Kembali
16
1
2018 Pustakaloka : Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 10 · 1 ISSN 2502-4108

TRANSISI DATA DAN INFORMASI DALAM PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN

Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Abstrak

Transisi data adalah peralihan data sampai menjadi wisdom. Mengapa transisi data, informasi, pengetahuan dan wisdom ini menarik untuk dikaji, karena ilmu pengetahuan tidak hanya dipahami sebagai hasil dari teori ilmiah dan hukum yang sifatnya statis, tetapi ilmu pengetahuan adalah sebuah proses, kegiatan dan kemampuan yang dikembangkan oleh para ilmuan sampai pada akhirnya menjadi sebuah kearifan/kebijaksanaan (wisdom). Permasalahan pokok yang terjadi adalah masyarakat khususnya kalangan dunia pendidikan lebih banyak disodori dengan berbagai hasil ilmu pengetahuan yang sudah jadi dan siap pakai, tanpa melihat proses kerja dan kegiatan ilmu pengetahuan. Atas dasar permasalahan tersebut, kita harus bisa membentuk watak seorang ilmuan, yaitu orang yang selalu tidak puas dan selalu gelisah mempertanyakan dan mempersoalkan segala sesuatu, bersikap kritis terhadap hasil pengetahuan yang telah dikembangkan oleh orang-orang terdahulu khususnya bidang ilmu perpustakaan. Sebuah pengetahuan atau informasi yang akan di layankan kepada pengguna di perpustakaan, sebelumnya harus diverifikasi terlebih dahulu dari mana sumber datanya dan bagaimana memaknainya agar dimengerti oleh pengguna sehingga informasi yang diterima benar-benar valid dan tidak menimbulkan kegelisahan dan perdebatan. Metode yang digunakan dalam memproses data diantaranya dengan melihat hubungan (relation), kemudian didesain dengan pola (pattern) tertentu, dan pada akhirnya menjadi prinsip (principle) yang harus dilakukan dan dilaksanakan bersama. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa untuk menjadikan data menjadi sebuah pengetahuan dan pada akhirnya menjadi prinsip yang bisa dilaksanakan oleh banyak orang sudah menjadi keharusan bagi pengelola informasi memiliki jiwa sebagai seorang ilmuan yang sejati yang tidak memiliki keberpihakan sehingga ilmu benar-benar berdiri diatas kebenaran.

Abstract

Data transition is a transition of data until it becomes wisdom. Why the transition of data, information, knowledge and wisdom is interesting to study, because science can not only be understood as the result of static scientific and legal theory, but science is the process, activity and ability developed by scientists to finally become wisdom. The main problem that occurs is the public especially the world of education more presented with various results of science that is ready and ready to use, without seeing the process of work and science activities.On the basis of this, we must be able to build the character of a scientist, the person who is always dissatisfied and always restless questioning and questioning everything, is critical of the results of knowledge that has been developed by the previous people specialized in the field of library science. A knowledge or information that will be presented to users in the library, must first be verified in advance where the data source and how interpret it to be understood by the user so the information received is completely valid and does not cause anxiety and debate. The method used in data processing by looking at relations (relations), then designed with a pattern (pattern) particular, and eventually become principles (principles) to be done and implemented together. Thus it can be concluded that to make the data into a knowledge and ultimately a principle that can be implemented by many people has become a necessity for information managers have a soul as a true scientist who does not have partiality so that science really stands above truth.Keywords: Data