Unveiling Trends in Online Learning Impact via Zoom and Google Meet
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo; Universitas Muhammadiyah Sidoarjo; Universitas Muhammadiyah Sidoarjo; Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Abstract
This study employs bibliometric analysis to explore the impact of Google Meet and Zoom on students' comprehension of online learning during 2020-2021. Utilizing data from Crossref indexed articles and tools like Publish or Perish and VOSViewer, the research identifies dense thematic clusters and trends in scholarly literature. Results show significant publication activity, with dark blue indicating articles from 2020 and yellow from 2021, reflecting evolving research interests. This analysis enhances understanding of how virtual platforms influence educational practices, offering insights for educators and policymakers aiming to optimize online learning experiences.
Keywords:
Online learning
· Google Meet
· Zoom
· Bibliometric analysis
· Educational technology
Introduction
Belajar telah sebagai kewajiban tiap mahasiswa. Memperoleh keahlian serta wawasan guna membuat otak cerdas. Pastinya belajar berupa keutamaan yang perlu di raih mahasiswa. Kadang nilai sebagai acuan tolak ukur pintar rajinya seorang mahasiswa. Padahal tidak selalu nilai saja. Terdapat sebagian dosen membagikan nilai khusus terhadap sopan santun serta etika juga aktifnya mahasiswa tersebut. Mahasiswa diminta supaya ilmu serta otaknya bisa berfikir meluas serta perilakunya dilatih guna optimal lagi yang mana bisa berguna untuk hidup dilingkup manapun [1]. Belajar daring berupa aktivitas belajar secara memfungsikan internet menjadi teknik berkomunikasi untuk belajar berupa disampaikanya bahan ajar. Belajar daring bisa dilaksanakan memakai laptop, HP serta computer yang terhubung pada internet. Secara terdapatnya fasilitas ini, mahasiswa serta dosen bisa melaksanakan belajar bersama diperiode yang selaras memakai plarform mencakup telegram, WhatsApp, meets, google classroom & zoom [2]. Belajar daring, awalanya diasumsikan baik pada sebagian mahasiswa, namun secara berjalanya tahap belajar, mahasiswa merasa kesusahan. Kesusahanya ini mencakup signal yang kurang mendukung, kuota yang tidak mencukupi serta lainnya, juga minimnya kebersediaan dosen untuk membagikan bahan ajar [3]. Tugas yang dominan pada tenggat periode yang cepat membuat konflik untuk belajar online [4]. Wabah Covid-19 yang marak ini menyebabkan dominan aktivitas menjadi terkendala. Indonesia terkena efek Covid-19 [5]. Ialah disektor Pendidikan yang membuat murid untuk belajar dirumah [6]. Umumnya cara belajar daring tidak meminta murid guna hadir dikelas. Murid bisa menjangkau belajar dari media internet. Melalui [7] pemakaian teknologi yang ada dikisaran kita bila diselaraskan pada arahanya sehingga bisa sebagai alat ditingkatkanya keahlian berfikir taraf tinggi. Peningkatan teknologi ini membuat mudah pemakaian internet guna menjangkau bahan ajar, berkomunikasi serta membagikan sebuah bahan ajar. Biasanya tiap dosen/guru bisa mempunyai perbandingan guna menentukan model belajar mana yang cocok untuk dipakai [8]. Berhubungan munculnya wabah Covid-19 sejak 2020, pemerintah menerbitkan arahan guna melaksanakan aktivitas belajar dirumah [9].Hal ini dilaksanakan untuk memutus penyebaran virus serta rasa aman untuk murid juga pengajarnya. Secara terdapatnya arahan ini, sehingga tahap belajarnya dilaksanakan dirumah secara memfungsikan internet serta teknologi. Sebagian lembaga pendidikan yang awalnya memakai belajar tatap muka sekarang perlu berganti menjadi belajar e-learning [10]. Untuk mahasiswa, belajar daring timbul menjadi sebuah cara solusi pembelajaran yang tidak perlu datang ke kelas. Belajar daring bisa menolong mahasiswa untuk mandiri. Melainkan untuk dosen belajar daring hadir guna merubah gaya belajar konvensional. Pola belajar daring membagikan kesempatan untuk dosen guna mengulas serta menilaikan perkembangan tiap mahasiswanya [8]. Konsep belajar daring saat Covid-19 meminta pengajar guna aktif untuk membagikan bahan ajar yang bisa meraih target belajarnya [11]. Belajar online ialah saat murid memakai internet untuk tahap belajarnya, cara belajar online berciri berupa: 1) murid di minta guna dengan mandiri membentuk wawasanya secara individual; 2) pembelajar bisa berkolaborasi pada pelajar lainnya guna berkolaborasi mewujudkan wawasan serta menangani konflik; 3) membentuk himpunan inklusivitas murid; 4) pemfungsian internet yang bisa dijelajahi; 5) aksesibilitas, interaktivitas, kekayaan & kemandirian [12]. Secara terdapatnya arahan ini, sehingga tahap belajar di Fakultas Ekonomi Universitas Teuku Umar bisa dikatakan menjadi blended learning yang berupa kolaborasi dari belajar ruang kelas serta online yang mencakup sebagian prasarana kursus online secara hadirnya interaksi tatap muka[8]. Ada 2 unsur utama untuk menjabarkan blended learning ialah tatap muka serta intruksi online [13]. Blended learning membuat suasana pembelajaran menjadi optimal. Mahasiswa serta Dosen perlu memfungsikan sumber daya yang ada guna keberhasilan model pembelajaranya. Dosen dituntut membagikan dominan periode untuk mahasiswanya secara personal maupun berkelompok [14] melainkan, blended learning bisa guna merubah hasil serta pengalaman murid dari belajar [15]. Cara belajar daring akan optimal bila dikolaborasikan pada belajar tradisional [16]. Target pengkajian ini guna mengamati pendapat mahasiswa terhadap model pembelajaran daring yang dipakai di Fakultas Ekonomi Universitas Teuku Umar selama masa karantina Covid-19[8].
