Pengaruh Digital Library (DIGILIB) Terhadap Minat Kunjungan Mahasiswa FTIK ke Perpustakaan UIN KHAS Jember
Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember; Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember; Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember; Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember; Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember; Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember
Abstrak
Arus globalisasi telah membawa perubahan yang cukup signifikan, yang dalam hal ini perpustakaan juga telah mengalami perubahan menjadi digital library. adanya digital library ini tentu memiliki pengaruh terhadap beberapa hal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah dengan adanya digital library akan mempengaruhi minat kunjungan mahasiswa FTIK, Program Studi MPI ke perpustkaan UIN Khas Jember. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kausal komparatif, Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik survey dengan metode kuesioner secara online. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik non-probability sampling, yaitu Purposive sampling. Berdasarkan hasil analisis dari tabel diatas diperoleh nilai t hitung (3,559) t tabel (2,048) dan signifikan (0,001) 0,05, maka dapat disimpulkan digilib berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat kunjungan mahasiswa di perpustakaan UIN KHAS Jember, H0 ditolak sedangkan Ha diterima
Abstract
The globalization trend has brought significant changes, including the transformation of libraries into digital libraries The existence of digital libraries undoubtedly has an impact on various aspects This study aims to determine whether the presence of a digital library will affect the visiting interest of FTIK students, specifically the MPI Program, to the UIN Khas Jember library. This research employs a quantitative approach The type of research used in this study is causal-comparative The data collection technique utilized is a survey method with an online questionnaire The sampling method in this research is nonprobability sampling, specifically purposive sampling. Based on the analysis results from the table above, the calculated tvalue (3559) is greater than the tabulated t-value (2048) and the significance level (0001) is less than 005 Therefore, it can be concluded that the digital library has a positive and significant effect on students' interest in visiting the UIN KHAS Jember library The null hypothesis (H0) is rejected, while the alternative hypothesis (Ha) is accepted
Keywords:
Digital Library
· Perpustakaan
· Minat Kunjungan
Introduction
Arus globalisasi yang cepat ini telah membawa perkembangan teknologi yang semakin maju. Adanya transformasi digital telah mengubah lanskap pendidikan menjadi lebih signifikan, dimana teknologi telah mengubah cara kita dalam mengakses, menggunakan, serta berinteraksi dengan informasi yang ada. Salah satunya adalah transformasi perpustakaan, menurut Endarti perpustakaan merupakan sarana informasi yang didalamnya mencakup aktifitas mengumpulkan, mengolah, menyajikan, menyebarkan, mengawetkan dan melestarikan pengetahuan atau informasi[1]. Turnadi dalam Endarti juga menyebutkan bahwasannya, perpustakaan adalah gudangnya informasi, pendidikan, penelitian, preservasi, serta sebagai pelestarian kekayaan bangsa, dan merupakan tempat wisata yang sehat, murah, juga bermanfaat [1]. Dari definisi diatas dapat diambil kesimpulan bahwasanya perpustakaan merupakan bangunan atau tempat yang didalamnya terdapat sumber informasi atau ilmu berupa buku, yang mana buku tersebut dikumpulkan dalam perpustakaan, dan dikelola, disajikan, kepada orang yang datang ke perpustakaan, selain itu buku-buku di perpustakaan juga di jaga dan dirawat, sehingga informasi tetap dapat dilestarikan. Transformasi perpustakaan ini dibuktikan dengan kemunculan dari perpustakaan digital, yang mana perpustakaan digital menawarkan akses yang lebih mudah terhadap pengguna dalam mengakses sumber daya informasi yang lebih luas secara signifikan. Dinamika ini memunculkan respon dari berbagai institusi pendidikan, yang salah satunya adalah Universitas Islam Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, UIN KHAS Jember berupaya untuk memperbaharui layanan perpustakaan dengan menyediakan Digital Library (DIGILIB) pada para mahasiswa. Menurut Subrata dalam Pudyastawa, dan Rochmach, Digital Library (DIGILIB) merupakan sebuah perpustakaan digital dengan berbagai sistem layanan dan informasi yang mendukung objek informasi dengan menggunakan perangkat digital[2]. Menurut Susanto dan Sutabri, DIGILIB adalah perpustakaan dengan koleksi buku yang mayoritas terdapat dalam format digital yang dapat diakses dengan menggunakan komputer dan internet[3]. Dari definisi yang telah diuraikan dapat diambil kesimpulan bahwasannya, DIGILIB (Digital Library) merupakan perpustakaan dalam bentuk digital, yang mudah diakses semua orang dimana saja dan kapan saja sehingga tidak perlu datang ke perpustakaan secara langsung. Perkembangan jaman yang ada, tentu banyak institusi pendidikan yang mengadopsikan teknologi yang lebih maju, yang salah satunya dengan menyediakan layanan perpustakaan digital, yang mana Universitas Islam Negeri Jember juga telah mengaplikasikan DIGILIB guna untuk mempermudah mahasiswa dalam mencari sumber informasi atau rujukan yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah. Dengan latar belakang yang telah diuraikan diatas, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah dengan adanya Digital Library DIGILIB akan mempengaruhi minat kunjungan mahasiswa FTIK, Program Studi MPI ke perpustakaan UIN KHAS Jember atau secara langsung. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menjadi wawasan baru bagi pengelola perpustakaan dalam meningkatkan layanan perpustakaan baik secara digital ataupun perpustakaan tradisional/fisik.