Transition, Information, Knowledge, wisdom.Latar BelakangIlmu pengetahuan memerlukan sekaligus menghasilkan informasi, yang lahir dari pola pikir manusia sebagai insan yang diberi olah Allah akal dan pikiran. Karena ilmu pengetahuan berasal dari kata tahu dan rasa ingin tahu itu yang sering kita kaitkan dengan filsafat dan filsafat terus berlangsung tanpa henti, yang ditemukan hanyalah jawaban-jawaban sementara dalam bentuk konsep atau ide atau pemikiran tertentu yang kemudian dipertanyakan dan dikritik terus menerus. Filsafat tidak akan menemukan titik akhirnya, sebagai sebuah pencarian dan perburuan akan kebenaran yang tak mengenal titik akhir, berkaitan dengan inilah filsafat sering disebut sebagai ilmu yang berupaya mencari yang paling akhir, yang paling dalam, yang paling benar.1Ketika ilmu pengetahuan semakin berkembang, semakin banyak informasi yang dibutuhkan. Dengan sendirinya, semakin banyak pula informasi yang dihasilkan. Proses ini yang membuat informasi yang tersedia menjadi melimpah.1Keraf A. Sonny, Ilmu Pengetahuan: Sebuah Tinjauan Filosofis(Yogyakarta: KANISIUS, 2001).16</p>
Keywords: Transisi Data · Informasi · Knowledge · Wisdom

Introduction

Ilmu pengetahuan memerlukan sekaligus menghasilkan informasi, yang lahir dari pola pikir manusia sebagai insan yang diberi olah Allah akal dan pikiran. Karena ilmu pengetahuan berasal dari kata tahu dan rasa ingin tahu itu yang sering kita kaitkan dengan filsafat dan filsafat terus berlangsung tanpa henti, yang ditemukan hanyalah jawabanjawaban sementara dalam bentuk konsep atau ide atau pemikiran tertentu yang kemudian dipertanyakan dan dikritik terus menerus. Filsafat tidak akan menemukan titik akhirnya, sebagai sebuah pencarian dan perburuan akan kebenaran yang tak mengenal titik akhir, berkaitan dengan inilah filsafat sering disebut sebagai ilmu yang berupaya mencari yang paling akhir, yang paling dalam, yang paling benar.! Ketika ilmu pengetahuan semakin berkembang, semakin banyak informasi yang dibutuhkan. Dengan sendirinya, semakin banyak pula informasi yang dihasilkan. Proses ini yang membuat informasi yang tersedia menjadi melimpah. Pengetahuan berkembang seiring dengan zaman yang dialami oleh setiap manusia, dalam hal ini berkembang sesuai dengan zaman yang dialaminya, dengan membawa data dan iformasi menurut format dan ciri khas masing-masing. Pengetahuan yang ada pada diri seseorang lahir dari berbagai sumber sesuai dengan zamannya itu, lahir dari kepercayaan yang didasarkan atas tradisi, apa yang masyarakat lakukan sebagai kebasaan, pengalaman yang didapat dari panca indera yang dimiliki, akal pikiran kemampuan intuisi dari masing-masing, dan ini dilengkapi dengan data dan informasi akhirnya lahir sebuah pengetahuan. Keterbatasan pengetahuan pada zaman-zaman terdahulu menjawab dari segala persoalan yang ada dalam kehidupan ini dengan menggunakan mitos untuk sebagai pemuas rasa ingin taunya. Pengetahuan juga di maknai sebagai rangkaian mengelola pemikiran di tuangkan dengan kegiatan di suatu organisasi yang kita kenal knowledge management. Perusahaanperusahaan di bidang informasi, para prefosionalnya memprektikan knowledge manajement dalam membentuk kegitan yang memposisikan pengetahuan sebagai basis manajetialnya.’ Setelah munculnya metodemetode untuk menjawab semua persoalan dengan penelitian, maka lahirlah ilmu pengetahuan yang akan digunakan dalam menentukan keputusan yang didasarkan kearifan (wisdom). Fenomena ilmu pengetahuan yang ada di masyarakat dan selalu menjadi perdebatan hingga sekarang, ini membuktikan bahwa ilmu pengetahuan semakin berkembang. Pemahaman kemampuan manuasi dalam mengolah informasi adalah sangat penting bagi perancangan sistem informasi. Karena itu manusia adalah elemen penting dalam pengolahan informasi, untuk menghindari kemungkinan pemakaian data, pengumpulan data, dan penyimpanan data yang tidak rasional. Karena perlu kita sadari keterbatasan manusia dalam berfikir dan memahami segala sesuatu. Sistem pengolahan informasi manusia terdiri dari sebuah pengolah indera masukan (sensory input), penggerak keluaran (motor ontpnt), dan tiga jenis ingatan : Ingatan jangka panjang (long-term memory/LTM), ingatan jangka pendek (short-term memory/STM) dan ingatan luar (external memory/ EM).? Sistem pengolahan lebih secara serial daripada paralel. Ini berarti bahwa manusia hanya dapat melaksanakan satu tugas pengolahan informasi pada saat yang bersamaan. Inilah yang menuntut manusia agar memiliki metode dalam mengolah data hingga menjadi informasi, dan hal yang dilakukan pada era sekarang ini adalah dengan menggunakan komputer sebagai alat bantu dalam mengolah informasi karena komputer dapat melakukan kegiatan secara paralel, artinya dapat melakukan dua atau lebih kegiatan secarsamaan. Informasi memiliki pengertian yang sangat luas bukan hanya dalam perilaku kehidupan sosial saja, bahkan dalam bidang-bidang lainnya yang disandingkan dengan informasi, misalnya teknologi informasi. Meskipun kita tidak bisa membantah bahwa perkembangan teknologi memiliki kaitan erat dengan perkembangan keduanya. Karena dalam perkembangan teknologi informasi berkembang, dan sebaliknya dengan adanya informasi komunikasi teknologipun berkembang pesat. Karenanya tepatlah bahwa perkembangan informasi dan teknologi bebentuk suatu era yaitu era informasi. Hubungan antara data dan informasi adalah seperti bahan baku sampai barang jadi. Dengan perkataan lain sistem pengolahan informasi yaitu mengolah data menjadi informasi atau lebih tepatnya sistem pengolahan data dari bentuk tak berguna menjadi berguna atau informasi bagi penerimanya. Dalam makalah ini penulis akan membahas bagaimana pemahaman tentang pentingnya suatu data yang diolah menjadi sebuah informasi sehingga melahirkan suatu ilmu pengetahuan yang berguna bagi masyarakat dan pada akhimya dapat membuat keputusan dalam menyelesaikan suatu persoalan, yang dilakukan secara adil dengan cara arif dan bijaksana (wisdom). Masalah yang perlu dicari solusinya adalah apakah jika kita mempunyai data, maka informasi bukan merupakan kebenaran ?, benarkah imajinasi melahirkan pengetahuan » dan benarkah ilmu pengetahuan membentuk manusia bijaksana . Data Sebagai Bukti Kebenaran Data dalam pemahaman ilmu social berasal dari bahasa Yunani “datum” yang berarti fakta. Data merupakan sesuatu yang belum memiliki arti ia hanya berupa benda yang dikumpulkan baik secara material maupun imaterial yang tersimpan dalam pikiran manusia, dan masih memerlukan pengolahan baik secara fisik maupun pemikiran. Menurut Cristine L. Borgman : “Data are not pure or natural objects with an essence of their own, they exist in a context, taking on meaning from that context and Jrom the perspective of the bebolder.* Menurutnya, bahwa data bukan obyek murni atau natural dengan esensi mereka sendiri. Mereka eksis dalam konteks, mengambil makna dari konteks itu dan dari perspektif yang melihatnya. Data dapat dipahami dalam kontek sosial dan budaya, tetapi kita juga jangan melupakan bahwa pemahaman tentang data ranahnya ilmu teknologi atau yang kita kenal dengan komputer sebagai medianya dan dapat disandingkan dengan infomasi menjadi teknologi informasi. Satuan data dalam kerangka dasar teknologi informasi sejak diciptakanya komputer bekerja atas dasar sistem biner. Sistem biner adalah sistem bilangan yang hanya mengenal dua macam angka yang disebut dengan istilah bit (binary digit), berupa 0 dan 1, hanya dengan dua kemungkinan bilangan inilah komputer dapat menyajikan informasi yang begitu berguna bagi peradaban manusia.3 Bit-bit dapat digunakan untuk menyusun karakter apa saja. Istilah