Kembali
16
1
2021 Literatify : Trends in Library Developments Vol 2 · 2 ISSN 2723-0953

Pengaruh Gerakan Literasi Sekolah Terhadap Peningkatan Literasi Digital Siswa di SMPN 1 Tompobulu Kabupaten Gowa

Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar; Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar; Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gerakan literasi sekolah terhadap peningkatan literasi digital siswa di SMPN 1 Tompobulu Kabupaten Gowa. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif yang berlokasi di SMPN 1 Tompobulu Kabupaten Gowa. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer yaitu metode pengumpulan data menggunakan metode angket yang disebarkan kepada seluruh siswa di SMPN 1 Tompobulu Kabupaten Gowa. Jumlah sampel yang digunakan adalah 81 responden, dengan pengolahan data primer menggunakan teknik analisis dengan bantuan software statistik SPSS versi 22. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gerakan literasi sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan literasi digital siswa pada SMPN 1 Tompobulu Kabupaten Gowa sebesar 0,811 atau 81,1% sedangkan sisanya sebesar 18,9% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. . Kegiatan literasi sekolah bersifat kompleks dalam membentuk kemampuan siswa di SMPN 1 Tompobulu untuk mulai berpikir analitis, sistematis, evaluatif, kritis, imajinatif dan kreatif sehingga implementasi literasi digital dinilai menjadi bagian yang sangat penting dalam kegiatan gerakan literasi sekolah.

Abstract

This study aims to determine the effect of the school literacy movement on increasing students' digital literacy at SMPN 1 Tompobulu, Gowa district. This study uses a quantitative descriptive research located at SMPN 1 Tompobulu, Gowa Regency. The source of data in this study is primary data, namely the method of data collection using a questionnaire method distributed to all students at SMPN 1 Tompobulu, Gowa district. The number of samples used were 81 respondents, with primary data processing using analytical techniques with the help of SPSS statistical software version 22. The results of this study indicate that the school literacy movement has a positive and significant effect on increasing students' digital literacy at SMPN 1 Tompobulu, Gowa Regency by 0.811 or 81.1% while the remaining 18.9% is explained by other variables not examined in this study. . School literacy activities are complex in shaping the ability of students at SMPN 1 Tompobulu to start thinking analytically, systematically, evaluatively, critically, imaginatively and creatively so that the implementation of digital literacy is considered a very important part in the activities of the school literacy movement.
Keywords: School literacy movement · Digital literacy

