Kembali
16
1
2017 Jurnal Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan Vol 6 · 1 Seri D ISSN 2302-3511

PEMBUATAN DIREKTORI INFORMASI WILAYAH SUNGAI INDRAGIRIAKUAMAN DI KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT DIREKTORAT JENDRAL SUMBER DAYA AIR BALAI WILAYAH SUNGAI SUMATERA V

Universitas Negeri Padang; Universitas Negeri Padang

Abstract

The aim of this research is (1) designing and regenerating a printed directory or in the form of directory book which can be brought to gain infromation about Indragiri-Akuaman river tourism guides in Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jendral Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Sumatera V, 2) describing the geographical condition of the Indragiri-Akuaman river region as well as possible, (3) to give solution from the writer's limitation and effort that arised through the limitation of research in making information directory of Indragiri-Akuaman river area at Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jendral Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Sumatera V. Data is collected through observation and interviews with the parties of Unit Sisda (water resources information system). Data collection is conducted descriptively.
Keywords: direktory information · Indragiri-Akuaman river

Introduction

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (Kemenpupera RI) adalah Kementerian dalam Pemerintah Indonesia yang membidangi urusan Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Dahulu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bernama Departemen Permukiman dan Pengembangan Wilayah pada tahun (1999-2000) dan Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah pada tahun (2000-2004). Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat berada di bawah tanggung jawab Presiden.Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jendral Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Sumatera V merupakan Kementerian dalam PemerintahIndonesia yang membidangi urusan Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di Sumatera Bagian V dalam hal sumber daya air. Sumatera Bagian V meliputi wilayah Lintas Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Riau. Pada pembuatan makalah tugas akhir ini penulis membuat sebuah Direktori yang berisi Informasi wilayah sungai Indragiri-Akuaman di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jendral Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Sumatera V. Tujuan pembuatan direktori ini karena belum adanya direktori pembutan informasi wilayah Sungai Indragiri-Akuaman sebagai panduan wisata. Memperkenalkan kepada masyarakat baik masyarakat umum maupun turis mancanegara tentang objek wisata seperti sungai memiliki banyak manfaat seperti tempat permainan arum jeram, tambang galian emas, budi daya ikan air tawar, dan banyak masih banyak manfaat sungai yang belum diketahui masyarakat. Sungai Indragiri-Akuaman merupakan gabungan dari daerah wilayah sungai di Provinsi Sumatera Barat dan Riau. Dasar penggabungan ini adalah adanya Keputusan Presiden Nomor 12 tahun 2012 tentang Penetepan Wilayah Sungai Indragiri-Akuaman yang selanjutnya disebut WS Indragiri-Akuaman merupakan Wilayah Sungai Lintas Provinsi. Dasar Pengembangan WS IndragiriAkuaman adalah adanya outlet Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Singkarak yang dialirkan ke Sungai Anai. Direktori merupakan buku petunjuk yang berisikan pernyataan tentang nama, alamat, nomor telepon dan data pribadi seseorang, organisasi atau tempattempat umum yang sering muncul di dunia perpustakaan. Direktori digunakan untuk menjawab pertanyaan apa atau siapa yang ingin diketahui. Direktori bertujuan mempermudah pengguna menemukan informasi yang dicari.Dengan adanya direktori informasi wilayah sungai Indragiri-Akuaman dapat membantu mempermudah dalam pengumpulan data bagi instansi terkait, masyarakat baik itu umum maupun peneliti dalam temu kembali informasi.Dari keterangan tersebut disimpulkan bahawa