Method
Analisa bibliometric berupa suatu cara kuantitatif guna menganalisa data bibliografi yang terdapat dijurnal/artikel. Analisanya sering dipakai guna mengamati referensi artikel ilmiah yang dikutip disuatu jurnal, guna menggolongkan artikel ilmiah yang selaras pada sisi pengkajian [17]. Melainkan kajian bibliometrik bisa menjabarkan jaringan antar konstituen pengkjian yang berpartisipasi terhadap himpunan topik pengkajian [18]. Kajian bibliometrik biasa dipakai untuk memetakan serta menganalisa konsep juga wawasan yang dibagikan diberagam sektor [19]. Simpulanya bila Bibliometrik ialah ilmu yang mengamati tentang kepenulisan serta memakai analisa matematis. Hal-hal yang dilaksanakan pada analisa bibliometrik berperan menjadi ilmu baru guna mengamati produktivitas serta kepenulisan [20]. Pengkajian ini datanya diperoleh melalui database Crossref sejak 2013-2023 terdapat kata kunci sebagai acuan untuk mencari artikel yang selaras pada belajar online mencakup, ‘Dampak Pembelajaran Daring Melalui Google Meet Dan Zoom Terhadap Pemahaman Mahasiswa’. Untuk uji analisa blibliometrik, langkah yang dilaksanakan mencakup penghimpunan data berupa artikel 2013-2023 terindeks Crossref memakai alat bantu software Publish or Perish (PoP), pemeriksaan lagi serta membuat lengkap atribut bibliometrik di sisi author keywords dengan manual yang digabungkan pada Mendeley Dekstop, kemudian dilaksanakan analisa dengan bibliometrik secara VOSviewer pada perolehan output visualisasi pemetaan. VOSviewer bisa menyajikan 3 visualisasi peta yang beragam berupa, overlay, densitas & jaringan [21]. VOSViewer ialah fitur komputer yang dipakai guna memvisualisasikan peta bibliometrik [22]. VOSViewer bisa memvisualisasikan serta menyiapkan data khusus mengenai peta grafik bibliometrik maka gampang guna ditafsifkan sebuah jaringan/kaitanya [23].
Result & Discussion
Developing mechanisms and tools to support innovative activities should become one of the priorities in the policy of the Government of the Republic of Tajikistan. To Dari data yang didapati dari database Crossref kami hendak analisa Blibliometrik dengan analisis kepenulisan (Author) dan kata kunci (Keyword), berupa visualisasi pemetaan sebagai berikut : A. Analisis Kepenulisan (Author) Dikarenakan penelitian tidak selalu dilakukan secara individu, kolaborasi dalam sebuah penelitian sangatlah diharapkan [20]. Ini membutuhkan kolaborasi antara akademisi dan instansi dalam bentuk ide, sarana, dan sumber daya serta kesempatan untuk bertukar pengetahuan ilmiah dan metode khusus [24]. Gambar 1. Author Collaboration (Network Visualization) Pada tahap ini, kami menggunakan co-authorship, kemudian dapat dilihat pemetaan hubungan antar penulis. Dengan menggunakan Jumlah minimum kemunculan suatu istilah 3. Dua puluh dari 1.786 penulis dalam penelitian ini memiliki hubungan satu sama lain, (Nurfadilah, Nurfadilah), (Putra, Dian pramana), (Riskawati, Riskawati) adalah penulis dengan paling banyak tautan masing-masing 6 tautan. B. Analisis Kata Kunci (Author) Pada tahap analisis kata kunci berikut ini, bertujuan menganalisis pola hubungan dari kumpulan dokumen dengan menghitung jumlah kata kunci dan mengukur kekuatan istilah (terms) yang muncul dalam dokumen yang diteliti. Makan muncul data sebagai berikut : Gambar 2. Keyword (Network Visualization) Pada tahapan ini, terdapat 19.423 kata kunci, dengan menggunakan jumlah minimum kemunculan suatu istilah 10, maka ditemukan sebanyak 269 yang relevan dan 448 kata kunci yang memiliki kaitan kuat satu sama lain. Dari 448 Keyword yang memiliki keterkaitan kuat satu sama lain, terdapat 6 Klaster, dengan bentangan sebagai berikut, Klaster 1 berwarna merah sebanyak 100 item, Klaster 2 berwarna hijau sebanyak 97 item, Klaster 3 berwarna biru sebanyak 33 item, Klaster 4 berwarna kuning sebanyak 20 item, Klaster 5 berwarna ungu sebanyak 10 item, Klaster 6 berwarna biru muda sebanyak 9 item. Istilah pada judul yang paling banyak digunakan