Kembali
16
1
2023 Jurnal Pustaka Budaya Vol 10 · 1 ISSN 2442-7799

STRATEGI PERPUSTAKAAN DESA RAHUL DALAM IMPLEMENTASI PROGRAM INKLUSI SOSIAL MENJADI PERPUSTAKAAN TERBAIK NASIONAL

Universitas Islam Negeri Sumatera Utara; Universitas Islam Negeri Sumatera Utara; Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Abstrak

Penelitian dituliskan dengan judul “Strategi Perpustakaan Desa Rahul Dalam Implementasi Program Inklusi Sosial Menjadi Perpustakaan Terbaik Nasional”, pada tahun 2020 perpustakaan desa ini mendapat penghargaan tingkat nasional sebagai Perpustakaan Desa Terbaik dalam Implementasi Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial. Maka dari itu, penulis tertarik untuk meneliti bagaimana Perpustakaan Desa Rambung Sialang Hulu merancang strategi mereka untuk bisa meraih prestasi nasional tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode penelitian kualitatif, dengan hasil penelitian yang didapat ialah ada beberapa langkah yang harus dilakukan untuk implementasikan hal tersebut.

Abstract

The research was written with the title "Rahul Village Library Strategy in the Implementation of the Social Inclusion Program to Become the Best National Library", in 2020 this village library received a national award as the Best Village Library in the Implementation of the Social InclusionBased Library Transformation Program. Therefore, the authors are interested in examining how the Rambung Sialang Hulu Village Library designs their strategy to be able to achieve this national achievement. This study uses a descriptive approach with qualitative research methods, with the results of the research obtained there are several steps that must be taken to implement it.
Keywords: perpustakaan desa · implementasi · inklusi sosial

