PENGARUH FASILITAS PERPUSTAKAAN TERHADAP MINAT MAHASISWA MENGUJUNGI PERPUSTAKAN DI PERPUSTAKAAN POLITEKNIK NEGERI JEMBER
Politeknik Negeri Jember
Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui minat kunjungan mahasiswa SDM, kenyaman ruang, dan respon petugas perpustakaan Politeknik Negeri Jember dalam mengunjungi perpustakaan. Responden penelitian adalah mahasiswa seluruh jurusan yang ada di Politeknik Negeri Jember. Jumlah responden dalam penelitian adalah 70 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor - faktor yang mempengaruhi kepuasan pengguna dalam mengunjugi perpust akaan Politeknik Negeri Jember adalah SDM (0,323), kenyamanan ruang (0,068), dan respon petugas (0,416). Faktor tersebut memiliki variasi nilai uji R square sebesar 71,3% dalam mempengaruhi kepuasan pengguna dan 28,7% dipengaruhi oleh faktor - faktor lain. S DM memiliki pengaruh secara signifikan terhadap kepuasan pengguna perpustakaan di Politeknik Negeri Jember. Kenyamanan ruang tidak memiliki pengaruh secara signifikan terhadap kepuasan pengguna perpustakaan di Politeknik Negeri Jember. Faktor yang paling d ominan dalam mempengaruhi kepuasan pengguna adalah respon petugasdengan nilai t hitung sebesar 6,786 dengan hasil signifikansi 0,000.
Keywords:
SDM
· kenyamanan ruang
· dan respon petugas
Introduction
Perpustakaan merupakan tempat yang dik enal sebagai sarana penyedia pengetahuan berupa buku ataupun media pengetahuan lainnya. Pada hakekatnya perpustakaan adalah sumber informasi dalam bidang seluruh pengetahuan. Perpustakaan di perguruan tinggi merupakan suatu unit yang kegiatannya memberikan pelayanan prima kepada mahasiswa. Menurut Hidayah (2018) keberadaan sebuah perpustakaan tierat kaitannya dengan budaya yang diterapkan masing - masing lingkup masyarakat. Pustakawan adalah orang yang bertugas untuk menelola maupun mengambangkan pustakanya u ntuk dimanfaatkan oleh pengguna (Himmah & Azisi, 2019). Pelayanan yang diberikan diantaranya adalah memberikan pelayanan terkait TA, PKL, dan memberikan pelayanan peminjaman buku maupun jurnal. Fasilitas yg disediakan perpustaan Polije meliputi koleksi b uku dan referensi termasuk jurnal baik tercetak maupun terekam, tesis, skripsi yang dapat digunakan untuk proses peminjaman dan pembelajaran baik oleh mahasiswa, dosen, maupun karyawan. Data terakhir yakni pada tahun 2020 menunjukkan koleksi yang dimiliki oleh perpustakaan Polije dapat dilihat secara lengkap pada Tabel 1.1. Fasilitas yang akan dijadikan variabel dalam penelitian berdasarkan latarbelakang diatas yakni luasan gedung, koleksi buku, koneksi wifi, koleksi jurnal dan sarana prasarana yang disedik an oleh perpustakaan polije. Kelima hal tersebut didasarkan pada penelitian sebelumnya dan hasil pra survei dari perpustakaan polije beberapa faktor tersebut menjadi hal yang sangat dinilai oleh pengunjung perpustakaan .
