PENGELOLAAN TACIT KNOWLEDGE DAN EXPLICIT KNOWLEDGE PUSAT PERPUSTAKAAN UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Abstrak
Pengelolaan zacit knowledge dan explicit knowledge bukanlah sesuatu kegiatan yang baru bagi pustakawan perguruan tinggi. Dua tipe pengetahun ini senantiasa dikelola gerbangnya ilmu oleh pustakawan, dan pustakawan menjadi pengetahuan. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta merupakan salah satu PTAIN (Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri) terbesar di Indonesia dan memiliki 12 Fakultas dan 1 Pasca Saraja, sudah seharusnya memiliki program tetap dalam mengelola racitknomledge dan explicit knowledge.
Abstract
The management of tacit knowledge and explicit knowledge is not a new activity for librarian in university. This two type of knowledge is usually managed by librarian and the librarian becomes the gate of knowledge. State Islamic University Syarif Hidayatullah Jakarta is one of the biggest State Islamic University in Indonesia and it has 12 faculties and 1 Post Graduate should have fix program in handing tacit knowledge and explicit knowledge</p>
Keywords:
Tacit knowledge
· explicit knowledge
· librarian
Introduction
Perpindahan pegawai atau yang lebih dikenal dengan mutasi pegawai sering dilakukan di lembaga pemerintah. Tidak terkecuali di lingkungan Perguruan Tinggi Negeri yang sebagian besar pegawainya adalah berlabel Pegawai Negeri Sipil. Disatu sisi menguntungkan bagi pegawai yakni mendapatkan pengalaman baru dengan berbagai job diskripsi yang berbeda dengan lingkungannya terdahulu. Disisi yang lain, merugikan bagi lembaga yang ditinggal, dikarenakan pegawai tersebut kemungkinan besar sudah mendalami satu bidang khusus yang ditanganinya dan dikuasainya. Apalagi dengan keinginan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mencapai WCU (World Class University) di tahun 2025, maka dengan segala daya upaya merotasi pegawai yang ada di lingkungannya dengan harapan dapat belajar dan mengejar untuk pengembangan dirinya di tempat yang baru Sejak bercita-cita menuju World Class University sejak tahun 2009, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta hampir setiap tahun merotasi pegawainya, terlihat dari penelusuran penulis pada beberapa tulisan yang terdapat pada website resmi UIN Jakarta www.uinjktac.id, diantaranya : (1) Rektor melantik Dekan baru FDI beserta jajarannya, hal ini dinyatakan sebagai sunnatullah atau hukum alam dengan harapan pejabat yang dilantik dapat meningkatkan pengabdian kepada lembaga yang dipimpinnya, (2) 2 tahun kemudian yakni tahun 2011, Rektor melantik Bahtiar Effendy sebagai Dekan pertama di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) beserta jajarannya yang sebelumnya belum masuk dalam system kepemerintahan (3) tahun 2012 sebanyak 27 Staf Rektorat dan 4 Fakultas Dirotasi, dilakukan untuk penyegaran dan pemberian wawasan baru. Dilanjutkan pada tahun 2013, ke-4, sebanyak 49 Pegawai UIN Jakarta di lingkungan rektorat dan 10 Fakultas mengalami rotasi, tujuannya adalah pegawai yang dirotasi akan dapat lebih banyak berinteraksi dan mendapat pengalaman baru, ke-(5) tahun 2015 UIN Jakarta merotasi 34 pegawai satpam PNS dan 48 pegawai satpamnon PNS dengan tujuan hindari kebosanan dan dalam rangka promosi,(6) tahun 2016, Rektor UIN Jakarta memutasi untuk meningkatkan kinerja layanan dan terfokus bagaimana UIN Jakarta menjadi universitas riset dan ke-(7) baru-baru ini tahun 2017 UIN Jakarta melakukan promosi dan rotasi mengingat adanya kekosongan jabatan dikarenakan memasuki usia pensiun. Dari hasil penelusuran terhadap rotasi pegawai tersebut di atas, terdapat disimpulkan bahwa rotasi terjadi bukan hanya untuk kalangan staf saja melainkan juga terhadap pimpinan Fakultas atau pimpinan administrative. Yang dimaksud dengan staf di lingkungan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta adalah staf administrasi dan Fungsional Pustakawan. Dari 26 Fungsional Pustakawan yang ada saat ini, 2 orang Pustakawan akan memasuki usia pensiun. Dan bukan hanya