Method
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, yang mana data pada penelitian kuantitatif menggunakan angka-angka serta analisis dengan menggunakan statistik. Menurut sugiyono dalam Subekti, et al, pendekatan kuantitatif adalah metode yang dimaknai sebagai pendekatan yang berdasarkan ilmu Filsafat positivisme yang digunakan pada penelitian dengan populasi atau sampel tertentu[4]. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kausal komparatif, kausal komparatif atau bisa disebut juga expost facto merupakan jenis penelitian yang mengevaluasi hubungan sebab-akibat antara beberapa variabel, dengan tujuan untuk menentukan apakah satu variabel mempengaruhi variabel lainnya dan seberapa besar kontribusinya[5]. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik survey dengan metode kuesioner secara online. Menurut Hardani et al, Sukendra dan Atmaja dalam Abdullah et al, teknik pengumpulan data survey dengan metode kuesioner secara online ini diperlukan beberapa kegiatan didalamnya yakni dengan menyusun pertanyaan yang kemudian disebarkan secara online dan harus dijawab oleh responden dengan jawaban yang berhubungan dengan topik tertentu[6]. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik nonprobability sampling, yaitu Purposive sampling. Purposive sampling merupakan teknik yang mengandalkan kebijakan peneliti dalam memilih subjek yang berkaitan dengan hal yang akan diteliti dengan pertimbangan tertentu[7]. Kriteria sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, pada program studi Manajemen Pendidikan Islam sebanyak 30 responden mahasiswa MPI yang telah menggunakan DIGILIB. Maka dapat ditarik kesimpulan, bahwasannya sampel pada penelitian ini adalah hanya mahasiswa MPI aktif yang menggunakan DIGILIB UIN KHAS Jember.
Result
Untuk mengetahui keakuratan data dari jawaban 30 responden mengenai Pengaruh Digital Library (X) dan Minat Kunjungan Mahasiswa (Y), maka menggunakan uji realibilitas terhadap variabelvariabel yang telah ditentukan dengan menggunakan bantuan program komputer SPSS 22. Berikut adalah hasil pengujian realibilitas variabel X dan variabel Y. Gambar 1Hasil Uji Realibilitas Variabel X dan Variabel Y Sebagaimana yang telah terlihat diatas, hasil dari pengujian realibilitas variabel Pengaruh Digital Library (X0 dan terhadap Minat Kunjungan Mahasiswa ke Perpustakaan UIN KHAS Jember terdapat nilai alpha Cronbach’s > 0,60 sehingga kedua variabel tersebut dapat dikatakan reliable. Kemudian dalam penelitian ini juga diperlukan uji normalitas, sederhananya uji normalitas merupakan kegiatan membuat grafik distribusi frekuensi terhadap skor yang ada, uji kenormalan tergantung pada kemampuan peneliti dalam mencermati plotting data, pada saat jumlah data cukup banyak dengan penyebaran yang tidak 100% normal (tidak normal sempurna)maka dalam mengambil kesimpulan kemungkinan akan salah.[8] Untuk melakukan uji normalitas ini menggunakan bantuan program computer SPSS 22, berikut ini adalah hasil uji normalitas menggunakan bantuan program computer SPSS 22. Gambar 2 Hasil Uji Normalitas Sesuai dengan hasil uji normalitas yang terlihat diatas, peneliti menganalisis menggunakan Lilliefors Significance correction. Pada kegiatan uji normalitas ini s\, diperoleh nilai sig Y (0,012), X (00,149) > 0,05. Sejalan dengan hasil yang telah ditemukan, maka data dari penelitian ini berdistribusi normal. Kemudian pada penelitian ini juga dilakukan uji heteroskedastitas, yang