adalah ‘Pembelajaran’ dengan total 529 peristiwa (Occurrences). Ukuran lingkaran menunjukkan seberapa sering kata kunci muncul dalam literatur ilmiah, semakin besar lingkarannya, semakin tinggi frekuensi tersebut dibahas, begitu juga sebaliknya semakin kecil ukuran lingkarannya maka dapat diartikan kata kunci tersebut jarang dikutip dalam artikel ilmiah[25]. (lihat Gambar 2) Gambar 3. Keyword (Overlay Visualization) Seperti tampak pada Gambar 3. Pemetaan kata kunci atau juga disebut Overlay Visualization biasanya diberi tanda perbedaan warna oleh VOSviewer berdasarkan tahun publikasi. Tahun terlama biasanya digambarkan dengan warna ungu sedangkan warna hijau ke kuning menunjukkan tahun publikasi terbaru [26]. Jika warna lingkaran menunjukkan warna semakin terang itu menandakan kata kunci tersebut terbilang baru dan sering digunakan , sedangkan semakin kecil ukuran lingkaran dan semakin terang warnanya (kuning) itu menandakan kata kunci tersebut sedang ramai dibahas akhirakhir ini [27]. (lihat Gambar 3) Gambar 4. Keyword (Density Visualization) Kemudian analisa bibliometric memakai density visualization. Melalui Gambar 4 bisa diamati bila ada ranah padat atau yang mempunyai tinggi kerapatan diantara nodenya. Tingkat kepadatan yang diamati melalui dominan kata kunci disimboli warna kuning bermakna berupa topik yang selalu dikaji serta terdapat di Crossref. Sedangkan warna gelap mengindikasi bahwa topik-topik tersebut masih belum banyak diteliti. Hal ini dapat dijadikan peluang untuk melakukan riset atau penelitian dengan topik-topik yang minim dikaji, misalnya kata kunci ‘Pengaruh Pembelajaran’. Dengan analisis bibliometrik pada Density Visualization menunjukkan adanya regangan dan intensitas yang rendah yang bermakna bahwa penelitian terkait dampak pembelajaran daring melalui google meet dan zoom terhadap pemahaman mahasiswa masih relatif rendah,, dalam konteks ini membuat riset dengan topik tersebut mempunyai peluang yang cukup luas untuk dikaji dan diteliti. Gambar 5. Author Keyword (Network Visualization) Pada tahap ini, pemetaan dari kata kunci membentuk jejaring yang saling terhubung, dengan menggunakan minimum 10 peristiwa (Occurrences), ditemukan bahwa 1.853 kata kunci penulis digunakan dalam dokumen yang dipilih, 10 kata kunci penulis memiliki hubungan satu sama lain dan 6 kata kunci memiliki hubungan yang kuat. Kata ‘Pembelajaran’ Merupakan istilah yang sering digunakan oleh para penulis dengan jumlah 4 tautan (link), dan kata kunci ‘Dampak Covid’ dengan 1 tautan merupakan satu istilah yang paling jarang digunakan oleh para penulis. Berikut 6 Keyword yang memiliki hubungan kuat satu sama lain, terdapat 3 kluster, kluster 1 berwarna merah memiliki 2 item, kluster 2 warna hijau memiliki 2 item, dan kluster 3 berwarna biru memiliki 2 item.
Conclusion
Dari penelitian ini kami membahas Analisis Bibliometric Dampak Pembelajaran Daring Melalui Google Meet Dan Zoom Terhadap Pemahaman Mahasiswa Pembelajaran Daring terhadap Mahasiswa. Tujuannya untuk menganalisis pemetaan komputasional pada data bibliometrik artikel penelitian. Dengan bantuan Aplikasi Publish or Perish untuk mencari data yang terpublish pada jurnal-jurnal yang tercatat dalam Crossref. Adapun aplikasi tambahan yaitu VOSViewer yang digunakan untuk memetakan data hasil penelitian. Hasil penelitian yang sudah diidentifikasikan pemetaan berdasarkan jejak history atau tahun terbit penelitian dapat dijadikan acuan untuk mengidentifikasi dan mendeteksi state of art dari penelitian dibidang pemahaman dilakukan dalam kurun waktyu dari 2020-2021. Hasilnya adalah visualisasi overlay dengan ditandai warna biru gelap yang berarti artikel yang menyebut kata kunci tersebut di publikasikan pada tahun 2020 dan yang berwarna kuning pada tahun 2021. Sedangkan dari analisis bibliometrik yang menggunakan density visualization dapat diidentifikasikan bahwa terdapat wilayah padat dan merupakan topik yang sudah banyak diteliti dan tercatat dalam Crossref.