Kembali
16
1
2020 Pustakaloka : Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 12 · 1 ISSN 2502-4108

TINGKATLITERASI DIGITAL MAHASISWA JURUSANILMU PERPUSTAKAAN DALAM PEMANFAATANE-RESOURCESUIN RADEN FATAH PALEMBANG

Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang; Institut Agama Islam Negeri Curup

Abstrak

Tulisaninibertujuan untuk menganalisistingkatkemampuanliterasidigitalmahasiswaJurusan IlmuPerpustakaanangkatan 2016dalammemanfaatkane-resourcesUIN Raden Fatah Palembang. Penelitianinimerupakan penelitian deskriptif dengan pendekatankuantitatif. Metodepengumpulan data menggunakan kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Populasidalam penelitian ini adalah seluruhmahasiswaIlmuPerpustakaan angkatan 2016.Uji validitas menggunakanrumuspearson product momentdan uji reliabilitasmenggunakan rumusalpha cronbach.Hasil penelitian inimenunjukkan bahwaanalisis kemampuan literasi digital dalam pemanfaatane-resourcesolehmahasiswaIlmu Perpustakaanangkatan2016 UIN Raden Fatah Palembangtergolong tinggi. Total nilai rata-rata dari seluruhsub variabeldalam penelitian inisebesar 3,95. Dengan rentang skala 0,8 maka nilai interpretasi skor dalampenelitian ini adalah3,4-4,2=Tinggi. Kesimpulannya bahwatingkat kemampuanliterasi digital dalam pemanfaatane-resourcesoleh mahasiswa Ilmu Perpustakaanangkatan 2016adalah tergolong tinggi.</p>

Abstract

This paper aims to analyze the level of digital literacy ability of Library and Information Science students’ class of 2016 in utilizing the e-resources of UIN Raden Fatah Palembang. This research is a descriptive study with a quantitative approach. Data were collected using questionnaires, observations, and documentation. The population in this study were all library students’ class of 2016. The validity test used the Pearson product moment formula and the reliability test used the Cronbach alpha formula. The results of this study indicate that the analysis of digital literacy ability in utilizing e-resources of students is relatively high. The total average value of all sub-variables in this study was 3.95. With a scale of 0.8 the interpretation of the score in this study is 3.4-4.2 = High. The conclusion is that the level of digital literacy ability in the use of e-resources by Library Science students in 2016 is relatively high
Keywords: Digital literacy · students of the Department of Library Science · e resources · UIN Raden Fatah Palembang

