Kembali
16
1
2021 Pustakaloka : Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 13 · 1 ISSN 2502-4108

KNOWLEDGE MAPPING BIDANG ILMU PERPUSTAKAAN DENGAN METODE NINE BASICS OF INFORMATION SCIENCE

Universitas Gadjah Mada; Universitas Negeri Malang; Universitas Negeri Malang

Abstrak

Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis tentangpemetaan pengetahuan bidang Ilmu Perpustakaan dengan metodeNine Basics of Information Science dan menganalisis pengembangan tersebut sudah mengarah pada Nomenklatur Kemenristekdikti.Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitiankuantitatif dengan pendekatan survey. Jumlah populasi sebanyak 1.597 dan sampel sebanyak 94. Uji validitas menggunakan ujivaliditas konstruk dan reliabilitas empiris.</p> <p>Analisis data dengan analisis meanberdasarkan variabel dari seluruh responden dan menyajikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemetaan pengetahuan bidang ilmu perpustakaan dikategorikan dalam tiga kategori yaitu kategori foundation, resources, dansubject based knowledge.Kategori foundationmenunjukkan bahwapenggunaan teori yang digunakan sudah beragam, namun ditemukan beberapa publikasi tidak menggunakan teori. Metode penelitian dalam publikasi lebih condong menggunakan metode kualitatifdan tingkat kemutakhiran publikasi tergolong tinggi.Kategori resourceslebihcondong menggunakan sumber informasi sekunder. Kategori subject based knowledge lebih condong pada subjek tentang isu-isu sosial, subjek tentangteknik dan proses penyajian informasi di perpustakaan, subjek tentang sistem dan pengembangan aplikasi, serta subjek teknologi. Hasil pemetaan pengetahuan bidang ilmu perpustakaan dalam publikasi yang terdapat di laman Garuda juga sudah sesuai dan mengarah pada nomenklatur baru, yaitu lebih mengarah pada bidang isu-isu sosial.</p>

Abstract

The purpose of this study is to analyze the knowledge of mapping in the field of Library Science with the Nine Basics of Information Science method and to analyze the development that has led to the Kemenristekdikti nomenclature. The research method used is quantitative research with a survey approach. The total population of 1,597 and a sample of 94. he validity test used construct validity and empirical reliability tests. Data analysis with mean analysis based on variables from all respondents and presented. The results showed that of the knowledge mapping the field of library science was categorized into three categories, namely the category of foundation, resources, and subject-based knowledge. he category of foundation shows that the use of theory used has varied, but it was found that several publications did not use theory. The method of publication is more inclined to use qualitative methods, and a relatively high level of sophistication publication. The category of resources is more inclined to use secondary information sources. The category of subject-based knowledge tends to be the subject of social issues, the subject of the technique and process of presenting information in the library, the subject of systems and application development, and the subject of technology.The results of the mapping of knowledge in the field of library science in the publications on the Garuda website are also appropriate and lead to a new nomenclature, which is more directed at the field of social issues.
Keywords: knowledge mapping · library science · library science and information science

