Kembali
16
1
2014 Unilib: Jurnal Perpustakaan Vol 5 · 1 ISSN 2715-274X

PERSEPSI PEMUSTAKA TERHADAP OPAC (ONLINE PUBLIC ACCESS CATALOGUE) DI PERPUSTAKAAN FAKULTAS KEDOKTERAN UGM YOGYAKARTA

Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi pemustaka terhadap OPAC (Online Public Access Catalogue) di Perpustakaan Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah pemustaka di Perpustakaan Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta, sedangkan objek dalam penelitian ini adalah persepsi pemustaka terhadap OPAC. Metode pengumpulan data melalui kuesioner, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan populasi penelitian adalah pemustaka yang terdaftar sebagai anggota Perpustakaan Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta yang berjumlah 8.536 orang. Dengan banyaknya populasi tersebut diambil sampel berdasarkan rumus Taro Yamane didapat jumlah sampel sebanyak 99 orang. Pengambilan sampel menggunakan metode Accidental Sampling. Variabel dalam penelitian ini bersifat tunggal yaitu persepsi pemustaka terhadap OPAC di Perpustakaan Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta. Pengukuran persepsi berdasarkan OPAC sebagai antarmuka (interface) yang dijabarkan dalam sepuluh teori Heuristic Evaluation menurut teori Nielsen yaitu (1) Visibility of system status, (2) Match between system and the real world, (3) User control and freedom,(4) Consistency and standards, (5) Error prevention, (6) Recognition rather than recall, (7) Flexibility and effi ciency of use, (8) Aesthetic and minimalist design, (9) Help users recognize, diagnose, and recover from errors, dan (10) Help and documentation. Analisis data menggunakan mean dan grand mean. Hasil penelitian menunjukkan bahwa OPAC di Perpustakaan Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta tergolong baik. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata total variabel yaitu sebesar 2,98. Saran dari peneliti untuk Perpustakaan Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta adalah hendaknya meningkatkan materi pelatihan layanan bimbingan penelusuran literatur dengan menggunakan OPAC pada saat awal pemustaka baru menjadi anggota perpustakaan, sehingga pemustaka mampu lebih mandiri dalam mencari referensi yang diperlukan dengan menggunakan OPAC secara optimal
Keywords: Perception · OPAC · Interface · Information Retrieval

Introduction

Perpustakaan perguruan tinggi merupakan pusat informasi yang dimanfaatkan oleh mahasiswa, dosen dan masyarakat akademis lainnya untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan. Selain sebagai pusat informasi, perpustakaan perguruan tinggi juga merupakan sumber ilmu pengetahuan, penelitian, rekreasi, pelestarian khasanah budaya bangsa, serta berbagai layanan jasa lainnya. Perpustakaan perguruan tinggi mengumpulkan semua informasi yang sesuai dengan bidang kegiatan dan misi lembaga dan pemustaka yang dilayaninya (Yusup, 2010). Salah satu fungsi perpustakaan perguruan tinggi menurut Sulistyo-Basuki (1991) yaitu perpustakaan dapat memenuhi keperluan informasi masyarakat perguruan tinggi. Dijelaskan pula dalam UU No. 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan, yaitu perpustakaan perguruan tinggi juga mengembangkan layanan perpustakaan berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Untuk mendukung fungsi tersebut perpustakaan harus menyediakan informasi yang relevan serta menyediakan sarana penelusuran informasi kepada pemustaka. Salah satu sarana penelusuran informasi perpustakaan adalah katalog. Katalog merupakan sarana penelusuran untuk mengetahui informasi apa saja yang bisa diperoleh dari perpustakaan. Pada umumnya katalog perpustakaan mempunyai beberapa bentuk, yaitu katalog berbentuk kartu, katalog berbentuk buku, katalog berbentuk mikro, dan katalog komputer terpasang atau biasa dikenal dengan OPAC (Sulistyo-Basuki, 1991). Dengan adanya sarana temu kembali berupa katalog maka semua informasi yang ada di perpustakaan baik berupa buku, majalah, jurnal, laporan penelitian, skripsi, tesis, disertasi dan sebagainya, akan mudah ditelusuri.Otomasi Perpustakaan Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta menggunakan OPAC dalam proses penelusuran informasi. Melalui OPAC ini, pemustaka akan mengetahui suatu koleksi dengan kata kunci judul, subjek, pengarang, ISBN, dan sebagainya dari koleksi yang dimiliki perpustakaan. Pemustaka akan mengalami kesulitan mencari informasi yang dibutuhkan apabila perpustakaan tidak memiliki alat bantu penelusuran informasi tersebut.Untuk mengakses OPAC, pemustaka bisa menggunakan komputer OPAC yang sudah disediakan perpustakaan, atau menggunakan laptop/ notebook pemustaka dengan mengakses alamat web http://infolib.med.ugm(intranet) dan http://libmed.ugm.ac.id (internet)

