Kembali
16
1
2024 Jurnal Pustaka Budaya Vol 11 · 1 ISSN 2442-7799

KOLABORASI LEMBAGA PERPUSTAKAAN DENGAN PTIPD UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG DALAM MENINGKATKAN LAYANAN TEKNOLOGI INFORMASI

Universitas Padjadjaran; Universitas Padjadjaran

Abstrak

Kolaborasi melibatkan penggabungan keahlian dan sumber daya dari kedua pihak untuk meningkatkan layanan teknologi di perpustakaan. Tanpa adanya kolaborasi dan kerjasama dengan lembaga ahli di bidang teknologi informasi, kendala dapat terjadi dan menghambat penyaluran peran serta fungsi dari lembaga perpustakaan. Penelitian bertujuan untuk menyelidiki manfaat, tantangan, dan solusi serta menganalisis faktor-faktor keberhasilan kolaborasi pada layanan teknologi informasi antara Perpustakaan dan PTIPD UIN Sunan Gunung Djati Bandung sebagai bentuk dari kerjasama internal yang dilaksanakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi literatur. Temuan menunjukkan bahwa dengan adanya kolaborasi yang baik antara lembaga informasi, komunitas pengguna akan dapat menikmati akses yang lebih baik, bermanfaat, dan terjangkau terhadap teknologi informasi. Meski begitu, hasil menunjukkan bahwa masih terdapat program yang belum terlaksana dari kolaborasi ini. Indikator keberhasilan kolaborasi menunjukkan bahwa kegiatan program perlu dikembangkan dan dilaksanakan sehingga layanan teknologi informasi di perpustakaan dapat meningkat. Dengan demikian, melalui kolaborasi, perpustakaan dapat memberikan fasilitas infrastruktur yang lebih memadai kepada pengguna. ARTIKEL INFO Diterima: 2 November 2023 Direvisi: 27 November 2023 Disetujui: 10 Desember 2023 Kata kunci: Kerjasama Perpustakaan, Kolaborasi, Layanan Teknologi Informasi

Abstract

Collaboration involves combining the expertise and resources of both parties to improve technology services in the library. Without collaboration and cooperation with expert institutions in the field of information technology, obstacles can occur and hinder the delivery of the roles and functions of library institutions. The research aims to investigate the benefits, challenges, and solutions as well as analyze the success factors of collaboration on information technology services between the Library and PTIPD UIN Sunan Gunung Djati Bandung as a form of internal cooperation. This research uses descriptive qualitative method through data collection using observation, interview, and literature study techniques. The findings show that with good collaboration between information institutions, the user community will be able to enjoy better, useful, and affordable access to information technology. Even so, the results show that there are programs that have not been implemented from this collaboration. Indicators of the success of collaboration show that program activities need to be developed and implemented so that information technology services in libraries can improve. Thus, through collaboration, the library can provide more adequate infrastructure facilities to users.