Introduction

Pada tahun 2017 Kemenristekdikti mengeluarkan nomenklatur program studi, di dalam nomenklatur tersebut Ilmu Perpustakaan dirubah menjadi Perpustakaan dan Sains Informasi1. Konsekuensi dari perubahan nama tersebut adalah konsentrasi bidang kajian Ilmu Perpustakaan meluas dan membaur dengan kajian Ilmu Informasi. Dalam rangka menganalisis pola pengembangan Ilmu Perpustakaan apakah sudah mengarah pada nomenklatur terbaru dan mengoptimalkan perkembangan ilmu perpustakaan kearah yang lebih inovatif, maka diperlukan adanya pemetaan pengetahuan.Pemetaan pengetahuan adalah proses penyusunan pengetahuan secara sistematis berdasarkan karakteristik dan kategori tertentu dalam suatu bidang ilmu 2. Pemetaan pengetahuan bisa dilakukan dengan cara mengkaji perkembangan publikasi ilmiah, karena publikasi dapat menggambarkan kondisi perkembangan/konstruksi pengetahuan dalam suatu bidang ilmu. Perkembangan ilmu perpustakaan di Indonesia selama ini dinilai lambat secara praktis maupun teoritis jika dibandingkan dengan perkembangan yang ada di negara lain3. Dengan dilakukannya pemetaan pengetahuan, para akademisi dan praktisi bisa melihat dengan jelas gambaran kondisi keilmuan bidang perpustakaan, sehingga mereka bisa merumuskan strategi efektif untuk mengembangkan dan memperkuat ilmu perpustakaan pada bagian-bagian yang dinilai masih lemah sesuai dengan nomenklatur terbaru. Upaya memetakan ilmu pengetahuan di bidang ilmu perpustakaan sudah banyak dilakukan, tetapi pada umumnya pemetaan tersebut menggunakan metode bibliometriks yang berfokus pada analisis paruh hidup suatu karya ilmiah. Pemetaan pengetahuan dalam penelitian ini tidak dianalisis menggunakan bibliometriks, tetapi menggunakan model Nine Basics of Information Science. Model tersebut dipilih, karena fokus kajiannya dirancang khusus untuk memetakan Ilmu Perpustakaan. Pemetaan pengetahuan pada model ini meliputi pemetaan teori, metode penelitian, kemutakhiran publikasi, jenis sumber informasi yang digunakan, subjek penelitian, serta pengguna dari penelitian tersebut. Pemetaan penelitian ini dilakukan terhadap publikasi di bidang ilmu perpustakaan tiga tahun terakhir yang terhimpun di Garba Rujukan Digital (garuda) yang berupa artikel. Laman Garuda merupakan portal jurnal atau artikel ilmiah serta database penelitian nasional terbesar di Indonesia yang dapat diakses melalui http://garuda.ristekbrin.go.id/. Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah yang diambil dalam penelitian yaitu bagaimana pemetaan pengetahuan bidang Ilmu Perpustakaan dengan metode Nine Basics of Information Science. Selain itu, penelitian ini juga menganalisis kesesuaian hasil pemetaan dengan nomenklatur kemenristekdikti terbaru Bidang Ilmu perpustakaan dan Sains Informasi.

Method

Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan survey. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 1.597 karya ilmiah (artikel). Pengambilan sampel menggunakan rumus Yammane4, sehingga dihasilkan sambel sebanyak 94. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah lembar observasi dan analisis yang sebelumnya teah dijabarkan dalam variabel, sub variabel, dan indikator. Uji validitas dan realibilitas dilakukan dengan menggabungkan validitas konstruk dan reliabilitas empiris yang dilakukan dengan cara peneliti menguji instrumen yang disusun berdasarkan teori terhadap penelitian pada sampel penelitian (sebanyak 50% dari jumlah sampel). Analisis data dilakukan dengan mengelompokkan data berdasarkan variabel dari seluruh responden dan menyajikannya. Pengelompokan yang dilakukan dengan menggunakan analisis mean.5

