Kembali
16
1
2020 Media Informasi Vol 29 · 2 ISSN 2829-2707

DOKTER PUSTAKA; LAYANAN INFORMASI KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA

Universitas Gadjah Mada

Abstrak

Pandemi Covid-19 menimbulkan dampak yang sangat luar biasa, baik dalam bidang ekonomi, sosial, maupun budaya. Namun ada dampak yang lebih besar lagi, yaitu dampak kesehatan bagi masyarakat. Dalam bidang kesehatan, tenaga kesehatan harus bekerja dan berjuang dengan keras untuk menangani pandemi ini. Pustakawan dapat berperan untuk memberikan tenaga, pikiran dan keilmuannya berupa referensi bidang kesehatan. Pustakawan dapat meringankan tugas dengan memberikan layanan referensi secara online kepada tenaga kesehatan dengan program kerja yang dapat memudahkan dan meberikan fasilitas pengetahuan bidang kesehatan, terutama Covid-19. Layanan Dokter Pustaka merupakan salah satu best practice di Perpustakaan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada. Program ini turut membantu tenaga kesehatan yang berasal dari kalangan sivitas akademika, pekerja medis, alumni dan masyarakat Indonesia dengan metode daring (online). Layanan Dokter Pustaka ini diharapkan dapat: (1) menjadi referensi bidang kesehatan yang dapat diakses secara mudah dan cepat untuk penanganan pandemi Covid-19; (2) meringankan beban petugas kesehatan dengan penyediaan referensi yang tepat guna; (3) membangun kolaborasi antara sesama pustakawan dan tenaga kesehatan di Indonesia; (4) membantu tercapainya program Indonesia Sehat melalui penyediaan layanan referensi bidang kesehatan yang bermutu.
Keywords: dokter pustaka · informasi kesehatan · referensi online · literasi kesehatan · Indonesia

Introduction

Kesepakatan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang telah diberlakukan, mengharuskan pustakawan meningkatkan kompetensi dan profesionalisme sesuai tuntutan pasar global untuk menghasilkan pencapain tujuan pembangunan berkelanjutan yang diharapkan tercapai pada tahun 2030. Peran Pustakawan harus ditingkatkan untuk membentuk citra positif Pustakawan di masyarakat melalui peran nyata Pustakawan dalam i n st i t u si / l emb a g a ma u p u n d i m a s y a r a k a t m e l a l u i u p a y a menumbuhkembangkan minat baca m a s y a r a k a t ( D PA D , 2 0 2 0 ) . Pustakawan juga mempunyai peran yang sangat penting untuk turut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai dengan kesepakatan MEA, yakni dengan cara turut mengembangkan potensi masyarakat agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (Undang-undang Republik Indonesia No 43, 2007). Pengembangan potensi masyarakat ini akan dapat dilakukan pustakawan salah satunya melalui b i d a n g i n f o r m a si k e s e h a t a n masyarakat. Kesehatan masyarakat adalah salah satu penentu kekuatan bangsa yang telah diatur dalam UU RI Nomor 36 tahun 2009, bahwa kesehatan merupakan hak asasi manusia. Salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (Undang-Undang Republik Indonesia No. 36, 2009). Kesehatan masyarakat (public health) adalah ilmu dan seni, di antaranya untuk mencegah penyakit, m e m p e r p a n j a n g h i d u p , d a n meningkatkan kesehatan, melalui us aha -us aha pengorganis a si an masyarakat. Yakni meliputi perbaikan sanitasi lingkungan, pembatasan penyakit menul a r, pendidikan k e b e r s i h a n p e r o r a n g a n , pengorganisasian pelayanan medis, dan pengembangan rekayasa sosial untuk menjamin hidup yang layak d a l am meme li h a r a Ke s e h a t a n (Hidayani, 2016). Agar gerakan kesehatan masyarakat ini dapat terlaksana dengan baik maka perlu dilakukan gerakan literasi kesehatan, yang melibatkan tenaga medis, tenaga pendidik, dan pustakawan. Dalam melaksanakan tugas di atas, tenaga medis harus mempunyai keilmuan sesuai dengan bidangnya dari pendidikan, pendidikan profesi, pendidikan spesialisasi maupun pendidikan lain