Keywords: Kerjasama Perpustakaan · Kolaborasi · Layanan Teknologi Informasi

Introduction

Teknologi yang berkembang pesat seiring berjalannya waktu, membawa perubahan terhadap peran dan fungsi dari perpustakaan. Paradigma yang turut bergeser menjadikan perpustakaan tidak lagi hanya menjadi tempat menyimpan dan mengakses koleksi literatur, akan tetapi berkembang dengan mengadaptasi teknologi informasi untuk memenuhi kebutuhan penggunanya. Perpustakaan dituntut untuk terus berinovasi dan beradaptasi agar tetap relevan dalam menyediakan layanan informasi kepada pengguna. Terutama pada perpustakaan perguruan tinggi, yang berperan dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengembangan para sivitas akademik. Dalam memenuhi peran perpustakaan perguruan tinggi, Perpustakaan UIN Sunan Gunung Djati Bandung perlu memanfaatkan teknologi informasi semaksimal mungkin. Dapat dilihat dari beragam fitur yang meningkat dalam mengakses, menelusuri, dan menggunakan informasi. Maka dari itu, perpustakaan perlu memanfaatkan potensi teknologi untuk meningkatkan layanan mereka. Namun demikian, implementasi teknologi dalam perpustakaan tidak selalu mudah dilakukan karena adanya tantangan seperti kendala keuangan, kurangnya keahlian teknis, dan kurangnya sumber daya manusia yang terampil dalam teknologi informasi. Fenomena digital yang terus berkembang menghasilkan tantangan baru di dunia perpustakaan. Tanpa adanya kerjasama dengan lembaga ahli di bidang teknologi informasi, kendala dapat terjadi dan menghambat penyaluran peran serta fungsi dari lembaga perpustakaan. Kerjasama dibutuhkan untuk mengkolaborasikan bantuan dari ahli teknologi informasi yang mampu mengelola infrastruktur teknologi, membangun sistem manajemen perpustakaan digital yang efisien, serta memberikan dukungan teknis kepada pengguna. Dengan menjalin kerjasama dengan PTIPD (Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, sebagai bentuk dari kerjasama internal. Kolaborasi melibatkan penggabungan keahlian dan sumber daya dari kedua pihak untuk meningkatkan layanan teknologi di perpustakaan. Melalui kerjasama dan kolaborasi, perpustakaan dapat memperoleh manfaat seperti aksesibilitas informasi yang lebih baik, pengolahan dan penyimpanan data yang efisien, serta perkembangan teknologi baru yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Berdasarkan temuan tersebut penulis tertarik untuk mengulas bagaimana kerjasama yang dilakukan oleh Perpustakaan UIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data yang merupakan lembaga internal yang ada di UIN Sunan Gunung Djati dalam meningkatkan layanan teknologi informasi. Terdapat beberapa penelitian sejenis yang pernah dilakukan serta mampunyai hubungan terkait kolaborasi lembaga informasi. Salah satunya adalah penelitian dari Kethy Hariyadi Putri pada tahun 2019 yang berjudul “Strategi Pengembangan Kerjasama Perpustakaan Universitas Atma Jaya Yogyakarta Dalam Upaya Meningkatkan Layanan.” Dalam artikel ini membahas tentang bagaimana kerjasama yang dilakukan perpustakaan Universitas Atma Jaya untuk meningkatkan layanan di perpustakaanya, dalam tulisannya itu disebutkan bahwa perpustakaan Universitas atmajaya telah melakukan berbagai kerjasama dalam meningkatkan pelayanan perpustakaan mulai dari kerjasama dengan jejaring perpustakaan perguruan tinggi katolik, jejaring perpustakaan wilayah jogja hingga kedutaan India. Semua kerjasama tersebut meliputi kerjasama dalam meningkatkan sumber daya manusia, koleksi dan teknologi informasi. Pada penelitian ini disimpulkan bahwa kolaborasi perpustakaan, termasuk kerjasama antar perpustakaan dan kerjasama dengan pihak lain, dinilai memiliki manfaat signifikan dalam meningkatkan mutu layanan yang diberikan kepada pengguna. Selain itu, kerjasama tersebut mampu memperluas peran yang dapat dimainkan oleh perpustakaan dan pemangku