Kembali
16
1
2024 Warta Perpustakaan Pusat UNDIP Vol 17 · 1 ISSN 0126-4559

PERAN RUMAH EDUKASI KONSTRUKSI SEBAGAI SOLUSI LITERASI OLEH MAHASISWA DI DUSUN SIROTO GUNUNGPATI SEMARANG

Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta; Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Abstrak

Dalam konteks perkembangan industri konstruksi, literasi profesi bangunan memainkan peran krusial dalam meningkatkan kualitas kerja dan keselamatan di lapangan. penelitian ini mengkaji inisiatif strategis pembuatan Rumah Edukasi Konstruksi oleh mahasiswa di Dusun Siroto Gunungpati, Semarang, sebagai solusi konkret untuk mengatasi tantangan literasi profesi bangunan di daerah tersebut. Melalui metode Focus Group Discussion , studi ini mengevaluasi stategi dampak dan manfaat dari inisiatif tersebut terhadap peningkatan literasi para pekerja bangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rumah Edukasi Konstruksi telah berhasil memfasilitasi transfer pengetahuan antara generasi muda mahasiswa dan pekerja bangunan lokal, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya literasi dalam profesi konstruksi. Penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang potensi dan relevansi inisiatif pendidikan berbasis komunitas dalam mendukung perkembangan profesi bangunan di tingkat lokal, dengan implikasi luas untuk pengembangan sektor konstruksi di Indonesia.

Abstract

In the context of the development of the construction industry, the literacy of the building profession plays a crucial role in improving the quality of work and safety in the field. This research examines the strategic initiative of building a construction education house by students in Siroto Hamlet, Gunungpati, Semarang, as a concrete solution to overcome the literacy challenges of the construction profession in the area. Using the focus group discussion method, this study evaluates the strategic impact and benefits of the initiative in improving the literacy of construction workers. The results show that Rumah Edukasi Konstruksi has successfully facilitated knowledge transfer between the younger generation of university students and local construction workers, and raised awareness of the importance of literacy in the construction industry. This research provides an in - depth insight into the potential and relevance of community - based education initiatives in supporting the development of the construction profession at the local level, with broad implications for the development of the construction sector in Indonesia.
Keywords: literasi profesi bangunan · rumah edukasi konstruksi · transfer pengetahuan