karakter dalam dunia komputer berarti: Huruf misalnya A-Z, digit misalnya 0-9, selain huruf maupun digit ada berupa tanda +, &, bahkan simbol seperti 3. Kemudian nilai pada sebuah sistem biner yang berupa 0 atau 1 dinyatakan dalam sistem komputer dengan metode saklar yang hanya mengenal keadaan hidup atau mati. Hidup dinyatakan nilai 1 dan keadaan mati menyatakan 0. Ketika terjadi suatu aktivitas satuan yang terkecil berbentuk b, setelah bit bergabung menjadi sebuah filed dikumpulkan menjadi sebuah recod, kemudian record menjadi sebuah tabel data atau dokumen dan dokumen yang sudah tidak aktif lagi dan disimpan dengan alasan pendidikan, sejarah, kultur, dll., disebut dengan arsip. Kita mengenal data dalam konteks sosial dan budaya pada saat sudah menjadi arsip. Pengertian dari sebelum bit menjadi sebuah data dapat dijelaskan sebagai berikut : ® Freld (medan), menyatakan data terkecil yang memiliki makna. Istilah lain untuk untuk fe/d yaitu elemen data , kolom, item, dan atribut. Contoh field yaitu nama seseorang, jumlah barang yang dibeli, dan tanggal lahir seseorang. ® Reond (tekaman), menyatakan kumpulan dari sejumlah elemen data yang saling terkait. Sebagai contoh nama, alamat, tanggal lahir, dan jenis kelamin dari seseorang menyusun sebuah record. Istilah lain yang juga menyatakan record yaitu tupel dan baris. ® Tabel menghimpun sejumlah record. Sebagai contoh data pribadi dari semua pegawai disimpan dalam sebuah tabel Basis data adalah suatu pengorganisasian sekumpulan data yang saling terkait sehingga memudahkan aktivitas untuk memperoleh informasi. Sebagai contoh, basis data akademis mengandung tabel-tabel yang berhubungan dengan data mahasiswa, data jurusan, data mata kuliah, data pengambilan mata kuliah pada satu semester, dan nilai yang diperoleh mahasiswa.¢ Setelah aktivitas sudah menjadi sebuah data maka data-data itu diolah dalam berbagai kajian terutama data dalam konteks sosial dan budaya sehingga menjadi sebuah informasi dan pada akhirnya menjadi sebuah ilmu pengetahuan yang dapat bermanfa’at bagi masyarakat, data masih memerlukan penafsiran khusus sampai terbentuk suatu informasi yang bisa dimengerti oleh masyarakat. Mengenai data Richard E. Rubin berpendapat balwa “Data are the building blocks of information and knowledge. In this sense, data are numbers, letters, or symbols” Data menurutnya suatu bahan untuk membangun sebuah informasi dan pengetahuan. yang didalamnya terdapat angka, hurup, atau simbol. Sebuah informasi dan ilmu pengetahuan tidak akan terlahir, jika kita tidak memiliki data sebagai bukti untuk membuktikan bahwa suatu peristiwa atau kejadian itu benar sesuai dengan fakta yang ada. Ketika diberi sekumpulan data, terkadang agak sukar bagi kita untuk menangkap arti kumpulan data tersebut. Sekumpulan angka-angka tersebut perlu dirangkum sedemikian rupa agar dapat “berbicara” sehingga kita memiliki gambaran mengenai kumpulan data tersebut? Untuk menjadikan data itu mampu berbicara maka kita harus membuat suatu metode dengan menarasikan data-data itu menjadi sesuatu yang dapat dipahami yang kita kenal dengan deskripsi, dengan dideskripsikan maka data itu akan berbicara dan memiliki makna dan arti. Data merupakan fakta yang mewakili suatu kejadian, seperti harga, nilai, usia, jenis, ukuran dan sebagainya. Informasi adalah hasil dari pengolahan data yang dimiliki sehingga mengandung arti tertentu, seperti: Indek Prestasi Komulatif Lulusan, pemenang lomba, dIL Sedangkan pengetahuan adalah hasil pengolahan data menjadi informasi sehingga bermanfa’at bagi kehidupan. Untuk menjelaskan perbedaan itu kita bisa mencontohkan perbedaan diantara ketiganya : Data cotohnya suhu ruangan aula Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga 15% C. informasi, rangan aula menjadi dingin. Pengetahuan, Mahasiswa yang