kepentingan terkait dalam konteks kerjasama. Dalam era teknologi informasi yang semakin maju, dukungan teknologi menjadi faktor kunci dalam meningkatkan efektivitas kerjasama, dan hal ini memiliki implikasi strategis yang penting bagi perpustakaan. Selain bentuk kerjasama fisik, kerjasama teknologi, seperti akses dan transfer informasi, memiliki potensi untuk membuka lebih banyak peluang kerjasama yang lebih luas. Penelitian ini memiliki persamaan dimana sama-sama membahas mengenai kerjasama perpustakaan dalam meningkatkan layanan perpustakaan, namun penelitian ini memiliki perbedaan dimana jika pada penelitian ini membahas bagaimana kerjasama yang dilakukan oleh perpustakaan atma jaya dengan berbagai pihak eksternal universitas, Sedangkan pada penelitian yang dilakukan penulis berfokus pada kerjasama yang dilakukan oleh Perpustakaan UIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan lembaga internal yang ada di Universitas atau dalam kasus ini adalah Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) UIN Sunan Gunung DJati. Penelitian lainnya yang relevan dengan penelitian ini adalah penelitian karya Puspitasari (2013) dengan judul “Studi Deskriptif Tentang Kerjasama Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri Di Surabaya.” Penelitian ini mengangkat topik tentang kolaborasi yang terjadi di antara perpustakaanperpustakaan perguruan tinggi negeri di Surabaya, dengan tujuan untuk mengidentifikasi kendala-kendala yang mungkin muncul selama proses kerjasama tersebut berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerjasama yang diterapkan oleh perpustakaan-perpustakaan perguruan tinggi di Surabaya umumnya difokuskan pada pemenuhan kebutuhan pengguna, disadari bahwa perpustakaan tidak selalu mampu memenuhi kebutuhan tersebut secara komprehensif. Bentuk-bentuk kerjasama yang umumnya terjadi meliputi pelayanan bersama, pertukaran staf perpustakaan, studi perbandingan, serta penyusunan katalog induk. Dilihat dari kedua penelitian sebelumnya adapun persamaan dengan kedua penelitian tersebut, bahwa tujuan dari penelitian adalah membahas kolaborasi lembaga informasi dalam peningkatan layanan di perpustakaan. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki manfaat, tantangan, dan solusi serta menganalisis faktor-faktor keberhasilan kolaborasi pada layanan teknologi informasi antara Perpustakaan dan PTIPD UIN Sunan Gunung Djati Bandung sebagai bentuk dari kerjasama internal yang dilaksanakan. TINJAUAN PUSTAKA Perpustakaan Menurut Wince (2019), Perpustakaan adalah suatu organisasi yang berupaya untuk mengelola informasi yang telah tercatat dengan tujuan memenuhi kebutuhan pengguna. Dikarenakan data yang dikelola oleh perpustakaan dapat dimanfaatkan oleh individu untuk menciptakan tambahan informasi dan pemahaman, maka perpustakaan dapat diartikan sebagai entitas yang berperan sebagai sumber daya pengetahuan dan informasi. Pendirian perpustakaan bertujuan memungkinkan pemustaka memanfaatkan koleksi yang ada secara optimal dan efisien. Dalam mendukung proses pendidikan, perpustakaan memiliki tanggung jawab dalam menyediakan, mengelola, dan memberikan pelayanan informasi. Untuk menjalankan peran ini, perpustakaan memerlukan dukungan dari sistem manajemen yang efektif. Tantangannya adalah banyak pengguna perpustakaan yang kurang memahami prinsip dasar penggunaan perpustakaan, terutama seiring perkembangan pengetahuan yang cepat dengan integrasi teknologi dan informasi ke dalam perpustakaan. Sebaliknya, pengguna juga belum terampil dalam menggali informasi yang tersedia di perpustakaan (Rizal & Rodin, 2021). Sutarno (2006) dalam (Ilahi, 2022) mengemukakan bahwa perpustakaan di institusi pendidikan tinggi seperti universitas, institut, dan akademi, adalah elemen yang tak terpisahkan dari lingkungan kampus. Sarana ini dimanfaatkan oleh anggota akademik perguruan tinggi