Introduction

A. Latar Belakang Masalah Menurut data UNESCO, Hanya 0,001% orang Indonesia menyukai membaca. Sehingga hanya 1 (satu) dari 1.000 (seribu) orang gemar untuk membaca (Solikhin, 2023). Selain itu, menurut data UNESCO yang diterbitkan pada Maret 2016 oleh Central Connecticut State University, Indonesia menduduki peringkat ke - 60 dari 61 negara lainnya yang memiliki minat baca masyarakatnya sangat rendah. Mengenai minat baca orang indonesia, berada di bawah Thailand (59) dan di atas Bostwana (61). Padahal, Indonesia berada di atas negara - negara Eropa dalam hal penilaian infrastruktur yang mendukung gerakan membaca. Sebaliknya, Indonesia menempati urutan kelima dalam hal jumlah perangkat elektronik terbanyak di dunia, yang seharusnya mendukung evaluasi infrastruktur mebaca. Menurut Tunggul Harwanto dalam andriani, 2020 pendiri Yayasan Rumah Literasi Indonesia, ada empat faktor yang berkontribusi pada rendahnya tingkat literasi di Indonesia. Pertama, tidak banyak keluarga yang seharusnya terlibat langsung dalam membangun budaya membaca, sehingga anak - anak tidak menggunakan buku sebagai rujukan. Kedua, akses buku yang berkualitas tidak tersebar secara merata di seluruh wilayah, sehingga sulit bagi anak - anak untuk mendapatkan referensi buku yang beragam. Ketiga, budaya literasi bukan hanya tentang mengelola buku di perpustakaan, yang berarti masyarakat belum dapat sepenuhnya berpartisipasi dalam menciptakan ekosistem literasi yang bermanfaat bagi anak - anak. Keempat, pemerintah tidak memberikan perhatian yang cukup pada literasi yang berbasis gerakan. Menurut (Fitrananda, A.F. 2020), kegiatan yang telah dilakukan selama ini sebagian besar hanya formalitas. Literasi dapat diartikan sebagai melek aksara dimana literasi tidak bisa dimaknai hanya sekedar budaya membaca ataupun menulis tetapi kemampuan untuk menggunakan akal sehat (pikiran) atau analisis dengan menggunakan informasi yang tersedia di dunia pengetahuan saat ini. Membaca dapat membuka perspektif baru. Di abad ke - 21 ini, sektor konstruksi memainkan peran yang signifikan dalam pertumbuhan dan pembangunan ekonomi suatu negara. Sektor konstruksi memiliki potensi untuk mendorong pertumbuhan beberapa sektor ekonomi lainnya. Konstruksi didefinisikan sebagai pekerjaan baru, perbaikan, penambahan, dan perubahan, membangun bangunan atau struktur prafabrikasi di lokasi proye k, dan konstruksi sementara dalam bidang pekerjaan bangunan gedung, bangunan sipil, dan konstruksi khusus yang produknya melekat pada lahan atau kedudukannya, menurut Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) (BPS, 2021). Namun, seperti banyak profesi lainnya, pekerja di sektor konstruksi dihadapkan pada berbagai tantangan, salah satunya adalah kurangnya literasi dalam bidangnya. Literasi di sini tidak hanya merujuk pada kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga pemahaman mendalam tentang konstruksi, teknologi terbaru, keselamatan kerja, dan prinsip - prinsip bisnis yang berlaku. Dusun Siroto gunungpati, sebagai s alah satu daerah di Semarang, menunjukkan potret nyata dari tantangan literasi in i. Berdasarkan wawancara langsu ng dengan sekertaris kelurahan gunungpati pada tahun 2024, sebanyak 8045 jiwa, terdata 43 orang yang berprofesi sebagai buruh harian lepas (pekerja bangunan) dan memiliki keterampilan berdasarkan data kependudukan di kelurahan gunungpati, akan tetapi kurangnya pemahaman mendalam tentang konsep konstruksi yang modern, metode kerja yang efisien, atau bahkan tentang hak - hak mereka sebagai pekerja. Pekerja bangunan di kelurahan Gunungpati kurang memiliki pemahaman yang mendalam tentang konsep konstruksi yang modern. Hal ini dapat menghambat kemajuan dan inovasi dalam industri konstruksi di daerah tersebut. Selain itu, kurangnya pemahaman tentang metode kerja yang efisien juga dapat mempengaruhi produktivitas dan kualitas pekerjaan yang dilakukan oleh pekerja bangunan di kelurahan Gunungpati. Selain itu, pekerja bangunan di kelurahan Gunungpati juga kurang memiliki pengetahuan tentang hak - hak mereka sebagai pekerja. Hal ini dapat membuat mereka rentan terhadap eksploitasi dan pelanggaran hak - hak pekerja. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan literasi dan pemahaman pekerja bangunan di kelurahan Gunungpati tentang konsep konstruksi yang modern, metode kerja yang efisien, dan hak - hak mereka sebagai pekerja. Menyoroti pentingnya pendirian rumah edukasi konstruksi sebagai solusi untuk meningkatkan literasi pekerja bangunan di kelurahan Gunungpati. Rumah edukasi konstruksi dapat menjadi tempat bagi pekerja bangunan untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam industri konstruksi. Melalui rumah edukasi konstruksi, pekerja bangunan dapat belajar tentang konsep konstruksi yang modern, metode kerja yang efisien, dan hak - hak mereka sebagai pekerja. Rumah edukasi konstruksi juga dapat menjadi tempat bagi mahasiswa untuk berkontribusi dalam meningkatkan literasi pekerja bangunan melalui kegiatan pembelajaran dan pelatihan. Dengan adanya rumah edukasi konstruksi, diharapkan kesenjangan permasalahan yang dihadapi oleh pekerja bangunan di kelurahan Gunungpati dapat teratasi. Pekerja bangunan akan memiliki akses ke pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk bekerja dalam industri konstruksi yang modern dan efisien. Menyoroti pentingnya pendirian rumah edukasi konstruksi sebagai solusi untuk meningkatkan literasi pekerja bangunan di kelurahan Gunungpati. Dengan adanya rumah edukasi konstruksi, d iharapkan kesenjangan permasalahan tersebut dapat teratasi dan pekerja bangunan dapat memiliki akses ke pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam industri konstruksi yang modern dan efisien. Menghadapi realitas ini, generasi muda mahasiswa memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk berkontribusi dalam meningkatkan literasi profesi bangunan di masyarakat. Salah satu inisiatif yang inovatif adalah pembuatan Rumah Edukasi Konstruksi. Melalui rumah edukasi ini, diharapkan para pekerja bangunan dapat meningkatkan keterampilan dan pemahaman mereka, sehingga mereka dapat bekerja dengan lebih efektif, aman, dan produktif. B. Rumusan Masalah, Tujuan, Manfaat Pada penelitian ini akan diteliti apa saja strategi pembuatan rumah edukasi konstruksi oleh mahasiswa dapat diimplementasikan untuk mengatasi tantangan literasi profesi bangunan di daerah tersebut? Dampak dari Pembangunan rumah edukasi konstruksi terhadap peningkatan literasi dan kualitas kerja pekerja bangunan di dusun Siroto Gunungpati semarang? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui metode apa yang digunakan mahasiswa dalam pembuatan rumah edukasi konstruksi sekaligus untuk mengetahui dampak positif dari Pembangunan rumah edukasi konstruksi terhadap peningkatan literasi dan kualitas kerja pekerja bangunan di dusun siroto gunungpati semarang. Manfaat Melalui Rumah Edukasi Konstruksi, pekerja bangunan di Dusun Sirotogunung Pati akan memiliki akses ke pengetahuan dan pelatihan yang diperlukan, yang dapat meningkatkan kualitas kerja dan keamanan di lokasi konstruksi. Inisiatif ini memungkinkan masyarakat lokal, khususnya generasi muda mahasiswa, untuk berperan aktif dalam memberikan kontribusi positif bagi komunitas mereka, sekaligus memperkuat hubungan antara universitas dengan komunitas. Pengembangan Model Inovatif: Keberhasilan inisiatif di Dusun Siroto Gunungpati dapat menjadi model inspiratif bagi daerah lain dalam mengatasi tantangan literasi profesi bangunan melalui pendekatan kolaboratif antara universitas, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya.