Introduction

Pada baru-baru ini, isu mengenai perpustakaan berbasis inklusi sosial mulai familiar di kalangan atau di dunia perpustakaan. Pasalnya isu tersebut juga digaungkan langsung oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, di mana perpustakaan umum didorong untuk bertransformasi menjadi perpustakaan berbasis inklusi sosial seperti halnya dengan Perpustakaan Desa Rambung Sialang Hulu atau yang dikenal juga sebagai Desa Rahul (nama singkatan dari masyarakat sekitar). Pada tahun 2019, Perpustakaan Daerah Kabupaten Serdang Bedagai sebagai Penaung Perpustakaan Desa Rahul merekomendasikan Perpustakaan Desa tersebut untuk mengikuti program layanan dari Perpustakaan Nasional. Adapun program tersebut ialah layanan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, yang juga disingkat dengan TPBIS. Setelah mengikuti program layanan TPBIS tersebut, satu tahun kemudian yakni di tahun 2020. Perpustakaan Desa Rahul mendapat apresiasi atau penghargaan dari Perpustakaan Nasional RI sebagai Perpustakaan Desa/Kelurahan Terbaik dalam implementasi program tranformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, bersama dengan 30 perpustakaan desa/keluran lainnya. Namun acara atau kegiatan yang dilakukan oleh Perpustakaan Nasional RI ini diadakan via daring atau online, karena juga pada saat itu virus Corona sedang menyebar di Indonesia. Meskipun begitu, pencapaian yang diperlihatakan oleh Perpustakaan Desa Rahul sudah luar biasa. Semoga apa yang dicapai oleh Perpustakaan Desa Rahul juga bisa diikuti oleh perpustakaan desa lainnya yang ada di Indonesia. Terlihat dari fenomena di atas, untuk itupun peneliti tertarik untuk meneliti di Perpustakaan Desa Rambung Sialang hulu tersebut. Dengan mengambil tema mengenai inklusi sosial, mengingat prestasi nasional yang telah didapat oleh Perpustakaan Desa Rambung Sialang hulu atau Desa Rahul tersebut. Untuk megetahui bagaimana strategi yang diterapkan perpustakaan desa dalam implementasi program inklusi sosi.al hingga dapat menjadi perpustakaan terbaik Penelitian berfokus pada strategi bagaimana Perpustakaan Desa Rahul untuk dalam implementasi program berbasis inklusi sosial, sehingga dengan strategi tersebut mereka bisa mendapat prestasi nasional sebagai perpustakaan desa terbaik dalam implementasi program berbasis inklusi sosial. Strategi sendiri memiliki makna yaitu sarana yang digunakan bersama untuk mencapai tujuan (Hartati, 2014), dalam hal ini untuk mencapai prestasi nasional Perpustakaan Desa Rahul tersebut. Bila dilihat dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata sarana ialah berarti segala suatu hal-hal yang digunakan untuk mencapai tujuan. Jadi secara sederhananya, strategi adalah rangkain usaha atau kumpulan upaya untuk digunakan dalam mencapai suatu tujuan. Di sini peneleti memfokuskan bagaimana strategi Perpustakaan Desa Rahul dalam mengimplementasika program iklusi sosial, sehingga mereka bisa mendapat prestasi nasional tersebut. Sudah ada beberapa penelitian yang membahas mengenai topk inklusi sosial, dan penelitian tersebut di antaranya. Pertama, ada penelitian yang dilakukan oleh Khairunisa dari UIN Sulthan Thaha Saufuddin Jambi. Dengan judul “Strategi Pengembangan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial dalam Upaya Mewujudkan Masyarakat Literat (Studi pada Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Jambi)”, hasil penelitian ini ditulis dalam bentuk tugas akhir skripsi pada tahun 2020. Dalam hal strategi kami membuatnya berbeda, Khairunisa memfokuskan pada strategi pengembangan perpustakaan dengan tujuan masyarakat literat, sedang peneliti strategi untuk implementasi program inklusi sosialdengan maksud untuk menjai perpustakaan berprestasi. Dan lokasi penelitian kami juga beda skala, Khairunisa perpustakaan provinsi sedang peneliti perpustakaan desa. Berikut yang kedua, penelitian yang dilaksanakan oleh Isna Thia Riyanda dari Universitas Sumatera Utara. Penelitiannya berjudul “Pengembangan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial pada Perpustakaan Desa Sekip Kabupaten Deli Serdang dalam Program Pemberdayaan Masyarakat”, ditulis pada tahun 2020 dimuat dalam karya ilmiah tugas akhir skripsi. Kata pengembangan dengan kata strategi tentu sudah jelas berbeda, untuk tempat yang diteliti samasama perpustakaan desa. Untuk tujuan penelitian Isna, yaitu tentang pemberdayaan masyarakat sedang peneliti untuk implementasi program. Untuk kedua pustaka tersebut, keduaduanya masih terbilang baru. Tentu saja, karena isu mengenai perpustakaan berbasis inklusi sosial baru muncul. Pada jenis pustaka lain, seperti buku juga belum ada buku dengan judul atau mengenai topik perpustakaan berbasis inklusi sosial. Semoga di hari-hari ke depan akan ada buku yang membahas mengenai isu ini. Adapun tujuan penelitian ini ialah dimaksudkan untuk mengetahui atau mengkaji, bagaimana rangkaian usaha atau strategi yang digunakan oleh Perpustakaan Desa Rahul menjadi dalam implementasi perpustakaan berbasis inklusi sosial sehingga menjadi perpustakaan terbaik nasional.