dan memiliki peran penting dalam menunjang proses pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat, sebagaimana penerapan pada Tri Dharma Perguruan Tinggi. (Ilahi, 2022). Mengutip dari Sulistyo Basuki (1995) dalam (Novitasari, 2017) yang menguraikan mengenai perpustakaan perguruan tinggi dimaksudkan berperan pada hal-hal sebagai berikut: a. Memenuhi informasi yang dibutuhkan oleh pada sivitas akademik seperti dosen, mahasiswa, serta tenaga kependidikan. b. Memberikan akses terhadap koleksi referensi yang sesuai dengan kebutuhan pemustaka pada seluruh bidangnya, termasuk berdasarkan jenjang studi mahasiswa. c. Menjadikan perpustakaan sebagai fasilitas bagi masyarakat untuk menjadi tempat terbuka sehingga dapat digunakan dengan baik oleh para penggunanya. d. Memberikan layanan sirkulasi sesuai dengan kebutuhan pengguna, termasuk menyediakan beberapa salinan dari satu judul buku. e. Memberikan layanan secara responsif, dengan tidak membatasi diri pada masyarakat sivitas akademik saja, tapi mencakup lembaga-lembaga lain yang ada disekitarnya. f. Memberikan layanan literasi informasi bagi para pengguna. Sehingga dapat disimpulkan bahwa perpustakaan di institusi pendidikan tinggi memegang peran sentral dalam mendukung proses pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. Tujuan utamanya adalah memenuhi kebutuhan informasi dari anggota masyarakat akademik, menyediakan koleksi yang sesuai untuk berbagai program studi, memberikan fasilitas dan layanan yang nyaman untuk pengguna, serta mendukung literasi informasi. Namun, perpustakaan dihadapkan pada tantangan dalam hal pemahaman pengguna terhadap prinsip dasar penggunaan perpustakaan, terutama dengan kemajuan teknologi dan pengetahuan yang cepat. Oleh karena itu, diperlukan sistem manajemen yang efektif dan upaya untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pengguna dalam menggali informasi yang tersedia di perpustakaan. Dalam konteks Tri Dharma Perguruan Tinggi, perpustakaan di institusi pendidikan tinggi memainkan peran integral dalam mendukung misi perguruan tinggi. Layanan Teknologi Perpustakaan Mengacu pada paparan Koswara (1998) dalam (Fahrizandi, 2020) yang menyebutkan urgensi dalam mengintegrasikan teknologi pada perpustakaan yaitu sebagai upaya untuk meningkatkan jumlah dan mutu layanan perpustakaan. Hal ini juga menjadi keharusan untuk memungkinkan penggunaan koleksi bersama (resources sharing), meningkatkan efektivitas tenaga kerja perpustakaan, tuntutan dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan waktu, keanekaragaman informasi yang perlu dikelola, serta perlunya akurasi dan ketepatan dalam layanan informasi. Lasa (2009) menegaskan dalam (Yoanda, 2017) dengan menyebutkan bahwa penerapan teknologi informasi di perpustakaan melahirkan sejumlah keuntungan, seperti meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pelaksanaan kegiatan kepustakawanan, menyediakan layanan yang lebih cepat, mudah, dan tepat, memajukan infrastruktur perpustakaan, serta meningkatkan profil atau eksistensi perpustakaan. Kerjasama Kerjasama antara perpustakaan melibatkan partisipasi dari dua atau lebih lembaga perpustakaan. Kolaborasi ini dianggap sebagai sesuatu yang krusial karena setiap perpustakaan tidak akan maksimal apabila hanya mengendalkan lembaga saja dalam hal mengelola ataupun memberikan layanan informasi kepada pengguna. Oleh karena itu, bagi perpustakaan yang memiliki sumber daya terbatas dalam hal koleksi, kerjasama antar perpustakaan menjadi suatu keharusan untuk memenuhi kebutuhan informasi para penggunanya. Prinsip-prinsip kerjasama perpustakaan ini didasarkan pada keyakinan bahwa kekuatan dan efektivitas kolektif dari kelompok perpustakaan akan melebihi kekuatan dan efektivitas perpustakaan individual. Ini ditegaskan oleh asumsi bahwa tak satupun dari perpustakaan memiliki koleksi yang