Penguatan Citra UPT Perpustakaan UMM melalui Media Sosial untuk Meningkatkan Peran dan Fungsi di Era Masyarakat 5.0
Universitas Muhammadiyah Malang; Universitas Muhammadiyah Malang; Universitas Muhammadiyah Malang
Abstrak
Perkembangan teknologi digital saat ini sudah memasuki era masyarakat 5.0. Kecerdasan buatan sudah diterapkan dalam berbagai bentuk. Sebelumnya layanan perpustakaan bersifat tradisional secara teknis dan fisik, berbeda halnya dengan saat ini dengan penerapan sistem digital hingga media sosial. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis dan mendeskripsikan penguatan citra UPT Perpustakaan UMM melalui media sosial untuk meningkatkan peran dan fungsi perpustakaan secara maksimal di era masyarakat 5.0. Dalam tulisan ini, penulis menerapkan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Berdasarkan survei terkait optimasi branding media sosial perpustakaan dalam hal ini Mahasiswa UMM sebanyak 143 orang mendapatkan hasil bahwa mereka lebih aktif menggunakan akun Instagram dibanding media sosial lainnya dengan angka 72.7% setelah dilakukan optimasi branding selama 8 bulan dimulai September 2022 – April 2023. Maka dari itu, UPT Perpustakaan UMM membentuk sebuah tim khusus bernama Tim Medsos (media sosial) yang ditugaskan untuk memaksimalkan publikasi konten kreatif melalui akun media sosial khususnya Instagram. Demi tersampainya informasi secara maksimal, Tim Medsos membuat konten semenarik mungkin dengan menyusun Brand Guideline yang berfokus pada templat posting-an serta Social Media Design yang berfokus pada design dan penataan konten. Terdapat empat konsep content pillar diantaranya Spall-Spill, Play and Fun, UMMLibTalk, dan Kober. Upaya tersebut membuahkan hasil bagi UPT Perpustakaan UMM dengan meningkatkan jumlah follower dan kunjungan fisik ke perpustakaan. Pustakawan UMM juga lebih percaya diri dengan dilibatkan menjadi content creator, selain itu dampak lainnya adalah terjalinnya interaksi UPT Perpustakaan UMM dengan mahasiswa, sivitas akademika, dan masyarakat umum.
Abstract
The development of digital technology has now entered the era of society 5.0. Artificial intelligence has been applied in various forms. Previously, library services were traditional technically and physically, which is different from today's with the application of digital systems to social media. This research aims to analyze and describe strengthening the image of the UMM Library UPT through social media to maximize the role and function of the library in the era of society 5.0. In this paper, the author applies descriptive research with a quantitative approach. Based on a survei regarding library social media branding optimization, 143 UMM students found that they were more active in using Instagram accounts than other social media, with a figure of 72.7% after branding optimization was carried out for eight months starting September 2022 – April 2023. Therefore, UPT UMM Library formed a special team called the Social Media Team (social media), which is assigned to maximize the publication of creative content through social media accounts, especially Instagram. To convey maximum information, the social media team creates content as much as possible by compiling a Brand Guideline focusing on post templates and Social Media Design, concentrating on design and content arrangement. There are four content pillar concepts: Spall-Spill, Play and Fun, UMMLibTalk, and Kober. These efforts produced results for the UMM Library UPT by increasing the number of followers and physical visits to the library. UMM librarians are also more confident by being involved as content creators; apart from that, another impact is the interaction of the UMM Library UPT with students, the academic community, and the general public.
Keywords:
Image of UPT UMM Library
· Social media
· Society 5.0.