Introduction

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sangat pesat saat ini sehingga menciptakan sebuah integrasi antara satu media dengan media lain yang membentuk kemunculan media baru yang lebih kompleks. Media baru yang saling terintegrasi tersebut adalah media digital berbasis internet. Kemunculan internet mengakibatkan hubungan informasi dari seluruh penjuru belahan bumi mana pun berjalan begitu cepat yang mempermudah manusia untuk memperoleh dan menyebarkan informasi apa pun dan dimana pun, kemampuan internet inilah yang akhirnya memunculkan ledakan informasi. Berdasarkan usia pengguna, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dan Pusat Kajian Komunikasi Universitas Indonesia (Puskakom UI) yang dipublikasikan pada bulan Maret 2015 menyatakan bahwa mahasiswa berada di posisi kedua sebagai pengakses internet terbesar di Indonesia yaitu sebanyak 18% atau sekitar 1.585.800 dari total pengguna internet Indonesia yang berjumlah 88,1 juta dan sebanyak 29,3% dari pengakses internet dari kalangan mahasiswa tersebut menyatakan alasan mereka menggunakan internet adalah untuk kepentingan pendidikan.1 Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah mempengaruhi segala aspek kehidupan baik di bidang pemerintahan, keuangan dan perbankan, sosial budaya, industri, dan bahkan di dunia pendidikan. Kemajuan teknologi ini merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Seiring berjalannya perkembangan teknologi maka semakin banyak juga yang dapat memanfaatkannya dari usia remaja hingga dewasa. Teknologi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia, dan memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktivitas manusia Perkembangan teknologi dan internet tersebut mengakibatkan sumber daya informasi digital sangat melimpah. Setiap orang bebas untuk memasukkan informasi di dunia maya tanpa batasan. Ada istilah digital native untuk menyebut generasi muda yang saat ini hidup di era digital, saat internet menjadi bagian dari keseharian dalam hidupnya. Kondisi para peserta didik saat ini khususnya mahasiswa sangat bergantung pada mesin pencarian (search engine) seperti Google dalam mencari informasi. Fenomena di atas mengakibatkan perubahan perilaku mahasiswa dalam memanfaatkan dan mengelola informasi. Keragaman bentuk dan tipe informasi ini seharusnya mendorong agar lebih selektif dan mampu memaksimalkan penggunaan hasil kemajuan teknologi informasi. Pengaruh teknologi web ini kemudian memicu munculnya revolusi industri di dunia penerbitan yang menyebabkan terjadinya transformasi dalam proses dan pengelolaan penerbitan atau publikasi dan penyebaran informasi. Penerbitan sumber elektronik kemudian telah menjadi tren bagi masyarakat informasi baru dalam mendapatkan informasi yang tepat dari orang yang tepat dan di waktu yang tepat pula. Penerbitan sumber elektronik selanjutnya menjadi pilihan bagi hampir sebagian besar masyarakat dan dijadikan sebagai sumber rujukan utama dikarenakan mampu memberikan akses yang cepat dan mudah kepada berbagai informasi melalui kehandalannya dalam pencarian dan penemuan informasi sekaligus secara kuantitas lebih banyak diproduksi ketimbang bentuk-bentuk tercetak. Penerbitan elektronik juga dianggap suatu bentuk publikasi yang berkualitas, menyenangkan dan menarik karena mampu menyajikan berbagai bentuk informasi dari mulai teks, gambar, tabel, grafik, dan lain-lain.2 Secara umum, sumber-sumber informasi elektronik atau dikenal dengan e resources adalah sumber- sumber informasi yang dikemas atau disimpan dalam bentuk elektronik. Sumber-sumber informasi elektronik dapat merupakan hasil alih bentuk dari format lain yang dikenal dengan reproduksi atau digitalisasi, dan dapat pula merupakan terbitan yang sengaja dikemas dalam format elektronik atau digital (digital born) sebagai bentuk suatu penerbitan atau e-publishing. Saxena dalam Andayani, 2014 menjelaskan bahwa jenis-jenis penerbitan elektronik sangat beragam, yaitu mencakup buku elektronik (e-books), terbitan berkala elektronik (e-periodicals), database elektronik (e-databases), penerbitan elektronik dalam CD-ROM, POD (Print On Demand), konten digital, dan tinta elektronik (e-ink). Selanjutnya, Wikoff menyebutkan bahwa yang disebut dengan sumber-sumber elektronik adalah, pangkalan data, koleksi jurnal elekronik, buku elektronik, teknologi terhubung, dan sistem manajemen sumber elektronik.3 Kemudahan akses dan melimpahnya informasi yang dapat diperoleh melalui internet, di sisi lain justru mengakibatkan mahasiswa menjadi kurang selektif dalam memilih sumber informasi yang akan digunakannya. Kemudahan untuk membagikan dan mengakses informasi digital melalui internet kini justru mengakibatkan banyaknya informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan beredar luas melalui berbagai media publikasi digital. Salah satu contohnya adalah blog yang tidak mencantumkan kejelasan sumber informasi. Pun ternyata masih banyak mahasiswa yang menggunakan informasi tersebut sebagai rujukan tugas akademiknya, padahal di internet juga tersedia sumber informasi digital seperti electronic resources (e-resources) yang bersifat open access yang dapat diakses dengan menggunakan komputer personal, mainframe, atau perangkat mobile dari jarak jauh melalui internet ataupun intranet yang terdiri dari berbagai jenis seperti e-book, e-journal, full text database, database indexing dan abstracting, e-images, e-audio, video, dan lain-lain.4 Untuk menanggulangi kondisi tersebut maka dibutuhkan keterampilan khusus yang dikenal dengan istilah pola literasi. Pola literasi merupakan bentuk atau struktur yang terjadi pada suatu keadaan yang terus menerus yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam melakukan serangkaian pembelajaran mulai dari tahapan menerima dan membaca hingga tahapan menciptakan.5 Salah satu jenis literasi yang berkaitan dengan kemampuan khusus dalam menggunakan berbagai informasi dalam format digital adalah literasi digital. UNESCO (United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization) pada mulanya menjelaskan literasi merupakan kemampuan untuk membaca dan menulis teks dan memaknai isi dari suatu bahan bacaan. Pada perkembangannya, literasi dimaknai sebagai kesadaran