untuk menunjang tugas utama tenaga kesehatan di masyarakat. Dalam hal ini tentu saja diperlukan r e f e r e n si y a n g s e s u a i d e n g a n kebutuhan tenaga kesehatan untuk menjadi rujukan dalam melaksanakan penanganan kesehatan secara tepat, sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku, Evidence Based Medicine (EBM) dan kode etik profesi kesehatan. Untuk itu tenaga kesehatan memerlukan rujukan literasi dan informasi yang tepat untuk mendukung kinerja secara profesional. Mereka membutuhkan bahan rujukan seperti buku, jurnal dan prosiding baik dalam bentuk fisik maupun cetak untuk menunjang kinerja tersebut. Mereka bisa mendapatkan sendiri dari pembelian, koleksi pribadi, koleksi instansi atau meminta bantuan p u st a k a w a n u n t u k memb a n t u melengkapi bahan bacaan yang tepat untuk mendukung pekerjaan mereka. Ko n s e p lit e r a si i n f o rma si kesehatan dapat digunakan untuk melengkapi banyak bidang dari individu perawatan pasien hingga pengembangan tingkat masyarakat, dan dari peningkatan kepatuhan hingga memb e r d a y a k a n i n d i v i d u d a n komunitas (Batterham et al., 2016). Literasi informasi kesehatan dapat dipergunakan sebagai pengambilan keputus an bers ama dan model komunikasi yang mencakup semua bentuk keaksaraan (misalnya makanan, fisik, emosional, finansial, dll.) yang membentuk istilah luas Heath Literacy (HL), dengan menggunakan konsep yang harmonis sebagai kerangka kerja untuk mengeksplorasi transaksi dua arah antara pasien dan praktisi kesehatan dengan tujuan membangun makna untuk membantu mempertahankan atau meningkatkan kesehatan seseorang dalam masyarakat (Mcneil & Arena, 2017). Dalam hal ini, pustakawan dapat berperan serta dalam pelayanan tenaga kesehatan dengan cara mendukung kebutuhan informasi yang dibutuhkan dengan bermacam cara sesuai dengan profesi pustakawan yang mempunyai dedikasi tinggi untuk turut mencerdaskan dan menyehatkan kehidupan bangsa. Tentu saja pustakawan akan mamp u me l a k u k a n n y a k a r e n a pustakawan adalah seseorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan atau pelatihan kepustakawanan. Mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan pe rpust aka an, t e rma suk untuk membantu pemenuhan informasi bidang kesehatan (Undang-undang Republik Indonesia No 43, 2007). D e n g a n k o m p e t e n si d a n pendidikan yang diperolehnya, p u st a k a w a n d a p a t memb a n t u meringankan tugas tenaga kesehatan dengan cara melakukan penyebaran informasi baik secara langsung maupun me l a lui medi a sosi a l. Pustakawan harus mampu menyajikan pelayanan yang prima seiring dengan perkembangan teknologi. Pustakawan dituntut untuk mampu menggunakan, memanfaatkan dan mengendalikannya agar mendapatkan dampak yang positif. Difusi informasi ini dapat dilakukan melalui sosial media yang merupakan perwujudan dari teknologi informasi dan komunikasi seperti Facebook, lnstagram, WhatsApp, Telegram, formulir online maupun layanan personal pustakawan (Mustar, 2018). P e r p u s t a k a a n F a k u l t a s Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah M a d a ( F K K M K U G M ) j u g a mempunyai visi yang sama dengan undang-undang di a t a s, yakni m e m b e ri k a n l a y a n a n k e p a d a pemustaka, meningkatkan kegemaran membaca, memperluas wawasan dan pengetahuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Layanan tersebut di antaranya layanan perpustakaan be rba sis r e f e r ensi c e t ak yang dilayankan secara onsite maupun referensi elektronik yang dilayankan secara online. Dalam layanan onsite, pemustaka dapat hadir langsung ke perpustakaan untuk mendapatkan layanan peminjaman buku, video pembe l a j a r an, l ayanan jurna l, penggunaan multimedia, pengurusan administrasi perpustakaan dan layanan Electronic Thesis and Disertation (ETD). Sedangkan layanan online me l i p