Optimalisasi Pemanfaatan Perpustakaan Digital di SMP Negeri 2 Karangmalang Sragen
Universitas Terbuka; Universitas Terbuka
Abstrak
Perpustakaan merupakan salah satu sarana belajar bagi siswa siswi di sekolah SMP Negeri 2 Karangmalang. Melalui pengembangan teknologi tepat guna, perpustakaan juga mengembangkan menjadi perpustakaan digital dengan tujuan meningkatkan minat baca siswa siswi di sekolah. Penulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk mengetahui seberapa optimal perpustakaan digital tersebut dimanfaatkan oleh siswa siswi SMP Negeri 2 Karangmalang. Metode yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini adalah deskriptif kualitatif, dengan responden siswa-siswi, dan guru. Hasil dari pengumpulan data dapat dinyatakan bahwa perpustakaan digital temanfaatkan dengan baik, seperti tampilan katalog bentuk digital dan cara penelusuran sangat memudahkan pemustaka dalam hal ini sivitas akademika sekolah.
Abstract
The library is one of the learning facilities for students at SMP Negeri 2 Karangmalang. Through the development of appropriate technology, the library is also developing into a digital library with the aim of increasing students' interest in reading at school. This scientific paper aims to find out how optimally the digital library is used by students at SMP Negeri 2 Karangmalang. The method used in writing this scientific paper is descriptive qualitative, with student and teacher respondents. The results of data collection can be stated to show that digital libraries are well utilized, such as by displaying digital catalogs and allowing users to search very easily, in this case the school's academic community.
Keywords:
Digital library
· interest in reading
· library
· OPAC
· reading interest
Introduction
Dalam dunia pendidikan perpustakaan merupakan bagian penting karena sebagai salah satu sarana pembelajaran serta poin penting untuk kelengkapan akreditasi sekolah, dan sarana membangun sekolah lliterasi. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan pada Bab 1 Pasal 1 ayat 1 : dinyatakan bahwa “Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka”. Menurut Eskha (2018:4) perpustakaan adalah pusat media dan sarana prasarana akademisi. Berdasarkan pengertian tentang perpustakaan yang ada, Cendra (2013) menyatakan bahwa beberapa poin yang perlu digaris bawahi tentang perpustakaan, yaitu: a. perpustakaan sebagai suatu unit kerja; b. perpustakaan sebagai tempat pengumpul, penyimpan, dan pemelihara berbagai koleksi bahan pustaka; c. bahan pustaka itu dikelola dan diatur secara sistematis dengan cara tertentu; d. bahan pustaka digunakan oleh pemustaka secara secara kontinu; e. perpustakaan sebagai sumber informasi.Perpustakaan menyediakan koleksi berupa koleksi cetakan seperti buku, majalah/jurnal ilmiah, peta, surat kabar, karya tulis berupa monograf (tulisan) yang belum diterbitkan, serta bahan noncetak seperti audio visual, microfish dan microfilm (Nurhayati dan Anna, 2018). Perpustakaan sebagai lembaga pengelola sumber informasi semestinya menduduki posisi kunci dalam proses pendidikan dan pelatihan, serta siap menjadi pusat sumber informasi. Namun pada kenyataannya masih jauh dari harapan. Hal ini karena rendahnya minat baca dan kurangnya kesadaran bahwa untuk belajar dan mendapatkan informasi yang lebih banyak, harus mencari sendiri informasi atau jawaban atas persoalan yang mereka hadapi.Keberadaan perpustakaan sangat dibutuhkan bagi setiap lembaga Pendidikan. Dengan adanya perpustakaan di sekolah, memudahkan siswa dalam mencari dan mengakses sumber informasi dari setiap mata Pelajaran yang diajarkan oleh guru, serta bagi guru dapat menambah wawasan untuk memperkaya informasi mata pelajaran yang diajarkan kepada siswa. Dengan demikian segala upaya dilakukan agar pelayanan pada perpustakaan sekolah tetap bisa berjalan.Perpustakaan Sekolah/Madrasah adalah perpustakaan yang berkedudukan di sekolah/madrasah, merupakan bagian integral dari pembelajaran di sekolah dan berfungsi sebagai pusat sumber belajar untuk mendukung tercapainya tujuan Pendidikan yang telah dicanangkan. Salah satu fungsi perpustakaan sekolah adalah sebagai bagian sarana mempermudah belajar dalam upaya mencerdaskan kehidupan anak bangsa sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar tahun 1945. Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesi No 24 Tahun 2014, setiap sekolah/madrasah berkewajiban untuk: a. menyelenggarakan perpustakaan yang memenuhi standar nasional perpustakaan dengan memperhatikan Standar Nasional Pendidikan; b. memiliki koleksi buku teks pelajaran yang ditetapkan sebagai buku teks wajib pada satuan pendidikan yang bersangkutan dalam jumlah yang mencukupi untuk melayani semua peserta didik dan pendidik; c. mengembangkan koleksi lain yang mendukung pelaksanaan kurikulum pendidikan; d. melayani peserta didik pendidikan kesetaraan yang dilaksanakan di lingkungan satuan pendidikan yang bersangkutan; dan e. mengembangkan layanan perpustakaan berbasis teknologi informasi dan komunikasi; f. mengalokasikan dana paling sedikit 5% (lima persen) dari anggaran belanja operasional sekolah/madrasah atau belanja barang di luar belanja pegawai dan belanja modal untuk pengembangan perpustakaan. Bafadal (2009) menyatakan bahwa manfaat perpustakaan sekolah, pada seluruh jenjang (dari sekolah dasar sampai sekolah menengah) yaitu perpustakaan dapat: 1. meningkatkan kecintaan murid-murid dalam membaca; 2. memperkaya pengalaman belajar murid-murid; 3. menanamkan kebiasaan belajar mandiri yang akhirnya murid-murid mampu belajar mandiri, 4. mempercepat proses penguasaan teknik membaca; 5. membantu perkembangan kecakapan berbahasa; 6. melatih murid-murid ke arah tanggung jawab; 7. memperlancar murid-murid dalam menyelesaikan tugas-tugas sekolah; 8. membantu guru-guru menemukan sumbersumber pengajaran; 9. membantu murid-murid, guru-guru, dan anggota staf sekolah dalam mengikuti perkembangan ilmu penegetahuan dan teknologi. Teknologi digital merupakan teknologi yang tidak lagi menggunakan tenaga manusia atau manual, tetapi cenderung pada sistem pengoperasian yang otomatis dengan sistem komputerisasi atau format yang dapat dibaca oleh komputer. Sistem digital adalah perkembangan dari sistem analog. Sebuah sistem digital menggunakan urutan angka untuk mewakili informasi. Tidak seperti sinyal analog, sinyal digital bersifat noncontinuous (Aji, 2016). Perkembangan teknologi yang semakin pesat membuat pengguna semakin mudah mengakses informasi. Saat ini, orang tidak perlu lagi bingung mendapatkan bahan bacaan karena kita dapat menemukannya di internet. Dengan kemudahan mengakses dan mendapatkan informasi menggunakan perpustakaan digital.Perpustakan digital adalah perpustakaan yang dapat diakses oleh pemustaka secara online, dimana pemustaka tidak harus datang langsung ke perpustakaan. Perpustakaan digital mempermudah pengguna untuk temu kembali informasi dengan cara mengakses dari judul, pengarang atau subjek yang berhubungan dengan koleksi yang diinginkan pada menu search/pencari (Putri, 2022). Perpustakaan digital adalah perpustakaan tempat koleksi disimpan dalam format digital (berlawanan dengan media cetak, microform, atau media lainnya) dan dapat diakses oleh komputer selain itu konten dapat disimpan secara lokal, atau diakses dari jarak jauhPerpustakaan digital memiliki beberapa beberapa manfaat, antara lain: 1) Jumlah pilihan yang tinggi, 2) Membangun warisan untuk generasi berikutnya. 3) Akses lebih mudah. 