dan kebutuhan informasi seseorang, kemampuan mengidentifikasi, menemukan, mengevaluasi, mengorganisasi, menciptakan, menggunakan, mengomunikasikan informasi, untuk pemecahan masalah. Literasi saat ini telah berkembang dan memunculkan suatu bentuk literasi baru yang dinamakan literasi digital.6 Selanjutnya Bawden mengungkapkan bahwa literasi digital sebagai suatu kemampuan untuk membaca dan memahami informasi dalam bentuk hypertext atau informasi dalam format multimedia. Literasi digital berbeda dengan literasi tradisional, hal tersebut dikarenakan sumber digital yang ada pada saat ini dapat menghasilkan beragam bentuk informasi yang diantaranya berupa teks, gambar, suara, serta bentuk yang lainnya.7 Jadi, literasi digital bukan hanya sekedar kemampuan untuk menggunakan sumber digital tersebut, namun juga kemampuan berfikir terhadap informasi yang didapatkan dari berbagai sumber multimedia secara efektif. Maka pada dasarnya kompetensi utama literasi digital berkaitan dengan bagaimana cara seseorang dapat mencari dan menemukan informasi yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhannya dengan menggunakan kemampuan teknis dan melibatkan pengetahuan serta keterampilan yang sifatnya lebih kompleks untuk dapat mencapai kualitas penggunaan e-resources yang baik. Dengan demikian, wajar jika antara kompetensi utama literasi digital dengan kualitas penggunaan e-resources memiliki hubungan yang cukup berarti karena kompetensi utama literasi digital memegang peranan yang sangat penting dalam menentukan kualitas penggunaan e-resources walaupun tidak sepenuhnya kerena kualitas penggunaan e-resources juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti sikap dan perspektif dari pengguna informasi itu sendiri. Perkembangan literasi digital menjadi tuntutan akademik pada tiap jenjang pendidikan di Indonesia berbeda-beda, khususnya pada perguruan tinggi. Salah satu pengguna sumber digital yang termasuk dalam kalangan remaja dan dewasa awal adalah mahasiswa. Mahasiswa saat ini cenderung lebih memilih mencari informasi melalui mesin pencari dari pada membuka buku tercetak. Hal ini menunjukkan bahwa sumber digital menawarkan berbagai kebutuhan dalam mencari informasi.8 Selain itu, diketahui pula bahwa mahasiswa memiliki akses internet yang cukup luas karena minat penggunaan perangkat seperti telepon selular dan komputer yang cukup tinggi. Kurangnya pemahaman dan pengetahuan mahasiswa akan ketergantungan internet serta dampak negatif yang ditimbulkan akan menyebabkan terganggunya berbagai aspek kehidupan, baik sosial, individu, maupun akademik. Generasi yang tumbuh dengan akses yang tidak terbatas dalam pemanfaatan sumber digital mempunyai pola berpikir yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Setiap orang hendaknya dapat bertanggung jawab terhadap bagaimana menggunakan teknologi untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Digital memungkinkan orang untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan keluarga dan teman dalam kehidupan sehari-hari. Sayangnya, dunia maya saat ini semakin dipenuhi konten berbau berita bohong, ujaran kebencian, dan radikalisme, bahkan praktik-praktik penipuan. Keberadaan konten negatif yang merusak ekosistem digital saat ini hanya bisa ditangkal dengan membangun kesadaran dari tiap-tiap individu. Berkaitan dengan kemampuan literasi informasi mahasiswa, penilaian terhadap kemampuan literasi informasi mahasiswa pernah diteliti oleh Rodin yang menyimpulkan bahwa 59% koresponden selalu menyertakan nama penulis dan sumber pada setiap kutipan dalam karya mereka.9 Ini menunjukkan bahwa pengguna sudah memiliki kemampuan untuk memahami masalah ekonomi, hukum dan sosial yang terkait dengan penggunaan informasi secara hukum dan etika. Selanjutnya, 41% responden selalu merumuskan langkah-langkah ketika akan mencari informasi. Ini menunjukkan sebagian besar pengguna merumuskan hal pertama yang akan mencari informasi. Maka 52% responden selalu menggunakan strategi dalam mencari informasi. Dari hasil ini, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar pengguna memiliki keterampilan literasi informasi yang baik dalam mencari informasi yang mereka butuhkan.10 Mahasiswa ilmu perpustakaan merupakan mahasiswa aktif berperan dalam pemanfaatan sumber-sumber informasi elektronik (E-Resources). Mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan angkatan 2016 UIN Raden Fatah Palembang angkatan 2016 mengungkapkan bahwa proses kegiatan perkuliahan mulai dari belajar, pembuatan tugas dapat dilakukan sangat efektif melalui pemanfaatan sumber sumber informasi elektronik. Mahasiswa juga tidak asing lagi dengan sumber digital dan pemanfaatan teknologi terbukti bahwa rata-rata dari mereka memiliki perangkat digital seperti telepon pintar dan laptop. Selain itu mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan 2016 UIN Raden Fatah Palembang sebelumnya telah menempuh mata kuliah literasi. Hal ini menimbulkan permasalahan akan pemanfaatan sumber digital tersebut. Maka dengan adanya permasalahan tersebut namun belum diketahui apakah mahasiswa tersebut sudah memanfaatkan sumber digital dengan baik dan benar sehingga perlu diadakan sebuah penelitian mengenai hal tersebut. Berdasarkan uraian diatas maka peneliti tertarik untuk meneliti tentang “Tingkat Literasi Digital Mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan Angkatan 2016 Dalam Pemanfaatan E-Resources UIN Raden Fatah Palembang”. Berdasarkan latar belakang di atas dapat dirumuskan masalah dalam penelitian ini yaitu: 1) Bagaimana tingkat literasi digital mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan angkatan 2016 UIN Raden Fatah Palembang dalam pemanfaatan E Resources?; 2) Indikator apa saja yang perlu ditingkatkan oleh mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan angkatan 2016 UIN Raden Fatah Palembang? Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini yaitu: 1) Untuk mengetahui tingkat kemampuan literasi digital mahasiswa jurusan Ilmu Perpustakaan angkatan 2016 UIN Raden Fatah Palembang dalam pemanfaatan E Resources; 2) Untuk mengetahui indikator yang perlu ditingkatkan dalam literasi digital mahasiswa jurusan Ilmu Perpustakaan angkatan 2016 UIN Raden Fatah Palembang