Method

Untuk rincian lokasi penelitian, penelitian ini dilakukan di Perpustakaan Desa Rambung Sialang Hulu atau Rahul yang terletak pada Dusun II Desa Rambung Sialang Hulu Kecamatan Sei Rampah Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini dirancang peneliti dengan beberapa tahapan, di antaranya (Tusadikyah, 2017): a. Tahap pra lapangan Sebelum memulai penelitian langsung, peneliti menyiapkan bebe-rapa hal. Membuat rencana penelitian, menulis surat perizinan, observasi, menentukan narasumber,dan menyiapkan peralatan untuk penelitian. b. Tahap pekerjaan lapangan Pada tahapan ini, peneliti memahami konsep penelitian, menyiapkan diri untuk penelitian, serta menyiapkan data dari tahap pertama. c. Tahap analisis data Peneliti menganalisi data yang didapat, disajikan dengan metode kualitatif deskriptif diuraikan dengan rasionalitas. Sumber data yang digunakan dalam penelitian kualitatif ini adalah jawaban atau perkataan dan tindakan dari narasumber, foto, dokumen, dan hal-hal yang berkaitan tentang penelitian ini (Riyanda, 2020). Adaoun sumber data tersebut dapat dikelaskan di bawah ini: a. Sumber data primer Data primer merupakan data yang berasal langsung dari narasumber melalui wawacara (Indriani, 2020), narasumber dimaksud dari penelitian ini adalah para staf pustakaan dan juga kepala desa Rahul. b. Sumber data sekunder Data sekunder adalah data-data yang dikumpulkan oleh peneliti berupa dokumen ataupun literatur lainnya sebagai penunjang penelitian (Suwandi, 2020), dalam penelitian ini pokok besarnya mengenai inklusi sosial. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data adalah langkah-langkah atau kegiatan yang sangat strategis, hal tersebut disebabkan tujuan utama penelitian yakni mendapatkan data (Sugiyono, 2018). Maka peneliti pun melakukan beberapa langkah tersebut, di antaranya: a. Observasi Observasi atau pengamatan dilakukan dengan terjun langsung ke tempat penelitian, di Perpustakaan Desa Rahul bertempat di Dusun II Desa Rambung Sialang Hulu. Observasi merupakan kegiatan mengamati dengan menggunakan seluruh panca indra pada kejadian yang sebenarnya atau natural (Hasanah, 2016). b. Wawancara Wawancara dengan metode kualitatif adalah proses interaksi antara peneliti dengan narasumber yang dilakukan paling sedikit setidaknya dengan 2 orang, kegiatan berlangsung dengan natural tanpa rekeyasa atau apa adanya dan peneliti mengedepankan kepercaya dengan peneliti (Herdiansyah, 2013). Peneliti mempercayai seluruh hasil wawancara dengan narasumber, adapun nasrasumber peneliti adalah kepala perpustakaan desa dan pak kepala desa Rahul. c. Dokumentasi Dokumentasi adalah sebuah catatan kejadian atau peristiwa terhadap masa lalu, kemudian dapat direkam ke dalam tulisan, gambar, dan sebagainya (Sugiyono, 2013). Salah satu contoh domentasi ini adalah laporan tahunan yang dibuat Perpustakaan Desa Rahul untuk Perpustakaan Nasional RI. Analisis data adalah kegiatan mencari, menyusun data secara sistematis dari lapangan, kemudian dikelola hingga ditarik kesimpulan dan disajikan dengan tulisan yang mudah dimengerti oleh pembaca dan utama oleh peneliti sendiri (Sugiyono, 2013). Beberapa proses analisis data yang dilakukan peneliti: a. Reduksi data, yakni penyederhanaan data kasar di lapangan ke data yang lebih mudah dikelola (Salim, 2018). b. Penyajian data, yakni data sudah dikelola menjadi, ditulis secara naratif atau menguraikan penjelasan penelitian (Darmayanti, 2019). c. Menarik kesimpulan, yakni proses setelah peneliti selesai dengan reduksi data dan penyajian data, kemudian peneliti menarik kesimpulan dari datadata tersebut.