4) Mengurangi kerusakan pada buku/koleksi. Dan 5) Pengambilan informasi yang lebih mudah. Selain manfaat perpustakaan digital, juga mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan. Untuk kelebihan perpustakaan digital, diantaranya adalah: a.Kemudahan akses secara digitalisasi membuat pengguna lebih mudah mengakses informasi dimanapun dan kapanpun yang tersedia di perpustakaan digital.b.Lebih hemat biaya karena perpustakaan digital tidak memerlukan perawatan koleksi pustakanya, serta tidak perlu mengeluarkan biaya guna menyimpan buku-buku fisik dalam kabinet atau rak. Karena semua data dan informasi tersebut akan tersimpan dalam database.c.Penyimpanan koleksi lebih aman karena perpustakaan digital mencegah koleksi perpustakaan dalam bentuk fisik dari kerusakan atau hilang.d.Efisien waktu, pengguna dapat mengakses, meminjam, dan mengembalikan koleksi perpustakaan dengan cepat.e.Membantu Pustakawan dalam memantau dan mengelola pendataan aset pustaka Karena perpustakaan dilakukan dengan berbasis internet, maka petugas perpustakaan pun dapat selalu memantau ketersediaan atau keberadaan koleksinya serta dengan mudah mengetahui daftar koleksi perpustakaan yang baru. Selain itu, petugas dapat mengetahui rekam jejak aktivitas pengunjung perpustakaan sehingga memudahkan dalam membuat laporan. Proses pelaporan kepada kepala perpus menjadi lebih mudah. Sedangkan kekurangan dari perpustakaan digital sebagai berikut: a) hak cipta, b) kecepatan akses, c) biaya awal tinggi, d) bandwidthuntuk mentransfer sumber daya multimedia, e) lingkungan, f) pengawetan.Sejalan dengan perkembangan teknologi informasi, sistem temu balik informasi di perpustakaan menggunakan OPAC. OPAC adalah sistem katalog terpasang yang dapat diakses secara umum, dan dapat dipakai pemustaka untuk menelusur pangkalan data katalog, untuk memastikan karya tertentu disimpan di perpustakaan dan mendapatkan informasi tentang lokasi karya tersebut (Tedd, dalam Hasugian, 2003). Selanjutnya, dari pengertian di atas dapat menunjukkan fungsi OPAC yaitu sebagai: a) sarana temu balik informasi, b) alat bantu penelusuran, c) memeriksa status bahan Pustaka, dan d) mengetahui lokasi atau tempat penyimpanannya. Dari berbagai pengertian tentang OPAC, Hasugian (2003) menyimpukan bahwa OPAC adalah suatu sistem temu balik informasi berbasis komputer yang digunakan oleh pemustaka untuk menelusur koleksi suatu perpustakaan atau unit informasi lainnya. Keunggulan dari OPAC antara lain: a) mudah menelusur; b) menghemat waktu dalam menelusur; menelusur dengan berbagai cara (menlusur menggunakan kata kunci ke semua ruas); c) OPAC dapat diakses melalui terminal pada tempat yang berbedaPerpustakaan SMP Negeri 2 Karangmalang Sragen, sudah menerapkan perpustakaan digital yaitu dengan merubah katalog kartu ke katalog elektronik atau digital untuk memudahkan akses katalog. Akses katalog dalam bentuk elektronik atau digital didunia perpustakaan dikenal dengan istilah OPAC (Online Public Acses Catalogue). Di samping katalog, kartu anggota sudah diberi barcode jadi apabila pemustaka berkunjung ke perpustakaan pemustaka tidak lagi mengisi buku pengunjung secara manual. Pengunjung melakukan penulusuran koleksi menggunakan katalog online. Setelah penulusuran koleksi, pengunjung bisa langsung mencari buku di rak koleksi. Apabila pengunjung ingin meminjam buku, bisa langsung menunjukkan kartu anggota pada petugas untuk dibarcode. Buku yang dipinjam juga dibarcode. Sehingga data peminjam dapat terekap pada SLiMs. Sehingga dengan perpustakaan digital, maka perpustakaan dapat optimal dalam melayani pemustaka, dan pustakawan dengan mudah merekap data pengunjung dan peminjam serta koleksi buku yang dipinjam. Berdasarkan latar belakang masalah di atas dapat ditarik rumusan masalah sebagai berikut bagaimana mengoptimalkan perpustakaan digital di SMP Negeri 2 Karangmalang. Sedangkan tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui optimalisasi dari perpustakaan digital tersebut.