lengkap, sehingga kerjasama dengan perpustakaan lain menjadi suatu keperluan (Prasetya, 2021). Ditegaskan oleh pernyataan dari Yusniah, dkk (2023) yang mengindikasikan bahwa Kerjasama Perpustakaan adalah bentuk kolaborasi yang terjadi antara minimal dua perpustakaan atau lebih, dengan tidak mempermasalahkan penggunaan teknologi komputer atau komunikasi jarak jauh dalam proses kerjasama tersebut. berdasarkan pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa kerjasama perpustakaan dapat terjadi dalam berbagai bentuk dan tidak selalu tergantung pada teknologi komputer atau telekomunikasi. Hal ini menekankan pentingnya kerjasama antara perpustakaan tanpa harus terbatas pada penggunaan teknologi. Perpustakaan dapat bekerjasama dalam hal berbagi sumber daya, koleksi, pengetahuan, atau layanan tanpa harus selalu mengandalkan teknologi modern. Ini mencerminkan fleksibilitas dalam bentuk kerjasama yang dapat terjadi di antara perpustakaan untuk meningkatkan pelayanan dan manfaat bagi penggunanya. Sulistyo Basuki (1993) dalam (Suratmi, 2021) mengatakan bahwa terdapat berbagai dorongan untuk melakukan kerjasama antar perpustakaan, termasuk: (1) Lompatan besar dalam pengetahuan yang berdampak pada penulisan buku yang semakin berlimpah mengenai pengetahuan ini; (2) Ekspansi aktivitas pembelajaran formal dari yang paling rendah hingga tinggi, yang membantu meningkatkan permintaan pengguna yang menjadi lebih beragam serta memerlukan akses terhadap informasi secara lebih luas; (3) Perkembangan teknologi dengan konsekuensi pada beberapa sektor, dan dibutuhkannya serta perlunya pemimpin dan para petugas untuk mendapatkan potensi keahlian yang baru dan lebih handal; (4) Potensi kerjasama antarnegara serta pergerakan lintas negara menjadi terus berkembang seiring berjalannya teknologi; (5) Progres teknologi informasi, khususnya dalam bidang komputer maupun telekomunikasi, mempermudah pelaksanaan kerjasama dengan lebih cepat, efisien, dan mungkin menjadi semakin hemat biaya; (6) Permintaan para pengguna sehingga layanan informasi yang diberikan dapat sejalan; (7) kolaborasi dapat membuat lembaga lebih hemat terkait infrastruktur, dana, tenaga kerja, dan waktu.

Method

Studi mengenai Kolaborasi Lembaga Perpustakaan dengan PTIPD UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam Meningkatkan Layanan Teknologi Informasi ini mempergunakan metode deskriptif kualitatif. Metode ini berupa pendeskripsian atau pemberian makna pada suatu proses serta dinamika kolaborasi lembaga informasi, sehingga dapat menggali pemahaman secara mendalam. Penelitian melibatkan tiga bahan melalui teknik pengumpulan data berikut: - Observasi, yakni tindakan dalam mencari data atau informasi yang diperlukan melibatkan pengamatan mengenai layanan teknologi informasi yang disediakan serta bahan-bahan yang relevan dengan tujuan penelitian di lembaga Perpustakaan UIN Sunan Gunung Djati Bandung secara langsung. - Wawancara, dilakukan dengan responden yang terlibat dalam kolaborasi antara Lembaga Perpustakaan dan PTIPD UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Hasil dari tanya jawab menjadi bahan dan instrumen dalsehingga bahan lebih akurat terhadap fenomena yang ditemukan sebenarbenarnya. Wawancara dilaksanakan dengan salah satu staf Perpustakaan UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang ikut mengelola kegiatan kerjasama tersebut. Data hasil wawancara kemudian dianalisis secara mendalam untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif terkait penelitian. - Studi literatur, dilakukan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih luas mengenai kolaborasi antara Lembaga Perpustakaan dan PTIPD UIN Sunan Gunung Djati Bandung melalui penelusuran berbagai sumber secara tertulis atau berdasarkan sumber literatur dalam sebuah artikel ilmiah, jurnal, prosiding, buku, maupun sumber lainnya.