terjadi pada kalangan pegawai Pegawai Negeri Sipil saja, namun juga berimbas juga pada Pegawai Tetap Non Pegawai Negeri Sipil. Dan ada kemungkinan juga adanya rotasi atau mutasi pegawai atau mungkin dosen ke Iuar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Jika ini terjadi maka akan merugikan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai lembaga, hal ini dikarenakan dimungkinkan besar, pegawai atau dosen yang dimutasikan ke Iuar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta membawa bekal pengetahuan yang didapat dari UIN Syaiif Hidayatulllah semasa pegawai tersebut masih aktif. Pengetahuan yang dimaksud dalah pengetahuan berupa facitknowledge atau ilmu yang masih terpendam di dalam diri pribadi pegawai yang belum tersalurkan atau belum di sharingkan atau bahkan mungkin belum terdokumentasikan. Dan ini sangatdimungkinkan akan merugikan UIN Syarif Hidayatullah sebagai lembaga penghasil pengetahuan. Mengatasi masalah di atas, maka UIN Syarif Hidayatullah sudah saatnya membuat program pengelolaan pengetahuan atau dalam Bahasa Inggrisnya disebut sebagai Knowledge Management Program. Hal ini untuk menghindari terjadinya hilangnnya pengetahuan yang di bawa oleh para pegawai yang mutasi. Knonedge management adalah suatu system yang dibuat untuk menciptakan, mendokumentasikan, menggolongkan dan menyebarkan &nowledge dalam organisasi. Sehingga knowledge dapat digunakan kapanpun dan oleh siapapun jika diperlukan.” Melihat dari pengertian &nonledge management, maka yang sesuai dalam pengelolaan pengetahuan ini adalah Perpustakaan dan Pusat Arsip atau Record Centre. Sebagaimana dipahami bahwa perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak dana tau karya rekam secara professional dengan system yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi para pemustaka’Sedangkan Lembaga Kearsipan adalah lembaga yang memiliki atsip fungsi, tugas dan tanggung jawab di bidang pengelolaan statis dan pembinaan kearsipan.‘Perpustakaan mengelola koleksi sedangkan Lembaga Kearsipan mengelola arsip statis yang bernilai sejarah. Dari pengertian ke-2 lembaga informasi ini dapat dipahami bahwa perpustakaan dan lembag akearsipan dapat dikatakan sebagai lembaga pengelola pengetahuan, tidak heran, jika ke-2nya dapat dikatakan sebagai gerbangnya pengetahuan (&nowledge). Sebagai Perguruan Tinggi penghasil pengetahuan, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta saat ini belum memiliki Lembaga Kearsipan.. Saat ini hanya memiliki 1 (satu) gerbang pengetahuan, yakni Perpustakaan. Oleh karena itu dalam tulisan ini difokuskan hanya pada pengelolaan pengetahuan yang terdapat di perpustakaan. UIN Jakarta memiliki 11 Perpustakaan Fakultas, 1 Pusat Perpustakaan dan 1 Perpustakaan Pascasarjana. Masing-masing unit perpustakaan memiliki keunikan tersendiri, namun pegawai perpustakaan hampir dapat dikatakan setiap 3 tahun sekali mengalami rotasi dan bahkan ada yang akan pensiun. Sehingga dikhawatirkan skill faciz knowledgeyang dimiliki pegawai terbawa dan belum di transfer kepada rekan-rekannya. Sehingga terdapat kekosongan pengalaman atau kebingungan disaat pegawai dimutasi atau akan pensiun. Selain itu, perpustakaan sudah seharusnya memikirkan pengelolaan pengetahuan yang ada di luar perpustakaan untuk menambah pengelolaan /listory knowledge bagi lembaganya. Dengan latar belakang ini, menarik untuk dikaji bagaimanakah Pusat Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai pusatnya perpustakaan di lingkungan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mampu pengelolaan facit knowledge dan explisit knowledge yang masih tersebar di masing-masing individu dan unit lembaga yang ada di lingkunganUIN Syarif Hidayatullah Jakarta sehingga terekam dan terdokumentasi menjadi asset pengetahuan yang dapat dijadikan sumber informasi bagi sivitas akademika dan masyarakat pada umumnya. Tulisan ini membahas tentang pengelolaantacit knowledge dan explicit knowledgedi Pusat Perpustakaan UIN Syasif Hidayatullah Jakarta sebagai lembaga penyedia sumber pengetahuan.
