Analisis Kebutuhan Hard Skill Pustakawan dalam Menunjang Transformasi Digital di Perpustakaan Universitas Gadjah Mada
Universitas Gadjah Mada; Universitas Gadjah Mada; Universitas Gadjah Mada
Abstrak
Penelitian ini mengkaji kebutuhan hard skill pustakawan di Perpustakaan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang penting dalam menunjang transformasi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara dengan empat kepala perpustakaan fakultas di UGM untuk mendeskripsikan keahlian yang diperlukan dalam menghadapi tantangan. Hasilnya menunjukkan bahwa keterampilan teknologi, kemampuan berbahasa Inggris dan public speaking, keterampilan penelitian menjadi hard skill yang diperlukan untuk kebutuhan saat ini. Penting bagi perpustakaan perguruan tinggi dalam mengembangkan keahlian pustakawannya, termasuk dalam aspek kualitas layanan untuk mendukung aktivitas penelitian dan pembelajaran.
Abstract
This study examines the essential hard skills needed by librarians at the Universitas Gadjah Mada (UGM) Library to support digital transformation. Utilizing a qualitative approach through interviews with four faculty library heads at UGM, this research describes the skills required to meet these challenges. The findings indicate that technological skills, English proficiency, public speaking abilities, and research skills are necessary hard skills for current needs. It is crucial for university libraries to develop their librarians' expertise, including aspects of service quality, support for research and learning activities.
Keywords:
hard skills
· librarians
· libraries
· digital transformation
· information technology
Introduction
Perpustakaan perguruan tinggi saat ini mengalami transformasi atau perubahan yang demikian signifikan terutama pada bidang teknologi informasi. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi dan profesionalisme kerja merupakan suatu tuntutan yang harus dilakukan oleh pustakawan (Nashihuddin & Aulianto, 2016) khususnya adaptasi dalam bidang teknologi digital (Ganapathi, 2014). Namun, saat ini pustakawan masih menghadapi tantangan utama dalam menggunakan keterampilan digital dalam menjalankan tugas secara profesional. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kebutuhan hard skill pustakawan dalam menunjang transformasi perpustakaan. Peningkatan hard skill pustakawan khususnya menyoroti pentingnya adaptasi pustakawan terhadap teknologi informasi yang berkembang. Saat ini, terjadi perubahan dalam tugas pustakawan yang lebih berfokus pada pengelolaan sumber informasi digital daripada koleksi fisik (Sungadi, 2017). Beberapa keahlian digital menjadi sangat penting bagi pustakawan termasuk keahlian pengelolaan database, pemrograman, dan literasi informasi digital (Kurniasih, 2015; Pattah, 2014). Hal tersebut menunjukkan aspek peningkatan hard skill digital menjadi tantangan bagi pustakawan untuk menunjang eksistensinya secara profesional termasuk di perpustakaan perguruan tinggi. Perpustakaan perguruan tinggi menghadapi situasi di mana harus melakukan sebuah transformasi digital. Perpustakaan Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai satu institusi pendidikan yang melayani mahasiswa dan dosen juga menghadapi perubahan. Lebih dari 75% civitas academica di UGM saat ini adalah merupakan generasi digital natives (Rachman, 2016). Ledakan informasi dan tuntutan net generation tersebut mengharuskan pustakawan untuk berpengalaman dalam teknologi informasi dan mampu menyajikan informasi secara akurat, cepat, dan interaktif (Rotmianto, 2015). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat kebutuhan yang signifikan terhadap pustakawan dengan keahlian dan keterampilan tertentu di perpustakaan-perpustakaan tersebut. Teknologi informasi menjadi faktor penting dalam pertumbuhan dan perkembangan perpustakaan perguruan tinggi. Pengembangan keahlian digital pustakawan dianggap sebagai investasi penting untuk masa depan perpustakaan perguruan tinggi (Coffey, 2020; Saunders, 2020). Namun, dalam konteks Perpustakaan UGM, penelitian yang secara mendalam menganalisis kebutuhan hard skill pustakawan masih sangat sedikit. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kebutuhan hard skill pustakawan yang dibutuhkan dalam menunjang transformasi digital di Perpustakaan UGM. Berdasarkan paparan tersebut, pertanyaan penelitian yang diajukan dalam penelitian ini yaitu “Bagaimana kebutuhan hard skill pustakawan yang dibutuhkan dalam menunjang transformasi digital di Perpustakaan UGM?”. Dengan memahami kebutuhan hard skill pustakawan, diharapkan perpustakaan perpustakaan perguruan tinggi dapat merencanakan rekrutmen dan seleksi pustakawan yang lebih efektif. Sejalan dengan hal tersebut, diharapkan penelitian ini juga dapat memberikan dasar yang kuat untuk merancang program pelatihan dan pengembangan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan perpustakaan.