Method
1. Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel Populasi pada penelitian yang dilakukan ialah berjumlah 70 mahasiswa dan dilakukan di perpustakaan Politeknik Negeri Jember. Menurut Sugiyono (2014) apabila penelitian menggunakan analisis multivariate korelasi atau regresi berganda, maka jumlah sampel yang digunakan minimal 10 dikalikan dari jumlah variabel yang diteliti. Variabel penelitian yang telah dilakukan adalah 4 variabel, dan minimal sampel adalah 40. Populasi sampel adalah mahasiswa aktif Polije dan sering mengunjungi perpustakaan dalam satu bulan sebanyak 3 sampai 4 kali. 2. Variabel Penelitian Variabel yang digunakan adalah sumber daya manusia (SDM) (X 1 ), kenyamanan ruangan (X 2 ), respon petugas (X 3 ), kepuasan p engguna (Y). Keseluruhan varibael yang digunakan akan diuji melalui hasil kuesionare yang telah dirancang. 3. Prosedur Pengumpulan Data Pengumpulan data dapat diperolah melalui prosedur pengumpulan data primer dan sekunder. Sumber data primer ialah melakukan wawancara langsung dengan mahasiswa sebagai responden dan sumber data sekunder diperoleh dari data yang telah ada dalam perpustakaan Polije. 4. Teknik Analisis a. Uji Validitas Nilai analisis uji validitas merupakan nilai pada korelasi antara setiap item varibel dengan item total . Pengujian validitas ditunjukkan dengan teknik korelasi nilai item total, hai ini merupakan dasar dari korelasi person. Rumus krelasi person adalah : Keterangan: r = korelasi validitas item yang dicari x = skor yang diperoleh seubyek dari seluruh item y = skor total yang diperoleh subyek dari seluruh item ∑ x = jumlah skor dalam distribusi x ∑ y = jumlah skor dalam distribusi y ∑ x 2 = jumlah kuadrat skor dalam distribusi x ∑ y 2 = jumlah kuadrat skor dalam distribusi y n = jumlah responden Hasil pengujian uji validitas menggunakan analisis korelasi bivariat. Pengujian validitas dilakukan menggunakan statistical package for the social science (SPSS) versi 16. Pengambilan keputusan dilakukan jika signifikansi kurang dari 0 ,05 maka item tersebut dinyatakan valid pada taraf kepercayaan 95%. Pengujian validitas dapat membandingkan nilai r hitung dengan r tabel pada taraf signifikansi 5%. Menurut Ghozali (2011) apabila nilsi r hitung > dari r – t abel maka dapat dikatakan valid . b. Uji Reliabilitas Nilai uji reliabilitas merupakan pengujian tingkat kepercayaan terhadap hasil pengukuran kuesionare . Hasil uji menunjukkan apabila memiliki reliabilitas tinggi merupakan pengukuran yang mampu memberikan hasil ukur terpercaya ( reliable ) . Analsis uji reliabilitas digunakan penelitian ini adalah uji reliability analysis model Cronbach’s Alpha . Analisis Regresi Linear Berganda Analisis regresi digunakan untuk mengetahui hubungan dua variable bebas atau lebih (x) yang secara Bersama - sama dihubungkan dengan variable terikat (Y) ( Sugiyono , 20 13 ) . Persamaan regresi untuk enam prediktor adalah: Y= α + b 1 X 1 + b 2 X 2 + b 3 X 3 + e Keterangan: Y = kepuasan pengguna α = konstanta b = koefisien dari variable bebas X 1 = SDM X 2 = respon petugas X 3 = kenyamanan ruang e = standar error Uji F Variabel yang diuji untuk mengetahui pengaruh variable bebas secara Bersama - sama berpengaruh terhadap variable terikat, sehingga digunakan uji F. Uji F menggunakan SPSS versi 16, jika signifikansi kurang dari 0,05 maka item tersebut dinyatakan berbeda nyata pada taraf kepercayaan 95%. Uji F dapat membandingkan nilai F hitung dan F Tabel . Apabila F hitung > F Tabel pada taraf signifikan yang 0,05, maka terdapat pengaruh secara bersama – sama antara variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y). Rumus yang digunakan untuk uji F yaitu: 𝐹 = 𝑅 2 ∶ 𝑘 ( 1 − 𝑅 2 ) : ( 𝑛 − 𝑘 − 1 ) Keterangan: F = pengujian secara serempak R 2 = pengujian secara serempak k = banyaknya variabel n = banyaknya sampel Uji t Setiap variabel bebas (lima variabel) akan diketahui masing – masing nilai terhadap variabel terikat. Nilai t hitung > t tabel pada taraf signifikansi yang ditentukan maka terdapat pengaruh secara parsial antara variable bebas (X) terhadap variabel terikat (Y). Rumus yang digunakan untuk uji statistik adalah: 𝑡 = 𝑟 √ 𝑛 − 2 √ 1 − 𝑟 2 Keterangan: t = nilai uji t r = koefisien korelasi r 2 = koefisien determinasi n = banyaknya sampel