Method

Pada penelitian ini, lebih terfokus pada kegunaan ruang pembelajaran dan penyediaan Rumah Edukasi Konstruksi. Target yang dipilih adalah Masyarakat khususnya para profesi bangunan di Dusun Siroto. Penetapan sasaran ini bertujuan untuk meningkatkan keinginan untuk membaca serta mempermudah mendapatkan buku referensi. Lebih jauh l agi, tujuannya adalah untuk menumbuhkan minat membaca pada masyarakat khsusnya para profesi bangunan di Dusun Siroto agar buku dapat digunakan sebagai pedoman untuk masa depan. Dalam hal pelaksanaan sistematis pembangunan Rumah Edukasi Konstruksi ini adalah sebagai berikut: a. Tingkatkan sosialisasi pemahaman tentang Konstruksi Rumah Edukasi dan meningkatnya minat baca untuk masyarakat khususnya para profesi bangunan di Dusun Siroto. b. Membangunan Rumah Edukasi Konstruksi sekaligus pengadaan Buku koleksi. c. Focus Group Discussion (FGD) Bersama stakeholder dan perwailan Masyarakat serta peresmian Pembangunan Rumah Edukasi di dusun siroto Gunungpati Semarang. d. Pendampingan dan pengarahan pentingnya kesadaran akan budaya membaca.