Method
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode observasi dan wawancara untuk menganalisis kebutuhan hard skill pustakawan yang diungkapkan oleh informan. Metode kualitatif digunakan untuk menginvestigasi situasi objek yang alamiah, dengan peneliti sebagai instrumen utama (Oktavia & Rismawati, 2022). Untuk mengumpulkan data yang relevan, peneliti menerapkan teknik purposive sampling untuk memilih empat kepala perpustakaan fakultas sebagai informan. Informan dan objek penelitian telah diberikan inisial untuk menjaga kerahasiaan identitas. Wawancara mendalam dilakukan dengan pustakawan tersebut untuk mendapatkan wawasan yang mendalam mengenai kebutuhan hard skill pustakawan di Perpustakaan UGM. Proses analisis data bertumpu pada pendekatan terstruktur yang mencakup langkah-langkah seperti mereduksi data, menyajikan data, menyimpulkan, dan memverifikasi data. Setelah data terkumpul dari pengamatan dan wawancara, peneliti memperkecil data dengan mengenali dan mengatur informasi yang relevan. Kemudian, data tersebut dipresentasikan secara sistematis dan terstruktur, menggambarkan temuan utama dari pengamatan dan wawancara. Dalam tahap penarikan kesimpulan, peneliti mengaitkan temuan tersebut dengan tujuan penelitian dan merumuskan hasil akhir dari penelitian.
Result & Discussion
Kebutuhan Hard Skill dalam Pemanfaatan Digital Kemampuan untuk mengelola media sosial merupakan keahlian yang sangat dibutuhkan oleh perpustakaan. Peran media sosial yang kian dominan bagi perpustakaan dalam berbagai aspek seperti promosi, komunikasi, dan interaksi dengan para pemustaka. Media sosial bagi Perpustakaan UGM merupakan hal fundamental dalam penyebaran informasi. Salah satu platform yang digunakan oleh Perpustakaan UGM adalah Instagram (lihat Gambar 1). Perpustakaan di lingkungan UGM membutuhkan hard skill pustakawan atau profesional di bidang perpustakaan yang memahami strategi pengelolaan media sosial. Hal tersebut bertujuan agar perpustakaan tersebut dapat memperluas jangkauan perpustakaan, mempromosikan layanan, dan menjaga keterlibatan pengguna. "Ada pustakawan kita, perempuan, kemarin udah ambil sertifikasi. Untuk sementara hasilnya udah kompeten mengelola media sosial seperti instagram. Tinggal menunggu surat keterangan atau sertifikatnya. Hal seperti itu yang kita perlu ini. Itu menariknya kalau ada pustakawan yang mau upgrade skill." (Kepala Perpustakaan Fakultas A UGM, September 2023) Selain pengelolaan media sosial, kebutuhan hard skill lainnya adalah pengelolaan website perpustakaan. Terutama pemanfaatan website mencakup aspek ini pengembangan konten, promosi, dan interaksi dengan pengguna melalui teknologi. Kebutuhan pengelola website perpustakaan telah menggunakan teknologi untuk memodernisasi cara promosi dan pengelolaan konten. Keahlian dalam menggunakan teknologi terutama terkait dengan pengolahan big data dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) juga sangat penting bagi Perpustakaan UGM. Pada umumnya, penggunaan aplikasi big data dan AI ditujukan untuk pendukung penelitian dan publikasi. “Memang karena perkembangan teknologi informasi, kita juga perlu pustakawan yang ngerti perkembangan itu. Yang faham AI dan big data, untuk bantu penelitian.” (Kepala Perpustakaan Fakultas C UGM, September 2023). Hal tersebut dibutuhkan untuk meningkatkan efisiensi dalam mengelola informasi, memberikan layanan yang lebih personal, dan mengoptimalkan pengalaman pengguna khususnya terkait dengan publikasi. Penggunaan AI dan big data di perpustakaan telah menjadi fokus utama