direktori adalah salah satu bahan rujukan yang sering disebut dengan buku petunjuk berupa alamat atau keterangan suatu objek yang dibutuhkan bagi pengguna informasi. Direktori juga bisa disebarluaskan dengan memuat informasi yang berisi mengenai gambaran umum, informasi tentang nama wilayah, nama sungai, keterangan sungai, denah lokasi, foto sungai. Perkembangan teknologi hingga hari ini memang sangat canggih, namun tidak semua produk teknologi dapat dipercaya kebenarannya.Ketiadaan informasi atau tidak adanya panduan tentang keberadaan suatu tempat membuat masyarakat merasa kesulitan untuk mencari yang dibutuhkannya. Banyak masyarakat dan peneliti yang bertanya mengenai informasi umum tentang objek sungai yang akan mereka ketahui tidak bisa mereka dapatkan secara detail. Peristiwa ini bisa dihindari, jika mereka mempunyai informasi yang jelas, tepat dan akurat.Oleh karena itu, dalam penulisan tugas akhir ini penulis berupaya merancang Pembuatan Direktori Informasi Wilayah Sungai Indragiri-Akuaman di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jendral Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Sumatera V. Menurut Lasa (2009: 56), direktori adalah buku yang berisi daftar namanama orang, lembaga, organisasi, maupun perkumpulan lain yang disusun alfabetis atau sisitematis. Dicantumkan pula data pendukung seperti pendidikan, profesi, karir dan lainnya. Sedangkan Menurut Sulistyo-Basuki (2004: 63) direktori adalah sebuah senarai nama dan alamat orang, organisasi, produsen, majalah, suratkabar. Contohnya, Directory Special Libraries and Information Resources in Indonesia. Menurut Suwarno (2011: 65), direktori merupakan jenis buku yang termasuk sebagai buku rujukan yang berisi daftar nama orang (pejabat), lembaga, badan, organisasi yang dilengkapi dengan alamat, kegiatan, kode, dan data yang lain disusun secara alfabetis dan sistematis atau urutan kode-kode nomor. Dengan demikian, melalui direktori kita dapat menemukan informasi tentang keberadaan suatu organisasi, lembaga, badan atau perorangan. Sinaga (2005: 53), mengatakan direktori adalah buku petunjuk untuk menemukan nama orang, alamat, nomor telepon dan lain sebagainnya. Direktori merupakan sumber informasi yang dapat memberikan keterangan tentang orang atau organisasi yang dilengkapi dengan deskripsi yang menyertainya seperti alamat, fungsi, afiliasi dan sebagainnya. Menurut Yusuf (2009: 63), direktori sering disebut dengan buku alamat karena memberikan informasi yang ditampung diantarannya tentang alamat. Namun, sebenarnya direktori tidak hanya memuat daftar alamat seseorang atau badan organisasi. Berdasarkan para ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa direktori adalah buku panduan atau buku petunjuk yang berisi informasi mengenai daftar nama, alamat, instansi/lembaga, nomor telepon atau keterangan lainnya yang disusun secara sistematis atau alfabetis yang dapat mempermudah untuk penemuan informasi yang dibutuhkan. Kebutuhan lainnya yang bisa ditambahkan didalam direktori untuk kebutuhan sekarang berupa alamat e-mail dan fax. Menurut Saleh (2009: 65), direktori dapat dimanfaatkan untuk: (a) untuk mendapatkan informasi mengenai profil seseorang atau suatu lembaga atau badan; (b) untuk mencari keterangan jika ada orang yang ingin membuat tulisan tentang suatu yang berkaitan dengan badan yang didaftar dalam suatu buku petunjuk atau direktori. Direktori informasi wilayah sungai Indragiri-Akuaman di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jendral Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Sumatera V termasuk ke dalam jenis direktori lokal karena buku direktori informasi wilayah sungai wilayah sungai Indragiri-Akuaman di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jendral Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Sumatera V yang penulis buat ini berisikan informasi tentang nama wilayah, nama sungai, keterangan sungai, denah lokasi, foto sungai. Unsur-unsur pembuatan direktori di Lingkungan Perpustakaan Kementrian