memiliki tujuan untuk melakukan pengujian apakah pada model regresi terjadi perbedaan atau ketidaksamaan pada variance dari residual pengamatan satu dengan pengamatan yang lainnya. Pada pengujian ini terdapat syarat, yaitu harus tidak ada gejala heteroskeedastitas. Untuk menentukan nya dapat menggunakan grafik scatterplot, dimana penyebaran titik harus secara acak baik diatas ataupun di bawah angka 0 pada sumbu Y, pengujian dapat dikatakan tidak terjadi heteroskedastisitas bila kondisi tersebut terpenuhi.[8] Adapun hasil uji heteroskedastitas dengan menggunakan grafik scatterplot pada penelitian ini adalah sebagai berikut. Gambar 3Hasil Uji Heteroskedastisitas Berdasarkan hasil analisis grafik diatas, menunjukkan tidak terdapat pola yang jelas, seperti titik-titik tersebar diatas dan dibawah 0 pada sumbu Y, maka dalam hal ini disimpulkan tidak terjadi heteroskedastisitas. Pada uji multikolinearitas, yakni sebuah kondisi terjadinya pendekatan antar variabel independen dalam model regresi atau bisa juga disebut dengan kondisi terjadinya hubungan linear yang sempurna. regresi. Dalam hal ini dapat dikatakan mengalami multikolinearitas apabila terdapat fungsi linear yang sempurna pada beberapa independen variabel ataupun seluruh variabel pada fungsi linear. Hal ini dapat dilihat melalui nilai Variance Inflation Factor (VIF) serta Tolerance nya. Jika VIF < 10 dan Tolerance >0,1 dengan demikian data penelitian tidak terjadi multikolinear..[9] Hasil uji multikolinear dengan mengguanakan aplikasi SPSS 22 adalah sebagai berikut. Gambar 4Hasil Uji Multikolinearitas Berdasarkan hasil analisis tabel diatas diperoleh nilai Tolerance X (1,000) > 0,100 sedangkan VIF X (1,000) < 10.000, maka dapat disimpulkan tidak terjadi multikolinearitas. Pada uji hipotesis menggunakan model summary dengan kegunaannya untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel atau lebih pada persamaan regresi. Berikut adalah hasil uji hipotesis model summary. Gambar 5 Hasil Uji Hipotesis Sebagaimana yang terlihat pada data diatas, nilai R Square adalah 0,312 atau 31,2% nilai ini berarti bahwa pengaruh Digital Library (X) adalah 31,2% dan sisanya adalah 68,8% yang termasuk variabel lain diluar model regresi. Hal ini diartikan bahwa pengaruh variabel X terhadap variabel Y adalah 31,2%. Gambar 6 ANOVA Pada output ANOVA, sebagaimana yang telah terlihat diatas, diketahui F hitung (12,670) > F tabel (4,196) dan sig (0,001) < 0,05, dari hasil tersebut, disimpulkan bahwasannya ada pengaruh positif dan signifikasi variabel X secara simultan terhadap Y sehingga Hi diterima dan Ho ditolak. Gambar 7 Coefficients Pada uji regresi linear berganda, diketahui nilai konstanta sebesar 1,588, nilai tersebut menunjukkan ketika X bernilai 0 maka Y akan tetap bernilai 1,588. Sesuai dengan variabel X (Digital Library) hasil uji regresi yang menunjukkan bahwa variabel X memiliki koefisien regresi positif dengan nilai b = 0.153, artinya jika variabel X mengalami kenaikan sebesar 1 poin maka variabel Y juga akan meningkat menjadi sebesar 0,153. Gambar 8 Coefficients Pada penelitian ini digunakan uji t untuk menguji hipotesis. Berdasarkan hasil analisis dari tabel diatas diperoleh nilai t hitung (3,559) > t tabel (2,048) dan signifikan (0,001) < 0,05, maka dapat disimpulkan digilib berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat kunjungan mahasiswa di perpustakaan UIN KHAS Jember, H0 ditolak sedangkan Ha diterima.