Result & Discussion

Kolaborasi antara Lembaga Perpustakaan dengan PTIPD UIN Sunan Gunung Djati Bandung adalah bentuk kerjasama yang dilakukan dalam jangkauan internal. PTIPD atau Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data berada dibawah naungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan berfungsi sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT). UPT Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) merupakan bagian integral yang mengelola dan mengembangkan manajemen sistem informasi, mengembangkan dan memelihara jaringan serta aplikasi, mengelola database, serta mengembangkan teknologi lainnya, serta kerjasama jaringan di UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Adapun UPT Pusat Perpustakaan perguruan tinggi yang merupakan bagian integral dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam memberikan layanan, membina, dan mengembangkan perpustakaan, mengadakan kolaborasi antar perpustakaan, mengadakan pengendalian, evaluasi, dan penyusunan laporan kepustakaan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Setiap pihak mempunyai peran dalam mengoptimalkan potensi kolaborasi untuk mengatasi setiap tantangan yang dihadapi. Dengan memadukan keahlian dan pengalaman antara pihak Perpustakaan dengan pihak PTIPD UIN Sunan Gunung Djati Bandung, kolaborasi memberikan pemahaman yang lebih mendalam dan mempercepat inovasi untuk mendapatkan hasil yang lebih baik apabila tantangan tersebut diselesaikan bersama. Kolaborasi yang mengusung pemeliharaan teknologi informasi dan pengembangan kompetensi staf perpustakaan ini, didorong atas dasar kebutuhan perpustakaan dalam memenuhi fungsi administratifnya. Pertama, pihak perpustakaan yang memiliki kepentingan terkait administratif perpustakaan mengajukan kerjasama tersebut. Selain menjadi penguat kerjasama internal pada lembaga, kolaborasi ini dilandasi juga oleh Perpustakaan UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang sedang menghadapi akreditasi perpustakaan. Tertulis secara resmi, bahwa pada hari Jum’at tanggal 28 Agustus tahun 2020 bertempat di Pusat Perpustakaan, pihak Perpustakaan dan PTIPD UIN Sunan Gunung Djati Bandung menandatangani dokumen kesepahaman atau yang disebut juga sebagai MoU (Memorandum of Understanding). MoU menjadi instrumen penting dalam suatu kerjasama, didalamnya terdiri dari beberapa komponen yang mengikat kedua pihak terkait dengan hak dan kewajiban yang dipegang tiap masing-masing pihak. Kesepakatan kolaborasi dituangkan dalam “Perjanjian Kerjasama Antara UPT Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) Dengan UPT Pusat Perpustakaan tentang kerjasama Internal Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Nomor : B-071/Un.05.PTIPD/PP.0.9/08/2020 dan Nomor : B245.b/Un.05.V.5/HM.09.2/08/2020”. MoU kerjasama antara Perpustakaan dengan PTIPD UIN Sunan Gunung Djati Bandung tersebut Berlaku untuk jangka waktu 5 tahun hingga tahun 2025 sejak tandatangan oleh para pihak, dan memiliki opsi perpanjangan atau pengakhiran yang akan ditentukan bersama. Kolaborator akan berkoordinasi apabila ingin memperpanjang atau mengakhiri perjanjian kerjasama ini, dengan memberikan pemberitahuan paling lambat 3 bulan sebelum perjanjian berakhir. Jika perjanjian ini tidak diperpanjang, baik atas permintaan salah satu pihak atau alasan lain, pengakhiran tersebut tidak akan berdampak pada hak dan kewajiban masing-masing pihak terkait pelaksanaan kegiatan berdasarkan perjanjian ini sebelum berakhirnya masa perjanjian. Jika ada perubahan dalam perjanjian, itu harus mendapat persetujuan dari kedua belah pihak yang terlibat. Segala hal yang timbul selama pelaksanaan akan diatur