Method

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian deskriptif bertujuan menggambarkan secara sistematik dan akurat fakta dan karakteristik. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran UGM yang telah menjadi anggota perpustakaan. Sedangkan objek penelitian ini adalah persepsi pemustaka terhadap OPAC di Perpustakaan Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta.Populasi dan Sampel PenelitianAzwar (1999) mendefi nisikan populasi sebagai kelompok subjek yang hendak dikenai generalisasi hasil penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah semua anggota Perpustakaan Fakultas Kedokteran UGM yang berjumlah 8.536. Pengambilan sampel menggunakan accidental sampling, yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu apa yang secara kebetulan yang ditemui peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus dari Taro Yamane dalam Riduwan (2013), yaitu:Ket:n = Jumlah sampelN = Jumlah populasid2 = presisi yang ditetapkan (asumsi tingkat kesalahan/ sampling error (0,1) atau 10%Berdasarkan data populasi yang berjumlah 8.536 pemustaka, maka jumlah sampel yang diambil sebagai berikut:dibulatkan 99 sampel.Dari hasil perhitungan di atas, didapatkan hasil responden yang diambil sebanyak 99 responden.Instrumen PenelitianInstrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner yaitu untuk mengungkap variabel persepsi pemustaka terhadap OPAC. Kuesioner yang digunakan adalah kuesioner tertutup, karena responden tinggal memilih jawaban yang tersedia dan diharapkan responden memilih jawaban yang sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Instrumen penelitian berupa kuesioner disusun dan dikembangkan sendiri berdasarkan uraian yang ada pada kajian teori. Tabel 1. Kisi-kisi Instrumen PenelitianVariabelSub VariabelIndikatorNomor itemPersepsi Pemustaka terhadap OPAC (Online Public Access Catalogue) di Perpustakaan Fakultas Kedokteran UGM YogyakartaVisibility of system status (visibilitas dari suatu sistem)1. Penggunaan nyata 2. Fungsi menu3. Kelengkapan4. Waktu respon1234Match between system and the real world (kesesuaian antara sistem dengan dunia nyata)1. Kejelasan informasi2. Kesesuaian informasi3. Keterbacaan4. Relevansi5678User control and freedom (kontrol user dan kebebasan)1. Keterbukaan2. Tidak harus login3. Fasilitas “undo& redo”91011Consistency and standards (konsistensi dan standar)1. Konsistensi2. Integritas 1213Error prevention (pencegahan kesalahan)1. Kehandalan2. Ketahanan1415Recognition rather than recall (pengenalan atas penarikan kembali)1. Kemudahan mengenal menu2. Pengingatan kembali1617Flexibility and effi ciency of use (fl eksibilitas dan efi siensi)1. Fleksibilitas2. Efi siensi1819Aesthetic and minimalist design (berhubungan dengan keindahan dan desain minimalis)1. Tampilan desain 2. Warna desain3. Kejelasan font202122Help users recognize, diagnose, and recover from errors (bantuan bagi user untuk mengenali, mendiagnosis, dan memperbaiki dari kesalahan)1. Pemulihan kesalahan2. Pengenalan kesalahan2324Help and documentation (bantuan dan dokumentasi)1. Fasilitas bantuan25Sumber: Nielsen and Mack (1994) dalam Yushiana dan Rani (2007)Membuat penilaian (skoring), tiap-tiap pernyataan disediakan alternatif jawaban yaitu: sangat setuju (SS), setuju (S), tidak setuju (TS), dan sangat tidak setuju (STS). Peneliti memilih penyekoran didasarkan pada skala likert, maka setiap jawaban mempunyai bobot sebagai berikut:Metode Analisis DataAnalisis data yang digunakan, yaitu mean dan grand mean. Mean digunakan untuk mengetahui atau menghitung rata-rata dengan menggunakan perhitungan aritmatika. Sedangkan grand mean digunakan untuk menghitung nilai rata-rata total. Rumus mean menurut Sugiyono (2013b) adalah sebagai berikut: Keterangan: = = rata-rata hitung= jumlah semua nilai kuesioner= jumlah respondenSedangkan rumus grand mean yaitu:Sedangkan untuk mengukur persepsi OPAC dapat dikelompokkan ke dalam skala interval. Skala