Discussion
Perpustakaan adalah tempat di mana koleksi bahan bacaan disusun agar mudah ditemukan saat diperlukan. Dictionary of the English Language menggambarkan perpustakaan sebagai ruangan atau bangunan yang berisi buku dan bahan lain untuk membaca, belajar, atau referensi. Ensiklopedia Britannica mendefinisikannya sebagai kumpulan bahan tertulis atau tercetak untuk studi, penelitian, atau pembacaan umum.[10] Banyak pakar dan organisasi memberikan definisi mengenai perpustakaan. Eberhart menyebut perpustakaan sebagai kumpulan sumber daya dalam berbagai format yang dikelola oleh profesional, menyediakan akses fisik, digital, bilbiografi, atau intelektual, serta layanan untuk mendidik, memberikan informasi, atau menghibur berbagai audiens. Tujuannya adalah mendorong pembelajaran dan memajukan masyarakat.[11]Peran perpustakaan sekolah berkembang sebagai tempat penyimpanan informasi dan pengetahuan. Menurut Mangnga, perpustakaan sekolah juga berfungsi sebagai media untuk menyebarluaskan informasi dalam berbagai format, dan sebagai ruang belajar fisik dan digital untuk membaca, penelitian, serta mengembangkan imajinasi dan kreativitas.[12] Sebagaimana definisi perpustakaan diatas, maka dapat disimpulkan bahwasannya perpustakaan merupakan salah satu bagian dari instansi pendidikan yang bersifat penting yang berguna untuk menyediakan akses terhadap koleksi bahan bacaan yang umumnya tertulis, dalam hal ini bahan baca yang ada di perpustakaan disusun rapi guna mempermudah pengguna. Pada intinya perpustakaan merupakan sebuah layanan informasi, edukasi, yang dapat berkontribusi untuk kemajuan masyarakat dalam hal pembelajaran. Seiring dengan arus globalisasi, perpustakaan terus berkembang, yang hingga saat ini memunculkan perpustakaan digital. Istilah "perpustakaan digital" adalah terjemahan langsung dari "digital libraries," sebuah konsep yang pertama kali berkembang di Amerika Serikat sebelum menyebar ke seluruh dunia.[13] Perpustakaan digital merupakan sebuah konsep yang menggabungkan dua hal penting "perpustakaan" sebagai koleksi buku dan majalah yang dikelola oleh sebuah institusi, dan "digital" yang merujuk pada penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, khususnya melalui penggunaan perangkat elektronik keras dan elektronik lunak. Dengan kata lain, perpustakaan digital adalah sebuah sistem informasi di mana pengelolaan, pelayanan, dan penyediaan akses informasi dilakukan secara elektronis melalui perangkat keras dan perangkat lunak yang menggunakan teknologi digital. Hal ini memungkinkan pengguna untuk mengakses koleksi buku dan majalah secara online melalui perangkat komputer, tablet, atau bahkan ponsel pintar mereka.[14] Dengan kemajuan teknologi, banyak perpustakaan kini beralih ke perpustakaan digital atau maya. Perubahan ini didorong oleh meningkatnya kebutuhan pemustaka untuk mengakses informasi kapan saja dan di mana saja. Kebutuhan semacam ini tidak bisa dipenuhi dengan sistem perpustakaan konvensional. Oleh karena itu, solusi terbaik adalah mengadopsi perpustakaan digital atau elektronik.[15] Perpustakaan digital menampung koleksi dalam bentuk digital, termasuk buku dan jurnal yang tersimpan secara elektronik. Saat ini, perpustakaan cenderung beralih ke media digitalisasi agar seluruh koleksi dapat diakses dalam format elektronik. Dari segi ekonomi, perpustakaan digital lebih hemat dibandingkan dengan perpustakaan non digital. Melalui perkembangan perpustakaan digital, akses terhadap informasi menjadi lebih demokratis, karena tidak terbatas oleh batasan fisik perpustakaan. Hal ini memungkinkan lebih banyak orang untuk memanfaatkan dan berkontribusi pada pengetahuan dan informasi yang tersedia melalui perpustakaan digital.