Introduction

Kemajuan teknologi dan informasi di era sekarang semakin canggih, hal tersebut terlihat dengan semakin banyaknya perangkat-perangkat canggih yang berhubungan dengan kehidupan manusia diproduksi untuk berbagai bidang seperti bidang industri, pendidikan, bisnis dan lain-lainnya yang seakan mengarahkan dunia berada dalam genggaman setiap individu. Menurut Friedman (dalam Nasrullah, 2017:1), dunia semakin rata karena setiap individu dapat dengan mudah mengakses sumber apapun dari mana pun dengan memanfaatkan kecanggihan yang telah tersedia diera sekarang. Perkembangan perangkat-perangkat canggih, salah satunya perangkat digital yang tidak terlepas dari akses internet memberikan banyak dampak positif bagi kehidupan manusia di era sekarang seperti kecepatan akses informasi, kemudahan dalam berkomunikasi, kemudahan dalam bertransaksi, pemerataan akses pendidikan dan lain-lainnya. Namun disisi lain juga memberikan dampak negatif yang perlu diwaspadai (Nasrullah, 2017:3). Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) menjelaskan bahwa perkembangan teknologi informasi yang semakin canggih dan mudah digunakan membuat banyak pengetahuan dengan mudah didapatkan, baik mengenai perkembangan peristiwa yang terjadi diberbagai penjuru dunia, perkembangan ilmu pengetahuan hingga perkembangan bisnis diberbagai negara. Kondisi ini sangat berbeda dengan kondisi antara 20 sampai 30 tahun yang lalu, dimana akses informasi yang bisa didapatkan sangat terbatas. Sehingga hal ini sangat membantu kehidupan masyarakat pada umumnya, khususnya bagi generasi muda termasuk anak-anak dan remaja karena situasi ini sangat bermanfaat sebagai penunjang proses pembelajarannya, mulai dari materi pelajaran tidak lagi terbatas hanya didapatkan melalui guru tetapi juga melalui pengayaan materi yang dapat diakses melalui internet. Namun kecanggihan tersebut juga mengandung dampak yang negatif yang dapat merusak akhlak dan moral penggunanya jika tidak dimanfaatkan dengan baik terutama pada kalangan anak-anak dan remaja karena banyak informasi buruk yang sering disajikan melalui media internet. Dimana keterbukaan ini dapat memunculkan penggunana informasi yang kurang tepat dan akan merugikan penggunanya (www.wantimpres.go.id, diakses pada 28 februari 2021). Menurut hasil riset yang dilakukan oleh Kapoor (dalam Nasrullah dkk, 2017: 2) bahwa generasi muda tidak bisa lagi lepas dengan penggunaan internet, namun intensitas pengaksesan tersebut belum mampu diimbangin dengan kemampuan penggunaan media digital dengan biak. Hal tersebut disebabkan karena beragamnya media digital sehingga jenis, relevansi dan validitasinya sulit untuk dibedakan. Menurut Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kominfo), perkembangan jumlah media di internet yang tercatat sangat meningkat pesat yakni telah mencapai angka 43.400 media, sedangkan yang terdaftar di Dewan Pers hanya sekitar 243 media. Hal ini menyebabkan masyarakat dengan mudah untuk mengakses informasi yang dibutuhkan namun terlepas dari resmi atau tidaknya informasi tersebut (www.kominfo.com, diakses pada 28 februari 2021). Agar penggunaan teknologi bisa bermanfaat dengan baik maka sangat dibutuhkan kemampuan khusus bagi setiap penggunanya yang dikenal dengan istilah literasi digital. Literasi digital berguna untuk meningkatkan kemampuan seleksi, pemahaman kritis serta kemampuan untuk mengevaluasi informasi yang disediakan oleh berbagai sumber informasi di internet yang juga membantu untuk menentukan pilihan terhadap jenis dan konten informasi berdasarkan kebutuhan dan kualitas informasi yang disajikan (Nasrullah, 2017:4). Menurut Sulianta (2020:11), literasi digital sangat dibutuhkan untuk meningkatkan efektivitas pencarian dan penggunaan informasi digital dengan tujuan untuk memudahkan pencarian informasi yang mendalam terhadap jenis informasi yang diinginkan, mulai dari bagaimana cara mencarinya hingga dimana sumber informasi tersebut bisa didapatkan. Sekolah menjadi salah satu lembaga pendidikan yang memiliki peran penting dalam mengajarkan literasi digital kepada genarasi penerus bangsa. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengeluarkan kebijakan pengimplementasian Gerakan Literasi Sekolah atau dikenal dengan istilah GLS, dimana terdapat enam kemampuan literasi dasar yang harus dimiliki oleh setiap siswa yaitu literasi digital, literasi baca tulis, literasi sains, literasi numerasi, literasii finansial serta literasi budaya dan kewarganegaraan. Keenam literasi tersebut harus dimiliki oleh setiap siswa yang diimplementasikan melalui fasilitas program kreatif dan inovatif yang diformulasikan oleh sekolah yang dikemas dalam berbagai kegiatan mulai dari kegiatan kurikuler, intrakurikuler maupun ekstrakurikulit (Sapardan, 2018: 11). SMPN 1 Tompobulu Kab Gowa merupakan salah satu sekolah yang ada Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan yang menerapkan gerakan literasi sekolah (GLS). Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan penulis dengan melakukan wawancara bersama kepala sekolah SMPN 1 Tompobulu Kab Gowa yaitu Hj. Syamsiar Syahrul S.Pd, M.Pd pada 25 februari 2021, menjelaskan bahwa kegiatan gerakan literasi sekolah (GLS) yang intens dilakukan adalah dengan melakukan kegiatan membaca buku non pelajaran selama 15 menit sebelum pelajaran dimulai, selain itu sering juga dilaksanakan seminar literasi untuk menanamkan pentingnya memiliki kemampuan literasi pada siswa salah satunya mengenai literasi digital. Namun berdasarkan hasil wawancara dengan wali kelas VIII yaitu Syamsiah S.Pd menjelaskan bahwa kendala yang sering dihadapi terkait dengan literasi digital yaitu masih banyaknya siswa yang menggunakan informasi dari sumber-sumber yang tidak terpercaya seperti blog, kaskus, wordpress, serta website-website lainnya yang tidak mencantumkan kejelasan sumber informasinya dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru. Hal ini menandakan bahwa masih banyak siswa yang mengesampingkan upaya untuk menggunakan informasi secara kritis dan akurat, karena tidak mampu melakukan evaluasi terhadap sumber informasi yang akan digunakannya dalam menunjang tugas akademiknya padahal sekolah telah memberikan upaya penanaman literasi digital dengan baik yang tertuang dalam program gerakan literasi sekolah (GLS). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Puspito (2019), dalam penelitiannya yang berjudul “implementasi literasi digital dalam gerakan literasi sekolah”. Hasil penelitiannya menyimpulkan bahwa gerakan literasi sekolah bukan hanya sebagai aktivitas membaca dan menulis, sedangkan literasi digital bukan hanya mengenai penggunaan internet untuk mencari informasi ataupun hiburan, tetapi literasi menjadi untuk membentuk kemampuan siswa dalam berfikir secara analitis, sintesis, evaluatif, kritis, imajinatif dan kreatif sehingga implementasi literasi digital dalam gerakan literasi sekolah menjadi hal yang penting untuk mencapai kesadaran bagi semua pemangku kepentingan dalam hal memandang kemampuan literasi sebagai ukuran kemajuan bagi sebuah bangsa. Dari latar belakang serta dukungan penelitian terdahulu yang telah dipaparkan di atas sehingga pentingnya akan pemahaman literasi digital dikalangan siswa sangat dibutuhkan karena hal tersebut akan menunjang aktivitas akademik siswa agar informasi yang didapatkan siswa dapat dipertanggung jawabkan secara akademis. Sehingga dalam hal ini penulis bermaksud untuk meneliti “pengaruh gerakan literasi sekolah terhadap peningkatan literasi digital siswa di SMPN 1 Tompobulu Kab Gowa”.