mengadakan kegiatan di aula dan tidak tahan udara dingin boleh memakai jaket. Data tidak berarti apapun, data dapat berbentuk rincian, fakta dan pengamatan empiris suatu peristiwa. Sedangkan informasi sudah memiliki suatu makna tertentu, data sudah diolah dengan menggunakan berbagam teknik tertentu. Dan bagi orang yang awam pada saat membaca informasi, mereka bisa mampu memahami arti dari informasi tersebut. Dalam proses pengolahan data sampai menjadi informasi, hasil dari pengolahan tersebut akan muncul dan disimpulkan sesuai sudut pandang dari keilmuan siapa yang meneliti dan memprosesnya, walaupun mempunyai tujuan yang sama tetapi deskripsi dan narasi serta pemahamannya ada perbedaan. Informasi Kumpulan Data Berdasarkan Fakta. Informasi adalah sekelompok data yang diolah dan pada akhirnya bisa memberikan informasi sehingga bermanfa’at bagi semua orang. Definisi secara umum informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfa’at dalam mengambil keputusan saat ini atau mendatang’ Informasi dapat mengenai data mentah, data tersusun, kapasitas sebuah saluran komunikasi dan sebagainya. Informasi yang ada dewasa ini tidak bisa kita bendung datang dan munculnya yang membawa kebaikan dan keburukan bagi penerimanya. Informasi yang berkembang di masyarakat meliputi kegiatan politik, pemerintahan, kegiatan sosial, dunia usaha, militer, penelitian, pengajar, tenaga lapangan, pelajar, dan mahasiswa. Kita sendiri yang akan menentukan niat dan tujuannya. Jika kita gunakan untuk keburukan maka terbuka untuk melakukannya dengan segala resikonya dan sebaliknya jika informasi itu kita gunakan untuk kebaikan maka akan membawa kita kejalan yang selamat. Data diproses dan diolah sehingga berguna dan informatif. Dalam pengolahannya bisa dengan statistik, analisa dan dibandingan dengan teori dan fakta-fakta lain, dan di era teknologi pengolahan data dapat dilakukan dengan menggunakan komputer memakai soffware aplikasi tertentu. Teknik pengolahan data mentah, terpisah dan belum dievaluasi yang akan terintegrasi dan menyeluruh. Diolah dengan tiga tahapan yaitu: Masukan atau input, kemudian diproses, dan menghasilkan output atau keluaran. Data dimasukan kemudian diproses yang akan menghasilkan output berupa informasi, sehingga bisa untuk menentukan keputusan. Dapat digambarkan sebagai berikut : Gambar: Data, Informasi dan Keputusan.!® Data yang diolah melahirkan informasi, dalam kenyataanya setiap manusia menafsirkan berbeda sesuai dengan sudut pandang keilmuan masing-masing. Putu Laxman Pendit memandang informasi dari sudut perpustakaan ialah terkait dengan data buku, dengan demikian beliau mengartikan bahwa Ilmu informasi lebih dikaitkan kepada penanganan dokumen dan terfokus pada isi, lokasi, anotasi, klasifikasi dan pengindeksan.!! Pada saat berbicara data maka akan berkembang ke data digital. Digital berasal dari kata digit yang dapat diartikan dengan angka, kata digital selalu dikaitkan dengan komputer karena komputer bekerja berdasarkan berdasarkan prinsip binary digit.* Sementara itu menurutnya bahwa ketika informasi dikaitkan dengan komunikasi yang menggunakan bahasa manusia, apa yang kita dengar dan pakai sehari-hari belum cukup akurat, untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya dimaksud informasi, setidaknya ada dua kemungkinan pengertian informasi yaitu : 1. Sebagai pesan dalam bentuk rangkaian simbol-simbol secara apa adanya; sebagai sesuatu yang dapat ditangkap oleh panca indera manusia dan dapat saling dipertukarkan. 