berdasarkan kesepakatan bersama. Adanya tujuan utama dalam MoU berfungsi sebagai pengatur aspek-aspek dari kerjasama pada setiap pihak yang terlibat beserta dengan kepentingan yang ingin dicapai melalui kerjasama tersebut. Dengan begitu, setiap pihak dapat mengetahui pembagian tanggung jawab dan aturan yang diemban masing-masing pihak dalam mencapai tujuan bersama. Berdasarkan dokumen kesepahaman, perjanjian kerjasama bertujuan sebagai dasar untuk menjalin kolaborasi dengan memperkuat relasi antar unit atau lembaga dalam rangka pemeliharaan jaringan, website, dan sistem otomasi perpustakaan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Adapun ruang lingkup kerjasama yang ditegaskan dalam MoU tersebut, meliputi: a. Pemeliharaan jaringan, server, website, dan otomasi perpustakaan; b. Peningkatan keterampilan staf (teknisi) perpustakaan dalam maintenance jaringan dan sistem perpustakaan. Implementasi terhadap ruang lingkup kerjasama tersebut ditunjukkan melalui beberapa program yang sudah terlaksana. Berdasarkan poin pertama, pemeliharaan jaringan, server, website, dan otomasi perpustakaan telah dilaksanakan dengan cukup baik. Diantaranya adalah dengan penempatan dan pemeliharaan server. Server yang disediakan yakni server online yang ditempatkan di lembaga PTIPD, serta server lokal yang ditempatkan di perpustakaan. Adapun program lain yang sudah dilaksanakan yakni penempatan peralatan-peralatan IT di perpustakaan dan di PTIPD. Program yang paling signifikan dari implementasi kolaborasi ini adalah pemeliharaan alat-alat IT yang ada di perpustakaan, terutama jaringan. Akibat perpustakaan yang hanya memiliki 1 tenaga IT, maka pelayanan teknologi informasi kepada pemustaka seringkali terhambat. Contohnya ketika pendaftaran wisuda, mahasiswa wajib upload karya ilmiah atau skripsi atau tugas akhirnya di repositori, hal tersebut menyebabkan repositori sulit untuk merespon. Maka dari itu, agenda implementasi selanjutnya adalah pengadaan server baru, akibat server repositori yang penuh sehingga sulit untuk diakses bagi pengguna terutama dalam satu waktu sekaligus dapat menghambat pelayanan perpustakaan bagi sivitas akademik. Meski begitu apabila terdapat masalah teknis (trouble) terhadap jaringan, tenaga IT dari pihak PTIPD sigap untuk memberikan bantuan maintenance kepada pihak perpustakaan. Begitupun dari segi fasilitas infrastruktur, setiap kurang lebih 1 semester sekali pihak Perpustakaan dan PTIPD melakukan pengecekan rutin untuk memastikan jaringan internet khususnya di perpustakaan tetap stabil dan lancar, serta tidak ada masalah teknis ataupun sebagainya. Terkait pelatihan pada poin kedua, program tersebut masih menjadi rencana. Meski begitu, terdapat kegiatan pendampingan tenaga IT dari tim PTIPD sebagai tenaga yang lebih ahli atau profesional untuk membantu dalam berbagai acara atau keperluan dalam bidangnya. Rencana program sendiri mengusung pelatihan yang dilakukan terkait berbagai keterampilan staf (teknis) dalam bidang IT seperti repository, pengecekan plagiarisme, referensi manajer, karya tulis ilmiah, dan pelatihan IT lainnya agar dapat menyediakan layanan secara maksimal bagi pemustaka. Pemantauan terhadap implementasi MoU tersebut juga diterapkan melalui monitoring dan evaluasi (monev) setiap 1 tahun sekali secara berkala oleh setiap pihak. Adapun indikator pencapaian tujuan dan hasil kerjasama yang diukur dan dinilai secara periodik, untuk menjadi perbaikan serta pengoptimalan pada kolaborasi. Indikator atau tolak ukur keberhasilan dari kolaborasi ini dilihat berdasarkan keterlaksanaan program yang dicanangkan serta program apa saja yang belum terlaksana. Di mana fungsi administratif