u t i l a y a n a n e -re s o u c e s, databased, e-journal, e-book, karya ilmiah, jurnal terbitan internal dan prosiding. U n t u k l a y a n a n o n l i n e , perpustakaan membuat inovasi layanan Dokter Pustaka, yakni layanan yang didedikasikan untuk sivitas akademika, sivitas hospitalia dan masyarakat luas yang membutuhkan layanan informasi bidang kesehatan. Dokter Pustaka merupakan brand dan media literasi digital untuk sivitas akademika FKKMK UGM, alumni yang telah bekerja sebagai dokter, perawat, dan residen yang telah tersebar di seluruh nasantara serta masyarakat yang membutuhkan. Dokter Pustaka hadir untuk membantu para tenaga kesehatan dan masyarakat yang dikemas dalam literasi digital, yang dengan mudah dan praktis akan dapat menjadi sumber i n f o rma si y a n g a k u r a t u n t u k mendukung pekerjaan mereka. Menurut Lee Kim, literasi digital me rupakan ke t e r ampil an yang dibutuhkan setiap orang untuk mendapatkan informasi yang terus b e r k e m b a n g , m e l a k u k a n berkomunikasi dan berinteraksi dengan yang lain untuk memperoleh pekerjaan, mencapai kesuksesan ekonomi, dan berpartisipasi aktif d a l am k ewa rg a n e g a r a a n s e rt a kolaboratif dengan jaringan online (Kim et al., 2017). Melalui layanan Dokter Pustaka, p emu st a k a d a p a t b e r d is k u si , berkonsultasi, dan meminta referensi bidang kesehatan secara online kepada pustakawan tanpa dibatasi ruang dan waktu. Dokter Pustaka memberikan layanan prima di perpustakaan walaupun tidak harus bermodal materi yang besar, tetapi dilihat dari b a g a i m a n a c a r a l e m b a g a berkomitmen dalam memanfaatkan keterbatasan fasilitas dan sumber daya informasi yang ada untuk suatu hasil yang optimal. Pustakawan sebagai m o t o r p e n g g e r a k l a y a n a n perpustakaan turut aktif, kreatif, dan inovatif untuk mewujudkan program pelayanan prima bagi pangguna perpustakaan tanpa diskriminasi dengan keterbatasan sumber daya organisasi (Mustar & Nashihuddin, 2019). Berdasarkan uraian di atas, kajian ini membahas tentang layanan Dokter Pustaka, pengembangan layanan Dokter Pustaka di masa pandemi, peran pustakawan dalam Dokter Pustaka dan kolaborasi pustakawan, baik sesama pustakawan maupun dengan tenaga kesehatan sebagai pemustaka.

Discussion

a. Layanan “DokterPustaka” Layanan Dokter Pustaka adalah layanan online perpustakaan FKKMK UGM yang didedikasikan untuk mendukung pengembangan dan kemajuan ilmu bidang kesehatan. Layanan ini dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa, dosen, peneliti, praktisi maupun masyarakat luas yang bekerja dalam lingkup kesehatan. Adalah menyedi akan r e f e r ensi bidang kesehatan berbasis elektronik yang dikemas dalam Pathfinder, WhatsApp Group, Telegram, Website, Facebook Fanpage, email maupun layanan personal antara pustakawan dan pemustaka yang dapat dengan mudah diakses, praktis, efektif dan dapat diakses kapanpun, dari manapun tak harus terhalang oleh ruang dan waktu. Untuk memanfaatkan layanan ini, pemustaka cukup mengirimkan judul artikel atau DOI melalui email, google form, website perpustakaan maupun mengirim pesan secara personal kepada pustakawan, maka Dokter Pustaka akan segera memberikan j a w a b a n , m e n g i n f o r m a si k a n ke t e rs edi a an pe rmohonan dan m e n g i r i m k a n j a w a b a n a t a s p e rmo h o n a n t e rs e b u t k e p a d a p e m u st a k a y a n g m e l a k u k a n pe rmohonan a t a s l ayanan ini. Pengiriman permohonan dapat dilakukan melalui email, pesan p e rs o n a l b e r b a sis W h a tsAp p , WhatsApp Group, telegram ataupun drive yang sudah dibuatkan link. Selain itu, pemustaka yang bergabung dalam group juga dapat melakukan take and give informasi, take and share serta menambahkan konten dengan berbagi artikel melalui admin dan pustakawan yang berperan sebagai manajer informasi. Para pemustaka