Pendidikan Nasional tahun 2011, informasinya mencangkup keterangan sebagai berikut (a) nama-nama perpustakaan di Lingkungan Kementrian Pendidikan Nasional tahun 2011; (b) website Perpustakaan di Lingkungan Kementrian Pendidikan Nasional tahun 2011; (c) memberikan informasi alamat dan nomor kontak perpustakaan di Lingkungan Kementrian Pendidikan Nasional tahun 2011; (d) website dan e-mail perpustakaan di Lingkungan Kementrian Pendidikan Nasional tahun 2011; (e) jumlah koleksi dan jenis koleksi perpustakaan di Lingkungan Kementrian Pendidikan Nasional tahun 2011; (f) jenis layanan perpustakaan; (g) jam buka perpustakaan di Lingkungan Kementrian Pendidikan Nasional tahun 2011; (h) fasilitas, luas ruangan, dan jumlah staf perpustakaan di Lingkungan Kementrian Pendidikan Nasional tahun 2011. Berdasarkan pendapat tersebut disimpulkan unsur dalam pembuatan direktori ini, yaitu: (a) nama sungai; (b) nama wilayah; (c) keterangan sungai; (d) denah lokasi; (e) foto sungai. Menurut UU No. 35 1991 tentang sungai, menyebutkan pengertian Bantaran sungai adalah lahan pada kedua sisi sepanjang palung sungai di hitung dari tepi sampai dengan kaki tanggul sebelah dalam. Sehubungan dengan itu maka pada bantaran sungai di larang membuang sampah dan mendirikan bangunan untuk hunian.Sungai adalah aliran air tawar melalui suatu saluran menuju laut, danau, atau sungai lain yang lebih besar. Air sungai dapat berasal dan gletser, danau yang meluap, atau mata air pegunungan.Dalam perjalanannya, aliran air sungai mempunyai tiga aktivitas, yaitu melakukan erosi, transportasi, dan sedimentasi.Air sungai dapat mengikis tanah yang dilaluinya, kemudian membawa ke muara sungai untuk diendapkan.Erosi sungai terbesar terjadi di bagian hulu (daerah pegunungan).Lereng yang curam di daerah pegunungan mengakibatkan aliran relatifderas sehingga erosi vertikal lebih besar.Oleh karena itu, dapat diamati lembah sungai di daerah pegunungan berbentuk seperti huruf V. Menurut UU No. 7 Tahun 2004 Daerah aliran sungai (DAS) adalah suatu wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak-anaknya, yang berfungsi menampung, menyimpan dan mengalirkan yang berasal dari curah hujan ke danau atau ke laut secara alami,yang batas dadarat merupakan pemisah topografis dan batas di laut sampai dengan daerah perairan yang masih terpengaruhi aktivitas daratan. Daerah Aliran Sungai adalah suatu wilayah daratan yang secara topografi dibatasi oleh punggung-punggung gunung yang menampung dan menyimpan air hujan untuk kemudian menyalurkannya ke laut melalui sungai utama. Menurut Keputusan Menteri Kehutanan No.52/Kpts-II/2001 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai menjelaskan bahwa daerah aliran sungai dibatasi oleh pemisah topografis berupa igir atau punggungan pernukitan dan pegunungan. Luas daerah aliran sungai tidak sama di semua tempat, bergantung pada bentuk daerah aliran sungai yang ada.

Method

Teknik pengumpulan data merupakan salah satu langkah untuk mendapatkan data dari obyek yang diteliti sebelum mengambil simpulan akhir.Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, studi dokumentasi dan wawancara.Observasi merupakan metode pengumpulan data dengan melakukan data dengan melakukan pengamatan langsung.Dalam teknik ini penelitian untuk mendapatkan data yang diperlukan sebagai pemecahan masalah dalam rancangan pembuatan produk direktori ini. Dalam teknik ini cara pengumpulan data berdasarkan pengamatan secara langsung ke lokasi penelitian untuk mendapatkan data yang diperlukan sebagai pemecahan masalah dalam rancangan pembuatan produk direktori, serta menggunakan alat berupa kamera atau handphone untuk mengambil foto wilayah sungai yang dituju. Wawancara merupakan instrumen pengumpulan data dengan cara melakukan tanya jawab langsung dengan pegawai instansi bagian unit sisda (sistem informasi sumber daya air). Studi dokumen adalah pengumpulan data dengan cara membaca dan mempelajari sumber-sumber berupa buku, foto denah aliran sungai yang tersipan dalam file-file.