Discussion
Knowledge Managementdalam mudahnya dipahami = sebagai bagaimana mengelola pengetahuan. Pentingnya pengelolaan pengetahuan digagas pertama kali oleh Nonaka dan kemudian pada tahun 1995 bersama Takeuchi membuat konsep yang mendalam tentang perbedaan antara pengetahuan explicit dan pengetahun tacit. Menurut Nonaka dalam Ningky Munir bahwa pengetahuan explicit dan pengetahuan 7acf dalam digambarkan sebagai berikut: tacit Artinya bahwa pengetahuan itu mencakup pengetahuan explicit dan pengetahuan tacit. Pengetahuan explicit adalah pengetahuan yang dapat diekspresikan dalam kata-kata angka, dan dapat disampaikan dalam bentuk formula ilmiah, spesifikasi, prosedur operasi standar, bagan, manual-manual. Pengetahuan ini dapat langsung dipelajari. Sedangkan pengetahuan tacit merupakan pengetahuan yang bersifat personal, hanya dimiliki oleh satu individu berupa perasaan pribadi, intuisi, pengalaman fisik, Bahasa tubuh dan petunjuk praktis.’ Pengetahuan yang digambarkan oleh Ningky di atas, mengambarkan bahwa 2 pengetahuan antara expliit dan tacit tergabung jadi satu manajemen pengetahuan. Menurut Grey dalam Kimiz Dalkir adalah “Knowledge Management isa collaborative and integrated approach to the creation, capture organization, access and nse of an enterprise’s intellectual assets”® (pendekatan kolaborasi dan integrase terhadap penciptaan, pemahaman tentang organisasi, akses dan pemanfaatan asset pengetahuan perusahaan). Sebagaimana yang telah diuraikan di atas bahwa salah satu lembaga yang mendapatkan tugas dalam mengakses dan mengelola pengetahuan salah satunya adalah Perpustakaan. Pusat Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai Unit Pelaksana Teknis yang memiliki tugas melaksanakan pelayaan, pembinaan dan pengembangan kepustakaan, mengadakan kerjasama antar perpustakaan, mengendalikan, mengevaluasi dan menyusun laporan kepustakaan. Sebagai lembaga pusat penyedia sumber informasi dan pendukung tercapainya visi UIN Jakarta menuju World ~ Class University, berbagai upaya peningkatan layanan dikembangkan Pusat Perpustakaan. Upaya yang dimaksud adalah menelusur dan mengakuisisi informasi sebagai penambah khazanah pengetahuan. Peran Pustakawan Management sebagai Pengelola Knowledge Pustakawan secara umum dikatakan sebagai pegawai yang memiliki tupoksi mengelola Perpustakaan. Secara peraturan perundang-undangan diartikan sebagai seseorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan *Kompetensi pustakawan disini yang menentukan terwujudnya pengelolaan dan pelayanan perpustakaan. Jika merujuk kepada SKKNI (Standar Komeptensi Kerja Nasional Indonesia) Bidang Perpustakaan Nomor 83 tahun 2012, dalam standar tersebut belum sepenuhnya disebutkan kompetensi pustakawan dalam mengelola pengetahuan. Dalam SKKNI yang dijadikan acuan pustakawan dalam berkinerja, disebutkan 3 macam kompetensi yang wajib pustakawan lakukan, diantaranya adalah: (1) kompetensi inti, (2) kompetensi khusus dan (3) komeptensi kunci. Kompetensi intidiantaranya melakukan: (a) melakukan seleksi bahan perpustakaan, (b) melakukan pengadaan bahan perpustakaan, (c) melakukan pengatalogan deskriptif, (d) melakukan pengatalogan subyek, (e) melakukan perawatan bahan perpustakaan, (f) melakukan layanan sirkulasi, (g) melakukan layanan referensi, (h) melakukan penelusuran informasi sederhana, (i) melakukan promosi perpustakaan (j) melakukan kegiatan literasi informasi, dan (k) memanfaatkan jaringan internet untuk layanan perpustakaan.’ Kompetensi khusus mengerjakan sesuatu yang specific diantaranya adalah (a) merancang tata ruang dan perabot perpustakaan, (b) melakukan perbaikan bahan perpustakaan, (c) membuat literature sekunder (d) melakukan penelusuran informasi komplek dan (e) melakukan kajian perpustakaan dan (f) membuat karya tulis ilmiah. Dan untuk komptensi kunci adalah semacam sikap kerja pustakawan dalam melaksanakan kompetensi umum, inti dan khusus.°Dari uraian SKKNI Pustakawan di atas, ada satu knowledge yang belum disentuh oleh pustakawan yaknipengelolaan tacit knowledge. Oleh karena itu untuk memahami facr knowledge, pustakawan diwajibkan mengembangkan diri memperolehnya melalui pendidikan dan atau pelatihan. 1. Pengelolaan Tacit Knowledge Pengelolaan zacit knowledgetidak ~ semudah membalikkan tangan. Perlu keahlian sendiri dalam mengelola pengetahuan ini, karena pada dasamya pengetahuan ini secara mudahnya dapat dipahami sebagai pengetahuan yang masih tersimpan dalam pikiran diri individu seseorang. Hal ini sesuai dengan pernyataan Malhotra (2005) dalamSusanti balwa facit knowledge is know how contains people’s bead" yang memiliki maknabahwa modal intelektual dan asset knowledge sebagian besar tersimpan dalam pikiran seseorang atau dalam hal ini adalah pegawaiSecara persentase asser knowledge di dalam organisasi tersimpan dengan komposisi (a) 42% di dalam pikiran (otak) pegawai (b) 26% di dalam dokumen hard ccopy (kertas), (c) 20% di dalam dokumen elektronik dan (d) 12% di dalam electronicbased knowledge.”* Presentase di atas menunjukkan balwa asser £nowledge terbesar berkenaan pengelolaan organisasi tersimpan dalam alam pikiran pegawai yakni sebesar 42%, selebihnya 58% tersimpan dalam bentuk dokumen.Dari sekian pegawai yang ada di lingkungan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dalam menjalankan tupoksinya tentu memiliki keahlian yang masih tersimpan dalam pikirannya. Untuk mengeluarkan skill yang masih tersimpan tersebut, dibutuhkan program khusus agar dapat dijadikan sumber referensi. Dalam tulisan ini, penulis akan memilih beberapa contoh zacit knowledge yang seharusnya dikelola oleh pustakawan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, diantaranya adalah: a. Mengelola assetr knowledge yang dimiliki pimpinan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Berkaitan dengan UIN Jakarta, maka mengkajinya dimulai dari masa ADIA, IAIN dan hingga sekarang UIN (Universitas Islam Negeri). Hal yang menarik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta adalah bahwa UIN Jakarta merupakan Perguruan Tinggi Islam Negeri yang pertama kali mengintegrasikan antara ilmu keislaman dengan sejumlah ilmu pengetahuan, sehingga muncullah Fakultas umum diluar keislaman.Oleh karena itu, perlu menggali gagasan-gagasan awal dari pimpinan UIN dan kebijakan-kebijakan selanjutnya yang belum terdokumentasikan. b. Mengelola asset knowledge yang dimiliki pimpinan Pusat Perpustakaan. Berkembangnya perpustakaan tidak terlepas dari pengetahuan yang dimiliki oleh pimpinan perpustakaan. Hal ini dapat ditelusur dari masa Kepala Perpustakaan ADIA, IAIN dan sampai masa UIN. Kebijakan-kebijakan yang belum terdokumentasi dapat dijadikan bahan pengetahuan pimpinan selanjutnya. c. Mengelola pengetahuan