2. Sebagai makna yang terkandung di dalam keseluruhan medium yang digunakan, dan yang dapat diartikan secara berbeda antara si pengirim dan sipenerima.l3 Informasi yang diterima dari pengirim dan penerima terkadang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pengirim, inilah yang disebut salah informasi, ini diakibatkan oleh kesalahan menyampaikan dari pengirim, bahkan sebaliknya justru kesalahan itu berasal dari penerima sendiri yang salah dalam memaknai informasi yang diterima dari sipengirim informasi. Untuk menghindari hal yang demikian kita harus berhati-hati dalam menyampaikan dan menerima informasi apalagi untuk kepentingan orang banyak. Pada saat informasi itu datang ke kita maka kita, kita harus benar-benar menela’ah, jika perlu kita mencari sumber yang akurat, bahkan orang sampai membandingkan tiga informasi, baru diterima oleh kita kemudian kita sampaikan kepada orang lain. Konsep informasi menurut menurut Christopher Lasch (1983, p-162) yang ditulis oleh Donlald D. Case, bahwa : “Inforatin, usnally seen as the precondition of debate, is better nnderstood as its by-product. When we get into argnments that focus and engage out attention, we become avid seekers of relevant information. Othenwise we take in information passively - if we take it in at all1* Christopher menjelaskan bahwa informasi biasanya dilihat sebagai persyaratan debat, lebih dipahami sebagai hasil produk sampingannya, ketika kita masuk kedalam argumen yang memusatkan perhatian dan menarik perhatian kita. Kita menjadi pencari informasi yang cerdik, jika tidak, kita akan mendapatkan informasi yang pasif. Dalam pelaksanaanya informasi yang kita terima terkadang membingungkan, apalagi di era internet sekarang ini, informasi mudah diterima dari manapun dalam waktu yang cepat. Informasi tidak dapat kita bendung, dari informasi yang bernuansa islami, kriminal, keluarga, bisnis, politik, dan masalah kehidupan remaja, semuanya bercampur menjadi satu dalam bentuk format yang variasi bisa ditampilakan dalam tulisan, gambar, video dIl. Informasi yang berkembang itu dalam lingkup sistem informasi, memiliki beberapa ciri : 1. Benar atau salah, ini dapat bethubungan dengan realitas atau tidak, bila penerima informasi yang salah mempercayainya, akibatnya sama seperti yang benar. 2. Baru, informasi sama sekali baru dan segar bagi penerimanya. 3. Tambahan, informasi dapat memperbaharui atau memberikan tambahan baru pada informasi yang telah ada. 4. Korektif, informasi dapat menjadi suatu koreksi atas informasi salah atau palsu sebelumnya. 5. Penegas, informasi dapat mempertegas informasi yang telah ada, ini masih berguna karena meningkatkan persepsi penerimanya atas kebenaran informasi tersebut.3 Dari ciri-ciri itu, kita dapat memilih mana yang dianggap penting bagi kehidupan dan mana yang bisa membahayakan baik untuk diri kita maupun lingkungan dimana kita berada. Informasi ada yang sifatnya sebagai hiburan saja, ada yang bermanfa’at untuk pengembangan ilmu pengetahuan, bahkan ada yang berbahaya bagi diri kita, tergantung dengan kita untuk menempatkan tujuan kita. Sementara itu untuk generasi muda yang ingin menyerap informasi yang ada di dunia melalui internet tentu harus dibentengi dengan dasar agama dan keyakinan yang kuat agar terhindar dar hal yang membahayakan. Orang bisa memanfa’atkan informasi sebagai alat untuk menipu, merugikan orang lain, membuat celaka orang lain hingga membahayakan nyawa orang. Ada juga informasi dijadikan sebagai sarana untuk bersilaturahmi, memberikan nasehat, dan menjadi ajang untuk mengembangkan kreasi dan bakat yang bisa bermanfa’at untuk diri dan lingkungannya. Imajinasi Melahirkan Pengetahuan. Mitos adalah imajinasi manusia yang menerangkan gejala-gejala pada alam sekitar pada saat tertentu yang kemudian dikaitkan dengan kepercayaan adanya kekuatan gaib. Namun, dikarenakan adanya keterbatasan manusia dalam menjelaskan hal tersebut, maka manusia pada masa itu mengumpamakan imajinasi tersebut dengan seorang dewa atau dewi, tokoh misteri dan hal-hal yang berbau mistis. Oleh karena itu, pengetahuan yang dihasilkan bersifat subyektif atau menurut pandangan (perasaan) sendiri. Berbekal kesadaran itu pula, manusia belajar mengenali kediriannya sekaligus mempersepsi alam dalam dunianya. Menurut Carl Sagan, manusia mampu mengenal dunia, dan memang selalu begitu. Manusia selalu bisa melakukan perburuhan dan membuat api oleh karena manusia bisa membayangkan sesuatu (imajinasi).'