Method
Dalam penulisan karya ilmiah ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara terhadap responden yang dibutuhkan. Responden adalah siswa-siswi, guru dan karyawan SMPN 2 Karangmalang.
Result & Discussion
Perpustakaan SMP Negeri 2 Karangmalang, Sragen didirikan pada tahun 1990, pada saat dipimpin oleh Bapak Suhardi. Pembangunan perpustakaan bertujuan meningkatkan daya baca, sumber informasi serta pengetahuan bagi warga sekolah. Sehingga visi, misi sekolah serta tujuan pendidikan Nasional dapat diwujudkan. Perpustakaan SMP Negeri 2 Karangmalang dapat digunakan sebagai penunjang proses pembelajaran, membaca dan berdiskusi bagi siswa beserta sivitas SMPN 2 Karangmalang. Perbaikan kualitas perpustakaan dilakukan secara terus menerus. Sehingga pada kepemimpinan Bapak Drs. Mulyana, M. Pd. perpustakaan berubah menjadi perpustakaan digital. Perubahan perpustakaan diutamakan pada hal layanan perpustakaan dengan merubah tampilan katalog kartu menjadi katalog digital atau elektronik yang dapat diakses melalui computer yang dikenal dengan Online Public Access Catalogue (OPAC).Dengan adanya OPAC di perpustakaan, lebih mengoptimalkan layanan kepada pemustaka, karena OPAC sangat membantu pemustaka dalam penelusuran informasi yang efektif dan efisien. Perpustakaan SMP Negeri 2 Karangmalang sejak tahun 2021 sudah menggunakan pelayanan aplikasi digital library, dan penggunaan sistem OPAC. Hasilnya menunjukkan bahwa menggunakan OPAC (Online Public Access Catalogue) dapat memudahkan pemustaka dalam proses pencarian buku dan tampilan awal dari sistem digital library dalam bentuk katalog. Untuk optimalisasi penggunaan dan pemanfaatan OPAC dilakukan pelatihan kepada duta perpustakaan. Selain itu, juga dilakukan pemantauan dan pendampingan berkala kepada pemustaka untuk memastikan penggunaan sistem ini mampu dioperasikan dan dirasakan manfaatnya oleh siswa siswi dan pengunjung lainnya. Pada tahun 2022, perpustakaan SMPN 2 Karangmalang diakreditasi dan mendapat peringkat B. Sebagai upaya mengoptimalkan layanan kepada pemustaka, perpustakaan mempunyai beberapa program kerja sebagai berikut:1.melakukan layanan peminjaman koleksi setiap hari.2.Tiap tahun ajaran baru, membuat kartu anggota bagi siswa baru.3.melakukan pengadaan koleksi untuk menambah koleksi perpustakaan.4.Pengkatalogisasian buku baru biasanya.5.melakukan pemeliharaan buku dan perawatan buku.6.Pengisian data dan grafik pengunjung setiap bulan.7.melakukan pemantauan jam kosong.8.melakukan layanan pengembalian buku paket.9.membuat laporan bulanan yang berisi kondisi perkembangan perpustakaan.10.membuat laporan tahunan (tiap tahun ajaran baru).Hasil wawancara yang terkumpul, penulis uraikan dalam pembahasan. Wawancara dilakukan terhadap siswa siswi, guru dan karyawan di sekolah SMP N 2 Karangmalang. Dalam wawancara tersebut siswa siswa, guru dan karyawan merasakan dengan perpustakaan berubah menjadi perpustakaan digital, dan mempermudah akses katalog, sehingga siswa siswi, guru atau pemustaka dipermudah dalam menelususr secara online. Hasil wawancara terbagi menjadi 2 bagian yaitu wawancara dengan siswa dan guru. Untuk wawancara dengan siswa, penulis memberikan beberapa pertanyaan antara lain perasaan dengan adanya perpustakaan digital, cara kerja perpustakaan digital, ketertarikan terhadap perpustakaan digital dan kekurangan