Method

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian korelasional yaitu penelitian yang dilakukan untuk mencari hubungan atau pengaruh satu atau lebih variabel independen dengan satu atau lebih variabel dependen (Sugiyono, 2017:115). Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kuantitatif. Whintney menyatakan bahwa penelitian deskriptif kuantitatif merupakan penelitian yang bertujuan menjelaskan fenomena yang ada dengan menggunakan angka-angka untuk mencandarkan karakteristik individu atau kelompok (Sugiyono, 2017:117). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa dan siswi di SMPN 1 Tompobulu Kab Gowa sebanyak 420 orang. Sampel pada penelitian ini didapat dengan menggunakan metode probability sampling. Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang bagi setiap unsur (anggota) populasi dipilih menjadi anggota sampel (Sugiyono, 2017:120). Pada penelitian ini pengumpulan data probability sampling menggunakan teknik yaitu simple random sampling. Dikatakan simple atau sederhana karena pengambilan anggota sampel dan populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi ini (Sugiyono, 2017:120). Penentuan jumlah sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus Slovin: (Siregar, 2016:149) 𝑛 = 𝑁 1 + 𝑁𝑒 2 Keterangan: n = sampel N = Jumlah populasi e = Tingkat Kepercayaan/Ketetapan yang diinginkan 10% 𝑛 = 𝑁 1 + 𝑁𝑒 2 𝑛 = 420 1 + (420)(0,1) 2 𝑛 = 420 1 + 420 X 0,01 𝑛 = 420 5,2 𝑛 = 81 Dari hasil penelitian tersebut, dengan menggunakan rumus slovin dengan tingkat kesalahan 10%, maka sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 81 responden. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini melalui kuesioner dan studi kepustakaan. Instrument dalam penelitian ini menggunakan Skala interval agree disagree dengan mengembangkan pernyataan yang menghasilkan jawaban setuju dan tidak setuju dengan rentang nilai 1-10 ( Sugiyono, 2017:124).

