Kembali
16
1
2019 Jurnal Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan Vol 8 · 1 Seri C ISSN 2302-3511

LITERASI INFORMASI SISWA KELAS X JURUSAN ADMINISTRASI PERKANTORAN DI SMK NUSATAMA PADANG

Universitas Negeri Padang; Universitas Negeri Padang

Abstract

In this paper, a review of information literacy is discussed for class X Office Administration Department at Nusatama Padang Vocational School. This study aims to find out how information literacy in class X Office Administration Department at Nusatama Vocational School Padang. This study uses a descriptive method with a quantitative approach, which is collecting data directly by distributing questionnaires to class X students of the Office Administration Department at Nusatama Vocational School Padang. Based on the analysis of the data it can be concluded that the information literacy skills of class X Office Administration Department at Nusatama Padang Vocational School are still not good, because in information literacy activities in class X Office Administration Department of Nusatama Padang Vocational School often misuse media use in seeking information carried out by students. Students use smartphones in search of information, but there are still many class X students who use smartphones as a medium for entertainment. Student knowledge about information literacy activities is still not good. Many students still do not understand the ethics and stages of finding good and true information. This results in frequent occurrence of students who are wrong in getting and using information. In addition, in the evaluation activities there are not many students who rank the level of usefulness of the information they need, students only search for information and get it without reading and understanding the information to be used in advance. So, from the results obtained it can be said that students of Class X Office Administration Department at Padang Nusatama Vocational School still lack understanding of actual information literacy skills and Class X students of Office Administration Department are still classified as students who fail information literacy.
Keywords: information · literacy

Introduction

Literasi informasi dalam pembelajaran di sekolah dapat menjadi bekal bagi siswa sebagai kemampuan yang dapat mengenali informasi, menemukan informasi dengan mempermudah siswa dalam menyelesaikan tugas-tugas sekolah. Literasi informasi ini hendaknya telah dimiliki siswa dari sekolah dasar, sehingga ketika SMP dan jenjang selanjutnya siswa telah menguasai kemampuan literasi informasi yang berguna bagi kehidupannya. Literasi informasi bagi siswa merupakan kegiatan yang harus dapat terlaksana dengan baik terutama pada siswa kelas X di SMK Nusatama Padang. Hal ini dikarenakan siswa kelas X Jurusan Administrasi Perkantoran di SMK Nusatama Padang masih berada pada tahap usia peralihan, dimana kemampuan siswa dalam mencari dan mengkomunikasikan informasi masih harus untuk diarahkan karena siswa kelas X baru berpindah dari tingkat anak-anak menuju remaja. Siswa pada usia tersebut masih memiliki sifat ingin bermain dan menggunakan informasi yang masih bersifat hiburan saja. Kemampuan literasi informasi tidak hanya bermanfaat bagi siswa yang masih mengikuti pembelajaran di sekolah saja, tetapi juga bermanfaat dibangku kuliah terlebih di dunia kerja nantinya. Menurut Dewi (2018), literasi tidak hanya dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang identik dengan dengan aktivitas membaca dan menulis saja. Namun, kegiatan literasi mencakup segala aspek yang berkaitan dengan peranan yang sangat penting dalam mengahadapi perkembangan zaman yang semakin maju di era globalisasi ini. Literasi tidak dapat dipisahkan dari dunia pendidikan, sebab literasi menjadi sarana siswa dalam mengenal, memahami, dan menerapkan ilmu yang diperoleh dari sekolah. Informasi adalah sekumpulan fakta-fakta yang telah diolah menjadi bentuk data, sehingga dapat menjadi lebih berguna dan dapat digunakan oleh siapa saja yang membutuhkan data-data tersebut sebagai pengetahuan ataupun dapat digunakan dalam pengambilan keputusan (Azim: 2016). Menurut Rahmania (2015), literasi informasi dapat dipahami sebagai sebuah kemampuan untuk memahami betapa pentingnya informasi, bagaimana memperoleh informasi melalui sumber-sumber informasi yang valid dan berguna untuk mencari solusi dari suatu permasalahan dalam kehidupan. Kemampuan literasi informasi siswa dapat diukur dengan model literasi informasi yang telah dikembangkan, di dalam model literasi informasi terdapat langkah-langkah yang perlu dikuasai oleh siswa untuk dapat memanfaatkan informasi guna menunjang prestasi belajar di sekolah (Harsiati: 2018). Menurut Komariah (2018), terdapat empat model literasi informasi, yaitu model The Big 6, The seven Pilars of Information Literacy, The Empowering 8 dan The seven Faces of Information Literacy. Teori The Big6 lebih dari sekadar serangkaian keterampilan tetapi juga merupakan pendekatan untuk membantu siswa mempelajari proses pemecahan masalah informasi. Mempelajari lebih banyak tentang Big6 sebagai proses dan sebagai pendekatan harus membuatnya lebih mudah dan lebih bermanfaat bagi guru dan siswa mereka. Pendekatan Big6 bersifat sistematis, namun berbeda secara signifikan. Keterampilan Big6 menyediakan serangkaian keterampilan berbasis logika yang luas yang dapat digunakan sebagai struktur untuk mengembangkan kurikulum atau kerangka kerja untuk serangkaian keterampilan pemecahan masalah yang berbeda (Eisenberg: 1990). Menurut Eisenberg (1990) model The Big 6 memiliki tahapan dalam penggunaan teknologi, yaitu: Tabel 1. Tahapan Penggunaan The Big 6 NO BIG 6 Stage Use Of Technology 1. Task Definition/ Definisi Tugas Siswa menggunakan e-mail, listservs, newsgroup, chat, konferensi video, dan komunikasi online lainnya metode untuk memperjelas tugas dan bertukar pikiran menggunakan perangkat lunak untuk menghasilkan garis waktu, organisasi grafik, dll. Untuk merencanakan dan mengatur masalah yang rumit. 2. Information Seeking Siswa mengidentifikasi dan menilai Strategies/ Strategi Pencarian Informasi komputerisasi Sumber daya strategi ketika mereka mengembangkan pencarian informasi strategi menuju masalah mereka. 3. Location and Access/ Lokasi dan Akses. Siswa menggunakan katalog online, dapat dicari secara berkala indeks, ensiklopedia elektronik, pencarian Web mesin, dan alat pencarian online lainnya untuk ditemukan informasi berguna. 4. Use of Information/ Penggunaan Informasi Siswa terhubung ke dan mengakses secara online atau disimpan secara lokal sumber informasi elektronik, melihat, mengunduh, dan dekompresi file, dan gunakan fitur salin dan tempel untuk mengekstrak informasi yang relevan. 5. Synthesis/ Sintesis Siswa mengatur dan mengkomunikasikan hasil mereka menggunakan pengolah kata, manajemen basis data, spreadsheet dan perangkat lunak grafik, dan distribusikan proyek melalui email, penerbitan Web, atau media lain. 6. Evaluation/ Evaluasi Siswa mengevaluasi dampak dari teknologi yang mereka miliki digunakan, termasuk efektivitas dan efisiensinya. Jadi artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana literasi informasi siswa Kelas X Jurusan Administrasi Perkantoran di SMK Nusatama Padang.