Introduction
Perpustakaan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung sistem pembelajaran. Berdasarkan (Undang-Undang No 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan, 2007), disebutkan pada pasal 24 ayat (1) bahwasanya setiap perguruan tinggi yang memiliki perpustakaan harus memenuhi Standar Nasional Perpustakaan serta tetap memperhatikan Standar Nasional Pendidikan. Demi mendukung kesuksesan Tri Dharma Perguruan Tinggi, perpustakaan memiliki kewajiban untuk memiliki kebijakan yang profesional yang meliputi pengembangan, pembinaan, dan pemberdayaan perpustakaan. Ketentuan tersebut telah diatur oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, 2015). Seiring perkembangan jaman, saat ini perpustakaan menghadapi tantangan yang mengharuskan untuk tetap mempertahankan keberadaannya. Hadirnya era digital yang semakin memudahkan masyarakat ataupun sivitas akademika memperoleh informasi dengan mudahnya. Tanpa melakukan usaha yang mengharuskan menuju perpustakaan, sivitas akademika perguruan tinggi bisa memperoleh referensi dengan browsing melalui gadget masing-masing di mana pun mereka berada (Ramdhan et al., 2022). Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi perpustakaan yang harus eksis ditengah gempuran banjir informasi di era digital. Problematika tersebut mengharuskan perpustakaan beradaptasi dengan digitalisasi. Layanan perpustakaan lambat laun juga mulai bergerak menuju digitalisasi, sebelumnya informasi terbaru perpustakaan biasa ditempel pada poster di papan pengumuman atau menyebarkan brosur. Namun hal tersebut saat ini bisa diminimalisir melalui media sosial. Langkah tersebut juga turut membuat perpustakaan lebih eksis melalui penguatan citra pada platform media sosial (Oktavianingrum et al., 2023; Zuhri & Christiani, 2019). Hadirnya media sosial memudahkan perpustakaan untuk menjangkau para pengguna dengan turut membagikan informasi terkait berbagai pelayanan yang ditawarkan. Di era masyarakat 5.0 seperti saat ini, manusia sudah mulai melakukan kolaborasi dengan mesin yang menghasilkan kecerdasan buatan yang disebut Artificial Intelligence (AI) (Putri & Hasan, 2022). Penerapan AI memudahkan manusia untuk melakukan berbagai aktifitas, termasuk melakukan penguatan citra melalui media sosial. Beberapa media sosial yang marak digunakan oleh masyarakat antara lain seperti Instagram, YouTube, Facebook, TikTok, dan sebagainya. Pada Januari 2023, terdapat 167 juta pengguna asal Indonesia yang menggunakan media sosial (Digital 2023: Indonesia, 2023). Realitas teori ekologi media, yang berpendapat bahwa media memiliki pengaruh yang signifikan pada audience, telah terbukti secara menyeluruh melalui penelitian. Instagram telah terbukti menjadi media promosi yang efektif dalam aspek ini. Memasarkan dapat memaksimalkan potensi Instagram sebagai alat promosi luar biasa dengan memahami dan menerapkan temuan penelitian ini. Semoga, mereka akan dapat membangun pendekatan pemasaran yang lebih sukses untuk mencapai tujuan mereka sebagai hasil dari wawasan ini (Fredik & Dewi, 2018). UPT Perpustakaan UMM merupakan salah satu perpustakaan perguruan tinggi yang mengikuti perkembangan era masyarakat 5.0. Melihat dari segi fasilitas dan layanan yang dimiliki, UPT Perpustakaan UMM mampu memenuhi kebutuhan sivitas akademika UMM. UPT Perpustakaan UMM saat ini juga terakreditasi “A”, No: 00110/LAP.PT/XI.2019 sejak tahun 2019 dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Fenomena perkembangan era masyarakat 5.0, memberikan inspirasi bagi UPT Perpustakaan UMM untuk terus eksis demi menjangkau kebutuhan pemustaka. Hal tersebut dilatarbelakangi karena ketidakefektifan penyebaran informasi UPT Perpustakaan UMM melalui media offline. Berdasarkan Gambar 1, segala informasi terkait UPT Perpustakaan UMM baik layanan, fasilitas, koleksi, kegiatan, pelatihan, pada awalnya dikemas dan disebarluaskan dalam bentuk pamflet/brosur dan ditempel di mading UPT Perpustakaan UMM. Namun, hal tersebut kurang efektif dan informasi tidak tersampaikan dengan baik oleh sivitas akademika UMM. Adanya gap tersebut membuat antara UPT Perpustakaan UMM dan pemustaka tidak memiliki kedekatan dalam hal komunikasi dua arah. Sehingga, tahun 2018 UPT Perpustakaan UMM memulai membuat semua akun media sosial untuk membantu penyebaran informasi dengan baik dan cepat diterima sivitas akademika UMM. Media sosial yang dimiliki UPT Perpustakaan UMM diterima dengan baik oleh pemustaka. Karena pada dasarnya generasi milenial di era masyarakat 5.0 lebih suka menerima informasi baik dalam bentuk gambar ataupun audio visual. Berbagai media sosial yang dimiliki UPT Perpustakaan UMM telah dilakukan survei dan wawancara ke mahasiswa UMM terkait media sosial yang paling efektif digunakan dalam penguatan citra UPT Perpustakaan UMM melalui media sosial. Jumlah responden dalam survei yaitu 143 mahasiswa UMM. Hasil survei 72.7% menyatakan bahwa media sosial UPT Perpustakaan UMM yang banyak diketahui mahasiswa UMM adalah Instagram. Untuk mengoptimalkan media sosial Instagram yang dimiliki UPT Perpustakaan UMM, pada tahun 2022 dibentuk tim khusus bernama Tim Medsos sebagai tim promosi UPT Perpustakaan UMM. Namun, penguatan citra UPT Perpustakaan UMM baru dilakukan pada bulan September 2022 - April 2023. Langkah tersebut diputuskan untuk penguatan citra UPT Perpustakaan UMM dan adanya peningkatan tersampainya informasi mengenai segala macam kegiatan atau fasilitas UPT Perpustakaan UMM kepada para pemustaka. Penguatan citra UPT Perpustakaan UMM melalui media sosial juga menjembatani interaksi dan komunikasi diantara pemustaka dengan UPT Perpustakaan UMM. Berdasarkan keadaan yang telah dijelaskan maka penulis mengangkat judul “Penguatan Citra UPT Perpustakaan UMM melalui Media Sosial untuk Meningkatkan Peran dan Fungsi di Era Masyarakat 5.0”.