dalam meningkatkan efisiensi layanan, pengelolaan koleksi, pengembangan strategi promosi. Integrasi teknologi AI telah mempermudah interaksi antara pengguna dan perpustakaan seperti analisis preferensi pengguna, tren bacaan, dan pola penggunaan sehingga mempercepat proses pencarian informasi (Dai et al., 2021). Pemanfaatan AI dan big data juga bisa mencakup banyak hal di perpustakaan seperti penggunaan chatbot, rekomendasi buku dalam OPAC, promosi dan lainnya (Aliwijaya & Suyono, 2023). Di sisi lain, perlindungan privasi dan etika penggunaan data juga menjadi tantangan utama penggunaan AI dan big data di perpustakaan (Sfetcu, 2019). Penguasaan Bahasa Inggris dan Public Speaking Kemampuan bahasa asing merupakan salah satu kebutuhan hard skill pustakawan di Perpustakaan UGM. Pentingnya kemampuan bahasa asing seperti bahasa Inggris menjadi sorotan utama. Data wawancara menunjukkan bahwa kemampuan berbahasa asing adalah salah satu faktor kunci dalam meningkatkan akses terhadap literatur internasional dan memperluas kerja sama dengan lembaga atau koleksi luar negeri. Sebagai contoh, Kepala Perpustakaan Fakultas D UGM menyatakan, "Perlu juga kemampuan bahasa Inggris, buat dalam menjalin kerja sama dengan peneliti internasional dan akses terhadap koleksi global. Kebanyakan teknologi juga dikembangin pakai bahasa Inggris, jadi adaptasinya lebih cepat". Oleh karena itu, bahasa Inggris merupakan bahasa internasional yang mendukung akses terhadap literatur dan informasi global untuk memperluas jangkauan pengetahuan dan sumber informasi yang tersedia di perpustakaan. Selain kemampuan bahasa inggris, keterampilan public speaking juga menjadi hal yang penting dalam menghadapi transformasi digital. Kepala Perpustakaan Fakultas C UGM menyebutkan "Pustakawan perlu public speaking untuk menyampaikan ide, inovasi layanan, dan membangun hubungan kalau kita ada pekerjaan dan tugas, baik dengan pimpinan atau pengguna." Hal ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang menyoroti pentingnya komunikasi efektif dalam meningkatkan keterlibatan pengguna dan mendukung pengembangan layanan yang adaptif terhadap perubahan teknologi. Kemampuan bahasa asing dan public speaking yang baik memungkinkan pustakawan untuk mempresentasikan ide-ide inovatif dan strategi dalam upaya memodernisasi perpustakaan serta meningkatkan efisiensi profesional. Pustakawan diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi yang cepat. Terkait dengan penggunaan teknologi dan AI akan lebih maksimal apabila didukung oleh kemampuan bahasa asing yang baik. Hal tersebut disampaikan Kepala Perpustakaan Fakultas C UGM "dengan keterampilan bahasa asing, pakai teknologi baru lebih mudah, perlu mendukung visi misi perpustakaan. Berkaitan dengan bahasa asing, Saleh (2015) menyatakan penguasaan bahasa Inggris oleh pustakawan memungkinkan akses yang lebih luas terhadap literatur dan informasi global. Di sisi lain, studi oleh Cahyani (2018) menyoroti pentingnya pelatihan public speaking bagi pustakawan dalam meningkatkan kualitas layanan dan komunikasi dengan pengguna (Ariani, 2020). Oleh karena itu, keterampilan bahasa Inggris dan public speaking di perpustakaan memegang peran penting dalam mendukung transformasi digital dan pengembangan profesionalisme pustakawan. Keterampilan yang Mendukung Penelitian Analisis kebutuhan hard skill pustakawan dalam menunjang transformasi digital di Perpustakaan UGM menyoroti pentingnya keterampilan penelitian dan subject specialist sebagai elemen yang menunjang penelitian di UGM. Pustakawan harus mampu