Result & Discussion
1. Hasil a. Uji Validitas Data Pada masing – masing instrumen variabel yaitu SDM (X 1 ), kenyamana ruang (X 2 ), respon petugas (X 3 ), dan kepuasan pengguna (Y) memiliki hasil yang dapat dinyatakan valid. Hal ini dikarenakan setiap instrumen memiliki nilai signifikan 0,000 dan nilai signifikan ( Sign ) memiliki nilai lebih kecil dari a (0,05). Hasil pengujian uji validitas setiap instrumen variabel dapat dilihat pada Tabel 1 . b. Uji Reliabilitas Data Uji reliabilitas data dilakukan terhadap instrumen angket dengan menggunakan uji releability analysis model Alpha Cronbach . Koefisien validitas secara teori apabila memiliki nilai koefisien reliabilitas lebih dari 0,7 dinyatakan reliabel. Hasil uji reliab ilitas instrumen terdapat menunjukkan hasil yang reliabel. Hasil analinis uji validitas dapat dilihat pada Tabel 2. Berdasarkan Tabel 2, nilai Cronbach’s Alpha adalah 0,762. Karena nilai Cronbach’s Alpha > 0 ,7 sesampai instrumen dinyatakan reliabel Analis is Koefisien Determinasi Hasil analisi koefisien determinasi menunjukkan besar persentase variabel persentase variabel terikat yang disebabkan oleh faktor perubahan variabel bebas. Analisis koefisien determinasi dengan variabel bebas yaitu kepuasan pengguna (Y) dapat dilihat pada Tabel 3. Hasil pengujian koefisien determinasi R square memiliki nilai sebesar 0,722 atau 72,2%. Menurut Nd u ru et al. (2014) nilai koefisien determinasi yang menunjukkan nilai 0,60 sampai dengan 0,799 memiliki nilai hubungan yang kuat dalam model yang digunakan. Nilai R square didapat sebesar 0,713. Hasil menunjukkan koefisien determinasi R square memiliki hubungan sangat kuat. Hal ini berarti 71,3% variasi dari kepuasan pengguna dari kunjungan mahasiswa di perpustakaan Polije berdasarkan (Y) disebabkan oleh faktor perubahan variabel SDM (X 1 ), kenyamanan ruang (X 2 ), dan respon petugas (X 3 ). Sedangkan 28,7% dijelaskan oleh sebab diluar variabel penelitian. Analisis Regresi Linear Berganda Hasil perhitungan analisis regresi linear berganda dapat dilihat pada Tabel 4. Konstanta hasil analisis menunjukkan (α) sebesar 2,854, nilai koefisien SDM sebesar 0,323 ; 0,068 nilai koef isien kenyamanan ruang, dan nilai koefisien respon petugas sebesar 0,416. H asil diatas diperoleh persamaan regresi sebagai berikut : Y = 2,854 + 0,323X 1 + 0,068X 2 + 0,416X 3 1. Koefisien SDM (X 1 ) Nilai SDM (X 1 ) bernilai positif sebesar 0,323. Hal tersebut menunjukkan apabila terjadi peningkatan atau penambahan SDM di perpustakaan Polije dengan asumsi variabel lain tetap, akan meningkatkan kepuasan pengguna di perpustakaan (Y) sebesar 0,323%. Hasil analisis diatan menunjukkan me ningkatnya kemampuan petugas (berkaitan dengan SDM) sangat mempengaruhi kepuasan pengguna. Hal ini dikarenakan petugas yang memahami dan menguasai pekerjaan dalam bidangnya dapat mmembantu pengunjung khususnya mahasiswa dalam melakukan pencarian buku dan h al - hal lainnya yang berkaitan dengan kepuasan pengunjung perpustakaan . 2. Kenyamanan Ruang (X 2 ) Nilai koefisien kenyamanan ruang (X 2 ) bernilai positif sebesar 0,068. Hal tersebut menunjukkan apabila terjadi peningkatan nilai kenyamanan ruang sebesar satu satuan dengan asumsi variabel lain tetap, maka akan meningkatkan kepuasan pengguna (Y) sebesar 0,068%. Hasil analisis regresi linear berganda pada T abel 4 menunjukkan nilai berbanding lurus. Hal ini menunjukkan kenyamanan ruang yang di dapat oleh pengunjung sangat mempengaruhi kepuasan serta dapat meningkatkan kunjungan. Apabla pengunjung puas maka pengunjung tersebut akan mengajak lainnya untuk menda patkan kenyamanan ruang yang pengunjung sebelumnya informasikan. Kenyaman ruang meliputi suhu didalam ruangan, sarana yng disediakan, dan tata leak buku yang memudahkan pengguna dalam melakukan pencarian. 