lebih fokus terhadap bentuk tindak lanjut yang dilakukan perpustakaan berdasarkan kerjasama yang dilaksanakan. Perpustakaan dan PTIPD telah menjalankan pemeliharaan sebagaimana yang disebutkan dalam ruang lingkup kerjasama. Indikator selanjutnya dapat dilihat dari segi peningkatan kompetensi, diukur dari peningkatan kemampuan dan keterampilan khusus para pegawai perpustakaan, utamanya pustakawan terkait pendayagunaan segi IT. Dalam hal ini, Perpustakaan dan PTIPD masih belum menunjukkan hasil yang signifikan, melihat bahwa beberapa agenda program belum dilaksanakan. Adapun indikator dalam mengukur pelayanan yang telah dissediakan oleh perpustakaan terkait teknologi informasi. Pemustaka yang mendapatkan layanan teknologi informasi di Perpustakaan UIN Sunan Gunung Djati Bandung memiliki kesempatan untuk mengajukan ide atau saran kepada pihak perpustakaan melalui survei setiap semester (skala kecil) dan setiap tahun (skala besar) yang diadakan oleh perpustakaan. Perpustakaan memberikan kebebasan pemberian saran atau masukan oleh pengguna secara anonim. Survei tersebut juga menjadi salah satu bahan evaluasi dari pemanfaatan teknologi informasi dan kolaborasi yang dilaksanakan kedepannya. Perlu diketahui bahwasanya kolaborasi juga dapat menghadapi beberapa tantangan. Dalam kolaborasi ini, tantangan ditemukan terkait dari sisi kebijakan. Peristiwa peralihan kepemimpinan dari kepala perpustakaan yang baru dapat membawa perubahan terhadap kebijakan-kebijakan di perpustakaan, termasuk dengan kerjasama baik secara internal maupun eksternal. Dengan adanya perubahan kepemimpinan, maka terdapat program program peralihan yang perlu diselaraskan lagi dengan kepemimpinan yang baru. Sehingga, kebijakan perlu untuk diperbaiki atau diganti. Kendala lainnya berasal dari tidak adanya bidang khusus di perpustakaan yang menangani kerjasama antar lembaga. Sementara ini, kepentingan kerjasama di Perpustakaan UIN Sunan Gunung Djati Bandung masih dibebankan pada tata usaha dan pustakawan. Sehingga baik secara internal maupun eksternal, Perpustakaan UIN Sunan Gunung Djati Bandung masih belum menyediakan bidang yang fokus pada pengurusan kerjasama lembaga. Kesepakatan pembiayaan juga dapat berpotensi menjadi sebuah kendala. Hal ini disebabkan karena kebutuhan yang memberatkan terutama terkait pemeliharaan alat-alat IT atau server.

Conclusion

kait kolaborasi antara Perpustakaan dengan Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data yang berada di lingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung menunjukkan bahwa masih terdapat program-program yang belum terlaksana dari kolaborasi ini. Sehingga tujuan dari kolaborasi belum dapat sepenuhnya dikatakan berhasil. Dapat dilihat berdasarkan indikator keberhasilan pada kolaborasi tersebut, bahwa kegiatan program perlu dikembangkan dan diterapkan sehingga layanan teknologi informasi di perpustakaan turut meningkat. Adapun beberapa kendala yang dihadapi pada kesepakatan tersebut yakni terkait tuntutan perubahan kebijakan yang disebabkan oleh peralihan kepemimpinan, kendala dalam segi biaya, dan kendala terkait tidak tersedianya bidang khusus yang membidangi kerjasama antar lembaga. Meski begitu, dengan adanya kolaborasi antara Perpustakaan dan PTIPD UIN Sunan Gunung Djati Bandung, layanan teknologi informasi yang diberikan kepada pemustaka menjadi lebih optimal dan efisien. Dapat dilihat dari program yang terlaksana seperti penempatan server, pengembangan jaringan, pemeliharaan, dan kegiatan lainnya yang dicanangkan melalui kolaborasi ini. Dengan demikian, melalui kolaborasi, perpustakaan dapat memberikan fasilitas infrastruktur yang lebih memadai kepada pengguna.