yang dimiliki pustakawan dan atau karyawan dalam mengembangkan dirinya di luar lembaga maupun di dalam lembaga. Pengiriman karyawan dan atau dosen di lingkungan UIN Syarif Hidayatullah untuk mengikuti seminar/workshop atau mengikuti lomba tertentu sesuai dengan skill yang dimiliki belum dibarengi dengan fransfer knowledge. Sehingga ilmu yang didapat dari hasil mengikuti seminar/workshop atau mengikuti lomba, masih melekat di pikiran individu yang bersangkutan. Budaya #ransfer fknowledge belum dibudayakan dikalangan d. Mengelola pengalaman karyawan yang melakukan bidang tertentu, yang belum pernah dialami karyawan lainnya dan pada saat melakukan kegiatan itu belum ada pedoman tertulis. Pengalaman ini sangat penting, sebagai rujukan pengganti petugas yang lama, atau ketika terjadi rotasi pegawai atau pensiun. Contohnya perlunya menggali pengalamanpetugas yang ditempatkan di laboratorium. Salah satunya petugas ruang mayat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Merupakan suatu keunggulan bagi UIN Jakarta memiliki pengetahuan komprehensif ketika merengkrut pegawai yang ditempatkan di laboratorium. e. Mengelola pengetahuan Fakultas yang dimiliki dosen dalam mengembangkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni dalam pengajaran, pengabdian masyarakat dan penelitian. Dengan adanya 12 dan 1 Sekolah Pascasarjana, terlihat bahwa terkumpulnya ilmu pengetahuan di lingkungan UIN Jakarta. Beragamnya racit knowledge yang dimiliki dosen, akan terlihat dari kualitas lulusan UIN Jakarta. Dosen yang berkualitas tidak hanya terlihat dari cara menstranfer ilmunya kepada mahasiswa, tetapi dilihat dari soft skill yang dimilikinya dalam memotivasi mahasiswa, bersikap terhadap sesama rekan dan berkolaborasi dengan pihakpihak terkait. f. Mengelola mahasiswa berprestasi baik di ajang akademik maupun di luar akademik. Prestasi di bidang akademik, misalnya baru-baru ini tahun 2017 yang dilakukan oleh 4 orang mahasiswa Fakultas Dirasah Islamiah dan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Al-Abqary dkk dalam perlombaan ASEAN Arabic Debate Championship 2017 di Ihtifal Institusi Pengajian Tinggi (IPT) se Asean di Malaysia. Bidang diluar akademik misalnya Arafah Rianti mahasiswi FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta salah satu pinalis (rummer #p) dalam Lomba Stand Up Comedy Academy 2 di Jakarta tahun 2016 dan Siti Nurmelia Baskarani, mahasiswa FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta runner Lomba Puteri Muslimah Indonesia tahun 2014. 2. Pengelolaan Explicit Knowledge Pusat Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dapat dikatakan sudah melakukan program explicit knowledge, diantaranya adalah melakukan kegiatan : a. Pengelolaan pengetahuan berupa karya skripsi, tesis dan disertasi yang dihasilkan mahasiswa dalam oper access Institusional Repository UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Repository berbasis Dspace ini dibangun pada tahun 2012 kerjasama antara Perpustakaan Pusat dengan Lembaga Penjamin Mutu (LPM), Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (Pustipanda) dan Perpustakaan Fakultas dan Pasca yang ada di lingkungan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.” Pengetahuan lainnya yang dihasilkan dosen dan karyawan, diantaranya adalah hasil penelitian, hak paten dan publikasi di jurnal lokal, nasional dan