perpustakaan digital, sebagai berikut:Apa yang dirasakan adanya perpustakaan digital di sekolahSangat bermanfaat sekali bu, semenjak ada perpustakaan digital sudah tidak perlu lagi menggunakan kartu baca untuk meminjam buku dan sekarang lebih keren sekali bu menggunakan barcode dan hanya pakai kartu serta alat scan di dekat pintu itu sudah bisa memilih bukuSaya merasa mudah sekali Bu Betik ketika mencari buku yang saya mau pinjam, jadi tambah seneng ke perpustakaan bu, saya suka baca novel dan buku buku lain sekarang sudah tidak sulit lagi tinggal mencari di komputerBagaimanakah cara kerja perpustakaan digitalSangat mudah diakses Bu, saya juga dapat tidak kesulitan mencari koleksi buku yang saya pengen baca sehingga saya jauh bisa lebih focus pada saat membaca dikarenakan tenaga yang saya gunakan untuk mencari buku hanya sedikit.”Menurut saya cara kerja perpustakaan digital sangat keren Bu. Saya dapat mencari buku yang mau saya baca dengan cepat dan mudah sehingga saya tidak memerlukan waktu lama pada saat mencari buku yang saya minati.”Menurut kalian apa yang menarik dari perpustakaan digitalMinat saya dalam membaca dan mengunjungi perpustakaan menjadi bertambah Bu, saya bisa belajar hal baru dan bisa menambah pengetahuan saya karena tentunya untuk koleksi buku lebih lengkap.”Sangat banyak yang membuat saya tertarik bu, saya jadi lebih mengetahui secara lengkap untuk koleksi buku yang saya sukai dan sangat menarik menggunakan computer untuk mencarinya sehingga saya juga bisa belajar mengenai computerApa kekurangan dari perpustakaan digitalAda beberapa menu dan system yang saya sama sekali belum pernah tau jadi kadang masih kesulitan untuk menggunakannya BuSaya kadang masih kesusahan bu saat menggunakan alat digital untuk mencari koleksi buku yang lain dan apabila ingin berpindah ke menu yang lain.”Hasil wawancara dengan siswa di atas, dapat disimpulkan bahwa mereka merasakan manfaat adanya perpustakaan digital, lebih mudah dikases dan mudah juga menggunakan OPAC untuk mencari buku yang dicari. Untuk mencari buku dalam rakpun menjadi lebih mudah karena sudah tertata dengan baik dan sistemnya mudah digunakan. Namun tetap mengalami kendala dalam menggunakan aplikasi apabila ingin berpindah ke menu yang lain.Hasil pada wawancara berikutnya dilakukan dengan guru pada sekolah tersebut dengan beberapa pertanyaan seperti: apa yang dirasakan dengan adanya perpustakaan digital, apa yang menarik dari perpustakaan digital, cara kerja perpustakaan digital, dan kekurangan dari perpustakaan digital, sedangkan hasilnya sebagai berikut:Bagaimna perasaan Anda dengan adanya perpustakaan digital yang ada di sekolahSaya rasa dengan adanya perpustakaan digital disekolah sangat memudahkan bagi siswa dan guru dalam mengakses informasi secara lengkapMenurut saya program perpustakaan digital sangat menunjang kegiatan sekolah. Bagi Siswa dapat menambah wawasan baik dari pelajaran sekolah maupun minat baca untuk informasi yang lain secara cepat dan lengkap, kemudian Bagi kami para guru sangat mendukung untuk mengetahui system pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan par siswa serta memudahkan dalam materi pembelajaran.Apa yang menarik dari perpustakaan digitalProgram ini sangat menarik sekali dimana akan terdapat pengembangan dalam berbagai aspek baik pada aspek transformasi