telah menjadikan layanan Dokter Pustaka sebagai media alternatif utama dalam pencarian sumber-sumber referensi digital dan informasi mutakhir bidang kesehatan. La y a n a n i n i d i a n g g a p s a n g a t bermanfaat bagi alumni khususnya untuk mendukung tugas dan pekerjaan alumuni dalam memberikan pelayanan kesehatan di masyarakat, serta pengembangan karir dalam program riset bidang kesehatan di daerah-daerah di Indonesia. b. Pengembangan Layanan Dokter Pustaka di Masa Pandemi Pada dasarnya layanan Dokter Pustaka harus tetap diadakan untuk menunjang proses belajar mengajar sivitas akademika meskipun dalam masa pandemi seperti saat ini. Dalam kondisi seperti ini, yang syarat dengan marabahaya dan perlu kehati-hatian para pustakawan dan perpustakaan harus tetap memberikan layanan untuk menunjang proses belajar mengajar sivitas akademika dan layanan informasi untuk masyarakat luas. Layanan ini harus tetap diberikan walaupun dari rumah atau yang akrab disebut dengan work from home (WFH). Layanan apa saja sih yang bisa diberikan kepada masyarakat pada saat pandemi? Menurut Muhammad Bahrudin dalam Pustakawan Blogger Indonesia, meliputi: 1. Optimalisasi layanan pengguna secara online, 2. Pemanfaatan media sosial secara efektif, 3. Manajemen kontrak, 4. Manajemen krisis untuk acara perpustakaan, 5. Koordinasi antar pustakawan, 6. Pustakawan sebagai first responder information, 7. Mengompilasi sumber informasi yang k r e d i b e l t e r k a it Co v i d - 1 9 , 8 . Mengurasi seputar Covid-19, dan 9. Menulis sebagai kegiatan alternatif (Bahrudin, 2020). Marco Tampubolon juga mengisahkan ada 5 Cara Agar WFH saat Pandemi Virus Corona agar tidak terasa seperti lembur, di antaranya “Atur Jam Kerja Anda”, “Jangan Lupa Mengakhiri”, “Waktu Istirahat”, “Pisahkan Tempat Kerja Anda”, “Ma t i k a n N o t ifi k a si P o n s e l ” (Tampubolon, 2020). Sementara itu, I p i n g S u p i n g a h d a l a m suarasurabaya.net memeberikan Lima Tips Work From Home (WFH) yang Efektif, di antaranya: 1. Mulai hari dengan benar, 2. Pilih tempat tetap yang bisa membantu fokus bekerja, 3. Atur jadwal kerja yang konsisten, 4. Manfaatkan teknologi, dan 5. Tetap menjaga kesehatan (Supingah, 2020). Untuk dapat melakukan layanan seperti contoh-contoh di atas, maka dibutuhkan identitas profesional pustakawan yang sudah berkembang dan meningkat dari segi peran pustakawan, yang meliputi sikap, nilai, pengetahuan, keterampilan dan keyakinan untuk menjalankan tugas (Mustar, M & Istiana, P 2018). Dalam masa pandemi, Dokter Pustaka juga terus memberikan layanan sesuai dengan tips-tips di atas, himbauan pemerintah dan surat edaran Rektor yang telah ditentukan. Layanan diberikan kepada pemustaka secara online sesuai dengan instruksi Dekan FKKMK UGM yang dikoordinir oleh Penanggung Jawab Perpustakaan. Seperti tips dan kiat beberapa tokoh di atas, layanan yang tetap diberikan kepada sivitas akadamika antara lain: 1. Optimalisasi Layanan Sirkulasi Online Layanan sirkulasi perpustakaan FKKMK UGM dalam masa pandemi tidak dilakukan seperti biasanya. Pemustaka tidak perlu datang ke perpustakaan untuk melakukan p e r p a n j a n g a n p e m i n j a m a n , p e n g emb a l i a n b a h a n p u st a k a (dilakukan dengan mengirim buku ke rumah salah satu petugas dengan menggunakan ojek online), dan bebas pustaka untuk kepentingan yudisium dan wisuda mahasiswa. Sementara itu, untuk peminjaman buku belum bisa diberikan karena keadaan yang tidak mendukung, akan tetapi diberikan solusi untuk dapat mencari buku elektronik (e-book) yang telah dilanggan oleh universitas dan fakultas yang dapat diakses melalui laman www.ezproxy.ugm.ac.id dan akan dibantu oleh petugas apabila pemustaka mengalami kendala yang difokuskan dalam layanan Dokter Pustaka. 