[16] Dari definisi mengenai digital library yang telah diuraikan diatas, maka dapat disimpulkan bahwasannya, perpustakaan digital adalah konsep yang menggabungkan institusi perpustakaan dengan teknologi informasi dan komunikasi, memungkinkan akses online terhadap koleksi buku dan majalah melalui perangkat elektronik. Ini adalah evolusi penting dari era otomasi perpustakaan yang dimulai pada tahun 1980an, memfasilitasi penyimpanan dan penelusuran teks elektronik dari berbagai jenis koleksi. Perpustakaan digital menjadi pilihan utama bagi banyak institusi karena meningkatnya kebutuhan pemustaka akan akses cepat dan mudah terhadap informasi. Selain itu, perpustakaan digital juga memperluas akses terhadap informasi, menjadikannya lebih demokratis dan lebih inklusif bagi pengguna dari berbagai latar belakang. Pada dasarnya menurut Ulfah dan Arifudin, istilah minat merupakan suatu proses yang berkelanjutan, dimana individu memberikan fokusnya terhadap sesuatu dengan perasaan senang dan puas.[17] Menurut Jamarah dalam Ulfah dan Arifudin, minat didefinisikan sebagai suatu kondisi jiwa yang bercampurnya perasaan, seperti adanya harapan, kepercayaan, ketakutan, atau kecenderungan lain yang membuat individu mengarah pada satu pikiran.[17] sedangkan istilah kunjungan adalah suatu hal yang merujuk pada kegiatan mendatangi atau menghadiri tempat. Dalam hal ini mendatangi mengacu pada suatu kehadiran untuk melihat serta memanfaatkan segala hal yang ada di tempat tersebut. Mengunjungi juga berarti memanfaatkan fasilitas yang disediakan pada tempat yang dikunjungi.[18] Kesimpulan yang dapat diambil dari beberapa definisi yang telah diuraikan diatas, minat kunjungan adalah sebuah ketertarikan terhadap tempat yang menarik untuk dikunjungi, namun jika kurang menarik maka seseorang akan cenderung enggan untuk berkunjung. Oleh karena itu, minat kunjungan bukanlah sesuatu yang bersifat turunan, tetapi merupakan aktivitas yang perlu dilakukan secara berulang. Sejalan dengan hasil penelitian ini, dalam pengujian uji regresi berganda juga memperlihatkan bahwasannya pada Digital Library terdapat pengaruh yang signifikan antara kualitas layanan Digital Library terhadap minat kunjungan mahasiswa, utamanya perpustakaan UIN KHAS Jember, hasil analisis ini didapatkan berlandaskan pengambilan keputusan perbandingan nilai signifikansi tabel pengolah data SPSS dengan nilai sig 0,05 nilai signifikansi pada tabel < 0,05, sehingga hipotesis dapat dikatakan diterima (Ha diterima). Maka dari itu dapat disimpulkan bahwasannya secara parsial Digital Library mempengaruhi minat kunjungan mahasiswa ke perpustakaan di UIN KHAS Jember.
Conclusion
Sebagaimana hasil penelitian yang telah diuraikan diatas, Kesimpulannya adalah digital library memberikan pengaruh positif terhadap mahasiswa UIN KHAS Jember dengan kemudahan dan akses yang diberikan oleh DIGILIB. Adanya digital library ini berpengaruh terhadap minat kunjungan mahasiswa ke perpustakaan UIN KHAS Jember, sebagaimana hasil survey mahasiswa menjadi cukup sering berkunjung ke perpustakaan UIN KHAS Jember. Hal ini sejalan dengan pengambilan keputusan perbandingan nilai signifikansi tabel pengolah data SPSS dengan nilai sig 0,05 nilai signifikansi pada tabel < 0,05, sehingga hipotesis dapat dikatakan diterima (Ha diterima). Maka dari itu dapat disimpulkan bahwasannya secara parsial Digital Library mempengaruhi minat kunjungan mahasiswa ke perpustakaan di UIN KHAS Jember.