3. Respon Petugas (X 3 ) Nilai koefisien repon petugas (X 3 ) bernilai positif sebesar 0,416. Hal tersebut menunjukkan bahwa setiap terjadi peningkatan nilai respon petugas sebesar satu satuan dengan asumsi variabel lain tetap, maka akan meningkatkan kepuasan penggua (Y) sebesar 0,416%. Uji F Pengujian pad a uji F dilakukan untuk mengetahui pengaruh signifikan secara keseluruhan varibel yaitu SDM (X 1 ), kenyamanan ruang (X 2 ), dan respon petugas (X 3 ) terhadap kepuasan penguna (Y). Hasil analisis uji F dapat dilihat pada Tabel 5. Pengambilan keputusan uji F bila F hit > F tabel dengan signifikansi 0,05, dapat diartikan bahwa seluruh variabel bebas (X) memiliki pengaruh secara signifikan terhadap variable terikat (Y). Berdasarkan analisis uji F yang ditunjukkan pada Tabel 5 variabel terikat yaitu kepuasan pengguna (Y) dan variabel bebas SDM (X 1 ), kenyamanan ruang (X 2 ), respon petugas (X 3 ), memiliki F hit sebesar 54,637 dan F tabel sebesar 2,74 dengan taraf signifikan 5%. Karena F hit lebih besar dari F Tabel (F tabel 5%). Hasil diatas menunjukkan seluruh variabel bebas ( X) berpengaruh sangat signifikan terhadap kepuas a n pengguna (Y). Uji t (secara parsial) Uji t digunakan untuk mengetahui masing – masing variabel bebas secara sendiri – sendiri berpengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat. Hasil analisis uji t dapat dilihat pada Tabel 6. Kriteria pengambilan keputusan adalah bilamana t hit lebih besar dari t tabel (α= 0,05), maka H1 diterima dengan artian bahwa variabel bebas (X) berpengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat (Y). Sebaliknya apabila t hit lebih kecil dari t tabel (α= 0,05), maka H1 ditolak dengan artian bahwa variabel bebas (X) tidak berpengaruh secara signifikan terha dap variabel terikat (Y). Hasil analisiuji t pada Tabel 6nilai uji t menunjukkan pada variabel SDM (X 1 ) memiliki nilai t hit sebesar 4 ,747 dan t tabel 5% yaitu 1.99656. Hasil analisis diatas menunjukkan variabel SDM (X 1 ) memiliki pengaruh secara signifi kan. Variabel kenyamanan ruang (X 2 ) memiliki nilai t hit sebesar 1,205 dan t tabel 5% yaitu 1.99656. Hasil analisis diatas menunjukkan kenyamanan ruang (X 2 ) tidak memiliki pengaruh sangat signifikan. Variabel respon petugas (X 3 ) menunjukkan nilai t hit sebesar 6,786 dan t tabel 5% yaitu 1.99656. Hasil tersebut menunjukkan respon petugas (X 3 ) memiliki pengaruh secara signifikan. D. Pembahasan 1. Pengaruh SDM terhadap kepuasan pengguna Hasil analisis variabel SDM (X 1 ) pada uji t menunjukkan memiliki pengaruh secara signifikan terhadap kepuasan pengguna mahasiswa di perpustakaan Polije (Y). Hal tersebut dikarenakan asumsi dari responden yang menyampaiakan pada saat wawancara kuesionare, SDM dinilai sangat sesuai dengan masing - masing kinerja karyawan perpustaka an Polije. SDM menunjukkan kesesuaian bidang terhadap pekerjaannya, sehingga karyawan di perpustakaan Polije sanga memahami pekerjaan yang sedang dilakukan. Data perpustakaan menunjukka keseluruhan karyawan memiliki jenjang pendidikan minimal adalah diplom a empat dan sarjana. Selain itu karyawan juga difasilitasi pelatihan dan diklat mengenai tata kelola perpustakaan. Hal ini yang menjadi landasan terhadap penilaian yang telah diberikan. Pengalaman berbasis jenjang pendidikan dan pelatihan sangat mempengar uhi SDM dalam melakukan pelayanan ketika mereka bekerja. SDM dengan sumber pengetahuan yang luas akan mengerjakan pekerjaannya sesuai dengan diskripsi kerj yang telah disediakan. Sehingga pelayanan yang semakin tinggi terhadap mahasiswa dan pengunjung perpustakaan Polije dapat meningkatkan kepuasan penguna yang dilihat dari jumlah kunjungan dan kebutuhan mahasiswa di perpustakaan yang terus meningkat. Hasil ini sejalan dengan penellitian ya ng dilakukan oleh Rodin (201 6 ) semakin tinggi layanan sumber daya manusia yang diberikan perpustakaan ke pengunjung, maka akan semakin tinggi pula tingkat kepuasan pengunjung. 