Method

Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Adapun dalam menentukan jenis sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu yang berdasarkan kriteria penelitian.11 Adapun sampel yang digunakan yaitu sebagai berikut: 1. Mahasiswa Ilmu Perpustakaan angkatan 2016 Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah Palembang. 2. Mahasiswa Ilmu Perpustakaan angkatan 2016 yang telah mengambil mata kuliah literasi. Berdasarkan kriteria pengambilan sampel seperti yang telah disebutkan di atas, maka jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 115 mahasiswa. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner (angket). Kuesioner merupakan alat pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.12 Pada penelitian ini penulis menggunakan angket langsung tertutup. Angket dibagikan kepada seluruh responden. Responden dapat langsung memilih jawaban yang sudah disediakan oleh penulis dalam menjawab pernyataan terkait kemampuan literasi informasi yang dimilikinya. Tahap selanjutnya adalah dokumentasi. Dokumentasi berasal dari kata “dokumen” yang berarti barang barang tertulis dalam penelitian ini, penulis menyelidiki benda-benda tertulis seperti dokumen, catatan harian, laporan dan sebagainya. Sedangkan teknik analisis data, dimana data yang telah dikumpulkan dari penyebaran angket kemudian di analisis. Analisis deskriptif, dalam hal ini digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian mengenai seberapa tinggi tingkat kemampuan literasi digital mahasiswa jika diukur mengggunakan kompetensi literasi digital menurut Gilster, maka angket yang telah dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif.13 Analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik dengan penyajian data melalui rumus mean dan grand mean. Mean digunakan untuk menghitung nilai rata-rata dari variabel sedangkan grand mean digunakan untuk menghitung rata-rata total. Teknik ini dilakukan dengan proses tabulasi data ke dalam tabel kemudian dihitung presentasenya. Selanjutnya dianalisis dan diinterpretasikan ke dalam kalimat sebagai penjelas. Setelah diketahui rata-rata dari jawaban responden, lalu dilakukan perhitungan menggunakan rumus grand mean untuk mengetahui rata rata umum dari masing-masing butir pertanyaan, sehingga rentang skalanya adalah 0,8. Dengan rentang skala 0,8 kemudian dibuat skala penilaian sebagai berikut: Tabel 1 Skala Penilaian No Skor 4,2– 5,0 Kategori 1. Sangat Tinggi 3,4– 4,2 2. Tinggi 2,6– 3,4 3. Sedang 1,8– 2,6 4. Rendah 1,0– 1,8 5. Sangat Rendah