Discussion

1. Geografis Wilayah Sungai Indragiri-Akuaman Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 12 tahun 2012 tentang Penetepan Wilayah Sungai Indragiri-Akuaman yang selanjutnya di sebut WS Indragiri-Akuaman, merupakan Wilayah Sungai Lintas Provinsi. Dasar Pengembangan WS Indragiri-Akuaman adalah adanya outlet Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Singkarak yang dialirkan ke Sungai Anai.WS Indragiri-Akuaman seluas 25.270 km2 terdiri atas 24 daerah aliran sungai. Wilayah Sungai Indragiri-Akuaman yang masuk di wilayah administrasi Provinsi Riau mencakup 4 kabupaten, yaitu Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Kuantan Singingi, dan Kabupaten Pelalawan. Wilayah Sungai Indragiri-Akuaman yang masuk di wilayah administrasi Provinsi Sumatera Barat mencakup 15 kabupaten/kota, yaitu Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Solok, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Agam, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Solok, Kota Sawahlunto, Kota Padang Panjang, Kota Payakumbuh, Kota Bukittinggi, Kota Pariaman, dan Kota Padang. 2. Tahapan Pembuatan Direktori Informasi Wilayah Sungai IndragiriAkuaman di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jendral Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Sumatera V. a. Cara Pembuatan Direktori Direktori merupakan sebuah buku petunjuk yang berisikan bagaimana cara mudah untuk menemukan alamat, lembaga, nomor telepon dan lain sebagainya. Direktori sangat berguna dalam membantu seseorang yang ingin dengan cepat mengetahui informasi tentang sesuatu yang di ketahuinya. Setelah semua unsur tersebut terpenuhi dan semua data terkumpul, selanjutnya membuat uraian mengenai cara pembuatan direkrtori tersebut. Pembuatan direktori akan dibuat secara lebih sederhana dan tidak membingungkan. Berikut tahap pembuatan direktori, sebagai berikut: 1) Mengumpulkan Data Mengumpulkan data berdasarkan unsur-unsur yang telah ditentukan. Pengumpulan data dilakukan dengan data langsung ke lapangan dan mewawancarai wawancara kepada pihak instansi bagian unit sisda (sistem informasi sumber daya air 2) Mencatat Data Mencatat data yang telah ada ke dalam Microsoft Word, setelah semua informasi yang dibutuhkan terkumpul, selanjutnya yaitu pencatatan data ke dalam lembaran Microsoft Word. Data yang dicatat tersebut berisikan informasi mengenai nama, tempat lokasi, denah lokasi, foto sungai dan keterangan lokasi sungai 3) Fokus pada Gagasan Tahap selanjutnya, saat membuat buku pedoman, kita harus fokus pada gagasan yang telah diciptakan.Fokus pada gagasan ini berarti menyelami lebih dalamtentang ilmu dan pemahaman dari gagasan yang akan kita tulis dalam buku. 4) Membuat Kerangka Buku Menulis kerangka buku hendaknya dibuatkan kerangkanya terlebih dahulu. Hal ini dilakukan agar penulisan terarah dan tetap fokus pada gagasan yang akan disampaikan, tidak melenceng ke persoalan lain yang sebetulnya tidak perlu dibahas dalam buku tersebut. Kerangka juga mempermudah dalam penulisan dan penyusunannya. Dengan adanya kerangka dari buku yang akan dibuat, penulis akan lebih terarah dalammenulis buku, sehingga isi dari buku tersebut akan tertuju jelas pada hal-hal yang akan dijelaskan. 5) Menulis Konsep Direktori Pembuatan direktori informasi wilayah Sungai Indragiri-Akuaman di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jendral Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Sumatera V disusun sesuai wilayah IndragiriAkuaman agar memudahkan para pencari informasi didalam sebuah buku direktori tersebut. 6) Menentukan Subjek Menentukan subjek untuk direktori adalah buku, percetakan dan penerbit.Tujuan adanya subjek ini, yaitu untuk memudahkan dalam pengelompokkan data yang telah ada tersebut.Dengan adanya subjek ini, para pengguna informasi dapat mempermudah menemukan informasi yang mareka butuhkan dan mempercepat dalam pencarian objek wisata yang diinginkannya. 