Result & Discussion

Pemetaan Pengetahuan Bidang Ilmu Perpustakaan Pemetaan pengetahuan bidang ilmu perpustakaan menggunakan metode nine basics of information science didasarkan pada kategori foundation, resources,dan subject based knowledge (Zins, 2007a & 2007b). Berdasarkan hasil penelitian, kategori foundation yang digunakan dalam publikasi yang terdapat dalam laman Garuda beragam. Foundation mencakup teori yang digunakan, metode penelitian dalam publikasi, dan kemutakhiran isu dalam penelitian. Teori yang digunakan dalam publikasi sangat beragam, yang meliputi analisis sitiran, layanan perpustakaan, literasi informasi, pengelolaan arsip, temu kembali informasi, knowledge management, kepustakawanan, penggunaan aplikasi perpustakaan, perilaku informasi, media sosial dan lain-lain. Keberagaman penggunaan teori pada publikasi yang ada di laman Garuda ini menunjukkan bahwa perkembangan keilmuan bidang Ilmu perpustakaan semakin beragam. Hal ini juga dibuktikan dengan hasil penelitian Nurlistiani17, yang menyatakan bahwa tesis bidang ilmu perpustakaan pada Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Universitas padjadjaran dan Institut Pertanian Bandung juga beragam, meliputi kearsipan, keterpakaian koleksi, komunikasi organisasi, media massa, telesenter, museum, penerapan teknologi, literasi informasi, perpustakaan digital, dan lain lain. Dari hasil penelitian juga dapat diketahui beberapa pencetus teori yang sering digunakan dalam publikasi ilmiah dalam laman Garuda. Beberapa teori yang sering digunakan yaitu perilaku penelusuran informasi yang banyak digunakan yaitu dari TD Wilson teori tentang analisis sitiran dan bibliometrik yang sering digunakan yaitu dari Sulistyo-Basuki dan teori tentang model pencarian informasi yang sering digunakan yaitu dari Ellis. Selain itu hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tidak semua publikasi ilmiah pada laman Garuda menggunakan teori utama dalam penilisannya. Hal ini tentunya akan menurunkan kualitas publikasi yang dihasilkan, mengingat komponen utama dalam publikasi ilmiah adalah tinjauan teori (Zins, 2007b). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh pemetaan bahwa publikasi dalam laman Garuda menggunakan beberapa metode penelitian yaitu metode kualitatif, metode kuantitatif, metode kombinasi, metode RD, dan berupa gagasan. Penggunaan metode kualitatif paling banyak digunakan dalam publikasi pada laman Garuda yaitu sebesar 49%. Pengelompokan berdasarkan metode penelitian yang digunakan dalam sebuah publikasi sebagai acuhan kecondongan penelitian yang dilakukan18. Selain itu metode penelitian dalam sebuah penelitian dan publikasi menunjukkan bagaimana data-data dalam sebuah penelitian itu diperoleh beserta bukti-bukti yang jelas dan valid, sehingga ketika terjadi penyimpangan dapat ditoleransi19. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa tingkat kemutakhiran dalam publikasi dilihat dari tahun publikasi sumber rujukan yang digunakan, dan waktu pengambilan data penelitian20. Tingkat kemutakhiran dari dilihat dari tahun publikasinya, semua publikasi dalam laman Garuda ini tergolong mutakhir, yaitu mulai tahun 2016-2018 (tiga tahun terakhir). Data penelitian yang digunakan juga tergolong mutakhir. Dilihat dari segi penggunakan sumber rujukan tingkat kemutakhiran publikasi yang ada dalam laman Garuda beragam, secara keseluruhan diketahui persentase tigkat kemutakhiran sebesar 35 %, tingkat kemutakhiran 99-90% sebesar 42%, dan lainnya di bawah angka tersebut sebesar 23%. Pemetaan yang kedua didasarkan pada resources atau sumber informasi yang digunakan dalam publikasi yang terdapat dala laman Garuda. Secara keseluruhan rata-rata penggunaan sumber informasi primer sebesar 0,39, penggunaan sumber informasi sekunder sebesar 0,61, dan penggunaan sumber informasi tersier sebesar 0,002. Sumber informasi sekunder disini lebih sering digunakan. Penggunakan sumber informasi primer dan sekunder dalam sebuah karya ilmiah perlu dilakukan, hal ini dapat digunakan sebagi acuan ketika seseorang melakukan sebuah kajian atau analisis21. Dari hasil penelitian juga diketahui bahwa ada beberapa publikasi yang tidak menggunakan sumber informasi baik primer, sekunder, maupun tersier. Publikasi yang seperti ini perlu diragukan kualitasnya, karena setiap penelitian atau penulisan pasti membutuhkan informasi dari sumber lain Pemetaan yang ketiga didasarkan pada subject based knowledge atau subjek dari pengetahuan dalam publikasi yang tercantum pada laman Garuda. Hasil penelitian membagi subjek penelitian menjadi 7 kategori yaitu knowledge worker, contents, applications, operations and processes, technologies, environments, dan organization (Zins,2007a). Hasil pengkategorian yang dilakukan terhadap publikasi yang terdapat dalam laman Garuda yaitu lebih cenderung pada subyek bidang environment atau isu-isu sosial yaitu sebesar 32%. Sub-subjek yang sering ditulis meliputi kajian tentang bibliometrik, literasi informasi, akses dan aksebilitas informasi, serta knowledge management. Subjek bidang environment, subjek lain yang banyak ditulis yaitu bidang operations and processes sebesar 20%. Sub subjek yang ditulis yaitu terkait dengan kajian layanan informasi, layanan perpustakaan, manajemen arsip, dan