Result & Discussion

Tabel 4.12 Hasil Uji Parsial (Uji-t) Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients B Std. Error Beta t Sig. 1 (Constant) .914 4.016 2.026 .000 Gerakan Literasi Sekolah .679 .084 .106 3.946 .007 a. Dependent Variable: Literasi Digital Sumber: Data Primer Yang Diolah, 2021. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis secara parsial (uji-t) menujukkan bahwa nilai koefisien regresi sebesar 0,679 bernilai positif dan memiliki nilai t-hitung sebesar 3,946 > t-tabel 1,664 serta memiliki nilai signifikansi sebesar 0,00 < 0,05, hal tersebut mengartikan bahwa variabel gerakan literasi sekolah memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap peningkatan literasi digital. Sehingga dapat disimpulkan bahwa gerakan literasi sekolah berpengaruh signifikan terhadap peningkatan literasi digital siswa di SMPN 1 Tompobulu Kab Gowa. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Widodo (2020), dengan judul “implementasi program gerakan literasi sekolah di Sekolah Menengah Pertama (SMP)”, dimana hasil penelitiannya menyimpulkan bahwa program literasi di sekolah menengah pertama (SMP) memberikan efek yang besar terhadap kemampuan literasi digital siswa sehingga untuk mendapatkan hasil yang optimal maka kegiatan tersebut harus dilakukan secara rutin. Agar penggunaan teknologi bisa bermanfaat dengan baik maka sangat dibutuhkan kemampuan khusus bagi setiap penggunanya yang dikenal dengan istilah literasi digital (Hasibi dkk, 2020: 59). Menurut Jariah dan Pratama (2019: 59), literasi digital sangat dibutuhkan untuk meningkatkan efektivitas pencarian dan penggunaan informasi digital dengan tujuan untuk memudahkan pencarian informasi yang mendalam terhadap jenis informasi yang diinginkan, mulai dari bagaimana cara mencarinya hingga dimana sumber informasi tersebut bisa didapatkan. Menurut Associations Of College and Research Libraries (2000:32), literasi digital merupakan salah satu aspek penting yang memberikan manfaat dalam hal menghadapi kompleksitas pada berbagai hal dimana seseorang dihadapkan dengan berbagai pilihan informasi yang beragam dan berlimpah. Pada kalangan siswa maupun mahasiswa, literasi digital memberikan bekal kepada siswa agar mampu memanfaatkan berbagai media elektronik yang ada dalam membantu mendapatkan informasi yang relevan dan dapat dipercaya untuk dijadikan sebagai sumber dalam kegiatan akademisi. Sekolah menjadi salah satu lembaga pendidikan yang memiliki peran penting dalam mengajarkan literasi digital kepada genarasi penerus bangsa. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengeluarkan kebijakan pengimplementasian Gerakan Literasi Sekolah (GLS), dimana salah satu aspek yang ada didalamnya ada penerapan pemahaman akan pentingnya penggunaan literasi digital dengan baik, yang diimplementasikan melalui fasilitas program kreatif dan inovatif yang diformulasikan oleh sekolah yang dikemas dalam berbagai kegiatan mulai dari kegiatan kurikuler, intrakurikulerm ekstrakurikulit maupun kokurikuler (Sapardan, 2018: 11). Berdasarkan hasil penelitian penulis di lapangan menunjukkan bahwa gerakan literasi sekolah di SMPN 1 Tompobulu Kab Gowa bukan hanya sebagai aktivitas membaca dan menulis, sedangkan literasi digital bukan hanya mengenai penggunaan internet untuk mencari informasi ataupun hiburan, tetapi literasi menjadi hal yang kompleks dalam membentuk kemampuan siswa di SMPN 1 Tompobulu mulai dari berfikir secara analitis, sintesis, evaluatif, kritis, imajinatif dan kreatif sehingga implementasi literasi digital dianggap sebagai bagian yang sangat penting dalam kegiatan gerakan literasi sekolah. Tujuan dari hal tersebut adalah agar mencapai kesadaran bagi semua siswa dalam hal memandang kemampuan literasi sebagai ukuran kemajuan yang akan memajukan sekolah dan potensi dirinya sendiri sehingga bisa mengikuti perkembangan zaman yang semakin pesat. Dalam Islam juga dijelaskan mengenai pentingnya literasi, hal tersebut terbukti dengan adanya wahyu pertama yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW yaitu mengenai perintah untuk membaca atau dalam bahasa arab disebut sebagai iqra. Sebagaimana tertuang dalam Q.S Al-Alaq: 96:1-5, sebagai berikut: ٱ ُ م َ ر كۡ َ ۡ ٱۡل كَ ُّ ب َ ر َ و ۡ أ َ ر ۡ ٱق ٍ ق َ ل َ ع ۡ ِمن َٰنَ نسَ ِ ۡ ٱۡل َ ق َ ل َ خ َ ق َ ل َ ِي خ ذ ٱَّل ِكَ ب َ ِم ر ۡ ِٱس ب ۡ أ َ ر ۡ ٱق َ م ذ ل َ ِي ع ذ َّل ۡ م َ ل ۡ ع َ ي ۡ م َ ا ل َ م َٰنَ نسَ ِ ۡ ٱۡل َ م ذ ل َ ِم ع َ ل َ ق ۡ ِٱل ب Terjemahnya: “(1) Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, (2) Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. (3) Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, (4) yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. (5) Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (Departemen Agama RI, 2016). Ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah SWT memerintahkan kepada umat-Nya untuk membaca. Allah SWT telah memberikan manusia anugerah yang besar berupa akal, dimana akal tersebut haruslah dipergunakan dengan sebaik-baiknya dengan cara memanfaatkannya dengan mencari ilmu pengetahuan sebanyakbanyaknya, dimana salah satu cara untuk memperolahnya adalah dengan membaca. Hal tersebut dikarenakan dengan melakukan kegiatan membaca maka segala informasi dan pengetahuan akan didapatkan. Tafsir Al-Mukhtashar menjelaskan bahwa perintah membaca merupakan saat dimulainya dakwah menuju tauhid sehingga sangat penting disebutkan sifatnya yang paling kuat dalam menunjukkan ketauhidan Allah SWT (Romdhoni, 2013:75).

Conclusion

Berdasarkan hasil dari analisis data yang telah dilakukan dan pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa gerakan literasi sekolah memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap peningkatan literasi digital siswa di SMPN 1 Tompobulu Kab Gowa sebesar 0,811 atau 81%, sedangkan sisanya sebesar 18,9% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kegiatan literasi sekolah menjadi hal yang penting dalam membentuk kemampuan siswa di SMPN 1 Tompobulu mulai dari berfikir secara analitis, sintesis, evaluatif, kritis, imajinatif dan kreatif sehingga implementasi literasi digital dianggap sebagai bagian yang sangat penting dalam kegiatan gerakan literasi sekolah. Tujuan dari hal tersebut adalah agar mencapai kesadaran bagi semua siswa dalam hal memandang kemampuan literasi sebagai ukuran kemajuan yang akan memajukan sekolah dan potensi dirinya sendiri sehingga bisa mengikuti perkembangan zaman yang semakin pesat.