Kembali
16
1
2023 Jurnal Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia Vol 2 · 2 ISSN 2962-5599

WIDYA (Web Information Dialog Your Assistant): AI-Powered Chatbot for Library Online Service Innovation

Institut Teknologi Kesehatan Malang Widya Cipta Husada; Institut Teknologi Kesehatan Malang Widya Cipta Husada; Institut Teknologi Kesehatan Malang Widya Cipta Husada

Abstrak

Perpustakaan merupakan sumber literasi informasi, sehingga membutuhkan sarana dan prasarana yang memadai untuk mendukung hal tersebut. Guna mendapatkan kepuasan dari para civitas academica maka diperlukannya peningkatan sistem informasi yang lebih praktis dan memudahkan petugas maupun pengunjung. Penelitian ini mengembangkan aplikasi Chatbot yang digunakan sebagai customer service online perpustakaan di Institut Teknologi Kesehatan Malang Widya Cipta Husada untuk menyampaikan informasi perpustakaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengembangan sistem menggunakan tahapan metode pemrograman waterfall. Tahapan terdiri dari analisis kebutuhan, desain sistem, implementasi dan pengujian. Menggunakan software vscode sebagai editor dan bahasa pemrograman phyton, html dan JavaScript. Sistem Chatbot menggunakan AIML (Artificial Intelligence Markup Language) sebagai dasar pengetahuan. Sistem Chatbot mampu menjawab dan melakukan percakapan dengan pengguna sesuai dengan pengetahuan terkait informasi perpustakaan. Hasil yang diharapkan sistem dapat membantu pengunjung maupun pustakawan dalam penyampaian informasi yang cepat dan akurat. Hasil dari penelitian ini sistem Chatbot WIDYA mampu berjalan dengan baik dan akurat karena memiliki akurasi sebesar 90%.

Abstract

The library is a source of information literacy, so it requires adequate facilities and infrastructure to support this. To get satisfaction from the academic community, it is necessary to improve more practical information systems and make it easier for officers and visitors. This research develops a Chatbot application used as a library online customer service at the Widya Cipta Husada Malang Institute of Health Technology to convey library information. This research uses a qualitative method. System development uses the stages of the waterfall programming method. Stages consist of requirements analysis, system design, implementation, and testing. They are using vscode software as an editor and phyton, HTML, and JavaScript programming languages. The Chatbot system uses AIML (Artificial Intelligence Markup Language) as a knowledge base. The Chatbot system can answer and have conversations with users according to knowledge related to library information. The expected results of the system can help visitors and librarians in delivering fast and accurate information. The results of this study show that the WIDYA Chatbot system can run well and accurately because it has an accuracy of 90%.
Keywords: Artificial Intelligence · Markup Language · Chatbot · Library