organisasi informasi. Subjek bidang applications sebesar 17% dan sub-subjek yang sering ditulis meliputi kajian penggunaan aplikasi dan kajian pengembangan aplikasi. Subjek bidang technologies sebesar 15% dan sub-subjek yang sering ditulis meliputi kajian konten digital serta kajian teknologi & media. Subjek bidang contens sebesar 10% dan sub subjek yang sering ditulis meliputi kajian tentang pengembangan koleksi, pengadaan informasi, dan pengelolaan arsip. Subjek bidang knowledge worker dan subjek bidang organization sebesar 3%. Subjek yang paling sedikit ditulis yaitu bidang knowledge worker dan bidang organization. Publikasi ilmiah yang terdapat dalam laman Garuda memiliki kategori subjek yang beragam, namun dapat diketahuhi publikasi yang dihasilkan lebih condong mengarah pada subjek bidang isu-isu sosial bidang perpustakaan. Hal ini berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Setyowati22, tentang trends topik penelitian bidang ilmu perpustakaan berdasarkan kajian bibliometrik pada tesis mahasiswa yang lebih cenderung pada user behavior and uses of information science dan library description and types. Perbedaan kecenderungan yang terjadi diakibatkan oleh perbedaan kebijakaan. Jika publikasi ilmiah subjek yang pilih bisa lebih luas karena didasarkan pada kebijakan masing-masing redaksi. Sedangkan untuk tesis kebijakan yang ada dalam hal publikasi atau karya ilmiah didasarkan pada kebijakan masing-masing universitas. Kesesuaian Hasil Pemetaan dengan Nomenklatur Dikti Terbaru Berdasarkan hasil pemetaan pada publikasi ilmiah dalam laman Garuda dengan menggunakan metode nine basic of information science diketahui bahwa publikasi yang ada dikategorikan berdasarkan tiga kategori yaitu kategori foundation, resources, dan subject based knowledge. Kategori foundation dilihat dari penggunaan teori dan pencetus teori dalam publikasi yang sangat beragam, yaitu analisis sitiran, literasi informasi, pengelolaan arsip, dan lain-lain. Metode penelitian yang digunakan dalam publikasi di laman Garuda lebih condong menggunakan metode kualitatif. Sedangkan tingkat kemutakhiran publikasi dalam tulisan yang diterbitkan relatif tinggi. Kategori resources atau sumber informasi yang digunakan dalam publikasi yang terdapat dalam laman Garuda lebih condong menggunakan sumber-sumber informasi sekunder, seperti buku, kamus, artikel internet, dan lain-lain. Kategori yang ketiga berdasarkan subject based knowledge atau subjek dari pengetahuan dalam publikasi yang tercantum pada laman Garuda menunjukkan kategori yang beragam. Subjek yang digunakan dalam publikasi tersebut meliputi subyek bidang knowledge worker, contents, applications, operations and processes, technologies, environments, dan organization. Dari tujuh subjek tersebut kajian pada laman Garuda lebih mengarah pada kajian bidang isu-isu sosial, bidang teknik dan proses penyajian inforrmasi, bidang sistem dan pengembangan aplikasi, dan bidang teknologi. Subjek ilmu-ilmu sosial cakupannya lebih luas, mulai dari aspek budaya, etika dan hukum. Hal ini juga dijelaskan oleh Zins (2007b), yang menyatakan bahwa subjek isu-isu sosial berkaitan dengan permasalahan etnis dan budaya, permasalahan etika serta hukum dalam bidang ilmu perpustakaan dan informasi. Subjek teknik dan penyajian informasi berkaitan dengan serangkaian proses dalam penyajian informasi, penyimpanan informasi, penyebaran informasi, publikasi informasi, evaluasi informasi, dan temu kembali informasi. Subjek bidang sistem dan pengembangan aplikasi berkaitan dengan penggunaan aplikasi dan penggembangan aplikasi di perpustakaan. Subjek teknologi berkaitan dengan penggunaan teknologi dan media di perpustakaan serta penggunaan konten digital. Perubahan nama prodi ilmu perpustakaan menjadi ilmu perpustakaan dan sains informasi berdasarkan nomenklatur kemenristekdikti nomer 567 tahun 2017 berdampak pada meluasnya kajian yang harus dikembangkan dalam keilmuan tersebut, termasuk mengarah pada ilmu informasi. Bidang sains informsi sendiri lebih fokus pada penyediaan, penelusuran dokumen, penyimpanan informasi, dan pengetahuan tentang informasi digital 23. Sedangkan menurut Sulistyo-Basuki 24, kajian Ilmu Perpustakaan dan Sains Informasi merupakan cakupan ilmu yang interdisipliner yaitu perupakan gabungan dari ilmu informasi, ilmu sosial, dan ilmu perpustakaan. Jika dikaitkan dengan konsep kajian ilmu perpustakaan dan sains informasi hal yang dicetuskan dalam nomenklatur terbaru dalam kemenriskekdikti dengan subjek yang digunakan dalam publikasi yang ada dalam laman Garuda subjek yang digunakan sudah beragam dan mendekati nomenklatur yang baru.Bidang Isu-isu sosial tentang perpustakaan merujuk pada ilmu sosial. Bidang teknik penyajian informasi merujuk pada ilmu perpustakaan. Bidang sistem dan pengembangan aplikasi serta bidang teknologi merujuk pada ilmu informasi. Hal ini sesuai dengan konsep nomenklatur kemenristekdikti yang terbaru. Hanya saja perlu adanya pengembangan dan inovasi kajian dalam publikasi terutama kajian yang mengarah pada bidang ilmu perpustakaan itu sendiri. Keberagaman subjek kajian yang ditulis dan diteliti akan meminimalisir kejenuhan topik dan semakin mengoptimalkan perkembangan ilmu pengetahuan kearah yang lebih inovatif.