Result & Discussion

Dalam arahan Presiden Republik Indonesia untuk program kerja 2019 – 2024, disebutkan bahwa Indonesia harus mampu menghasilkan sumber daya manusia yang unggul, yang menunjukkan perubahan dunia yang sangat cepat. Pembangunan infrastruktur,debirokratisasi dan deregulasi, peningkatan investasi dan inovasi, penciptaan lapangan kerja, dan transformasi ekonomi adalah beberapa program kerja yang telah dan akan terus dilakukan. Kegiatan tridharma perguruan tinggi yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa bertujuan untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkarakter unggul. Melalui pembelajaran intra - kurikuler, ko - kurikuler, dan ekstrakurikuler, siswa diharapkan menjadi dewasa yang memiliki soft skills dan hard skills yang seimbang dan sinergis. Pada akhirnya, orang yang lulus dari perguruan tinggi diharapkan dapat berkontribusi pada pembangunan bangsa dan bahkan dapat mengubah kehidupan Masyarakat. A. Tingkatkan Pemahaman Akan Taman Bacaan Masyarakat Umum. Untuk memulai program pengabdian berbasis masyarakat, survey lokasi dilakukan untuk memastikan bahwa para calon pembaca dapat dengan mudah mengakses perpustakaan di Dusun Siroto Gunungpati Semarang dalam hal ini diprioritaskan bagi para profesi bangunan, anak - anak dan remaja yang memiliki kebutuhan untuk berbagai macam sumber bacaan. Tim mahasiswa bekerja sama dengan berbagai pihak dalam melakukan sosialisasi. masyarakat desa, mulai dari kepala desa hingga RT dan RW, semuanya membantu sosialisasi ini, bahkan sampai kelurahan dan vendor yang turut membantu dalam pembuatan Rumah Edukasi Konstruksi ini. Peran pejabat desa, yang memiliki k edekatan emosional dan otoritas untuk membuat kebijakan, adalah posisi yang sangat penting. Selanjutnya mahasiswa pelaksana, dalam hal ini PPK Ormawa BEM Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Semarang sebagai agen literasi informasi. Selama pelaksanaan mereka turut mendukung serta mensosialisasikan program tersebut. Mahasiswa secara aktif mendorong para pekerja bangunan untuk memiliki minat baca. Selain itu, hasil pengabdian ini sejalan dengan hasil pengabdian (Warman, 2019) juga terjadi pen ingkatan keinginan untuk belajar dan kemampuan mereka untuk membaca dan berbicara, yang menunjukkan bahwa program membaca memiliki dampak yang cukup baik. Selain itu, program ini juga berdampak positif pada berbagai aspek, termasuk pendidikan, sosial, dan ekonomi, yang menguntungkan bagi para pekerja bangunan maupun masyarakat sekitarnya dan juga bagi sukarelawan yang terlibat. Pengabdian ini mencapai tingkat kesuksesan sepenuhnya berkat upaya yang maksimal dan kerja sama dari berbagai pihak. Ini terbukti dengan penyediaan rumah edukasi konstruksi dan pengadaan buku di perpustakaan. Selain itu, fokus topik (FGD) dan pendampingan juga dilakukan selama proses tersebut. B. Penyediaan Rumah Edukasi Konstruksi dan pengadaan Buku Setelah melakukan survey lapangan, diputuskan untuk membangun rumah baca konstruksi di Dusun Siroto Gunungpati Semarang berdasarkan berbagai pertimbangan. Rumah Edukasi Konstruksi adalah fasilitas publik, jadi orang tidak akan sungkan untuk berkunjung ke sana. Kemudian, penyediaan Rumah Edukasi Konstruksi memberikan platform nyata bagi pekerja bangunan untuk meningkatkan keterampilan dan pemahaman mereka, Hal ini menunjukkan bahwa program Rumah Edukasi Konstruksi ini akan terus berkembang dan berlanjut di dusun Siroto dan lebih banyak kesempatan untuk berinteraksi dengan masyarakat sekitar untuk turut aktif membaca. sekaligus membuat aspirasi rakyat lebih mudah didengar dan segera dilaksanakan. Untuk membuat rumah edukasi yang bagus, sumber bacaan harus variatif dan berkualitas tinggi. Ini akan memungkinkan pengunjung memiliki banyak pilihan bacaan dan memenuhi kebutuhan pembaca dari berbagai usia dan tingkat pendidikan. Guna mencapai tujuan ini, beberapa strategi digunakan untuk mendapatkan koleksi buku. buku yang disumbangkan oleh mahasiswa terkait bidang konstrusi dengan adanya program amal ini, jenis buku yang diterima semakin beragam dan lebih b anyak. sementara pengadaan buku maupun alat peraga dalam bidang konstruksi mendukung proses belajar mereka dengan informasi teoritis yang mendalam, memastikan kombinasi ideal antara pengetahuan praktis dan akademis yang kokoh. C. FGD (Focus Grup Discussion) Dalam memaksimalkan kinerja Rumah Edukasi Konstruksi perlu adanya Focus Grup Discussion yang merupakan teknik pengabdian yang diinginkan dalam forum diskusi, di mana terdapat moderator yang