Method

Metode penelitian yang digunakan penulis dalam penulisan ini adalah metode deskriptif dengan jenis survei dan pendekatan kuantitatif. Pada makalah ini data yang diperoleh melalui kuesioner yang disebarkan kepada seluruh siswa Kelas X Jurusan Administrasi Perkantoran di SMK Nusatama Padang dan kumpulan data-data dari berbagai sumber informasi cetak maupun non cetak. Penelitian dilakukan di SMK Nusatama Padang akan dilakukan kepada seluruh siswa kelas X Jurusan Administrasi Perkantoran yang terdiri dari 3 kelas dengan jumlah siswa dan siswi sebanyak 85 orang. Jadi sampel yang diperoleh adalah sebanyak 85 sampel.

Discussion

1. Definisi Tugas (Task Definition) Hasil dari Task defenition (definisi tugas) siswa kelas X Jurusan Administrasi Perkantoran di SMK Nusatama dijelaskan bahwa dalam kegiatan definisi tugas siswa paling banyak menyatakan kadang-kadang sebanyak 83.5 % menggunakan e-mail dalam kegiatan mengirim tugas dan berbagi informasi dengan teman dan gurunya. Siswa selalu menggunakan smartphone untuk mencari/ menelusur informasi yang dibutuhkannya. Media komunikasi yang selalu sebanyak 43.5 % siswa gunakan adalah media komunikasi chatting, media komunikasi chatting yang selalu sebanyak 49.4 % siswa gunakan pada smartphone dalam memperoleh dan berbagi informasi dengan teman dan guru adalah whattshap. Selain media komunikasi chatting siswa juga kadang-kadang sebanyak 51.9% menggunakan youtobe sebagai alat untuk mencari informasi yang dibutuhkannya. Selain itu, siswa juga kadang-kadang sebanyak 41.2% menggunakan media komunikasi online lainnya untuk memperoleh dan bertukar informasi dengan teman dan gurunya. Media komunikasi online lainnya yang kadang-kadang siswa gunakan adalah Twitter, Facebook. Dapat dilihat pada grafik 1. Grafik 1. Hasil Keseluruhan tentang Definisi Tugas Siswa Kelas X Jurusan Administrasi Perkantoran di SMK Nusatama Padang 2. Strategi Pencarian Informasi (Information Seeking Strategies) Hasil dari information seeking strategies (strategi pencarian informasi) siswa Kelas X Jurusan Administrasi Perkantoran di SMK Nusatama Padang dapat dinyatakan bahwa siswa kadang-kadang sebanyak 48.2% menggunakan buku untuk mencari dan menemukan informasi yang dibutuhkannya. Selain itu, siswa juga kadang-kadang sebanyak 54.1% menggunakan media cetak lain seperti koran, majalah dan buku panduan dalam mencari dan menemukan informasi yang dibutuhkan. Dalam kegiatan mencari informasi siswa juga sering sebanyak 41.2% menggunakan internet (google) dalam mencari informasi yang dibutuhkan. Siswa juga kadang-kadang sebanyak 50.6% menanyakan kepada guru tentang materi-materi pelajaran yang tidak dipahaminya ketika menanyakan kepada guru siswa menggunakan whattshap dan bertatap muka secara langsung agar siswa dapat memahami segala maaran yang ada. Selain menanyakan kepada guru siswa juga kadang-kadang sebanyak 49.4% menanyakan kepada teman tentang materi pelajaran yang juga tidak dipahami ketika menanyakan kepada teman siswa menggunakan whattshap dan tatap muka secara langsung. Dapat dilihat pada grafik 2. Grafik 2. Hasil Keseluruhan Tentang Strategi Pencarian Informasi Siswa Kelas X Jurusan Administrasi Perkantoran di SMK Nusatama Padang 3. Lokasi Dan Akses (Location And Access) Hasil dari loction and access (lokasi dan akses) siswa mencari informasi dapat dijelaskan bahwa siswa kadang-kadang sebanyak 56.5% mencari informasi yang dibutuhkan dan diperlukannya di perpustakaan sekolah, siswa mengunjungi perpustakaan sekolah kadang-kadang hanya sebanyak 2 kali dalam seminggu. Dalam kegiatan mencari informasi siswa juga sering sebanyak 38.8% menggunakan situs-situs online dalam mencari informasi untuk membantu kegitan pembelajarannya situs online yang sering siswa gunakan ketika mencari informasi adalah google. Selain itu, dalam mencari informasi siswa juga kadang-kadang sebanyak 58.8% mencari informasi yang dibutuhkannya di tempat-tempat lain seperti di museum, di ruang baca dan berbagai tempat lain yang berada diluar sekolah. Dapat dilihat pada grafik 3. Grafik 3. Data Keseluruhan Tentang Lokasi dan Akses Informasi Siswa Kelas X Jurusan Administrasi Perkantoran di SMK Nusatama Padang. 