Introduction

Saat ini sebagian besar perguruan tinggi telah menggunakan sistem informasi dalam memberikan informasi. Sistem informasi dapat diartikan sebagai komponen perangkat keras, perangkat lunak dan perangkat manusia yang saling berhubungan dalam mengolah data untuk mencapai tujuan yaitu menyajikan informasi (Kristanto, 2022). Sistem informasi sangat berperan penting dalam dunia pendidikan terutama dalam segi pelayanan. Pelayanan pendidikan dalam dunia perguruan tinggi perlu mengedepankan layanan yang maksimal agar para civitas academica serta pengunjung mendapat kepuasan terhadap layanan yang diperoleh (Ranoliya et al., 2017). Guna mendapatkan kepuasan dari para civitas academica maka diperlukannya peningkatan sistem informasi yang lebih praktis dan memudahkan petugas maupun pengunjung. Salah satu unit perguruan tinggi yang diperlukan peningkatan sistem informasi adalah unit perpustakaan kampus. Perkembangan teknologi menuntut perpustakaan untuk terus mengikuti perkembangan kebutuhan pengguna. Penggunaan sistem informasi perpustakaan dengan menyesuaikan perkembangan teknologi dapat memberikan pemanfaatan perpustakaan yang lebih efisien dan efektif. Perpustakaan tentu sulit untuk tidak mengikuti serta menerima peranan teknologi informasi dan dampaknya pada kehidupan bermasyarakat (Nashihuddin et al., 2018). Seiring dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat, lahirlah inovasi inovasi terbaru dari pengembangan sistem informasi. Berbagai macam sistem informasi yang digunakan dalam pelayanan perpustakaan kampus misalnya, website, aplikasi, hingga chatting. Seluruh jenis layanan tersebut berfungsi sebagai media komunikasi antara pihak kampus dengan para civitas academica serta pengunjung (Santoso, 2018). Berdasarkan hal tersebut, dapat dikatakan bahwa pengembangan sistem informasi terbaru sangat diperlukan untuk menunjang layanan komunikasi khususnya dalam perpustakaan kampus. Salah satu pengembangan sistem informasi terbaru yang sedang tren yaitu sebuah kecerdasan buatan atau biasa disebut dengan AI (Artificial Intelligence). Teknologi AI akan meringankan tugas berat dan menentukan banyak aspek dalam dunia kerja modern (Gesing et al., 2018). Terdapat berbagai ragam teknologi AI salah satunya yaitu Chatbot (Chatter Bots). Chatbot adalah layanan dengan kecerdasan buatan, kita akan berinteraksi melalui antarmuka obrolan/dialog (Herianto & Pradityo, 2015). Chatbot memungkinkan pengguna dalam memperoleh informasi perpustakaan dengan obrolan dalam kolom chat berupa website ataupun aplikasi tertentu. Perpustakaan Institut Teknologi Kesehatan Malang (ITKM) Widya Cipta Husada memiliki sumber daya manusia (SDM) yang sedikit. Minimnya SDM yang ada membuat pelayanan kepada pemustaka belum maksimal. Berdasarkan Tabel 1. dapat dilihat bahwa SDM yang ada di ruang perpustakaan terdiri dari tiga orang. Tingkat pendidikan dua petugas adalah SMA dan petugas 1 sebagai kepala perpustakaan berjenjang Diploma. Salah satu petugas berusia lanjut dan jika dilihat pada jabatan, petugas tersebut merupakan yang menghabiskan waktu lebih banyak untuk menjaga ruang perpustakaan. Hal ini membuat banyak pengunjung yang bingung dan kesulitan memperoleh informasi terkait perpustakaan. Berdasarkan hal tersebut maka peneliti melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengimplementasikan sistem CS (Customer Service) Online berbasis Chatbot AI dengan nama WIDYA (Web Information Dialog Your Assistant). Chatbot WIDYA yang berperan sebagai Customer Service Online Perpustakaan dimana Chatbot akan memberikan informasi terkait perpustakaan. Pengembangan sistem menggunakan metode Artificial Intelligence Markup Language (AIML). Chatbot yang digunakan berbasis website, yang akan terintegrasi dengan website perpustakaan ITKM Widya Cipta Husada. Bahasa yang digunakan dalam obrolan/dialog Chatbot adalah Bahasa Indonesia.

Method

Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Penelitian dilakukan pada tanggal 6 Maret 2023 s.d. 31 Maret 2023 di Institut Teknologi Kesehatan Malang Widya Cipta Husada. Penelitian ini dilakukan menggunakan tahapan metode waterfall. Tahapan yang digunakan terdiri dari analisis kebutuhan, desain sistem, implementasi dan pengujian. Seperti yang terlihat pada Gambar 1. Analisis kebutuhan merupakan tahapan dalam pengumpulan data. Analisis kebutuhan sistem dilakukan dengan observasi, pengamatan dan wawancara terhadap pengunjung perpustakaan dan pustakawan. Analisis kebutuhan juga dilakukan dengan menganalisis berbagai literatur terkait Chatbot dengan pengetahuan AIML (Artificial Intelligence Markup Language). Desain sistem dilakukan perancangan model sistem dengan menggunakan flowchart dan use case diagram sebagai gambaran berbagai fungsi yang ada pada Chatbot. Software yang digunakan dalam perancangan model sistem adalah Microsoft Visio dan rancangan berupa mockup menggunakan figma. Tahap implementasi dilakukan dengan input pengetahuan dalam dokumen AIML yang ada dengan menggunakan software VS Code sebagai editor dengan bahasa pemrograman phyton, html dan javascript. Sehingga data pengetahuan dapat berjalan dalam sistem Chatbot. Tahap pengujian sistem menggunakan black box testing. Tahap ini dipersiapkan dengan 20 skenario pertanyaan dan 20 skenario jawaban yang terinput dalam dokumen AIML, kemudian menanyakan 20 skenario tersebut ke sistem Chatbot WIDYA. Mengumpulkan 20 jawaban yang terjawab Chatbot WIDYA berdasarkan skenario. Kemudian menghitung akurasinya dengan rumus (Abilowo et al., 2020). Rumus akurasi sama dengan jumlah jawaban sistem yang sesuai dibagi dengan jumlah skenario pertanyaan kemudian dikali 100%. Maka kita akan menemukan nilai akurasi yang akan digunakan dalam pengujian sistem.