internasional. b. Memiliki wadah untuk sharing &nowledge antar pustakawan di lingkungan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam IKAPUS UIN (Ikatan Pustakawan UIN Jakarta). Sejak berdirinya tahun 1999, aktivitas kegiatan ini belum berjalan maksimal, baru sebatas telah adanya wadah pustakawan untuk berdiskusi. c. Dalam menstranfer pengetahuannya berupa koleksi referensi yang tersedia yang dapat Perpustakaanmemanfaatkan dimanfaatkan teknologi sivitas informasi akademika, berupaya menginformasikan melalui OPAC (Online Public Acces Catalogning) dan bahkan sudah gabung ke omesearch Indonesia. Terlihat dalam http://onesearch.uinjkt.ac.id/, terdapat 5 Perpustakaan dilingkungan UIN Jakarta yang baru gabung', diantaranya adalah: 1) 2) 3) 4) 5) 6) OPAC Pusat Perpustakaan dengan kekayaan sebanyak 78,014 koleksi, dapat diakses melalui http://tulis.uinjkt.ac.id/, website: http://perpus.uinjkt.ac.id, OPAC Perpustakaan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) dengan kekayaaan 16,338 koleksi, dapat diakses melalui http://opac.fitk.uinjkt.ac.id/, http://lib.fitk uinjkt.ac.id, website: OPAC Perpustakaan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) dengan kekayaan 7.937 koleksi, dapat diakses melalui http://opac.fidkom.uinjkt.ac.id, OPAC Perpustakaan Fakultas Ushuluddin (FU) dengan kekayaan 7,681 koleksi, http://opac.ushuluddin.uinjkt.ac.id dapat diakses melalui OPAC Perpustakaan Fakutas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dengan kekayaan 4,078 koleksi dapat diakses melalui http://opac.feb.uinjkt.ac.id, OPAC Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) denga kekayaan 647 koleksi, dapat diakses melalui http://opac.fah.uinjkt.ac.id, Sedangkan Perpustakaan yang belum tergabung dalam onesearch.uinjkt.ac.id, diantaranya adalah Perpustakaan Sekolah Pascasarjana dapat diakses melalui http://library.graduate.uinjktac.id/, sedangkan Perpusatkaan Fakultas lainnya seperti: Perpustakaan Fakultas Psikologi, Perpustakaan Dirasah Islamiyah, Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Perpustakaan Fakultas Sain dan Teknologi baru dapat diakses melalui link local. d. e-journal yang dilanggan Pusat Perpustakaan dapat diakses melalui website http://perpus.uinjkt.acid/. Akses ini hanya melalui IP UIN Jakarta. . Kemudian untuk misi kedepan, Pusat Perpustakaan UIN Jakarta sudah mulai terpikirkan untuk mengkoleksisejarah tentang ke UINan dan buku yang ditulis oleh dosen UIN Jakarta dengan sebutan Koleksi UIN-ANA. Hal ini juga sesuai dengan amanat Rektor UIN Jakarta, Prof. Dr. Dede Rosyada, MA dalam sambutannya pada Peresmian Gedung Pusat Perpustakaan pada tanggal 29 Januari 2016, bahwa Pusat Perpustakaan sebagai sumber informasi wajib mengkoleksi dan menyediakan ruang khusus untuk menyimpan dan melayankan buku yang dikarang dosen UIN Jakarta. Dengan adanya ruang khusus ini, civitas akademika UIN Jakarta maupun masyarakat umum dapat dengan mudah akses berkenaan dengan UIN-ANA. Jika melihat secara keseluruhan lembaga UIN Jakarta, maka UIN Jakarta sudah berupaya mengelola pengetahuan yang tercipta dengan memanfaatkan teknologi. Terlihat dari Website yang dibangun UIN Jakarta telah berupaya berbagi pengetahuan (sharing fknowledge) terlihat di linknya uinjkt.ac.id berupa: a. UIN dalam Buku yakni berupa kumpulan informasi buku yang dikarang Dosen UIN Jakarta, dapat diakses melalui