Discussion

Literasi digital merupakan kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk menemukan, mengevaluasi, membuat, dan mengkomunikasikan informasi, yang membutuhkan keterampilan kognitif dan teknis. Literasi digital pada dasarnya bukan hanya melibatkan kemampuan teknis, melainkan juga melibatkan keterampilan dan pengetahuan tentang informasi yang sifatnya lebih kompleks, maka seseorang yang memiliki tingkat literasi digital yang tinggi dapat dikatakan telah mampu menguasai empat dimensi utama literasi digital sebagaimana yang diungkapkan oleh Gilster, sehingga mampu untuk mencari, mengevaluasi, membuat dan mengkomunikasikan informasi dengan menggunakan teknologi digital secara efektif dan efisien. Dengan keterampilan tersebut, seseorang akan mampu menilai dan memilih e-resources berdasarkan pada kemutakhiran, kesesuaian, kepemilikan sumber informasi. Hasil temuan dalam penelitian ini mengenai tingkat literasi digital mahasiswa dalam pemanfaatan e-resources berdasarkan konsep Gilster tentang literasi digital dan apa saja yang perlu ditingkatkan oleh mahasiswa pada kemampuan literasi digital dalam pemanfaatan e-resources akan diuraikan sebagai berikut: Kemampuan literasi digital mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan angkatan 2016 UIN Raden Fatah Palembang Berdasarkan rata-rata dari keseluruhan indikator yang telah dijawab oleh responden dan diolah oleh peneliti, maka selanjutnya akan dihitung total keseluruhan rata-rata setiap sub variabel menggunakan rumus grand mean dan dijabarkan dalam tabel sebagai berikut: Tabel 2 Rekapitulasi Kemampuan Literasi Digital Mahasiswa Sub Variabel Indikator Nilai Saya mengetahui langkah-langkah dalam melakukan pencarian 4,30 Kategori sumber elektronik (e-resources) Pencarian Internet informasi Saya mampu menggunakan peramban seperti penggunaan google chrome, mozila firefox, internet explorer meliputi pencarian dan pengunduhan Sangat tinggi 4,45 Sangat tinggi Saya mampu menggunakan internet termasuk di dalamnya World Wide Web (www) yaitu mencari kumpulan informasi secara luas 4,37 Saya mengetahui penggunaan teknik penelusuran informasi seperti teknik Boolean “And, Or, Not” Sangat tinggi 2,59 Jumlah Rendah Indikator 15,70/4= 3,93 Saya mengetahui fungsi dan kegunaan hypertext (link petunjuk arah) Nilai Kategori 3,67 Saya mengetahui tentang cara kerja web Tinggi 3,89 Tinggi Pandu Arah Saya mampu memahami karakteristik halaman web (http, html, url) 3,83 Tinggi Hypertext Saya mengetahui perbedaan jenis web berdasarkan fungsinya(blog, forum, e-learning) 3,85 Tinggi Saya mengetahui perbedaan tentang informasi dalam internet dan buku teks 4,18 Sangat tinggi Saya mengetahui jenis-jenise-resources 4,10 Sangat tinggi Jumlah 23,51/6= 3,92 Indikator Nilai Kategori Evaluasi Saya mampu membedakan antara tampilan dan konten informasi yang dikunjungi dalam e resources 3,90 Tinggi Konten Saya sadar untuk menelusuri lebih jauh mengenai sumber dan pembuat informasi 4,14 Sangat Tinggi Informasi Saya mampu untuk melakukan analisa terhadap halaman web yang saya kunjungi 3,83 Tinggi Saya mampu untuk menganalisa latar belakang informasi yang diperoleh 3,81 Tinggi Jumlah 15,68/4= 3,92 Indikator Nilai Kategori Saya mampu untuk menyelesaikan tugas dengan melakukan pencarian informasi pada search engine (blog, social networking, forum, berita) 4,25 Sangat Tinggi Penyusunan Saya mampu untuk melakukanchrosscheckatau memeriksa ulang terhadap informasi yang diperoleh 4,05 Sangat Tinggi Pengetahuan Saya mampu untuk menyusun sumber informasi yang diperoleh 4,18 Sangat Tinggi Saya mampu mengevaluasi informasi yang disajikan di internet secara kritis sampai menetapkan informasi tersebut relevan sesuai yang dibutuhkan 3,36 Sedang Saya mampu untuk menciptakan komunikasi denganmedia sosialdalam bentuk forum diskusi 4,03 Sangat Tinggi Saya melakukan diskusi dengan orang lain dalam upaya pemecahan masalah terkait tugas yang diperoleh 4,17 Sangat Tinggi Jumlah 23,03/6= 4,01 Setelah diketahui rata-rata dari setiap sub variabel pencarian internet, pandu arah hypertext, evaluasi konten informasi, dan penyusunan pengetahuan maka selanjutnya akan dihitung total keseluruhan nilai dengan rumusgrand mean Berdasarkan hasil perhitungan keseluruhan dari sub variabel jumlah yang digunakan, diperoleh nilai total rata-rata 3,95. Dapat disimpulkan angka tersebut dikategorikan tinggi karena berada di antara interval 3,4-4,2. Indikator yang harus ditingkatkan oleh mahasiswa Meskipun semua sub variabel dan indikator literasi digital dalam pemanfaatan e-resources memiliki nilai rata-rata yang termasuk dalam kategori tinggi, ada beberapa indikator yang memiliki nilai paling rendah diantara indikator yang lainnya sehingga perlu adanya perbaikan. Indikator tersebut yaitu indikator kemampuan mahasiswa dalam melakukan penelusuran melalui teknik Boolean "and, or, not". Indikator kemampuan mahasiswa dalam melakukan penelusuran melalui teknik Boolean "and, or, not". Perlu adanya perbaikan dari indikator ini karena dari hasil penelitian yang dilaksanakan rata-rata mahasiswa belum mampu dalam pencarian internet melalui teknik Boolean "and, or, not". Mahasiswa ilmu perpustakaan angkatan 2016 UIN Raden Fatah Palembang sebelumnya telah menempuh mata kuliah yang berhubungan dengan praktek tentang teknik penelusuran Boolean "and, or, not", tetapi yang ditemukan ternyata rata-rata dari mahasiswa belum memahami hal tersebut. Dengan demikian, berdasarkan pendapat diatas maka peneliti menyimpulkan hasil perolehan indikator terendah memperoleh nilai 2,59 yang berada pada interval 1,8-2,6.