Result & Discussion

Analisis Kebutuhan Sistem lama yang berjalan di ITKM Widya Cipta Husada yaitu sebagian besar mahasiswa sebagai pengunjung perpustakaan yang paling sering hendak melakukan peminjaman buku, pengembalian buku, perpanjangan buku, serah terima simpan karya tulis ilmiah (KTI)/Skripsi hingga bekerja kelompok bersama. Tentunya dari seluruh kegiatan tersebut memiliki tata tertib dan peraturan yang berlaku di Perpustakaan ITKM Widya Cipta Husada. Sebagian besar pengunjung kekurangan informasi terkait tata tertib ataupun peraturan yang ada, sehingga hal ini membuat pelayanan terganggu hingga merugikan perpustakaan kampus. Terlebih lagi dengan jumlah pustakawan yang minim dan berusia lanjut sehingga kesulitan dalam menyampaikan informasi, ataupun pengunjung kesulitan dalam memperoleh informasi dari pustakawan tersebut. Oleh karena itu dibutuhkannya sistem yang dapat menjawab pertanyaan pengunjung dengan cepat dan akurat terkait informasi perpustakaan yang belum diketahui. Hal ini sejalan dengan penelitian Guntoro dkk., (2020) yang menyatakan bahwa dengan adanya sistem lama terkadang informasi yang ditanyakan dibutuhkan jawaban dengan waktu yang lama, sehingga menyulitkan pengunjung perpustakaan terutama ketika ingin mendapatkan informasi yang akurat. Diharapkan dengan adanya sistem yang baru sehingga dapat memudahkan pengunjung maupun pustakawan. Desain Sistem Sistem baru yang dirancang adalah pembuatan CS online berbasis AI berupa Chatbot dengan menggunakan AIML. Perancangan model sistem menggunakan flowchart alur gambaran dan use case diagram sistem Chatbot yang akan dikembangkan. Berikut alur sistem Chatbot WIDYA pada Gambar 3. Pada Gambar 3 alur sistem Chatbot WIDYA yang dibangun dimulai dengan pengguna menginputkan pertanyaan pada kolom chat. Kemudian sistem mengecek AIML apakah ada data yang sesuai dengan pertanyaan. Kemudian jika pertanyaan sesuai dengan template data maka jawaban akan sesuai dengan pattern pada AIML, namun jika pertanyaan tidak sesuai dengan template data maka Chatbot akan menjawab “Maaf saya tidak mengerti”. Kemudian pengguna kembali menginputkan pertanyaannya. Gambar 4. merupakan use case diagram gambaran dari Chatbot WIDYA yang dikembangkan. Dimana user (pengguna) adalah pengunjung perpustakaan dapat menginputkan pertanyaan ataupun melakukan dialog dengan Chatbot. Sedangkan admin dapat meng-update knowledge (pengetahuan) Chatbot. Update knowledge Chatbot dapat dilakukan secara langsung dengan menginput data tambahan dalam program AIML. Implementasi Proses menginput data pengetahuan pada dokumen AIML, pengetahuan yang telah dibuat akan ditampilkan. Peneliti menyiapkan 57 category, 57 pattern, dan 57 template. Berikut beberapa knowledge yang telah disiapkan untuk input pada dokumen AIML terlihat pada Tabel 2. Tahap ini membutuhkan normalisasi input agar sesuai dengan bahasa dokumen AIML, hal ini dilakukan karena sistem menggunakan proses deployment. Proses normalisasi merupakan proses menginput seluruh data yang diberikan, dinormalisasikan terlebih dahulu agar dapat disesuaikan dengan pengetahuan dasar yang sesuai dalam bentuk AIML (Maskur, 2016). Setelah itu perancangan model sistem yang dituangkan ke dalam bahasa pemrograman termasuk dalam pembuatan dokumen AIML, selanjutnya pembuatan desain antarmuka (interface). Desain interface merupakan mekanisme komunikasi sistem pada sebuah program, baik itu aplikasi website ataupun software dengan antarmuka user (Himawan & F., 2020). Berikut tampilan user interface Chatbot WIDYA yang telah dibangun. Gambar 5. merupakan tampilan awal dari desain user interface Chatbot WIDYA. Terdapat