® Imajinasi sendiri merupakan daya untuk membentuk gambaran atau konsepkonsep mental yang tidak secara langsung didapatkan dari sensasi (pengindraan). Berbeda dengan fantasi yang tak ubahnya daya khayal dan berkaitan dengan objek yang tidak mungkin ada dalam kenyataan, imajinasi justru daya yang menghasilkan objek yang mungkin.'” Jean Paul Sartre mengartikan kata imajinasi merujuk pada hubungan kesadaran dengan objek; imaji merupakan cara dimana objek menampakkan dirinya dalam kesadaran, atau cara di mana kesadaran menghadirkan objek untuk kesadaran itu sendiri."® kesadaran-imajinatif, pada titik ini menjadi salah satu tema besar dan persoalan yang menarik untuk diulas dalam kerangka filsafat manusia. Kesadaran-imajinatif tersebut merujuk pada keberadaan manusia sekaligus proses manusia memaknai realitas (dunia). Dari proses tersebut, manusia lantas membangun sebuah bangunan imajinasi kosmologis yang memiliki karakter dan corak masing-masing. Di titik ini, kiranya manusia bisa disebut sebagai makhluk kosmos yang tiada henti berproses memaknai dunia. Enstein mengatakan : Kebanyakan orang mengatakan bahwa kecerdasanlah yang melahirkan seorang ilmuwan besar. mereka salah, karakterlah yang melahirkannya, tanda kecerdasan sejati bukanlah pengetahuan, tapi imajinasi. Ilmu Pengetahuan Melahirkan Kebijaksanaan (Wisdom). Pengetahuan adalah informasi yang mengalami pengayaan atau kemampuan untuk menindaklanjuti informasi sedangkan wisdom merupakan kemampuan seseorang untuk menentukan kapan seseorang menggunakan &nowledge atau pengetahaun. Pengetahuan memiliki kata dasar tahu, pemahaman secara umum bahwa kita dapat menegaskan bahwa pengetahuan adalah keseluruhan pemikiran, gagasan, ide, konsep, dan pemahaman yang dimiliki manusia tentang dunia dan segala isinya, termasuk manusia dan kehidupannya. Ilmu dalam bahasa Arab berasal dari kata alama artinya mengecap member tanda, sedangkan ilmu berarti pengetahuan.”” Dalam bahasa Inggris berarti sience yang berasal dari bahasa latin scentia, yang merupakan turunan dari kata sore, dan mempunyai arti pengetahuan (fo &now), yang juga berarti belajar (7o leam)’ Sedangkan ilmu pengetahuan adalah keseluruhan sistem pengetahuan manusia yang telah dibakukan secara sistematis.” Ini berarti bahwa pengetahuan lebih sepontan sifatnya, sedangkan ilmu pengetahuan lebih sistematis dan reflektif. Dengan demikian, pengetahuan jauh lebih luas daripada ilmu pengetahuan, karena pengetahuan mencakup segala sesuatu yang diketahui manusia tanpa petlu berarti telah dibakukan secara sistematis. Pengetahuan mencakup penalaran, penjelasan dan pemahaman manusia, tentang segala sesuatu, juga mencakup praktek atau kemampuan teknis dalam memecahkan berbagai persoalan hidup yang belum di bakukan secara sistematis dan metodis. Proses pengetahuan menjadi ilmu pengetahuan terjadi setelah orang mendapatkan objek tertentu dengan menggunakan panca indra (mata, hidung, telinga, lidah, kulit). Cara memperoleh pengetahuan menurut para ahli ada dua cara yaitu tradisional atau non ilmiah dan ilmiah melalui penelitian. Yang non ilmiah dengan cara trial and eror/coba salah, kekuasaan atau otoritas, pengalaman pribadi, jalan pikiran/intuisi, dan yang paling dikenal dengan menjawab semua persoalan dengan mitos. Sedangkan ilmiah sudah melalui berbagai percobaan yang kita kenal dengan penelitian yang logis, sistematis, rasional dan dapat diukur. Setelah pengetahuan itu melalui tahapantahapan tersebut