2. La y a n a n Da t a b a s e d a n e Resources Layanan databased dan eresources yang telah dilanggan oleh universitas ini diberikan kepada seluruh sivitas akademika dengan menggunakan email intitusi sebagai Single Sign Online (SSO) untuk melakukan akses melalui laman www.lib.ugm.ac.id. Meskipun anjuran pemerintah menegaskan untuk di rumah saja, namun sivitas akademika dan masyarakat tetap bisa mengakses dan mengunduh databased dan eresources yang telah dilanggan sebagai bahan belajar, mengajar maupun penelitian. Layanan ini juga diberikan kepada alumni dan masyarakat luas yang tidak mempunyai akses, namun sangat membutuhkan referensi untuk menunjang pekerjaan sebagai praktisi, klinisi, penelitian dan pengajaran bidang kesehatan. Layanan ini tersedia dalam layanan Dokter Pustaka yang dikelola melalui WhatsApp Group, facebook fanpage, pesan personal pustakawan dan pemustaka serta website yang tersedia pada laman www.libmed. ugm.ac.id. Alumni dan masyarakat dapat mengajukan permohonan referensi dengan melakukan klik Dokter Pustaka yang tersedia dalam websit e , yang kemudi an akan terhubung dalam chat bot telegram yang dikelola oleh petugas. Kemudian p e t u g a s a k a n m e r e s p o n d a n mencarikan referensi yang diminta dan akan mengirimkan ke alamat yang sudah terekap dalam chat bot telegram. Dokter Pustaka juga menjadi brand dan media layanan referensi online perpustakaan FKKMK UGM untuk menggerakkan program literasi digital ke pemustaka dan masyarakat (Mustar & Nashihuddin, 2019). 3. Layanan cek Plagiarisme berbasis AIMOS dan Turnitin Meskipun dalam masa pandemi, bagi para penulis dan peneliti yang i n g i n me l a k u k a n p e n g e c e k a n kemiripan karya tetap dapat dibantu secara online. Pemustaka yang membutuhkan layanan ini dapat tetap mengajukan pengecekan kepada p e t u g a s p e r p u st a k a a n d e n g a n menghubungi nomor petugas yang sudah ditunjuk atau nomor hand phone perpustakaan serta email Dokter Pustaka, kemudian mengirimkan karya yang akan dicek melalui email petugas yang telah ditunjuk, dokterpustaka @ g m a i l . c o m a t a u k e e m a i l perpustakaan upik-fk@ugm.ac.id. Kemudian pengecekan akan diproses oleh petugas dan hasil akan segera dikirimkan kembali kepada pemustaka y a n g me l a k u k a n p e rmo h o n a n pengecekkan baik menggunakan AIMOS maupun Turnitin. 4. Layanan Pengecekan Penulisan Karya Akhir Layanan ini biasanya dilakukan dengan cara workshop dan pelatihan y a n g d i b imb i n g o l e h p e t u g a s perpustakaan yang telah ditunjuk dan ditujukan kepada sivitas akademika dan masyarakat yang akan melakukan penulisan karya akhir. Kegiatan dimulai dari pembuatan template dan tatacara teknis penulisan yang diperagakan dalam praktek di ruang komputer. Namun dalam masa pandemi ini, sivitas akademika dapat m e l a k u k a n p e n g e c e k a n a t a s penulisannya secara online dengan menghubungi petugas perpustakaan yang telah ditunjuk. Layanan dapat dilakukan dengan platform google meet, video callmaupun aplikasi zoom. 5. Layanan Konsultasi Penggunaan Reference Management Layanan ini juga biasanya diadakan secara workshop pada harihari biasa yang diikuti oleh sivitas akademika dan masyarakat yang membutuhkan untuk menunjang proses penulisan dan penelitian. Sama halnya dengan kegiatan di atas, layanan ini pun saat ini dapat didapatkan secara online dengan cara menghubungi petugas perpustakaan yang telah ditunjuk oleh manajemen perpustakaan. 