7) Klasifikasi atau Pengelompokkan Klasifikasi atau pengelompokkan adalah untuk mengelompokkan data yang telah terkumpul sesuai subjek yang telah ditentukan. Tujuan klaifikasi atau pengelompokan adalah untuk mempermudah dalam penyusunan direktori, karena jika informasinya yang ada terkelompok sesuai dengan subjeknya, maka akan memudahkan dalam pencarian informasi yang di inginkan informasi. 8) Penyusunan Direktori Penyusunan direktori ini dimulai dengan pembuatan cover atau pembuatan desain cover direktori yang merupakan salah satu cara untuk menarik perhatian seseorang terhadap produk direktori yang dapat dimulai dari segi tampilan dan pemilihan warna. Selanjutnya, pembuatan kata pengantar merupakan ucapan atau tutur kata dari penulis.Kemudian pembuatan daftar isi yang merupakan daftar halaman dan isi direktori tersebut.Kemudian pembuatan daftar gambar yang menerangkan tentang denah lokasi serta gambar objek sungai yang ada dalam isi direktori tersebut, dan terakhir isi dari direktori tersebut.Penyusunan isi direktori dimulai dengan nama sungai, wilayah aliran sungai, foto, peta map Ini juga salah satu kemudahan bagi penguna informasi dalam menemukan halaman atau kata istilah. Setelah unsur-unsur di atas sudah lengkap, maka informasi dalam bentuk inilah yang disebut dengan direktori. b. Unsur Pembuatan Direktori Penelitian ini menghasilkan sebuah direktori yaitu, direktori informasi wilayah sungai Indragiri-Akuaman di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jendral Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Sumatera V. Manfaat direktori ini adalah untuk memudahkan pengguna informasi direktori dalam menemukan informasi mengenai wilayah sungai IndragiriAkuaman di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jendral Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Sumatera V, gambaran umum, informasi tentang nama, denah lokasi, foto sungai dan keterangan lokasi sungai. Berdasarkan gambaran pembuatan dan penjelasan tentang direktori Menurut Saleh (2009: 83), maka teknik yang akan digunakan oleh penulis dalam pembuatan direktori informasi wilayah sungai Indragiri-Akuaman di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jendral Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Sumatera V, penulis menggunakan unsur-unsur seperti yang penulis cantumkan dibawah ini: 1) Nama Sungai Indaragiri-Akuaman Nama sungai Indragiri-Akuaman merupakan judul utama dalam pembuatan direktori ini, karena menjadi acuan bagi masyarakat umum dan para peneliti untuk dapat menemukan informasi yang mereka cari. Dari nama sungai tersebut kita dapat mengetahui dimana saja lokasi sungai dan wilayah sungai yang akan menjadi informasi yang dicari. Apabila pengguna informasi mengetahui nama sungai dengan tepat, maka pengguna informasi dapat menyelesaikan keperluan secara efisen. Contohnya, nama sungai batang Kuantan, batang Hari, batang Rokan, batang Antokan dan lain sebagainnya. 2) Wilayah sungai Indaragiri-Akuaman Selain nama sungai, wilayah merupakan hal penting yang perlu dicantumkan di dalam pembuatan direktori ini. Karena apabila masyarakat dan peneliti hanya mengetahui nama sungai saja tetapi tidak mengetahui wilayah sungai tersebut akan menjadi suatu masalah saat temu kembali informasi secara detail. Maka penulis menbuat sebaik mungkin dan secara detail direktori ini agar para pengguna dapat merasa puas dengan apa yang akan mereka cari. Contohnya, sungai Batang Kuantan wilayah sungai berada di kawasan Indragiri-Akuaman, Batang Hari wilayah sungai berada di kawasan batang Hari. 3) Foto wilayah sungai Indragiri-Akuaman Selain unsur yang diatas penulis juga melampirkan foto-foto wilayah sungai Indragiri-Akuaman untuk memudahkan para pencari informasi menemukan lokasi dan membuat data informasi menjadi lebih akurat dan tepat. Juga menambah pengetahuan tentang keindahan alam di Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Riau 4) Keterangan wilayah sungai Indragiri-Akuaman Keterangan mengenai lokasi wilayah sungai Indragiri-Akuaman perlu diberi keterangan tambahan yang bertujuan agar para pencari informasi mengetahui hal-hal yang ada pada setiap lokasi.Dengan membaca keterangan tambahan tersebut informasi yang di dapat lebih lengkap dan akurat. 