interval adalah skala yang menunjukkan jarak antara satu data dengan data yang lain dan mempunyai bobot yang sama (Riduwan, 2013). Nilai interval tanggapan dihitung dengan menggunakan pendekatan Sturges dengan skor rata-rata (MX), yaitu:Skor maksimum = 4Skor minimus = 1Range (jarak) = 4 – 1 = 3Banyaknya kategori = 4Interval setiap kategori adalah:Hasil PenelitianGambaran umum OPAC Perpustakaan FK UGM YogyakartaOPAC di Perpustakaan Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta yang baru ini mulai digunakan pertama kali pada tahun 2012, dikembangkan berdasarkan kebutuhan oleh Tim Pengembang Sistem Informasi Perpustakaan Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta. Untuk mengakses OPAC, pemustaka dapat mengakses melalui 2 alamat web, yaitu http://infolib.med.ugm (intranet) dan http://libmed.ugm.ac.id (internet). Perbedaan dari kedua akses tersebut yaitu terletak pada status koleksi dan pemesanan, yang di intranet dapat dilihat status koleksi dalam keadaan tersedia atau sedang dipinjam, dan juga pemustaka dapat melakukan pemesanan (reservasi) untuk meminjam koleksi setelah koleksi tersebut dikembalikan oleh peminjam sebelumnya. Sebaliknya di internet, tidak dapat melihat status koleksi dan tidak dapat melakukan pemesanan (reservasi).Gambar 2. Tampilan Halaman Depan OPAC Pada http://infolib.med.ugm (intranet)Gambar 3. Tampilan Halaman Depan OPAC Pada http://libmed.ugm.ac.id (internet)Sedangkan fasilitas penelusuran pada OPAC Perpustakaan Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta, yaitu ada 3 fasilitas penelusuran. Ketiga fasilitas penelusuran tersebut yaitu Operator Boolean, Limiting Searching (pembatasan penelusuran) dan fasilitas “by word”.1. Operator BooleanBoolean operator pada OPAC merupakan suatu cara untuk menggabungkan kata pencarian dengan beberapa konektor agar memperoleh hasil penelusuran informasi yang lebih spesifi k. Pada OPAC terdapat 3 (tiga) macam operator boolean, yaitu AND, OR, dan NOT.a. AND (irisan) digunakan untuk pencarian lebih dari satu kata kunci dan mempersempit pencarian. Contoh: kata “Kehamilan” AND “Obat”. Maka pencarian pada OPAC Perpustakaan Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta akan mencari berbagai dokumen yang mengandung kata-kata “Kehamilan” dan “Obat” di dalamnya.b. OR (gabungan) digunakan pada saat mencari koleksi yang mengandung salah satu kata atau gabungan dari keduanya. Contoh: kata “Kehamilan” OR “Obat”. Maka pencarian pada OPAC Perpustakaan Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta akan mencari beragam dokumen yang mengandung kedua kata “Kehamilan” dan “Obat”c. NOT (pengecualian) digunakan untuk mempersempit hasil pencarian. Contoh: kata “Kehamilan” NOT “Obat”. Berarti mencari koleksi pada OPAC Perpustakaan Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta yang mengandung kata “Kehamilan”, tetapi tidak mengandung kata “Obat”.2. Pembatasan penelusuran(Limiting Searching).Penggunaan penelusuran ini dikenal juga sebagai penelusuran berdasarkan ruas (fi eld searching). Fasilitas penelusuran ini, pemustaka dapat menetapkan bahwa istilah penelusuran dapat dicari melalui ruas tertentu. OPAC Perpustakaan Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta juga menggunakan Limiting Searching (pembatasan penelusuran). Hal ini dapat dilihat pada:a. Pencarian berdasarkan judulb. Pencarian berdasarkan pengarangc. Pencarian berdasarkan ISBNd. Pencarian berdasarkan subjeke. Pencarian berdasarkan tahun, danf. Pencarian berdasarkan nomor inventaris3. Fasilitas PencarianMenggunakan ‘by word’Dengan memilih pilihan pencarian by word maka hasil penelusuran hanya yang identik dengan kata kunci yang digunakan. Contoh: kata “Obat” (dicentang ‘by word’), hasil penelusurannya yang ada kata obat yang ditemukan, dengan tidak memunculkan kata pengobatan, dll, tetapi kalau kata “Obat” (tidak memakai ‘by word’) maka hasil penelusuran yang muncul ada kata obat, ada kata pengobatan juga muncul