6. Mengompilasi Sumber Informasi Yang Kredibel Terkait Covid-19 Perpustakan dan pustakawan memiliki peran yang sangat penting di ma s a p a n d emi Co v i d - 1 9 i n i , diantaranya sebagai sumber informasi ilmiah untuk menunjang proses pembelajaran, pengobatan, penulisan dan penelitian. Perpustakaan dan pustakawan juga memiliki peran untuk turut memberikan informasi sehat dan mengedukasi masyarakat dari berita yang tidak jelas atau hoaks. Kompilasi tersebut telah dilakukan oleh petugas perpustakaan yang dapat diakses oleh ma s y a r a k a t l u a s p a d a l ama n http://bit.ly/2CoronaVirus. Kompilasi ini berisi Referensi berisi Buku Pedoman Kesiapan menghadapi CoronaVirus, COVID-19, Mengapa Sekolah Perlu Diliburkan, Self Isolation, Manifestasi Klinis COVID-19, Panduan Komunikasi Media Massa Bagi RS Menghadapi COVID-19, Buku Panduan, Cara Cuci Tangan, Flayer Corona Virus, Flayer Germas, Veideo Germas, Cara memakai Masker, Etika Batuk dan beberapa literatur jurnal International mengenai CoronaVirus. Kompilasi ini bisa juga dibagikan kepada masyarakat y a n g m e m b u t u h k a n . S e m o g a pustakawan dapat membantu tenaga medis dalam menyehatkan masyarakat dan mampu mema s ya r aka tkan informasi yang sehat. c. Peran Pustakawan Dalam Layanan “DokterPustaka” Untuk mendukung keberhasilan program Dokter Pustaka dalam melayani masyarakat mengenai i n f o rma si b i d a n g k e s e h a t a n , dibutuhkan peran aktif pustakawan dalam layanan tersebut. Pustakawan berperan untuk menjadi mediator l ayanan, konsult an informa si, fasilitator kegiatan pengguna dan sekaligus menjadi manajer informasi. Peran ini sangat dibutuhkan untuk pengaturan kegiatan layanan yang bertugas untuk mengatur kelancaran kegiatan temu kembali informasi b i d a n g k e s e h a t a n y a n g a k a n dipergunakan sebagai bahan belajar mengajar (sivitas akademika), pendukung praktisi dan klinisi (sivitas hospitalia), peneliti dan masyarakat umum yang ingin mendapatkan informasi kesehatan secara praktis, efektif dan tepat guna. Pustakawan berperan untuk melakukan manajemen pengelolaan layanan, menerima semua permintaan i n f o rma si b i d a n g k e s e h a t a n , mencarikan konten sesuai kebutuhan dan melakukan evaluasi atas layanan yang telah disediakan. Pustakawan harus menampung semua pertanyaan, permohonana referensi dan keluhan p e m u st a k a , y a n g k e m u d i a n memberikan jawaban atas apa yang diinginkan pemustaka dengan cara menelusur dengan menggunakan pangkalan data dan e-reseources yang telah dilanggan dan pengalaman serta keilmuan yang dimiliki. Pustakawan b e r p e r a n u n t u k me n y e d i a k a n informasi-informasi yang dibutuhkan pemustaka dengan tujuan untuk pemerataan ilmu pengetahuan bidang kesehatan yang dapat dipergunakan untuk melakukan tugas dan pekerjaan pemustaka di daerah-daerah guna turut serta mencerdaskan dan menyehatkan masyarakat menuju Indonesia unggul. P e l a y a n a n p e r p u st a k a a n merupakan kunci sukses dalam penyelenggaraan perpustakaan, oleh karena itu, merupakan tanggungjawab p r o f e s i o n a l s e t i a p p e t u g a s perpustakaan untuk senantiasa memiliki motivasi yang kuat, wawasan yang luas, dan senantiasa berupaya secara aktif agar dapat melaksanakan pelayanan sebaik-baiknya (Aulawi, 2012). Penggunaan media sosial saat ini sudah menjadi gaya hidup. Perpustakaan sebagai lembaga penyelenggara layanan informasi harus dapat menyesuaikan diri dengan hal ini. Saat ini telah banyak perpustakaan yang menggunakan media sosial, namun belum banyak perpustakaan yang dapat memanfaatkan media sosial tersebut secara optimal (Kurniasih, 2016). Ke dua pernyataan di atas membuktikan betapa pentingnya peran pust akawan da l am l ayanan di perpustakaan baik secara tradisional maupun online melalaui media sosial. Layanan Dokter Pustaka di masa pandemi terus berjalan secara optimal untuk mendukung proses pembelajaran jarak jauh, kinerja para praktisi, klinisi, peneliti, mahasiswa, dosen dan masyarakat lainnya. Layanan selalu diupdate dan dibroadcast dalam berbagai media sosial seperti facebook, Instagram, WhatsApp Group dan layanan personal pustakawan dengan pemustaka supaya dapat dikunjungi dengan mudah oleh pemustaka dan dapat menjalin komunikasi dua arah melalui media sosial. Layanan informasi online Dokter Pustaka memberikan kemudahan