yang sebelumnya tidak dimungkinkan dengan sistem manual. Hal ini sejalan dengan konsep Society 5.0 yang menekankan pada aksesibilitas informasi yang seamless (Fukuyama, 2018).Peningkatan aksesibilitas ini berdampak pada:3.2.3.1.Peningkatan kemandirian pengguna dalam penelusuran informasi3.2.3.2.Penurunan beban kerja pustakawan dalam asistensi pencarian3.2.3.3.Potensi peningkatan literasi digital siswa3.2.4.Manajemen Data dan PelaporanSLiMS memungkinkan pembuatan laporan statistik yang lebih mudah dan akurat dibandingkan dengan sistem manual sebelumnya. Hal ini memungkinkan pengambilan keputusan berbasis data yang lebih akurat dan tepat waktu, sejalan dengan prinsip data-driven decision making yang merupakan salah satu karakteristik Society 5.0 (Sørensen & Glassman, 2022).Manfaat yang dirasakan meliputi:3.2.4.1.Kemudahan dalam evaluasi kinerja perpustakaan3.2.4.2.Perencanaan pengadaan koleksi yang lebih terukur3.2.4.3.Pelaporan yang lebih transparan kepada pemangku kepentingan3.2.5.Tantangan dan Strategi AdaptasiMeskipun implementasi SLiMS menunjukkan hasil positif, beberapa tantangan tetap dihadapi, seperti:3.2.5.1.Kendala teknis dalam implementasi sebelumnya3.2.5.2.Keterbatasan pemahaman pustakawan dalam penggunaan sistem automasiStrategi yang diterapkan untuk mengatasi tantangan ini meliputi:3.2.5.1.Pelatihan intensif yang diberikan oleh peneliti 3.2.5.2.Pendampingan berkelanjutan dalam penggunaan sistem.

Conclusion

Implementasi Senayan Library Management System (SLiMS) sebagai solusi automasi pada Perpustakaan SMPN 10 Jakarta menunjukkan dampak positif yang signifikan dalam konteks era Society 5.0. Temuan utama penelitian ini meliputi:4.1.Peningkatan efisiensi operasional perpustakaan, terutama dalam pengelolaan koleksi.4.2.Peningkatan kualitas layanan sirkulasi, ditandai dengan kecepatan dan akurasi transaksi yang lebih baik, yang berpotensi meningkatkan kepuasan pengguna.4.3.Peningkatan aksesibilitas informasi melalui OPAC, yang mendorong kemandirian pengguna dalam penelusuran informasi. 4.4.Perbaikan dalam manajemen data dan pelaporan, memungkinkan pengambilan keputusan berbasis data yang lebih akurat.4.5.Tantangan implementasi, terutama terkait kendala teknis dan keterbatasan pemahaman pustakawan, dapat diatasi melalui pelatihan intensif dan pendampingan berkelanjutan.Penerapan automasi perpustakaan di SMPN 10 Jakarta tidak hanya meningkatkan kualitas layanan perpustakaan, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan literasi digital siswa, sejalan dengan tuntutan era Society 5.0. Peningkatan kualitas layanan sirkulasi, yang ditandai dengan proses peminjaman dan pengembalian yang lebih cepat dan akurat, menunjukkan potensi signifikan dalam meningkatkan pengalaman pengguna perpustakaan. Penelitian ini menyoroti pentingnya adaptasi teknologi dalam konteks perpustakaan sekolah untuk mendukung proses belajar-mengajar yang lebih efektif.Implikasi dari penelitian ini meliputi:4.1.Perlunya peningkatan kapasitas pustakawan dalam penguasaan teknologi informasi, terutama dalam penggunaan sistem automasi untuk layanan sirkulasi.4.2.Pentingnya dukungan institusional dalam implementasi dan pemeliharaan sistem automasi.4.3.Potensi SLiMS sebagai solusi cost-effective untuk automasi perpustakaan sekolah di Indonesia, dengan kemampuan meningkatkan efisiensi layanan sirkulasi.