pustakawan, pengguna perpustakaan dan system teknologi yang digunakan untuk menunjang program tersebut.”Menurut saya program ini sangat positif untuk mendukung kegiatan sekolah, sangat menarik sekali dimana nantinya akan banyak hal baru yang perlu dikembangkan bersama dengan siswa, guru dan pustakawanBagaiamana cara kerja perpustakaan digitalUntuk cara kerja dari program ini bagi pengunjung perpustakaan hanya memerlukan barcode sebagai alat scan untuk kegiatan di perpustakaan yang mencakup kegiatan membaca, meminjam buku serta mencari koleksi buku lain atau referensi pengetahuanTerkait cara kerja perpustakaan digital ini untuk koleksi diakses melalui system computer sehingga lebih efisien dan apabila ingin meminjam buku untuk peminjaman melalui barcode dan otomatis terdata pada system computer sehingga untuk riwayat peminjaman lebih lengkap dan memudahkan mendata koleksi buku. Apa kekurangan dari perpustakaan digitalTerkait kekurangan perpustakaan digital menurut saya, dikarenakan program ini merupakan hal yang baru sehingga ada beberapa yang belum mengetahui maka diperlukan sosialisasi serta pengembangan kemampuan terutama untuk pustakawan, guru dan tentunya siswa yang menjadi pengunjung perpustakaan.”Menurut saya kekurangan perpustakaan dikarenakan berbasis digital maka dari pihak sekolah harus memastikan system IT berjalan dengan lancer dan memiliki jaringan koneksi internet yang stabil untuk mendukung program tersebut.”Hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa para guru dengan adanya perpustakaan digital di sekolah dapat dirasakan manfaatnya baik dari sisi siswa dan guru, dapat menunjang kegiatan sekolah. Program perpustakaan digital sangat menarik terdapat aspek pengembangan teknologi sehingga dapat mengembangkan pembelajaran. Cara kerjanya lebih simple atau lebih mudah, kekurangannya karena berbasis digital sekolah harus memastikan system IT berjalan lancar dan memiliki jaringan internet.Dari kedua hasil wawancara baik dari siswa maupun dari guru, persepsi terhadap keberadaan perpustakaan digital di sekolah khususnya SMPN 2 Karangmalang, sangat menarik, bermanfaat, mudah digunakan, dapat mengembangkan pembelajaran lebih menarik. Sedangkan kekurangannya masih harus mempelajari penggunaan menu atau fitur yang ada serta harus selalu tersambung dengan internet dan ITnya harus selalu siap. Hasil wawancara yang dilakukan baik dari siswa maupun guru dan karyawan, menyatakan bahwa dengan OPAC lebih mempermudah akses terhadap perpustakaan. Kemudahan akses yang dilakukan siswa sesuai dengan kemudahan penggunaan OPAC yang dinyatakan oleh Hasugian, yaitu mudah menelusur dan dapat diakses melalui terminal pada tempat yang berbeda.
Conclusion
Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam lingkungan sekolah kegiatan belajar mengajar perlu didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai, salah satunya adalah perpustakaan sekolah yang mengembangkan beberapa fungsi yang amat penting. Fungsi perpustakaan tersebut akan dapat berjalan dengan baik apabila didukung oleh beberapa hal seperti pengembangan koleksi yang sesuai, organisasi dan penguatan kelembagaan perpustkaan, pelayanan, penyediaan sarana dan prasarana, serta program promosi dan pengembangan perpustakaan berbasis teknologi. Salam literasi, Membaca adalah jendela dunia dan kunci kesuksesan.