4. Penggunaan Informasi (Use Of Information) Hasil dari use of information (penggunaan informasi) siswa kelas X Jurusan Administrasi Perkantoran SMK Nusatama Padang dapat dinyatakan bahwa siswa kadangkadang sebanyak 54.1% yang membaca informasi yang dibutuhkannya dari berbagai sumber yang ada agar mendapatkan hasil yang sesuai dengan yang dibutuhkannya. Setelah membaca informasi yang dibutuhkannya siswa juga sering sebanayak 35.3% menggunakan informasi yang didapatkannya sebagai panduan dalam kegiatan belajar. Siswa sering sebanyak 38.8% menggunakan informasi yang didapatkan sebagai bahan atau alat bantu dalam menyelesaikan tugas-tugas sekolah yang dimilikinya. Kegiatan selanjutnya yang dilakukan siswa adalah siswa kadang-kadang sebanyak 50.6% meringkas informasi yang telah didapatkan agar dapat dilihat kembali jika diperlukan dikemudian hari. Siswa juga kadang-kadang sebanyak 41.2% mengunduh dan menyimpan informasi yang didapatkan di media online agar dapat digunakan kembali jika diperlukan. Selain itu, siswa kadang-kadang sebanyak 50.6% menggunakan informasi yang didapatkan untuk kegiatan lain seperti belajar, bermain dan sumber pengetahuan lainnya. Dapat dilihat pada grafik 4. Grafik 4. Hasil Keseluruhan Tentang Penggunaan Informasi Siswa Kelas X Jurusan Administrasi Perkantoran di SMK Nusatama Padang. 5. Sintesis (Synthesis) Hasil dari synthesis (sintesis) siswa kelas X Jurusan Administrasi Perkantoran di SMK Nusatama Padang dapat disimpulkan bahwa siswa kadang-kadang sebanyak 42.4% merangkum informasi yang didapatkan dari berbagai media untuk membantu menyelesaikan tugas yang ada. Dalam kegiatan menyelesaikan tugas siswa kadang-kadang sebanyak 51.8% menggunakan alat bantu Microsoft Exel dalam menyelesaikan tugastugas yang berhubungan dengan angka-angka. Selain Microsoft Exel siswa juga kadangkadang sebanyak 41.2% menggunakan Microsoft Word dalam membantu menyelesaikan tugas-tugas yang ada yang berhubungan dengan kata. Ketika menyelesaikan tugas yang berhubungan dengan gambar siswa kadang-kadang sebanyak 50.6% menggunakan Photoshop dalam membantu menyelesaikan tugas-tugasnya. Diluar ketiga alat bantu tersebut siswa juga kadang-kadang sebanyak 42,4% menggunakan alat bantu lain dalam menyelesaikan tugas-tugas yang ada. Dapat dilihat pada grafik 5. Grafik 5. Hasil Keseluruhan Tentang Sintesis Siswa Kelas X Jurusan Administrasi Perkantoran di SMK Nusatama Padang. 6. Evaluasi (Evaluation) Hasil dari evaluation (evaluasi) siswa kelas X Jurusan Administrasi Perkantoran di SMK Nusatama Padang dapat dijelaskan bahwa kegiatan mengevaluasi pencarian informasi siswa kelas X Jurusan Administrasi Perkantoran SMK Nusatama Padang siswa kadang-kadang sebanyak 60.0% terlebih dahulu mengurutkan informasi yang didapatkannya sesuai dengan tingkatan kegunaan informasi. Ketika informasi telah diurutkan siswa kadang-kadang sebanayak 47.1% terlebih dahulu membaca kembali informasi yang didapatkan dari berbagai media tersebut agar dapat sesuai dengan yang dibutuhkan. Siswa juga sering sebanyak 35.3% mengkoreksi dan memeriksa kembali setiap informasi yang didapatkan agar tidak terjadi kesalahan dalam memilih informasi. Setelah itu, siswa kadang-kadang sebanyak 40,0% memperbaiki informasi yang memiliki kesalahan dan mencari jalan keluar atas informasi yang didapatkan apabila terjadi berbagai kesalahan yang ada. Dapat dilihat pada grafik 6. Grafik 6. Data Keseluruhan Tentang Evaluasi Siswa Kelas X Jurusan Administrasi Perkantoran di SMK Nusatama Padang.