2. Pengaruh kenyamanan ruang terhadap kepuasan pengguna Hasil analisis uji t pad a variabel kenyamanan ruang (X 2 ) menunjukkan tidak memiliki pengaruh secara signifikan terhadap kepuasan pengguna perpustakaan (Y). Hasil tersebut didasarkan pada jawaban responden yang menilai bahwa kenyamanan yang disediakan di perpustakaan Polije masih sangat minim apabila dibandingkan perguruan tinggi lainnya. Selain itu pengguna mengharapkan perpustakaan Polije memiliki fasilitas yang lebih sehingga dapat meningkatkan faktor kenyamanan ruang seperti pendingin air conditioner (AC) hanya terasa dingin pa da bagian tertentu saja sehingga pada area tertentu terasa sangat di ngi n dan di sisi ruangan lain dingin di level biasa . Menurut Panjaitan (2016) perpustakaan yang nyaman ialah perpustakaan yang memiliki fasilitas lengkap, pengunjung merasa nyaman, dan lin gkungan perpustakaan sangat mendukung kegiatan pengunjung. 3. Pengaruh respon petugas terhadap kepuasan pengguna Hasil analisis respon petugas (X 3 ) menunjukkan memiliki pengaruh secara signifikan terhadap kepuasan pengguna mahasiswa di perpustakaan polije (Y) dan nilai uji t menunjukkan memiliki nilai paling besar dibandingkan variabel lainnya. Hal ini berarti variabel respon petugas merupakan faktor dominan terhadap keuasan pengguna. Respon petu gas dinilai sangat responsive terhadap permintaan yang diajukan oleh pengunjung perpustakan. Skor yang disajikan respon petugas diberikan nilai sangat baik untuk setiap bidang setiap bidang pelayanan. Selain itu petugas juga menguasai keseluruhan tempat bu ku yang ingin dituju oleh mahasiswa dalam arti lain petugas perpustakaan Polije sangat memahami letak sub tema judul buku sehingga mudah mengarahkan mahasiswa. Respon petugas dalam hal diluar pekerjaan juga dinilai sangat membantu mahasiswa maupun pengunju ng perpus dalam kasus mahasiswa kesulitan dalam mengoprasika komputer yang disediakan untuk mengerjakan tugas atau skripsi, petugas dapat membantu dan meng arahkannya. Penilai yang diberikan keseluruhan petugas di perpustakaan Polije memiliki soft skill ya ng ramah, senang membantu pengunjung, dan memrikan pelayanan terbaik. Era mineal sangat erat hubungannya dengan praktis dan mudah. Pelayananyang diberikan juga memenuhi hal tersebut. Hal ini ditunjukkan oleh ketika petugas diminta untuk membantu mencari bu ku yang dibutuhkan, petugas perpustakaan dintutut untuk tanggap terhadap permintaan tersebut. Petugas secara responsive mencarikan buku dengan bantuan teknologi, serta menuju tempat dna dapat menemukan buku yang dibutuhkan oleh pengguna. Hasil diatas sejal an dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Pandita (2017) semakin tinggi respon petugas dalam melakukan pelayanan dalam suatu perpustakaan maka dapat meningkatkan kepuasan pengguna.
Conclusion
1. Kesimpulan a. Faktor yang mempengaruhi kepuasan pengguna dalam mengunjugi perpustakaan Politeknik Negeri Jember adalah SDM (0,323), kenyamanan ruang (0,068), dan respon petugas (0,416). Faktor tersebut memiliki variasi nilai uji R square sebesar 71,3% dalam mempengaruhi kepuasan pengguna dan 2 8,7% dipengaruhi oleh faktor - faktor lain. b. SDM memiliki pengaruh secara signifikan terhadap kepuasan pengguna perpustakaan di Politeknik Negeri Jember. c. Kenyamanan ruang tidak memiliki pengaruh secara signifikan terhadap kepuasan pengguna perpustakaan di Po liteknik Negeri Jember. d. Faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi kepuasan pengguna perpustakaan adalah respon petugas dengan nilai t hitung sebesar 6,786 dengan hasil signifikansi 0,000. 2. Saran Perpustakaan Polije disarankan untuk meningkatkan fasilit as ruangan yang dibutuhkan oleh pengunjung, sehingga pengunjung secara berkelanjutan memberikan penilaian baik terhdap kenyamanan ruang.