Result & Discussion

Hasil yang didapat dari lapangan atau tempat penelitian, akan dimuat di bawah ini. Hasil penelitian ini didapat dengan teknik pengumpulan data di atas, kemudia dianalisis, dan ditulis secara naratif. Adapun strategi yang dirancang untuk dapat mengimplementasi program inklusi sosial dari data yang didapat melalui wawancara ialah: a. Membangun Perpustakaan Desa Langkah paling awal tentu kita harus memiliki sebuah perpustakaan dahulu, baru bisa menjalankan program perpustakaan berbasis inklusi sosial. Perpustakaan Desa Rahul ini terbangun yang dipelopori oleh pak Ahmad Roni Saragih, S.Pd.I, selaku kepala desa Rambung Sialang Hulu yang telah terpilih. Alasan pak Ahmad Roni ini, ia mengatakan bahwa “saya ingin membuat sarana yang bisa ikut dalam mencerdas bangsa, seperti bunyi di pembukaan UUD 1945, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, saya pikir membangun perpustakaan adalah salah satunya”, wawancara pada 31 Mei 2021. b. Komitmen Kepala Desa Strategi berikutnya ada komitmen, atau menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti perjanjian terikatat, tanggungjawab. Tentunya kepala desa mempunyai tanggungjawab terhadap perpustakaan yang telah dibangun, bila penanggungjawab memberikan perhatian ke perpustakaan tentunya perpustakaan tersebut bisa berkembang. Kemudian komitmen juga dalam ikut untuk terus mengikuti program perpustakaan berbasis inklusi sosial, tanggungjawab untuk tak menghindar dari program yang harus dijalankan. Senada dengan itu pula, kak Sri Wulan sebagai kepala perpustakaan desa Rahul mengatakan “harus ada dan teguhnya komitmen kepala desa untuk mengikuti program yang telah dinuat”, wawancara 31 Mei 2021. c. Mengikuti Arahan Perpustakaan Kabupaten Setelah merekomendasikan Perpustakaan Desa Rahul ikut ke dalam program TPBIS, Perpustakan Kabupaten Serdang Bedagai tak begitu lepas tangan saja. Perpustakaan Kabupaten juga sering berkunjung, terkhusus hari di mana salah satu dari program inklusi sosial diadakan. Kehaditan mereka untuk memantau dan juga membantu. Seperti yang dikatakan oleh kak Sri Wulan, “terus mengikuti arahan dari kabupaten, tidak jarang mereka juga ikut mengusulkan program inklusi sosial seperti pelatihan menjahit untuk warga desa”, wawancara 31 Mei 2021. d. Perancangan Acara dan Anggaran Langkah selanjutnya, ada penyusunan KAK atau kerangka Acuan Kerja. KAK ini berisi mengenai judul acara atau kegiatan, tujuan kegiatan, waktu, pemateri, dana, dan keterangan lain yang perlu ditambah. Dalam wawancara kak Sri Wulan mengatakan, “upaya selanjutnya itu ada pembuatan renja atau rencana kerja, terus tidak lupa yang terpenting adalah dana harus diperkirakan ada harus ada”, wawancara 31 Mei 2021. e. Promosi dan Mengajak Masyarakat Setelah Kerangka Acuan Kerja telah disusun sedemikian rupa, langkah yang perlu dilakukan selanjutnya adalah pemberitahuan. Dalam hal ini, langkah tersebut adalah promosi atau pemberitahuan dan mengajak masyarakat pula. Pada wawancara kak Sri Wulan mengatakan, “upaya selanjutnya itu ada mempromosika acara yang akan diadakan, sekalian mengajak masyarakat bahwa acara ini baiknya untuk ikut berpartisipasi”, wawancara 31 Mei 2021. f. Pelaksanakan Setelah itu ada langkah yang begitu berarti, yaitu pengeksekusian kegiatan yang telah disiapkan atau dirancang. “Berikutnya ada upaya pelaksanakan program yang telah direncanakan, dan yang hanya boleh ikut acara ini tentu hanya masyarakat desa ini aja”, dalam wawancara 31 Mei 2021 bersama dengan kak Sri Wulan. Untuk program inklusi sosial yang bisa ikut berpartisipasi hanya masyarakat desa setempat, jadi acara ini hanya untuk masyarakat desa Rahul dari Perpustakaan Desa Rahul. g. Evaluasi Langkah terakhir, ada upaya untuk melakukan penilai atau evaluasi. Evaluasi tentu sangat