Conclusion

Berdasarkan uraian pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan sebagai berikut. Literasi informasi siswa kelas X Jurusan Administrasi Perkantoran di SMK Nusatama Padang masih terlihat kurang baik, karena dalam kegiatan literasi informasi siswa kelas X Jurusan Administrasi Perkantoran SMK Nusatama Padang, Pertama, siswa masih banyak yang menggunakan smartphone dan media sosial lainnya sebagai sarana untuk hiburan daripada untuk belajar. Kedua, dalam pencarian informasi masih banyak siswa yang tidak mengurutkan tingkatan dan tahapan dalam literasi informasi. Ketiga, dalam penggunaan informasi masih banyak siswa yang menggunakan informasi tidak sesuai dengan kebutuhan yang seharusnya. Jadi, dari hasil yang didapatkan dapat dikatakan bahwa siswa kelas X Jurusan Administrasi Perkantoran di SMK Nusatama Padang masih kurang memahami dan kurang mampu menggunakan literasi informasi yang sebenarnya sehingga siswa bisa dikategorikan gagal dalam literasi informasi E. Saran Berdasarkan simpulan yang diperoleh, maka penulis memberikan beberapa saran yang menjadi bahan pertimbangan berkaitan dengan tinjauan literasi informasi siswa kelas X Jurusan Administrasi Perkantoran di SMK Nusatama Padang. Adapun saran tersebut sebagai berikut. Penulis, siswa harus mendapatkan bimbingan dan pelajaran seperti bimbingan konseling setiap minggunya dan mata pelajaran tambahan tentang literasi informasi agar siswa lebih paham mengenai tahapan dalam memperoleh informasi yang baik. Pembaca, hasil penelitian tentang literasi informasi siswa di SMK Nusatama Padang ini dapat dijadikan untuk menumbuhkan kesadaran siswa dan dukungan dari guru mengenai penggunaan media dalam menunjang kegiatan pembelajaran dimana guru harus membatasi siswa dalam menggunakan smartphone untuk mencari informasi di lingkunngan sekolah dan lebih menekankan penggunaan media cetak yang ada disekolah untuk mencari informasi yang dibutuhkannya. Sekolah, ada baiknya sekolah mengadakan kegiatan pertemuan dengan orang tua murid dalam sekali dalam tiga bulan untuk membicarakan mengenai perilaku dan kegiatan yang siswa lakukan di sekolah agar orang tua siswa dapat mengetahui dan dapat dengan segera memberikan arahan yang baik terhadap anaknya karena peran orang tua sangat penting dalam kegiatan pembelajaran dan pendidikan anak disekolah.