memimpin jalannya forum diskusi, yang terdiri dari beberapa orang yang duduk dalam lingkaran untuk berbicara tentang informasi secara informal (Fauzi et al., 2023). Dalam hal ini Focus Group Discussion adalah metode interaktif yang sangat diinginkan untuk forum diskusi, di mana peran seorang moderator untuk mengarahkan aliran diskusi dalam ranah yang santai dan informal, Dimana sekelompok peserta berkumpul dalam formasi melingkar, memfasilitasi pertukaran gagasan dan pendapat yang mendalam mengenai informasi atau topik yang sedang dibahas. Harapannya dengan adanya rumah edukasi konstruksi ini dapat memfasilitasi masyarakatnya untuk lebih dekat degan perpustakaan dan didapat masyarakat yang maju dan sejahtera dengan munculnya sumber daya manusia yang luar biasa dan upaya untuk meningkatkan masa depan profesi bangunan di Dusun Siroto Gunungpati, Semarang, terutama melalui pendekatan kreatif. Melalui diskusi ini juga, diharapkan dapat menemukan cara terbaik untuk meningkatkan literasi dan keterampilan pekerja bangunan sambil memastikan bahwa pelatihan dan pendidikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat lokal. D. Pendampingan Rumah Edukasi Konstruksi. Demi menjaga eksistensi penyelenggaraan dari Rumah Edukasi Konstruksi di dusun siroto, maka diperlukan pendampingan yang efektif. Pelatihan tentang sistem pengelolaan Rumah edukasi adalah cara untuk mendampingi perpustakaan yang sudah dibangun di dusun siroto untuk menjaga kualitas penyelenggaraan dan kelangsungan hidupnya, terutama tentang cara mengelola dan meningkatkannya. Oleh karena itu, petugas dan relawan yang akan mengelola rumah edukasi tersebut perlu dilatih. Hal lain yang dilakukan selain memberikan pelatihan pengelolaan rumah edukasi kontsruksi adalah mengajarkan strategi pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan dan media membaca. Selain itu, tim pengabdi memberikan instruksi tentang rencana kerja yang dapat diterapkan di rumah baca, seperti diskusi rutin dan pertemuan berbagi dengan relawan dari akademik dan praktis serta berbagai kegiatan lainnya yang dapat membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di dusun Siroto Gunungpati Semarang yang kebanyakan berprofesi sebagai kuli bangunan. Dalam mendukung keberhasilan program penguatan kapasitas ormawa, Perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindakan pasca program adalah semua bagian dari tata kelola organisasi kemahasiswaan yang efektif untuk membantu program penguatan kapasitas Ormawa dapat berhasil. Gambar 1. Mekanisme Pelaksanaan PPK Ormawa Mekanisme pelaksanaan PPK Ormawa ini berguna dan memudahkan dalam proses pembuatan dan penyusunan program PPK Ormawa pada setiap Perguruan Tinggi yang akan mengikuti program PPK Ormawa. Pada kajian ini peneliti mencoba memberikan gambaran peran PPK Ormawa BEM Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Semarang sebagai agen literasi informasi terkait tahapan dari Pembangunan Rumah Edukasi Konstruksi yang diusung. Tahap - tahap pembangunan Rumah Edukasi Kontruksi : Rumah Edukasi memanfaatkan balai RW 10, yang selama ini digunakan untuk menyimpan aset perlengkapan RW 10 seperti kursi, meja dan tenda balai RW 10 semi terbuka dengan dinding keliling tinggi 1 meter, kuda kuda kayu, penutup asbes dan lantai masih rabat beton, dengan kondisi kuda - kuda kayu sebagian lapuk, asbes beberapa titik bocor, cat dinding mengelupas. Pekerjaan pembuatan Rumah Edukasi Konstruksi dimulai dari : 1. Pembongkaran atap asbes dan kuda - kuda kayu, 2. Pemasangan kuda - kuda baja ringan, penutup atap galvalum dan listplank 3. Pembobokan dinding dan struktur balok - kolom eksisting 4. Pemasangan dinding bata ringan dan bouven ventilasi 5. Plesteran dan acian dinding 6. Pemasangan plafon 7. Pemasangan instalasi listrik 8. Pengecatan dinding dan plafon 9. Pemasangan pintu dan jendela kaca dengan kusen alumunium 10. Dekorasi dinding 11. Mengisi Rumah Edukasi Konstruksi dengan meja, kursi, rak buku, poster, buku, majalah, maket, model dan katalog konstruksi Untuk bangunannya sendiri permanen dengan Luas 24 m2. Letak lokasi berada di Dusun Siroto RT 2 RW10, Kelurahan Gunungpati, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Alasan memilih lokasi tersebut karena berada di Kelurahan Gunungpati, merupakan bangunan milik kelurahan, berdekatan dengan area publik seperti lapangan olahraga dan rumah PAUD, kondisi bangunan perlu dilakukan renovasi, agar bangunan dapat mempunyai nilai pemanfaatan lebih besar. Selain digunakan untuk Rumah Edukasi Konstruksi, juga digunakan