Method
Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian kuantitatif deskriptif yaitu, penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai suatu variabel bebas, satu atau lebih variabel dengan banyak menggunakan angka, mulai dari mengumpulkan data, menafsirkan data, dan melihat hasilnya (independen) tanpa membandingkan atau menghubungkan dengan variabel lain (Arikunto, 2011; Sugiyono, 2016). Teknik pengambilan sampel yang akan peneliti gunakan adalah random sampling, yaitu teknik pengambilan sampel yang mana setiap orang dalam populasi diberikan kesempatan yang telah ditentukan oleh peneliti (Winarsunu, 2023). Adapun populasi yang ditentukan peneliti adalah mahasiswa UMM sebanyak 143 responden. Rumus Slovin digunakan untuk mengetahui jumlah subjek yang dibutuhkan. Variabel dan alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian kebutuhan pemustaka tentang UPT Perpustakaan UMM. Menggunakan instrumen penelitian dimana jumlah sampel yang diperlukan untuk menguji suatu instrumen adalah lima kali jumlah item/indeks pada instrumen tersebut (Hair, 2010). Analisis pada tahap akhir ini setelah peneliti memperoleh data hasil kuesioner responden dapat diolah. Hasil analisis data akan disajikan dalam bentuk gambar, tabel dan dijelaskan secara deskriptif.
Result & Discussion
Generasi milenial di era masyarakat 5.0 sudah tidak asing dengan dunia teknologi. Karena pada dasarnya era masyarakat 5.0 berkonsep pada manusia (human centered) berbasis teknologi (technology based). Perkembangan teknologi yang begitu cepat berdampak pada semua bidang, termasuk media sosial. Media sosial merupakan salah satu wadah untuk meningkatkan eksistensi dan media penyebaran informasi secara cepat. Media sosial di era masyarakat 5.0 dimanfaatkan oleh semua pihak dalam pemenuhan kebutuhannya khususnya generasi milenial, dalam hal ini yaitu Mahasiswa UMM. Pemanfaatan media sosial juga dioptimasikan UPT Perpustakaan UMM dalam diseminasi informasi terkait aktivitas perpustakaan. Media sosial yang dimiliki UPT Perpustakaan UMM diantaranya: Instagram, Facebook, TikTok dan YouTube. Hasil survei yang menyatakan bahwa media sosial Instagram yang sering digunakan dan dilihat, menjadi acuan UPT Perpustakaan UMM dalam penguatan citra yang berfokus pada media sosial Instagram UPT Perpustakaan UMM (@perpustakaan.umm). Penguatan citra UPT Perpustakaan UMM melalui media sosial dilakukan selama 8 bulan, yaitu dimulai bulan September 2022 - April 2023. Langkah pertama yang dilakukan UPT Perpustakaan UMM dalam penguatan citra melalui media sosial Instagram yaitu membentuk Tim Medsos UPT Perpustakaan UMM berkolaborasi dengan Center of Excellence (CoE) SCDC Ilmu komunikasi (Tim Formonix). Langkah selanjutnya yaitu membuat idea analyze & research, Editing Content dengan memanfaatkan beberapa aplikasi Canva Pro, Figma, Freepik, Capcut. Hasil dari konten tersebut kemudian di review Tim Medsos UPT Perpustakaan UMM, dan langkah terakhir posting konten di Instagram UPT Perpustakaan UMM. Selain langkah-langkah yang sudah dijalankan Tim Medsos UPT Perpustakaan UMM dalam melakukan penguatan citra melalui media sosial Instagram, ada hal-hal yang perlu dilakukan untuk menunjukkan keunikan dan karakter Instagram UPT Perpustakaan UMM. Semakin unik dan berkarakter Instagram UPT Perpustakaan UMM, akan membuat semakin cepat mahasiswa UMM ataupun masyarakat luas mengenal, tertarik dan mengakses segala informasi yang ada di Instagram UPT Perpustakaan UMM. Langkah-langkah yang dilakukan: a. Menyusun Brand Guidelines 1. Brand Arch type Instagram UPT Perpustakaan UMM mempunyai karakter The Everyman (berfokus pada keakraban dengan followers). Mempunyai kesan yang ramah, mudah berinteraksi, semangat dan ceria serta melekat di hati. 2. Penentuan