baru di akui sebagai ilmu pengetahuan. Pengetahuan lahir dari data kemudian diolah menjadi informasi yang selanjutnya bermanfa’at bagi orang banyak inilah lahir sebuah pengetahuan dan pada akhirnya melahirkan kebijakan pada lembaga dan kebijaksanaan bagi pemimpin atau para ilmuan untuk menentukan tindakan yang bijaksana. Dapat digambarkan sebagai berikut : Dari gambar di atas dapat dijelaskan bahwa perubahan data sampai kepada kebijaksanaan (wisdom) melalui tahapan-tahapan tertentu. Perubahan data menjadi informasi sejauh mana data itu dimengerti dan ada hubungan dan ada keterhubungan dari peristiwa satu dengan yang lainnya maka akan terbentuk informasi. Sementara itu informasi akan berubah menjadi pengetahuan ketika ada pola pemahaman dari informasi dengan metode-metode tertentu diuraikan dan analisa ketika itu sudah menjadi kesepahaman maka munculah pengetahuan. kemudian pengetahuan yang dipahami oleh semua pihak dengan prinsip-prinsip tertentu yang sudah menjadi kesepakatan maka itu akan menjadi kebijakan dan keadilan dengan secara arif, maka lahirlah kebijaksanaan (wisdom). Sementara itu Richard E. Rubin menjelaskan bahwa : “Wisdom, altrbongh not always part of the discustion, is also an important notion. Wisdom can be appreciated as knowledgeapplied to buman ends to benefit the word. In this sense wisdom is imbued with vale”.”’ Richard berpendapat bahwa kebijaksanaan meski tidak selalu menjadi bagian dari diskusi, tetapi merupakan gagasan penting, kebijaksanaan bisa diapresisikan karena pengetahuan diaplikasikan pada tujuan manusia untuk memberi manfa’at bagi dunia, dalam pengertian ini kebijaksanaan dijiwai dengan nilai-nilai. Seseorang dapat menerapkan pengetahuan untuk tujuan tidak bermoral, jadi ketika ilmu pengetahuan bisa bermanfa’at dan memberikan keadilan maka munculah sebuah kebijaksanaan dalam menyelesaikan semua persoalan yang ada di masyarakat bahkan di dunia

Conclusion

Data berupa simbol-simbol, informasi data yang diproses agar dapat dimanfa’atkan, dimana informasi ini digunakan untuk menjawab pertanyaan tentang siapa (who), apa (what) dimana (where) dan kapan (when), fnowledge merupakan aplikasi dari data dan informasi dalam menjawab pertanyaan bagaimana (bow). Understanding mengekspresikan pertanyaan why (mengapa), dan wisdom adalah evaluasi dari #nderstanding. Data dan informasi dibedakan berdasarkan pengorganisasian sedangkan informasi dan &nowledge dibedakan berdasarkan interpretasi, sehingga &nowiedge bukan merupakan data dan informasi. seseorang dapat memperoleh kenowledge dari pengalaman (experience), pemikiran/pertimbangan/penalaran (reasoning), intuisi (intuition) dan pembelajaran (learning). Seseorang dapat mengembangkan knowledge yang dimilikinya, sedangkan yang lainnya dapat melakukan proses saling berbagi &nowledge, knonledge seseorang dapat dikombinasikan dengan knowledge orang lain dan menghasilkan &nowledge yang baru yang dapat diterapkan menjadi kearifan dan kebijaksanaan di masyarakat yang kita kenal dengan wisdom. Kebenaran dalam ilmu pengetahuan tidak ada selesainya dia akan terbantahkan ketika ada data baru yang lebih akurat dan benar, dan seorang ilmuan harus menerima keadaan itu. Tidak ada yang abadi didunia ini, semua akan hilang dan tumbuh kembali. tetapi sebagai ilmuan harus menghargai karya pendahulunya serta mengembangkan keilmuan yang telah ada dengan penemuan baru yang dilengkapi dengan data dan informasi yang dapat dipertanggung jawabkan. Kebanyakan orang mengatakan bahwa kecerdasanlah yang melahirkan seorang ilmuwan besar. mereka salah, karakterlah yang melahirkannya, tanda kecerdasan sejati bukanlah pengetahuan, tapi imajinasi karena imajinasi sendiri merupakan daya untuk membentuk gambaran atau konsepkonsep mental yang tidak secara langsung didapatkan dari sensasi (pengindraan)