5) Denah Lokasi Di dalam pembuatan direktori ini penulis akan membuatkan peta map sungai Indragiri-Akuaman. Denah lokasi merupakan masalah yang paling banyak ditemui dalam mencari keberadan suatu tempat atau objek tertentu. Melihat fenomena ini penulis perlu untuk memasukkan denah lokasi ke dalam pembuatan direktori informasi wilayah sungai Indragiri-Akuaman di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jendral Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Sumatera V. Ini merupakan salah satu kemudahan bagi pengguna informasi, agar para pengguna informasi terbantu dalam pencarian lokasi dan mereka tidak kebingungan dalam pencarian, mereka dapat dengan mudah melihat peta map yang telah penulis masukkan didalam informasi direktori tersebut. c. Direktori Informasi Wilayah Sungai Indragiri-Akuaman di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jendral Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Sumatera V. WILAYAH SUNGAI AKUAMAN Sungai Batang Arau Aliran Batang Arau pada bagian muaranya membagi kawasan di kota Padangbukit yang dikenal dengan nama Gunung Padang. Dan pada muara batang Arau ini juga terdapat sebuah pelabuhan yang bernama pelabuhan Muara.Batang Arau ini berhulu sampai pada kawasan Bukit Barisan. Sungai Batang Arau di sebelah utara berbatasan dengan Daerah Aliran Sungai Batang Kuranji di sebelah selatan dengan Daerah Aliran Sungai Timbalun dan Daerah Aliran Sungai Batang Tarusan; di sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Solok; dan di sebelah barat dengan Samudera Indonesia. Secara geografis, Daerah Aliran Sungai Batang Arau terletak pada 0˚48’sampai dengan 0˚56’LS dan 100˚21’sampai dengan 100˚33’BT, dengan ketinggian 0 sampai dengan 1.210 m dari permukaan laut (dpl). Sungai Batang Arau merupakan sungai utama pada Daerah Aliran Sungai Batang Arau, yang sumber airnya berasal dari Sungai Lubuk Paraku, Sungai Padang Idas, dan Sungai Lubuk Sarik. Daerah tangkapan air sungai Batang Arau bagian hulu relatif lebih kecil dibanding dengan dua Daerah Aliran Sungai lainnya, hanya sekitar 3.090 hektar (30,90 km2), meliputi kawasan konservasi, hutan lindung dan lahan milik masyarakat. Kondisi Fisik sungai Batang Arau yaitu memiliki panjang 21.40 km, lebar permukaan 40-60 m, lebar dasar 20-30 m dan luas sungai Batang Arau 1-7 m. Sungai yang mengalir di sisi selatan Kota Padang adalah sungai legendaris. Jauh sebelum Emmahaven (Pelabuhan Teluk Bayur) dibuka, Batang Arau telah menjadi pelabuhan penting bagi kapal-kapal dagang yang melayari pantai barat Sumatera atau jalur perdagangan Singapore, Aceh, Barus, Tiku, Pariaman, Padang, Bengkulu, Teluk Betung dan Batavia. Dari Singapore terhubung langsung ke berbagai negara di berbagai belahan dunia.Dari Batavia kapal-kapal dagang itu melayari hampir seluruh pelabuhan penting di Nusantara, sampai ke Ternate. Kapal-kapal dagang itu milik berbagai maskapai dunia seperti VOC (Belanda), EIC (Inggeris), Portugis, Spanyol, Perancis, Arab, China dan India. Gambar 1. Denah Lokasi Sungai Batang Arau Gambar 2. Sungai Batang Arau 3. Keterbatasan dan Upaya Mengatasi Keterbatasan Penelitian dalam Pembuatan Direktori Informasi Wilayah Sungai Indragiri-Akuaman di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jendral Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Sumatera V Dalam pembuatan direktori ini penulis memiliki keterbasan penelitian dalam pembuatan daerah wilayah aliran sungai. Wilayah aliran sungai berada di wilayah Indragiri-Akuaman, karena wilayah Indragiri-Akuaman merupakan Provinsi