untuk tempat kelompok tukang hebat berdiskusi, tempat anak anak PAUD belajar, tempat warga berkegiatan seperti acara RW, tempat acara BEM FT dan mitra seperti buka Bersama tutur Agustinus sungsang dalam wawancara pada April 2024. Gambar 2. Program kerja PPK Ormawa BEM Teknik UNTAG Semarang salah satunya pembuatan Rumah Edukasi Konstruksi Gambar 3. Sosialisasi teori dasar konstruksi dan spesifikasi teknis bangunan Gambar 4. Peresmian Pembangunan Rumah Edukasi di kec. Gunung pati oleh Kepala Perpustakaan dan Arsip Kota Semarang. Gambar 5. Press release kegiatan Pembangunan rumah edukasi konstruksi (ppkormawa_bemftuntagsmg23) Gambar 6. Bangunan rumah edukasi konstruksi (ppkormawa_bemftuntagsmg23) Dengan adannya Rumah Edukasi Konstruksi ini menjadi salah satu peningkatan kemampuan literasi. Tak hanya bagi para mahasiswa, tetapi semua anggota masyarakat diminta untuk m enjadi orang yang literate. Sejumlah mahasiswa di Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang menyadari kebutuhan ini, melalui program kerja Rumah Edukasi. Program kerja itu melibatkan dua Program Studi di FT UNTAG, yaitu Prodi Arsitek, dan prodi Sipil. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap situasi masyarakat, terutama tentang kemampuan mereka untuk memahami literasi informasi. Dalam pelaksanaannya, kegiatannya tidak hanya melibatkan mahasiswa, namun masyarakat juga terjun langsung dan turut serta dalam serangkaian kegiatan, misalnya dalam Pembangunan rumah edukasi. Masyarakat terlihat antusias dalam gotong royong sekaligus pembuatan rumah edukasi sekaligus pemberdayaan Masyarakat melalui rumah edukasi tersebut dan menjadikan Masyarakat melek akan informasi. Meminjam istilah Pendit, masyarakat seperti ini adalah masyarakat modern yang selalu bergantung pada berbagai teknologi teks untuk memajukan peradabannya sendiri dengan ilmu dan teknologi yang dimilikinya (Delviatma, 2015). Masyarakat masa kini akan memahami pentingnya informasi; mereka akan tahu di mana informasi itu ada; mereka akan tahu bagaimana mendapatkan informasi itu; dan mereka akan mampu menggunakan informasi itu untuk memastikan keputusan yang tepat. Oleh karena itu, setiap anggota masyarakat dapat bertindak berdasarkan informasi yang telah dicerna, sehingga setiap orang dapat membuat keputusan tidak hanya berdasarkan tindakan orang lain. Namun demikian, mahasiswa Fakultas Teknik dapat menyalurkan potensi yang mereka miliki dalam kegiatan tersebut. Diharapkan peran perpustakaan - perpustakaan akan ditingkatkan oleh banyak taman baca dan tempat baca di daerah - daerah dan pelosok desa, serta layanan masyarakat yang banyak melibatkan mahasiswa sebagai agen penghubung dalam menyebarluaskan informasi yang dimiliki dalam berbagai kegiatan layanan informasiya, semakin memastikan posisi perpustakaan bertengger di benak masyarakat luas. Jadi, peran mahasiswa sebagai mitra bagi masyarakat yang dilayani sangat penting. Mereka harus mampu menjadi " guardian of knowledge " (gerbang pengetahuan) dalam hal pengembangan informasi dan berfungsi sebagai "agen perubahan" dalam bidang pembangunan masyarakat (Wahyuni, 2018). Jadi, apapun sematan untuk program kemahasiswaan tersebut di atas, memuat salah satu program PKK Ormawa yang merupakan pendorong menjadikan membaca sebagai motivasi untuk belajar sepanjang hayat di semua level media, baik melalui pendidikan formal, keluarga, tempat ibadah, dan acara lain (Lasa H and Suciati, 2014). Jika seseorang bergabung dengan masyarakat luas, kemampuan mereka untuk memahami informasi akan menghasilkan hubungan sebab akibat. Terbentuknya masyarakat terinformasi masih jauh dari impian, setidaknya jika sebagian kecil masyarakat memiliki kemampuan literasi informasi. maka mereka akan dapat mengakses dan menggunakan informasi yang bernilai untuk membangun diri mereka dan masyarakat sekitar mereka. Adanya PPK Ormawa ini diharapkan mampu menjadi Gerbang Pengetahuan sekaligus penggiat literasi yang familiar di telinga masyarakat Indonesia.

Conclusion

Berdasarkan hasil dan pembahasan tentang pembuatan Rumah Edukasi Konstruksi di Dusun Siroto Gunungpati Semarang sebagai solusi meningkatkan literasi profesi bangunan di daerah Gunungpati yang akan menjadi tempat yang menguntungkan untuk membangun generasi yang cerdas, aktif dan ungggul, sekaligus untuk meningkatkan literasi masyarakat, yang akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dusun. Selain itu, diperlukan lebih banyak bacaan - bacaan yang baik agar masyarakat dapat memperluas wawasan dan pengetahuan mereka.