Result

Hasil penelitian ini diperoleh dengan mengumpulkan data primer yang dilakukan mulai tanggal 8 Mei – 30 Mei 2014 yaitu dengan cara membagikan kuesioner kepada 99 responden sesuai dengan sampel yang ditentukan. Hasil Penelitian dijelaskan dalam tabel berikut:Tabel 2. Hasil Penelitian Presepsi Pemustaka terhadap OPAC No Variabel Nilai Rata-rata Kategori Total Nilai Rata-rata 1 Visibility of system status 2,98 Baik 2. Match between system and the real world 3,03 Baik 3. User control and freedom2,82 Baik 4. Consistency and standards 3,05 Baik 5Error prevention 3,07 Baik 6. Recognition rather than recall 2 ,96Baik 7. flexibility and efficiency of use 3,02Baik 8. Aesthetic and minimalist design 2,94 Baik 9. Help users recognize, diagnose, and recover from errors 2,96 Baik 10. Help and documentation 3,01Baik Total 29,84 Sumber: Olah Data Primer, Mei 2014

Conclusion

Berdasarkan penelitian melalui tahapan penjabaran dan analisis variabel (1) Visibility of system status, (2) Match between system and the real world, (3) User control and freedom, (4) Consistency and standards, (5) Error prevention, (6) Recognition rather than recall, (7) Flexibility and effi ciency of use, (8) Aesthetic and minimalist design, (9) Help users recognize, diagnose, and recover from errors, dan (10) Help and documentation, maka penelitian ini dapat disimpulkan bahwa nilai rata-rata persepsi pemustaka terhadap OPAC (Online Public Access Catalogue) di Perpustakaan Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta adalah 2,98. Dengan demikian, kesimpulannya adalah persepsi pemustaka terhadap OPAC di Perpustakaan Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta dikategorikan baik. Dari hasil penghitungan mean dari setiap variabel diperoleh hasil tertinggi 3,07 yaitu variabel Error prevention yang meliputi aspek kehandalan dan integritas, kemudian variabel User control and freedom yang meliputi indikator keterbukaan, tidak harus login, dan fasilitas undo & redo dengan nilai 2,82 sebagai nilai paling rendah