Conclusion

Berdasarkan analisis data hasil penelitian yang berjudul Analisis Kemampuan Literasi Digital dalam pemanfaatan e-resources oleh Mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan Angkatan 2016 UIN Raden Fatah Palembang maka dapat disimpulkan hal-hal sebagi berikut: 1. Tingkat kemampuan literasi digital dalam pemanfaatan e-resources oleh mahasiswa ilmu perpustakaan angkatan 2016 menunjukkan bahwa tingkat memperoleh grand mean 3,95. Angka tersebut berada pada rentang skala 3,4 4,2 yang menunjukkan bahwa tingkat kemampuan literasi digital dalam pemanfaatan e-resources oleh mahasiswa ilmu perpustakaan angkatan 2016 berada pada tingkat tinggi 2. Indikator yang perlu ditingkatkan yaitu pengetahuan penggunaan teknik penelusuran informasi yaitu teknik Boolean “And,Or,Not” yang memperoleh grand mean 2,59. Nilai tersebut termasuk dalam kategori rendah. Berdasarkan kesimpulan di atas peneliti menyampaikan saran sebagai berikut: 1. Diharapkan kepada pihak fakultas dapat mengembangkan kegiatan literasi digital menjadi suatu wadah yang berpengaruh besar terhadap peningkatan mahasiswa dalam setiap mata kuliah. 2. Penerapan literasi digital menjadi suatu kegiatan yang mempunyai nilai positif terhadap peningkatan perkuliahan, maka peneliti menyarankan agar kegiatan penerapan literasi digital dapat diterapkan oleh setiap dosen prodi Ilmu Perpustakaan