logo ITKM Widya Cipta Husada di sebelah kiri atas sebagai identitas Chatbot serta penjelasan pengenalan dari Chatbot WIDYA. Terdapat keterangan “ini adalah pesan otomatis dari Chatbot” merupakan informasi untuk pengguna bahwa percakapan akan dilakukan dengan sistem Chatbot. Tampilan dibuat dengan jelas beserta keterangan untuk membantu pengunjung dalam penggunaan Chatbot. Gambar 6 merupakan tampilan user interface ketika pengguna melakukan percakapan dengan Chatbot WIDYA. Pengguna dapat langsung menginputkan pertanyaan pada kolom ketik “tulis pesan” kemudian klik tombol “kirim”. Maka secara otomatis Chatbot WIDYA akan menjawab. Ketika Chatbot ditutup, kemudian pengguna lain membuka halaman Chatbot lagi maka percakapan otomatis terhapus dan kembali ke tampilan awal. Pengujian Pengujian sistem menggunakan black box testing, menyiapkan 20 skenario pertanyaan dan 20 skenario jawaban yang terinput pada dokumen AIML, kemudian menanyakan 20 skenario tersebut ke sistem Chatbot. Mengumpulkan 20 jawaban terjawab oleh Chatbot berdasarkan skenario. Selanjutnya menghitung akurasi, berikut beberapa skenario dan jawaban Chatbot WIDYA. Berdasarkan hasil pengujian black box testing dirumuskan sebuah akurasi ketepatan sistem WIDYA sebagai implementasi CS online perpustakaan berbasis Chatbot AI dapat berjalan. Berikut rumus akurasi dari hasil pengujian : Akurasi = (Jumlah jawaban sistem yang sesuai / Jumlah skenario pertanyaan) x 100% Akurasi = (18 / 20) x 100% = 90% Berdasarkan hasil perhitungan akurasi sistem Chatbot WIDYA adalah 90%. Hasil perhitungan ini selaras dengan penelitian Abilowo et al., (2020) dengan judul Perancangan Chatbot Sebagai Pembelajaran Dasar Bahasa Jawa Menggunakan Arftificial Intelligence Markup Language. Hasil penelitian tersebut menyatakan perhitungan pengujian black box testing dengan sebuah akurasi sistem Chatbot ketika menggunakan metode AIML adalah 90% dikatakan sistem dapat berjalan dan akurat. Pengujian UAT (User Acceptance Test) Pengujian UAT merupakan prosedur yang digunakan dalam proses pengujian yang ditinjau dari segi pengguna sistem. Dimana yang dimaksudkan untuk menghasilkan bukti bahwa sistem yang telah dikembangkan dapat digunakan dan diterima ataupun tidak oleh pengguna sistem itu sendiri. Pengujian dilakukan oleh peneliti terhadap pengguna sistem (user) yaitu pemustaka. Pengujian UAT dilakukan dengan 15 responden. Hasil dari proses ini dinilai dengan 5 kategori yaitu, SS (Sangat Sesuai), S (Sesuai), KS (Kurang Sesuai), TS (Tidak Sesuai) dan TJ (Tidak Jawab). Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, penelitian ini memiliki tingkat akurasi sebesar 95%, hal ini lebih tinggi dari penelitian Rusmarasy et al. (2019) yang berjudul Pengembangan Chatbot pada CoMa untuk memberikan motivasi kepada pengguna menggunakan AIML yaitu 88,8%. Sistem Chatbot ini dikembangkan khusus untuk menunjang pelayanan serta sumber informasi di Perpustakaan ITKM Widya Cipta Husada. Pengembangan sistem akan terus dilakukan sesuai dengan kebutuhan pengguna dan query-query baru yang dapat diinputkan melalui link Gform yang berfungsi sebagai FAQ database sistem kami sementara.

Conclusion

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa pembuatan Chatbot WIDYA sebagai CS Online perpustakaan berbasis AI berjalan dengan baik, sistem dapat berinteraksi dan menjawab pertanyaan pengguna. Berdasarkan hasil pengujian menggunakan metode black box testing didapatkan hasil perhitungan akurasi sebesar 90% dan didapatkan tingkat akurasi sebesar 95% dalam pengujian UAT sehingga dapat dikatakan sistem Chatbot WIDYA mampu berjalan dengan baik dan akurat.