menjadi ahli di bidang tertentu yang berkaitan dengan penyediaan sumber informasi yang relevan. Sebagaimana yang disampaikan oleh Kepala Perpustakaan Fakultas A UGM "Perlu pustakawan untuk tau tentang penelitian, khususnya dalam bidang ilmu tertentu. Karena dosen, mahasiswa dan semua pemustaka pasti berkaitan dengan penelitian”. Oleh karena itu, penguasaan keterampilan khusus dalam bidang penelitian dan manajemen data merupakan hard skill yang penting di Perpustakaan UGM. Sejalan dengan hal tersebut, Perpustakaan UGM memberikan perhatian kepada pustakawan untuk memiliki kemampuan untuk mengelola dan menganalisis data penelitian secara teliti. Kemampuan dalam manajemen data penelitian, analisis data, dan kemampuan penelitian khusus seperti Systematic Literature Review (SLR), reference management tools, pencarian literatur juga menjadi hard skill yang penting bagi pustakawan. Di sisi lain, Perpustakaan UGM secara rutin melaksanakan pelatihan kepada pemustaka yang berkaitan dengan dukungan penelitian seperti penggunaan reference management tools, cara mengakses database online, bibliometrik dan lainnya (contoh, lihat Gambar. 2 ). Sumber daya manusia di Perpustakaan UGM saat ini kebanyakan sudah memiliki latar belakang pendidikan dan pelatihan ilmu perpustakaan. Di sisi lain, sebagian besar dari Perpustakaan di lingkungan UGM sudah memiliki pustakawan dengan keterampilan tertentu. Hal ini memberikan kesempatan kepada SDM pustakawan untuk mengikuti pendidikan, pelatihan bahkan uji kompetensi sesuai dengan minatnya termasuk dalam bidang penelitian. Sebagaimana disampaikan Kepala Perpustakaan Fakultas A UGM “Kita juga sering beri kesempatan pustakawan ikut kegiatan misalnya seminar, call for paper, workshop tentang tren penelitian dan perpustakaan.” Pustakawan memerlukan serangkaian keterampilan khusus berkaitan literatur dan penelitian. Pustakawan harus mampu melakukan manajemen data penelitian dengan efektif dan menguasai teknologi informasi terkini (Nashihuddin et al., 2020). Keterampilan dalam memanfaatkan SLR adalah penting untuk pustakawan, mengingat tugas mereka untuk menyediakan sumber ilmiah yang relevan (Kristin & Irhandayaningsih, 2023). Keterampilan penelitian bagi pustakawan memiliki peran penting, serta tidak hanya sebagai pengelola sumber daya tetapi juga sebagai mitra strategis bagi peneliti.
Conclusion
Analisis kebutuhan hard skill pustakawan di Perpustakaan UGM menekankan pentingnya keterampilan digital yang relevan dalam menghadapi transformasi digital. Kemampuan mengelola media sosial yang efektif memiliki peranan krusial dalam promosi dan interaksi dengan pengguna. Selain itu, keterampilan dalam pengelolaan website dan pemanfaatan teknologi seperti big data dan AI sangat diperlukan untuk mendukung kegiatan penelitian dan publikasi. Pada sisi lain, kemampuan bahasa Inggris dan public speaking juga diidentifikasi sebagai hard skill penting dalam konteks kemudahan pemanfaatan teknologi dan kerja sama internasional. Pelatihan berkala bagi pustakawan merupakan sebuah upaya Perpustakaan UGM untuk meningkatkan inovasi layanan perpustakaan. Pelatihan tersebut seperti seminar dan workshop khususnya mendukung penelitian akademis. Pustakawan juga didorong untuk melakukan sertifikasi keahlian baik dalam bidang teknologi digital, media sosial, penelitian dan lainnya. Oleh karena itu, Perpustakaan UGM tidak hanya berperan sebagai pengelola perpustakaan tetapi juga sebagai salah satu unsur dalam mendukung penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan di perguruan tinggi tersebut.