Sumatera Barat penulis harus menentukan dahulu dimana posisi atau titik yang di lalui daerah aliran sungainnya. Pada peta sungai Indragiri-Akuaman dengan jumlah sungai yang berada di wilayah Indragiri-Akuaman sebanyak 22 dan masing-masing berada di daerah yang berbeda penulis juga memiliki keterbatasan dalam pembuatan peta map sungai. Kemudian dalam pembuatan direktori ini penulis juga menemui keterbatasan lain, seperti kondisi daerah yang masih melakukan pembangunan sekitas aliran sungai. Adapun keterbatasan penelitian yang dihadapi penulis yaitu tidak bisa pergi melakukan kunjungan ke lokasi wilayah sungai karena memerlukan waktu yang cukup banyak, sementara waktu yang dipergunakan untuk penelirian ini begitu singkat serta memerlukan dana untuk menempuh wilayah sungai yang berada di luar Sumatera Barat. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala dalam pembuatan direktori mengenai wilayah aliran sungai adalah mendeskripikan sebaik mungkin wilayah aliran sungai agar pengguna informasi dipermudahahkan untuk mendapakatkan informasi. Mengenai denah lokasi untuk mengatasi keterbatasan penelitian adalah dengan mempelajari lewat internet atau geogle maps, meminta bantuan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jendral Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Sumatera V. Dengan demikian penulis dapat membuat direktori ini dengan baik dan mudah dipahami oleh pengguna informasi dan wisatawan. Penulis juga memastikan gambar peta aliran sungai wilayah Indragiri-Akuaman agar dalam pembuatan direktori ini pengguna informasi dapat mudah mencari informasi yang ingin mereka ketahui secara benar dan tepat. Keterbatasan penelitian pada kunjungan ke lokasi-lokasi yang belum bisa ditempuh yang memerlukan banyak waktu dan biaya yang disebabkan karena tidak bisa mengunjungi tempat tersebut seorang diri dan sebelumnya juga belum pernah mengunjungi lokasi wilayah sungai, maka penulis melakukan wawancara kepada pihak instansi bagian unit sisda (sistem informasi sumber daya air) untuk mendapatkan informasi yang lebih banyak lagi.

Conclusion

Sungai Indragiri-Akuaman yaitu sungai yang berada di wilayah IndragiriAkuaman bejumlah 22 sungai dan beserta daerah aliran sungai tersebut. Wilayah Sungai Indragiri-Akuaman, merupakan Wilayah Sungai Lintas Provinsi. Dasar Pengembangan Wilayah Sungai Indragiri-Akuaman adalah adanya outlet Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Singkarak yang dialirkan ke Sungai Anai. Wilayah Sungai Indragiri-Akuaman yang masuk di wilayah administrasi Provinsi Riau mencakup 4 kabupaten, yaitu Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Kuantan Singingi dan Kabupaten Pelalawan. Sedangkan Wilayah Sungai Indragiri-Akuaman yang masuk di wilayah administrasi Provinsi Sumatera Barat mencakup 15 kabupaten/kota, yaitu Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Solok, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Agam, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Solok, Kota Sawahlunto, Kota Padang Panjang, Kota Payakumbuh, Kota Bukittinggi, Kota Pariaman, dan Kota Padang. Dari sekian banyak sungai tidak semua orang mengetahui informasi lengkapnya. Namun, dengan adanya direktori ini dapat membantu para pencari informasi dalam menemukan informasi dalam menemukan informasi menegenai nama sungai, tempat wilayah aliran sungai, gambaran fisik, peta map. Merancang sebaik mungkin pembuatan direktori informasi wilayah Sungai Indragiri-Akuaman agar mudah dipahami dan dimengerti wisatawan serta membuat denah lokasi sebaik mungkin agar memudahkan wisatawan mengunjungi objek wisata sungai.Memperkenalkan kepada masyarakat baik masyarakat umum maupun turis mancanegara tentang objek wisata sungai memiliki banyak manfaat seperti tempat permainan arum jeram, tambang galian emas, budi daya ikan air tawar, dan banyak masih banyak manfaat sungai yang belum diketahui masyarakat.