Brand Color Agar konten memiliki keseragaman dan konsistensi warna dalam posting di Instagram UPT Perpustakaan UMM, maka perlu adanya standardisasi dalam penentuan Brand Color. Warna dasar yang digunakan dalam penguatan citra melalui media sosial Instagram UPT Perpustakaan UMM adalah kombinasi warna antara merah dan putih. b. Social Media Design 1. Checkerboard Feed Instagram UPT Perpustakaan UMM berkonsep grid Checkerboard, di mana tampilan di Instagram akan membentuk pola seperti papan catur. Semua konten baik foto dan quotes yang di-posting di Instagram UPT Perpustakaan UMM dilakukan secara bergantian melihat segi warna tampilan. 2. Templat Feed dan Application Example 3. Templat Reels 4. Copywriting Tema copywriting yang diterapkan pada Instagram UPT Perpustakaan UMM yaitu Simply and Fun. Bahasa yang digunakan lebih fleksibel dan menyenangkan, tidak terlalu formal namun pesan dapat tersampaikan dengan baik. Pada setiap caption-nya menggunakan sapaan “Mipus” untuk sapaan admin Instagram UPT Perpustakaan UMM, dan “Sopus” untuk sapaan sivitas akademika UMM. Penguatan citra UPT Perpustakaan UMM melalui media sosial Instagram tertuang dalam konten yang di-posting. Berbagai konten visual dikemas sedemikian rupa untuk menghasilkan konten yang menarik pada feed Instagram UPT Perpustakaan UMM. Tim Medsos UPT Perpustakaan UMM telah membuat konsep empat macam content pillar, diantaranya: Spall-Spill (40%), Play and Fun (30%), UMMLibTalk (20%), dan KOBER (10%). Upaya yang sudah dilakukan oleh UPT Perpustakaan UMM dalam penguatan citra melalui media sosial Instagram, yang merupakan salah satu media sosial yang sering dilihat oleh sivitas akademika UMM memiliki dampak signifikan. Adanya penguatan citra melalui media sosial membuat eksistensi UPT Perpustakaan UMM naik di kalangan sivitas akademika UMM. Hal tersebut dapat dilihat dari beberapa dampak yang dihasilkan, diantaranya: Peningkatan followers Instagram UPT Perpustakaan UMM sebesar 4.697 Followers (332%); Peningkatan reach and engagement; Peningkatan kunjungan 92% dan peminjaman koleksi 34%; Pustakawan lebih percaya diri; Prestasi Akademik Mahasiswa; Peningkatan kunjungan siswa Sekolah Muhammadiyah sebesar 107% persen; Peningkatan pendaftaran keanggotaan sebesar 40% dan kunjungan sebesar 21% mahasiswa luar sivitas akademika UMM.
Conclusion
Era masyarakat 5.0 tidak terlepas dengan perkembangan teknologi. Semua informasi dapat diterima dengan sangat mudah dan cepat melalui teknologi digital salah satunya media sosial. Hal tersebut membuat UPT Perpustakaan UMM menciptakan inovasi terkait penyebaran informasi yang efektif dan efisien untuk meningkatkan peran dan fungsi perpustakaan melalui media sosial. UPT Perpustakaan UMM secara khusus membentuk Tim Medsos (Media Sosial) kolaborasi dengan Tim Formonix SCDC Ilmu Komunikasi UMM guna mengoptimalisasi peningkatan citra UPT Perpustakaan UMM. Media sosial UPT Perpustakaan UMM yang saat ini paling dioptimalkan yaitu Instagram, dikarenakan dari hasil survei menyebutkan bahwa sivitas akademika UMM sebagian besar mengetahui media sosial Instagram UPT Perpustakaan UMM. Beberapa hal yang dilakukan UPT Perpustakaan UMM dalam peningkatan citra yaitu membuat alur/SOP, menyusun Brand Guidelines, membuat Social Media Design, dan menentukan content pillar (Spall-Spill, Play and Fun, UMMLibTalk, KOBER). Dampak yang dihasilkan dari penguatan citra UPT Perpustakaan UMM melalui media sosial diantaranya dampak terhadap UPT Perpustakaan UMM, pustakawan, mahasiswa/ sivitas akademika UMM dan masyarakat luas. Rekomendasi yang bisa kami berikan yaitu lebih aktif dan menjaga konsistensi untuk mem-posting konten setiap hari, baik berupa gambar maupun audio visual sesuai dengan tema content pillar yang sudah ada.