penting untuk diadakan, agar bisa meliahat sebuah kekurangan. Seperti yang dikatakan oleh kak Sri Wulan, “lalu terakhir ada upaya untuk mengevaluasi, jadi kita menilai apa yang kurang, dan bila ada masukan demi kebaikan tentu dengan senang hati kami menerima”, wawancara 31 Mei 2020. Dengan begitu teruntuk seluruh masyarakat yang terlibat pada acara tersebut, bisa memberi saran atau masukan untuk ke depan yang lebih baik bagi Perpustakaan Desa Rahul. Kata strategi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki arti rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus, jadi Perpustakaan Desa Rahul memiliki beberapa rencana atau langkah seperti di atas yang disusun agar bisa mengimplementasikan program perpustakaan berbasis inklusi sosial. Kata strategi berasal dari bahasa Yunani yaitu stragos yang berarti tentara dan ego berarti pemimpin, jika dilihat dari sini maka strategi biasa digunakan kepada tentara dengan pemimpin untuk mencapai suatu tujuan. Setidaknya strategi harus memiliki dasar atau konsep yang dibuat untuk mencapai tujuan, strategi adalah alat yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut dengan dirangkai oleh seseorang atau kelompok (Wahdania, 2016). Dalam literatur lain ada pula yang menyebut bahwa strategi adalah alat untuk mecapai tujuan bersama, dalam pelaksanakan strategi ini perlu adanya seorang untuk mengatur dan setiap orang tentu memiliki definisi yang berbeda tentang strategi (Khairunisa, 2020). Jadi peneiliti menyimpulkan, bahwa strategi ada rangkaian upaya, usaha atau langkah-langkah yang telah disusun, untuk bisa mencapai tujuan bersama yang telah ditentukan. Di sini berarti Perpustakaan Desa Rahul membuat atau menyusun upaya yang dimaksudkan untuk bisa mengimplementasikan program perpustakaan berbasis inklusi sosial. Bicara soal inklusi sosial sendiri, inklusi sosial adalah proses mencapai hidup berkualitas dan mandiri, inklusi sosian sebagai pendekat terbangunnya lingkungan terbuka dan tanpa ada deskriminasi (Riyanda, 2020). Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata inklusi berarti ketercakupan dan sosial bisa bermakna masyarakat, jadi peneliti menyimpulkan inklusi sosial adalah sebuah acara yang dibuat untuk mencakupi atau mengajak masyarakat agar bisa membangun kualitas hidup dan kemandirian. Salah satu program inklusi yang telah dilaksanakan berdasar dari laporan desa itu adalah pelatihan dasar menjahit, dengan pelatihan menjahit tersebut bisa membuat masyarakat lebih mandiri untuk menjahit pakaian yang robek di rumah. a. Membangun Perpustakaan Desa Pada dasarnya ini memang menjadi hal yang harus ada terlebih dahulu untuk mengikuti program tersebut, maka dari itu Perpustakaan Kabupaten Serdang Bedagai merekomendasikan mereka untuk mengikuti program layanan TPBIS. Soalnya masih banyak desa yang belum memiliki perpustakaan desa, seperti pada desa peneliti yang juga ada di Kabupaten Serdang Bedagai. Desa Penggalangan di Kecamatan Tebing Syahbandar, kemudian desa tetangga juga belum ada perpustakaan desanya yakni desa Binjai. Jadi desa Rahul sudah memiliki perpustakaan desa itu sudah sangat baik, ditambah dengan prestasi nasional yang mereka dapatkan. b. Komitmen Kepala Desa Jika komitmen diartikan sebagai rasa tanggungjawab, tentu kepala desa Rahul memiliki kewajiban tanggungjawab tersebut. Komitmen adalah keinginanan seseorang untuk bertahan dan bersedia melakukan usaha yang tinggi untuk pencapaian yang diingin (Darmawan, 2013), di sini peneliti sampaikan bahwa komitmen itu adalah kesetiaan. Dalam hal ini kepala desa Rahul bertanggungjawab untuk ikut terlibat dalam keaktifan perpustakaan desa, serta setia dalam mengikuti program inklusi sosial arahan dari Perpustakaan Kabupaten, dari masyarakat, atai dari siapapun. c. Mengikuti Arahan