Conclusion

Pemetaan pengetahuan bidang ilmu perpustakaan dengan metode nine basic of information science dikategorikan dalam tiga kategori yaitu kategori foundation, resources, dan subject based knowledge. Kategori foundation dilihat dari penggunaan teori yang digunakan yaitu sudah beragam mulai dari analisis sitiran, literasi informasi, perilaku informasi dan lain-lain, namun ditemukan beberapa publikasi tidak menggunakan landasan teori. Metode penelitian dalam publikasi lebih condong menggunakan metode kualitatif, dan tingkat kemutakhiran publikasi tergolong tinggi. Kategori resources dalam publikasi yang terdapat dalam laman Garuda lebih condong menggunakan sumber-sumber informasi sekunder. Kategori subject based knowledge, publikasi yang publish dalam laman Garuda lebih condong pada subjek tentang isu-isu sosial, subjek tentang teknik dan proses penyajian informasi di perpustakaan, subjek tentang sistem dan pengembangan aplikasi, serta subjek teknologi. Hasil pemetaan pengetahuan bidang ilmu perpustakaan dalam publikasi yang terdapat di laman Garuda sudah sesuai, yaitu mengarah pada nomenklatur baru. Kajian ilmu perpustakaan dan sains informasi merupakan cakupan ilmu yang interdisipliner yaitu perupakan gabungan dari ilmu informasi, ilmu sosial, dan ilmu perpustakaan. Sedangkan subjek penelitian yang sudah dipetakan lebih mengarah pada kajian bidang isu-isu sosial, bidang teknik dan proses penyajian inforrmasi, bidang sistem dan pengembangan aplikasi, dan bidang teknologi. Subjek penelitian yang dirancang dan digunakan sudah beragam dan inovatif.