akses informasi bagi para pemustaka. Pemustaka dapat memanfaatkan layanan ini untuk kepentingan pencarian koleksi/literatur ilmiah dan meng-update informasi mutakhir bidang kesehatan. Referensi yang diperoleh pemustaka melalui layanan informasi online Dokter Pustaka sangat mendukung pelaksanaan tugas dan pekerjaan mereka di daerah. d. Kolaborasi pustakawan Saat ini muncul model pendekatan bidang kepustakawanan yang disebut dengan “Embedded Librarianship” pendekatan ini menawarkan satu pendekatan untuk mengatasi situasi dengan membawa perpustakaan dan pustakawan kepada pengguna. Konsep ini membahas integrasi pustakawan dalam institusi, departemen, tim, lingkungan, dan sebagainya yang merupakan kegiatan embedded librarianship seorang pustakawan yang tertanam memberikan akses yang lebih baik bagi dirinya sendiri maupun pengguna perpustakaan terhadap sumber daya perpustakaan (Husna, 2019). Tugas pustakawan dalam layanan Dokter Pustaka sangat membutuhkan k e t e l i t i a n , k e h a t i- h a t i a n d a n pengalaman yang luas dalam bidang temu kembali informasi. Layanan Dokter Pustaka yang hampir dibuka selama 24 jam, dan siap melayani pemustaka yang membutuhkan bantuan penelusuran informasi lebih lanjut melalui WA group, mengisi formulir pemesanan online, website, layanan personal pustakawan dan pemustaka serta mengirim email ke petugas di dokterpustaka@gmail.com meskipun pustakawan memiliki motivasi yang kuat, wawasan yang cukup, dan senantiasa berupaya secara aktif agar dapat melaksanakan pelayanan sebaik-baiknya, terkadang mempunya i ke t e rba t a s an ba ik k e k u r a n g l u a s a n w a w a s a n , p e n g e t a h u a n a t a u m u n g k i n keterbatasan waktu. Untuk itu, pustakawan melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk dapat membantu pemenuhan informasi bidang kesehatan ini. Kolaborasi dilakukan dengan sejawat pustakawan di berbagai departemen di FKKMK, pustakawan fakultas, pustakawan universitas, dan pustakawan luar instansi yang bergabung dalam beberapa group seperti Forum Pustakawan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI), Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI), Kelas M e n u l is P u st a k a w a n ( K M P ), Pustakawan Blogger Indonesia dan lain-lain untuk membantu apabila pustakawan Dokter Pustaka mendapat permasalahan dalam pemenuhan informasi yang diinginkan pemustaka.

Conclusion

Layanan Dokter Pustaka FKKMK UGM dapat menjadi media strategis bagi Pustakawan untuk memenuhi kebutuhan informasi bidang kesehatan masyarakat Indonesia. Di masa pandemi Covid-19, Dokter Pustaka menyediakan layanan yang inovatif be rupa Pa thfinde r yang be risi informasi lengkap seputar Covid-19 yang terdiri dari buku panduan, flayer, video, jurnal dan e-book yang dapat mendukung informasi seputar Covid19. Hal tersebut sangat mendukung peran pustakawan terutama dalam hal kolaborasi pemenuhan kebutuhan informasi pengguna. Dalam hal ini p u st a k awa n b e r p e r a n s e b a g a i diseminator dan konsultan informasi terkait Covid-19 dan bidang kesehatan lainnya. Layanan Dokter Pustaka menjadi unggulan layanan referensi online Perpustakaan FKKMK UGM di masa pandemi Covid-19 ini. Harapan ke depan adalah, layanan Dokter Pustaka dapat diadopsi dan d it e r a p k a n o l e h Pe r p u st a k a a n Perguruan Tinggi di Indonesia yang menerapkan pembelajaran bidang ilmu kesehatan dan kedokteran sehingga dapat meningkatkan literasi informasi kesehatan bagi masyarakat Indonesia. Layanan ini dapat diaplikasikan untuk instansi/tempat kerja dalam keadaan normal, keadaan pandemi maupun dalam keadaan normal baru dengan menerapkan sistem online (daring) untuk mendukung para akademisi, para klinisi, peneliti maupun para pekerja b i d a n g k e s e h a t a n y a n g d a p a t bermanfaat untuk pengembangan pendidikan, pengobatan dan penelitian di Indonesia.