Perpustakaan Kabupaten Sebagai pemberi rekomendasi untuk mengikuti program layanan TPBIS memang sepatut tidak melepas tanggungjawab begitu saja, yang dilakukan oleh pihak Kabupaten sudah baik. Tetap memberi arahan dan juga memantau perkembangan program inklusi sosial di Perpustakaan Desa Rahul. Karena tanggungjawab sikap menjalan kewajiban (Kartika, 2019), kewajiban di sini juga karena Perpustakaan Desa Rahul ada di bawah perhatian Perpustakaan Kabupaten Serdang Bedagai. Apalagi jarak Perpustakaan Kabupaten juga tidak jauh, dan Perpustakaan Desa Rahul juga terletak di Kecamatan yang menjadi ibu kota Kabupaten Serdang Bedagai yakni Kecamatan Sei Rampah. Hal baik juga ditunjukan oleh Perpustakaan Desa Rahul yang ingin mendengarkan setiap arahan dan mengikutinya. d. Perancangan Acara dan Anggaran Suatu acara atau kegiatan yang baik adalah yang telah disusun dan direncang sebelum dimulainya acara tersebut, jadi sebelum Perpustakaan Desa Rahul melaksanakan program maka harus dibuat KAK (Kerangka Acuan Kerja). Perencanaan sangat penting dilakukan, karena perencanaan atau perancangan adalah acuan yang dibuat untuk mempermudah mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Riskawati, 2017). e. Promosi dan Mengajak Masyarakat Promosi dilakukan sebagai pengenalan atau pemberitahuan kepada masyarakat, tentang acara atau kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Perpustakaan Desa Rahul. Jadi promosi adalah suatu cara yang digunakan seseorang, lembaga, atau perpustakaan dalam membuat kesadaran, membagikan informasi, agar mengikuti sesuatu yang ditawarkan atau dalam hal ini suatu program/acara (Sutrayani, 2019). Kemudian mengajak masyarakat, karena kegiatan Perpustakaan Desa Rahul dibuat untuk masyarakat desa tersebut dan itu menjadi sasaran utama setiap kegiatan yang diadakan masyarakat desa Rahul bainya ikut berpartisipasi. f. Pelaksanakan Tibalah saatnya menjalankan rencana yang telah dibuat atau dirancang, karena sebaiknya perencanaan adalah yang bisa dijalankan. Perpustakaan Desa Rahul saling bekerjasama untuk membuat acara berjalan sebagaimana seharusnya, jika ada kesulitan disampaikan akan dibantu lebih. Karena bekerjasama adalah unsur utama dalam mencapai sebuah tujuan, dari manusia yang memiliki banyak perbedaan namun tentap harus bersatu untuk tujuan bersama (Muhtar, 2021). g. Evaluasi Evaluasi merupakan tindakan yang paling tepat bagi peneliti, karena dengan evaluasi ini bisa melihat kekurangan dari acara yang telah diselenggarakan. Evaluasi adalah penilain terhadap segala hal yang dilakukan dalam acara atau program dengan secara lebih jelas jelas lagi (Yulia, 2015), respon baik juga ditunjukan oleh Perpustakaan Desa Rahul yang mempersilakan saran atau masukan dari siapapun demi kebaikan bersama. Seluruh kegiatan atau ke-7 langkah di atas, telah dipersiapkan Perpus-takaan Desa Rahul untuk mengimplementasikan program perpustakaan berbasis inklusi sosial. Tak lupa pula untuk membuat laporan tahunan kepada Perpustakaan Nasioanal RI tentang program inklusi sosial ini, agar dapat dilihat dan juga dinilai.

Conclusion

Strategi adalah kumpulan upaya atau usaha untuk mencapai tujuan, maka dalam hal ini strategi yang digunakan oleh Perpustakaan Desa Rahul atau Rambung Sialang Hulu dalam implemetasian program inklusi sosial di antaranya: (1) membangun perpstakaan desa, (2) komitmen dari kepala desa yang harus dijaga, (3) mengikuti arahan dari Perpustakaan Kabupaten Serdang Bedagai, (4) membuat perancangan acara dan juga perkiraan anggaran, (5) promosi ata)u pemberitahuan dan mengajak masyarakat ikut dalam program yang diadakan, (6) pelaksanakan program, dan (7) melakukan evaluasi. Semoga literatur ingin bisa bermanfaat untuk para pembaca, semoga kita selalu keadaan baik-baik saja. Terima kasih dan salam.