http://www.uinjkt.ac.id /category/uin-dalam-buku, b. UIN dalam Buletin yang memuat tentang informasi UIN Jakartaditerbitkan oleh Pusat Dokumentasi dan Publikasi, diantaranya adalah: (1) Berita UIN yakni koran mini bulanan Edisi Bahasa Indonesia, (2) Akhbar Al-Jami’at yakni koran mini bulanan Edisi Bahasa Arab, dan (3) UIN News yakni koran mini bulanan Edisi Bahasa Inggris. Sedangkanl.P2M (LP2M) Newsletter merupakan publikasi bulanan yang diterbitkan Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Ke-4nya dapat diakses melalui http://www.uinjkt.ac.id/uin-dalam-buletin, c. Surat Keputusan Rektor yakni kumpulan Surat Keputusan (SK) Rektor yang telah disetujui dan ditandatangani Rektor berdasarkan usulan draft dari Senat Universitas, dapat diakses http://www.uinjkt.ac.id /surat-keputusan-rektor d. Senat dalam Buletin yakni berita senat bulanan edisi Bahasa Indonesia yang diterbitkan Senat UIN Jakarta, dapat diakses http: a. //www.uinjkt.ac.id /senat-dalam-buletin, Langkah untuk mengelola ke-2 pengetahuan ini, dapat diterapkan dengan mengikuti Pedoman Pelaksanaan Program Manajemen Pengetahuan (Kwonledge Management) yang dikeluarkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, dengan melakukan 3 tahap pelaksanaan, diantaranya adalah: Tahap 1 yakni merencanakan implementasi Manajemen Pengetahuan, dengan kegiatan diantaranya adalah: Mengidentifikasi konteks manajemen pengetahuan dalam f. organisasi b. Mengidentifikasi praktek manajemen pengetahan dalam organisasi c. Mengidentifikasi dan melakukan analisis terhadap para pemangku kepentingan d. Merumuskan strategi manajemen pengetahuan e. Mengembangkan strategi manajemen perubahan Mengembangkan strategi implementasi manajemen pengetahuan Tahap 2 yakni mengimplementasikan Manajemen Pengetahuan, dengan kegiatan diantaranya adalah: a. Pembentukan kebiasaan b. Penyediaan payung regulasi c. Pemanfaatan teknologi d. Penyelarasan dengan strategi manajemen perubahan Tahap 3 yakni mengevaluasi dan menyempurkan Manajemen Pengetahuan, dengan kegiatan diantaranya adalah: a. Mekanisme berkala untuk penyempurnaan dan pengembangan pengetahuan b. Pembangunan Community of Practices c. Terus menerus menyempurkan Tata Kelola dan Strategi Manajemen Pengetahuan’ Ke-3 tahap tersebut dapat dilakukan dengan adanya payung regulasi dan kebijakan dari pimpinan universitas, serta dukungan dari pustakawan sebagai pelaksana pengelola pengetahuan.
Conclusion
Berdasarkan uraian di atas, bahwa untuk mendukung UIN Syarif Hdiayatullah Jakarta menuju Worid Class University, Pusat Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta diharapkan dapat menjadikan lembaganya sebagai zconlembaga pengelola ilmu pengetahuan keislaman dan keindonesiaan di lingkungan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Harapan ini dapat terlaksana dengan dukungan dan kepedulian pimpinan sebagai penentu kebijakan dalam mengamankan asset pengetahuan, dan peningkatan keilmuan pustakawan sebagai pelaksana pengelola pengetahuan. Perlunya Pustakawan yang khusus menangani Knowledge Management, sehingga perancangan program pengelolaan zact knowledge dan explicit knowledge dapat berjalan. Selain itu perlunya integrasi asset pengetahuan yang masih tersebar di Perpustakaan Fakultas, akan menambah kahazanah kekayaan pengetahuan yang dimiliki UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.